You Are My Love

author : secreet fan

main cast : Kim Bum, So Eun

cast :Kim Joon, Sin Hye, Yoona, Jiyeon

Type : one shoot

Genre: romantic

          “Kim Bum! Kau harus siap-siap! Malam ini kau akan bertemu dengan tunangan mu!” kata ibunda Kim Bum mengingatkan

“Ah…iya…aku ingat! Tenang saja! Aku tak kan lari”

“Lalu sekarang kau ingin pergi kemana?”

“Ke pantai.Aku ada janji dengan  Kim Joon.Tenang saja,aku akan kembali sebelum jam delapan”  ucap Kim Bum sambil berjalan menuju pintu

“Kim Bum…ini bukan saja tentang pertunangan,tapi menyangkut reputasi perusaahan kita” ucap ibunda Kim Bum tegas

“Iya…aku tahu” jawab Kim Bum.Ia menghela nafas panjang,lalu berjalan menjauhi ibunya

“Akh!…bagaimana ini!” Kim Bum gelisah.Ia menendang pasir yang ada disekitarnya

“Kenapa begitu cemas? Seharusnya dari awal kau tahu bahwa kita akhirnya akan dijodohkan juga.Memilih pasangan sendiri itu salah.Hanya akan menyakitinya!” ucap Kim Joon,ia duduk di kursi panjang yang ada didekat mereka.

“Well…semuanya telah terlanjur,apa yang harus kulakukan sekarang?” Kim Bum menatap sahabat yang paling dekat dengannya itu untuk meminta saran. Kim Joon menatap Kim Bum balik

“Aku tak tahu…lagipula sekarang hubungan kalian sedang renggang.Dia akan cepat melupakanmu” kata Kim Joon

“Ah…benar juga…” Kim Bum kecewa.Maafkan aku…ucapnya dalam hati.Tak seharusnya ia dekat dengan seorang gadis secara serius,padahal ia tahu akhirnya mereka tak akan pernah bersatu

“Baiklah…curhat hari ini selesai sampai disini saja.Kau harus cepat pulang.Ibu mu pasti gelisah menunggu mu” Kim Joon mengakhiri pembicaraan mereka

“Ya…” jawab Kim Bum tak bersemangat,ia berjalan gontai di sebelah Kim Joon.Kim Joon menepuk pundak Kim Bum menenangkan hati sahabatnya itu

“Semuanya akan baik-baik saja” hiburnya.

“Kim Bum! Akhirnya kau pulang juga!” ucap ibunda Kim Bum lega,ia menghentikan mondar-mandirnya dan berjalan cepat kearah Kim Bum

“Cepat siap-siap.Kita akan segera pergi sedangkan kau masih berantakan begitu.Ingat! ini tentang kelangsungan perusaahan!” lanjutnya

“Maafkan aku…ibu…” ucap Kim Bum.Ia segera menuju kamarnya

Dikamarnya…

Kim Bum membuka jaketnya.Kemudian baju dan juga celana panjangnya.Ia mengambil handuk dan segera menuju kamar mandi.

Selesai mandi ia memilih-milih baju yang akan ia kenakan.Tiba-tiba pintu kamarnya dibuka,ia terkejut dan segera menoleh

“Kim Bum,malam ini kau pakai baju ini” ujar ibunya sambil berjalan mendekat

“Kenapa beli baju baru? Aku kan sudah punya banyak baju” Tanya Kim Bum tak senang

“Pakai sajalah…ini adalah malam yang penting.Kau harus tampil rapi” jawab ibunya sambil menyodorkan baru itu kepada Kim Bum.Kemudian ibunya langsung pergi.Saat ibunya mau menutup pintu Kim Bum memanggil ibunya

“Ibu…terima kasih” ucapnya sambil tersenyum.Ibunya tertegun lalu berkata

“Cepatlah bersiap-siap.Sudah hampir jam delapan” ujar ibunya,lalu menutup pintu kamar Kim Bum.Didalam tinggal Kim Bum sendiri.Ia mengamati baju itu untuk beberapa saat.Kemudian memakainya tanpa banyak cincong. Saat menatap dirinya di cermin,ia berusaha tersenyum

“Semuanya akan baik-baik saja” ia berusaha menghibur dirinya sendiri.

Kim Bum memasuki restoran bintang lima itu dengan gontai.Disebelahnya berjalan ibunya dengan tenang.Dari jauh tampak sosok seorang gadis bersama ayahnya dari belakang.Kim Bum menghela nafas berat

“Tenangkan dirimu Kim Bum! Jangan loyo begitu.Ingat! kau adalah penerus perusaahan Kim!” tegas ibunya sebelum mereka sampai ketempat ayah dan anak gadisnya itu.Kim Bum mengangguk pelan,kemudian memantapkan langkahnya

“Semuanya akan baik-baik saja” ucapnya pelan

“Selamat malam!” sapa ibunda Kim Bum kepada ayah gadis itu,mereka menoleh

“Ah…selamat malam,silahkan duduk!” ucap sang ayah,sedang Kim Bum memejamkan matanya sambil membungkukkan badannya member hormat. Ia berjalan lebih kedepan agar dapat duduk didepan ayah dan anak gadisnya itu. Wajah gadis itu menunduk dalam,tak memberikan Kim Bum kesempatan untuk melihat wajahnya

“Nak! Kenalkanlah dirimu dulu pada calon suamimu” ucap ayah gadis itu.Gadis itu mengangguk sambil tetap menunduk,dan ketika ia mengangkat wajahnya, wajah Kim Bum maupun gadis itu berubah seratus delapan puluh derjat dari sangat tak bersemangat menjadi sangat terkejut

“Ki…Kim Bum…” ujar gadis itu syok

“So Eun?” ucap Kim Bum pelan,tak kalah syok nya…

***

Flash back…

Kim Bum membaca bukunya dengan santai.Bahkan terkesan sangat santai,kakinya sengaja dijulurkan panjang dengan satu kaki ditekuk.Kepalanya bersandar pada pohon maple yang daunnya mulai rontok karena telah hampir memasuki musim gugur.Ia tak mengacuhkan semua teriakan dan mata-mata yang menatap lekat padanya.

Tiba-tiba…

Duk! Satu bola basket melesat cepat kearahnya,tapi dengan mudah ia bisa menagkap bola itu

“Plok! plok ! plok! plok!” terdengar  tepukan tangan yang santai

“Kau masih hebat seperti dulu Kim Bum!” satu suara terdengar yang jelas tertuju padanya.Ia menoleh kearah suara itu dan tersenyum senang bercampur surprise

“Kim Joon! Kapan kau pulang?” tanyanya senang seraya berjalan dan memeluk sahabatnya yang telah lama menetap di Perancis itu.

“Hem…sebenarnya aku sudah sampai dirumah sejak kemarin”

“Wah…tega sekali kau tak memberi tahu ku!” ucap Kim Bum sambil pura-pura marah

“Kudengar kau sibuk.Lagipula aku ingin membuat surprise untuk sahabat kecilku ini” ujar Kim Joon menenangkan Kim Bum

“Baiklah,kali ini kau kumaafkan.Tapi kalau besok kau tak memberi tahu ku lagi,aku tak akan mau menjadi temanmu lagi!” ancam Kim Bum

“Kau sama sekali tak berubah…masih Kim Bum kecil yang suka mengancam” goda Kim Joon.Kim Bum tertawa

“Ha ha ha… aku tak akan pernah berubah.Baiklah…bagaimana kalau sekarang kau keruanganku? Kita bisa berbincang sambil minum kopi” tawar Kim Bum

“Tawaran yang menarik” jawab Kim Joon sambil berjalan disebelah Kim Bum

Diruangan Kim Bum…

“Bagaimana sekolahmu? Apa sudah selesai?” Tanya Kim Bum sambil menyodorkan segelas kopi hangat kearah Kim Joon.Kim Joon menerimanya, lalu menyeruputnya sedikit

“Sekolahku baik-baik saja.Aku tamat dengan nilai yang sangat memuaskan. Bagaimana dengan mu? Kudengar kau dapat masalah” Kim Joon balik bertanya. Kim Bum menghela nafas berat

“Hanya masalah kecil.Tak perlu dirisaukan”

“Masalah seperti apa?”

“Ah…tak perlu dipikirkan,hanya seorang anak miskin yang berani-beraninya menentangku.Sekarang anak itu sudah kembali ke kampung halamannya. Mungkin sudah jadi petani,atau pengantar makanan” jawab Kim Bum santai. Kim Joon geleng-geleng kepala

“Kau harus mengubah sikap mu yang sok berkuasa itu Kim Bum” katanya memberi nasehat

“Ah…kau juga masih suka menceramahiku.Sudahlah…kita bicara yang lain saja.Sekarang apa rencanamu? Apa kau ingin balik ke Perancis atau menetap disini?”

“Entahlah…tapi untuk sementara waktu aku hanya ingin istirahat disini”

“Ide yang bagus! Bagaimana kalau malam ini kita ke club lagi? Seperti dulu.Selama kau pergi aku tak pernah lagi pergi ke club-club” usul Kim Bum

“Tak usah…aku tak suka lagi pergi ketempat-tempat seperti itu… Bagaimana kalau kita pergi ke festival akhir musim panas ini?”

“Wah…sekarang kau jadi alim ya?” Tanya Kim Bum

“Ya…dengan begini hidupku menjadi lebih tenang”

“Yasudah dech!…aku ikut saja!” kata Kim Bum

“Dari dulu kau memang selalu ingin mengikutiku saja” kata Kim Joon nostalgia

“Ha ha ha… itu karena kau lebih tua dariku”

“Nah…sebagai adek yang baik,bagaimana kalau kau menerima saranku ini” ujar Kim Joon

“Kalau kau mau membuat kopi,banyakkan lah cream nya sedikit lagi. Kopi mu terlalu pahit!”

“Tuh kan…mulai lagi ceramahnya!” gerutu Kim Bum.Kim Joon tersenyum saja, ia kembali menyeruput kopinya.

***

          Kim Bum turun dari mobilnya disusul dengan Kim Joon. Mereka mengamati sekeliling,tampak orang yang dari tadi asyik lalu lalang sekarang malah menatap mereka dengan kagum

“Wah!…itu kan Kim Bum dan Kim Joon!”

“Pewaris perusaahan besar itu ya?”

“Yang sering keluar di TV kan?”

“Ah…iya…kenapa dia ada disini?”

“Entahlah…”

“Bodoh! Tentu saja menikmati akhir musim panas ini donk!”

“Kudengar Kim Bum tak suka acara yang seperti ini”

“Kalau dengan Kim Joon dia pasti mau!” balas yang lainnya. Begitulah… celotehan-celotehan tentang mereka bermunculan.Kim Joon tersenyum kepada semua orang yang melihatnya,sedang Kim Bum diam saja

“Akh!…mereka berisik sekali!” keluh Kim Bum

“Kau harus lebih banyak bergaul dengan orang-orang Kim Bum.Jangan sendiri-sendiri saja! Kalau begitu nanti kau akan susah menjalankan perusaahan”

“Ya…ya…aku tahu!” jawab Kim Bum.Lalu mereka berjalan maju

“Kita mau kemana?” Tanya Kim Bum

“Jalan-jalan” jawab Kim Joon singkat

“Cuma jalan-jalan saja?” Tanya Kim Bum

“Tidak juga…Nanti kalau kita tertarik pada sesuatu,contohnya makanan atau permainan,kita bisa berhenti dulu untuk membeli atau memankannya” terang Kim Joon

“Oh…begitu” ujar Kim Bum paham.Kemudian mereka melihat-lihat sekeliling,dan Kim Bum mulai menikmatinya.

***

           “Hei lihat yang disana itu!bagaimana menurutmu gantungan kuncinya? Itu bisa jadi koleksi yang bagus!” ujar Kim Joon

“Baiklah…kau ingin membelinya?” Tanya Kim Bum

“Ya…aku ingin membelikannya untuk Sin Hye” jawab Kim Joon

“Kalau begitu ayo kita kesana!” ujar Kim Bum dan berjalan mendahului Kim Joon.

Kim Joon sedang asyik memilih-milih gantungan kunci dan akhirnya menemukan gantungan kunci yang bagus bertulisan soulmate.

“Ah…aku mau beli yang ini” ucapnya.Tetapi saat tangannya bergerak untuk mengambilnya,tanggannya menyentuh tangan lain yang juga ingin mengambil gantungan kunci itu

“Eh?…” ucapnya.Ia mengadahkan pandangannya pada pemilik tangan itu,ternyata seorang gadis muda yang kira-kira seusia Kim Bum

“Ah…kau juga ingin membeli gantungan kunci ini ya?” tanyanya kecewa

“I…iya” ucap Kim Joon

“Sayang sekali! Aku sangat ingin memilikinya” ujar gadis itu kecewa

“Tidak bisa! Kim Joon lebih dulu melihatnya” ujar Kim Bum tiba-tiba

“Hah? Kau siapa?” Tanya gadis itu tak suka

“Huh! Kau yang siapa! Enak saja kau juga menginginkan benda yang sama dengan Kim Joon! Memangnya kau ini apa!” ujar Kim Bum sinis

“Eh? Kau mau tahu aku siapa?” tantang gadis itu

“Tidak! “ jawab Kim Bum ketus.Gadis itu menjadi jengkel sekali

“Walaupun kau tak ingin tahu aku kan memberi tahu mu! Aku Kim So Eun! Seorang manusia! Tahu! Memangnya kau tak bisa melihat aku manusia pake acara nanya lagi!” ketusnya.Kim Bum juga jadi kesal

“Pokoknya Kim Joon lebih berhak memilikinya dari pada kamu!” ujarnya seraya mengambil gantungan kunci itu,tapi gadis itu juga mempunyai pikiran yang sama dengan Kim Bum.Ia mengambilnya lebih cepat dua detik dari pada Kim Bum

“Eh? Kembalikan!” ucap Kim Bum

“Enak saja! Aku lebih dulu mengambilnya!” ujar gadis bernama So Eun itu sambil menyibir.Melihat itu Kim Bum bertambah kesal.Ia menarik tangan gadis itu dan berusaha merebut gantungan kunci itu.Tapi rupanya gadis itu kuat juga,ia menepis tangan Kim Bum berkali-kali

“Ugh!…kau gadis yang sangat keras kepala!” ujar Kim Bum kesal

“Kau laki-laki yang tak mau mengalah! Menyebalkan!” balas gadis itu,ia mendekap gantunagn kunci itu dengan kuat didadanya

“Berikan gantungan kuncinya!” perintah Kim Bum marah

“Tidak akan!” jawab gadis itu lantang.Tiba-tiba…

Tanpa sengaja tangan Kim Bum menyentuh dada gadis itu,tentu saja gadis itu terkejut,lalu dengan berapi-api ia berteriak

“Laki-laki kurang ajarrrr!!!!…..!”

Plak!…satu tamparan kuat mendarat diwajah Kim Bum

“Awww!!!…” jerit Kim Bum terkejut.Kim Joon yang melihatnya ikut terkejut

“Huh! Berani-beraninya kau menyentuhnya!” teriak gadis itu marah. Saat Kim Bum ingin membalas teriakan gadis itu Kim Joon melerai

“Sudah! Sudah! Kalian berdua seperti nak kecil saja! Lihat! Gantungannya jadi putus” katanya sambil melirik gantungan yang sudah terpisah menjadi dua bagian itu

“Supaya adil begini saja,bagian kepalanya akan menjadi milik mu So Eun,dan selebihnya untuk Kim Bum” ujarnya memberi saran

“Tapi aku memperjuangkannya untukmu,Kim Joon!” ucap Kim Bum

“Terima kasih.Tapi kau sudah susah payah ingin memilikinya.Untukmu saja.Aku akan membelinya untuk kalian” lanjut Kim Joon lagi

“Huh! Temanmu begitu baik,kenapa kau seperti setan begini!” ucap So Eun kesal

“Apa katamu? Setan?!” Kim Bum mau meledak lagi,untung Kim Joon cepat-cepat menenangkannya

“Sudah…sudah Kim Bum.Kalian dilihat semua orang!” ujarnya

“Terima kasih Kim Joon!” ucap So Eun sambil membungkuk memberi hormat

“Sama-sama” balas Kim Joon,sedang Kim Bum masih cemberut

“Baiklah…aku pergi dulu…sekali lagi terima kasih!” ucap So Eun lagi sebelum benar-benar pergi

“Ya…” balas Kim Joon.

“Huh! Kenapa kau membelanya?” Tanya Kim Bum kesal

“Aku tidak membela siapa-siapa?” jawab Kim Joon

“Baiklah…sekarang apa yang kau inginkan?” lanjut Kim Joon

“Kita pulang saja…Aku tak ingin bertemu dengan gadis itu lagi!” jawab Kim Bum.Jelas sekali ia masih sangat kesal.

Dikamarnya,Kim Bum melepas jaketnya,saat itu ia baru teringat akan gantungan kunci yang setengah menjadi miliknya itu,lalu ia membuangnya begitu saja kebawah meja belajarnya.Nanti pagi juga akan disapu pembantu pikirnya.

***

Kim Bum melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas,saat itu jugalah semua mata langsung tertuju padanya.Tapi seperti biasanya,ia tak pernah mengacuhkannya,tetap cuek!

“Hai Kim Bum!” sapa seorang gadis padanya yang ternyata adalah Sin Hye. Kim Bum menoleh,dan tersenyum.Semua orang terkejut dan terpana,tidak biasanya,jangan-jangan…

“Hai Sin Hye…bagaimana kabarmu?” sapanya ramah.Sin Hye terkejut,mendengar sapaannya dibalas,tapi ia senang

“Well…aku baik-baik saja.Bagaimana denganmu? Tumben kau ramah begini”

Kim Bum tersenyum lagi

“Ada yang inggin kubicarakan denganmu” katanya tampa menjawab pertanyaan Sin Hye.Sin Hye tembah heran,tapi juga jadi GR!. Jangan-jangan…Kim Bum suka lagi padaku! Pikirnya

“A…apa itu?” tanyanya sedikit gugup

“Aku tak bisa mengatakannya sekarang.Tapi nanti sepulang sekolah akan kuberitahu” jawab kim Bum sok rahasia.Sin Hye bertambah penasaran

“Kenapa tidak sekarang saja?”

“Karena aku hanya ingin mengatakannya padamu!” jawab Kim Bum lagi

“Well…baiklah!” Sin Hye melangkahkan kakinya menjauhi Kim Bum

***

“Anak-anak…sekarang kita kedatangan seorang murid baru…biar dia memperkenalkan dirinya sendiri” ucap wali kelas yang kebetulan mengajar pada jam pertama itu

“Silahkan masuk!” ucap guru itu lagi sambil melihat keluar pintu.Murid-murid jadi penasaran seperti apa bentuk anak baru ituPerlahan dari luar kelas masuklah seorang gadis,penampilannya langsung membuat terkejut seluruh kelas

“Selamat pagi!” sapanya sambil menundukkan badan.Kim Bum cuek,bahkan tak melirik sedikitpun kearah anak baru itu

“Baiklah…sekarang perkenalkanlah dirimu” perintah guru itu pada gadis yang baru masuk tadi

“Nama saya Kim So Eun…teman-teman bisa memanggil saya So Eun.Saya pindahan dari SMA Putri Quita . Mudah-mudahan kita bisa menjadi teman  baik!” ucapnya mengakhiri perkenalan sambil sakali lagi membungkukkan tubuh.Kim Bum terkejut saat mendengar nama gadis itu dan cepat-cepat menoleh

“Baiklah…kau duduk disebelah Kim Bum.Ji Yeon,kau pindah ke belakang” perintah guru itu.Ji Yeon membereskan semua buku-bukunya dengan sedih,padahal ia senang duduk disebelah Kim Bum

“Bye Kim Bum…” ucapnya,tapi Kim Bum tak menanggapinya sama sekali,ia mengamati So Eun.So Eun berjalan mengisi tempat duduk disebelah Kim Bum

“Kau…pakai kacamata?” tanya Kim Bum begitu So Eun duduk.So Eun terkejut dan menoleh kearah Kim Bum

“Kau…orang yang tadi malam!” ia tak kalah terkejutnya

“Ke…kenapa kau ada disini?” lanjutnya lagi

“Bodoh! Seharusnya aku yang Tanya,kenapa kau ada disini!” Kim Bum bertanya dengan kesal

“Apa salahnya aku ada disini! Sekolah ini kan bukan punyamu!” jawab So Eun dengan kesal juga

“Tidak! Orang tuaku yang punya sekolah ini!”

“Orang tua mu!bukan kamu!” jawab So Eun lagi,lalu menatap kedepan kelas,mengikuti pelajaran

***

So Eun berjalan kearah kantin sekolah.Sesampainya disana ia menyapa pemilik kantin dengan ramah

“Selamat siang!” ucapnya.Pemilik kantin itu menoleh kearah So Eun  dan tersenyum ramah

“Hai! Kau mau pesan apa?” todongnya

“Em…aku tidak inggin membeli apa-apa.Bolehkah aku bekerja disini? Kulihat tadi kau kerepotan sendirian bekerja” terang So Eun.Pemilik kantin itu melongo pasalnya jangankan bekerja dikantin,murid-murid sekolah ini saja menyemir sepatu mereka sendiri saja tak mau

“Em…tidak boleh ya?” Tanya So Eun lagi

“Ah…bukan begitu.Aku tak tahu ada murid di sekolah ini yang ingin bekerja.Kau murid baru ya?” tanyanya

“Iya…aku pindahan dari SMA Putri Quita”

“Hem…apa kau tak malu bererja disini?”

“Untuk apa malu?aku akan senang bekerja disini!” jawab So Eun ringan.

“Kau mau dibayar berapa?” tanyanya

“Urusan gaji itu bisa diatur.Yang penting kau lihat dulu bagaimana aku bekerja!” So Eun bersemangat.Pemilik kantin itu tersenyum senang

“Baiklah! Perkenalkan! Namaku Wang Laoji!.Kau harus memanggilku paman Karena kau sudah tua!”

“Namaku Kim So Eun! Paman bisa memanggilku So Eun! Aku akan bekerja dengan baik!” ucap So Eun bersemangat

“Baiklah! Sebelum kerja pakailah ini!” ucap paman Laoji dulu,ia menyerahkan cemelek bermotif petak-petak  dan berwarna merah pada So Eun

“Ini adalah cemelek keberuntunganku! Kau akan beruntung kalau memakainya!”

“Wah! Terima kasih!”

“Ya! Sama-sama! Sekarang tugas pertamamu dalah mengantarkan makanan ke meja-meja!”

“Yupz…beres bos!” jawab So Eun girang.Akhirnya ia dapat pekerjaan!

Tapi lama ia menunggu,tak seorangpun yang datang ke kantin itu,setelah ia amat-amati,ternyata semua murid sekolah itu jajan ke sebuah kantin…eh…tak biasa dikatakan kantin,karena bentuknya sangat bagus dan jauh lebih besar daripada kantin tempatnya bekerja,seperti restoran

“Paman…kenapa tak ada satupun pelanggan?” Tanya So Eun

“Em…eh…begitu ya…memang benar kantin ini sepi pelanggan.Semua murid berbondong-bondong datang ke kantin yang besar diseberang sana itu!.Pdahal paman yakin sekali masakan dikantin ini jauh lebih enak! Tapi tenang saja! Baru-baru ini paman mendapat seorang pelanggan,ia selalu datang tepat pukul satu” jawab paman itu panjang lebar

“Hanya satu orang?” Tanya So Eun memastikan

“Ya…kecuali hari ini.Kau juga lihatkan? Hari ini orang lumayan banyak yang datang sampai orang itu pergi,karena orang itu membawa temannya kemari! Temannya itu terkenal disekolah ini!ia anak pemilik sekolah ini”

“Owh…Kim Bum maksudnya?”

“Ah…ya…ya…itulah teman yang dibawanya”

“Huh! Apa istimewanya orang itu!” dengus So Eun sebel

“Tampaknya anak itu pembawa keberuntungan,buktinya saat ia datang kemari pelanggan paman langsung banyak”

“Tapi dimataku ia hanya seperti seorang anak manja!” ucap So Eun.Ia menganbil sesuatu dari kantong roknya, bagian atas sebuah gantungan kunci…

***

          Sepulang sekolah…

“Kim Bum! Kim Bum!” panggil Sin Hye,ia berlari mengejar Kim Bum.Kim Bum menoleh

“Ah…akhirnya kau berhenti juga.Apa sich yang ingin kau bicarakan itu?” Tanya Sin Hye penasaran

“Owh…yang itu…aku Cuma mau bilang Kim Joon sudah kembali dari Perancis. Kau belum tahu mengenai hal itu kan?” Tanya Kim Bum memastikan

“Hem…jadi itu…kalau hanya itu sich…kenapa harus diberi tahu kepadaku?” Sin Hye cuek

“Apa maksudmu?” Kim Bum tak suka Sin Hye sinis begitu pada Kim Joon.

“Kukira kamu mau bilang sesuatu yang special”

“Sesuatu yang special? Maksud mu?”

“Misalnya…kamu…” Sin Hye malu, ia mengalihkan pandangannya kesekitar tempat itu,tampak banyak murid yang  lalu lalang

“Misalnya kamu bilang suka atau sejenisnya” tanpa basa basi lagi

“Huh…aku tak kan suka pada seseorang yang sinis pada sahabatku!” ucap Kim Bum,lalu ia berlalu dari hadapan Sin Hye tanpa permisi

“Ah…Kim…Bum…” panggil Sin Hye,tapi Kim Bum tak ingin mendengarnya lagi dan terus berjalan…

***

Esoknya…

“Paman! Paman bangkit donk!” baru saja waktu istirahat masuk So Eun sudah menggemparkan kantin paman Laoji

“Ah…ada apa?” Tanya paman Laoji bingung.Ia yang sedang asyik tiduran diatas kursi panjang yang ada disana langsung jatuh

“Ugh…paman bagaimana sich! Kita kan mau jualan”

“Yah…percuma saja.Kau juga lihat tak seorangpun pelanggan yang datang! Huh…padahal mereka tahu makanan disini lebih enak!”

“Makanya…itu yang harus kita perbaiki paman!”

“Maksudnya?”

“Kita akan membedah kantin paman ini!” ujar So Eun bersemanagat sambil merentangkan kedua tangannya

“Hah? Kamu ngaur ya? Uang dari mana?” ujar paman Laoji sambil menggaruk-garuk kepalanya

“Hem…benar juga ya!” kini So Eun yang gantian bingung

“Hem…gimana ya!” kata paman Laoji ikut-ikutan berfikir.Tiba-tiba

“Permisi!” sebuah suara mengalihkan perhatian paman Laoji dan So Eun

“Ah…ini dia pelanggan setiaku!” ucap paman Laoji senang mengetahui siapa yang datang.Ia cepat-cepat membuat makanan

“Kau pesan bubur seperti biasa kan?” tanyanya

“Ya!” jawab orang itu

“Sekarang kau akan dilayani oleh seorang gadis cantik! Kau pasti senang!” ucap paman Laoji

“So Eun! Kemarilah! Kau harus mengantarkan ini kepada pelanggan pertamamu!” lanjutnya lagi

“I…iya..” ucap So Eun.Rasanya ia mengenal orang itu…pikirnya.Saat mengantarkan bubur benar saja ia mengenalnya

“Kim Joon ya?” tanyanya.Orang itu menoleh

“Eh…kau gadis yang malam itu…” ucapnya

“Jadi kau masih mengenalku?” Tanya So Eun senang

“Ah…tentu saja!…mana bisa aku lupa sedangkan Kim Bum asyik mengomel tentangmu selama perjalannan pulang”

“Huh! Anak itu dimana-mana sama saja! Sombong!” dengus So Eun sebel

“Oh ya…kau sekolah disini kan? Kau pasti mengenalnya”

“Ya!…kursinya tepat disebelahku” jawab So Eun

“Coba kutebak! Kalian pasti sering bertengkar!” kata Kim Joon

“Tidak juga! Kami tak saling menyapa!” jawab So Eun lagi

“Sayang sekali…padahal ia sahabat yang baik jika sudah dekat” ujar Kim Joon

“Sungguh?! Aku tak yakin ia bisa menjadi teman yang baik! Ia pasti sering memberi perintah ini itu”

“Tidak kok! Aku senang menjadi temannya.Ia setia kawan”

“Begitu…Kukira ia selalu kejam!”

“Ha ha ha! Kau ini” Kim Joon tertawa mendengar perkataan So Eun.So Eun tersenyum senang.Tampaknya Kim Joon orang yang menyenangkan! Pikirnya

“Wah!…apa kau suka dengan karyawanku yang baru ini?” Tanya paman Laoji yang ikut nimbrung

“Ya! Ia orang yang menyenangkan!”

“Kau terlalu memuji” kata So Eun tersipu.

Tiba-tiba…

“Kim Joon! Disini kau rupanya!” ucap Kim Bum.Ia berdiri dipintu kantin itu

“Ah…Kim Bum!…kemarilah,kami sedang asyik mengobrol!” ucap Kim Joon

“Em? Kau juga disini! Nenek lampir!” kata Kim Bum terkejut melihat So Eun.So Eun juga terkejut dengan perkataan Kim Bum

“Apa katamu? Nenek lampir?”

“Ups!” Kim Bum berpura-pura seperti orang keceplosan

“Huh! Kalau aku kau bilang nenek lampir! Aku akan memanggilmu kakek lampir!” ucapnya keras

“Apa? Kakek lampir! Enak saja! Kau harus belajar berbicara sopan!”

“Kau juga begitu!” So Eun marah

“Kau!” Kim Bum ingin meledak,tapi untunglah Kim Joon langsung melerainya

“Sudahlah Kim Bum…kau seperti anak-anak saja!”

“Ah…kau mulai ceramah lagi!” keluh Kim Bum

“Huh! Apa enaknya bersahabat dengan orang ini!” ucap So Eun sambil duduk disebelah Kim Joon

“Apa katamu?!” Kim Bum jengkel

“Ah…apa ya? Aku lupa!” jawab So Eun sambil mencibir.

“Ugh! Anak ini!” Kim Bum berusaha menahan amarahnya

“Wah wah wah! Kalian serasi sekali!” celutuk paman Laoji tiba-tiba

“Apa?! Aku? Dengan nenek lampir ini?” ujar Kim Bum terkejut

“Enak saja! Aku tak mau!” lanjutnya lagi

“Em…bukan kamu kok! Tapi Kim Joon dan So Eun!” ucap paman Laoji

“Huuu!…dasar ke-GR an!” kata So Eun sambil tertawa

“Hu uh!” Kim Bum cemberut.Ia duduk disisi Kim Joon sebelah kanan,sedangkan So Eun disebelah kiri Kim Joon

“Tapi benar kok! Kalian cocok!” puji paman Laoji lagi

“Ah..paman ini ada-ada saja!” pipi So Eun memerah.Ia melirik kearah Kim Joon sedikit.Tapi tampaknya Kim Joon diam saja,ia jadi kecewa

“Ya sudah…Kim Bum,kau mau pesan apa?” Tanya paman Laoji

“Em…aku pesan mie” kata Kim Bum setelah berfikir beberapa saat

“Mie? Kau suka mie?”

“Tentu saja! Tak boleh ya?” ujar Kim Bum cuek

“Huh! Heran saja melihat orang sepertimu suka makanan orang kecil” kata So Eun.Ia segera  mengambil mie yang telah disediakan paman Laoji

“Silahkan!” ucapnya,tapi tak ramah sama sekali

“Hei! Kau pelayan yang sombong sekali! Tentu saja semua pelangganmu lari!” kata Kim Bum

“Apa katamu?” baru saja So Eun hendak naik pitam,tiba-tiba…

“Wah!…Kim Bum makan disana! Kita kesana yuk!”

“Eh!…lihat itu Kim Joon dan Kim Bum! Kita kesana yuk!” kata yang lainnya. Dalam sekejap banyak orang yang berdatangan

“Wah! Aku pesan bubur seperti Kim Joon!”
“Kalau aku mie seperti Kim Bum!

“Aku pesan dua-dua nya!”

“Aku mau jus jeruk!”

“Kalau aku mau lemon tea!” pesanan datang bertubi-tubi

“Ah…iya…sabarlah…semuanya akan dilayani!” So Eun terkejut tiba-tiba kantin menjadi penuh.Sekarang ia menjadi sibuk bekerja,lupa dengan marahnya karena terlalu senang.Kesibukan itu berlangsung selama dua puluh menit,ia asyik mondar-mandir kesana kemari.Kim Joon mengamati So Eun dari jauh,kemudian ia tersenyum,entah untuk apa

“Kau kenapa? Apa dia begitu menarik bagimu?” Tanya Kim Bum sambil mengikuti arah pandangan Kim Joon

“Ah…cobalah kau fikirkan.Adakah siswa di sekolah ini yang mau melakukan hal yang sama dengannya? Tanpa minder sama sekali?”

Kim Bum ikut mengamati So Eun.Anak itu sedang asyik mengantar-antar makanan sambil tersenyum pada semua pelanggan.Ia asyik sekali mengamati So Eun,sampai lupa memakan mie nya

“Hei Kim Bum! Kau kenapa?” sekarang gantian  Kim Joon yang menanya

“Kau terpesona ya?” lanjutnya menggoda

“Apaan sich! Mana mau aku sama nenek lampir!” Kim Bum kembali menekuni mie nya,sedang Kim Joon masih mengamati So Eun.Sesaat matanya dan So Eun bertemu,kemudaian mereka mengalihkan pandangannya cepat-cepat.Wajah So Eun memerah.Sebenarnya Kim Bum melihatnya,tapi ia cuek saja

“Lama-lama tampaknya kau menyukainya Kim Joon!…bagaimana dengan Sin Hye?” celutuk Kim Bum tiba-tiba

“Kalau aku senang melihatnya belum tentu aku suka kan?” kilah Kim Joon

“Kau yang harus berhati-hati… benci itu bisa menjadi benar-benar cinta lho!” lanjutnya

“Ah!…tak mungkin! Dengan nenek lampir seperti dia!” Kim Bim menyibir.Kim Joon tersenyum saja

***

          So Eun merebahkan dirinya diatas kasur,ia memejamkan matanya sesaat.Kemudian ia bangkit dan mengeluarkan uang yang ia peroleh dari gajinya dari dalam laci.Ia menghitungnya dengan hati-hari.

Huuuff…masih jauh dari dua juta won! Ucapnya.Kemudian ia mulai menghibur dirinya,tenanglah…kau kan mencari kerja lagi…jualan apa…Ia berfikir sebentar,lalu mengambil tasnya,memasukkan uang itu kembali ke dalam laci,dan melangkah keluar rumah…

“Permisi…bolehkah saya bekerja disini…???” tawar So Eun saat memasuki sebuah toko yang menjual berbagai busana untuk laki-laki dan perempuan. Sebenarnya terlalu mewah untuk dibilang toko…Seorang gadis keluar dari balik tirai yang membatasi antara ruangan tempat So Eun berdiri dan ruangan lainnya.

“Apa kau punya skill…???” Tanya gadis itu dingin

“Apa harus di tes dulu…???” tantang So Eun

“Bila bertemu dengan pelanggan apa yang akan kau lakukan…???” Tanya gadis , tampaknya ia tak suka basa basi

“Tentu saja melayaninya dengan baik…menyarankan padanya barang-barang yang akan dibelinya,mengambilkan apapun yang dimintanya…” perkataan So Eun terputus karena gadis itu memotong

“Kemarilah…”

So Eun mendekat,dengan sigap gadis itu mengukur pinggang So Eun,tingginya ,dan bertanya

“Berapa berat badanmu…??”

“Aku…???” So Eun menunjuk dirinya sendiri.Gadis itu mengangguk

“58 kg…” jawabnya

“Selamat….kau ditolak” ucap gadis itu sambil tersenyum tipis

“A…apa..??” So Eun terkejut

“Skill mu memang kelihatannya bagus…tapi tubuhmu tidak professional…”

“Apa menjaga toko membutuhkan tubuh yang professional…??? Memangnya disini jual apa??? Hanya baju kan?” serang So Eun  bertubi-tubi

“Bagaimana jika pelanggan ingin melihat model baju itu ketika dikenakan dan enggan mencebonya… melihatmu memakainya bisa-bisa baju yang sebenarnya bagus tak bagus ditubuhmu” jawab gadis itu tenang.So Eun terdiam

“Huh! Tubuhmu juga tidak bagus!” ucapnya kesal,saat ia ingin melangkah keluar toko,ia menabrak seseorang

“Aaawww…!!!” jeritnya tertahan,ia terjatuh.tentu saja tubuh orang itu jauh lebih besar dari pada tubuhnya

“Huh…!!! Jalannya pake mata donk!” sahut orang yang So Eun tabrak kesal

“Mana bisa! Aku jalan selalu pakai kaki!” bela So Eun

“Kau ini…!!!” orang ia menoleh kearah So Eun,dan ia menjadi benar-benar terkejut

“So…So Eun…” ucapnya pelan

“Kim Bum…” So Eun tak kalah terkejutnya

“Sedang apa kau disini..??? beli baju ya?” tanya Kim Bum

“Tak kusangka…padahal dari tampangmu kau tidak punya uang” lanjutnya

“Apa…???!!!” So Eun kesal,tapi ia segera menghirup nafas panjang menenangkan hatinya

“Tidak…aku kesini melamar pekerjaan…” sahut So Eun tenang

“Dan aku sudah ditolak…” lanjutnya lagi,lalu cepat-cepat berdiri dan meninggalkan toko itu.Kim Bum tertegun,jelas sekali ekspresi kekecewaan membayang di wajah So Eun.Ia menatap gadis yang ada didepannya Yoona, asisten toko ini.Yoona menunduk

“Kenapa kau menolaknya…???” Tanya Kim Bum…

***

          So Eun berjalan menelusuri trotoar.Ia menendang kerikil yang ada dihadapannya

“Huh…ternyata menyari pekerjaan itu sulit ya!” gumamnya dalam hati.

“Akh…!!! Kenapa sulit begini…??? Aku sedang butuh uang agar bisa cepat kembali ke rumah…!!!” pekiknya,orang-orang yang berjalan disekitar situ langsung melihatnya bingung,ia menjadi malu dan menunduk lagi

“Untuk apa…???” tiba-tiba saja sebuah suara menyahut dari arah belakang,So Eun menoleh

“Ki…Kim Bum… apa yang kau lakukan disini?” So Eun gugup

“Aku mencarimu…kau perlu uang untuk apa?” Tanya Kim Bum lagi

“Eh…i…itu…tak bisa kukatakan padamu…pokonya aku sedang butuh uang” jawabnya gugup

“Kenapa gugup begitu…??? Aku bisa memberimu pekerjaan” kata Kim Bum

“Eh…??? Benarkah??? Kau tak bohong kan…??? Pekerjaannya baik kan?” todong So Eun

“He…heeeiii…!!! Tentu saja! Kau kira aku orang yang seperti apa memberimu pekerjaan yang tidak baik!” Kim Bum tersinggung

“Ah…tidak…terima kasih ya…” So Eun senang sekali

“Kapan aku mulai kerja…???” lanjut So Eun  lagi

“Kau tak Tanya berapa bayaran yang harus kau peroleh dulu?” Kim Bum bingung

“Tidak…”

“Tapi kan kau sedang butuh uang”

“Itu benar…tapi aku tidak mau menerima uangnya dulu sebelum kau melihat begaimana pekerjaanku…jika kau anggap itu baik kau boleh membayarku mahal,dan jika kau anggap pekerjaanku buruk kau boleh membayarku sedikit atau bahkan memecatku!” jelas So Eun

“Begitu ya…kalau begitu pekerjaanmu jelek sekali…aku memecatmu” canda Kim Bum

“Haaahhh…??? Mana bisa begitu! Aku kan belum mulai kerja!” protes So Eun

“Ha ha ha… bercanda kok!”

“Kalau begitu boleh aku tahu apa pekerjaanku itu…???” Tanya So Eun dengan mata berbinar

“Kau harus jadi asistenku…mulai besok kan kita libur musim gugur…aku mau pergi liburan dan butuh asisten untuh mengurusi semua keperluanku…”

“Apa kau berlibur ke tempat yang jauh…???” Tanya So Eun lagi

“Ah…jangan banyak Tanya! Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar! Jangan lupa berpakaiyanlah yang modis…aku tak ingin punya asisten yang penampilannya jelak!” ujar Kim Bum

“Eh…tapi…” So Eun mau protes lagi

“Sekarang apa lagi?” Tanya Kim Bum

“Maaf…aku tak punya uang untuk beli baju yang bagus…” So Eun menunduk

“Sudah kuduga…” ujar Kim Bum tersenyum.So Eun melihat Kim Bum dengan tatapan bingung

“Ini untukmu! Besok kau akan kujemput jam sepuluh!…hari pertama ini kau pakai baju yang warna biru ya!” pesan Kim Bum

“Okey! Terima kasih banyak ya! Aku akan menjadi asisten yang baik!” ujar So Eun semangat

“Baiklah…aku mengandalkanmu!” ucap Kim Bum sambil masuk ke dalam mobilnya, dan mobil ferary warna oranye itu melaju membelah jalan kota yang padat…

***

          So Eun telah siap mandi.Kini ia sedang membongkar bungkusan yang Kim Bum berikan padanya kemarin

“Baju biru…baju biru…” ia mencari baju yang dimaksud Kim Bum

“Haaahhh…??? Ada dua baju berwarna biru…satu biru muda dan yang lainnya biru tua

“Yang mana ya?” So Eun mengamati kedua baju itu,eh…maaf ternyata gaun… (salah nulis dari awal…nggak apa-apa kan..???)

“Haaahhh…???” So Eun terkejut lagi saat melihat kedua gaun itu, sangat minim! Ia segera memeriksa gaun gaun serta baju-baju yang lainnya,semua gaunnya kebanyakan minim! Apa maksud Kim Bum…??? Ia mulai emosi dan kesal

“Apa maksudmu mebelikan ku gaun-gaun yang minim ini…???” kata So Eun emosi saat Kim Bum baru saja mengangkat telefon darinya

“Bahkan handukku saja jauh lebih sopan dari pada gaun-gaun itu!” lanjutnya

“Haaahhh…???? Aku juga tak tahu…bukan aku yang memilih semua gaun itu,tapi Yoona asisten toko tempat aku membeli baju itu,kau juga tahu kan?” terang Kim Bum

“Dan…jadi…” ujar So Eun terbata

“Dia juga yang menyuruhku untuk mengatakan padamu agar kau memakai gaun yang warna biru dulu…” lanjut Kim Bum

“Aku tak mau memakainya! Sungguh memalukan!” ujar So Eun buru-buru

“Eh…??? Apa maksud mu…??? Itu baju yang sedang modis saat ini! Jangan bikin malu dech! Kau kan mau menjadi asisten yang baik!” ujar Kim Bum

“Tapi…”

“Tak ada tapi-tapian…aku akan segera sampai disana dalam lima beals menit!” ujar Kim Bum memutuskan pembicaraan

“Huuuhhh…!!! Menyebalkan!” So Eun membanting Hp nya ke atas kasur. Kemudian menatap gaun itu satu per satu lagi.Ia ingat punya gaun berwarna biru juga di dalam lemari,tetapi tidak minim.Ia segera mamakai baju itu dan memasukkan semua barang-barangnya kedalam tas…Kim Bum tak akan tahu,ia kan belum melihat gaun-gaun ini…pikirnya

“Apa maksudmu dengan minim…???” Tanya Kim Bum bingung

“Tidak…ternyata aku salah…aku salah lihat” So Eun berbohong

“Huh…kau ini ada-ada saja” Kim Bum geleng-geleng kepala

“Jadi kau mau libur ke mana…???” Tanya So Eun

“New Caledonia…” jawab Kim Bum singkat

“Haahhh…??? Itu kan tempat aku menghabiskan liburan musim panasku tahun lalu!” ujar So Eun

“Kau pernah kesana?” Kim Bum bingung

“Eh…tidak…aku hanya bercita-cita suatu saat akan ke sana” So Eun berbohong lagi

“Begitu…kau hanya boleh mematuhi perintahku karena kau bekerja padaku!” pesan Kim Bum

“Beres boss…!!!” ujar So Eun senang karena ia sebenarnya sedang membayangkan berada di New Caledonia lagi…

***

          “Kim Joon… kau juga ikut libur bersama Kim Bum..???” Tanya So Eun saat melihat Kim Joon didekat pesawat yang akan mereka tumpangi

“Tentu saja…kami selalu berlibur bersama” jelas Kim Joon

“Dan sekarang bersamaku!” ujar Sin Hye yang tiba-tiba muncul dari belakang Kim Joon

“Kau anak kelas sebelah ya?” Tanya So Eun

“Haahh…??? Kau tak mengenalku??? Aku kan popular” Sin Hye heran

“Maaf…tidak” jawab So Eun santai

“Huh! Aku baru tahu ada orang yang tak mengenalku….katrok sekali!” Sin Hye sangsi

“Memangnya kamu artis ya..??? harus dikenal” So Eun tak mau kalah

“Apa katamu…??? Kau ini siapa sich! Seenaknya saja!” Sin Hye kesal

“Dia asistenku yang baru…namanya So Eun” ujar Kim Bum sambil memeluk So Eun dari belakang

“Waa…Kim Bum…!!! Kau menegjutkan saja!” So Eun syok

“Maaf…” ujar Kim Bum cuek

“Dn lagi,,,jangan memelukku lagi! Walaupun aku adalah asisten mu! Awas kalau macam-macam!” ancam So Eun.Kim Bum diam saja

“Yuk berangkat…” Kim Joon mengakhiri pembicaraan mereka saat itu,mereka segera masuk ke dalam pesawat

***

          “Waahhh….indahnya Caledonia…” ujar So Eun ceria saat menatap birunya laut,ingin rasanya ia segera berenang menyelami birunya laut,tapi… selalu ada kata tapi

“Jangan lupa…kau kemari untuk bekerja…” Kim Bum mengingatkan

“Ya aku tahu…” ucap So Eun ia menatap Kim Bum sambil tersenyum

“Tapi tak apa-apa kan kalau aku berenang sebentar…???” rayu nya

“Enak saja! Keja yang professional donk!” tolak Kim Bum

“Boleh kan saja…aku dan Sin Hye juga mau berenang di laut sekarang..” Kim Joon tiba-tiba datang

“Kim Joon…” ujar Kim Bum dan So Eun berbarengan,kemudian mereka saling menatap,dan mereka tertawa

“Kau meniruku ya?” Tanya So Eun GR

“Enak saja…” ujar Kim Bum

“Tak keberatan kan kalau asiatenmu ikut juga?” Kim Joon memastikan

“Yaahhh…kalau Kim Joon yang minta sich…” ujar Kim Bum akhirnya

“Yeee…!!! Terima kasih Kim Joon…kau memang baik!” puji So Eun

“Apa…??? Bukannya aku yang baik…??? Kan aku yang mengizinkanmu?” tanya Kim Bum

“Tapi karena Kim Joon meminta!” sahut So Eun

“Aku juga ingin ikut ke pantai! Kau harus tetap bekerja!” ujar Kim Bum

“Baiklah…” So Eun sewot

***

          So Eun membiarkan kakinya dibasahi ombak,ia berjalan tenang kearah bagian laut yang lebih dalam,dan kemudian melorotkan tubuhnya kedalam laut sambil menutup mata

“Hangatnya laut Caledonia…” bisiknya

“Tentu saja…ini kan  daerah tropis” Kim Bum tiba-tiba saja sudah berada disebelahnya

“Kim Bum…??? Kenapa ada disini!”

“Kami akan main voli dan kekurangan satu pemain…kau harus ikut!” ujarnya

“Tapikan aku ingin berenang!”

“Ini pekerjaan!” tukas Kim Bum

“Baiklah…” So Eun menyerah,ia segera keluar dari dalam laut,diikuti oleh Kim Bum

“Pakai kimono handukmu!” ujar Kim Bum

“Kenapa…???” So Eun sewot

“Aku tak mau melihatmu hanya memakai baju renang begitu!” jawab Kim Bum,wajahnya sedikit memerah…

“Huh! Baiklah…” jawab So Eun dan memakai kimono handuk nya

***

          So Eun mengikuti Kim Bum kemana-mana.Itu perintah Kim Bum… ia hanya melihat mereka bertiga,Kim Bum,Kim Joon,dan Sin Hye bersenang-senang.Sampai setelah makan malam

“Hei…nanti setelah makan ada yang ingin kusmpaikan” ujar Kim Bum

“Ada apa…??? Aku kan sudah bekerja dengan baik”

“Lihat saja nanti…” ujar Kim Bum.Setelah Kim Joon dan Sin Hye pergi meninggalkan ruang makan barulah Kim Bum bicara

“Ini…” ujarnya sambil menyerahkan satu amplop pada So Eun

“Apa ini…??? Apakah surat pemecatan…???” mata So Eun membelalak

“Tidak…ini gajimu…” ujar Kim Bum tenang

“Eh..??? kau bayar diawal..???”

“Ya…aku takut lupa membayarnya”

“Terima kasih…” ucap So Eun tulus,baru kali ini Kim Bum melihat wajah tulus So Eun,mukanya langsung memerah

“Kau tak menghitungnya lagi???” Tanya Kim Bum

“Tidak…aku percaya padamu…” ucap So Eun.

“Selamat malam…” ujar Kim Bum,ia ingin cepat-cepat menyudahi pembicaraan ini,entah kenapa ia menjadi salah tingkah didepan So Eun

***

          Pagi ini So Eun bangun tidur dengan cepat,ia segera mencuci muka dan pergi ke luar penginapan

“Udara segar bagus untuk pernafasan” pikirnya.Jam masih menunjukkan pukul 04:00.Tapi So Eun nekat berjalan menyusuri pantai.

”Sekarang suasana lautnya sangat terasa…” pikirnya lagi.Saat itulah ia melihat suatu sosok diujung garis pantai,sosok itu terlihat samar-samar tetapi So Eun yakin itu bukan hantu.Ia segera berlari ke arah sosok itu,ternyata Kim Bum…

“Kim Bum…apa yang kau lakukan disini pagi-pagi seperti ini?” Tanya So Eun

“So Eun…kau sudah bangun???” Kim Bum terkejut

“Ya…aku juga heran karena kau sudah bangun” ujarnya sambil duduk di bibir pantai

“Kenapa heran…???” Tanya Kim Bum,ia ikut duduk di sebelah So Eun.

“Kukira orang kaya pasti bangun kesiangan”

“Bodoh…kalau begitu mana bisa kaya…” jawab Kim Bum

“Aku senang sekali menjadi asistenmu…” celutuk So Eun.Kim Bum menoleh pada So Eun

“Soalnya kau baik sekali…walau agak menyebalkan sich…”

“Aku juga senang punya asisten sepertimu…kamu sebenarnya baik juga ya…dan walaupun aku suka mengatur-ngaturmu kau melaksanakan pekerjaanmu dengan baik”

“Terima kasih…dulu aku ingin sekali punya teman bicara seperti ini,,,tapi tidak pernah ketemu,katanya mungkin karena aku yang keras kepala dan sombong. Kau benar…aku memang keras kepala” ujar So Eun

“Aku juga…seperti katamu,,,aku memang menyebalkan…sahabatku saja suka kuatur…Aku senang punya sahabat seperti Kim Joon,aku heran kenapa ia mau menjadi sahabatku…padahal aku ini menyebalkan…”cerita Kim Bum

“Em…ini memang mungkin kedengaran konyol…tapi kamu mau kan jadi temanku…??? Dan mungkin…sahabatku..???” Tanya So Eun malu-malu…

“Pacar…” ucap Kim Bum

“Mauklah kau jadi pacarku…??? Sebenarnya sejak dulu aku sudah mulai menyukaimu…walaupun kau keras kepala,walaupun kau cerewet..walaupun kau…ah…aku tak tahu sejak kapan mulai suka padamu…” wajah Kim Bum memerah,enatah kenapa akhirnya ia berani mengatakan hal itu.So Eun tersipu, hatinya berdebar…Apakah ini adalah pernyataan cinta Kim Bum…??? Hatinya tak menentu,dan pipinya makin memerah

“Tidak mau ya..??” ujar Kim Bum pelan

“Siapa bilang…a..aku mau kok!” kata-kata itu akhirnya keluar juga,So Eun terkejut juga dengan apa yang ia ucapkan

“So Eun…aku mencintaimu…” ucap Kim Bum lembut,ia memegang tangan So Eun dan menatap mata So Eun dalam

“Aku juga…mencintai Kim Bum…” ucap So Eun pelan.Bersamaan dengan itu mentari muncul dari arah timur,mereka menoleh…indah sekali…

***

          Semenjak itu Kim Bum dan So Eun membuka lembaran yang baru dalam kisah mereka,walau kisah mereka tak selalu mulus,bahkan banyak kerikil yang mencoba menjatuhkan mereka,tapi hal itu malah membuat hubungan mereka semakin erat…Sampai…

“Maaf Kim Bum… aku tak bisa mencintaimu! Selama ini aku juga banyak membohongimu!…kuharap kamu menjauh saja”

“Tapi kenapa So Eun…??? Bukankah selama ini kita saling mencintai..??? berjanji suatu saat nanti akan…” kata-kata Kim Bum terputus oleh perkataan So Eun

“Aku bohong… kita tidak akan pernah benar-benar bersatu… maaf kan aku… mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu…” ujar So Eun,jelas ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh

“Tapi So Eun…aku mencintaimu…” Kim Bum memeluk pinggang So Eun  dari belakang,tapi So Eun melepaskannya

“Maaf Kim Bum…aku tak bisa…” So Eun berjalan meninggalkan Kim Bum sendiri…Di taman ini,,,ditempat mereka pertama kali bertemu…

End of flash back…

***

          “Jadi kalian sudah saling kenal ya…??? wah wah wah.. kebetulan yang menyenangkan!” ucap papa So Eun

“Kalian kenal dimana…??? Tanya papa So Eun

“Dia temanku saat SMA dulu” ujar So Eun

“Begitu ya…??? Kalau begitu kalian benar-benar jodoh…!” mama Kim Bum senang…Tak berapa lama pertemuan itu selesai

“Jadi ini alasan kau memutuskan ku???” Tanya Kim Bum

“Maaf…tapi aku tak bisa menegcewakan orang tua ku lebih banyak lagi… apalagi mama sedang sakit keras…aku tak bisa menolak keinginannya”

“Apa kau tahu…semenjak kau mengatakan itu padaku aku mengurangi porsi makanku dan hampir tak makan…apalagi mendengar aku sudah dijodohkan..rasanya harapanku sudah benar-benar mati” ucap Kim Bum

“Benarkah…??? Pantas saja kau terlihat kurus begini!” So Eun khawatir

“Tapi yang penting tunanganku itu rupanya adalah kau So Eun… aku sangat mecintaimu…” ujar Kim Bum

“Aku juga…sangat mencintaimu…” ucap So Eun.Ingin rasanya saat itu Kim Bum mencium bibir So Eun,tapi So Eun menahannya sambil menyentuhkan jari telunjuknya pada bibir Kim Bum.Dahi Kim Bum mengerut

“Apa kau ingin dilihat orang-orang banyak sedang berciuman???” ucap So Eun.Kim Bum hanya tersenyum kecil,kemudian mereka berpelukan dengan mesra…

“Oh ya… ada yang ingin kutanyakan” ucap Kim Bum lagi

“Apa itu?” tanya So Eun balik

“Untuk apa uang itu untuk mu? Bukankah kau orang kaya?”

“Oooohhh… tes dari appa untuk ku… aku harus berhasil mengumpulkan uang dua juta won dengan usaha ku sendiri, baru boleh pulang ke rumah” terang So Eun

“Begitu… makanya kau bilang banyak bohong padaku..”

“Minhae…”

“Aaahhh… itu tak penting lagi…”

Malam makin pekat, bersama harapan baru dalam hubungan mereka yang makin eret…

THE END…

Catatan author : apakah kalian merasa ceritanya menggantung…??? Ah… tidak bisa dikatakan begitu,soalnya tanggal pernikahan mereka sudah ditetapkan,yaitu dua minggu lagi…(yah…walaupun tak ada dalam cerita)…Nah…bagaimana comment kalian tentang ff ini…??? Menyenangkankah?,kurang puas kah?, romantiskah? Atau kah kah…??? (he he) Kirim ya comment,saran,and kritiknya…

Tags: , , , , ,

28 responses to “You Are My Love”

  1. dheVienie lupbumm says :

    wah keren chingu….. Bikin sequelnya ya…. Plisssss….

  2. chappirraa says :

    aaaaaa….
    cerita bagus author…
    begitu tau kalo tunangannya bumppa itu so eun unnie aku teriak2 gaje… jingkrak2… bikin sekuelnya ya… hehehe🙂 gomawoyo…

  3. rosiyani 'oci' says :

    wahhhhh ternyata mereka jodoh.. hoho
    seru seru… hihi….
    bener kata kim joon dari benci bisa cinta kaya bum ma so eun tuh.. hihi
    benci itu kan bener2 cinta haha🙂

  4. yankyu says :

    wah krn oneshootnya bkn sequelnya donk

  5. dian permata says :

    bagus author.
    bikin sequelnya dooong!!!
    plissss?!?

  6. Putri says :

    ChIngu lanjuTin lgI dunq crita’a cz aq pengen bCa pas kimbum n s0eun’a nikah. .
    Plis. . . .
    Aq suka bngetz crita’a jdi lanjuTin ea. . Ok. .ok

  7. kimmify says :

    oh jadi gitu. ahhhh emang si kimbum sama souen jodoh beneran (amin) hahaha
    appanya soeun pake tes segala kalo mau pulang mesti bawa 2jt won
    ceritanya seruuu author. share lagi yaaaaaaaaaaaaaaaa

  8. secreet fan says :

    hahaha
    ntar dech diusahain buat siquel nya…
    sekarang masih cari bahan dulu, agak lamaan nggak apa apa kan?

  9. Bummiearab says :

    Seruu
    keren and aku puas kok
    kalo pake angka 87%
    hhe.

    Bikin os lgi..
    Tpi masih menyangkut ttg you are my love ini..

    . Bikin pas mereka ud.dc nikah dan punya baby yg unyu2
    . Yayayayay
    good luck
    and hwaiting !!

  10. merli says :

    ahh seru banget ceritanya …
    buat sequelnya dong !!!!! di tunggu loh

  11. Sary aj0w says :

    wakakaka…AQ laiK sekaleeee ma epep yg critanya BUmsso gontok-gontokan berantem gak karuan……Seruuuuuuuuuuuuuuuuu jd nya…!!!BUAT LAGI OS yg Kyak gini chui, Kalu perlu pek bumsso Gigit gigitan…hahaha

  12. Indah_ELF says :

    Seru …
    Bikin sequel’a dund soal’a msh pnasaran k’lanjutan ksah mrka …

  13. rizkyapratiwi says :

    hahahahah … lucu lucu

    bagus kog …..

  14. ifada bumsso says :

    bgus , romantis bgt ..

  15. Ina BeQi Soeulmates says :

    nenek dan kakek lampir jodoh juga ya,,
    ahaha
    bagus ceritanya^^

  16. niiz says :

    Aaaaaah sukaaaa bnget apalagi bagian shin hye dicuekin bumppa hahahaha makanya jadi orang jangan sok deh. Yeee bumsso menikah ^^

  17. charlotte says :

    aahh, cerita nya keren abis kak! ga gantung kok kaak:) menghibur banget!

  18. VayTeuKey says :

    gak ngegantung kok. crta x seru. cuma kurang panjang!

  19. zira says :

    I LOVE IT……………

  20. zira says :

    aahhhhhhhhhhhhhhhhh………….keren banget deh ceritanya!

  21. sukma says :

    mantaap..

    bikin sequel’a donk…..:D

  22. poethri chinapha says :

    yaiyalah menggantung…
    Lanjutin dunk Thor…
    Penasaran tingkat tinggi ne…
    Heheheheh
    (matesnya banyak cincong#plakkk)

  23. cucancie says :

    Sonsweet.. Mau lagi…

  24. vika says :

    critax bkn snyum ndri,keren bewut..

  25. vonnysumali says :

    lucu kreatif ditunggu kelanjutannya ff baru???

  26. Femilda nengsih says :

    Happy ending…l lake it…

  27. Mia says :

    Lucu juga’

  28. permainan bola voli says :

    I’m curious to find out what blog platform you’re using?
    I’m having some minor security issues with my latest site and I’d like to find something
    more risk-free. Do you have any recommendations?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: