My Memories Are Falls Down (Episode 5)

Author: Rainbow D(X)

Main cast: Kim so eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung.

Cast: All star

Type: Sequel

Genre:Romantic/Family/Friendship

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita ini terinspirasi oleh Dream high, dan Smile Donghae, jadi ceritanya agak mirip kesana.

Nah, karena nama tokoh disini baru-baru, aku tambahkan nama asli pemain di belakangnya supaya mates nggak bingung. O ya, ini serial saat Ga eul berumur delapan belas tahun, dan Yi Jung berumur 20 tahun. Enjoy my FF.

Tiga tahun kemudian..

“Wah, indahnya..”kata Ga eul sambil berdecak kagum. Saat ini, dia sedang berada di Kota Paris, Perancis untuk mengikuti kuliah memasak selama sebulan. Ia pun berjalan menuju kampusnya, INTERNATIONAL PARIS UNIVERSITY.

“Aduh!”rintihnya ketika menabrak seseorang. “Mian.”

“Punya mata tidak sih?!”seru seorang pria yang kemudian menatap Ga eul. “Lho, bukannya kamu Ga eul?”

Ga eul hanya terdiam. Darimana pria ini tahu namanya? “Dari mana kau tahu namaku?”tanya Ga eul.

“Aduh, kamu tidak ingat aku? Seniormu saat di SMA! Jang Woo bin.”Serunya. Ga eul hanya menatapnya heran.’

“Mian, aku hilang ingatan dulu. Benar sunbae pernah mengenalku?”tanya Ga eul lagi.

“Masa’aku bohong? Aduh, kamu masih polos seperti dulu?”tanya Woo bin sambil mencubit pipi Ga eul. “Nanti, aku tunggu saat kamu selesai kuliah.”

Ga eul memegang pipinya yang tadi habis dicubit Woo bin. Entah kenapa dia merasakan getar lain saat bersama Woo bin.

“Ga eul!!”seru Sae byeok (Yoona) yang tiba-tiba muncul dari belakang. “Kok bengong?”

“Ah tidak, tadi barusan aku bertemu dan mengobrol dengan Woo bin sunbae.”jawab Ga eul.

“OMG! Kamu mengobrol dengannya?!”seru Sae byeok sampai mahasiswa yang dari tadi lewat di depan mereka jadi menatap mereka dengan tatapan aneh.

“Aisshh..jangan keras-keras! Banyak yang lihat tuh!”seru Ga eul sambil melihat mahasiswa lain lalu menarik Sae byeok ke kelas.

\Di kelas..

“Hebat sekali! Kau bisa ngobrol dengannya?!”seru Sae byeok lagi.

“Ya bisalah! Emang dia setan? Dia kan seniorku di SMA Shinhwa dulu!”jelas Ga eul.

“Tapi, kenapa dia bisa ingat denganmu ya?”tanya Sae byeok.

“Entahlah, tapi aku sama sekali tidak ingat.”jawab Ga eul.

“Ya iyalah, kamu masih amnesia ya?”tanya Sae byeok. Ga eul mengangguk.

“Satu-satunya yang kuingat adalah aku harus balas dendam ke Perusahaan Shinhwa!!”teriak Ga eul. Sae byeok berusaha menenangkannya. Dia tahu Ga eul sangat membenci Perusahaan Shinhwa karena perusahaan itu menyebabkan appa Ga eul bunuh diri, eommanya masuk rumah sakit jiwa, kakak dan adiknya seperti orang stress. Bagaimana mungkin Ga eul tidak membenci Shinhwa?

“Sudah, sudah. Jangan ingat hal itu lagi. O ya, menurut kamu Woo bin sunbae bagaimana?”tanya Sae byeok.

“Entahlah, aku kan baru pertama kali bertemu dia.”jawab Ga eul.

“Aisshh.. bagaimana kesan pertamamu saat melihatnya?”tanya Sae byeok.

“Menurutku, dia orangnya agak kasar tapi setelah mengenalnya kukira dia baik.”jawab Ga eul. “Memangnya kenapa?”

“Aniyo. Dosen sudah datang!”seru Sae byeok. Dan, kelas menjadi hening, yang terdengar hanya suara dosen itu yang sedang menjelaskan.

Sepulang kuliah..

“Ga eul, aku pulang duluan ya, mau menyelesaikan skripsi ini secepatnya. Nanti aku yang masak makan malam.”ucap Sae byeok sambil berlari. Mereka memang tinggal satu apartemen di Paris ini.

“Ga eul!”panggil seseorang yang ternyata adalah Woo bin. “Sudah siap kan? Ayo ikut aku!”

Woo bin pun menarik tangan Ga eul. Mereka berdua pun sampai di salah satu restoran Perancis. Setelah duduk di meja makan, Woo bin memanggil salah seorang pelayan dalam bahasa perancis.

“Ga eul, kamu mau pesan apa?”tanya Woo bin. Ga eul pun melihat buku menu. Ya ampun, roti semua! Aku pengen makan nasi! batin Ga eul.

“Ah, aku..baquette saja.”katanya dalam bahasa perancis ke pelayan itu. Tidak lama kemudian, pesanan pun diantarkan.

“Aku tak menyangka akan bertemu denganmu lagi disini.”ujar Woo bin memulai pembicaraan. “Aku benar-benar merindukanmu. Saat kau marah-marah padaku.”

“Mian, aku hilang ingatan. Dapatkah kau ceritakan dari awal?”tanya Ga eul. Woo bin pun menceritakan semuanya. Saat ia menyebut soal F4, hati Ga eul terasa berdebar, ia sendiri tidak tahu ada apa ini.

“Begitulah, aku tidak dapat melupakan kepolosanmu hari itu. Apalagi saat salah satu temanku yang playboy membuatmu terjatuh.”ujar Woo bin. Tiba-tiba, Ga eul merasa ada yang mengganjal hatinya saat Woo bin menyebut soal temannya yang playboy.

”Siapa nama teman sunbae yang playboy?”tanya Ga eul. Sebelum Woo bin menjawab teleponnya berbunyi.

“Sebentar ya,”ucapnya lalu pergi ke luar restoran.

“Yoboseyo. Yi Jung?”ucap Woo bin di telepon.

“Yoboseyo, Woo bin bagaimana kabarmu?”

“Baik sekali. Aku baru bertemu dengan salah seorang wanita.”

“Yang kamu sukai?”

“Nee. Aku ingin menembaknya langsung. O ya, katanya kamu mau ke Paris?”

“Nee. Aku akan membawa Xia Tian, tidak apa kan aku menumpang ke apartemenmu sebentar?”

“Tidak apa-apa kok. Bawa saja Xia Tian, aku rindu padanya.”

“Nee. Sudah dulu ya. Aku mau menyelesaikan tugas dulu ya. Selamat malam.”

“Selamat malam.”

Woo bin pun kembali ke dalam restoran dilihatnya Ga eul sedang menunggunya.

“Mian, kamu pasti sudah menunggu lama.”ujar Woo bin.

“Aniyo, sekarang sunbae beritahu nama teman yang playboy itu.”ucap Ga eul. Tiba-tiba Woo bin memegang tangannya.

“Ga eul, kita bicarakan hal itu nanti. Sudah sejak lama aku ingin mengatakan hal ini. Aku menyukaimu sejak dulu. Ketika kau pindah sekolah pun aku berusaha mencarimu. Maukah kau jadi pacarku?”tanya Woo bin.

“Tapi, aku baru mengenal sunbae hari ini..”ujar Ga eul.

“Aku akan meyakinkanmu akan perasaanku. Baiklah, ayo kita pulang!”ajak Woo bin sambil menarik tangan Ga eul untuk pulang.

Di apartemen Ga eul..

“Aku pulang!!”seru Ga eul. Dilihatnya Sae byeok asyik menonton berita tentang Korea. Ga eul pun ikut menonton.

“ Pemilik hotel Seoul, Kim Hong Suk (Cho ill hwa)serta putranya Kim Dong Young (Joo Jin mo) baru diwawancarai oleh wartawan Perancis hari ini. Hotel ini akan bekerja sama dengan Hotel Latinziens di Paris.”

“Hebat ya, mereka itu.”komentar Sae byeok. “Hotel Latinziens kan hotel terbesar di Paris.”

“Oh begitu.”ujar Ga eul. Entah mengapa dia merasa tidak asing dengan nama Kim Dong Young. Sepertinya itu adalah ayah temannya, tapi siapa?

“Eh, kamu sudah dengar belum? Katanya putra Kim Dong Young itu kabur dari rumah lho.”jelas Sae byeok.

“Masa?”

“Nee. Kabarnya dia kabur setelah kematian ibunya lho! Dia juga membawa pergi adiknya!”

“Apa hubungan kematian ibunya dengan kabur dari rumah?”tanya Ga eul.

“Entahlah.”jawab Sae byeok sambil mengangkat bahu.

Sementara itu di apartemen Woo bin..

“Selamat datang Yi Jung! Wah, Xia Tian tambah besar ya!”sambut Woo bin ketika Yi Jung dan Xia Tian sampai di apartemennya.

“Iya dong hyung. Aku kan sudah masuk TK!”sahut Xia Tian. “Hyung, tempat tidurku mana? Ngantuk..”

Woo bin pun menunjukkan kamar yang akan dipakai sobatnya dan sang adik. Yi Jung pun menidurkan Xia Tian. Setelah Xia Tian tidur, Yi Jung keluar kamar untuk mengobrol dengan Woo bin di ruang keluarga.

“Wah, kamu pandai ya mengurus Xia Tian!”puji Woo bin.

“Sudah tiga tahun kok, aku mengurusnya! Aku kan membawanyakabur dari rumah.”timpal Yi Jung.

“Tapi, sampai kapan kamu akan mengurus Xia Tian? Kamu kan juga butuh kebebasan sebagai anak muda!”

“Aku tidak tahu. Seandainya waktu itu eomma tidak meninggal, aku pasti akan membawa eomma juga. Aku sudah tidak tahan dengan perlakuan kakekku.”kata Yi Jung sambil mengingat kejadian tiga tahun yang lalu.

FLASHBACK

Setelah Yi Jung sembuh total dari penyakit mentalnya, ia merasa lega. Tapi, teryata masih ada cobaan lagi yang harus dia hadapi.

“Yi Jung, eomma menderita leukemia. Hiks..hiks..”isak Dong Young ketika Yi Jung bertanya mengapa Joon hee dirawat di rumah sakit. Yi Jung mematung mendengarnya.

“Stadium berapa appa?”tanya Yi Jung berusaha menahan tangisnya.

“Stadium akhir. Hidupnya mungkin tidak lama lagi. Tidak akan sampai sebulan..”ujar Dong Young yang masih terisak.

Di kamar rawat..

“Yi Jung, kemarilah nak.”kata Joon hee lemah ketika melihay Yi Jung ke kamarnya. Yi Jung pun mendekati eommanya. “Ayo kita jalan-jalan, ajak appamu juga Xia Tian”

“Aniya. Eomma masih sakit.”tolak Yi Jung.

“Ayolah, hanya jalan-jalan ke taman dekat sini saja.”bujuk Joon hee. Yi Jung hanya terdiam sambil keluar memanggil appanya.

Di taman, Dong Young mendorong kursi roda Joon hee sementara Yi Jung dan Xia Tian mengajak Joon hee bermain. Xia Tian yang belum tahu kalau eommanya sakit hanya tertawa sepanjang hari. Joon hee pun tertawa. Tiba-tiba, Yi Jung berlutut di depan eommanya yang masih duduk di kursi roda.

“Yi Jung, ada apa?”tanya Joon hee.

“Mian, eomma atas kesalahan yang kubuat selama ini. Andai kutahu eomma tidak akan hidup lebih lama.”ucap Yi Jung sambil meneteskan air mata. “Aku ingin membahagiakan eomma.”

Joon hee pun memeluk Yi Jung sambil menangis. “Maafkan eomma nak. Eomma tidak ingin membuatmu khawatir biarpun akhirnya kamu tahu juga. Jaga Xia Tian ya, bantulah appamu. Eomma mewariskan semua harta eomma untukmu. Termasuk Taeul textile. Jadi, janganlah kamu menangis terus. Eomma akan terus melindungimu.”

Yi Jung memeluk erat eommanya dan ikut menangis. Dong Young yang melihatnya ikut meneteskan air mata sambil memeluk Xia Tian. Para pengunjung di taman itu ikut meneteskan air mata melihat ibu dan anak itu.

Esoknya..

Yi Jung ingin memberikan syal untuk eommanya. Ketika sampai di rumah sakit, ia melihat appanya menagis keras begitu juga kakeknya. Yi Jung tahu apa yang terjadi. Ia tidak akan bertemu dengan eommanya lagi. Selamanya..

Pada hari pemakaman eommanya..

“INI SEMUA SALAHMU!!”bentak kakeknya sambil menunjuk Yi Jung. “KALAU KAMU TIDAK TERKENA SAKIT MENTAL ITU EOMMAMU TIDAK AKAN TERKENA KANKER!!”

Yi Jung terkejut mendengarnya. Ia menatap appanya minta pembelaan. Tapi, Dong Young hanya terdiam. Yi Jung pun memutuskan untuk kabur dari rumah ketika pulang nanti. Ia merasa tidak akan mendapat pembelaan lagi dari appanya.

Di rumah, Yi Jung membereskan barang-barangnya untuk pergi dari rumah. Ia menatap foto keluarganya. Ia memasukkan foto itu. Kemudian dia menemukan satu keping puzzle dengan ukiran nama ‘SOULMATE’. Yi Jung tidak tahu kapan ia mendapatkan puzzle itu. Tapi, hatinya merasa lega. Ia pun memasukkan puzzle itu di tasnya.

Ketika akan keluar dari rumah, Xia Tian menariknya.

“Hyung, mau kemana? Aku ikut!”rengek Xia Tian.

“Aniyo, Xia Tian tinggal saja dengan kakek dan appa. Jika Xia Tian ikut dengan hyung, nanti Xia Tian tidak bias bertemu dengan appa dan kakek lagi.”bujuk Yi Jung.

“Aniyo!! Aku mau ikut sama hyung!! Nanti aku kabur juga dari rumah nih!!”bentak Xia Tian. Yi Jung hanya menghela napas panjang.

“Baiklah, tapi kita bereskan dulu barang-barangmu ya!”ucap Yi Jung. Xia Tian mengangguk senang.

Setelah membereskan barang-barang Xia Tian, mereka berdua pergi ke Taeul textile. Tn. Choi direktur perusahaan menyambut mereka dan berjanji tiga tahun kemudian, Yi Jung yang akan menjadi pemilik sekaligus direktur Taeul textile atas wasiat Joon hee yang merupakan pemlik perusahaan itu.

Atas bantuan Tn. Choi, Yi Jung dan Xia Tian pun dapat menempati kamar di apartemen dan keberadaan mereka wajib dirahasiakan. Yi Jun dan Xia Tian pun memulai lembaran hidup baru. Yi Jung mulai menekuni tembikar. Walaupun biaya hidup mereka ditanggung dari Taeul textile.

END OF FLASHBACK

“Jadi, kamu yang menjadi pemimpin Taeul textile sekarang?”tanya Woo bin.

“Nee. Tuan Choi aku berikan uang pension tiga kali lebih banyak dari pada yang dijanjikan, sebagai ucapan terima kasihku.”jawab Yi Jung.

“Lalu, bagaimana dengan kuliahmu?”tanya Woo bin.

“Aku tetap kuliah pada pagi hari. Siangnya aku akan bekerja.”jawab Yi Jung.

“Wah, kamu hebat sekali ya. Kamu juga sabar menghadapi semua ini. Andai appaku juga sepertimu.”ujar Woo bin.

“Appamu?”

“Nee. Appaku itu menikahi eommaku hanya untuk melupakan seorang wanita yang ia cintai. Appaku masih terus mencintai wanita itu. Padahal wanita itu telah menikah dengan orang lain. Nah, eommaku juga mencintai suami dari wanita tersebut. Tapi, pria itu menolaknya hingga eommaku bunuh diri pada aku masih bayi.”jelas Woo bin. “Sejak kematian eommaku, appa menjadi bos mafia. Ia tidak mempedulikanku lagi.”

“Yang sabar ya.”hibur Yi Jung.

“Inilah yang selalu aku irikan darimu.”

“Apa?”

“Kamu punya kepribadian yang hangat mungkin karena itulah para wanita jadi banyak yang suka padamu. Mungkin karena pengaruh eommamu yang hangat juga? O ya, kamu sedang menyukai siapa sekarang?”tanya Woo bin. Yi Jung terdiam.

“Entahlah, kurasa aku tidak pernah menyukai siapa-siapa. Tapi, dulu rasanya aku pernah menyukai seorang gadis. Mungkin karena gadis itu aku tidak pernah menyukai wanita lain.”

“Siapa gadis beruntung itu?”

“Tidak tahu, aku hilang ingatan dan sepertinya aku melupakannya. O ya, bagaimana tentang gadis yang kau suka?”tanya Yi Jung.

“Aku menembaknya hari ini. Tapi, aku tak tahu jawabannya. Dia bilang, dia belum mengenalku, aku akan berusaha menyakinkan perasaannya. Aneh ya, padahal dia adik kelas kita, dia bilang dia amnesia.”

“Amnesia?”

“Nee. Dan dia menanyakanmu juga.”

“Menanyakanku?”
“Nee. Aku akan memperkenalkan kalian di Korea nanti.”janji Woo bin.

Besoknya, di kampus..

“Selamat pagi, Ga eul!”sapa Woo bin saat Ga eul dan Sae byeok datang. “O ya, siapa nama temanmu ini?”

Ga eul pun memperkenalkan keduanya. “Sae byeok ini Woo bin sunbae, Sunbae, ini Sae byeok.”

Keduanya pun bersalaman.

“O ya, Sae byeok aku pinjam Ga eul sebentar ya.”kata Woo bin. Sae byeok mengangguk. Woo bin pun menggandeng Ga eul. Ketika sampai di taman, Woo bin pun menyerahkan sebuket bunga mawar pada Ga eul.

“Tarah!! Bunga mawar ini cantik kan?”

“Cantik sekali sunbae! Terima kasih!”seru Ga eul.

“Ga eul, mengenai perasaanku sudah kamu pertimbangkan?”

“Sudah, aku memutuskan untuk menerima sunbae.”jawab Ga eul. Woo bin pun memeluk Ga eul.

“Gomawo, Ga eul.”

Saat pulang dari kampus..

“Ga eul, ayo kita pulang bersama!”ajak Sae byeok. “Kamu kan sudah janji akan membantuku memilih sepatu baru.”

“Nee.”jawab Ga eul. Tiba-tiba, Woo bin muncul di kelas Ga eul.

“Ga eul, ayo kita pulang bersama!!”seru Woo bin.

“Mian, sunbae, aku ada janji dengan Sae byeok.”tolak Ga eul.

“Baiklah, kalau begitu besok saja ya.”ujar Woo bin sambil berlari lagi.

“Ga eul, kau benar-benar menyukai sunbae?”tanya Sae byeok.

“Entahlah, aku menerimanya karena dia sudah begitu baik padaku. Tapi entah mengapa sepertinya aku menyukai pria lain, walaupun aku hilang ingatan. Ah, sudahlah, ayo!”ajak Ga eul sambil menarik tangan Sae byeok.

Di toko sepatu..

Sae byeok sedang asyik melihat sepatu baru. Ga eul pun melirik hpnya. Ternyata, Donghae menelepon!

“Sae byeok, aku terima telpon dulu ya.”ucap Ga eul. Sae byeok mengangguk. Ga eul pun keluar dari toko sepatu itu.

“Yoboseyo oppa.”

“Yoboseyo, bagaimana kabarmu Ga eul?”

“Baik. Bagaimana dengan eomma? Sudah baikan belum?”

“Aniyo, masih seperti dulu, kerjaannya hanya melamun saja di rumah sakit.”

“Oh begitu, bagaimana dengan Kang Jin?”

“Dia masuk ke Kirin Art School, dia kan jago main drum! O ya, hari ini dia akan pulang dari Australia. Dia kan mengikuti lomba drum disana! Aku akan menjemputnya nanti.

“Benarkah? Aku merindukanmu oppa! Aku akan bertemu lagi denganmu dua minggu lagi!”

“Ha..ha..sudahlah nikmati saja Kota Paris! O ya, sudah dulu ya!”

“Nee.” Ga eul pun mengakhiri ucapannya di telepon. Ia merasa senang ditelpon oppanya. Ga eul sangat merindukannya.

***

 Donghae yang selesai menelepon Ga eul pun siap melakukan latihan lagi. Tiba-tiba, dia bertemu dengan direkturnya, Kang Jun (Kang Suk Woo).

“Donghae, kau tidak sedang berlatih?”tanya Kang Jun.

“Aniyo, aku hanya menelpon sebentar.”jawab Donghae sambil tersenyum. Entah mengapa ia merasa nyaman bila bersama dengan Kang Jun.

“Baiklah, o ya, bagaimana keadaan eommamu?”tanya Kang Jun.

“Waeyo?”

“Tidak apa-apa, hanya ingin tahu saja.”kata Kang Jun. Donghae menatapnya heran. Kenapa direktur ini selalu menanyakan eommanya?

“Seperti biasa.”jawab Donghae.

“Baiklah, ya sudah, aku kerja dulu ya!”kata Kang Jun sambil menepuk punggung Donghae lalu pergi. Donghae menatapnya.

“Asyiknya diperhatikan.”kata seseorang dengan sinis. Donghae menatapnya, ternyata ia adalah Kang Do Jin (Lee Jang Woo), putra Kang Jun.

“Hei, brengsek! Jangan cari perhatian ladi dengan appaku! Mengerti?!”bentak Do Jin sambil berjalan pergi. Donghae hanya menghela napas panjang. Entah mengapa Do Jin selalu iri padanya hanya karena ia mendapat perhatian dari Kang Jun.

***

Di bandara..

Kang Jin menatap jam tangannya. Hyung lama banget sih! Aku sudah menunggu selama setengah jam! Gumamnya. Tiba-tiba dia melihat seorang gadis berambut pirang sedang memainkan biola. Banyak orang yang menyukai permainannya, Kang Jin pun ikut menikmatinya. Ketika gadis itu selesai bermain biola, Kang Jin menghampiri dan menyapanya.

“Annyeong, permainanmu bagus sekali!”puji Kang Jin. Gadis itu hanya menatapnya sekilas.

“Aku tidak ada urusan dengan pria aneh sepertimu!”ketusnya.

“Hei! Kamu ini, orang memujimu kau malah berkata begini!”bentak Kang Jin. Tapi, gadis itu langsung pergi. Kang Jin menatapnya pergi dengan kesal. Tiba-tiba, dia melihat sebuah kartu nama yang sepertinya milik gadis itu.

“Ko Hyemi?”gumamnya ketika membaca kartu nama itu. Kemudian, dia tersenyum sinis. Gadis yang tidak tahu sopan santun! Aku akan membalasmu! Batin Kang Jin.

***

 Ga eul yang akan pergi ke toko baju pun melewati stasiun kereta api. Keadaan disana sangat ramai. Tiba-tiba, ada seorang pria mengambil tasnya.

“COPEEETT!!”teriak Ga eul. Dia berusaha mengejar pria itu. Karena tenaganya habis, ia pun melepaskan sepatu keramatnya (dinamai begitu oleh Sae byeok karena masih disimpan selama lima tahun dan jarang dicuci. Hingga baunya.. ngalahin manusia nggak mandi selama setahun.). Ga eul pun melemparkan sepatunya ke pencopet itu. Tapi, lemparannya meleset. Sepatunya malah mengenai seorang pria yang hendak bekerja.

Ga eul pun hendak meminta maaf, tapi ketika melihat wajah pria itu hatinya bergetar.

TO BE CONTINUED

Siapa ya, pria itu ya?

Saksikan saja di episode 6!

Tags: ,

About bumssoindo

We are fanbase of BUMSSO (Kim Bum and Kim So Eun) from Indonesia

6 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 5)”

  1. yankyu says :

    pasti,itu kim bum’sok th’ditnggu next partnya chingu

  2. tichAbum says :

    setujuuu_pAzty k!m bum_
    c0Al’X b!kin hAty gAeul bergetAr_hahahaha

    dAebAk buAt auth0r_
    lanjjuuuuutttttt

  3. amniminry_ says :

    kim bum kah?
    penasaran…!!!

    ppali author ^^

  4. kimmify says :

    kasian nih bumsso amnesia
    udah gitu pas bumsso pacaran kan juga diem2
    si woobin mana tau
    penasaran lanjutannya
    update sooon!

  5. rizkyapratiwi says :

    mungkin itu kim bum

    Hahahahaha … Sok tau
    Oke lah di tunggu part selanjutny
    Pengen tw gmn jdnya hbngan kim bum sm eo eun

  6. kim sohyun says :

    that must be kimbum..
    akhir’a ktemu jugaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: