My Lovely Bodyguard Part 9

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Thx~

Atas comment” kalian selama ini…

Langsung baca aja

Bagi yang penasaran…

Part 9

Pak Jang menunggu d stasiun dan memandangi satu persatu wajah pria yang keluar dari gerbang stasiun.

“ahh, sepertinya dia” ucap Pak Jang.

“hey, kau sini…” teriak pak jang.

Pria itu langsung menuju kearah jang…

“apa anda assistennya pak jung?” tanay pria itu.

“ya. Siapa namamu? Kau bisa panggil aku jang” tanya Pak Jang.

“namaku lee sang in” ucap pria itu.

“baiklah, sang in. Sekarang aku akan mengantarmu ketempat kerjamu” ujar Pak Jang. Sang in langsung ikut dengan Pak Jang kemobil.

Pak Jang menurunkan sang in didepan rumah byun hee bong.

“kau turun disini. Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?” tanya Pak Jang.

“ya, pak. Saya tahu tugas saya. Saya akn menjalankannya dengan baik” ucap sang in percaya diri.

“baguslah kalau begitu. Sekarang kau bisa turun” pinta Pak Jang.

Setelah menurunkan sang ini, Pak Jang pun pergi. Sang in pun memencet bel rumah hee bong. Yang membukanya adalah Pak Han.

“anda cari siapa?” tanya Pak Han.

“saya tidak mencari siapa-siapa. Saya ingin melamar pekerjaan disini. Apakah masih ada lowongan pekerjaan disini?” tanya sang in.

“oh, silahkan masuk dulu” ucap Pak Han mempersilakan sang in masuk.

“siapa orang ini?” tanya hee bong.

“dia orang yang ingin melamar pekerjaan disini” jawab Pak Han.

“ohh, siapa namamu?” tanay hee bong.

“lee sang ini, tuan” jawab sang in sopan.

“kau bisa menerimanya disini Pak Han. Mungkin dia bisa membantu membersihkan perabotan yang tinggi-tinggi dirumah ini” ujar hee bong.

“baik, pak. Lee sang in kau diterima kerja disini. Sekarang aku akan mengantarmu kekamarmu” ucap Pak Han sambil mengantarkan sang in kekamarnya.

“terima kasih tuan” ucap sang in mengikuti Pak Han.

“sekarang ini akan menjadi kamarmu. Selamat datang dirumah ini. Kuharap kau bisa bekerja dengan baik disini” ucap Pak Han.

“baik, pak. Terima kasih” ucap sang in. Pak Hanpun keluar dari kamar sang in. Setelah pak han keluar sang in mengetik sms untuk jung.

To: Pak Jung

From: lee sang in

Pak, saya sudah berhasil masuk kedalam rumah byun hee bong. Apa yang harus saya lakukan sekarang?

Jung segera membalas sms sang in dengan cepat.

To: lee sang in

From: pak jung

Bagus. Aku akan memberimu tugas nanti. Kau tunggu saja. Sekarang bekerjalah sebagai pembantu yang baik dirumah itu.

****

Sepulang sekolah, kim bum dan so eun segera pergi untuk berfoto. Mereka pergi kestudio foto kenalan kim bum.

“sana ganti bajumu” pinta kim bum sambil menyerahkan pakaian untuk so eun. so eun mengambil pakaiannya dan menggantinya ditoilet. So eun sempat berkaca dicermin dan merapikan rambutnya. Setelah siap baru ia keluar.

So eun dan kim bum segera berfoto…

Selesai dicetak so eun dan kim bum segera melihat hasil cetakannya. Mereka sangat terkesan akan fotonya karena tidak begitu mengecewakan. So eun juga terlihat senang karena hasilnya bagus. Setelah selesai berfoto mereka segera pulang.

“akhirnya, selesai juga lomba foto ini. Aku tidak peduli walaupun tidak menang” ucap so eun puas. Kim bum hanya senyum-senyum saja.

****

Sementara itu, kyuhyun pergi kerumah jessica membahas tentang lomba foto.

“jadi, kau mau tema tentang apa?” tanya kyuhyun.

“hmmm… apa ya kira-kira yang bagus. Mungkin lebih baik yang simpel saja tapi terlihat bagus. Bagaimana?” usul jessica

“hmmm… aku setuju. Sepertinya itu cukup bagus. Aku tidak suka yang ribet. Kalau begitu kita segera pergi” ajak kyuhyun.

“hah? Pergi? Kemana?” tanya jessica heran.

“langsung pergi ke studio foto. Kenapa kau masih bertanya. Ayo” ajak kyuhyun.

Sesampainya, distudio photo jessica dan kyuhyun segera berfoto..

“hasilnya bagus” ucap kyuhyun.

“ya, kau benar” ucap jessica senang walaupun sebenarnya ia lebih mengharapkan kalau ia dan kim bum yang berfoto bersama.

“hhmmm… setelah ini bagaimana kalau kau menemaniku pergi jalan-jalan? Aku sedang bosan dirumah” ajak kyuhyun. Kyuhyun sengaja mengajak jessica pergi dengannya karena ia ingin menghilagkan rasa kesalnya karena tidak bisa pergi dengan so eun kemarin.

“yasudah, aku juga malas dirumah. Papaku lebih suka menanyai kabar anak pungutnya dibandingkan dengan kabar anak kandungnya” gumam jessica lirih. Kyuhyun hanya terdiam mendengar ucapan jessica.

“nasibnya tidak pernah berubah sejak 11 tahun yang lalu” ucap kyuhyun dalam hati.

“kenapa kau hanya diam saja? Pikiranku bisa berubah dengan cepat” ucap jessica. Kyuhyun langsung pergi dengan jessica.

“aku lapar. Kau ingin makan tidak?” tanya kyuhyun.

“ya, ah, aku tahu restaurant yang enak makanannya. Tidak terlalu jauh dari sini” usul jessica.

Kyuhyun dan jessica pergi ke restaurant korean tradisional food. Selagi menunggu makanan diantar kyuhyun dan jessica bercakap-cakap. Sebenarnya, mereka tidak ngobrol juga sih cuman diem-dieman aja sambil meminum minuman masing-masing. Sampai, akhirnya kyuhyun yang membuka kesunyian diantara mereka..

“jess, aku ingin bertanya kenapa kau tidak suka dengan jiyeon?” tanya kyuhyun.

“tentu saja aku tak suka dengannya. Dia sudah merebut perhatian papa dariku semenjak dia datang kekehidupan kami” jawab jessica sambil tersenyum pahit.

“tapi, dia tak pernah jahat kepadamu kan?” tanya kyuhyun.

“tidak. Mungkin aku yang jahat padanya. Tapi, aku tak peduli. Aku hanya meluapkan kekesalanku padanya dengan cara seperti itu” ujar jessica. “kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya jessica.

“tidak, aku hanya penasaran saja” jawab kyuhyun. “apa kau masih tidak ingat kepadaku?” tanya kyuhyun.

“heh.. sudah berapa kali kukatakan kepadamu kalau aku tak pernah mengenalmu. Melihatmu ditempat lain saja tidak pernah” jawab jessica.

“mungkin kau pernah bertemu denganku 11 tahun yang lalu. Kau ingat?” tanya kyuhyun.

“11 tahun? 11 tahun? Sepertinya, dulu…” ujr jessica sambil mengingat-ngingat.

Kyuhyun lalu berkata “aku melihat seorang gadis kecil menangis ditaman dan..”

“ahhh… anak laki-laki itu. hah… anak itu jangan-jangan..” ucap jessica sambil memandang kyuhyun.

“apa kau ingat sekarang dimana kau bertemu denganku?” tanya kyuhyun.

“iya, aku ingat sekarang. Aku tidak menyangka itu kau.. kenapa kau tidak pernah ketaman itu lagi? kau tahu setelah pertemuan kita hampir setiap hari aku pergi ketaman itu untuk menemuimu tapi, kau tidak pernah menampakkan batang hidungmu ditempat itu” omel jessica.

“hahaha… kau menungguku? Maaf, setelah hari itu pamanku segera mengirimku keluar negri untuk bersekolah disana. Aku tidak menyangka kalau seorang jessica mau menungguku ditaman. Aku sungguh terharu mendengarnya” canda kyuhyun. Jessica hanya tertawa mendengar ucapan kyuhyun.

****

Sesampainya, dirumah so eun dan kim bum langsung pergi keruang makan. Saat, sedang makan sang in menatap tajam kearah so eun. so eun yang merasa ada yang menatapnya langsung merinding. Ia melihat sekeliling ruang makan dan matanya lebih tertuju kearah sang in.

“kakek, apa pria ini pelayan baru disini?” tanya so eun.

“ya, kau benar. Dia baru bekerja disini hari ini” jawab hee bong. So eun menatap kearah sang in, sang in membalas tatapan so eun dengan senyuman. so eun segera melanjutkan makannya tanpa menyadari maksud dari senyuman sang in kepadanya.

Setelah, selesai membereskan pekerjaannya, sang in segera pergi kekamarnya dan saat ia membuka hpnya ternyata ada sms masuk dari jung, sang in tersenyum licik saat membaca pesan yang dikirimi jung.

Saat tengah malam….

“ahhh, aku tak bisa tidur” keluh so eun yang dari tadi tak bisa tidur. ia lalu berinisiatif turun untuk pergi kedapur bikin susu. So eun tak menyadari kalau dibelakangnya ada sang in yang memakai topeng sedang berdiri dibelakangnya. Sang in membekap mulut so eun, so eun yang terkejut segera meronta. Untung, kim bum datang dan memukul lengan sang in. Sialnya, sang in langsung kabur.

“so eun, aku baik-baik saja?” tanya kim bum.

“i..iya. aku sangat terkejut karena orang itu membekap mulutku” jawab so eun. “apa kau melihat wajah pelakunya?” tanya so eun.

“tidak. Dia sepertinya memakai topeng agar wajahnya tak terlihat. Setidaknya, aku sudah memukul lengannya dengan tongkat mungkin lengannya terluka sekarang” ujar kim bum.

“ya. Sepertinya, orang itu pasti ingin membekapmu tapi, dia salah orang. Kan tidak mungkin ada oarng yang ingin mencelakaiku. Ya kan?” ucap so eun.

“ya, kau benar” jawab kim bum. “jangan-jangan orang suruhan yang ingin mencelakai so eun” ucap kim bum dalam hati. “so eun, sebaiknya kau segera masuk kekamarmu” pinta kim bum. so eun menuruti perintah kim bum dan segera masuk kekamarnya. Sebelum masuk kekamarnya kim bum bertitip pesan kepadanya untuk mengunci kamarnya.

Keesokan paginya, so eun bercerita kepda hee bong tentang orang yang menyerangnya kemarin malam.

“untunglah kau selamat so eun” ucap hee bong lega.

“ya, aku sangat terkejut karena orang itu tiba-tiba membekapku dari belakang. Untung saja ada kim bum yang menolongku” ucap so eun. kim bum melirik kakeknya, hee bong langsung menyadari kalau orang itu adalah orang suruhan yang ingin mencelakai so eun bukan kim bum.

“yasudah, kalau begitu kalian langsung berangkat sekolah saja” ujar hee bong.

“kenapa dengan lenganmu? Kau memeganginya terus” tanya kim bum kepada sang in.

“ahh, tidak. Tadi saya terpeleset dikamar mandi, lengan saya kepentok bak mandinya” jawab sang in berbohong.

“ohh, hati-hati” ucap kim bum melirik lengan sang in. “kebetulan sekali lengan kanannya yang terluka sama seperti lengan orang yang menyerang so eun kemarin” ucap kim bum dalam hati.

“hey, kim bum kenapa kau bengong? Ayo, kita berangkat” ajak so eun.

“ya” ucap kim bum sambil terus melirik lengan sang in.

****

Saat istirahat, disekolah so eun dan kim bum segera mengumpulkan hasil foto mereka keruang osis. Saat mengumpulkan mereka berpapasan dengan kyuhyun dan jessica.

“kim bum, apa kau juga mengumpulkan hasil fotomu?” tanya jessica.

“iya” jawab kim bum datar.

“kalian juga mau mengumpulkan hasil fotonya?” tanya so eun. kyuhyun hanya mengangguk.

“hasil pengumumannya akan diumumkan nanti tanggal 14februari” ucap salah satu anggota osis.

“ne…” ucap so eun dan jessica. Mereka pun keluar dari ruang osis.

“so eun, ayo kita kekantin” ajak kim bum.

“iiihhh, kim bum. selalu seperti itu, aku tak diajak juga?” tanya jessica.

Kim bum hanya diam dan tidak merespon kata-kata jessica. Ia langsung pergi kekantin bareng so eun meninggalkan jessica dan kyuhyun. Jessica hanya diam dan kesal.

“kau pergi kekantin denganku saja, jess” ajak kyuhyun.

“tak perlu. Aku tidak mood untuk kekantin lagi. lebih baik aku kekelas saja” ucap jessica meninggalkan kyuhyun. Kyuhyun hanay tersenyum dan melangkahkan kakinya kearah ruang musik dan beramin piano.

“apa kalian sudah mengumpulkan hasil fotonya?” tanya yoona.

“sudah. Baru saja kami dari sana. Kyuhyun dan jessica juga tadi mengumpulkan bareng dengan kami” jawab so eun.

“kukira kyuhyun dan jessica tidak akan jadi hasil fotonya. Mengingat jessica hanya ingin berpasangan denganmu, bum” ujar kibum.

“aku tak peduli. Itu urusan mereka” ucap kim bum.

“ahh, ngomong-ngomong aku tidak melihat seungho dan jiyeon dikantin. Mereka kemana ya?” gumam minho.

“mereka pasti sedang berduaan. Kau lupa kalau mereka sedang dekat sekarang” ucap hyesun.

“hemm.. aku harus mencari tahu tempat mereka berdua sekarang. Aku sangat penasaran dengan hubungan kedua orang itu” gumam yoona.

“ah, kau ini. Biarkan saja mereka berdua jangan kau usik dengan kehadiranmu itu” ucap so eun.

“benar kata so eun. nanti juga mereka keluar membawa pengumuman penting untuk kita” ujar hyesun.

“huh. Kuharap begitu.” Ucap yoona sambil melahap nasinya.

Sementara itu, seungho dan jiyeon ternyata berada diatap gedung sekolah.

“apa kau sedang memandang langit lagi?” tanya seungho. Jiyeon hanya mengangguk.

“kau tidak pernah berubah dari dulu. Selalu saja memandang langit” gerutu seungho.

“memang. Langit itu memang indah” ucap jiyeon sambil terus menatap langit. Seungho yang gerah akhirnya membalikan wajah jiyeon agar berhadapan dengan wajahnya.

“apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu sekarang dari wajahku” omel jiyeon.

“tidak. Kalau aku lepaskan pasti kau menatap langit. Benarkan?” tanay seungho.

“tentu saja. Kau minta aku memandang siapa lagi?” tanya jiyeon balik.

“pandang aku saja. Kalau kau sedih pandang aku, kalau kau bahagia pandang aku dan kalau kau ingin tersenyum pandang aku saja” ucap seungho. Jiyeon hanya terdiam mendengar ucapan seungho dan menatap seungho.

“kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya seungho.

“kau tadi memintaku memandangimu, sekarang aku sedang memandangimu tapi kau malah balik bertanya kepadaku” ucap jiyeon.

“adduh, maksudku bukan seperti itu. maksudku itu….” seungho tak bisa melanjutkan kata-katanya. “ahh, lupakan. Ayo kita kembali kekelas saja” ajak seungho. Jiyeon hanya menurut dan kembali kekelas bersama seungho.

“so eun, besok kan hari sabtu. Bisa tidak aku menemaniku membeli coklat batangan?” tanya yoona.

“coklat batangan? Untuk apa? Memangnya kau ingin membuat coklat?” tanay so eun.

“i..iya. aku ingin membuat coklat untuk kibum. Sebentar lagi kan tgl 14 februari” ucap yoona. “Memangnya kau tak pernah memberikan coklat di hari valentine?” tanya yoona.

“tidak. Aku tak pernah memberikan coklat, dapat saja tak pernah. Ahh, aku ingat kalau dulu eommaku sering memberiku coklat tgl 14 februari. Itu juga hanya eommaku saja” jawab so eun.

“dasar kau, so eun. sudah pokoknya kau temani aku besok” ujar yoona.yoona ta sengaja melihat seungho dan jiyeon baru masuk kedalam kelas. Yoona segera menarik jiyeon untuk bicara.

“jiyeon, kau besok sibuk tidak?” tanya yoona.

“tidak” jawab jiyeon.

“baguslah. Bagaimana kalau besok kau ikut aku dan so eun membeli coklat batangan?” ajak yoona.

“coklat? Untuk apa?” tanya jiyeon. Yoona langsung menepuk dahinya.

“aiissh.. kau ini sama saja degan so eun” gumam yoona. “sebentar lagikan hari valentine, kau tak ingin memberikan coklat bikinanmu kepada seseorang? Seungho mungkin” ucap yoona.

“hmmm… aku tidak tahu mau memberikannya atau tidak. Kalau begitu aku akan ikut dengan kalian besok” ucap jiyeon.

“baguslah, nanti aku yang mengatur tempat pertemuannya” ucap yoona senang.

****

Saat makan malam, so eun meminta ijin kepada hee bong untuk pergi bersama yoona dan jiyeon besok membeli coklat batangan.

“kau ingin memberikan coklat kepada seseorang?” tanya hee bong.

“ehem.. ehem..” kim bum langsung terbatuk-batuk.

“kau keselek ya? Minum ini” ucap so eun menyodorkan segelas air kepada kim bum.

“tidak. Aku saja tak pernah memberikan coklat. Ahh, aku akan kasih ke kakek saja coklatnya sebagai tanda terima kasihku kepada kakek selama ini” ucap so eun.

“hahaha… kakek akan senang menerima coklat darimu” ucap hee bong senang.

“cih, memangnya dia tak ada inisiatif sendiri untuk memberiku coklat. Kenapa harus pada kakek.” ucap kim bum dalam hati sambil mendengus kesal.

“jangan kakek saja, kim bum juga kau kasih juga” usul hee bong.

“kim bum?” ucap so eun sambil melirik kim bum.

“ahh, kakek. untuk apa dia memberiku coklat. Bikinannya kan pasti tidak enak. Lagipula, di hari valentine biasanya para murid perempuan disekolahku memberikanku coklat. Tak perlu lah so eun juga ikut memberiku. Nanti orang-orang malah menyangka so eun itu fans fanatikku” ungkap kim bum. padahal, dari lubuk hatinya yang paling dalam ia mengharapkan so eun memberinya coklat.

“tidak enak? Kau tunggu saja kalau coklat bikinanku pasti akan lebih enak dari coklat mahal yanga da disupermarket itu” omel so eun.

“oke. Aku tunggu hasil coklatmmu itu” balas kim bum.

“hey, kalian sudah jangan berselisih hanya karena coklat” ucap hee bong menenangkan so eun dan kim bum.

“kakek, juga sebaiknya hati-hati makan coklat bikinan so eun. Nanti gigi kakek akan sakit” ledek kim bum.

“YA.. kim bum. kau ini mengajak perang ya” bentak so eun. tapi, kim bum keburu menyelesaikan makanannya dan pergi kekamarnya.

“sudah, so eun. kim bum memang usil orangnya. Tapi, dia baik kok. Lagipula, kim bum benar nanti gigi kakek akan sakit kalau makan cokelat banyak-banyak, lebih baik kau berikan kepada kim bum saja” ujar hee bong. So eun hanya cemberut dan kesal.

Sementara itu, jiyeon diam dikamarnay dan masih memikirkan ucapan seungho kepadanya disekolah tadi. “pandang aku saja. Kalau kau sedih pandang aku, kalau kau bahagia pandang aku dan kalau kau ingin tersenyum pandang aku saja”.

“apa maksudnya?” gumam jiyeon.

“jiyeon, boleh ayah masuk?” tanya jung mengetuk pintu kamar jiyeon.

“masuk saja” ucap jiyeon dingin.

“ada perlu apa ayah kesini?” tanya jiyeon.

“kita sudah lama tidak mengobrol. Sudah hampir sebulan ini kita jarang bertemu” jawab jung.

“apa yang ingin ayah obrolkan denganku?” tanya jiyeon.

“kau sendiri apa yang ingin kau obrolkan dengan ayah? Kau juga rindu dengan ayahkan?” tanya jung.

“aku hanya penasaran. Apa ayah pernah mengenal kedua orangtuaku terlebih dahulu sebelum ayah mengadopsiku?” tanya jiyeon. Jung sangat kaget saat jiyeon bertanya hal seperti itu padanya.

“a..ayah, tidk tahu tentang kedua orangtuamu. Yang ayah tahu dari pengasuhmu dipanti dulu, bibi kwon kalau tidak salah. Dia bilang ibumu yang meninggalkanmu dipanti sebelum ibumu wafat” jawab jung. “memangnya kenapa kau bertanya hal seperti itu?” tanya jung.

“tidak. Hanya saja aku dan ayah merasa kita sudah mempunyai suatu hubungan sebelum menjadi ayah dan anak hanya itu saja. Tapi, mungkin itu hanya perasaanku saja, ayah tak perlu memusingkannya” ucap jiyeon.

“ohh, ayah baru ingat kalau ayah masih mempunyai urusan kalau begitu ayah tinggal dulu ya. Kapan-kapan kita mengobrol lagi” ucap jung keluar dari akmar jiyeon.

“kenapa jiyeon bisa bertanya hal seperti itu?” tanya jung didepan kamar jiyeon.

“apa jangan-jangan ia tahu perbuatanku? Tapi, mana mungkin. Itu rahasia yang tidak bisa diketahui orang semudah itu” gumam jung. Ia kemudian pergi kekamarnya tanpa menyadari jessica mendengar ucapannya tadi.

“perbuatan papa? Apa maksudnya?” ucap jessica dalam hati.

“ tunggu kalau tak salah jiyeon dulu pernah mengatakan sesuatu…” ucap jessica sambil mengingat-ingat.

“kau tidak tahu apa-apa, jes. Aku tidak perlu membalas kebaikan ayahmu hanya dengan menuruti perkataanmu itu. kau tidak pernah menganggapku saudaramu. Aku lelah dengan ini semua. Kau tidak tahu tentang perbuatan…” jessica teringat kata-kata jiyeon kepadanya.

“jiyeon juga penah bicara tentang perbuatan, tapi ia tak selesaikan. Aku harus mencari tahu sendiri” ucap jessica sambil pergi kekamarnya.

****

Sekitar jam 11’an, minho, kibum dan seungho bermain kerumah kim bum. karena so eun keluar jadinya, kim bum tidak boleh pergi keluar sendirian tanpa ada so eun disisinya.

“kemana so eun pergi?” tanya seungho.

“dia pergi dengan yoona ketoko coklat. Dasar wanita, heran hari valentine selalu saja repot mengurusi coklat” gumam kim bum.

“hahaha.. namanya juga wanita. Aku juga tadi mengantarkan hyesun ketempat pertemuan yoona dan so eun. oiya, aku juga mekihat ada jiyeon disana” ucap minho.

“jiyeon? Dia ikut dengan mereka ketoko cokelat?” tanya seungho.

“sepertinya begitu” ucap minho.

“kenapa seungho? Kau mengharapkan jiyeon akan memberimu cokelat dihari valentine nanti?” goda kibum.

“aku tidak mengahrapkannya memberiku cokelat. Lagipula, jiyeon itu bukan tipikal orang yang akan memberikan sepotong cokelat untuk teman prianya. Ia tak mengerti hal seperti itu” keluh seungho.

“ooohhhh, sepertinya salah satu teman kita sudah putus asa untuk mewujudkan cintanay kepada jiyeon” ledek minho.

“a..aku tidak putus asa. Kalian jangan bicara sembarangan” omel seungho.

“oh ya? Tapi, kelihatan jelas diwajahmu itu wajah seseorang yang sedang putus asa. Seharusnya, kau tiru minho teman kita yang satu ini. Dia tidak putus asa untuk mendapatkan hatinya hyesun yang keras” ucap kim bum.

“hyesun dan jiyeon kan orang yang berbeda. Jangan samakan hyesun dengan jiyeon. Perbandingannya jauh sekali” omel seungho. Kim bum, minho dan kibum hanay bisa menertawakan seungho.

Sementara itu, para gadis sedang berbelanja cokelat untuk pacar mereka amsing-masing. Sedangkan, jiyeon dan so eun masih bingung kepada siapa mereka akan memberikan cokelat mereka.

“kau juga ambillah beberapa batang cokelat, so eun, jiyeon” ucap hyesun.

“betul kata hyesun. Kalian jangan bengong saja mengikuti kami dibelakang” ujar yoona.

“kami kan hanya menemani kalian disini” ucap so eun.

“kalau begitu aku akan mengambil beberapa batang cokelat saja” ucap jiyeon mengambil dark chocolate dan white chocolate.

“tuh kan, so eun. jiyeon saja ikutan mengambil cokelat juga, seharusnya kau juga” ucap yoona.

“yayaya, lihat ni aku ambil yang banyak batang cokelatnya kalau perlu hiasannya, tempatnya, cetakannya. Puas?” tanay so eun. yoona dan hyesun hanya senyum-senyum saja.

“kau ingin memberikannya kepada siapa?” tanya so eun.

“aku tidak tahu. Munngkin kepada kalian dan…” jiyeon tidak melanjutkan kata-katanya dan teringat seungho.

“dan siapa? Seungho kah?” tanya so eun.

“a..aku tidak tahu. Hey, aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian” ucap jiyeon kepada hyesun dan yoona.

“apa yang ingin kau bicarakan jiyeon?” tanya yoona.

“apakah cokelat yang akan aku bikin ini harus diberikan kepada orang yang spesial?” tanya jiyeon.

“tentu saja, cokelat dihari valentine itu harus kau berikan kepada oarang yang kau sayangi. Namanya juga hari valentine atau hari kasih sayang. Hari dimana kau bisa menunjukan rasa kasih sayangmu kepada orang yang spesial tapi, dalam wujud sesuatu bisa cokelat atau barang. Tapi, biasanya para wanita seperi kita lebih suka menunjukkan rasa kasih sayangnya dalam wujud cokelat dibandingkan dengan wujud benda” jelas yoona.

“ohh, jadi begitu” gumam so eun. jiyeon hanya terdiam dan berusaha memikirkan penjelasan yoona kepadanya.

“apa kau sudah menetukan siapa orang yang akan menerima cokelatmu?” tanya hyesun.

“ya, aku tahu jawabannya sekarang. Terima kasih ya” ucap jiyeon. Hanya tinggal so eun yang masih belum paham. *lemot*

Setelah, selesai berbelanja cokelat hyesun dan yoona mengajak jiyeon dan so eun untuk makan siang. Saat sedang menyebrang, ada seorang pengendara motor yang ngebut dan menerobos lampu merah. Pengendara sepeda motor mengemudikan motornya kearah so eun, jiyeon yang menyadari hal itu langsung mendorong so eun agar tak terserempet sepda motor itu tapi, sialnya pengendara sepeda motor itu malah menyerempet jiyeon sampai pingsan.

Hyesun, yoona dan so eun segera menghampiri jiyeon yang pingsan.

“jiyeon, kau baik-baik saja?” teriak hyesun.

“hyesun, kepalanya mengeluarkan darah” teriak so eun.

-bersambung-

Sampai sini dulu ya chingu….

Jangan lewatkan part selanjutnya..

Semoga kalain makin ketagihan membacanya….

Jangan lupa commentnya…..

Tags: , , , , , , , ,

17 responses to “My Lovely Bodyguard Part 9”

  1. yankyu says :

    waduh,mkn pnsran saya chingu ditggu next partnya

  2. mey_kimeun says :

    pendek amat chingu..
    lanjut dah ..
    kim bum uda curiga ma sang in lum sih..?
    kira” so eun ngasih coklat ma kim bum gak ya..?

  3. Sary aj0w says :

    waahhh pendex chuiii…Bumssoooo Fightiiiing..Author jg pastenyaaaaaa…haha

  4. bismania luph bumsso says :

    mkin seru aj critax,….
    lanjutkan chingu !!!!
    jgn lma” y,…..
    ~ _ ^
    BN~

  5. rosiyani 'oci' says :

    wahhhh wahhh makin gencar aja tuh yg mau celakain so eun. ckckckc…
    aishhhh perempuan emang rempong ya mau valentine doang ampe segitunya. hihi…
    aduhhh jiyeon blm nyadar jg kah kalo sengho itu sika ma dia. hihi..
    yg serumah bum ma so eun nih berantem mulu. si bum pake gengsi2an ihhh mau coklat dari eunnie doang. haha…
    wah wahhh ni orang yg mau nabrak so eun selalu gagal bagusss tapi kenapa jadi sahabatnya yg kena..
    aduhhh moga jiyeon selamat.
    lanjutlah part berikutnya nih🙂

  6. amniminry_ says :

    makin seru..!!
    semua orang suruhan yg mau nyelakain mereka jahat bngt
    lanjutkan ^^

  7. kimmify says :

    makin seru author!
    semoga kimbum cepet sadar kalo sang in mau jahat sama soeun
    aku suka deh waktu si kimbum tuh ngarep bgt padahal dalam hati dapet coklat dari soeun haha
    yah jiyeon kenapa? penasaran lanjutannya
    update soon!

  8. secreet fan says :

    waahhh… kejam amat tuh pengendara motor, jangan2 dia itu lee sang in lagi?
    iya kan chigu?

  9. Bummiearab says :

    Wahh
    wahh
    wahh
    makin menjadi jadi aj.jha nich..
    Org suruhan ayah jess n paman kyu.

    O.o.o.o
    lanjutttttttttttt ya chingu
    hwaiting !!

  10. Indah_ELF says :

    Makin seru+penasaran nii …
    So eun hmpir celaka mulu tpi slalu ada yg nolong …
    Ji yeong pingsan psti seungho khawatir …
    Ywdh sgtuh aza d’tngu k’lanjutan’a

  11. qinqin says :

    udah mulai gawat nih,si penjahat salah sasaran mulu.banyak orang bersalah jadi korban.sedihnya

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    waaaaahhhhhhh salah kena lg itu yg mau nnabrak so eun,,,
    kasian jiyeon……
    mudahan so eun ngasi cokelat.a ke kim bum ya.. ehehe
    makin seruuuuuuuuu……..
    lanjuuuuuuuttttttt

  13. chintami says :

    waduh bnyk bngt kclkaan ny
    kpn kim bum ama so eun ny mesra??

  14. stefani chance says :

    bbbbbbbbbbggggggsssssssssss

  15. Azizy says :

    Ceritanya bikin penasaran ajja !

  16. tyas27 says :

    salah tabrak lg haha

  17. ainami says :

    hadeh tuh psikopat bener2 dah ah, skrg nambah lg korban salah tabrak -_-

    kakek hee bong baik bener jd org, langsung terima org asing kerja dirumahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: