My Lovely Bodyguard part 10

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Berhubung lagi bulan-bulanya ulangan…

Author juga ulangan sih…

Cuma mau ngucapin semoga bisa mengerjakan ulangan dengan baik..

Doain author juga moga bisa lulus dan naik kelas

Agar bisa ngelanjutin FF nie…

Langsung mulai saja…

Part 10

Jiyeon segera dibawa kerumah sakit.  Sekarang , dokter sedang mengobatinya dan yoona juga sudah menghubungi keluarga jiyeon.

“so eun, dimana jiyeon sekarang? Bagaimana keadaannya?” tanya seungho begitu tiba dirumah sakit. Wajahnya kelihatan sangat cemas.

“dia sedang ditangani dokter sekarang” jawab so eun.

“ceritakan kejadian sebenarnya, so eun” pinta kim bum.

“tadi saat aku sedang menyebrang ada seorang pengendara sepeda motor yang ngebut dan hampir menyerempetku tapi, jiyeon menyelamatkanku dan sekarang jadi dia yang terserempet” cerita so eun.

Kim bum dan seungho langsung berpandangan. Dokter pun keluar dari UGD..

“siapa diantara kalian keluarga jiyeon?” tanya dokter.

“kami temannya, dok. Keluarganya sedang dalam perjalanan” jawab hyesun.

“bagaimana keadaannya dok?” tanya seungho cemas.

“tenang saja. Jiyeon tidak mendapatkan luka serius hanya saja kepalanya mendapatkan 3 jahitan karena terbentur jalanan saat terserempet. Sekarang keadaannya sudah membaik, ia juga sudah siuman” ucap dokter.

“syukurlah..” ucap so eun lega.

“apa kami boleh menjenguknya sekarang, dok?” tanya yoona.

“boleh, tapi jangan terlalu berisik” ucap dokter.

Mereka semua pun masuk kedalam ruang UGD…

“jiyeon, kau tidak apa-apakan?” tanya seungho.

“tenang saja, aku hanya mendapatkan 3 jahitan dikepalaku. Tidak terlalu parah” ucap jiyeon tenang.

“maaf ya, jiyeon. Andai saja kau tidak menyelamatkanku pasti kau tidak akan seperti ini” ucap so eun meminta maaf.

“jangan salahkan dirimu. Seharusnya, kau bersyukur karena kau tidak terserempet oleh motor itu” ucap jiyeon.

“jiyeon, apa kau baik-baik saja, nak? Mana yang sakit? Beritahu ayah searang” tanya jung begitu sampai.

“ayah, aku baik-baik saja. Tidak ada yang sakit. Dokter juga sudah bilang kepadaku kalau aku bisa pulang besok” jawab jiyeon.

“kau tahu ayah benar-benar khawatir dengan keadaanmu” ucap jung cemas.

“ayah tak usah hawatir seperti ini. Sebaiknya, ayah cari saja pengendara sepeda motor itu yang sudah menyerempetku dan hampir menyerempet temanku, KIM SO EUN” ujar jiyeon. Jiyeon sengaja memberikan penekanan saat mengucapkan nama so eun.

“i..iya, kalau begitu ayah akan meminta Pak Jang untuk mencari tahu. Ayah keluar dulu kalau begitu” ucap jung gugup. Jung keluar dari ruangan UGD sambil menatap benci kearah so eun. so eun langsung merinding.

“kau tidak apa-apa, so eun?” tanya kim bum.

“i..iya” jawab so eun.

Sementara itu, diluar ruang UGD Jung mengomeli habis-habisan Pak Jang..

“kau lihat sekarang? Jiyeon jadi terluka karena orang suruhanmu itu tak pernah becus kerjanya” omel jung.

“maaf, bos. Saya tak tahu kalau nona jiyeon juga ikut dengan anak itu” ujar Pak Jang.

“dasar… aku tak bisa mengampunimu karena kau hampir saja membahayakan nyawa jiyeon. Kau tahukan kalau jiyeon itu sangat penting bagiku. Aku tak mau tahu kalau kejadian ini sampai terjadi lagi dan sampai jiyeon terluka lagi, aku tak segan-segan akan menghabisimu. Ingat itu” ancam jung.

“b..baik, bos. Saya mengerti”

Jessica menguping pembicaraan jung dan Pak Jang dari balik tembok. Mukanya benar-benar pucat saat mendengar percakapan ayahnya dan supirnya.

“apa maksud papa bicara begitu kepada Pak Jang? Memangnya yang mencelakai jiyeon itu Pak Jang?” gumam jessica.

“jessica, apa yang kau lakukan disitu?” tanya jung kaget karena melihat jessica berdiri dibalik tembong.

“ahh, tidak. Aku hanya berdiri disini. Apa yang papa dan Pak Jang bicarakan? Sepertinya serius sekali” tanya jessica.

“papa hanya mengomelinya karena tak mengantar jiyeon pergi tadi jadinya, sekarang jiyeon kecelakaan. Untung saja tak ada yang serius dengannya” ucap jung.

“ohh, kalau begitu aku akan melihat keadaan jiyeon sebentar dan pulang dengan papa” ucap jessica masuk keruang UGD.

“untung saja jessica tidak mendengar percakapan kita” ucap jung lega. “jang, kau ingat kata-kataku barusan” gertak jung.

“b..baik, bos” ucap Pak Jang.

“bagaimana keadaanmu?” tanya jessica.

“aku sudah membaik. Terima kasih karena sudah menjengukku, jess” ucap jiyeon.

“ya. Kalau begitu aku pulang duluan. Aku dan papa tidak bisa menjagamu disini, nanti papa akan menyuruh suster menjagamu” ucap jessica.

“ya, aku mengerti” ucap jiyeon. Jessica memandang jiyeon dengan rasa ingin tahu lebih dalam tentang percakapan ayah dan supirnya mengenai diri jiyeon.

“kalau begitu aku pulang” pamit jessica.

“kalian juga bisa pulang sekarang. Ada suster yang menjagaku disini” ucap jiyeon.

“aku akan berada disini untuk menjagamu, jiyeon” ujar seungho.

“kau juga pulanglah, besok aku juga sudah pulang” pinta jiyeon.

“sudah, jiyeon. Biarkan saja seungho menjagamu, saat diperjalanan tadi seungho itu terus saja cemas dengan keadaanmu” ucap minho.

“benarkah itu? kalau begitu baiklah. Aku juga ingin bicara sesuatu dengan seungho” ucap jiyeon.

“kalau begitu kami pamit ya. Semoga cepat sembuh, jiyeon” pamit yoona.

“ya, hati-hati” ucap jiyeon.

“apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya seungho begitu semua teman-temannya pulang.

“pengendara sepeda motor itu adalah orang suruhan ayahku.”ucap jiyeon.

“ya, aku tahu. Tapi, kau hampir membahayakan dirimu jiyeon. Kau lihat sekarang” ucap seungho.

“sudahlah, akukan sudah bilang kalau aku akan melindunginya. Tidak mungkin aku membiarkannya ditabrak didepan kedua mataku. Aku hanya berusaha menyelamatkannya tapi, karena memang nasibku yang sial aku jadi terserempet” ucap jiyeon tersenyum pahit. Seungho langung memeluk jiyeon dengan erat.

“kau hampir membuat jantungku copot saat yoona mengabari kalau kau kecelakaan. Kau tidak tahu betapa cemasnya aku” ucap seungho.

“aku tahu kok. Terdengar dari suaramu” ucap jiyeon tersenyum.

“kau harus berjanji kepadaku untuk tidak membahayakan nyawamu lagi” pinta seungho.

“mmm.. aku janji” ucap jiyeon dalam pelukan seungho.

****

“heh. aku jadi tidak enak dengan jiyeon” ucap so eun sambil berjalan menuju kamarnya.

“tidak enak kenapa?” tanya kim bum.

“ya, karena menyelamatkanku jadinya dia yang terserempet sepeda motor. Kau ingat kejadian seperti ini sama seperti saat kau menyelamatkanku dulu” ujar so eun.

“ya, aku ingat. Setidaknya, kau tidak terluka satu pun seharusnya kau bersyukur” ucap kim bum.

“aku juga bersyukur karena aku tidak terluka tapi, walaupun aku selamat tapi orang-orang yang berusaha menyelamatkanku pasti jadi terluka. Contohnya saja kau, kau hampir sekarat karena menyalamatkanku walaupun sekarang kau sudah membaik tapi, aku tetap merasa tidak enak karena sudah berhutang nyawa kepadamu dan juga jiyeon” ucap so eun sedih.

Kim bum yang tahu kalau so eun sedih tiba-tiba refleks memeluk so eun dari belakang. So eun sangat kaget karena kim bum tiba-tiba memeluknya.

“aku menyelamatkanmu karena aku tak ingin kau terluka dan jangan menganggapnya sebagai hutang nyawa. Aku tidak peduli walaupun tulang-tulangku harus patah karena menyelamatkanmu, aku akn lebih senang kalau diriku yang terluka dibandingkan saat aku tahu kalau kau yang terluka. Rasanya akan lebih sakit dari tulang-tulangku yang patah” ucap kim bum. So eun hanya terdiam mendengar ucapan kim bum, jantungnya berdetak kencang, ia ingin membuka mulutnya tapi tidak bisa. Kim bum lalu melepaskan pelukannya dan pergi menuju kamarnya dan meninggalkan so eun yang masih terdiam mematung.

“adduuh, babo. Kenapa aku bisa bicara seperti itu? kenapa pula aku tiba-tiba memeluknya seperti itu. babo kau kim bum” omel kim bum kepada dirinya.

****

keesokan harinya, saat so eun sedang turun untuk sarapan ia berpapasan dengan kim bum. mereka berdua jadi canggung saat bertatap muka.

“enngg.. so eun, bisa kau menemaniku jalan-jalan hari ini?” ajak kim bum.

“kemana?” tanya so eun.

“sudah, ikut saja” ucap kim bum.

“baiklah, kalau begitu aku akan bersiap-siap dulu” ucap so eun masuk kedalam kamarnya.

Didalam kamar so eun berdandan dan merapikan rambunya. Setelah, selesai bersiap-siap, kim bum dan so eun langsung pergi jalan-jalan. Kim bum membawa so eun ke lahan rerumputan yang hijau.

“bagaimana baguskan?” tanya kim bum.

“yah, udaranya juga sejuk. Kenapa kau membawaku kesini?” tanya so eun.

“aku sedang ingin kesini saja. Lagipula, tempat ini jarang diketahui banyak orang” jawab kim bum.

“ohh, ahh senangnya dihari minggu bisa santai seperti ini” ucap so eun senang.

“hey, berdiri disitu” perintah kim bum.

“hah? Buat apa?” tanya so eun bingung.

“aku ingin memfotomu” jawab kim bum sambil mengeluarkan kameranya.

“tiba-tiba sekali. Baiklah kalau begitu. Pastikan hasilnya bagus ya” pinta so eun.

“tentu saja. Aku inikan fotografer handal. Sudah jangan banyak bergerak” omel kim bum.

“mana aku ingin lihat” pinta so eun.

“nanti saja lihatnya” tolak kim bum.

“ahh, pelit. Aku mau lihat, cepat kasih aku lihat” ucap so eun sambil berusaha mengambil kamera dari tangan kim bum.

“aiisshhh, kau ini sudah kubilang nanti, tidak sabaran sekali” omel kim bum.

“YA.. memanya kenapa kalau nanti? Cepat berikan padaku” omel so eun sambil berusaha mengambil kamera saat sedang mengambil kamera dari tangan kim bum, so eun tersandung dan menubruk kim bum.

“adduh..” keluh so eun. so eun kaget karena ia terjatuh diatas tubuh kim bum dan wajahnya dengan wajah kim bum hanya berjarak beberapa centimeter saja.

“so eun… kau berat sekali” ucap kim bum.

So eun langsung bangun dan merapikan rambutnya.

“pelit..” gerutu so eun. kim bum hanya tersenyum melihat so eun.

“akukan sudah bilang nanti saja” ujar kim bum.

“huh.. ahh, ada layang-layang yang tersangkut dipohon itu” tunjuk so eun.

“biarkan saja. Heboh sekali sih kau ini hanya layang-layang saja” ucap kim bum.

“dasar payah. Siapa tau masih bagus, biar aku yang mengambilnya” ucap so eun sambil memanjat pohon itu untuk mengambil layangan.

“YA.. kalau kau jatuh bagaimana?” teriak kim bum.

“mana mungkin aku jatuh. Aku sudah terbiasa manjat pohon dari kecil” ucap so eun.

“dasar gadis aneh” gumam kim bum. So eun berhasil mengambil layangan yang tersangkut itu dan turun dari pohon dengan keadaan baik-baik saja.

“apaku bilang layangan ini masih bagus kan” ujar so eun.

“terus kalau masih bagus apa untungnya bagimu?” tanya kim bum.

“tentu saja akan aku mainkan layang-layang ini. Daripada tidak melakukan apa-apa” gumam so eun.

“dasar.. yasudah sana main layangannya. Aku akan diam disini saja melihatmu main layangan itu” ucap kim bum.

“hemm… yasudah” ucap so eun sambil memainkan layang-layangnya. Diam-diam, kim bum memfoto so eun yang sedang bermain layangan. Hampir 30 menit kim bum terus mengambil foto so eun.

“hey, so eun mau sampai kapan kau bermain layang-layang terus? Sudah sore, ayo pulang” ajak kim bum.

“ahh, lagi seru juga. Yasudah, tunggu” ucap so eun sambil berlari menuju kim bum. saat sedang berlari kaki so eun kesangkut dibenang layangannya alhasil, so eun pun terjatuh, kim bum langsung berlari menyusul so eun.

“so eun, kau baik-baik saja?” tanya kim bum.

“i..iya” jawab so eun. kim bum membantu so eun berdiri. “adduh, sakit” teriak so eun. kim bum kaget karena so eun tiba-tiba berteriak. Kim bum melihat kearah kaki kanan so eun.

“apa kaki kananmu sakit?” tanya kim bum.

“i..iya. bagaimana kau tahu?” tanya so eun merintih kesakitan.

“ahh, pantesan saja sakit. Kakimu terkilir saat sedang lari dan terjatuh tadi. Makanya hati-hati” omel kim bum.

“iiihhh, manaku tahu kalau aku akan jatuh” omel so eun.

“yasudah, ayo naik” ucap kim bum.

“naik? Kemana?” tanya so eun bingung.

“kepunggungku. Aku akan menggendongmu sampai kemobil” ucap kim bum. so eun malu-malu saat naik kepunggung kim bum. tapi, ia kelihatan senang karena kim bum membantunya.

“ehhh, kau ini sangat berat sekali. Kurasa tulang punggungku akan remuk” ledek kim bum.

“apa? Yasudah, turunkan aku saja. Biar aku jalan sendiri” omel so eun.

“hahahha.. aku hanya bercanda. Segitu saja marah” ucap kim bum. kim bum membantu so eun duduk dimobil.

“hhoooaammm… aku lelah sekali seharian main layangan” ucap so eun sambil menguap.

“itukan salahmu yang ingin main layangan sekarang kau lihatkan kakimu jadi terkilir karena kesangkut benang layangan” ucap kim bum.

“bawel.. aku ingin tidur. bangunkan aku begitu sampai dirumah” pinta so eun.

“iya”

Selama perjalanan pulang, so eun tidur didalam mobil dengan nyenyak. Kim bum hanya tersenyum melihat so eun tidur. begitu sampai didalam garasi, kim bum berniat membangunkan so eun, tapi ia tak tega karena so eun sangat lelap. Ia menunggu so eun terbangun sendiri sambil menatap wajah so eun.

“kau ini lucu sekali saat tertidur, so eun” ucap kim bum sambil terkekeh-kekeh.

“mmmm… kim bum, dasar bodoh” ucap so eun yang mengigau.

“apa? Dalam tidur saja dia masih bisa mengataiku” omel kim bum. kim bum terus menatap wajah so eun dan tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya ke wajah so eun dan mencium bibir so eun.

“apa yang barusan kulakukan?” ucap kim bum dalam hati.

“mmm… sudah sampai ya” ucap so eun yang terbangun dari tidurnya.kim bum kaget karena so eun tiba-tiba bangun. “sudah sampai daritadi ya?” tanya so eun sambil mengucek matanya.

“b..baru saja sampai. Tadi, aku mau membangunkanmu tapi, kau sudah bangun sendiri” jawab kim bum.

“ohh, yasudah aku ingin mandi. Kenapa kau tidak turun? Kau mau tidur dimobil?” tanya so eun yang melihat kim bum hanya bengong didalam mobil. Kim bum langsung turun dari mobil dan berjalan dibelakang so eun sambil memegang bibirnya. “sepertinya, ia tak tahu” ucap kim bum pelan sambil tersenyum.

Selesai, mandi so eun berinisiatif kekamar kim bum untuk melihat foto yang tadi diambil so eun. saat, so eun mengetuk kamar kim bum tidak ada jawaban dari kim bum makanya, so eun langsung masuk saja. Ia melihat kamera kim bum diletakkan dimeja.

“wah, hasilnya bagus. Kim bum mempunyai bakat fotografi juga ternyata” ucap so eun. so eun kemudian melihat-lihat foto yang ada dikamera kim bum. kebanyakan adalah foto pemandangan. Saat, ia terus melihat foto-fotonya ia terkejut karena banyak foto dirinya saat sedang bermain layangan tadi ditaman.

“kenapa dia memfotoku?” gumam so eun. so eun terus melihat-lihat fotonya yang diambil. Sampai ia meliihat foto dirinya yang sedang tersenyum didalam kamera kim bum.

“banyak sekali fotoku disini” ucap so eun.

“ahhhh, apa yang kau lakukan disini?” teriak kim bum yang baru keluar dari kamar mandi. *untung gk pake handuk kaya di part 1*

So eun yang kaget karena kim bum tiba-tiba berteriak langsung mematikan kamera kim bum.

“aku hanya ingin melihat foto yang kau ambil tadi” jawab so eun.

“kau sudah melihatnya? apa kau melihat-lihat gambar lain” tanya kim bum cemas.

“ennggg… aku sudah melihat yang tadi terus ada… itu.. foto….”

“ngomong yang jelas. Kenapa kau bicara terbata-bata seperti orang gagu, so eun? jawab yang betul” omel kim bum.

“aku hanya melihat foto pemandangan yang ada dikameramu. Kau sangat berbakat dalam fotografi kim bum” jawab so eun.

“kau yakin hanya melihat-lihat sampai situ?” tanya kim bum.

“ya..yakin. Tadi kau tiba-tiba berteriak kepadaku jadinya belum semua foto dikamera itu kulihat” jawab so eun.

“yasudah, kalau kau sudah selesai melihat-lihat fotonya kau bisa keluar sekarang” ucap kim  bum.

“baiklah, aku keluar sekarang” ucap so eun keluar dari kamar kim bum.

“fiuh, untung saja dia belum melihat-lihat foto yang tadi dia sedang bermain layangan. Kalau dia tahu mau jawab apa aku” gumam kim bum.

“dasar si kim bum. Mengusir orang seenaknya saja. Lagipula, untuk apa sih dia mengambil fotoku sampai banyak begitu” gerutu so eun.

****

Sesampainya, dikelas yoona langsung menghampiri so eun untuk berbicara…

“so eun, bisa tidak kalau hari ini kau kerumahku untuk bikin cokelat?” tanya yoona.

“pulang sekolah? Bisa sih. Memangnya tidak bisa besok?” tanya so eun.

“adduh, kau lupa kalau besok itu tanggal 14 februarinya. Mana mungkin dibikin besok” ucap yoona.

“oiya. Yasudah kalau begitu aku akan kerumahmu. Tapi, aku harus pulang dulu agar kim bum tidak keluar” ucap so eun.

“itu urusan gampang. Aku akan menyuruh kibum mengantar kim bum dan menemaninya main” ucap yoona.

“yasudah, baguslah kalau begitu” ucap so eun.

“ahh, itu jiyeon. Jiyeon, kau sudah baikan?” tanya yoona.

“ya, kemarin aku keluar dari rumah sakit dan dokter sudah bilang kalau kondisiku sudah membaik” jawab jiyeon.

“syukurlah, aku senang mendengarnya” ucap so eun.

“ahh, yoona. Apa kau bisa membantuku bikin cokelat untuk besok?” tanya jiyeon.

“kami baru saja membahas tentang itu. Rencananya sehabis pulang sekolah so eun akan kerumahku untuk bikin cokelat. Apa kau juga mau ikut?” tanya yoona.

“baiklah, aku ikut kalian” ucap jiyeon.

Sepulang sekolah, so eun dan jiyeon pergi kerumah yoona, hyesun juga ikut kerumah yoona. Sedangkan, kibum, minho dan seungho pergi kerumah kim bum.

“dasar wanita, repot sekali menjelang tanggal 14 februari” keluh kim bum.

“iya, aku jadi tak bisa mengantar jiyeon pulang” ucap seungho.

“hahaha.. kalain ini. Seharusnya kalian senang karena besok para gadis akan memberikan kita sebuah cokelat” ucap minho senang.

“betul kata minho. Pasti yoona sedang membikinkanku cokelat yang spesial” ucap kibum tidak sabar menunggu hari esok.

“oiya, besok pengumuman lomba foto itu bukan?” tanya kim bum.

“ya. Aku penasaran osis akan memberikan apa untuk juara 1,2&3. Semoga saja kelas kita yang menang” ucap kibum berharap.

“amin.. kalau kalian menang jangan lupa bagi-bagi ya hadiahnya” ucap minho.

“hahaha.. kau iri ya, minho. Karena kibum bisa berpasangan dengan yoona sedangkan kau tidak bisa berpasangan dengan hyesun karena kalian beda kelas” ejek seungho.

“ahh, berisik kalian” omel minho.

Sementara itu, jiyeon dan so eun sedang diajari cara membuat cokelat oleh yoona dan hyesun.

“kau ingin memberikan tulisan apa diatas cokelatmu, jiyeon?” tanya yoona seperti mengintrogasi tersangka dikantor polisi.

“aku tidak tahu. Mungkin lebih bagus kalau begini saja” ucap jiyeon.

“kau so eun? mau apa?” tanya hyesun.

“aku sama saja seperti jiyeon. Untuk apa memberi tulisan diatas cokelat toh nanti juga akan dimakan kan” ucap so eun.

“dasar kau so eun.. nanti kim bum tidak akan mengerti betapa spesialnya cokelat yang telah kau buat untuknya” goda yoona.

“apa? Memangnya aku pernah bilang akan memberikan cokelat ini untuk kim bum? dia saja sudah meragukan rasa cokelat bikinanku. Lebih baik, aku memberikannya kepada kakek saja” gumam so eun.

“apakah harus memberi tulisan?” tanya jiyeon.

“tentu saja harus. Kan tidak lucu kau memberi cokelat untuk seungho tapi dicokelatmu tidak ada tulisan ‘To: Seungho’ “ jawab yoona.

“huuummmm… aku baru tahu kalau itu penting. Kalau begitu aku akan menuliskan namanya saja” ucap jiyeon sambil memberi hiasan tulisan dicokelatnya.

“dasar kau yoona, kau sengaja bicara begitu karena jiyeon orang yang polos. Tapi, kau tidak bisa membodohiku” ucap so eun pelan. “kau lihat nanti kim sang bum, aku buktikan kalau cokelat bikinanku itu enak” ucap so eun percaya diri.

Hyesun dan yoona hanya tersenyum puas karena bisa membantu so eun dan jiyeon bikin cokelat.

Sesampainya, dirumah so eun melihat kim bum sudah menungguinya didepan pintu rumah.

“kenapa kau berdiri diluar seorang diri?” tanya so eun.

“mana cokelatnya?” tanya kim bum.

“enak saja. Tidak, kau sendiri bilang kalau cokelat bikinanku tidak enak. Aku tidak mau memberikannya untukmu” omel so eun.

“apa? Kau lupa kalau gigi kakek sudah tidak kuat untuk makan cokelat. Daripada tidak ada yang memakannya lebih baik aku yang memakannya saja. Cepat berikan padaku cokelatnya” pinta kim bum.

“tidak sekarang juga diberikannya. Besok saja, hari valentinenya juga besok” ucap so eun.

“kau harus janji akan memberikannya kepadaku. Kau ingat itu” ucap kim bum.

“ya, bawel sekali” gumam so eun.

Esok paginya, saat sarapan so eun membagikan cokelat kesemua pelayan yang ada dirumah kim bum.

“kakek, selamat hari valentine. Ini cokelat untuk kakek. aku senagaja membuatkan cokelat yang tidak besar untuk kakek karena kim bum bilang padaku kalau gigi kakek tak kuat” ucap so eun sambil melirik kim bum.

“hoohoho… terima kasih ya so eun. kau memang anak yang baik” ucap hee bong senang.

“jadi, kau tidak akan memberikanku cokelat bikinanmu?” bisik kim bum.

“heheeh… tidak akan. Kemarin aku hanya bercanda. Kau sendri tidak mau makan cokelatku. Jangan salahkan aku kalau kau satu-satunya orang yang tidak dapat cokelat dariku” ucap so eun tersenyum licik.

“aissh, kau ini benar-benar…” omel kim bum.

“so eun, terima kasih ya atas cokelatnya. Kakek akan memakannya dikantor nanti. Sekarang kakek berangkat duluan ya” pamit hee bong.

“ya, hati-hati kek” ucap so eun senang. “ayo, kita berangkat”  ajak so eun. kim bum langsung berdiri dan mendengus kesal. So eun hanya tertawa kecil melihat kim bum.

Saat baru sampai disekolah, semua murid memandangi kim bum dan so eun. Begitu juga saat berjalan dikoridor sekolah semua mata menatap mereka.

“kenapa mereka melihat kita seperti itu, kim bum?” tanya so eun.

“tidak tahu. Aneh sekali” ucap kim bum.

“so eun, kim bum chukae~~~~~~~~ “ teriak yoona begitu kim bum dan so eun tiba dikelas.

“chukae? Untuk apa? Aku tidak berulang tahun hari ini. Oh, selamat hari valentine maksudmu?” tanya so eun.

“babo.. chukae karena kalian berhasil memenangkan juara 1 lomba foto itu” ucap yoona.

“hah? Juara 1?” tanya so eun kaget.

“ya, kalau tidak percaya kau bisa lihat sendiri dimading” ujar yoona. So eun dan kim bum segera menaruh tas mereka dan pergi menuju mading sekolah.

“juara 3? Kyuhyun kita juara 3” teriak jessica tidak percaya.

“benarkah? Wah, beruntung sekali kita menang. Siapa yang juara 1?” tanya kyuhyun.

“mmm… ah, so eun dan kim bum” ucap jessica sedih.

“ternyata mereka” ucap kyuhyun lirih. “sudah, yang penting kita juara 3 itu juga sudah bagus” hibur kyuhyun.

“wah, kim bum. benar kata yoona kita juara 1” ucap so eun.

“yah, kita juara 1 karena ada aku foto bersamamu” ucap kim bum sombong.

“aiisshh.. sombong sekali kau” ucap so eun kesal.

“so eun, kim bum selamat ya kalian menang” ucap kyuhyun memberikan selamat.

“iya, terima kasih. Kalian juara 3 kan? Selamat juga ya” ucap so eun.

“ya, terima kasih” ucap jessica.

“ahh, so eun chukae” ucap hyesun. “kalian memang pasangan serasi” ucap hyesun.

“kau ini bicara ada-ada saja” ucap so eun. kyuhyun dan jessica langsung menyingkir dan berjalan bersama dikoridor sekolah.

“apa kau masih sedih?” tanya kyuhyun.

“tidak. Aku hanya menerima nasib kalau mereka juara 1 karena mereka memang serasi padahal kalau aku dengan kim bum jauh lebih serasi” ucap jessica.

“dasar kau ini.. oiya, ini aku berikan untukmu agar tidak sedih” ucap kyuhyun sambil menyerahkan permen cokelat untuk jessica. “selamat hari valentine, semoga kau bisa menemukan cinta yang baru” ucap kyuhyun sambil melambaikan tangannya dan pergi keruang musik.

“ini permen cokelat” ucap jessica sambil tersenyum kemudia memakannya.

****

Sepulang sekolah, jiyeon meminta seungho mengantarnya ketaman depan panti asuhan jiyeon dulu.

“kenapa kau ingin kesini lagi?” tanya seungho.

“karena aku suka berada disini. Lagipula langit juga sedang bagus” jawab jiyeon.

“langit lagi..” gumam seungho pelan.

“oiya, aku ingin memberikanmu ini. Aku harap kau suka, kata yoona saat seorang gadis menunjukkan rasa sayangnya terhadap teman prianya dapat ditunjukan dengan memakai cokelat. Sebenarnya, aku juga kurang mengerti maksudnya. Tapi, kuharap kau mau memakan habis cokelat ini” ucap jiyeon memberikan sebungkus cokleat untuk seungho.

Seungho dengan senang hati menerima coklat dari jiyeon. Seungho mengamati coklat yang berbentuk hati dengan tulisan namanya diatas coklat itu.

“ini benar-benar untukku?” tanya seungho tak percaya.

“ya, untuk siapa lagi memangnya” jawab jiyeon tersenyum.

Seungho memakan coklat pemberian jiyeon sambil tersenyum.

“apa rasanya enak?” tanya jiyeon.

“tentu saja enak. Aku tak pernah makan coklat valentine seenak ini sebelumnya” ucap seungho. Kemudian, seungho menyuapi jiyeon denga coklat. “enak kan?” tanya seungho.

“tapi apa tidak terlalu manis?” tanya jiyeon.

“masa sih? Kurasa manis dan pahitnya rata kok. Percaya padaku kalau ini benar-benar enak” ucap seungho sambil terus memakan cokelat jiyeon.

“hemm.. aku senang mendengarnya” ucap jiyeon. Seungho memberikan ciuman dipipi jiyeon sebagai tanda terima kasih atas pemberian coklat.

“seungho, kau…” ucap jiyeon terkejut sambil memegang pipinya.

“sebagai ucapan terima kasihku karena sudah mau menjadikanku orang spesialmu dihari valentine” ucap seungho sambil tersenyum. Jiyeon pun ikut tersenyum senang.

****

Sementara itu, yoona menunggu kibum ditaman dengan membawa sebungkus kado.

“hemm.. lama sekali sih kibum” ucap yoona.

“yoona, maaf aku terlambat. Wah, ini untukku?” tanya kibum saat yoona menyerahkan bungkusan kado untuk kibum.

“tentu saja, buka dan kau lihat isinya” pinta yoona. Kibum segera membuka kado dari yoona. Kibum terlihat senang saat mengetahui isi kado dari yoona.

“apa ini saputangan rajutanmu sendiri?” tanya kibum.

“ya, maaf ya kalo rajutannya sedikit berantakkan. Ini pertama kalinya aku merajut” ucap yoona.

“bagus kok. Pasti hangat sekali dipakainya. Ini akan selalu kupakai. Ahh, cokelatnya juga enak” ucap kibum sambil menggigit cokelat pemberian yoona. Yoona senang karena kibum menyukai pemberiannya.

****

Sementara itu, kim bum masih kesal karena so eun tidak memberikannya cokelat. Saat makan malam juga kim bum menyueki so eun.

“apa kau masih marah padaku?” tanya so eun.

“huh. Untuk apa kau masih bertanya seperti itu” jawab kim bum acuh.

“hahahaha… dasar. Kalau begitu temui aku ditaman rumah belakang jam 8” ucap so eun.

“untuk apa aku kesana?” tanya kim bum penasaran.

“sudah jangan banyak tanya. Nanti juga kau tahu. Jangan lupa jam 8” ucap so eun masuk kedalam kamarnya.

Sekitar jam 19.50 so eun sudah tiba ditaman sambil memegang sebuah bungkusan cokelat. Tapi, ia tak menyadari kalau sang in memerhatikannya dengan tatapan tajam.

“aku tidak akan mengecewakan bos kali ini” ucap sang in sambi tersenyum licik.

Sang in segera melakukan penyamaran dan berjalan mengendap dibelakang so eun sambil membawa obat bius yang sudah dilumuri sapu tangannya. So eun yang merasa ada yang aneh langsung merinding. Ia menoleh kebelakang dan terkejut melihat seorang pria yang berdiri dibelakangnya.

Sang in langsung membekap mulut so eun, so eun meronta ia ingin berteriak tapi tak bisa karena sang in membekapnya. Saat sang in membius so eun, so eun langsung dengan sigap menendang kaki sang in.

“dasar gadis sialan” teriak sang in merintih kesakitan. So eun berusaha berlari tapi kakinya ditahan oleh sang in. So eun terus menendang tangan sang in sampai akhirnya so eun berhasil melepasakan tangan sang in dari kakinya. So eun segera berlari dan tanpa sengaja ia menabrak kim bum.

“yya, so eun. Kenapa kau berlari-lari seperti ini?” tanya kim bum.

“ada orang yang ingin menyekapku tadi ditaman. Laki-laki itu memakai topeng aku tak bisa melihat wajahnya. Aku.. aku…” ucap so eun ketakutan.

“laki-laki? Dimana orang itu sekarang? Aku akan memriksanya” tanya kim bum. so eun mengantar kim bum kearah laki-laki tadi menyerangnya. So eun tidak berani melihat laki-laki itu, ia bersembunyi dibalik punggung kim bum.

“tidak ada orang disini. Sepertinya, ia sudah pergi” ucap kim bum.

“benarkah itu?” tanya so eun sambil mengintip dari balik punggung kim bum.

“kau lihat sendirikan ia sudah tidak ada disini. Sudah jangan bersembunyi lagi. laki-laki itu juga tidak akan berani menampakkan dirinya lagi” ujar kim bum menenangkan so eun yang ketakutan.

“ya, aku harap begitu” ucap so eun lega.

“sekarang, beri tahu aku kenapa kau mengajakku bertemu disini?” pinta kim bum.

“mmm… tunggu sepertinya, bungkusannya terjatuh. Jatuh dimana ya?” tanya so eun sambil emncari disekeliling taman.

“ahh, itu dia” tunjuk so eun berjalan kearah kolong bangku taman dan mengambil bungkusannya.

“bungkusan apa itu?” tanya kim bum.

“ini, katanya kau mau cokelat. Sekarang kau beri tahu aku rasanya” ucap so eun sambil menyerahkan bungkusan cokelat kepada kim bum.

“ini benar-benar untukku?” tanya kim bum tak percaya.

“tentu saja. Kau kan belum dapat cokelat dariku. Aku sudah berbaik hati memberikannya padamu” ucap so eun. kim bum sangat senang dan langsung membuka bungkusan cokelat pemberian so eun dan memakannya.

“enak kan? Pahit? Manis?” tanya so eun penasaran.

“mmm… apa yang harus kukatakan untuk cokelatmu ya?” ucap kim bum sambil berfikir.

“YA… hanya tinggal bilang enak atau tidak enak saja. Apa susahnya sih” omel so eun.

“yaya, enak. Cokelatnya enak” ucap kim bum dengan suara pelan.

“apa? Aku tidak mendengarnya. Bicara yang keras” pinta so eun.

“hehhhhh…. aku bilang rasanya ENAK, so eun” ucap kim bum dengan suara keras. So eun tersenyum senang karena kim bum menyukai cokelat pemberiannya.

“aku juga mau cokelatnya, beri aku juga” pinta so eun.

“tidak.. kau kan bisa bikin sendiri. Inikan untukku” tolak kim bum sambil melahap cokelatnya.

“ahhh, kau pelit kim bum. itukan aku yang memberikannya padamu seharusnya kau juga memberiku satu” pinta so eun. kim bum memandang so eun, kemudian ia tersenyum jail.

“kau benar-benar ingin cokelatnya?” tanya kim bum.

“tentu saja” jawab so eun tak sabaran.

“kalau begitu tutup matamu”  pinta kim bum.

“untuk apa? Merepotkan sekali” tanya so eun.

“sudah turuti saja atau kau tidak akan memakan cokelatnya” ucap kim bum. “sudah, cepat” perintah kim bum.

“yaya” ucap so eun sambil menutup matanya. “cepat berikan aku cokelatnya aku sudah menutup…”

Belum selesai bicar tiba-tiba kim bum menciumnya. So eun langsung membuka matanya dan melihat kim bum menciumnya. Jantung berdetak kencang.

“aku sudah memberimu cokelatnya kan. Kalau begitu aku akan kembali kekamarku. Selamat malam so eun” ucap kim tersenyum jail kepada so eun dan pergi meninggalkan so eun yang masih diam ditaman sambil memegang bibirnya.

“d..dia.. menciumku lagi untuk kedua kalinya” gumam so eun. *sebenarnya, tiga*

So eun terus memegangi bibirnya yang terasa akan manisnya cokelat setelah dicium kim bum.

-bersambung-

Sampai sini dulu…

Semoga kalian suka dengan edisi valentinenya…

Hohoho…

Jangan lupa commentnya..

Okok…

Tags: , , , , , , , ,

26 responses to “My Lovely Bodyguard part 10”

  1. chiby says :

    wow. . . valentn yg menyenangkan. . . q yg bca aj ikt sneg. . .
    lanjt author. . .

  2. qinqin says :

    terima kasih ya chingu,pagi pagi udah baca ff keren.emang author kelas berapa sih?aku kira udah kuliah,maaf
    soalnya jarang author yang anak sekolah buat ff yang berat

  3. Putri says :

    SeruU. . , ,
    kimbum jail bngetz ea ngasiH c0kLat pke cra kiss. .
    Tapi aq seneng bCa’a. . .
    Hehehe. . .
    Bgus auThor aq tUngGu part selanjuT’a. . .

  4. zheey2992 says :

    keren.
    Mkin bgus aja.
    Ayo bkin part yg mreka jdian.
    Biar gk pnasarn ne.

  5. Yunie sipenyuka hijau says :

    I like it….. Kim bum mau dong coklat’a hayah ckckckc
    Aih pokok’a ni ff mancaap gak tau hrs blg gmana lg
    Oya moga ujian’a sukses author bia naik kelas fighting.gud luck girl…

  6. Riela Bumsso says :

    Seruuuuu….
    Top top top #T.O.P BigBang keleee,, dah jangn hirauin^^
    Bner2 keren deh,,,nieh 100jempol buat authornya!! #mang bisa ya? Plaaaak#
    Part slanjutnya harus ngebuuuut yaaa!! Maksa bener reader nieh hihihi
    ^_^

  7. Echa babykyu says :

    Ohhh so sweet ..
    Senyum” sendirii bacany,,
    huaa ini part favorit.ku …
    Hehehheeee

  8. merli says :

    hwaaaaaaaaaaa romantisnya …….
    kim bum nakal ya main cium-cium aja hahaha tapi pasti tuh coklat lebih enak dari pada coklat yang biasanya !!!!!

    ceritanya makin seru , di tunggu part selanjutnya

  9. Bummiearab says :

    Wuahhh
    deabakk thor
    brilianttt
    keren2.
    Lanjutttttttttttt !!
    Suka adegan kissu na..
    Kekekekek

  10. amniminry_ says :

    wow, so sweet…!!!
    like this part
    oppa romantis bngt si
    smoga author berhasil ulangannya ^^9

  11. kimmify says :

    authorsaya suka bgt part ini. sweet banget
    apalagi adegan terakhirnya itu
    seungho sama jiyeon makin dekeeeet
    amin aku doain semoga author lulus dan naik kelas.
    penasaran next partnya
    fighting yaaaaaa!

  12. nissa_beomssoe says :

    kak, ff nya bagus banged….

    tapi yang kedua kalinya dimana ??? waktu kapan ???
    kok aku lupa ya ??
    kenapasih si konglomeratnya*hee bong* agak bodoh masa ga becus cari informasi orang yang mo nyelakain so eun, ???
    hehehehe,, maaf ya kak cuma komen dikit, ff nya bagussssss…………….

  13. rizkyapratiwi says :

    hyahahahahahahah …. kim bum ngambil kesempatan dalam kesempitan

    keren keren ..
    makin seru

    lanjuuuuttttt

  14. rini says :

    kyaa kimbum udh mulai jail ya, maen nyosor duluan,, pi q snang soal,a kimbum dah mulai syang ma soeun,,
    lanjutannya jgan lama” ya!!

  15. rosiyani 'oci' says :

    mantap.
    hyaaa si bum curi2 nih cium so eun nya,
    hahahaa…

    bagus deh gagal terus tuh yg mau lukain so eun. dasar jahat.
    lanjut ya part berikutnya🙂

  16. bismania luph bumsso says :

    wahhh,…
    critax mkin keren chingu,….
    lanjutin,…!!!!jgn lma” y………..
    ~ _ ^
    BN~

  17. Ina BeQi Soeulmates says :

    huwaaaaaaa huwaaaaaaaa daebaaaaakkkk……
    saya sukaaaaaaaa saya sukaaaaaaaa
    keren jg cara kim bum ngasi so eun cokelat….
    wkwkwk
    tapi kasian juga ya ngeliat kim bum ma so eun dalam bahaya mulu..
    hmmmm……….
    hayo lanjuuuuuttttttttttttttttttttttt^^

  18. Indah_ELF says :

    Kim bum nakal ngium so eun tiba”
    mkin seRu nii …
    Mkin ngegemesin …
    Hehehe

  19. dhia says :

    kkyyyaaa..
    suka banget!!!…kim bum dan so eun top jem dech!^_~

  20. adelia says :

    bum oppa, aku jg mau coklatny…….

  21. meerable says :

    hmm.. spertinya aq udah ketinggalan bgt baca part yg satu ini..
    dan aq suka end of part ini… “a kiss”
    jempol gede buat authornya…!!!!!
    ^^

  22. tyas27 says :

    huhu sosweet^^

  23. ainami says :

    kyaaa sweet banget part yg ini…
    mulai dr backhug sampe akhirnya ngasih coklat via kissu heu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: