My Memories Are Falls Down (Episode 6)

Author: Rainbow D(X)

Main cast: Kim so eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung.

Cast: All star

Type: Sequel

Genre:Romantic/Family/Friendship

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Enjoy!

Ga eul pun hendak meminta maaf pada pria tersebut. Tapi, saat dia menatap pria itu hatinya bergetar. Dia pun memutuskan untuk kabur lalu berlari secepat kilat.

“Hei!! Jangan lari!!”bentak pria itu, namun Ga eul sudah hilang dari pandangannya. Tadi, aku sempat melihat sedikit wajah gadis itu. Mengapa hatiku bergetar saat melihatnya? Mengapa aku merasa aku pernah mengenalnya? Batin pria itu. Tiba-tiba handphonenya berbunyi.

“Yoboseyo, Eun Jae.”

“Yoboseyo Yi Jung! Kenapa nada suaramu terdengar ketus?”

“Tadi ada gadis yang melemparkan sepatunya ke mukaku. Padahal, aku akan bertemu orang yang akan bekerja sama dengan perusahaanku!”

“Ha..ha.. sudahlah. O ya, kapan kamu akan kembali ke Korea?”

“Kira-kira dua minggu lagi.”

“Oh begitu, ngomong-ngomong, kamu sudah mempertimbangkan perasaanku?”

“Mian, aku rasa aku tak dapat menerima perasaanmu. Sepertinya aku menyukai gadis lain dulu.”

“Itu kan dulu?! Mengapa kau masih terus menyukainya?! Bukankah kau hilang ingatan?!”

“Memang, aku sendiri tidak tahu.”

“Baiklah, tapi aku tidak dapat menerima jawabanmu! Aku akan berusaha menyakinkanmu! Sudah dulu!”

“YAA..terserah kau saja!”

Yi Jung mematikan teleponnya. Entah kenapa dia tidak bisa membuka hatinya untuk Eun Jae. Padahal Eun Jae telah membantunya merawat Xia Tian. Tapi, sepertinya ada seorang gadis yang telah memasuki hatinya dulu. Walaupun dia amnesia, tetap saja perasaan terhadap gadis itu tidak pernah dia lupakan. Yi Jung ingin sekali bertemu gadis itu. Gadis yang membuatnya tak bisa menyukai wanita lain lagi.

***

Di mobil Donghae, Kang Jin cengar-cengir sendiri di dalam mobil.

“Hei, kamu ngapain sih cengar-cengir sendiri? Kayak orang gila tahu nggak!”ucap Donghae.

“Aduh, hyung tidak usah mempedulikanku lagi! Fokuslah menyetir!”balas Kang Jin. Kemudian ia menggumam sendiri, “Ko hyemi..”

Donghae meraba kening Kang Jin.

“Hei, hyung, buat apa kau pegang-pegang keningku?”tanya Kang Jin.

“Aku kira kamu demam habis main drum. Makanya aku periksa, badanmu panas nggak ya?”ujar Donghae.

“Ah, sudahlah. O ya, hyung sudah telpon noona?”tanya Kang Jin.

“Nee. Aku rasa dia sedang jatuh cinta, raut suaranya menandakan begitu.”

“Aku kira dia masih menyukai Yi Jung sunbae.”celetuk Kang Jin. Donghae pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menatap Kang Jin.

“Dari mana kamu mendapat kesimpulan seperti itu?”tanya Donghae.

“Habisnya, seperti kejadian tiga tahun lalu, sunbae rela menggendong noona ke rumah. Aku kira mereka berpacaran. Lagi pula mereka cocok bukan? Mengapa hyung tidak pernah mengatakannya pada noona?”tanya Kang Jin.

“Kata dokter, sebaiknya kita jangan mengingatkannya. Dialah yang seharusnya ingat sendiri.”jawab Donghae. Tiba-tiba, dia melihat kea rah depan mobilnya. Matanya langsung melotot begitu tahu siapa yang dilihatnya. “Gu Jun pyo..”gumamnya.

Kang Jin ikut menatap ke arah yang dilihat Donghae, kemudian berusia menenangkan hyungnya. Ia tahu, Donghae masih dendam pada Shinhwa. Apalagi pada direkturnya, Kang hee soo (Lee hye young) dan putranya, Gu Jun Pyo.

“Kang Jin, kamu tunggu di mobil saja!”perintah Donghae lalu keluar dari mobil dan menghampiri Jun Pyo.

“Kamu mau apa?!”tantang Jun Pyo yang sudah tahu tentang Donghae karena sering mengajaknya berkelahi. Donghae pun memukul Jun Pyo, sampai pewaris Shinhwa itu jatuh tersungkur.

“Jangan sok nantang deh?! Ingat, keluargamulah penyebab kehancuran keluargaku!!”bentak Donghae. Jun Pyo hanya tersenyum sinis.

“Kalau keluargamu hancur ya hancur saja?! Mengenai ayahmu itu karena ayahmu sok tau mencari perhatian dengan perusahaan lain hingga ibuku cemburu. Lalu, keluargamu terima sendiri akibatnya?!”balas Jun Pyo. Donghae ingin memukulnya lagi, tapi Kang Jin menahan tangan hyungnya.

“Sudahlah hyung, tidak ada gunanya bertengkar dengan orang tak berguna yang aneh seperti dia!”ucap Kang Jin. Jun Pyo panas mendengar kata-kata Kang Jin.

“Kamu bilang apa tadi?! Orang tak berguna yang aneh?! Bukannya itu kamu?!”bentak Jun Pyo hendak memukul Kang Jin, namun Donghae menahan tangan Jun Pyo.

“Hari ini kamu kuampuni, tapi jangan sekali-kali kau muncul di depanku?! Dan, jangan kau ganggu keluargaku lagi! Setidaknya keluargaku lebih bersih daripada Shinhwa yang merupakan sampah Negara?!”bentak Donghae lalu pergi ke mobilnya.

“Apa katamu?!! Ingat, urusanmu denganku masih belum selesai!!”balas Jun Pyo, namun Donghae sudah menjalankan mobilnya.

Di mobil..

“Hyung sungguh tidak apa-apa?”tanya Kang Jin yang memperhatikan hyungnya yang dari tadi diam.

“Nee. Tapi, urusanku dengannya belum selesai! Lihat saja nanti, Shinhwa!”seru Donghae sambil mengepalkan tangannya.

***

 Di apartemen Ga eul..

Ga eul memikirkan perasaannya saat melihat pria tadi. Mengapa aku merasa ada perasaan lain saat melihatnya? Perasaan yang tak pernah kurasakan dengan Woo bin sunbae. Mengapa hatiku bergetar saat melihatnya? Batin Ga eul.

“Hei, melamun saja!”seru Sae byeok yang tiba-tiba muncul. “Ada Woo bin sunbae tuh di ruang tamu. Kamu sapa dong!”

“Masa?!”tanya Ga eul sambil berlari ke ruang tamu, ternyata Woo bin telah menunggunya.

“Annyeong, kamu ada acara mala mini?”tanya Woo bin.

“Aniyo, memangnya kenapa?”

“Temani aku pergi ya, kita jalan-jalan ke taman di dekat sini yuk, aku tahu taman yang indah!”ajak Woo bin.

“Hmm, baiklah. Tunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu!”ujar Ga eul sambil berlari ke kamarnya. Woo bin yang melihatnya pun tersenyum.

Di taman, Woo bin dan Ga eul duduk di bangku menikmati suasana Kota Paris.

“Wah, sunbae, tamannya indah sekali..”kagum Ga eul.

“Benarkan Ga eul? O ya, ada yang ingin aku berikan. Ini.”ujar Woo bin sambil memberikan kotak kecil pada Ga eul. Ga eul pun membukanya.

“Wah, kalung yang indah sekali. Lho, ada ukiran GaBin?”tanya Ga eul ketika memperhatikan kalung itu.

“Ga eul dan Woo bin. Sebagai tanda cinta kita berdua. Sini aku pakaikan.”ujar Woo bin sambil memakaikan kalung itu ke leher Ga eul.

“Gomawo.”ucap Ga eul namun dalam hatinya ia merasa gundah.

“Sama-sama, o ya, bolehkah aku menciummu?”tanya Woo bin. Ga eul pun bimbang lalu menganggukKeduanya pun berciuman.

Sejam kemudian..

“Ga eul, aku pulang dulu ya. Sampai besok!”pamit Woo bin lalu langsung melesat pergi dengan mobilnya. Ga eul pun masuk ke apartemennya dan langsung pergi ke kamar. Sae byeok heran dengan sikap Ga eul kemudian ikut masuk ke kamar Ga eul.

“Ga eul, waeyo?”tanya Sae byeok ketika melihat wajah Ga eul yang agak aneh.

“Sae byeok, aku tak tahu apa ini yang terbaik.”ucap Ga eul.

“Apa maksudmu?”tanya Sae byeok.

“Aku merasa tidak enak melihat Woo bin sunbae. Selama ini aku tidak bisa membuka hatiku padanya walaupun dia begitu baik padaku.”

“Memangnya kenapa? Apa jangan-jangan kamu masih menyukai pria itu? Yang sampai sekarang masih kamu cintai tetapi kau tidak mengingatnya?”tanya Sae byeok. Ga eul pun terdiam. Sae byeok melanjutkan perkataanya. “Kalau kamu masih menyukai pria itu, kamu harus berterus terang pada Woo bin sunbae. Jika kamu terus begini, kalian berdua yang akan terluka.”

Ga eul pun menarik napas panjang. “Aku akan memutuskannya sehari sebelum aku kembali ke Korea. Walaupun aku tak tahu apakah ini yang terbaik. Tapi mungkin, inilah yang sebaiknya aku lakukan.”tegas Ga eul. Sae byeok memeluknya erat.

“Yang terpenting adalah perasaanmu. Apakah kamu merasa bahagia bersama orang tersebut atau tidak. Jika kamu tidak bahagia orang-orang di sekelilingmu akan terluka juga.”ucap Sae byeok.

***

Di apartemen Woo bin..

“Wah, Woo bin. Kok kamu pulang terlambat?”tanya Yi Jung. “Kenapa mukamu kusut? Bukankah kamu habis kencan dengan pacarmu itu?”

“Nee. Tapi, aku merasa aneh saat dia berada di dekatku.”ujar Woo bin.

“Waeyo?”

“Aku selalu merasa aku tidak bisa mengisi ruang di hatinya.”ujar Woo bin lagi kemudian mengajak Yi Jung untuk menemaninya makan malam. Lalu, mereka pun ada di ruang makan.

“Apa maksudmu tadi? Dia tidak mencintaimu?”tanya Yi Jung. Woo bin pun tersedak.

“Uhuk..uhuk..”batuknya sambil meminum air putih. Lalu, menjawab pertanyaan Yi Jung tadi. “Apa maksudmu dia tidak mencintaiku?”

“Maksudku, antara wanita dan pria bila mencintai satu sama lain, pasti bisa merasakannya masing-masing. Terkadang, banyak orang membohongi perasaanya sendiri. Bilang cinta padahal sebenarnya tidak.”jelas Yi Jung.

“Masa’? Ah, jangan bicarakan tentang pacarku lagi. O ya, apa kamu menerima Eun Jae sebagai pacarmu?”tanya Woo bin.

“Aniyo, aku tak bisa menerimanya. Sejak awal, aku merasa kalau hatiku itu untuk gadis yang selalu kuceritakan padamu. Walaupun aku tak tahu siapa dia, dimana dia dan keadaannya.”

“Kalau begitu, mengapa kau sekarang jadi ‘playboy’?”tanya Woo bin.

“Entahlah, aku hanya mengajak para gadis berkencan lalu memuji mereka. Tapi, aku tak pernah bilang kalau aku cinta mereka.”

“Wow, berarti jika kau menemukan gadis itu, kau akan berhenti menjadi playboy?”tanya Woo bin.

“Tentu saja.”jawab Yi Jung.

***

Jam 12 malam, di apartemen Ga eul..

Ga eul terbangun tengah malam karena mimpinya yang aneh. Dia berusaha mengingat mimpinya.

Ga eul sedang bersama seorang pria, namun dia tidak dapat melihat dengan jelas wajah pria tersebut. Ga eul tampak berpacaran dengan pria itu, berfoto bersama, dan menghabiskan waktu bersama. Namun, pria itu tiba-tiba menghilang. Ga eul berusaha memanggil pria itu, namun tidak terdengar jawaban.

Ga eul meraba-raba keningnya. Ada apa denganku? Ini bukan pertama kalinya aku bermimpi tentang ini. Oh tuhan, sebenarnya apa yang terjadi padaku sebelum aku kecelakaan? Batinnya dalam hati.

Sementara itu, di apartemen Woo bin..

Yi Jung menatap foto keluarganya. Ada appanya, eommanya, Xia Tian, dan dia sendiri. Mereka semua tampak sekali bahagia. “Ya setidaknya aku lebih bahagia sebelum aku mengetahui statusku sebagai anak haram dan eomma meninggal.”gumamnya. “Mengapa wanita yang kusayangi semuanya pergi dariku? Eomma, dan gadis itu.. betapa ingin aku mengingatnya. Aku ingin merasa bahagia lagi.”

Kemudian, Yi Jung menatap kearah sebuah sepatu. Sepatu yang sangat baud an kotor. Tapi, entah kenapa ia enggan untuk membuangnya. Padahal itu milik seorang gadis yang tadi menimpuknya. “Kalau besok aku bertemu dengannya akan kuminta pertanggung jawabannya! Gara-gara sepatu butut ini, aku jadi harus membatalkan rapat karena mukaku kotor bagai kebakar kompor!”gumamnya.

***

Donghae dan Kang Jin sampai di rumah sakit jiwa, mereka ingin mengunjungi eomma. Dan ingin mengetahui keadaannya.

Saat di lorong rumah sakit, Donghae berpapasan dengan Kang Jun. Ia pun memberi salam.

“Oh Donghae! Kamu akan mengunjungi eommamu?”tanya Kang Jun.

“Nee. Apa yang ahjussi lakukan disini?”

“Aku.. hanya mengunjungi seseorang.”jawab Kang Jun. “Sudahlah, sampai besok di tempat pelatihan.”

Kang Jun pun pergi dari hadapan Donghae dan Kang Jin.

“Hyung, aku penasaran dengan ahjussi itu, mengapa dia tahu kita akan mengunjungi eomma?”bisik Kang Jin.

“Aku juga, dia selalu menanyakan eomma. Ah sudahlah, ayo kita ke kamar eomma.”ajak Donghae lalu menarik Kang Jin.

***

 Ga eul bangun pagi-pagi sekali, hari ini dia harus berangkat pagi karena harus menyerahkan resep masak kepada dosen. Sementara itu, Sae Byeok masih asyik tidur, dia sudah mengumpulkan tugasnya dari jauh-jauh hari, makanya tidak sibuk pagi ini seperti Ga eul.

“Aduh, kata dosen aneh itu. Kalau aku terlambat datang seperti biasa aku tidak bisa mengikuti ujian!”gumam Ga eul lalu memasukkan roti ke mulutnya sebagai sarapan. Kemudian, ia segera pergi ke kampus.

Di jalan, Ga eul berlari dengan kencang, batas waktunya hanya lima belas menit lagi. Karena tidak melihat jalan, tanpa sengaja ia menabrak seorang pria.

“Maaf.”ujar Ga eul dengan bahasa perancis.

“Tidak apa-apa.”jawab pria itu. Tapi, ketika Ga eul melihat wajah pria itu, ia terkejut setengah mati. Begitu juga dengan pria itu.

“KAMU?!!”

“KAMU?!!”

“PRIA YANG KULEMPARI SEPATU KEMARIN?!!”

“WANITA YANG MELEMPARIKU DENGAN SEPATU?!!”

Ga eul menganga tidak percaya. Begitu juga dengan pria tersebut.

“Maaf, kita bicara nanti saja ya, kamu dapat menungguku di kampusku. Aku hanya ingin menyerahkan resep ini kok. Nanti aku dimarahi dosen lagi.”ucap Ga eul sambil menunjuk kea rah universitasnya lalu berlari kencang.

5 menit, pria itu menunggu Ga eul, tiba-tiba dia bertemu dengan sahabatnya.

“Yi Jung! Kamu sedang apa disini?”tanya Woo bin.

“Woo bin! Aku sedang menunggu seseorang.”jawab Yi Jung.

“Siapa?”tanya Woo bin.

“Wanita yang mempunyai hutang denganku!”jawab Yi Jung.

“Apa? Wah, sudah waktunya masuk nih. Aku duluan ya.”pamit Woo bin sambil menepuk punggung Yi Jung.

Beberapa menit kemudian..

“Maaf, lama ya menungguku?”tanya Ga eul.

“Tentu saja, aku ingin bicara denganmu!”seru Yi Jung kemudian ia menarik Ga eul ke salah satu café.

Di café..

“Jadi, kamu tidak bisa ikut rapat hari itu?”tanya Ga eul ketika mendengar cerita Yi Jung.

“Nee. Dan ini semua berkat wanita aneh yang ada di depanku.”sindir Yi Jung.

“Hei! Aku kan melakukannya secara tidak sengaja!”seru Ga eul. “Kau saja yang sedang sial!”

“Apa?! Hei, siapa suruh kamu melempar sepatu sampahmu itu! Bau sekali tahu!”balas Yi Jung.

“Sepatu sampah?! Aku melemparnya dengan tujuan untuk menimpuk pencopet yang mengambil tasku!”seru Ga eul.

“Tapi sepertinya kau salah mengenai orang! Kau benar-benar pelempar yang buruk!”ejek Yi Jung.

“Apa?! Berarti sepatuku benar-benar pintar memilih orang yang tak berperasaan seperti kamu!”sindir Ga eul. Namun Yi Jung hanya terdiam.

“Benar juga, sejak kapan aku punya perasaan? Perasaanku sudah hancur sejak tiga tahun yang lalu.”ucap Yi Jung pelan. Ga eul hanya menatapnya heran.

“Hei, jadi kau sengaja begini agar aku berhenti menghinamu ya?!!”bentak Ga eul.

“Aku tidak sengaja, Memang betul perasaanku telah hancur.”jawab Yi Jung.

“Aku rasa itu memang benar, bila perasanmu telah hancur berarti kau tidak punya perasaan? Kepada keluargamu, sahabatmu, dan bahkan mungkin gadis yang kau sukai?”tantang Ga eul. “Pasti ada yang kamu sayangi juga kan??”

“Kamu itu siapa sih?!! Tidak usah mencampuri urusan orang lain!!”bentak Yi Jung sambil berlari keluar dari café itu. Ga eul menatapnya heran. Tiba-tiba, hpnya berbunyi, ada telepon dari Woo bin.

“Yoboseyo.”

“Yoboseyo Ga eul! Kau dimana? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan.”

“Mian, aku sedang di café Anne. Bisakah sunbae kesini?”

“Nee. Tunggulah, lima belas menit lagi aku akan sampai disana! Sudah ya. Sampai ketemu nanti!

“Nee.”

Selesai bertelpon Ga eul berpikir. Apa benar keputusannya yang ingin memutuskan Woo bin? Bukankah itu akan menyakiti hatinya?

Kemudian Ga eul kembali mengingat pertemuannya dengan pria tadi. Mengapa hatinya berdebar saat melihat pria itu? Mengapa dia merasa pernah mengenal pria itu?

Tiba-tiba, Ga eul menemukan sebuah dompet berwarna hitam. Dia pun membukanya dan menemukan kartu nama pria tadi. “Kim Yi Jung..”gumamnya. Saat melihat foto keluarga pria tadi, Ga eul tercengang!

Di foto itu, ada Yi Jung, orang tuanya, dan sepertinya itu adiknya. Lalu, Ga eul berusaha mengingat kedua orang tua pria tersebut.

“Astaga! Aku ingat ini Kim Dong Young dan Ko Joon hee! Aku harus mengecek di apartemenku nanti! Apa benar ini pasangan itu? Bukankah mereka berdua sangat terkenal?”gumam Ga eul. Dia pun memasukkan dompet itu ke tasnya.

Beberapa menit kemudian, Woo bin datang.

“Ga eul, ayo kita berangkat!”ajak Woo bin sambil menarik Ga eul ke mobilnya. Lalu, mereka pergi kea rah menara Eiffel.

“Sunbae, kenapa kita kesini? Sudah malam lagi.”ucap Ga eul.

“Tenang saja, ayo kita keluar.”ajak Woo bin sambil menarik Ga eul. Ga eul hanya menghela napas, ia tidak suka Woo bin terus memaksanya.

Saat jalan-jalan di Menara Eiffel..

“Ga eul, tahukah kamu. Apa nama lain dari Kota Paris?”tanya Woo bin.

“Aniyo, Kota Paris ya Paris.”jawab Ga eul.

“Kota Paris disebut sebagai kota romantis. Para pasangan yang berbulan madu biasanya pergi ke Paris.”

“Lalu?”

“Aku mengajakmu ke Menara Eiffel karena menara ini, merupakan simbol dari Kota Paris dan merupakan tujuh keajaiban dunia.”jelas Woo bin lagi. Ga eul terdiam lagi.

“Ga eul, kau jangan pernah meninggalkan aku ya. Kamu juga tidak boleh membuka hati pada orang lain. Akulah yang selamanya ada dihatimu.”lanjut Woo bin.

“Sunbae aku..”ucap Ga eul hendak mengatakan isi hatinya namun dia mengurungkan niatnya.

“Aku akan menemuimu besok sehabis kuliah.”lanjut Ga eul dingin. “Sekarang aku mau pulang.”

Woo bin mengernyitkan dahinya. Ada apa dengan Ga eul? “Baiklah, ayo kita pulang.”ajaknya sambil menggandeng Ga eul ke mobil.

Malamnya, di apartemen Woo bin..

“Wah, Woo bin hyung sudah pulang! Ayo makan bersama!”seru Xia Tian saat melihat Woo bin.

“Nee. Hyungmu yang bandel itu mana?”tanya Woo bin. Xia Tian menunjuk kea rah Yi Jung yang sudah tertidur di sofa dengan lelapnya. Woo bin hanya menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, ayo kita makan bersama!”seru Woo bin. Xia Tian langsung menarik Woo bin ke ruang makan.

Selesai makan malam dan Xia Tian sudah tidur. Woo bin duduk di tepi sofa tempat Yi Jung tertidur.

“Anak ini, meskipun sudah besar cara tidurnya sama seperti anak kecil.”gumam Woo bin.

“Hoah.. Woo bin. Kau sudah pulang?”tanya Yi Jung.

“Nee.”jawab Woo bin. “Dari tadi.”

“Oh, mengapa wajahmu pucat?”tanya Yi Jung yang memperhatikan Woo bin. “Ada apa? Ceritakan padaku.”

“Sebetulnya aku sedang berpikir. Apa pacarku itu memang mencintaiku? Dia tidak terlihat bahagia bila bersamaku.”curhat Woo bin.

“Kenapa kau tidak bertanya saja padanya?”tanya Yi Jung.

“Aku takut dia merasa tidak enak padaku.”

“Kalau begitu, bila kamu merasa sakit dan sudah tidak kuat lagi menghadapi hubungan itu, mengapa kau tidak memutuskannya saja?”tanya Yi Jung.

“Aniyo, aku sudah mencarinya selama tiga tahun dan masih mencintainya. Dia itu.. tipeku.”

“Memang sifatnya bagaimana?”

“Polos, ramah, dan.. suka terlambat.”jawab Woo bin. Yi Jung terbahak-bahak mendengarnya.

“Sudahlah kawan, tidak usah dipikirkan. Bagaimana kalau kita ke club hari ini? Aku yang traktir!”ajak Yi Jung lalu merogoh sakunya. “Lho, dompetku tidak ada!”

“Kenapa?”tanya Woo bin.

“Dompetku hilang! Jangan-jangan saat di café tadi lagi. Jangan-jangan gadis itu sudah mengambilnya!”seru Yi Jung dengan panik. Lalu, ia segera berlari ke luar apartemen.

Di café,

“Mian, kami tidak tahu tentang dompet anda.”kata pelayan itu. Yi Jung hanya berjalan lemas pergi ke taman dekat situ lalu duduk di salah satu bangku.

Di dalamnya ada foto keluargaku, gawat kalau sampai semua orang tahu bahwa aku putra Kim Dong Young. Bisa-bisa aku masuk ke Koran! Batin Yi Jung dalam hati. Dia pun melihat televisi yang ada di tengah taman itu. Ternyata, ada berita tentang Korea.

“ Pemilik hotel Seoul, Kim Hong Suk (Cho ill hwa)serta putranya Kim Dong Young (Joo Jin mo) baru diwawancarai oleh wartawan Perancis hari ini. Hotel ini akan bekerja sama dengan Hotel Latinziens di Paris.”

Yi Jung menatap televisi itu. Appa, aku merindukanmu. Aku ingin pulang tapi apakah kau mau menerimaku? Dan apakah nanti kakek masih akan menghinaku dan Xia Tian? Mungkin inilah yang terbaik. batin Yi Jung.

Sementara itu, di apartemen Ga eul..

Ga eul membuka tasnya dan mengambil dompet Yi Jung. Lalu, ia membuka internet dan mencari nama Kim Dong Young dan Ko Joon hee.

“Ah, ketemu! Kim Dong Young, putra dari Kim Hong Suk, pemilik museum terbesar di Korea (Woo Sung), perusahaan ekspor impor dan Hotel Seoul. Ko Joon Hee pemilik perusahaan Ta Eul textile, perusahaan tekstil terbesar di Korea, meninggal tiga tahun yang lalu karena kanker.”baca Ga eul. “Ah, ternyata pria tadi orang kaya ya! Tapi, mengapa di berita dia kabur dari rumah?”

Kemudian, Ga eul menelepon nomor yang ada di kartu nama pria tersebut.

“Yoboseyo, apa ini dengan Kim Yi Jung?”

“Nee. Saya sendiri, ini dengan siapa ya?”

“Ini dengan gadis yang kau temui di cafe tadi. Aku menemukan dompetmu dan jika kau ingin dompetmu kembali, temui aku besok di café tadi jam empat sore. Sudah dulu. Selamat malam.”

Ga eul langsung menutup teleponnya. Kemudian ia pun melirik kalender di sebelahnya. Dua hari lagi, ia akan pulang ke Korea dengan Sae byeok. Ga eul harus meluruskan semua masalah yang terjadi di Paris.

Lalu, Ga eul mengingat mengenai sahabat lamanya, Jandi. Dia sangat membenci Jandi karena sahabatnya itu menikah dengan Gu Jun Pyo yang tak lain adalah musuhnya. Mengapa Jandi tetap menikah dengannya, padahal dia tahu kalau Ga eul sangat membencinya. Dan Ga eul pun mulai menjauh dari Jandi.

Sementara itu, di apartemen Woo bin..

“Dasar gadis sialan!! Seenaknya saja menyuruhku!! Mentang-mentang dia menemukan dompetku!!”teriak Yi Jung. Woo bin yang sedang membaca majalah lalu melirik Yi Jung.

“Kamu kenapa sih? Jangan teriak-teriak begitu dong!!”seru Woo bin.

“Habisnya, gadis yang kemarin menimpukku menyuruhku datang ke café besok! Gara-gara dia menemukan dompetku yang di dalamnya ada foto keluargaku!!”

“Kalau begitu, mengapa kau tidak menurutinya saja? Lalu, kau minta dia untuk merahasiakan asal-usulmu yang sebenarnya. Gawat kan, kalau hal itu tersebar? Bisa-bisa kau masuk Koran!”ujar Woo bin.

“Tapi..”
“Lupakan soal gengsimu. Itu lebih baik dari pada kau akan didatangi beribu-ribu wartawan.”ucap Woo bin.

“Baiklah..”ucap Yi Jung secara terpaksa.

***

Besoknya, di apartemen Ga eul..

“Wah, Ga eul! Besok kita akan pulang ke Korea ya! Aku sangat merindukan appaku!”seru Sae byeok dengan girang.

“Aku juga sangat merindukan oppaku dan adikku!”balas Ga eul. Keduanya pun berpelukan saking senangnya.

“O ya, Ga eul, kau belum pernah menceritakanku tentang keluargamu.”ingat Sae byeok.

“Aku akan menceritakannya nanti di Korea.”

“Ga eul, kau sudah memberitahukan perasaanmu yang sebenarnya pada Woo bin sunbae?”tanya Sae byeok.

“Aniyo, aku akan memberitahukannya hari ini.”jawab Ga eul. Sae byeok menatapnya, Tuhan, semoga Woo bin sunbae dapat menerima semua ini. Dan berikanlah sahabatku ini kebahagiaan pertemukanlah ia dengan pria yang selama ini menjadi mimpinya. Doa Sae byeok dalam hati.

Di kampus..

“Sunbae, aku mau bicara.”ucap Ga eul pada Woo bin, Woo bin mengangguk. Lalu mereka bicara di tempat yang sepi.

“Ga eul, waeyo?”tanya Woo bin melihat wajah Ga eul yang berwajah dingin hari ini.

“Sunbae..”

“Apa?”

“Kita putus saja.”ucap Ga eul yang membuat Woo bin sangat terkejut.

TO BE CONTINUED

Wah, Ga eul minta putus nih,

Woo bin mau menerimanya tidak ya??

Lihat saja di My Memories Are Falls Down Episode 7!!

Jangan lupa beri komentar ya!!

Tags: ,

14 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 6)”

  1. vanqueen says :

    dtnggu next partnya…🙂

  2. Bummiearab says :

    Makin seru
    nextpart cepet ya thor..

  3. Anjany Bumsso says :

    kya,,,,, meski pun SoEul hilang ingatan hati mereka tetap terikat dan tidak bisa mencintai orang lain selain orang yg sangat mereka cintai,,,,
    mudah-mudahan eps ya panjang biar makin seru bacanya…..

  4. Sary aj0w says :

    Daebax th0r…gmna ntar di k0rea nya..hwuaa pnasaran

  5. Sary aj0w says :

    Daebax th0r…gmna ntar di k0rea nya..hwuaa pnasaran,0y0 itu aQ bwetee liad eun kissu ma w0 bin,tak rela saya..bkan’y dulu ma yi jung cma cium pipi yah?haha auth0r tak adil..

  6. mey_kimeun says :

    next part panjangin ya…
    ceritany dah mulai seruuuu..
    gak da yang tau lo yi jung pacarny geul,, kacian bangeeet..

  7. Ela Bumssoeul says :

    Huaaaa….. seruu seruu seruu
    Part brikutnya harus ngebut yaa author!!! #hehehe maksa bner nie#

  8. amniminry_ says :

    wah tambah seru…!!!
    GaBin? SoEul aja dong..!! xD
    oppa jgn marah marah terus dong, unnie kn gk sngaja
    part slnjtnya ditunggu ^^

  9. bismania luph bumsso says :

    jeeeeeeeeeleeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  10. kimmify says :

    makin seru loh ceritanya. penasaran sama next partnya
    nanti gaeul inget lagi gak yaaaa
    update sooon!

  11. rizkyapratiwi says :

    wah … so eun mnta putus
    yang sabar kim joon oppa …..

    lanjuuuutttt author

  12. Ina BeQi Soeulmates says :

    putus ya????? bagus deh,, wkwkwk
    lanjuuuuut
    lanjuttttttttt

  13. Indah_ELF says :

    Wah udh k’temu nii …
    Ga eul mNta putus gmNa tuch wo bin
    d’tngu k’lanjutan’a

  14. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren banget sukka alurnya simpel hehe jd mudah di mengerti lanjut baca:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: