My Lovely Bodyguard part 12

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Kembali dengan FF gaje nie…

Semoga kalian makin tertarik membacanya…

Doakan author agar nilai ujiannya bagus..

Amin…

Part 12

“kenapa kalian saling berpandangan begitu? Jawab pertanyaanku. Dimana kim bum sekarang?” tanya so eun.

“tenanglah so eun. kim bum sekarang sedang menjalani pemeriksaan. Dia dalam keadaan baik-baik saja” jawab yoona.

“benarkah? Kalau begitu aku mau menemuinya sekarang” ucap so eun sambil berusaha bangun dari tempat tidurnya.

“ehhh, kau ini baru siuman tidak boleh banyak bergerak” omel yoona.

“benar kata yoona. Lagipula juga nanti kim bum kesini” ujar jiyeon.

“tapi aku ingin memastikannya sendiri” pinta so eun.

“turuti saja ucapanku. Kau lebih baik sekarang istirahat. Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu” bentak jiyeon. So eun langsung menuruti ucapan jiyeon.

“kalau begitu aku akan memanggil dokter dulu” ujar yoona keluar dari ruang rawat so eun.

“jiyeon, benarkah kim bum baik-baik saja?” tanya so eun.

“ya, kau berisik sekali. Nanti juga dia kesini” jawab jiyeon sambil membaca majalah.

Sementara itu, yoona tidak memanggil dokter untuk so eun. ia malah pergi keruang rawat kim bum dan memberi tahu kalau so eun sudah sadar.

“so eun sudah siuman?” tanya kim bum senang.

“ya, dia baru saja siuman. Begitu sadar langsung menanyai keadaanmu” ujar yoona.

“benarkah? Kalau begitu aku akan menemuinya sekarang” ucap kim bum keluar dari ruangannya.

“dasar.. kedua orang ini sama saja” gerutu yoona.

“hahahah… sudah, biarkan saja. Apa jiyeon dikamar so eun sekarang?” tanya seungho.

“ya, dia sedang menjaganya. Sudahlah, aku mau kekantin rumah sakit dulu” ucap yoona.

“aku ikut denganmu” ucap kibum menemani yoona.

“hey, kim bum kau ini tidak sabaran sekali bertemu so eun” ucap seungho.

“tentu saja. Kau juga ikut denganku karena mau bertemu jiyeon, bukan?” tanya kim bum.

“tentu saja. Kau pikir aku mau bertemu siapa lagi” jawab seungho.

Saat, kim bum dan seungho sudah didepan ruangan so eun. kim bum segera masuk kedalam.

“so eun, aku…”

“ssstttttt…. dia baru saja tidur. jangan berteriak seperti itu, kau lupa ini rumah sakit” omel jiyeon.

“iya, maaf. Cepat sekali ia sudah tertidur lagi” gerutu kim bum.

“dia itu masih perlu beristirahat” ucap jiyeon.

“jiyeon, bagaimana kalau kita pergi kekantin. Kau belum makan siangkan” ajak seungho.

“ya, jiyeon. Biar aku yang menjaga so eun disini” usul kim bum.

“baiklah, aku akan pergi sebentar” ucap jiyeon keluar dan pergi bersama seungho. Kim bum duduk disamping ranjang so eun sambil memandangi wajah so eun yang tertidur.

Setelah 15 menit menunggungi so eun. akhirnya, so eun bangun dari tidurnya. Ia terkejut melihat kim bum ada disebelahnya.

“kim bum…” ucap so eun sambil mengucek matanya.

“tidurmu lelap sekali. Lebih baik kau tidur lagi” ujar kim bum.

“tidak perlu. Apa kau baik-baik saja?” tanya so eun cemas.

“seperti yang kau lihat. Keadaanku benar-benar sehat” ucap kim bum.

“syukurlah..” ucap so eun lega. “kau tahu aku sangat terkejut saat melihat gudang tempat kau disekap terbakar habis. Kukira kau tak selamat” omel so eun.

“hahaha… sebelum gudang itu meledak minho sudah berhasil menyelamatkanku dari dalam sana” ucap kim bum girang.

“kau masih bisa terlihat senang begini? Padahal, nyawamu hampir saja melayang” tanya so eun.

“tentu saja aku senang. Setidaknya, aku masih selamat. Jika, aku tidak selamat juga aku sudah bersyukur karena kau tidak ikut mati bersamaku” ucap kim bum.

“YA.. bicara apa kau. Kau tahu usulmu dengan orang itu sangat kelewatan. Aku lebih baik ikut terbakar bersamamu daripada aku selamat tapi kau juga tak ikut selamat” omel so eun.

“so eun, aku sudah pernah bilang kepadamu sebelumnya. aku lebih suka diriku yang terluka atau hancur daripada melihat kau yang terluka. Aku tak mau melihatmu juga ikut meninggal ditangan orang-orang keji itu” ucap kim bum.

“tapi, kan aku…”

“sudah, jangan bicarakan hal ini lagi. kita berdua bisa selamat saja itu sudah sangat bersyukur” ucap kim bum. “sudah, kau istirahat sekarang. Aku akan kembali kekamarku” ucap kim bum bangkit berdiri. Toba-tiba, so eun menahan kim bum dan memeluknya.

“jangan pernah melakukan hal bodoh seperti itu lagi” ucap so eun.

Kim bum membalas pelukan so eun dengan sangat erat sambil tersenyum.

“ya, aku janji”

Tanpa, mereka sadari kyuhyun melihat mereka sedang berpelukan dari kaca pintu ruang rawat so eun. Kyuhyun terlihat sangat kesal, bunga yang ia bawa untuk so eun ia buang ke tempat sampah. Saat, kyuhyun berjalan keluar dari rumah sakit tanpa sengaja jiyeon melihat kyuhyun.

“bukankah itu kyuhyun? Kenapa wajahnya kelihatan kesal begitu?” gumam jiyeon.

Jiyeon dan yoona segera pergi kekamar so eun..

“kalian membawakanku makanan tidak?” tanya so eun.

“hey, kau ini masih sakit. Mana mungkin kami membelikanmu makanan sembarangan” omel yoona.

“aku tahu. Tapikan, makanan rumah sakit tak enak. Kalian tega sekali” gerutu so eun.

“ahh, sudah jangan banyak menggerutu. Makan-makanan yang sudah disiapkan rumah sakit untukmu” ucap yoona sambil menyerahkan makanan yang diantar suster barusan.

“oh ya, apa tadi ada yang datang menemuimu disini?” tanya jiyeon.

“tidak. Hanya kim bum saja yang kesini” jawab so eun. “ memangnya kenapa?”

“tidak. Aku kira teman-teman yang lain menjengukmu juga” ucap jiyeon. “sepertinya, kyuhyun tidak datang menemui so eun” ucap jiyeon dalam hati.

****

Sementara itu, kyuhyun pulang kerumahnya dengan perasaan kesal..

“kenapa harus begini? Kenapa harus dia dengannya?” teriak kyuhyun sambil membanting barang-barangnya.

“hyun, ada apa denganmu? kenapa kau pulang kerumah uring-uringan begini?” tanya jae ill.

“jangan bicara padaku. Ini semua salah paman” omel kyuhyun.

“apa maksudmu?” tanya jae ill bingung.

“ahh, sudah jangan ganggu aku” ucap kyuhyun sambil keluar rumah.

“hyun, kau mau kemana lagi?” tanya jae ill. Tapi, kyuhyun tidak menjawab pertanyaan pamannya. Ia segera mengemudikan mobilnya kencang-kencang tanpa tujuan yang jelas.

****

Kim bum yang sedang beristirahat mendengar ada yang membuka pintu ruang rawatnya. Ternyata, kakenya dan Pak Han yang datang.

“kim bum, bagaimana keadaanmu? Tadi, kakek baru saja mengunjungi so eun. kakek senang ia sudah siuman” tanya hee bong.

“aku sudah cukup membaik. Kapan aku bisa segera pulang?” tanya kim bum.

“kakek, belum tanya kedokter. Nanti kakek akan bertanya kepada dokter” jawab hee bong.

“oh ya, kek. Apa kakek sudah mengetahui tentang dalang dari penculikan itu?” tanya kim bum.

“kakek sudah sedikit mendapatkan informasi. Tapi, kakek belum tahu siapa dalangnya yang kakek tahu kalau orang itu adalah seorang pembisnis sama seperti kakek” jawab hee bong.

“heh.. susah sekali sih mencari orang itu” gumam kim bum.

“tenang saja, bum. Mungkin kita akan dikasih kesempatan untuk mengetahui dalang penculikanmu nanti lain waktu bukan sekarang. Kita hanya harus menunggu” ucap hee bong.

“ya, aku mengerti” ujar kim bum.

“yasudah, kalau begitu kakek pamit pulang. jaga dirimu baik-baik” pamit hee bong.

“ya, hati-hati kek” gumam kim bum.

Kim bum tak bisa tidur, daritadi ia hanya bolak-balik diranjang rumah sakit.

“ahhh, kenapa mataku susah sekali sih untuk dipejamkan” gumam kim bum. “so eun sudah tidur belum ya? Lebih baik aku kesana” ucap kim bum pergi keruang rawat so eun.

Sama seperti kim bum, so eun juga tidak bisa tidur. ia memang tak suka tidur di ranjang rumah sakit.

“so eun, kau belum tidur?” tanya kim bum yang masuk kedalam kamar so eun.

“belum. Aku tak bisa tidur” jawab so eun.

“kau sama sepertiku. Aku juga tak bisa tidur” ujar kim bum.

“rumah sakit memang tempat yang membosankan” ujar so eun. Kemudian, kim bum dan so eun mengobrol sambil duduk disofa.

“aku ingin bertanya sesuatu padamu, so eun” ucap kim bum.

“tanyakan saja”

“apabila, orang yang ingin mengincarku sudah ditemukan dan aku sudah tak hidup dari bahaya. Apakah kau masih akan tinggal dirumah dan menjadi bodyguardku?” tanya kim bum.

“mmmm….. apa yang harus kujawab. Aku belum siap menjawabnya. Perlu waktu untuk memikirkannya” jawab so eun.

“aiissshh… kau ini. Hanya tinggal menjawabnya saja apa susahnya” omel kim bum.

“hooaammm… sudah kubilang aku belum tau jawabannya. Suatu saat nanti aku akan menjawabnya” janji so eun sambil menguap.

“memangnya kau tidak pernah memikirkannya?” tanya kim bum.

“hemm… tidak” jawab so eun sambil menyederkan kepalanya dibahu kim bum. “memangnya kenapa kau bertanya hal semacam itu? kau ingin aku cepat pergi ya?” tanya so eun.

“tentu saja bukan itu” ujar kim bum.

“sudah, bertanya hal yang lain saja. Aku malas meladeni pertanyaanmu tentang itu” pinta so eun sambil menguap kembali.

“ennngggg… sebenarnya ada yang ingin aku ucapkan kepadamu so eun. aku harap kau siap mendengarnya. Sebenarnya aku mempunyai perasaan khusus terhadapmu. Kau tahu maksudku kan. Apa mungkin kau juga mempunyai perasaan yang sama sepertiku?” tanya kim bum. so eun diam tak menjawab. “kenapa kau diam?” tanya kim bum. saat, melihat so eun ternyata so eun sudah tertidur.

“heh… dia tidur ternyata.. hhhoaammm, aku juga sudah mengantuk. Lebih baik sekarang aku tidur” ucap kim bum. Sebelum kembali kekamarnya kim bum menggotong so eun dan membaringkannya diranjang rumah sakit tak lupa juga ia menyelimuti so eun. “good night, so eun” ucap kim bum sambil mencium kening so eun.

****

Dirumah jung…

“jiyeon, seharian ini katanya kau pergi keluar. Kau kemana seharian ini?” tanya jung.

“aku pergi menjaga temanku yang dirumah sakit” jawab jiyeon datar.

“teman? Teman yang mana?”

“kim so eun. ayah, kenalkan siapa dia?” ucap jiyeon sambil menatap jung.

“so eun? ahh, anak yang kau selamatkan waktu itu?”

“ya. Ternyata ayah masih mengingatnya”

“ahh, ayah hanya kebetulan saja mengingatnya. Tapi, untuk apa kau menjaganya? Dia itu bukan siapa-siapamukan. Hanya seorang teman. Lagipula, kalau kau terus menjaganya nanti kau ikutan sakit bagaimana” ucap jung.

“memangnya siapa yang akan menjaganya. Lagipula, kedua orangtuanya sudah meninggal” ujar jiyeon.

“oohh, ya? Ayah tak tahu tentang itu. kalau begitu ayah akan meneruskan pekerjaan ayah. Istirahatlah yang baik, jiyeon” ucap jung keluar ruangan.

“dia selalu saja mengelak jika sudah menyangkut tentang so eun” gumam jiyeon.

“kenapa jiyeon jadi akrab dengan anak itu? aku harus menjauhkan mereka apapun caranya” ucap jung.

“kenapa papa selalu bicara sendiri sih kalau habis keluar dari kamar jiyeon?” tanya jessica.

“jessica, kau ini bikin ayah kaget saja. Tidak apa-apa, ayah hanya tak suka melihat jiyeon begitu perhatian dengan temannya yang bernama kim so eun itu. Masa seharian ini ia menjaga anak itu dirumah sakit” ungkap jung jengkel.

“kenapa papa selalu saja memperhatikan jiyeon berteman dengan siapa. Hanya menjaga so eun dirumah sakit saja sepertinya papa sudah sakit kepala begitu. Anakmu itu bukan hanya jiyeon, aku juga pa. Anak kandungmu jessica jung bukannya anak adopsi seperti sih jiyeon itu” omel jessica.

Plak~

“jangan bicara sembarangan seperti itu, jessica. Walaupun, jiyeon tidak sedarah dengan kita, tapi kita harus menyayanginya juga sebagai keluarga” bentak jung.

“papa, kau menamparku? Ini pertama kalinya kau menamparku hanya karna jiyeon. Aku benci dengan kalian semua. Aku muak disini” omel jessica sambil menangis dan pergi keluar rumah.

“jessica, jessica..” teriak jung.

“apa yang dikatakan jessica itu benar ayah. Anakmu itu bukan hanya aku seorang saja” ucap jiyeon yang keluar dari kamarnya karena mendengar pertengkaran jessica. Jung hanya terdiam mendengar ucapan jiyeon.

Sementara itu, jessica menangis terus dijalanan. Ia tak tahu mau kemana, uang saja tak ia bawa bahkan hpnya ia tinggal dirumah. Ia sedang tak ingin kembali kerumahnya. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk pergi ketaman yang dulu sering ia datangi waktu kecil. Jessica duduk diayunan sambil menangis. Tiba-tiba, ia melihat seseorang yang menghampirinya.

“kau menangis lagi?” tanya pria itu yang ternyata kyuhyun.

“k..kau” ucap jessica sambil mengelap air matanya.

“kenapa malam-malam begini kau disini, jes?” tanya kyuhyun yang ikut duduk diayunan.

“bukan urusanmu. Memangnya taman ini kepunyaanmu” omel jessica.

“akukan hanya bertanya. Tidak perlu menjawabnya pakai emosi” ujar kyuhyun. “apa kau menangis lagi karena ayahmu?” tanya kyuhyun. Jessica hanya mengangguk.

“selalu saja begitu. Apa kau tidak mempunyai bahan lain untuk ditangisi?” tanya kyuhyun.

“kau ingin aku menangisi siapa? Dirimu?” ucap jessica ketus.

“haha.. aku tak mau ditangisi oleh wanita cengeng sepertimu” ejek kyuhyun.

“kau kira siapa yang mau menangisimu juga. Aku juga mikir-mikir kalau mau menangisi seseorang” ujar jessica.

“kim bum? kau menangisinya juga?” tanya kyuhyun tiba-tiba.

“tidak. Aku tak mau menangisi orang yang tak pernah mau membalas perasaanya kepadaku” jawab jessica lirih.

“jadi, kau sudah menyerah? Apa kau rela ia tak bisa bersamamu?” tanya kyuhyun.

“iya, memang sudah jadi nasibku. Tak ada yang mencintaiku didunia ini. Jika, ia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik, aku rela-rela saja” ujar jessica.

“heh.. kau ini payah. Segitu saja sudah menyerah” gumam kyuhyun.

“terserah apa katamu. Oiya, tumben kau ketaman ini. Ada apa?” tanya jessica.

“aku hanya sedang bosan. Aku tak punya tempat tujuan lain dan secara tak sengaja aku memikirkan taman ini. Yasudah, aku kesini. Dan, akhirnya aku bertemu denganmu lagi” ungkap kyuhyun.

“ohh, habis ini kau mau kemana?” tanya jessica.

“tak tahu. Aku malas ada dirumah” jawab kyuhyun datar. “kenapa kau bertanya begitu? Kau takut aku meninggalkanmu disini?” goda kyuhyun.

“bukan itu. aku hanya ingin ikut denganmu saja. Aku sedang tidak ingin pulang. uang dan hpku ketinggalan dirumah” ucap jessica.

“sedih sekali nasibmu. Mmm… aku ingin makan. Kau mau tidak? Biar aku yang mentraktirmu” ajak kyuhyun sambil tersenyum.

“oke. Aku ikut denganmu” ucap jessica. Kyuhyun segera berdiri dan berjalan didepan jessica. Sementara itu jessica hanya memandangi kyuhyun dari belakang.

“kenapa aku merasa sangta nyaman berada dekat dengan dirinya” ucap jessica dalam hati.

“kenapa kau hanya diam begitu. Kau ingin makan jugakan” teriak kyuhyun. Jessica segera mempercepat jalannya dan menyusul kyuhyun.

Selesai makan, kyuhyun menyuruh jessica pulang kerumahnya..

“aku tak mau” tolak jessica.

“kau mau tidur dijalanan? Aku ingin pulang. suasana hatiku sudah membaik” ujar kyuhyun.

“iiihhh… baiklah, aku mau pulang” ucap jessica jengkel.

Kyuhyun segera mengantarkan jessica pulang.

“terima kasih sudah mengantarku dan mentraktirku makan” ucap jessica.

“ya, sama-sama. sudah sana masuk, ayahmu pasti sedang cemas menuggumu” perintah kyuhyun. Jessica kangsung turun dari mobil kyuhyun dan masuk kedalam rumahnya. Jessica membuka pintu rumahnya diam-diam dan berjalan mengendap-endap seperti maling.

“pulang juga kau akhirnya. Habis dari mana saja kau, jes?” tanya jiyeon yag tiba-tiba muncul dibelakang jessica. Jessica yang mendengar suara jiyeon langsung terkejut.

“apa kau bisa tidak mengagetkan orang” omel jessica.

“kau habis kemana?” tanya jiyeon.

“bukan urusanmu. Untuk apa kau mengurusiku, mengurusi dirimu sendiri saja kau tidak bisa” bentak jessica sambil pergi kekamarnya. Jiyeon hanya geleng-geleng melihat tingkah laku jessica.

****

Keesokan harinya, dokter mengijinkan kim bum dan so eun untuk pulang kerumah. So eun dan kim bum yang mendengar hal itu langsun senang dan segera membereskan barang-barang mereka dan pulang. saat sedang membereskan barangnya, kyuhyun datang keruang rawat so eun.

“apa hari ini kau akan pulang?” tanya kyuhyun.

“ya, dokter bilang kalau aku dan kim bum boleh pulang hari ini. Maaf ya, hyun. Padahal kau kesini berniat untuk menjengukku tapi aku sudah harus pulang” ucap so eun.

“tidak apa-apa. Aku senang kau sudah membaik. Seharusnya, aku menjenguk beberapa hari sebelum kau pulang ya” ucap kyuhyun.

“itu lebih baik. Memangnya kemana saja kau beberapa hari yang lalu?” tanya so eun.

“umm.. aku punya beberapa urusan” jawab kyuhyun. Kyuhyun sengaja tidak mengatakan yang sebenarnya kalau ia kemarin sudah datang kerumah sakit untuk menjenguk so eun tapi, karena ia melihat kim bum dan so eun sedang berpelukan akhirnya, ia mengurungkan niatnya untuk menjenguk so eun.

“ohh… begitu. Ayo, kita keluar aku sudah selesai berkemas” ajak so eun. kyuhyun pun membantu so eun membawa koper so eun.

“sudah disini saja. Lagipula, aku pulang dengan kim bum kok” ucap so eun.

Kim bum melihat so eun dan kyuhyun sedang berbincang-bincang dilorong rumah sakit. Kim bum segera menghampiri mereka.

“so eun, kau sudah selesai? Ayo, kita pulang” ucap kim bum.

“kim bum senang melihatmu sudah membaik. Maaf ya aku baru bisa menjengukmu sekarang” ucap kyuhyun.

“ya, tak apa. Lagipula, kami juga sudah pulang dari sini” ucap kim bum dingin.

“mmm.. kalau begitu aku pulang dulu ya so eun, kim bum” pamit kyuhyun. Kyuhyun pergi meninggalkan kim bum dan so eun dengan perasaan jengkel dan kesal.

“kau ini masih bersikap dingin terhadapnya? Dia itu sudah baik hati datang untuk menjenguk” omel so eun.

“aku tidak peduli. Ayo, kita pulang” ujar kim bum.

Sesampainya, dirumah hee bong langsung menyuruh so eun dan kim bum untuk beristirahat dikamar mereka masing-masing.

****

Sementara itu, jiyeon tak sengaja menguping dari balik pintu ruang kerja saat jung sedang berbicara dengan seseorang ditelfon.

“jadi, mereka sudah pulang dari rumah sakit. Kita teruskan rencana kita” ucap jung.

“apa yang harus saya lakukan, bos?” tanya sang in dalam telfon.

“kau racuni saja makanan untuknya agar ia sekarat, pokoknya jangan sampai gagal” ucap jung.

“baik bos. Saya akan melaksanakannya” ucap sang in.

“jadi, dia menyuruh seseorang lagi untuk menyelakai so eun? aku tak bisa membiarkannya” gumam jiyeon. Pak Jang tak sengaja melihat jiyeon berdiri didepan pintu ruang kerja jung.

“nona apa yang anda lakukan didepan ruang kerja tuan?” tanya Pak Jang.

“tidak ada. Bilang pada ayah kalau aku akan pergi keluar sebentar” ucap jiyeon sambil menelfon seungho,

“seungho, kau bisa mengantarku pergi?” tanya jiyeon. “baiklah, aku akan menunggumu” ujar jiyeon memutuskan telfon dan pergi kekamarnya bersiap-siap. Pak Jang merasa ada yang janggal dengan sikap jiyeon seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

Jiyeon berdiri didepan gerbang dan melihat mobil seungho datang. Setelah, mobil seungho berhenti didepan rumahnya jiyeon langsung masuk dan menyuruh seungho untuk mengantarnya kerumah kim bum.

“kenapa tiba-tiba kau ingin kerumah kim bum?” tanya seungho.

“ayahku merencanakan sesuatu yang jahat untuk so eun” jawab jiyeon.

“rencana apalgi?”

“entahlah, aku harus menjaganya sebisa mungkin agar ia tidak celaka” ujar jiyeon.

Sesampainya, dirumah kim bum. jiyeon langsung datang kekamar so eun sementara seungho pergi kekamar kim bum.

“jiyeon, kenapa aku kesini? Aku sudah membaik kok” tanya so eun.

“aku hanya ingin melihat keadaanmu saja. Seungho juga datang sekarang ia sedang dikamar kim bum” jawab jiyeon.

“sepertinya kau dan seungho makin akrab saja” goda so eun.

“benarkah? Sepertinya biasa saja” ujar jiyeon.

“ahh, kau ini. Seungho itu sangat memperhatikanmu sekali” ucap so eun.

“aku tak tahu soal itu. mungkin dia begitu karena ia temanku” ucap jiyeon.

“teman? Kalian seperti tidak terlihat sebagai sepasang teman melainkan seperti sepasang kekasih” ucap so eun.

“kalau aku seperti sepasang kekasih dengan seungho, bagaimana denganmu dan kim bum?” ujar jiyeon.

“aku dan kim bum? seperti apa memangnya?” tanya so eun.

“kalian seperti sepasang suami istri” ejek jiyeon.

“ahh, jiyeon. Enak saja, aku tidak terlihat seperti itu dengannya” omel so eun. jiyeon hanya tersenyum sampai sang in tiba-tiba, datang dan membawa semangkuk bubur untuk so eun. jiyeon menatap sang in dengan tajam, sang in yang merasakan tatapan jiyeon merasa tidak nyaman dan segera meletakkan makanan untuk so eun dan keluar dengan tersenyum licik.

Saat so eun ingin menyendok buburnya tiba-tiba, jiyeon berteriak.

“jangan dimakan!!!!” teriak jiyeon.

“hah? Kenapa?” tanya so eun.

“aku melihat seperti ada binatang yang masuk kedalam makananmu” ucap jiyeon.

“benarkah? Mana binatangnya?” tanya so eun sambil mengaduk-aduk buburnya.

“sudah sini berikan padaku. Biar aku mengambilkanmu yang baru” ujar jiyeon mengambil bubur so eun dan membawanya kedapur.

Didapur, jiyeon segera membuang bubur so eun ditempat sampah. Sang in yang melihat jiyeon membuang bubur so eun segera menghampiri jiyeon.

“maaf nona, kenapa anda membuang bubur itu?” tanya sang in.

“karena bubur in tak layak untuk dimakan” jawab jiyeon dingin.

“apa maksud anda? Anda menyindir masakan saya?” tanya sang in.

“aku tak bermaksud menyindir bubur bikinanmu” jawab jiyeon.

“jadi, apa maksud anda?” tanya sang in kesal.

“aku melihat didalam bubur ini ada binatang yang masuk”

“binatang? Tapi, saya yakin kalau dibubur ini tak ada apa-apanya” ucap sang in ngotot dengan ucapannya.

“aku melihatnya sendiri. Apakah aku harus membiarkan so eun memakan bubur yanga da binatangnya? Ahh, kau ingin dia meninggal sehabis memakan bubur ini?” sindir jiyeon secara tajam. Sang in yang mendengar ucapan jiyeon langsung terkejut dan menjadi gemetaran.

“kenapa kau diam saja? Kau ingin dia begitu?” tanya jiyeon.

“ada apa ini ribut-ribut?” tanya kim bum. “jiyeon, sang in? Ada apa?”

“aku sedang mengganti bubur untuk so eun” jawab jiyeon.

“kenapa harus diganti?” tanya seungho.

“aku melihat ada binatang yang masuk kedalam bubur ini” jawab jiyeon. “tapi, pelayanmu sepertinya tak terima bubur buatannya kubuang” sindir jiyeon.

“ooh, jadi begitu. Lain kali hati-hati sang in. Kau harus bersih saat menyiapkan makanan atau apapun untuk semua orang yang tinggal disini. Kau lupa so eun baru keluar dari rumah sakit, dia harus memakan makanan yang bersih dan sehat” tegur kim bum.

“baik, tuan. Maafkan saya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi” ucap sang in menundukan badannya.

“yasudah, kalau begitu kau siapkan lagi bubur baru untuk so eun” perintah kim bum.

“tak perlu. Biar aku yang menyiapkannya” ucap jiyeon.

“yasudah, kalau begitu kau bisa melanjutkan pekerjaanmu yang lain” perintah kim bum kesang in. Sang in segera pergi dan melanjutkan pekerjaannya yang lain.

Setelah, selesai memasak bubur untuk so eun, jiyeon segera mengantar bubur untuk so eun kekamarnya.

“maaf menunggu lama. Buburnya harus dibikin lagi” ucap jiyeon.

“tak apa-apa. Jadi, merepotkanmu jiyeon. Binatangnya kan tinggal dibuang saja” ucap so eun.

“TIDAK…” bentak jiyeon. So eun kaget karena jiyeon membentaknya.

“maksudku, bubur itu tidak steril lagi. bagaimana kalau kau nanti sakit perut”

“oh, iya. Kalau begitu aku makan buburnya” ucap so eun sambil melahap bubur bikinan jiyeon.

“sepertinya, pelayan barumu itu bertingkah aneh” gumam seungho.

“kau juga berfikiran seperti itu? pertama kali aku melihatnya juga dia bertingkah aneh” ucap kim bum.

“sepertinya, ia tak suka melihat jiyeon membuatkan bubur baru untuk soeun”

“aku juga sependapat denganmu. biarlah, nanti aku akan mencari tahu sendiri” ujar kim bum.

“seungho, ayo kita pulang” ajak jiyeon yang datang kekamar kim bum beserta so eun.

“baiklah, kalau begitu aku pulang dulu bum, so eun” pamit seungho.

“trima kasih ya  jiyeon, seungho” ucap so eun.

Seungho dan jiyeon pun pulang dan saat so eun ingin kembali kekamarnya kim bum menahannya.

“ada apa lagi?” tanya so eun.

“jangan pergi dulu. Temani aku disini. Aku sangat bosan” pinta kim bum.

“baiklah, tapi hanya sebentar saja ya” ujar so eun. kim bum tersenyum puas dan mengajak so eun kekamarnya.

Bukannya mengobrol dengan kim bum, so eun melihat-lihat isi kamar kim bum sepuasnya. Kim bum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat so eun memberantaki isi kamarnya.

“ahhh, kim bum kau lucu sekali” teriak so eun sambil menunjuk foto waktu kim bum masih bayi.

“ahh, jangan dilihat” omel kim bum sambil merebut album foto dari tangan so eun.

“yah, kenapa? Akukan mau lihat” tanya so eun.

“tapi jangan lihat yang ini. Ini privasi” jawab kim bum.

So eun hanya mendengus kesal dan melihat lagi isi kamar kim bum. kim bum langsung menaruh kembali album fotonya dilemari bukunya.

“kim bum…”

“apa?”

“kalau aku pergi, kau masih bisa menjaga dirimu sendirikan”

“tentu saja” ucap kim bum. “kenapa kau berkata seperti itu? memangnya kau mau pergi kemana?” tanya kim bum.

“aku tak mau pergi kemana-mana. Itukan hanya seandainya” ujar so eun.

“jangan pergi dari sini” bisik kim bum sambil memeluk so eun dari belakang.

“kim bum, aku…” so eun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena jantungnya berdetak sangat kencang saat kim bum memeluknya.

“jangan banyak bicara. Aku baru pertama kali mengenal wanita kuat dan bodoh sepertimu” ucap kim bum. so eun hanya diam tak mampu bersuara.

“tapi, aku senang kau ada disisiku saat ini” sambung kim bum.

“kim bum, aku mau kembali kekamarku”  so eun akhirnya bisa bersuara. Kim bum malah terus mempererat pelukannya. So eun membalikan badannya agar berhadapan dengan kim bum.

“kau tenang saja, aku tidak akan pergi dari sini. Lagipula, orang yang ingin mengincarmu masih belum ditemukan” ucap so eun.

“kau harus pegang kata-katamu itu, kim so eun” ucap kim bum.

“urusanku sudah selesai kan disini? Aku mau kembali…”

“tunggu dulu… jangan pergi dari sini” pinta kim bum.

“t..tapi ini sudah malam” ujar so eun. Kim bum memandang so eun dengan tatapan menggoda. kim bum mendekatkan wajahnya ke wajah so eun dan menciumnya dengan lembut. Setelah beberapa menit berciuman kim bum baru melepaskan ciumannya.

“e..eee… a.aku mau kembali kekamarku dulu” ucap so eun gugup. Barulah kim bum melepaskan pelukannya. Sebelum so eun kembali kekamarnya kim bum membisikkan sesuatu yang membuat jantung so eun berdetak kencang. So eun segera berlari kekamarnya dengan wajah memerah, kim bum hanya tersenyum puas sambil memandang so eun yang keluar dari kamarnya.

“heh..heh.. kenapa denganku?” gumam so eun sambil memegangi jantungnya.

“apa dia salah minum obat?” ucap so eun sambil mengingat saat kim bum membisikannya sesuatu.

“mukamu lucu sehabis kucium. Aku jadi ingin terus menciumu.. tapi tidak sekarang. Oiya, jangan lupa untuk memimpikanku ya” bisik kim bum.

“ahhhh… kim bum.. dasar bodoh” teriak so eun sambil memeluk gulingnya.

****

Sementara itu, diruang kerja jung mengomeli sang in habis-habisan…

“dasar bodoh, kau. Tidak kau dan jang selalu saja lalai untuk mencelakai so eun. apa sih yang ada diotakmu itu, huh?” omel jung.

“maafkan saya bos. Saya hampir berhasil untuk mencelakainya tapi, tiba-tiba temannya yang datang mengahalngi saya” ungkap sang in.

“apa maksudmu menghalangimu?” tanya jung.

“begini bos, saya tadi sudah menaruh bubur dikamar so eun. saat so eun ingin memakan bubur itu. tiba-tiba, temanya itu bilang kalo dibubur itu ada binatang makanya ia membuang bubur itu. saat saya ingin memasak bubur lagi dia menghalangi saya dan malah membuat bubur sendiri untuk so eun” cerita sang in.

“dan lagi, bos. Saya rasa kalo temannya so eun seperti tau rencana saya terhadap so eun” sambung sang in.

“bagaimana mungkin dia tau rencanamu? Kau ini berfikiran yang tak masuk akal. Kau tahu siapa temannya itu? biar aku suruh orang untuk menyelidikinya” tanya jung.

“yang saya denger namanya itu jiyeon” jawab sang in.

“apa? Jiyeon? Kau yakin?” tanya jung kaget.

“iya, bos. Anaknya sangat aneh, dia menatap saya dengan tatapan tajam” ujar sang in.

“yasudah, kalau begitu nanti kita akn bicara lagi” ucap jung memutuskan telfon.

“jiyeon? Apa iya dia memang tahu?” gumam jung. Jung segera memanggil Pak Jang untuk menemuinya diruanganya.

“ada apa bos?” tanya Pak Jang.

“apakah kau tahu jiyeon tadi siang pergi kemana?” tanya jung.

“tidak bos. Dia hanya bilang kalau dia pergi sebentar dengan temannya yang bernama yoo seungho” jawab Pak Jang.

“apa mungkin dia pergi kerumah byun hee bong” gumam jung.

“oiya, bos. Sebelum dia keluar saya sempat melihatnya dia berdiri didepan pintu ruang kerja anda” cerita Pak Jang.

“apa? Dia berdiri didepan pintu?” tanya jung.

“iya, saya melihatnya sendiri. Akhir-akhir ini nona jiyeon bersikap sangat aneh dan tertutup. Dia juga jadi jarang dirumah” ujar Pak Jang.

“apa dia tahu tentang rencana kita? apa mungkin begitu?” gumam jung. “tapi itu tak mungkin”

“apakah saya perlu menyelidiknya?” tanya Pak Jang.

“tidak. Jiyeon juga orang yang cukup cerdik. Dia akan tahu kalau kau memata-matainya” tolak jung. “biar aku yang menyelidiknya” ucap jung.

“baik, bos” ujar Pak Jang. Setelah, Pak Jang keluar dari ruangan jung. Jung mulai duduk dan berfikir mengenai jiyeon. Ia teringat akan perubahan sikap jiyeon yang berbeda drastis dari biasanya. Dan, pertanyaan jiyeon yang selalu mengarah kepada orang tua kandungnya.

Jung langsung membuka lemari kecilnya tempat ia menaruh isi rahasianya didalam lemari itu. ia membuka agendanya dan mengambil selembar foto jiyeon dan ibunya.

“aku tidak ingin ia tahu tentang masa laluku” ucap jung lirih sambil memandang foto jiyeon dan ibunya.

-bersambung-

Sampai sini dulu…

Jangan lupa untuk dicomment…

Comment yang sudah kalian berikan sangatlah bermotivasi..

Thx…

Tags: , , , , , , , ,

22 responses to “My Lovely Bodyguard part 12”

  1. afri says :

    makin seru chingu,
    kim bum kenapa ga langsung di tembak aja sih so eun nya, hehe

  2. Indah_ELF says :

    Wow seru …
    Kim bum nakal nyium so eun … Hahaha tpi asik …
    Ywdh d’tngu part slanjut’a

  3. Putri says :

    Makin seru ajj crita’a. .
    Pha lgI skarang kimbum ma soeun makin mesRa ajj. .
    HoreE. . . . .

  4. zheey2992 says :

    knflikx mkin lma mkin bwad aq pnsarn.
    Wah oppa mulai trang2an ne nnjkin klo dia ska ma eunni.
    Asik,,asik ayo part slnjtx jgn lama2 ya.
    Ouh bkin bumsso cpt jdian jga.
    Klo bsa bnyk’in kissingx.
    Hahaha.😀

  5. rosiyani 'oci' says :

    hyaaaa author makin mantap nih. hho.
    kasian dah tuh orang2 jahat yg selalu gagal hahaha *tertawa senang
    biar aja tuh orang2 jahat yg mau celakain bum ma so eun cepet ditangkep polisi gtu.
    huaaaa jessica akhirnya nyadar jg kalo bum tuh mang ga jodohnya. hoho.
    ishhhh kyu jg mestinya kaya jessica gtu ikhlas kalo soo eun ga bs jadi miliknya jgn jd jahat ma bum. ishhhhh >.<
    udah kyu ma jessica aja deh tuh haha
    aduh duh bum nih sukanya buat so eun malu ihhhh. udah jujur aja kalo mang cinta. haha. kasian ya bum pas dirumah sakit dah bilang tapi so eun malah tidur. hahahaha
    udah ciuman yg keberapa tuh bum tiba2 aja ishhhhh.. hahaha🙂

    ya lanjut deh author🙂

  6. Ela Chamoisee says :

    Aisssh…. makin seru aja nieh critanya…
    Author hebat bnget bikin critanya.. ^_^

    Part slanjutnya hrus ngebut yaaa??
    hehehe… ^^

  7. leuni says :

    makin seru aja, lanjut…………….

  8. rizkyapratiwi says :

    kim bum sm so eun so sweet banget

    ceritanya makin seru,
    Jiyeon jg makin protektif banget sm so eun
    Tapi iu bagus

    jessica juga dah mulain ngelepas kn kim bum
    Bagusss … Siangannya tngl kyuhyun deh

    Hahahaha … lanjuttt authoR
    Gk sabar nunggu part selanjutnya …

  9. rini says :

    tmbah seru ,,
    kimbum m soeun dah saling suka, pi mereka blum jadian ,,
    smoga aj masalah mereka cepat selesai , ,

  10. amniminry_anis says :

    author!!!
    T.O.P B.GT deh
    oppa sm unnie tmbh dkt euy
    mana sering dipeluk, dicium lah
    hahaha
    lanjut author dn sukses ulangannya

  11. merli says :

    ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh seru romantisssssss , lucuuuuuuu……

    kim bum nakal banget aku suka kim bum kaya gitu hahahaha
    “mukamu lucu sehabis kucium. Aku jadi ingin terus menciumu.. tapi tidak sekarang. Oiya, jangan lupa untuk memimpikanku ya” bisik kim bum.
    OMO kata-katanya kira-kira kapan cium kim bum kalo bukan sekarang ! ahhh kenapa ga puasin aja ya ciumnya , lanjuttttkan …

  12. kimmify says :

    makinnnnnnnnn seruuuuuuuuuuu
    suka deh kimbum disini apalagi part akhir hahahaha
    masih sempet aja si kimbum nyium soeun
    trus kata2 nya lagi. emang mau nyium kapan lagi oppa? hahahaha
    untung aja si jiyeon ngehalangin niat sangin
    tapi kan nyawa soeun jg dalam bahaya
    ya ampun makin penasaran author sama part selanjutnya
    fighting author buat ff dan ujiannya!🙂

  13. santika says :

    KEREN!!!^_^

  14. Ina BeQi Soeulmates says :

    aaaaaaaaaaaaaaaa makin seruuuuuuu….
    serius thor,, aq selalu penasaran ma kelanjutannya,,,
    kapan penjaht” itu bakal terungkap yaaaaaa???????
    hmmmmmm…..
    kebiasaan itu si mbum peluk so eun dari belakang,, nyium tiba” lagi,,
    huwaaaaaaa huwaaaaaa makin berani nunjukin cintanya itu..
    ahaha
    KEREEEEEENNNNNNN CERITANYAAAAAA^^

  15. qinqin says :

    ah penasaran,next part please

  16. octaviane says :

    Hahahaha kim-bumnya unyuu ٩(͡๏̮͡๏)۶ ٩(͡๏̮͡๏)۶
    Gak kebayang kapan lagi kim bum nyium eunnie
    Good luck for author, get best score for your test yaa FIGHTING!!

  17. mey_kimeun says :

    waaah,,, kacian kyuhyun tu..
    tp gak pa..
    yang penting kim bum ma so eun jalan teruuus..
    kim bum makin hari makin genit ja..
    peluk cium,, peluk cium mulu…
    kan jd pengen..
    kekekekeke….

  18. dhia says :

    wwwaaaa… makin seru aja ceritanya, apa sich masa lalu pak jung itu? kalau aku rasa sich, masa karena hal yang membuat orang tua khukhun meninggal saja jung mau balas dendam segitu gencarnya? so eun lagi sasarannya, seharusnya kan kim bum…
    autor jodohin aja jessica sama khykhun, mereka cocok banget, supaya khykhun nggak ganggu hubungan kim bum-so eun lagi…
    oh ya, sebenarnya dari part satu nya aku penasaran, kenapa sich kim bum selalu dingin sama khykhun? dia tahu ya khykhun itu jahat? (sok tw!)
    pokoknya lanjutdech thor! jangan lama-lama part selanjutnya!
    ditunggu…

  19. afri says :

    Kim Bum sama So Eun saling melindungi satu sama lain, saling jadi bodyguard nih,
    cie cie bumsso kissu-kissu terus, ahahahahaha

  20. marsya says :

    Addduhhhhh knp sihh a̲̅∂a̲̅ cium2 nya

  21. tyas27 says :

    soeun sm kimbum terus selamat yaa wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: