My Lovely Bodyguard Part 8

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Maaf klo ngepostnya lama

Langsung lanjut aja ya…

KIM SO EUN POV

Kepalaku sangat berat, mataku sangat susah untuk dibuka. Apa yang terjadi padaku? Seingatku, aku menerobos masuk kedalam kebakaran dikamar ruang rawat kim bum kemarin malam. Kim bum? bagaimana keadaannya? Aku lupa, aku tidak ingat sama sekali. Samar-samar aku mendengar ada suara orang sedang memanggil-manggil namaku. Aku ingin menyautnya tapi, tak bisa.

“so eun, cepat sadarlah” teriak laki-laki itu padaku. Aku berusaha sekuat mungkin membuka kembali mataku yang terpejam. Aku melihat cahaya matahari yang masuk lewat jendela kamar dengan dinding putih disekelilingnya, aku menengok kesebelah kanan dan melihat botol infus dan ketika menoleh kesebelah kiri aku melihat kim bum terlihat sangat lega.

“so eun, kau sudah sadar?” tanyanya.

“dimana aku?” tanyaku.

“kau dirumah sakit sekarang” jawabnya.

“rumah sakit?”

“ya. Mmm… terima kasih so eun”

“untuk apa?”

“karena kau sudah menyelamatkanku dari kebakaran kemarin malam. Aku tak tahu kalau kau tidak nekat menerobos masuk pasti sekarang aku sudah tinggal debu” ungkapnya.

“jangan bicara seperti itu. kenapa aku bisa dirawat disini?” tanyaku.

“dokter tadi bilang kemarin saat kau menyelamatkanku kau terlalu banyak menghirup asap kebakaran itu sampai kau kekurangan oksigen. Untung saja kita berdua tidak mengalami luka serius” ungkap nya.

“ohh… bagaimana keadaanmu sekarang?” tanyaku

“aku sudah membaik. Hari ini aku bisa pulang kata dokter” jawabnya.

“syukurlah, kalau begitu. Kalau begitu aku juga akan ikut pulang bersamamu” ucapku sambil bangun dari ranjang rumah sakit.

“hey, memangnya kau sudah membaik?” tanyanya.

“tentu saja. Aku tidak suka disini. Aku akan bilang kepada dokter kalau aku sudah membaik” ucapku.

Kim bum segera keluar dari kamarku untuk memanggil dokter. Aku sangat bersyukur bahwa kami berdua bisa selamat dari kebakaran kemarin malam itu.

KIM SO EUN POV END

Kim bum kembali bersama dengan dokter masuk kekamar so eun. so eun meyakinkan dokter kalau keadaannya sudah membaik. Untung saja dokter itu percaya kalau so eun memang sudah membaik. Jadi, hari ini so eun dan im bum bisa pulang kerumah. Mereka dijemput oleh Pak Han, sedangkan kakek mereka menunggu dirumah.

“kim bum, so eun… bagaimana keadaan kalian? Maafkan, kakek tak bisa menjemput kalian banyak pekerjaan yang tak bisa kakek tinggal” tanya hee bong.

“gpp kek. Kami sidah membaik. Kakek sudah menyelidiki tentang suster itu?” tanya kim bum.

“suster? Apa maksudmu?” tanya so eun bingung.

“nanti aku akan ceritakan. Sebaiknya, kau segera masuk kekamarmu” pinta kim bum. so eun segera menuruti kata-kaat kim bum dan pergi keatas. Kim bum segera masuk kedalam ruangan kakeknya.

“kakek sudah menyelidikinya dengan bantuan Pak Han dan polisi. Saat ditanyai kepada suster dirumah sakit, mereka mengatakan kalau tidak ada suster yang diperintahkan untuk memberimu obat saat amlam hari” ungkap hee bong.

“jadi, suster itu suruhan orang itu?” tanya kim bum.

“sepertinya, begitu. Siapa lagi kalau bukan orang itu” jawab hee bong.

“sudah kuduga. Oh ya kek, apa kau sudah mencari tahu lagi tentang orang yang ingin mencelakai so eun?” tanya kim bum.

“belum, kakek belum dapat kabar apa-apa lagi” jawab hee bong. Kim bum segera keluar dari ruangan kakeknya dan pergi kekamarnya. Saat berjalan kearah kamarnya ia melihat so eun menunggunya didekat tangga.

“aku menyuruhmu untuk istirahat bukannya berdiri ditangga” tegur kim bum.

“aku ingin kau menceritakan pembicaraanmu dengan kakek tadi mengenai suster-suster itu” ucap so eun.

“masuk kekamarmu. Aku akan menceritakannya didalam sana” perintah kim bum. didalam kamar so eun, kim bum menyuruh so eun beristirahat dan menceritakan tentang kronologis kejadian sebelum kebakaran itu terjadi kemarin malam.

“sepertinya, orang yang  ingin mencelakaimu semakin nekat saja” gumam so eun.

“memang, aku juga tak habis pikir” ujar kim bum. “aku sudah menceritakannya kepadamu. Sekarang kau istirahatlah, aku juga ingin beristirahat” ucap kim bum.

Sekitar jam 5 sore minho, seungho dan kibum bermain kerumah kim bum. mereka mengetahui kalau kim bum sudah keluar dari rumah sakit makanya mereka segera menjenguk kim bum dirumahnya.

“nasibmu memang beruntung kim bum. kau ini selalu dalam bahaya tapi, kau selalu lolos dari bahaya” ucap minho.

“tentu saja, ia bisa lolos. Dia kan punya so eun bodyguardnya tercinta itu” ledek kibum.

“dasar kalian ini tak ada henti-hentinya meledekku” omel kim bum.

“kim bum, kau sudah tahu siapa yang telah menabrakmu?” tanya seungho. Ia sengaja bertanya seperti itu untuk menambah informasinya kepada jiyeon.

“ya, kakekku sudah bertemu dengan orangnya. Ia bilang kalau ia tak sengaja menabrakku dan ternyata….” kim bum tak bisa melanjutkan kata-katanya saat ia teringat kakeknya menjelaskan kalau hidup so eun juga dalam bahaya.

“ternyata apa?” tanya seungho heran.

“hehhh… ini rahasiaku dan kakekku. Aku harap kalian tidak membocorkannya kepada siapapun. Kibum & minho jangan sampai kalian keceplosan bicara dengan yoona atau hyesun. Kakek memintaku untuk merahasiakannya dari so eun” ungkap kim bum.

“kami berjanji”

Kim bum menceritakan tentang kata-kata pengemudi yang menabraknya kepada teman-temannya. Seungho sangat terkejut saat tahu tentang kejadian itu. ia semakin yakin kalau yang diceritakan jiyeon benar.

“aku harap kalian tidak memberitahu so eun. aku tak ingin ia semakin dekat-dekat dengan bahaya seperti ini” ujar kim bum.

“tenang saja, bum. kami ini temanmu, kami akan selalu menjaga rahasiamu” ucap minho.

Seungho hanya terdiam. “aku harus segera memberitahukan hal ini kepada jiyeon. Jangan sampai ia terlajur bertanya kepada so eun” ucap seungho dalam hati.

“hey, seungho kenapa denganmu? kau seperti sedang memikirkan sesuatu” tanya kibum.

“ahh, tidak. Aku hanya tidak menyangka kalau kim bum dan so eun hampir memiliki nasib yang sama” jawab seungho.

“hhahaha… kau benar. Ini namanya memang jodoh tidak kemana” goda minho.

“ahh, kalian ini. Sudahlah, jangan mengejekku lagi” omel kim bum.

****

Sebelum berangkat sekolah, hee bong memperingatkan kim bum untuk tidak keceplosan bicara dengan so eun mengenai masalah tersebut.

Sesampainya, disekolah…

“kim bum… kau sudah sehat? hidupku benar-benar hampa tanpa kehadiranmu disini” tanya jessica manja.

“ya.. hidupku sangat senang saat kau tidak ada disisiku” ucap kim bum dingin. Jessica langsung cemberut.

“kalian sudah hampir ketinggalan beberapa pelajaran. Berterimakasihlah, kepada temanmu yang bernama Im Yoona ini. Aku sudah mencatat beberapa pelajaran untukmu” ucap yoona bangga.

“terima kasih, yoona. Kau memang teman terbaikku” ucap so eun memeluk yoona.

Sementara itu, jiyeon hanya menatap so eun dengan dalam, ia tidak sabar untuk segera bertanya kepada so eun langsung. Seungho yang menyadari tatapan jiyeon segera mengajak jiyeon bicara diluar.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya jiyeon.

“aku ingin kau tidak menanyakan hal itu kepada so eun sekarang” ucap seungho.

“memangnya kenapa? Kau tahukan ini sangat penting untuk nyawanya” omel jiyeon. Seungho segera menjelaskan semuanya kepada jiyeon.

“aku mengerti kalau begitu. Tapi, itu artinya benar kalau so eun adalah anak teman appaku” gumam jiyeon.

“ya, dari yang aku dengar dari kim bum dan pendapatmu setelah digabungkan sangat cocok. Sepertinya, benar dia adalah anak yang ingin dihabisi oleh ayah angkatmu” ucap seungho.

“baguslah, kalau begitu. Aku bisa mengawasi gerak-geriknya dari sekolah jika ayah jung memberi tindakan kepada so eun” ujar jiyeon.

Diam-diam, kyuhyun mendengar ucapan terakhir jiyeon. “tindakan kepada so eun? apa maksudnya?” gumam kyuhyun pelan.

“apa kau sedang menguping pembicaraan jiyeon dan seungho?” tanya jessica mengagetkan kyuhyun.

“kau. Tidak, aku tak menguping mereka. Untuk apa? Tidak ada gunanya” jawab kyuhyun sambil pergi.

“dasar aneh. Aku yakin kaau dia sedang menguping pembicaraan jiyeon dan seungho” ucap jessica yakin. “untuk apa aku mengurusinya? Tidak ada gunanya juga” gumam jessica.

****

“baca ini” pinta yoona sambil menyerahkan selembar kertas untuk so eun dan kim bum.

“mmm… apa ini?” tanya so eun sambil membaca selembar kertas yang diberika yoona tadi. “oiya, aku lupa dengan lomba foto itu” teriak so eun sambil menepuk jidatnya.

“dasar.. tenang saja selama kau menjaga kim bum dirumah sakit aku sudah meminta panitia osis untuk mengundur kegiatan lomba itu sampai kau kembali. Karena kau sudah masuk sekarang baru dimulai lombanya” ungkap yoona.

“kau ini benar-benar melakukan segala cara agar aku dan kim bum tidak didiskualifikasi ya?” gumam so eun.

“kapan kami harus mengumpulkan fotonya?” tanya kim bum.

“dikertas itu kan tertulis” jawab yoona.

“aku malas membacanya” ujar kim bum.

“dasar… 10 februari paling lambat. Jadi, kalian harus segera mencetak foto kalian berdua  nanti” ujar yoona.

“baiklah. Itu urusan gampang” ucap kim bum meremehkan. Sementara itu, so eun hanya heran dan berfikir mau berfoto seperti apa dia dengan kim bum nanti.

****

“ahhh, harusnya aku berpasangan dengan kim bum bukan dengan si cho kyuhyun itu. sialan…” gerutu jessica kesal.

“jessica, kita butuh berdiskusi” teriak kyuhyun menghampiri jessica.

“aiisssh… mau apa sih dia. Apa yang perlu kita diskusikan?” tanya jessica.

“aku ingin kita berdiskusi tentang masalah foto nanti. Tenggat waktu pengumpulannya tanggal 10 februari. Kita tidak punya banyak waktu lagi” ujar kyuhyun. Kyuhyun melihat ekspresi wajah jessica yang ogah-ogahan tentang lomba foto ini. “ aku tahu kau masih berharap kau dengan kim bum. tapi, kenyataannya kau denganku sekarang berpasangannya. Terima saja kenyataannya. Aku ingin kau serius, aku tak ingin teman-teman dikelas kecewa dengan kita hanya karena sikapmu yang tidak semangat mengikuti lomba ini” omel kyuhyun.

“baiklah, kalau begitu besok kau bisa datang kerumahku untuk mendiskusikannya” ucap jessica sambil menuliskan alamat rumahnya dikertas dan memberikannya kepada kyuhyun.

****

Saat pulang sekolah, so eun bertanya tentang kim bum tentang masalah lomba foto ini. So eun mengatakan kalau ia tidak terlalu suka difoto karena pasti dia akn terlihat jelek jika difoto.

“memangnya siapa yang pernah mengatakan kalau kau cantik didalam foto?” ejek kim bum.

“YA.. aku serius. Aku tidak suka difoto. Sebaiknya, kau cari penggantiku saja” usul so eun.

“tidak. Kau harus tetap menjadi pasanganku. Ahh, apa ini akal-akalan mu agar bisa berpasangan dengan si kyuhyun itu?” tanya kim bum.

“dasar bodoh.. untuk apa aku berakal-akal seperti itu” omel so eun.

“yasudah, akalu begitu kau tetap menjadi pasanganku. Aku tak mau tahu. Aku yang akan mengurusnya” ucap kim bum.

“kalian ini selalu saja berselisih, kapan kalian akan akurnya” ledek seungho tiba-tiba yang jalan bareng dengan jiyeon.

“mmm… jiyeon sepertinya aku perhatikan akhir-akhir ini kau sering berduaan dengan seungho. Apa kau mempunyai hubungan dengannya?” tanya so eun.

“hey, so eun apa maksudmu. Kami tidak ada apa-apa” bantah seungho salting.

“kami hanya mempunyai urusan yang sama” jawab jiyeon santai.

“urusannya penting sekali ya sampai-sampai kalian jadi akrab” goda kim bum. seungho jadi makin salah tingkah, tapi, jiyeon hanya menanggapinya dengan santai.

“sudah, kalian berdua berhenti mengejekku. Ayo, jiyeon sebaiknya kita segera pergi” ajak seungho sambil menarik jiyeon pergi.

“dasar si seungho. Kenapa dia tidak jujur dengan perasaannya sendiri kalau ia menyukai jiyeon” gumam so eun.

“seungho? Menyukai jiyeon? Sok tahu sekali kau, darimana kau dengar gosip itu?” tanya kim bum terkejut.

“gosip? Enak saja. Aku bisa melihatnya sendiri kok dari tatapannya seungho kearah jiyeon” jawab so eun.

“kau ini seperti peramal saja” gumam kim bum sambil jalan cepat meninggalkan so eun.

“enak saja. Yang kukatakan itu benar” gerutu so eun.

Diam-diam, Pak Jang mengawasi so eun dan kim bum dari parkiran mobil selagi menunggu jessica pulang.

“aku tidak akan membiarkan kau hidup senang diluar sana, so eun. aku tidak akan mengecewakan bos lagi. Akanku pastikan hal itu” ujar Pak Jang sambil mengepalkan tangannya.

“kau lihat itu seungho? Pak Jang sepertinya sedang merencanakan hal buruk lagi kepada so eun” ucap jiyeon memerhatikan Pak Jang dari dalam kaca mobil seungho.

“ya, dia kelihatan kesal sekali. Sudah, jangan memikirkan hal ini lagi. sekarang kau ingin pergi kemana? Aku lupa” tanya seungho.

“jalankan saja mobilnya. Aku akan menunjukan jalannya” pinta jiyeon. Seungho segera menjalankan mobilnya dan meninggalakan sekolah.

****

Sesampainya, dirumah so eun langsung masuk kamarnya untuk beristirahat tapi, istirahatnya terganggu karena kim bum menggedor-gedor pintu kamar so eun.

“hey, so eun cepat buka pintunya” pinta kim bum.

“aku mau istirahat. Nanti malam saja” sahut so eun.

“tidak bisa. Kalau kau tidak membuka kamarmu, aku akan mendobraknya” ancam kim bum. so eun segera bangun dari ranjangnya dan membukakan pintu untuk kim bum.

“ikut aku sekarang” ucap kim bum menarik tangan so eun.

“hah? Kemana?” tanya so eun.

“sudah ikut saja” ucap kim bum sambil membawa so eun keluar.

“kenapa kita kesini?” tanya so eun.

“kenapa? Kau tak suka dengan taman ini? Pemandangannya cukup bagus kok” jawab kim bum.

“aku tahu pemandangannya bagus. Tapi, untuk apa kita kesini?” tanya so eun.

“aku ingin berfoto disini denganmu” jawab kim bum sambil mengeluarkan kamera digital dari tasnya.

“berfoto? Kenapa tiba-tiba begini?” tanya so eun kaget.

“hey, memangnya kalau mau berfoto harus memakai persiapan?” omel kim bum.

“t..tapi, aku tidak siap difoto sekarang” keluh so eun.

“kau foto aku saja sekarang. Kau tahukan kalau aku ini orang yang sangat fotogenik difoto” sombong kim bum.

“sombong sekali. Yasudah, aku akan memfotoimu. Berikan kameranya sekarang” pinta so eun.

“saat hitungan ketiga aku akan memfotomu. 1… 2… 3”

“aku lihat hasilnya? Hmmm… lumayan. Kalau pake kamera digital kurang bagus. Ahhh, pakai ini saja” ujar kim bum menyerahkan kamera DSLRnya.

“besar sekali kameramu. Aku tak mengerti cara memakainya” ucap so eun.

“kau ini berasal dari kampung apa sih. Masa memakai kamera ini tidak bisa. Tinggal memncet tombol ini saja” ucap kim bum mengajari so eun.

“oh, begitu. Oke, aku mengerti. Sekarang, aku memfotoimu. 1..2..3”

Click…

“hasilnya lebih bagus daripada memakai kamera digital” ucap so eun senang.

“benarkan kataku. Kalau begitu kita berfoto dengan memakai kamera ini saja jangan memkai kamera digital nanti hasilnya kurang bagus. Mungkin karena itu saat difoto kau jelek” ungkap kim bum.

“yayaya… mungkin itu penyebabnya aku tidak suka difoto karena hasilnya kurang bagus” ucap so eun sambil memikirkan kata-kata kim bum. padahal, kim bum hanya menggurau saja agar so eun mau berfoto dengannya tanpa mengkhawatirkan hasilnya.

“dasar so eun, padahal kau ini kalau difoto atau tidak kau tetap manis” ucap kim bum dalam hati. “babo… untuk apa aku mengucapkan hal seperti itu” ujar kim bum sambil menepuk dahinya.

“kenapa denganmu? aneh sekali” tanya so eun.

“tidak. Kau ingin mengambil tema apa untuk foto nanti?” tanya kim bum.

“mmm… tidak tahu tapi, kalau bisa aku ingin memakai pakaian yang santai tapi terlihat bagus juga. Mungkin kita bisa memakai pakaian yang senada agar cocok” usul so eun.

“ya, itu gampang. Bagaimana kalau kita ambil tema tentang sekolah. Kita hanya perlu memakai seragam sekolah saat berfoto” usul kim bum.

“ahh, itu aku setuju. Kalau begitu kita bisa mulai besok untuk fotonya setelah selesai berfoto kita cetak fotonya lalu kumpulkan. Selesai…” ungkap so eun panjang lebar.

“yah, terserahmu saja” ujar kim bum.

****

Sementara itu, jiyeon menunjukan arah jalan menuju panti asuhannya kepada seungho.

“apa masih lama kita sampainya?” tanya seungho.

“tidak. Seharusnya, sebentar lagi” jawab jiyeon.

“memangnya kenapa kau ingin pergi kesana?” tanya seungho.

“untuk membangkitkan memori lama” ucap jiyeon sambil tersenyum jika mengingat bocah laki-laki yang dulu.

“memori lama? Jangan-jangan pertemuannya yang pertama dengan orang yang ia sukai” gumam seungho pelan.

“berhenti… kita sampai” ucap jiyeon turun dari mobil.

Seungho dan jiyeon berhenti didepan sebuah panti asuhan “cinta kasih” yang sudah cukup lama berdiri.

“tempat inikan…” ucap seungho sambil mengingat sesuatu.

“ayo, masuk” ajak jiyeon.

Jiyeon dan seungho masuk kedalam halaman panti asuhan itu. mereka disambut seorang wanita tua yang ternyata adalah pengurus panti.

“kau ? park jiyeon? Benar bukan?” tanya wanita tua itu.

“iya.. jangan-jangan anda ini bibi kwon? Benarkan?” tanya jiyeon.

“aku senang kau masih mengingat pengasuhmu dulu” ujar bibi kwon itu senang. “kenapa kau kesini? Sudah 11 tahun kau tidak pernah kesini lagi” tanya bibi kwon.

“aku hanya rindu masa-masa aku berada disini” ucap jiyeon. “kalau bibi tidak keberatan aku ingin berjalan-jalan sebentar disini” sahut jiyeon.

“aku tidak akan keberatan. Bibi akan segera kembali, silahkan menikmatia acara jalan-jalanmu dengan pacarmu disini” ucap bibi kwon pergi meninggalkan seungho dan jiyeon.

“p..pacar.. wanita tua itu bicara yang aneh-aneh saja” ucap seungho salting.

“dia hanya bercanda. Jangan menganggapnya serius” ucap jiyeon.

“ahhhh… aku baru ingat” ucap jiyeon. Jiyeon lalu pergi kesebuah taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari panti asuhan. Seungho hanya mengikuti langkah jiyeon dari belakang.

“semoga dugaanku benar. Jiyeon ini anak perempuan itu. semoga saja” harap seungho.

Jiyeon samapi ditaman itu dan langsung duduk dibangku taman sambil memandang langit yang mendung.

“kenapa kau memandangi langit?” tanya seungho.

“karena aku suka. Aku senang bisa berada disini sekarang” jawab jiyeon senang.

“apa kau teringat dengan sesuatu sampai membuatmu senang seperti ini?” tanya seungho penasaran. Jiyeon hanya mengangguk sambil terus memandang langit.

“ditempat ini tepatnya 11 tahun yang lalu aku selalu duduk disini untuk menyendiri dari lingkungan panti. Tapi, sampai suatu hari muncul sorang bocah laki-laki yang mengganggu kehidupanku disini” cerita jiyeon sambil tersenyum simpul.

Seungho sangat kaget mendengar cerita jiyeon. Seungho langsung tersadar kalau gadis kecil  11 tahun yang lalu adalah jiyeon. Seungho meberanikan diri untuk mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya kepada jiyeon. “jiyeon, sebenarnya aku…”

“hujan…” ucap jiyeon sambil melihat langit yang mulai turun hujan. Semakin lama hujannya makin deras.

“jiyeon, ayo kita segera berteduh. Nanti, kau bisa sakit” ajak seungho.

“tidak.. kau saja yang pergi. Aku masih ingin disini” ujar jiyeon. Seungho tidak bisa berbuat apa-apa. Hujan makin membesar, seungho refleks meneduhkan jiyeon dengan kedua tangannya diatas kepala jiyeon. “kau ini benar-benar merepotkan” omel seungho.

Jiyeon hanya terkejut melihat tindakan seungho yang meneduhkannya. Jiyeon mengingat tindakan yang dilakukan bocah laki-laki itu saat hujan sama seperti yang dilakukan seungho kepadanya sekarang ini.

“seungho, kau…”

“semoga kau mengingatku 11 tahun yang lalu dengan meneduhkanmu. Aku ingin kau segera tahu kalau bocah laki-laki itu adalah aku” ucap seungho.

Jiyeon hanya terdiam dan tersenyum, diam-diam, dia meneteskan air matanya berbarengan dengan tetesan air hujan dipipinya sehingga seungho tak tahu kalau jiyeon menangis. Tapi, tangisan itu bukanlah tangisan kesedihan melainkan tangisan kebahagiaan.

****

Sementara itu, kyuhyun berniat mengajak so eun pergi jalan dengannya. Ia ingin menjauhkan so eun dari kim bum secepatnya tapi, selalu gagal. Kali ini, ia berusaha lagi untuk menjauhkan so eun dari kim bum. kyuhyun mengambil hpnya dan mengetik sms.

To: kim soeun

From: kyuhyun

“So eun, kalau kau sedang tidak sibuk. Aku ingin mengajakmu pergi denganku. Bagaimana?”

Kyuhyun memencet tombol send, ia berharap so eun mau menerima ajakannya. 2 menit kemudian kyuhyun medapat balasan dari so eun.

To: kyuhyun

From: kim soeun

“maaf, aku sedang sibuk membahas lomba foto dengan kim bum”

Kyuhyun langsung mengepalkan tangannya. Ia terlihat sangat kesal saat membaca balasan sms dari so eun.

“kim bum, kim bum.. selalu saja dia yang menjadi pengganggu” ucap kyuhyun kesal

****

KIM BUM POV

“hey, kim bum berhenti dekat pom bensin dulu. Aku ingin ketoilet” pinta so eun.

“heh. dasar merepotkan. Cepetan hanya 5 menit saja” ucapku.

“ya, bawel”

Aku menunggu so eun didalam mobil selagi dia ketoilet. Tiba-tiba, aku mendengar hp so eun berbunyi, aku mengambil hpnya dari dalam tasnya dan ternayta ada sms. Aku berinisiatif membukanya. Betapa, terkejutnya aku saat membaca pesan sms dari kyuhyun. Ia berniat mengajak so eun pergi.

“aku tidak akan membiarkan kau bisa pergi dengan so eun, kyuhyun” ucapku sambil membalas sms kyuhyun. Aku langsung menghapus pesan sms kyuhyun dan menaruh hpnya lagi ditempat semula.

“maafya, aku telat. Toiletnya ramai tadi” ucap so eun.

“yasudah, cepetan naik” ujarku. Aku segera menjalankan mobilku sekencang-kencangnya sambil tersenyum puas. “semoga kau senang kyuhyun” ucapku dalam hati.

KIM BUM POV END

****

Rumah jessica….

“apa kau sudah mendapatkan informasi dimana tempat tinggal putri detektif kim?” tanya jung.

“sudah, bos. Dari informasi yang saya dapatkan kalau so eun sekarang tinggal dengan keluarga byun hee bong” jawab Pak Jang.

“keluarga byun hee bong? Keluarga konglomerat itu? bagaimana bisa anak detektif kim tinggal dengan orang kaya itu?” tanya jung kaget.

“saya juga tidak tahu, bos. Saya akan menyelidikinya lagi nanti” ujar Pak Jang.

“baiklah, segera kau selidiki tentangnya. Kau bisa keluar sekarang” perintah jung.

“sialan, bagaimana bis aanak itu tinggal dengan byun hee bong? Aku harus waspada kalau begini” gumam jung.

Sementara itu, didalam kamar jessica masih saja kesal karena harus berpasangan dengan kyuhyun untuk lomba nanti.

“ahhh, aku masih tidak rela jika kim bum harus berpasangan denag kim so eun itu. sialan kau kyuhyun…” omel jessica sambil melempar boneka-bonekanya kelantai. Tiba-tiba, hpnya berbunyi.

“siapa ini?” tanya jessica ketus.

“tak bisakah kau sedikit sopan saat berbicara ditelfon” ucap kyuhyun.

“kyuhyun.. mau apa menelfonku?” tanya jessica.

“aku hanya ingin mengingatkanmu kalau besok aku akan kerumahmu sehabis pulang sekolah. Jadi, aku akan mengantarmu sekalian pulang sekolah” ucap kyuhyun.

“terserahmu saja” ucap jessica memutuskan telfon. “ahhhh… kim bum” teriak jessica sambil merenungi nasibnya.

****

Pagi harinya, disekolah yoona menanyakan tentang masalah lomba foto kepada so eun.

“jadi, kau sudah berfoto dengan kim bum?” tanya yoona.

“belum. Rencananya hari ini aku akan berfoto dengannya sekalian menceta fotonya sekaligus” jawab so eun. “ memangnya kau sudah berfoto dengan kibum?” tanya so eun.

“tentu saja sudah. Kami sudah jauh-jauh hari berfoto dan mencetaknya. Ini salah satu fotonya” ucap yoona sambil menunjukan hasil fotonya.

“bagaimana? Baguskan” tanya yoona.

“ya, kalian serasi sekali disini” jawab so eun.

“tentu saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan kibum-yoona couple ini. Hohohoho…” ucap yoona bangga.

“bicara tentang couple. Sepertinya, kelas kita akan segera mendapatkan 1 couple lagi” ujar so eun.

“hah? Siapa? Ahhh, aku tahu. Kau dan kim bum kan?” tanya yoona.

“enak saja. Mana mungkin. Menurutku sih seungho dan jiyeon” jawab so eun.

“seungho dan jiyeon???” teriak yoona kaget.

“kenapa kau meneriaki nama kami?” tanya seungho dan jiyeon baru sampai dikelas. Yoona langsung kaget begitu seungho bicara kepadanya.

“ahh, tidak. Kalian datang bersama?” tanya yoona.

“ya, kami datang bersama. Tadi, aku menjemputnya dirumah. Aku punya suat urusan dengan jiyeon makanya aku menjemputnya. Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak” ucap seungho.

Yoona langsung menarik so eun keluar kelas. Seungho dan jiyeon hanay menatap heran sambil berpandangan.

“ceritakan padaku apa yang kau ketahui tentang hubungan seungho dan jiyeon” pinta yoona.

“apa yang harus diceritakan. Yang aku tahu hanya mereka berdua akhir-akhir ini semakin dekat. Kau lihat sendirikan saat pergi dan pulang sekolah mereka selalu bersama” jawab so eun.

“yah, kau benar. Hhmmm… aku harus menyelidikinya sendiri. Harus…” ucap yoona sambil berfikir.

“dasar ratu gosip” ejek so eun.

“enak saja. Inikan juga penting. Akukan sangat penasaran” ujar yoona.

****

Sementara itu, dikantor jung…

“ada apa bos meminta saya datang?” tanya Pak Jang.

“aku ingin kau menjemput seorang pria distasiun kereta api jam 1 siang nanti. Setelah, kau menjemputnya aku ingin kau mengantar pria ini kerumah byun hee bong” perintah jung sambil menyerahkan selembar foto pria yang dimaksud jung.

“kenapa bos meminta saya mengantar pria ini kerumah byun hee bong?” tanay Pak Jang penasaran.

“aku sudah memerintahkan pria ini untuk mengwasi anak detektif kim sealigus menghancurkannya” jawab jung sambil tersenyum licik.

“jadi, begitu. Baiklah, kalau begitu aku akan menjemputnya sekarang” ucap Pak Jang mengerti.

“hhhmmm.. dengan begini aku bisa tenang karena ada yang akan mengawasimu, KIM SO EUN” ucap jung sambil tersnyum licik.

-bersambung-

Sampai sini dulu…

Lelahnya…

Jangan lupa saran & kritiknya..

Thx~

 

Tags: , , , , , , , ,

17 responses to “My Lovely Bodyguard Part 8”

  1. yankyu says :

    waduh mkn pnsrn sm lnjtanya

  2. vanqueen says :

    wach..pnsran ma part slnjutnya ne… dtnggu ya…🙂

  3. dian permata says :

    LANJUTKAN AUTHOR!

  4. rizkyapratiwi says :

    waaahhh … Makin seru
    Makin sadis aja ne ayah nya jess bener2 niat nyiksa so eun
    Ckckckckck

    D tunggu part selanjutnya

  5. Bummiearab says :

    Ya..
    Ayo..
    Next part !!

    Penasaran..
    Aza..aza..aza
    fighting🙂

  6. rini says :

    aduh tambah menggila aj tuh yg mw ngebunuh soeun,,
    smoga aj cpat ketahuan pembunuhnya,,

    d,tunggu k,lanjutannya!!

  7. putri says :

    aduh keadaannya so eun makin bahaya nih
    penasaran sama lanjutannya
    author fighting ^_^

  8. mey_kimeun says :

    cp lg yang suruh ngawasi so eun,,?
    berarti kyuhyun da sainganny dong..?
    aduuuuuh,,, kim bum jaga eunni ya…
    lanjuuuuuut thor,, gpl ya..

  9. rosiyani 'oci' says :

    aishhhh itu bapaknya jesica masiii ngebet aja mau bunuh so eun
    tidakkkk bisa itu.. haha,,,
    aishhhh bum ma eunnie moga menang lomba fotonya.haha
    ya jiyeon ma sengho udahtau kan kalian akhirnya udah mending jadian aja. ahahaha

    hmm.. itu si jung mau bawa mata2 ke rumah kakek bum, ckckc,,,
    lanjutkanlah part selanjutnya nih makin penasaran. hihi

  10. merli rosyana says :

    ketawa sama tingkah narsisnya kim bum , aissssh kim bum munafik bilang aja langsung kalo soeun manis hahaha …..
    jiyeon akhirnya tau kalo seungho cowo 11 tahun yang lalu ,

    ditunggu lanjutannya …….

  11. Indah_ELF says :

    Wow makin sRu+penasaran …
    So eun dlm bhaya gawat …
    Ky’y kim bum udh pnya rsa nii sma so eun ywdh d’tngu part brikut’a

  12. nadia_sha says :

    wah mkn penasaran nih
    ayo donk lanjutin

  13. dhia says :

    kapan sichhh…. percobaan pembunuhan ini akan berakhir????

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaahhh waaaaaahhhh sapa lg itu yg jadi bahaya buat so eun.
    huhu makin penasaraaaaaaaaannnnnnnnn
    makin seruuuuuuuuu

  15. I LOVE KYUNA says :

    seru bgt , pengen tau kelanjuta ff nya deh

  16. tyas27 says :

    jahat banget-_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: