Memories In Christmas Eve (Story 7)

Author: ashillach  (gladisapr)

 Cast: Kim So Eun, Kim Bum

 Other Cast: Kim Joon, Lee Min Ho, Jung Il Woo, Kim Hyun Joong, Go Ara, Jung Yong Hwa

 Genre: friendship, family, romantic

 Type: sequel

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Annyeonghaseyo chingu! ^^

Gk usah basa-basi, langsung aj, pertamanya aku bakal ngebuat tentang Kim Joon POV dulu ya……!

 

Ok, just enjoy the story chingu!!!!! ^^

 

 

 

Kim Joon POV

 

Desember

 

“Ne..ne… hyung, araso, aku mengerti. Hari ini kan? Ya, sepulang sekolah aku langsung pergi ke bandara.” Kataku pada seseorang di dalam telepon. Setelah berbicara tidak terlalu lama, aku memutuskan sambungan dan memasukkan hpku ke dalam saku

Tujuanku sekarang adalah perpustakaan. Kebetulan tadi aku bertemu dengan Bu Ji Hyo, dia menyuruhku mengambil buku paket kelas 12 yang tidak sengaja tertinggal di perpustakaan dan di masukkan penjaga perpus ke dalam rak karena mengiranya buku milik perpustakaan. Kemarin dia melihatnya, tapi karena tiba-tiba dipanggil, dia lupa mengambilnya, katanya sih begitu.

Intinya, karena Bu Ji Hyo-lah sekarang aku sedikit bebas berkeliaran menuju perpustakaan dan masuk ke sana. Meskipun sebetulnya itu bukan hobiku untuk berlama-lama di sana, karena aku tidak hobi membaca. Berbeda dengan seseorang yang beberapa bulan ini dekat denganku.

Aku masuk ke perpus dan langsung bertanya kepada petugas perpustakaan tentang buku Bu Ji Hyo.

“Ah, iya aku lupa mengambilnya. Kalau mau ambil saja di rak kedua dari belakang di barisan buku musik agak atas. Kalau tidak salah bukunya termasuk di situ” kata si petugas itu. Aku mengangguk dan mengucapkan terima kasih lalu berjalan ke rak itu

Apa mungkin sedang ada malakait di dekatku dan mengetahui apa yang sedang kupikirkan tadi, gadis itu juga sedang berada di sana. Melamun dan bersender di rak kedua dari belakang.

Aku bermaksud mengejutinya, jadi aku berjalan menuju tempatnya dan berdiri tepat di belakangnya, tampaknya dia tidak menyadarinya sama sekali. Setiap gumaman tidak jelasnya, kujawab. Aku geli sendiri mendengarnya, karena dia masih tidak menyadari siapa yang ada di belakangnya.

Tapi, itu memang tidak terlalu lama, karena tepat setelah itu dia langsung berbalik dan membuat wajah kami berdua berdekatan dan hanya berjarak 2 cm. karena gugup buru-buru aku menjauhkan wajahku darinya, sebelum dia terlanjur menyadari kegugupanku.

Tampaknya dia lebih terlihat kesal, aku agak kecewa juga. Padahal maksudku kan ingin membuatnya gugup.  (Tapi aku tetap tidak mau memperlihatkan kegugupanku)

Setelah itu, tanpa sengaja aku memegang tangannya. Untuk yang ini, aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan kegugupanku, dan sepertinya dia juga. Karena setelah itu, bel langsung berbunyi dan dia mencari alasan untuk kembali ke kelas.

Gadis itu sudah keluar dari perpustakaan. Sejujurnya, beberapa minggu ini banyak hal yang membuatku terusik, dan semuanya tentang si gadis itu. Dan yang paling terutama, masalah perasaanku dan kebohonganku. Tapi aku bingung mau bagaimana menyampaikannya.

Tidak, aku harus mengatakannya. Sekarang. Aku cepat-cepat keluar perpustakaan dan berlari di koridor dan meneriakan namanya.

“So Eun-ah” teriakku.

Dia  menoleh melihatnya “Kenapa Sonbae?” tanyanya

Aku terdiam sesaat, aku kembali ragu “Ah, ini. Aku hanya ingin memberi tahumu, mulai besok aku akan tidak masuk. Aku mau tur dengan T-Max. mungkin hanya sekitar 2 minggu” akhirnya, aku tidak jadi mengatakannya lagi

Lalu setelah itu, dia tersenyum padaku “Oh, ya. Hati-hati ya, Sonbae. Jangan sampai kelelahan” pesannya

Aku kalah dari senyuman itu. Senyuman yang benar-benar membuatku terpesona dan tergoda untuk melanjutkan kebohonganku. Akhirnya, aku ikut tersenyum “Gomawo So Eun” aku mengusap pelan kepalanya dan berjalan pergi.

Incheon Internasional Airport

#bener gk namanya?#

 

“Ayo, Joon, sebentar lagi kita berangkat”

aku mengangguk pada manajerku, tapi perhatianku masih sibuk dengan handphone di tanganku. Mataku focus pada layar di hpku. Baru saja, aku mengirimkan So Eun pesan isinya:

To: Kim So Eun

Begitu aku pulang nanti, ada yang mau kukatakan padamu

 

Dia tidak membalasnya sama sekali. Kupikir dia juga bingung, sama bingungnya denganku. Manajerku memanggilku sekali lagi dengan cukup kesal kali ini, karena dari tadi aku tampak seperti tidak memperhatikan perkataannya.

Sudahlah, ketika pulang nanti, aku sudah harus berani mengatakannya.

26 Desember

Aku berangkat ke sekolah dengan gugup hari ini. Aku makin bimbang, sekarang masalahnya bukan hanya tentang So Eun saja.Adalagi yang lain. Kepalaku tambah sakit memikirkannya

RingDingDong…….. RingDingDong

Bel istirahat. Kupikir sekaranglah waktunya.

“Oy, Bum. Mau ke mana?” ujar Min Ho dengan keras. Aku menoleh menatap sahabat Kim Bum itu. Iya sih, dia (Kim Bum) aneh hari ini. Biasanya kalau istirahat langsung mengajak Il Woo atau Min Ho atau mungkin keduanya untuk ke kantin bersama.

“Aku mau ke…” Tanpa sengaja, Kim Bum melihatku sedang menatapnya. Dia langsung tersenyum aneh dan menjawab pertanyaan Min Ho tadi sambil menatapku “Aku mau ke kelas So Eun dulu” katanya.

“Hah?! Baru masuk kok, langsung kesitu sih?” Tanya Min Ho heran

“Hehe, jangan-jangan kau menyiapkan oleh-oleh juga untuknya?” kali ini Il Woo yang mengatakannya

Kim Bum masih menatapku “Kurang lebih begitulah” dia langsung berjalan keluar kelas. Aku berniat menyusulnya dan bertanya padanya apa maksudnya berkata seperti itu? Apa dia berniat menyindirku?

Tapi begitu aku sampai di depan kelas, aku dicegat oleh junior-juniorku “Ah, Oppa bogoshipo” “Oppa, bagaimana turnya?” “Oppa, aku sudah menyiapkan sesuatu…” dan masih banyak lagi yang lain yang berdatangan dan menyerbuku. Aku ingin langsung melewati mereka begitu saja, tapi aku tidak tega. Jadi terpaksa aku ladeni dulu.

Selesai meladeni anak-anak itu, aku langsung berjalan cepat menuju kelas 10-B.

“Lo, Joon? Mau ke kantin? Bukan ke arah situ kali, tuh, belok kesana. 2 minggu tidak masuk sekolah kau sudah lupa denah sekolah kita ya?” Tanya Hyun Joong yang tiba-tiba datang. Aku tidak menggubrisnya, jadi aku langsung lewat saja. Firasatku agak buruk

sampai di koridor menuju kelas 10-B, aku melihat Il Woo dan Min Ho.

“Menurutmu, apa yang akan dilakukannya, Il Woo?” Tanya Min Ho stengah berbisik ke Il Woo

“Entahlah, jalan pikiran bocah itu susah ditebak” jawab Il Woo asal

akhirnya aku mengetahui apa yang mereka bicarakan, aku mengikuti arah pandangan mata mereka, mereka sedang melihat Kim Bum dan di belakangnya ada So Eun sedang berteriak dan berlari mengejarnya

Aku langsung berhenti, Kim Bum sempat melihatku sekilas, lalu langsung berbalik menjawab So Eun. Dia seperti membisikan sesuatu kepada So Eun, dan setelah itu, dia mencium pipinya.

“Ah, tepat seperti dugaanku. Kau kalah Il Woo, pulang nanti traktir aku” ujar Min Ho pelan. Il Woo mendengus

koridor itu langsung sepi. Setelah itu Kim Bum melepaskannya, dan berjalan tenang menuju Min Ho dan Il Woo. Dia menatapku penuh kemenangan. Dan setelah itu aku kembali menatap So Eun yang masih diam bingung. Dia juga melihatku dan tatapan kami bertemu.

Apa Kim Bum pikir aku cemburu? Apa dia pikir aku akan marah? Jawabannya? Tidak, aku tidak merasa cemburu atau marah sama sekali. Hanya kosong. Sekarang rasanya seluruh tubuhku dikosongkan tanpa apapun. Tapi terpintas sesuatu di kepalaku. Ya, akhirnya aku sadar apa yang akan kukatakan pada So Eun hari ini.

End Kim Joon POV

 

Author POV

So Eun masih diam dan terkajut atas apa yang baru saja dilakukan Kim Bum 15 detik yang lalu. Tapi, kini ada yang jauh lebih mengejutkan dibandingkan itu. Tepat saat itu juga, ternyata Kim Joon sedang berada di situ, yang jelas membuat So Eun tambah membeku di tempat.

So Eun menoleh ke sekitarnya, semua orang masih memandangnya dengan seribu tatapan, kecuali 3 orang –Kim Bum, Il Woo, Min Ho- yang juga ada di situ. Mereka tampak santai dan berjalan meninggalkan koridor yang sepi itu.

So Eun menyadari, ada tatapan yang sama dengan tatapan yang beberapa bulan lalu sering diterimanya. Tatapan benci yang sudah jelas dari siapa: Fans Kim Bum. Mereka tampak tidak setuju dan marah.

So Eun mendesah pelan dan baru saja berniat untuk berbalik dan kembali lagi ke kelasnya, tapi pada saat yang sama, ada seorang siswi yang berada di situ melemparkan telur ke So Eun.

Kini koridor itu bertambah hening. Anak-anak lain yang tidak ingin ikut masalah ini, entah mungkin karena mereka bukan Bummies atau malas cari masalah. Segera berjalan meninggalkan koridor itu dan membiarkan para fans Kim Bum mengambil alih dan menguasainya tanpa memperdulikan So Eun yang masih berdiri di situ dengan baju yang sudah kotor bekas telur.

Segera setelah anak-anak yang lain pergi, seperti merasa berkuasa, fans Kim Bum langsung menyerang So Eun dengan berbagai macam benda yang kebetulan mereka bawa. Anak yang pertama tadi melempar telur ternyata masih punya stok #gawat, kayaknya mau praktek tuh, makanya ada stok# sehingga anak-anak yang lain berebut mengambil telur darinya dan beramai-ramai melempari So Eun #sayang banget telurnya😦 #

Sebetulnya So Eun ingin kabur, tapi dia terjepit. Fans-fans Kim Bum seperti membuat blockade yang membuat So Eun tidak bisa keluar. Di tambah lagi mereka melemparkan telur secara membabi buta, membuat So Eun sulit melihat. Dan dia hanya bisa memejamkan mata agar tidak ada kulit telur atau telurnya nanti yang masuk ke matanya

Sesaat kemudian, serangan itu berhenti, menurut So Eun. Ketika dia membuka matanya, dia melihat tubuh Kim Joon melindunginya dan semua lemparan telur itu hanya mengenai Kim Joon saja.

“Ya, Kim Joon, kau tidak ada urusan dengan masalah ini, cepat minggir” kata seorang siswi yang ikut menyerang So Eun diikuti anggukan dan sahutan dari anak-anak lain.

Kim Joon langsung menatap tajam ke arah anak itu “Jelas saja ada hubungannya. Dia adalah orang penting bagiku” teriak Kim Joon membuat fans-fans Kim Bum terdiam

#kita ke bagian Kim Bum lagi….#

“Apa sih maksudmu melakukan itu?” Tanya Il Woo seperti tidak setuju

“Kenapa? Kau cemburu?” Tanya Kim Bum tidak peduli

“Hehe, nanti kulapori Chae Won, lo…” goda Min Ho.

Tiba-tiba … “CPLOK” #niatnya pengen buat bunyi telur yang dilemparin gtu, tapi berhubung belum pernah dilemparin telur, jadi gk tw deh bunyinya, hehe# tiga orang ini langsung menoleh ke belakang dan melihat seorang anak melempari So Eun telur

Kim Bum-lah yang terlihat paling tercengang. Lee Min Ho hanya manggut-manggut. Dan Jung Il Woo melipat tangannya.

“Apa kau tidak sadar, kalau disanatadi sedang banyak fansmu?” Tanya Il Woo

Kim Bum diam tidak tahu mau menjawab apa.

“Bodoh, bodoh. Wajah penggemar sendiri tidak tahu. Huu… apa-apaan itu?” sindir Min Ho. Kim Bum langsung mendelik ke Min Ho dan Min Ho langsung minta maaf “Sori, sori, tatapannnya biasa aja dong” kata Min Ho tanpa rasa bersalah

Kim Bum berniat berjalan menuju tempat So Eun, tapi dihalangi Il Woo “Kalau kau menolong sekarang, sudah bisa dipastikan dia akan jauh lebih sengsara daripada yang sekarang, mengingat tindakanmu kali ini sudah terlampau jauh. Tapi kalau kau tidak menolongnya, fansmu akan merasa senang dan So Eun akan makin tidak menyukaimu, kau sedang berada di satu situasi yang tidak menguntungkan Bum” kata Il Woo

“Yak, pemeran utama kejepit” ujar Min Ho lagi. Kim Bum langsung mendelik lagi ke Min Ho, kali ini Min Ho hanya mengangkat bahu tanpa tampang berdosa sedikitpun.

Kim Bum melihat Kim Joon menerobos blockade yang menjepit So Eun itu dan melindunginya. Wajah Kim Bum seperti terbakar dan seketika memerah

“Dia adalah orang penting bagiku” teriak Kim Joon dan membuat Kim Bum makin terdiam. Il Woo masih memasang tampang tanpa ekspresi sementara Min Ho makin bersemangat meledek Kim Bum dan terkekeh

“Ini akibat perbuatanmu sendiri, Bum, ingat  itu” kata Il Woo menasihati #walah, kayak kakak tertua aja ya, Il Woo#

“Kau salah strategi, lain kali kalau mau pasang jebakan, Tanyakandulu padaku” kata Min Ho. Kali ini Kim Bum tidak menggubris kata-kata Min Ho lagi.

Dan setelah itu #apa lagi nih???# ketiga orang itu melihat Kim Joon menggendong So Eun keluar dari situ. #mampus deh, Kim Bum#

“KLOP! Strategi makan tuan deh jadinya ,kekekkekekkek…” Min Ho makin bersemangat terkekeh-kekeh.

Kim Bum langsung berjalan meninggalkan dua sahabatnya “Kau ini, iseng sekali sih” kata Il Woo menatap Min Ho tidak setuju

“Kenapa? Salah dia sendiri, berbuat begitu, bikin orang bersemangat mengejeknya saja” jawab Min Ho cuek

PRANG…. Terdengar bunyi kaca pecah tidak jauh dari situ. Il Woo dan Min Ho sudah bisa menebak asalnya dan saling menatap

“ Tak tahu lagi, ah. Aku mau ketemu Chae Won saja” Il Woo berjalan meninggalkan Min Ho

“ yah, baru istirahat, sudah harus rapat OSIS nih soal kerusakan jendela. Ampun deh…” Min Ho langsung berjalan menuju ruangan OSIS.

~_~ End Author POV ~_~

 

“Sonbae, jebal, turunkan aku di sini sekarang” ujarku malu. Setiap orang yang kami lewati pasti menatap kami aneh, dan kebauan karena bau telur yang berasal dari tubuh kami berdua.

“Diam saja, aku akan langsung mengantarmu pulang. Barang-barangmu nanti aku titipkan saja pada saudaramu. Hari ini kau tidak bisa berada di sekolah lebih lama lagi” kata Kim Joon Sonbae serius.

Aku diam. Aku tidak berani lagi membantahnya atau apapun. Dia membawaku ke tempat parkir dan kulihat ada seseorang di samping motor Kim Joon Sonbae

“Parah, ini sudah  kubawakan jaketmu dua-duanya.” Kata orang itu ketika kami sudah berada di dekat motor Kim Joon Sonbae. Kim Joon Sonbae menurunkanku (akhirnya)

“Gomawo, Hyun Joong, maaf tadi aku diam saja” jawab Kim Joon Sonbae dan mengambil jaket itu dari tangan Hyun Joong.

Orang yang bernama Hyun Joong itu menatapku denga aneh, seolah habis melihat gunungan sampah yang bau (kurang lebih keadaanku memang begitu sih). “Ya, tidak apa-apa sih. Sdah ya, aku ke kelas dulu. Soal So Eun dan kau nanti aku akan minta izin guru piket” Hyun Joong segera pergi meninggalkan kami berdua.

“Siapa itu, Sonbae?” tanyaku bingung

“Kim Hyun Joong, sahabatku dan leader SS501, kalau kau tahu” jawabnya dan mengambilkan helm untukku dan memberikan salah satu jaketnya padaku.

SS501? Oh, iya aku ingat. Kalau tidak salah Yoona penggemar berat mereka (tapi dia ‘jauh’ lebih menyukai Ki Bum Super Junior).

Aku memakai jaket pemberiannya dan memasang helmku, sementara Kim Joon Sonbae sudah memakainya dan sedang menyalakan motornya. “Ayo pergi” katanya setelah motornya menyala

Kami sampai di depan rumahku. Aku melepaskan helmku dan memberikannya pada Kim Joon Sonbae. Aku tidak perlu merapikan rambutku, rambutku sudah terlanjur berantakan dan bau berkat serangan telur tadi.

“Jaketnya kau pinjam saja dulu” katanya, aku mengangguk lemas “Gomawo Sonbae” kataku dan berjalan memasuki halam rumahku.

Tiba-tiba, Kim Joon Sonbae menarik tanganku. Jantungku meloncat lagi

“So Eun, kau ingatkan, pesan yang kukirimkan padamu 2 minggu yang lalu?” tanyanya

aku berbalik dan menatapnya sambil mengangguk kecil.

“Aku menyukaimu” kata Kim Joon Sonbae langsung. Aku tercengang. Tak kusangka dia akan berterus terang langsung begitu.

“Apa kau mau jadi pacarku?” tanyanya. Aku menatapnya lekat-lekat. Aku bertanya-tanya, apa dia jujur atau tidak. Tapi semakin aku menatapnya, tidak ada satupun tatapannya yang terbaca olehku.

“Em, itu….” Dia meletakan jarinya di bibirku, menyuruhku diam

“Itu adalah sesuatu yang ingin kumaksud dalam pesanku waktu itu. Tapi, bukan apa yang benar-benar sesuatu yang akan kukatakan sekarang” katanya lagi. Aku makin tidak mengerti, apa yang ingin dikatakannya

kini, giliran dia yang menatapku “Aku, bukan bocah waktu itu, So Eun. Aku bukan orang yang memberimu kalung, bukan orang yang menghiburmu malam itu, aku bukan bocah malam natal” lanjutnya.

Aku tidak membalas tatapannya sama sekali. Sungguh, aku ingin menangis rasanya

“Miyanh, saat itu aku berbohong, tapi kau juga tidak percayakan? Aku bukanlah orang yang kau sukai, So Eun. Sekali lagi, miyanhe”

Dia mengecup keningku pelan. Secara otomatis, air mataku langsung turun ketika dia melakukannya. “Kau memang orang penting bagiku, tapi hanya sebatas adik, maafkan aku sudah mengacaukan perasaanmu beberapa bulan terakhir” lanjutnya lagi

Ingin rasanya aku meneriakinya, atau mungkin menangis sejadi-jadinya di depannya sekarang, tapi kutahan. Aku menatapnya sambil tersenyum “Kau memang kakakku, Sonbae. Aniyo, Oppa” kataku sambil tersenyum.

Dia balas tersenyum padaku “Gomawo, dongsaeng” dia mengusap pelan kepalaku. Dan berjalan menuju motornya dan menyalakannya lalu sgera pergi meninggalkanku

Aku berjalan pelan masuk ke dalam rumah. Seperti biasa, orang tuaku sedang pergi. Aku melangkah pelan menuju ke atas, menuju ke kamarku.

Ketika aku masuk ke kamar, aku langsung menguncinya. Aku berjalan menuju tempat tidurku. Kupandangi foto di samping tempat tidurku, fotoku dan Yoona

“Kau bohong Yoona. Tidak ada satupun orang yang kehidupannya bisa menyerupai drama” kataku pada foto itu dan tersenyum getir.

Aku merasa seperti aku yang ditolak. Aku pun menangis sejadi-jadinya.

31 Desember

 

Dari tanggal 28 kemarin sekolahku libur, tapi sejak tanggal 27 aku tidak masuk sekolah. Selain karena aku yakin dengan pasti kalau aku bakal dapat gangguan, aku masih ingin tenang dulu.

Aku dan Yoona sepakat, tidak memberi tahu masalahku dengan orang tua kami. Yoona sebetulnya ingin saja melaporkannya, tapi aku tidak mau. Inikanmasalahku. Kalau kami kasih tahu, pasti mereka bakal langsung datang ke sekolah. Jadi alasanku tidak masuk kemarin adalah aku pura-pura sakit saja. Sampai hari ini.

Hari ini aku sedang jaga rumah, soalnya Ayah dan Ibuku sedang berbelanja perlengkapan tahun baru, sedangkan Yoona sibuk latihan menari selama libur musim dingin ini.

“Huh, bosan sekali…” gumamku. Ke mana ya enaknya?

“Ah, iya… ke café Ara saja!” ujarku semangat. Aku berganti baju dan mengambil tasku tak lupa dengan beberapa novel dan berjalan dengan bersemangat keluar rumah

“Selamat da…. Ah, So Eun. Sudah lama kau tidak main ke sini lagi” sambut Ara begitu aku masuk ke café-nya

“Aku sedang bosan di rumah. Sedang kosong, jadi aku main ke sini saja” kataku. Ara langsung tersenyum senang

“Iya, baguslah. Café juga masih sepi,kanmasih pagi, jadi kita bisa cerita-cerita dulu dan minta Yong Hwa Oppa membuatkan kita cokelat panas” ujarnya bersemangat. Pilihanku tidak salah untuk ke sini. pikirku

“Enak saja kau, Ara” Yong Hwa Oppa langsung dtang menghampiri kami “Penuhi dulu jadwal piketmu membersihkan jendela depan hari ini, setelah itu baru main.” Kata Yong Hwa Oppa sambil menjitak pelan Ara. Aku geli melihatnya

“Oppa, sakit…” rengek Ara sambil memegang kepalanya yang dijitak Yong Hwa.

Akhirnya Ara pergi ke depan dan mulai mengambil berbagai perkakas untuk membersihkan jendela depan. Aku kasihan melihatnya, jadi aku berniat membantunya

“Tak apa, So Eun? “ tanya Ara ketika aku berkata membantunya. Aku mengangguk dan tersenyum “Tak apa kok. Aku juga malas hanya menungguimu saja” kataku.

Jadilah akhirnya kami mengobrol sambil membersihkan kaca. Setelah kurang lebih 30 menit, sabun pembersih kacanya habis “Yah, habis. Aku ambil ke dalam dulu ya So Eun” kata Ara, aku menjawabnya dengan anggukan kecil.

Aku meregangkan badanku. Pegal rasanya setelah 2 hari hanya di rumah saja sambil baca novel, dan sekarang bergerak sedikit saja, jadi lelah.

“Hati-hati saja, kalau lelah,  nanti pingsan lagi” bisik seseorang. Aku berteriak dan melompat kecil. Aku menoleh ke belakang, Kim Bum -_-‘’

“Kau kerja di sini lagi?” tanyanya.

“Tak tahu” jawabku ketus. Aku masih kesal dengannya.

Dia menatapku heran. “Jadi, kau mau apa ke sini?” tanyanya lagi

“Apa ada hubungannya denganmu?” balasku balik bertanya.

Ara tiba-tiba keluar “Ah, ini dia So Eun, untung saja sabunnya masih ada…” kata Ara. Dia tidak terlihat kaget mengetahui ada Kim Bum di situ

“Aku masuk dulu ya…” kataku dan berjalan masuk ke dalam café.

“Lo, So Eun, sudah ya?” tanya Yong Hwa Oppa. Aku mengangguk “Bisa minta cokelat, Oppa?” kataku. Yong Hwa Oppa menjawabnya dengan mengangguk dan berjalan menuju dapur

aku langsung berjalan ke tempatku meletakan tasku, meja di barisan depan dekat jendela dan cukup dekat dari pintu masuk. Aku duduk di situ dan membuka tasku lalu mengambil novel.

Bertepatan dengan keluarnya Yong Hwa Oppa dari dapur, Kim Bum masuk ke dalam café

“Wah, datang lagi ya? Memangnya jadwalmu sedang kosong?” tanya Yong Hwa Oppa.

“Ya, tidak ada kerjaan.” Jawab Kim Bum.

“Mau pesan yang biasa?” tanya Yong Hwa Oppa lagi

Aku tidak tahu apa jawaban Kim Bum, sebetulnya aku menguping, tapi mataku tetap melihat novel yang sedang kupegang. Datang lagi, kata Yong Hwa Oppa tadi? Jadi dia sering ke sini? Tanyaku dalam hati.

“Itu juga tidak ada hubungannya denganmu” kata Kim Bum ketika melewati mejaku.

Aku masih ‘membaca’ novelku, dia duduk di 2 meja di belakang mejaku di deretan meja sebelah deretan mejaku.

“Ini, So Eun, cokelatmu” kata Yong Hwa Oppa ketika datang membawakan cokelatku.

“Gomawo Oppa” jawabku. Yong Hwa Oppa tersenyum dan berjalan pergi meninggalkanku.

Aku tidak bisa terlalu fokus membaca tanpa mendengarkan lagu. Biasanya memang aku membaca sambil mendengarkan lagu, jadi rasanya aneh kalau tidak. Aku tidak bisa mendengarkan lagu dari Ipadku lagi sekarang, Ipadku sudah rusak ketika aku diserang puluhan telur kemarin, Ipad-ku terjatuh. Yoona yang membawakannya ketika dia pulang dan membawakan barangku. Keadaannya parah, banyak goresan dan super kotor bekas telur. Dan tidak bisa dinyalakan lagi.

Ditambah lagi, ada aura jelek yang terpancar dari meja tidak jauh dari mejaku, yang membuat moodku jelek seketika. Buru-buru aku menghabiskan cokelatku dan segera membayarnya supaya aku bisa pulang

“Yah, sudah mau pulang ya, So Eun?” tanya Ara yang sudah menyelsaikan tugasnya. Aku tersenyum “Miyanh, Ara. Lain kali saja, ya? Aku buru-buru” kataku dan segera berjalan keluar café.

Aku masih belum mau pulang. Tapi aku tidak bisa ke café itu lagi, sedang ada Kim Bum. Aku malas melihatnya.

“Kau marah ya?” tanya seseorang di sebelahku. Aku menoleh dan melihat Kim Bum berjalan di sebelahku sambil memakai topi dan berkaca mata hitam. Mungkin untuk menyamarkannya, diakanartis.

Aku diam dan mempercepat langkahku. Dia buru-buru mengejarku lagi.

“Kau marah hanya karena hal itu? Kekanak-kanakan sekali” katanya lagi. Aku masih diam dan terus saja berjalan.

“Atau jangan-jangan, kau bertengkar dengan Kim Joon gara-gara itu? Makanya kau tidak masuk sekolah kemarin, iyakan?” tanyanya lagi.

Kali ini aku menghentikan langkahku dan dia juga berhenti. Aku menatapnya tajam “Sonbae, kau ingin memanas-manasi Kim Joon Oppa ya kemarin?” tanyaku.

Dia mengangkat bahu “Mana kutahu? Itu hanya…. Tunggu! Kau memanggilnya ‘Oppa’?” tanyanya kelihatan kaget. kenapa dia terkejut begitu?

“Memangnya kenapa?” balasku lagi

dia terlihat sedikit salah tingkah. Kenapa sih? “Ah, tidak. Itu urusanmu. Memang urusanmu. Tapi menjijikan sekali.’Oppa’” cibirnya.

“Bukannya fansmu juga begitu? Apa itu sebutannya? Brownies? Bumis? Tumis, atau apapun itu…” kataku

“Bummies,  dasar bodoh” katanya

“ya, terserah. Bukannya mereka memanggilmu ‘Oppa’? ‘Oppa saranghae’ ‘Oppa kau keren sekali’ Oppa bla bla bla’. Bukannya mereka juga begitu? Kau merasa itu menjijikan? Kau merasa Bummies itu menjijikan karena mereka memanggilmu ‘Oppa’? apa kau sadar, kalau tidak ada mereka, mana mungkin kau setenar sekarang. Lalu, semua wanita yang memanggil laki-laki yang lebih tua dari mereka, kau bilang menjijkan? Sonbae, kau benar-benar kelewatan“ ocehku panjang lebar

“Kau berniat menceramahiku? Kau pikir kau siapa?” tanyanya kesal mendengarku mengocehinya.

Aku kembali berjalan meninggalkannya. Dia masih mengikutiku “Tapi, kau benar-benar marah ya, karena aku membuatmu dan Kim Joon bertengkar?” dia masih bertanya seperti itu lagi.

Aku mendesah keras. “Sonbae, bisa tidak kau berhenti mengikutiku dan terus bertanya seperti itu? Apa kemarin kau sedang kesal dengannya, sehingga menjadikanku tumbalnya untuk membuatnya marah?” kataku

“Kalau iya kenapa?” balasnya.

“Kenapa sih kau membencinya? Bukannya dia baik padamu? Kenapa kau selalu kasar padanya? “

Tampaknya ini pertanyaan fatal, karena setelah itu raut wajahnya langsung berubah “Kenapa kau selalu membelanya? Kau tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami. Apa yang membuatku membencinya, kau tidak mungkinkan, mengerti?” jawabnya sedikit ketus

“Aku memang tidak mengerti, mungkin. Tapi yang aku pertanyakan, kenapa kau suka membuatnya marah?” tanyaku sedikit pelan kali ini

“urusanku. Bukan urusanmu” dia menjulurkan lidahnya.

“Kau benar-benar orang yang menyebalkan, Sonbae” kataku

“Bagaimana bisa orang sepertiku menyebalkan?”

“Memangnya kau tahu kau orang seperti apa?” tanyaku polos

Dia terlihat bingung sesaat. Lalu dia menunjuk papan reklame di dekat situ “Aku orang seperti itu, terkenal dan banyak disukai” katanya. Papan reklame itu adalah gambarnya  dengan salah satu girlband yang sedang terkenal, Miss A (aku tahu soalnya pernah sekali mengintip majalah Yoona, sampulnya sama dengan gambar di papan reklame itu)

Dia menunjuk kios majalah “Lihat, aku adalah orang terkenal. Bagaimana mungkin orang sepertiku adalah orang yang menyebalkan?” di kios majalah itu terdapat banyak majalah yang beberapa di antaranya, Kim Bum-lah yang menjadi model covernya (sepertinya)

Aku menatapnya dengan kesal. “Sombong sekali” gumamku. Dia masih menatapku menunggu jawabanku.

“kau benar-benar orang seperti itu?” tanyaku. Dia mengangguk pasti “tentu saja” jawabnya.

Aku menarik kaca matanya dan melepaskan topinya, dia langsung terkejut “Kyaaaa….. lihat ada Kim Sang Bum di sini” kataku pura-pura histeris. Kami sedang ada di persimpangan lampu merah yang ramai. Semua orang langsung melihat ke arah kami.

“Hei, benar itu dia?” “Kya.. ada Kim Bum” “Ah, aku fansnya” dan masih banyak lagi yang lain yang dengan segera menyerbu Kim Bum

“YA! Kembalikan topi dan kaca mataku sekarang” katanya. Aku menjulurkan lidahku

“Kalau kau memang orang seperti itu..” aku menunjuk papan reklame dan kios majalah “Seharusnya kau bisa mengatasinya dengan baik” kataku. Dia menatapku kesal.

Tapi tatapannya tidak berlangsung lama, karena setelah itu, fansnya benar-benar menyerbunya. Aku senyum-senyum saja melihatnya  tenggelam di lautan fansnya. Aku berbalik dan berjalan santai meninggalkannya.

Aku masih malas pulang ke rumah. Ke mana lagi ya? Tempat yang sepi kalau bisa, tapi di mana? Tidak mungkinkanApgujeong? Ramai begitu, dan aku malas ke tempat ramai.

“Ah, iya! Sekolah” ujarku senang. Tentu saja TKP-lah tempat terbaik aku bisa menyendiri tanpa merasa bosan sekarang.

Sekolahku masih dibuka sekalipun libur. Karena terkadang berbagai ekskul atau kelas tambahan seperti kelas menari Yoona atau mungkin OSIS masih memakainya untuk berbagai keperluan, mulai dari rapat OSIS atau latihan (contoh: Yoona)

Aku berjalan menuju TKP, rasanya asik sekali. Kenapa tidak dari tadi saja, ya aku terpikir ke tempat ini?

Seperti biasa, aku duduk di pinggir sungainya. Ketika aku duduk, aku melihat sesuatu di sampingku “Kaca mata?” gumamku dan mengambilnya

Aku tidak peduli kuletakan lagi saja kaca matanya dan mulai membaca novelku.

Author POV

 

“Aduh, ke mana kaca mataku?” gumam Min Ho mencari-cari kaca matanya.

Karena Lee Min Ho ketua OSIS, jadi dia harus datang ke rapat. Bahkan ketika libur sekali pun. Kaca matanya bisa hilang karena tadi ada seorang anak klub basket yang kesal dengan keputusan hasil rapat hari ini, yang mengganti jadwal kegiatan klub basket. Jadi anak itu mengambil kaca mata Min Ho dan melempernya sangat jauh. Namanya aja anak klub basket, pasti kalau ngelmepar jauh banget -_-‘’

Kaca mata-nya masuk ke dalam hutan di samping lapangan basket. Sebetlnya Min Ho malas masuk ke situ, karena dia sering mendengar cerita-cerita horor yang katanya berasal dari tempat itu.

“Hii.. apa cerita itu benar-benar nyata ya? Mengerikan sekali” kata Min Ho sambil bergidik.

Dia masuk lebih dalam lagi, dia melihat sungai. “Wow, tempatnya ternyata bagus juga…” ujarnya sedikit kagum.

Tiba-tiba Min Ho melihat seseorang sedang duduk di pinggir sungai “Jangan-jangan itu hantunya?” tanya Min Ho.

Dia mendekat ke tempat itu dan perlahan memegang pundak orang itu –yang ternyata sepertinya wanita, karena rambutnya panjang-

“Wa!” teriak mereka berbarengan ketika So Eun menoleh untuk melihat siapa yang memegang pundaknya.

“Oh, kau… So Eun ya?” tanya Min Ho masih sedikit kaget

“Min Ho Sonbae? Sedang apa di sini?” tanya So Eun

Min Ho ikut duduk di samping So Eun “Huh, kupikir siapa tadi” gumamnya “Hari ini ada rapat OSIS, jadi harus datang. Dan kacamata ku hilang di sekitar sini, aku sedang mencarinya” jawab Min Ho

So Eun mengambil sesuatu yang tadi diletakannya di sampingnya “Ini ya? Tadi waktu aku baru datang, aku melihatnya” kata So Eun sambil menunjukan kaca mata yang tadi ditemukannya.

Min Ho tampak senang “Ah, iya! Wah, jeongmal gomawo So Eun-ah, lain kali aku akan melindungimu -sekali saja- kalau diganggu hehe…” kata Min Ho.

So Eun tersenyum. Ternyata Lee Min Ho Sonbae sangat berbeda dari sahabatnya, Kim Bum. Kata So Eun dalam hati

“Aku ikut duduk di sini ya? Asik sekali tempatnya” kata Min Ho. So Eun mengangguk dan kembali membaca

Min Ho memperhatikan So Eun “Kau senang membaca ya, So Eun?” tanya Min Ho

So Eun menoleh melihat Min Ho “Ne… Sonbae sendiri?” tanya So Eun balik

“Aku juga suka. Mungkin terdengar banci, tapi aku suka sekali baca novel” jawab Min Ho

“Sonbae suka baca novel? Aku juga, aku sangat suka novel. Itu adalah jenis buku yang paling kusuka”

“Wah, sepertinya kita cocok ya, So Eun? Hm…. Kalau kau benar-benar suka baca novel, apa kau sudah pernah baca Harry Potter?” tanya Min Ho

“Tentu saja sudah. Asik sekali membacanya..”

“Aku sudah bisa menebak, yang suka baca novel pasti suka dan pernah baca Harry Potter” kata Min Ho sok tahu

So Eun mencibir “Sok tahu sekali Sonbae.” Kata So Eun. Min Ho terkekeh

Mereka berdua pun mengobrol banyak hal tentang novel. Mulai dari judul buku favorit mereka, pengarangnya, sampai situs tempat mereka membeli novel secara online.

Tiba-tiba Min Ho melihat sesuatu yang tergantung di leher So Eun “Itu kalungmu ya So Eun?” tanya Min Ho

“Tentu saja,kanaku yang memakainya” kata So Eun

“Boleh aku lihat?” tanya Min Ho lagi

So Eun mengangguk dan melepaskan kalungnya lalu memberikannya pada Min Ho. Min Ho memperhatikannya baik-baik. rasanya dia pernah melihatnya.

“Dari mana kau mendapatkannya?” tanya Min Ho

So Eun menceritakannya. Min Ho merasa pernah mengetahui cerita sejenis. Tapi dia lupa

“Kalau Sonbae merasa pernah mendengarnya, wajar saja. Soalnya bocah itu bilang ceritanya mirip dengan salah satu novel yang pernah diceritakan ibunya” kata So Eun yang bisa menebak arti tatapan bingung Min Ho

Akhirnya Min Ho mengangguk “Iya, mungkin aku pernah membaca salah satunya…” lalu Min Ho mengembalikan kalungnya ke So Eun. Mereka pun bercerita lagi…

Rumah Kim Bum & Kim Joon

 

“Tumben, main ke rumahku?” tanya Kim Bum ketika Min Ho berjalan masuk ke rumahnya dan bersama-sama berjalan menuju ke atas, ke kamar Kim Bum

“Aku bosan di rumah. Lee Min Jung, adikku, mengajak teman-temannya bermain ke rumah. Mau mengajak si Il Woo jalan, dia sedang kencan dengan Chae Won. Kalau mengajakmu jalan, kau pasti tidak mau. Ya, sudah, lebih baik ke rumahmu saja. Sekalian gratis juga” kata Min Ho

Kim Bum mencibir “Enak sekali kau… “ Min Ho terkekeh.

Mereka masuk ke kamar Kim Bum. Min Ho langsung berjalan ke meja belajar Kim Bum “Kaukanbaru kembali dari Jepang seminggu yang lalu, kau beli banyak komik tidak?” tanya Min Ho memperhatikan rak di meja belajar Kim Bum

“Aku malas membelinya. Lebih baik tunggu terjemahannya saja” jawab Kim Bum

Min Ho mencibir “dasar. Padahal di situ pasti banyak sekali komik baru yang belum diterjemahkan.Kanjadilah, bisa dapat bocoran. Ah.. aku sudah penasaran sekali dengan Detective Conan yang selanjutnya..” kata Min Ho

“Seperti aku tidak saja. Aku juga hampir mati penasaran dengan Detective Conan yang selanjutnya”

Min Ho kembali melihat-lihat meja belajar Kim Bum. Matanya tertuju pada sebuah buku yang sudah agak lusuh

“Novel? ‘Snowing at Christmas’? tumben kau mau baca novel beginian” tanya Min Ho heran

“Untuk bahan single Jepang ku kemarin, kubuat berdasarkan cerita di buku itu” kata Kim Bum

“Memangnya tentang apa?” tanya Min Ho lagi

“Kenangan di malam natal. Tentang seorang anak perempuan yang kehilangan orang tuanya di malam natal, dan di hibur oleh seorang bocah laki-laki yang tidak dikenalnya. Setelah itu, si anak perempuan mencari keberadaan laki-laki itu, dan akhirnya menemukannya dst. Pokoknya ada bagian yang aku merasa seperti… De Javu begitulah” jawab Kim Bum

“rasanya aku pernah dengar ya? Tak tahulah” Min Ho langsung duduk di sofa yang ada di kamar Kim Bum dan membaca novel yang dibawanya.

“Novel baru?” tanya Kim Bum

“Tidak. Aku meminjamnya..” jawab Min Ho

“Dari siapa?” Kim Bum mulai memainkan gitarnya

“Dari Ju….” Min Ho terhenti. Awalnya dia ingin jawab ‘Dari Junior’ tapi sepertinya bisa jadi bahan yang bagus untuk mengerjai Kim Bum pikir Min Ho

“Dari Junior?” lanjut Kim Bum menebak-nebak

“Dari Junior kita. ‘Kim So Eun’” lanjut Min Ho. Dan tepat seperti dugaan, Kim Bum menjadi diam.

“Ternyata kami punya hobi yang sama lo. Kami sama-sama suka baca novel” kata Min Ho berusaha memanas-manasi Kim Bum

“Oh, begitu?” tanya Kim Bum pura-pura cuek

“Hehe, chingu… kau cemburu ya?” tanya Min Ho lagi.

Kim Bum sedikit merona “Cemburu? Jelas tidak.” Jawab Kim Bum

“Kalau begitu, boleh ya, kalau aku menyukainya dan mendekatinya?” tanya Min Ho makin bersemangat memanas-manasi Kim Bum

“Yah, terserah… asal kau tahu saja, dia anak yang ceroboh. Dan kau harus siap-siap bersaing dengan Kim Joon”

“Hei, jangan marah begitu. Kau terdengar seperti sedang berusaha menghalangiku. Apa kau menyukainya?” tanya Min Ho

Kim Bum makin merona “Ngawur. Sejak kapan anak seperti  itu jadi tipe kesukaanku?” tantang Kim Bum

“Sejak detik ini.” Tawa Min Ho langsung meledak.

“Terserah kau sajalah” jawab Kim Bum berusaha menghindari pembicaraaan yang berhubugan dengan So Eun ini.

“Oh, iya. Aku ingat sekarang” ujar Min Ho tiba-tiba

“Ingat apa?” tanya Kim Bum sedikit  senang kali ini. Sepertinya mereka akan beralih topik dari topik mengenai So Eun ini.

“Cerita di novelmu tadi. Mirip dengan yang diceritakan So Eun kemarin” kata Min Ho.

Kim Bum langsung kecewa. Masih mengenai So Eun rupanya. “Lalu kenapa?” tanya Kim bum

“Kau pernah lihat kalungnya So Eun tidak?” tanya Min Ho

Kim Bum mengingat-ingat “Yang bandulnya pohon naatal itu?” Kim Bum bertanya balik. Min Ho mengangguk

“Rasanya aku pernah melihatnya…” lanjut Min Ho

“Aku juga sih….” Kim bum tampak berpikir

“Dia bilang mendapatkannya di malam natal….. oh, iya. Ya, Bum, kau ingat tidak yang 10 tahun lalu? Waktu kau menangis karena kalungmu kuambil?” tanya Min Ho

Kim Bum mengangguk “Ya, aku ingat. Kalung So Eun itu benar-benar mirip kalungku waktu itu” jawab Kim Bum

“Mungkin saja, itu benar-benar kalungmu…” kata Min Ho

“Tunggu… berarti bocah malam natal yang diceritakan So Eun itu adalah…..” kata-kata Min Ho terputus.

Mereka berdua saling bertatapan dan Kim Bum mengerti maksud Min Ho.

“Bocah malam natal itu….” Kata mereka berdua berbarengan

“………….”

TO BE CONTINUED

 

 

Sudah hampir ketahuan, tapi authornya keburu ngantuk, jadi tbc dulu ya!! Maaf banget ya, klo bumsso nya masih agak dikit. Insya Allah, next part bisa dibanyakin.

 

Ok, don’t forget to leave a comment, critical and suggestions.

See you next story!! Gomawo all!!!!

Tags: , , , , , , ,

24 responses to “Memories In Christmas Eve (Story 7)”

  1. Yunie sipenyuka hijau says :

    Hohoho bocah malam natal itu ‘KAU KIMBUM’ makin penasaran mancaaaaaaaap da ah………..
    Tp kog kimbum’a gak inget ya atw pura2 gak inget hohoho
    Okeh author ditunggu lanjutan’a

  2. rosiyani 'oci' says :

    aishhhhhh makin seru aja. hoho
    ampun deh bum mah tega amat sih buat so eun jadi tumbal buat manas2in kim joo. kasian itu si so eun di lemparin telor ma bummies. ishhh bummiesnya jg keterlaluan ihhhh…
    asiiik ternyata kim joon baik bgt orangnya dan akhirnya dia ngaku jg , ya gapapa kalo jadi adik kakak ma so eun mah, hihi…
    ini jg nih si bum orangnya ngajak ribut mulu. bukannya minta maaf jg pas ketemu so eun. huffft
    behhh si min ho oppa penakut nih, haha… wah cerita ma min ho bisa jadi jalan keluar jg buat so eun biar tau siapa bocah yg ditemuin 10 tahun lalu. hoho…
    tuhhh kan si bum baru nyadar kalo so eun itu gadis yg ditolong malam natal itu.. haha…
    ayooo min ho bantulah bum itu biar bisa deket ma so eun. haha

    wahhh ayo lanjutkanlah part beritunya kalo bisa cepet ya.hhe🙂

  3. yankyu says :

    wow pnsrn chingu sm bocah di mlm natal.kb udh th suka sm kse tp nggak mau ngaku.pnsrn ditunggu next partnya

  4. vanqueen says :

    emmhh…jdi mkin sru nie critanya… dtnggu next partnya…🙂

  5. merli says :

    wah penasaran ….
    laki-laki itu kim bum kan ??? kim bum udah mulai suka sama soeun , tapi soeunnya masih cuek , author bbener bnyakin ya bumssonya hehehe

  6. mey_kimeun says :

    ahkirny kim bum sadar juga lo dy bocah malam natal tu..
    aduuuuh,,, apa yang bakalan kim bum blg ma soeun,,?
    part selanjutny jgn lama lama ya..
    penasaran tingkat akut ne..
    kekekeke….

  7. rizkyapratiwi says :

    waaahhh … Pagi2 sarapan cerita bumsso
    Asyiiikkk …

    Makin seru, makin menarik, makin menegangkan
    Gk sabaran nunggu part selanjutnya

    Kim bum cembbuuurruuuu, tpi so eunnya gk tw perasaannya gmn

    Di tunggu part selanjutnya…. Cepetean y * maksa*

  8. Yuli says :

    Wow crita x mkin seru jd gak sbr wat part brikut x

  9. amauminie says :

    Aaaaaa kok TBC eon?😦 kan penasaran sama c bocah malamm natal
    Ah! Minho yg ngambil kalung kimbum? Jadi bocal malamm natalnya minho dong? #gurag
    Eh, so eun kecewa? Jadi dia belum bener-bener suka sama kim joon dong😀
    Ayo bumppa! Semangat dapetin so eun unnie .
    Ah, gtu aja deh …
    Jangan lama-lama lanjutannya thor!^^/

  10. leuni says :

    ya…. lagi seru2’a tbc.
    author bikin penasaran aja. dtgu part selanjutnya

  11. bismania luph bumsso says :

    awalx sich kesal bgets bca kim joon pov,….
    tpi yh,…..
    lanjutin aj dewh,soalx hmpir ketahuan lo kim bum bocah mlam natalx so eun,….
    cpetan yh,…..?????

  12. Ichaal says :

    Waaaaaaahhh!!!!!!!
    Pnsraan chIngu!!!!
    Lanjtanx jgan lam” ya, , ,
    cp ya??? Bumpa gk ya???

  13. kikey says :

    Kok ak pinginnya eunnie jadian sama kim joon dulu ya?ntar baru sama bummie gt *diserbu mates* haha..
    Yaaaaah, padahal udah mau ketauan.penasaran nih.lanjutannya ditunggu thor😀

  14. rini says :

    wahhhhhh!!
    penasarannnnnnnnn
    jd spa dunk yg cwo mlam natal,a,,
    part selanjutnya jgn lma” ya!!

  15. zheey2992 says :

    wah tmbh kren ne crita.
    Bntar gye kim bum ma so eun,bkal jdian tu.
    D’tnggu part slnjtx dech.
    Tpi jgn lama2 ya.

  16. qinqin says :

    wah udah mau ketauan nih,makin seru aja chingu

  17. uti is V.I.P says :

    sumpah ya…gw suka bgt ama ni ff
    hhahaha…authornya lanjutin ya
    jgn lama2 ngepostnya..
    hahah

    gw dukung dengan do’a deh

  18. seororoevilkyu says :

    makin seruuuuu,,

    lanjut,lanjut !!!!!!!!!!

  19. Atin says :

    Penasaran dech siapa tu laki2 malam natal., min joon (msh curiga z saya.haha),kim bum atau min ho??Jangan sampai itu ilwoo haha
    Ah author sadis pake tbc di bagian seru.,😦
    Ngemeng2 si min ho ikut2an aq z suka harpot & conan..kapan2 tukeran komik & novel y min ho LOL
    Ilwoo di sini bijaksana & sk pacaran terus,baguss oppa.haha
    Kl aslinya mah si oppa nee kocak & seenaknya..murah senyum.emuach dech buat ilwoo xoxoxo
    Kim bum dah mulai cemburu neee :p
    Ayo dilanjut lagi..

  20. RiriAngels says :

    Aaa Author
    Kenapa TBC >,<
    Sebel .. Sebel .. Sebel *nnjk2 author*
    :p
    Makin kemari makin seruuu
    Penasaran sama bocah mlm natal.a
    Kim Bum kah?
    Ato jangan-jangan Minho?
    Huwaa penasaran next part cepetan y thor .. Hehe

  21. Indah_ELF says :

    Seru …
    Kim bum tega bgt kga nolongin so eun mlh kim joon yg nolongin …
    Wow sdh mw twu nii siapa so eun …
    Ywdh d’tngu part slanjut’a

  22. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaah waaaaah waaaaaahhh identitas bocah malam natal bentar lg terkuak nih..
    makin penasraaaaannnn…
    untung kim joon ngaku yaaaa..
    aiiisssssshhh kasian so eun kena lempar telur mulu..
    heeeeeehhh
    makin seruuuuuu,,,
    cepet lanjutin thor^^
    hehe

  23. Nicky Rista Pratiwi says :

    YAAAAHHHHHH…….. owner mati penasaran saya baca FF nya cepetan buat lanjutan nya ya chigu hehehhe…..

  24. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Kereeen ahhh makin penasaran sama bocah itu ahhh jgn smpe Minho moga bum moga bum amin😀 lanjut baca😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: