It Might Be You part 3

Author : Intia Puspita

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Other Cast: Yoo Seungho, Park Ji Yeon, Choi Minho, Krystal, Lee Taemin, Sulli

Genre: Romantic/Family

Type: Sequel

 

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 A/N: Makasih ya yang kemarin udah baca sama komen, maaf kalau yang ini lama updatenya soalnya aku lagi banyak TO. Doakan aku masuk PTN ya mates hehe

Mian ya part yg ini banyak typo apalagi tambah gaje, soalnya bikinnya ngebut. Oh iya sepertinya ada penambahan cast, mungkin di part selanjutnya juga ada.

Selamat membaca😀

 

PART 3

Sepanjang perjalanan yang dilakukan Soeun hanya melihat keindahan kota Seoul menjelang malam. Baru kali ini ia melihat kota Seoul yang ternyata sangat indah. Biasanya di jam segini, paling-paling Soeun sedang ada di toko bubur milik keluarga Jung.

“Memalukan. Kau seperti tidak pernah melihat Seoul saja.” Cibir Kimbum. Sedangkan Soeun hanya bisa mengerucutkan bibirnya, makin sebal dengan sosok yang ada di sampingnya saat ini.

“Biar saja. Lagipula bukan urusanmu.” Soeun meleletkan lidahnya ke arah Kimbum, dan melanjutkan melihat Seoul dari balik jendela mobil Kimbum.

Soeun bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya Kimbum mau mengajaknya kemana. Orang itu memang misterius dan aneh, batin Soeun sambil melirik sekilas ke arah Kimbum yang sedang menyetir.

Tiba-tiba Kimbum mengerem mobilnya secara mendadak lagi, dan membuat dahi Soeun harus ‘mencium’ kaca mobil untuk yang kedua kalinya. Soeun mendengus pelan, menatap kesal ke arah Kimbum.

“Ah! Kau benar-benar mau kita mati?” Amarah Soeun meledak-ledak, ia mengusap dahinya yang terantuk tadi.

Niatnya Kimbum akan mengajak Soeun untuk makan di restoran miliknya, hal itu diurungkan takut kalau nanti kakeknya menyadari keberadaan Kimbum melalui anak buahnya.

“Mian,” Ujar Kimbum memasang wajah polosnya, lalu melanjutkan menyetir dan membanting stir mobilnya ke arah yang berlawanan.

“Aku baru sadar kalau–” Belum sempat Kimbum menyelesaikan kalimatnya, Soeun telah memotongnya.

“Kalau uangmu habis?” sindir Soeun, Kimbum hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Soeun mendecak ke arah Kimbum, lalu ia mencari-cari sesuatu dalam tas jinjing miliknya. Ia mengambil dompet dan mengecek isinya.

“Arasso. Kali ini aku yang traktir.” Ujar Soeun sejurus kemudian, lalu Kimbum menyunggingkan senyumnya.

***

Jiyeon menatap lesu kardiograf yang ada di samping tempat tidur kakeknya. Sesekali ia terisak saat melihat keadaan kakeknya yang seperti ini. Seorang wanita tua mendatangi kamar Kim sajangnim, ia berjalan mendekati Jiyeon.

“Nona, kau harus makan.” Ajak wanita tua itu pada Jiyeon tapi Jiyeon tak bergeming dari tempatnya.

Jiyeon menggengam erat tangan kakeknya. Ia sangat takut kehilangan orang yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri.

“Nona, dari siang kau belum makan.” Kali ini wanita tua itu mengelus pelan punggung Jiyeon, meminta dengan sangat lembut. Tapi Jiyeon malah meneteskan air matanya.

“Tidak! Aku tidak mau!” Pekik Jiyeon yang membuat wanita tua tersebut kaget, karena Jiyeon tidak pernah membentak seperti itu.

“Baiklah. Aku taruh disini.” Ujar wanita tua itu sambil menaruh nampan berisi makanan untuk Jiyeon, setelahnya ia beranjak pergi keluar kamar Kim sajangnim.

Pikiran Jiyeon sedang kalut saat ini. Andai saja ada orang yang mau berbagi cerita dengannya, mungkin bebannya tidak seberat ini. Minho? Bahkan ia masih belum nyaman menceritakan apapun pada Minho, yang juga kekasihnya, apalagi tentang masalah keluarga ini. Jiyeon juga tidak mau memberatkan Minho yang sedang fokus dengan pelajarannya di kelas tiga.

Jiyeon menatap nanar ponsel yang tergeletak di sampingnya. Sudah puluhan kali ia berusaha menghubungi kakaknya namun hasilnya nihil. Jiyeon yakin pasti kakaknya sengaja mematikan ponselnya itu.

“Kakek, kumohon bangun…” lirih Jiyeon yang mulai terisak.

***

“Heh jadi ini restoran yang kau maksud?” Cibir Kimbum yang melihat ke seluruh sudut tempat dimana mereka berada sekarang, sedangkan Soeun hanya mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Kimbum.

“Masih untung kau ditraktir. Sudah makan saja mie ramenmu, nanti dingin.” Setelahnya Kimbum mulai memakan mie ramen yang masih panas itu.

Saat ini Kimbum dan Soeun berada di restoran pinggir jalan, sebenarnya tidak bisa dikatakan restoran, itu hanya toko kecil dengan tenda yang berjualan mie ramen beraneka rasa. Sebenarnya ini adalah kali pertama bagi Kimbum makan makanan di pinggir jalan.

Soeun memutuskan hanya membeli setusuk sosis panggang untuk penghilang rasa laparnya. Soeun terkekeh pelan saat melihat Kimbum yang makan dengan lahapnya. Padahal tadi Kimbum sempat bilang kalau ia tidak suka mie ramen.

“Dasar orang aneh” Gerutu Soeun pelan.

“Noona! Noona!” Suara itu terasa tidak asing di telinga Soeun. Soeun mulai celingukan mencari sumber suara tersebut.

“Noona!” Panggilan itu makin terdengar saat dekat, bahkan sekarang Soeun merasa bahunya disentuh oleh seseorang.

Soeun menoleh ke samping dan mendapati sosok berambut coklat terang yang dikenalnya tersenyum sambil memerkan geligi putih miliknya.

“Taeminnie!” Seru Soeun kemudian saat menyadari kalau orang yang baru datang adalah adik kelas yang kebetulan sangat dekat dengannya.

“Noona, aku pikir aku akan kehilanganmu.“ Ucap Taemin terdengar ambigu.

Sejak dulu Taemin sering mengatakan kalau dia menyukai Soeun. Namun Soeun tidak menanggapinya dengan serius karena Soeun sudah menganggap Taemin adalah adiknya sendiri.

“Kukira Noona sudah pergi ke Swedia. Tapi untunglah aku kan jadi bisa melihat wajah Noona yang cantik terus.” Sedetik kemudian terdengar Kimbum yang tersedak setelah mendengar ucapan Taemin.

Taemin baru sadar kalau ada lelaki yang duduk di sebelah Soeun. Taemin mendekat ke arah Kimbum dengan tatapan membunuhnya.

“Kau siapa?” Tanya Kimbum wajah angkuhnya.

“Aku Lee Taemin, fans nomor satu Kim Soeun.” Soeun tertawa geli mendengar Taemin, begitu juga dengan Kimbum yang tersedak saat ia sedang minum. “Seharusnya aku yang tanya, kau siapa?” Tanya Taemin.

“Aku Kim Sangbum,” Ucap Kimbum enteng tetap dengan wajah angkuh yang dia miliki. Sedangkan Soeun hanya mendecak melihat tingkah Kimbum.

Mata Taemin terbelalak setelah Kimbum menyebutkan namanya, Taemin mengamati Kimbum dari dekat, saat itu juga Kimbum mulai risih dengan apa yang dilakukan Taemin. Pantas saja Taemin merasa sering melihat lelaki itu. Terang saja, wajah lelaki tersebut sering muncul di televisi ataupun surat kabar.

“Kau Kim Sangbum cucu Woosung grup?!” Pekik Taemin.

Sekarang malah Soeun yang terkejut mendengar ucapan Taemin. Apa orang itu jujur? Batin Soeun bertanya-tanya.

“Kau jangan bercanda Taemin-ah.” Ucap Soeun sambil tertawa kecil, menganggap bahwa Taemin sedang mengeluarkan lelucon paling konyol yang dimilikinya.

Taemin menaikkan satu alisnya dan menatap Soeun, “Jadi Noona tidak tahu siapa dia?” Soeun menggeleng pelan, sedangkan Taemin langsung memukul pelan dahinya.

“Ya ampun Noona!” Ucap Taemin gemas melihat Soeun.

Taemin mengeluarkan ponselnya lalu terlihat mengutak-utik sesuatu, seperti sedang membrowsing. Setelahnya Taemin menyerahkan ponselnya pada Soeun.

Soeun membaca artikel dalam ponsel Taemin dan melihat foto seseorang yang sepertinya ia kenal. Saking ingin memastikannya Soeun menatap layar ponsel Taemin itu dengan sangat dekat, dan mengamati Kimbum lebih dekat. Hal itu dilakukannya berkali-kali. Taemin tersenyum geli saat melihat tingkah Soeun.

“Jadi kau–” Soeun menatap lurus ke arah Kimbum setelah ia yakin apa yang dilihatnya.

Soeun jadi tersenyum kikuk melihat Kimbum, ia juga menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal itu. Sedangkan Kimbum hanya melihat sekilas ke arah Soeun namun dari sorot kesinisan dari mata Kimbum.

“Arasso. Maaf aku salah. Aku sudah menuduhmu berbohong.” Lirih Soeun.

“Yang penting kau sudah tahu kesalahanmu… aku tidak suka dibilang pembohong.” Ucap Kimbum.

Taemin berdeham ketika melihat kejadian antara Kimbum dan Soeun, ia juga merasa diacuhkan oleh keduanya. Taemin kembali berdeham kali ini lebih keras dari yang pertama karena tidak mendapat respons dari keduanya.

“Aigoo Taemin! Ternyata kau disini.” Teriak seorang gadis berambut panjang yang terlihat sebaya dengan Taemin, ia berjalan mendekati mereka bertiga.

Setelah sampai di dekat Taemin, ia menjitak kepala Taemin dan bisa dipastikan Taemin mengaduh kesakitan menerima perlakuan dari gadis yang baru datang itu.

“Ya Sulli-ah! Kubilang kan jangan ikuti aku lagi!” Kesal Taemin sambil mengelus kepalanya yang terkena jitakan.

“Soeun sunbae.” Sapa gadis yang dipanggil Sulli itu, sedangkan Soeun hanya mengangguk pelan saat namanya disebut oleh adik kelasnya tersebut. Sulli dan Taemin adalah junior Soeun saat berada di SMA.

“Sulli-ah, kenapa kau bisa berada disini?” Sulli melirik sekilas ke arah Taemin yang sedang mengerucutkan bibirnya, Taemin beranggapan kalau Sulli mengganggu pendekatannya pada Soeun.

”Maaf menganggu kalian.” Gadis bernama Sulli itu membungkukkan badannya. Lalu menjewer Taemin, mulut Sulli berkomat-kamit memarahi Taemin. Sedangkan Kimbum dan Soeun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku keduanya.

”Berani-beraninya kau meninggalkanku Lee Taemin. Ini yang kau sebut kencan?” kesal Sulli pada Taemin. Kimbum yang tidak mau ikut pusing, melahap mie ramen yang belum habis itu.

”Kau? Bukankah kau Kim Sangbum cucu pemilik Woosung grup?” pekik Sulli terkejut. Sedangkan Kimbum terpaksa menghentikan makannya setelah mendengar ucapan Sulli. Ia mendecak pelan, karena ada dua bocah yang menganggu makannya.

Kimbum mengangguk sebentar, sedangkan Sulli berteriak kegirangan. Ia mendekati Kimbum dan mengelus pipi kanan Kimbum. Sulli mendekati wajah Kimbum hingga jarak mereka dekat. Sedangkan Soeun hanya bisa menganga melihat kejadian itu di depan matanya langsung.

Aigoo, sepertinya Sulli cari mati, batin Soeun bergidik ngeri membayangkan hal yang akan terjadi nanti. Ia mengalihkan pandangannya pada Taemin yang wajahnya tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya dengan apa yang dilakukan Sulli barusan.

”Ternyata kau lebih tampan dari yang di TV.” ujar Sulli sambil tersenyum. Ia lalu mengeluarkan ponselnya, membidikkan kamera ponselnya dan mengambil gambarnya bersama Kimbum.

Kimbum hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Soeun menghela napas ternyata bayangan dalam benaknya tidak terjadi.

”Soeun sunbae. Kau sangat beruntung bisa mempunyai kekasih setampan dia.” ujar Sulli yang membuat Soeun tersedak.

Kenapa banyak orang yang salah sangka denganku dan lelaki menyebalkan itu, pikir Soeun merana. Sedangkan Kimbum terlihat cuek mendengar ucapan Sulli. Kali ini Kimbum benar-benar seperti muka tembok.

”Maaf menganggu kencan kalian. Kami pergi dulu.” ucap Sulli sambil menarik lengan Taemin paksa.

”Noona! Noona! Nanti kita bertemu lagi ya!” Taemin sambil melambaikan tangannya pada Soeun, setelahnya Soeun melihat Sulli menjewer telinga Taemin dan dalam jarak yang cukup jauh Soeun masih bisa mendengar jerit Taemin yang mengaduh kesakitan.

”Ah aku sudah kenyang.” ucap Kimbum yang membuat Soeun mengalihkan pandangannya pada Kimbum.

”Aku bingung tinggal dimana. Bibi Jung pasti akan khawatir kalau dia tahu aku tidak jadi berangkat ke Swedia.” gumam Soeun meratapi nasibnya.

”Ya sudah, ayo ikut aku!” Kimbum yang telah bangkit dari duduknya, menarik tangan Soeun tiba-tiba. Dan membuat Soeun kesal dengan perlakuan Kimbum padanya.

”Kita mau kemana?” tanya Soeun saat mereka sudah berada di dalam mobil Kimbum.

”Sudah jangan cerewet. Kau diam saja.” ujar Kimbum yang sudah menancapkan gasnya.

”Jangan bawa aku ke tempat yang aneh-aneh. Kalau tidak, nyawamu akan melayang.” ancam Soeun pada Kimbum sambil memperagakan layaknya orang yang memotong lehernya sendiri. Sedangkan Kimbum tertawa geli mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan Soeun.

”Tenang saja. Kau pasti suka.” ucap Kimbum sambil tersenyum.

Hari sudah beranjak malam, dilihatnya jalanan kota sudah mulai sepi. Astaga! Kali ini Kimbum akan membawa Soeun kemana lagi.

***

”Jiyeooon! Jiyeon!” Seungho berteriak mengahampiri Jiyeon yang baru saja sampai di gerbang sekolah. Ia ingin sekali pamer pada Jiyeon kalau hari ini ia tidak terlambat datang ke sekolah dan berjanji tidak akan bolos pelajaran lagi.

Wajah Jiyeon tampak pucat, ia seperti tidak bersemangat. Seungho mendekati Jiyeon dan menempelkan telapak tangannya pada kening Jiyeon. Betapa terkejutnya Seungho saat mendapati kening Jiyeon yang sangat panas.

”Ayo kita ke ruang kesehatan!” ajak Seungho sambil menarik tangan Jiyeon, namun Jiyeon berusaha menepisnya.

Lalu Jiyeon mempercepat langkahnya, menjauhi Seungho. Hari ini Jiyeon merasa kurang enak badan, kepalanya pun sedikit pusing, mungkin karena efek kemarin tidak makan. Ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan kakeknya.

Seungho pun mengejar Jiyeon dan menarik lengan Jiyeon agar dia mau ke ruang kesehatan.

”Kenapa kau peduli padaku?” tanya Jiyeon menatap sinis pada Seungho.

”Aku hanya ingin menolongmu. Apa itu salah?” ucap Seungho, namun Jiyeon memalingkan wajahnya menjauh dari Seungho.

Ia berjalan lagi mengacuhkan Seungho yang meneriakkan namanya berkali-kali. Kali ini kepala Jiyeon terasa sangat berat. Tiba-tiba pandangannya gelap, ia merasa tidak dapat menopang tubuhnya lagi.

Jiyeon sudah tidak peduli jika ia pingsan di atas lantai keramik itu. Namun sebuah tangan menangkapnya. Jiyeon sudah tidak merasakan apa-apa lagi, namun ia masih mendengar namanya dipanggil berkali-kali oleh suara yang sangat dikenalnya.

”Jiyeon! Bangunlah, kumohon!” ucapnya terdengar cemas.

Beberapa saat kemudian, Jiyeon sudah bisa merasakan dirinya kembali. Ia mengerjapkan matanya perlahan dan mendapati seseorang duduk di sampingnya. Ia tersadar kalau sekarang dirinya sudah berada di ruang kesehatan yang berdinding putih tersebut. Wajah Jiyeon berubah cemberut saat melihat orang yang tidak dinanti-nantikannya itu ada di sampingnya saat ini.

”Kau pikir aku Minho hyung?” ledek Seungho, seperti bisa mendengar isi hati Jiyeon.

”Dia tidak akan datang. Sekarang dia sedang berada di London karena urusan bisnis ayahnya.” ujar Seungho lagi. Jiyeon baru sadar kalau Choi Minho pacarnya itu adalah sepupu dari Yoo Seungho musuh bebuyutannya.

Seungho mengambilkan segelas air putih dan obat pada Jiyeon, ia mengangkat pelan kepala Jiyeon dan membantunya untuk minum obatnya.

”Kenapa tiba-tiba sikapmu berubah jadi baik seperti ini?” Jiyeon yang tidak menyangka kalau Seungho bisa berubah baik padanya. Padahal biasanya pasti mereka bertengkar karena kelakuan Seungho yang sering membuat Jiyeon kesal.

”Aku hanya ingin membalas jasamu. Kau kan sering membantuku.” jawab Seungho teringat kata-kata Jiyeon beberapa waktu yang lalu, Jiyeon manggut-manggut mengerti.

”Hei, kau tidak seperti biasanya. Kenapa?” tanya Seungho yang membuat Jiyeon teringat lagi akan masalah yang sedang dihadapinya.

Mata Jiyeon berkaca-kaca membayangkan kondisi kakeknya. Sedangkan Seungho yang sadar akan perubahan raut muka Jiyeon terlihat cemas. Seungho menghapus air mata Jiyeon dengan jemarinya. Seungho tertegun melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini, baru kali ini ia melihat Jiyeon menangis. Dan mengapa, saat melihat Jiyeon menangis hati Seungho seakan bisa merasakan kesedihan yang sedang dialami Jiyeon itu.

”Ceritakanlah,” ucap Seungho. ”…kalau kau mau.” sambung Seungho yang melihat ekspresi wajah Jiyeon terlihat ragu.

Saat ini Jiyeon malah merasa dirinya sangat nyaman di samping Seungho. Jiyeon pun menceritakan semuanya pada Seungho. Seungho mendengar semua cerita Jiyeon dengan serius, berkebalikan dengan pribadi Seungho biasanya yang sangat cuek itu. Jiyeon pun sadar kalau Seungho adalah pendengar yang baik.

”Tenang saja. Aku yakin sebentar lagi dia akan pulang.” ujar Seungho menenangkan Jiyeon. Kata-kata Seungho seperti magis bagi Jiyeon. Setelah mendengar itu, entah mengapa Jiyeon merasa ada kekuatan yang membuat dirinya lebih semangat dibandingkan tadi.

”Terima kasih. Kau sudah menjadi pendengar yang baik.” ucap Jiyeon kemudian sambil menyunggingkan senyumnya. Seungho terpaku melihat senyum tulus Jiyeon yang belum pernah dilihatnya. Karena biasanya Seungho hanya melihat Jiyeon yang sering mengomel padanya.

“Kalau kau butuh teman cerita, kau bisa memanggilku.” Seungho memegang pundak Jiyeon sambil menatap tulus ke arah Jiyeon.

“Apa yang kau lakukan Yoo Seungho?” omel Jiyeon sambil melirik tangan Seungho yang ada di pundaknya, dan berusaha menutupi kegugupannya saat melihat mata Seungho.

Seungho tersenyum melihat Jiyeon, ”Bagus! Sepertinya kau sudah kembali.” Seungho mengacak-acak rambut Jiyeon yang membuat Jiyeon memarahi Seungho lagi.

”Jiyeon! Kau sudah baikan?” pekik seorang gadis berambut coklat mendekati Jiyeon dan Seungho. Kedatangan gadis itu membuat mereka canggung satu sama lain.

”Aku tidak apa-apa, Krystal.” ujar Jiyeon menenangkan Krystal yang terdengar khawatir dengan keadaan Jiyeon.

Seungho pun akhirnya berinisiatif untuk pergi keluar dari ruang kesehata, meninggalkan Jiyeon. Seungho juga lega karena jika ia meninggalkan Jiyeon, masih ada Krystal yang bisa menjaga Jiyeon.

”Kau mau kemana?” tanya Jiyeon menghentikan langkah Seungho.

”Mungkin bolos.” ucap Seungho enteng tanpa menatap ke arah Jiyeon.

”Awas kalau kau berani melakukan itu!” teriak Jiyeon yang membuat Seungho melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan kesehatan itu, sambil menyembunyikan senyumnya.

***

Sayup-sayup Soeun mendengar suara debur ombak yang membuatnya terjaga. Soeun mengerjapkan matanya, meregangkan otot tangannya yang pegal karena terpaksa tidur di jok kursi mobil Kimbum.

Soeun melangkahkan kakinya keluar dari mobil sembari mendekapkan jas Kimbum yang entah sejak kapan menempel di tubuhnya. Manik matanya menyapu seluruh pemandangan yang ada di depannya. Gulungan ombak yang menari-nari sesekali menabrak batu karang, membuatnya terpukau. Perlahan-lahan, ia melihat matahari yang mulai naik ke permukaan. Soeun menyunggingkan senyumnya, baru kali ini ia melihat matahari terbit di pantai.

“Sudah pagi rupanya.” ujar sosok yang tiba-tiba datang itu, membuat Soeun menoleh ke arah sosok tersebut. Kimbum menghampiri Soeun dan berdiri tepat di sampingnya.

“Kau sudah bangun? Err, terima kasih.” ucap Soeun ragu sambil melirik jas Kimbum yang menempel di tubuhnya. Kimbum tersenyum simpul, namun tatapannya masih memandang laut.

“Sepertinya kau sering kesini.” Celetuk Soeun memecah keheningan. Dilihatnya Kimbum mengangguk sekilas.

Soeun tertegun melihat raut muka Kimbum. Sorot matanya penuh kesedihan. Soeun merasa inilah pribadi Kimbum yang sebenarnya, sangat rapuh. Menurutnya, Kimbum berusaha menutupi kerapuhannya dengan cara menjadi orang yang sedikit menyebalkan.

“Dulu, sebelum orang tuaku meninggal.” ucap Kimbum, manik matanya tidak lepas melihat keindahan laut yang terhampar di depan mereka. Soeun jadi tidak enak hati mengungkit-ungkit masa lalu yang kelam bagi Kimbum.

“Maaf kalau–“

“Lupakan.” ujar Kimbum dingin memotong omongan Soeun.

Soeun memejamkan matanya, menghirup udara pagi yang dingin. Menikmati nyanyian alam dari sang ombak.

Kimbum mengambil ponsel dari sakunya. Ia mulai menghidupkan ponselnya itu. Kimbum mengernyitkan dahinya saat melihat layar ponselnya dipenuhi puluhan panggilan tidak terjawab, serta beberapa pesan yang masuk.

Tak lama ponsel Kimbum berdering, ia malas mengangkat panggilan itu. Apalagi dari wanita yang membuatnya diusir dari rumah.

“Kau tidak mengangkat ponselmu huh? Berisik tahu!” celoteh Soeun sambil menutup teliganya yang sedikit pengang karena dering itu.

“Memangnya siapa sih? Sampai kau tidak mau mengangkatnya?” kesal Soeun. Sepertinya sifat Kimbum yang menyebalkan sudah kembali.

Tiba-tiba Soeun sudah merebut paksa ponsel Kimbum. Soeun menautkan salah satu alisnya saat melihat nama seseorang yang menelepon Kimbum. Ia melirik sekilas ke arah Kimbum, lalu menerima panggilan tersebut.

“Yoboseyo Bum-ah! Dengar dulu penjelasanku.” terdengar suara wanita dari seberang sana, dengan nada memohon.

“Apalagi yang mau kau jelaskan hah?” gerutu Soeun pada penelepon itu. Sontak wanita tersebut kaget karena bukan Kimbum yang mengangkatnya.

“K-kau siapa? Kenapa kau bisa bersama Kimbumku? Dimana Kimbum? Aku mau bicara. Ada sesuatu yang harus kujelaskan.”

Soeun menjauhkan ponsel Kimbum dari telinganya saat mendengar pertanyaan dari wanita itu yang bertubi-tubi. Kimbum malah menertawai tingkah Soeun yang konyol itu. Kimbum sudah tahu tabiat buruk si penelepon, yang tidak akan menyerah untuk mendapat yang dia inginkan.

“Tidak bisa. Kimbum sedang sibuk bersamaku.” celoteh Soeun yang membuat si wanita penelepon makin geram.

“Eh, memang apa yang kalian lakukan? Cepat berikan ponselnya pada Kimbum.” kesal penelepon tersebut dan membuat Soeun mengakhiri percakapan tersebut. Kimbum masih melihat Soeun sambil menertawainya.

“Siapa wanita cerewet itu?” tanya Soeun yang membuat Kimbum menghentikan tawanya.

“Dia calon istriku.” jawab Kimbum dengan nada dingin.

“Oh.” Soeun tidak mau berkomentar saat melihat perubahan mimik muka Kimbum yang terlihat sedikit–menyeramkan.

Saat ini dering ponsel Kimbum berbunyi lagi. Soeun langsung mendelikkan matanya ke arah ponsel Kimbum. Kimbum yang tadinya hendak mematikan ponselnya, jadi mengurungkan niatnya karena melihat siapa yang meneleponnya.

“Jiyeon-ah. Waeyo? Mwo?!” pekik Kimbum terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan adiknya tersebut.

Air wajah Kimbum langsung berubah cemas, ia jadi merasa bersalah. Soeun makin tidak mengerti dengan perubahan ekspresi Kimbum yang kini terlihat sangat khawatir.

“Hei, kau tidak apa-apa?” tanya Soeun.

Kali ini Kimbum menarik lengan Soeun dan mengajaknya ke mobil lagi. Soeun berusaha meronta karena Kimbum sangat memaksa hingga pergelangan tangannya sakit.

“Kenapa kau selalu memaksa sih? Aku kan–” keluh Soeun saat sudah berada di mobil Kimbum, namun Soeun memotong ucapannya saat melihat manik mata Kimbum yang terlihat sedang marah.

“Kau mau kutinggal disini? Apa kau punya uang untuk pulang hah?” cibir Kimbum sembari menyalakan mesin mobilnya.

Sedangkan Soeun hanya menghela napas panjang saat mendengar cibiran Kimbum itu. Memang butuh kesabaran lebih untuk menghadapi orang sombong ini.

“Jadi sekarang kita kemana?”

“Ke rumahku.” jawab Kimbum santai. Kali ini Kimbum mengebut, terlihat ia menyetir seperti orang kesetanan.

“Apa?!” teriak Soeun yang baru sadar kalau Kimbum akan mengajaknya ke rumahnya.

***

Beberapa hari belakangan ini restoran bubur keluarga Jung terlihat semakin banyak pengunjungnya. Akhirnya kemarin ada seseorang yang menggantikan posisi Soeun bekerja di toko bubur ini, setidaknya meringankan beban paman dan bibi Jung.

Pikiran bibi Jung tidak tenang dengan kondisi Soeun yang sekarang sedang berada di luar negeri. Saking cemasnya, bahkan tadi bibi Jung sempat memecahkan piring saat membereskan meja pelanggan.

Paman Jung yang melihat istrinya yang sedang khawatir itu menghampirinya.

“Lebih baik, kau istirahat hari ini.” nasihat paman Jung sambil memegang pundak istrinya..

“Tidak usah, aku bisa mengatasinya” Bibi Jung menggeleng pelan, menyunggingkan senyumannya

Seorang wanita bermantel putih keluar dari mobil sedan mewah miliknya, langkahnya mulai memasuki restoran bubur keluarga Jung. Menyadari ada yang datang, bibi Jung dengan segera menghampiri pelanggan baru itu.

“Selamat datang.” sapa bibi Jung ramah.

Wanita itu tersenyum dan membuka kaca mata hitam miliknya. Bibi Jung terbelalak saat melihat orang yang datang itu.

“Nami?!” pekik bibi Jung. Wanita itu langsung memeluk bibi Jung dengan hangat, ia sangat merindukan sahabatnya ini.

“Soora, aku rindu padamu.” ucap wanita bernama Nami, melepaskan pelukannya dengan bibi Jung.

“Astaga! Apakah itu Jung Dongho? Lelaki yang kau taksir dulu.” ledek Nami, sedangkan wajah bibi Jung memerah, mengingat masa-masa dulunya saat menyukai Jung Dongho–lelaki yang saat ini menjadi suaminya.

Merasa dibicarakan paman Jung mendekati mereka berdua, lalu menyapa Nami. Paman Jung mengenal Nami saat mereka SMA dulu. Sudah lama ia tidak melihat Nami, apalagi semenjak kejadian itu.

“Apakah kau yakin Soeun ke Swedia untuk menyusulku?” tanya Nami menatap bibi Jung dengan serius. Sedangkan bibi Jung mengangguk yakin.

“Aku sudah mencoba menghubunginya, tapi dia tidak menjawab teleponku. Aku kira dia sibuk.” jawab bibi Jung. Nami terlihat berpikir, bibi Jung merasa ada yang tidak beres.

“Aku sudah mengeceknya, tapi kata orang suruhanku, Soeun tidak ada di Swedia.” ujar Nami terlihat khawatir, bibi Jung terlihat sangat terkejut mendengarnya.

“Jadi, kemana Soeun sekarang?” cemas bibi Jung.

***

Setelah dua jam, akhirnya Soeun melewati masa-masa sulitnya saat disetir oleh Kimbum yang seperti sedang kerasukan sesuatu. Tak henti-hetinya tadi ia menjerit saat mobil Kimbum melaju dengan sangat cepat. Hampir saja tadi mereka menabrak truk.

Soeun menghela napasnya panjang, saat mobil Kimbum benar-benar berhenti. Soeun melepaskan genggamannya pada pegangan yang ada di mobil. Kimbum sedikit terkekeh melihat wajah Soeun yang sangat ketakutan.

“Dia benar-benar gila.” gumam Soeun sepelan mungkin.

Soeun melangkahkan kakinya keluar dari mobil. Sebuah rumah mewah nan megah ada di hadapannya saat ini. Pekarangan yang begitu besar dengan air mancur di tengahnya.

“Sampai kapan kau berdiri disitu.” ledek Kimbum yang melihat Soeun masih terpukau melihat pekarangan rumah Kimbum.

Beberapa pelayan berdiri menyambut kedatangan Kimbum. Soeun masih menganga melihat Kimbum yang begitu dihormati disini. Bahkan di dalam rumah terlihat lebih megah dengan dinding yang diukir khas Eropa, dan lantai keramik yang berkilau. Belum lagi banyak perabotan yang pasti tidak murah harganya.

Soeun diajak ke sebuah ruangan. Betapa mirisnya ia melihat pemandangan di depannya. Seorang lelaki tua yang terbaring lemah di ranjangnya dengan selang infus dan alat bantu pernapasan.

Di sampingnya telah duduk gadis muda dengan rambut gelombang yang cantik. Ia menggenggam tangan lelaki tua itu dengan erat.

“Jiyeon.” panggil Kimbum yang membuat Jiyeon menoleh ke arah sumber suara.

Wajah Jiyeon terlihat sumringah saat melihat orang yang ditunggu-tunggunya.

“Kakek… oppa sudah pulang.” lirih Jiyeon, berharap kakeknya itu bangun dari tidurnya.

Jiyeon langsung memeluk kakak lelakinya, dan mulai menangis. Melihat itu membuat Soeun ingin pergi karena takut menganggu urusan keluarga itu. Lagipula Soeun tidak mau ikut campur dengan keluarga orang lain.

Saat Soeun hendak keluar dari kamarnya, sebuah suara menghentikannya.

“K-kau…” suara itu terdengar berat. Soeun menoleh dan dilihatnya lelaki tua itu menunjuk ke arahnya.

“Kakek! Kakek sudah bangun?” pekik Jiyeon senang. Kimbum tersenyum simpul melihat keadaan kakeknya. Namun ia sedikit tidak mengerti karena telunjuk kakeknya mengarahkan ke sesuatu. Melihat hal itu Jiyeon dan Kimbum mengikuti arah telunjuk kakeknya.

“Soeun?” ucap Kimbum tidak mengerti akan maksud kakeknya. Sedangkan Soeun malah menunjuk dirinya sendiri dan berjalan menghampiri mereka bertiga.

“D-dia wanita pilihanmu? Kalau begitu kakek akan membatalkan perjodohanmu dengan Eunhye.” ucap kakeknya dengan nada bicara yang terdengar lemah. Mendengar perjodohannya akan dibatalkan, Kimbum langsung saja menganggukkan kepalanya.

Apapun, agar ia bisa terhindar dari perjodohan konyol itu. Perjodohan karena janji kakeknya pada sahabatnya. Awalnya Kimbum sempat menerima perjodohan ini, namun setelah ia tahu bahwa Eunhye punya niat buruk pada keluarganya, Kimbum langsung menolaknya mentah-mentah.

Ya, walaupun Kimbum sudah menjelaskan hal itu pada kakeknya tapi kakeknya tidak percaya padanya. Mungkin karena sikap Eunhye yang pura-pura baik itu benar-benar bisa membutakan hati kakek. Dan juga mungkin karena sebelumnya sifat Kimbum yang buruk, jadi kakek tidak percaya padanya.

“Iya dia wanita pilihanku, kek. Yang penting kakek harus segera sembuh.” ujar Kimbum dengan tampang tidak berdosa, dan membuat Soeun melongo mendengar ucapan Kimbum yang terdengar gila.

“Tenang saja. Kakek harus sembuh untuk melihatmu menikah dengannya.” Kim Sajangnim melirik sekilas ke arah Soeun sambil tersenyum.

“Hah?! Menikah?!” pekik Soeun terkejut.

***

TBC

Tags: , , , , , , ,

25 responses to “It Might Be You part 3”

  1. amniminry_anis says :

    huah!!!!
    tambah seru author
    jadi unnie dikira pacar oppa ya?
    ahay!!!

    omo, omo!!
    minho namjachingu jiyeon?
    pasti nanti jadi sama krystal -_-
    andwae!!
    minho-ya!! *terlalu cinta sama choi minho*

  2. Kim So In says :

    Ayo bumsso cepat nikah…hahahahahahahahahahahahahahaha
    kakek yg pengertian…

  3. dhiyah says :

    WHAT ,,,, nikah ???!!!! mau . . . *pLetakk*
    aduuuhh ,, gmna tu nasib so eun ??? g jdi k swedia mLah mo nikah …
    che che che , , , gmna ea ??? q seneng pa g ea ?? bingung dech q ??? *pLeetaak* *yg mo nikah capa , yg rempong capa* *abaikan*

    cpet d Lnjut yau . . . ^^
    ASAP

  4. Ina BeQi Soeulmates says :

    uwaaaaaaa makin seru aj..
    gimana nasib so eun ya?? hadeeeehhh ini bum asal ngaku aj,,
    hoho
    eh ada Taelli, Minstal, dan Seungyeon couple jg,
    aseeeeeeeeekkkkkk……
    smga ntr ending.a gt,,
    wkwk
    lanjuuttt author^^

  5. Bummiearab says :

    Lanjutttttttttttt kn thor
    please jgn lama..

    Hwaiting

  6. kim in su says :

    seru…seru…seru…
    lanjutkan author. yg cepet yah. tadi aja sempet lupa ceritanya yg mana. hehehe~

  7. rini says :

    hahahaha kim bum bener” buat soeun syok berart,,
    mereka bakalan nikah hahahaaaa,,pasti seru ne,,
    lanjutannya jangan lma” ya!!

  8. WidhyAegyo says :

    Reader bru nie,
    daebak dEch bwt author. Gx tau mw ngomen pa lgi,
    lanjutan.a jgn lama2 thor. . .

  9. qinqin says :

    author aku rada lupa part sebelumnya,next part jangan lama-lama ya,please

  10. larasrahmaa says :

    Aihhhh seruu nihhhh
    Tp lama ya author updatenya *gaksabaran
    Awalnya sih sempet lupa ama cerita pertamanya, tp akhirnya inget jga *ting haha #gaje abaikan :p
    Iya udh KB sm KSE ajaa, kan si eunhye pnya niat jahat *lirik eunhye digampar #plakk
    Yaudah deh author ditunggu lho kelanjutannyaaa
    Jgn lama lama okok😀

    • kimmify says :

      gomawo udah komen ya. maaf ya sempet lama kan author lagi mempersiapkan diri buat ujian *sok sibuk* mungkin di part selanjutnya author usahain bikin preview prev partnya
      okay ditunggu next partnya ya
      makasih banyak udah komen🙂

  11. santika says :

    wah tambah seru aja nih…
    ditunggu next chapter nya ya…🙂

  12. seororoevilkyu says :

    makin seruuuuuuuuuuuu,,

    lanjuttttttttttt thor,,,!!!!!!!!!

    jangan lama2,,,!!!!!!!!!!!

  13. ambar says :

    keren. . . .dtgu next partnya y. . . .

  14. yankyu says :

    wah makin bagus ceritanya enngak dabar liat bum nikah ma soeun

  15. Indah_ELF says :

    Wah seru …
    Kim bum d’jodohin ma so eun jdi’a gmNa tuch nasib eunhye …
    Penasaran d’tnggu part slanjut’a tpi jgan lma” *maksa*

  16. merli says :

    author kakek itu yang soeun tolong bukan ?? wah makin seru , author ko lama updatenya ???
    makin seru , lucu , seungho suka sama jiyeon tuh jadi minho buat aku aja hahaha

  17. rizkyapratiwi says :

    mwo!? Nikah ??
    Wah wah ….
    Yoooaaa…. Makin seru

    Hem.. Di sini so eun nya orng kyk jg ya?? Tpi dia blom ketemu sm ortu kandungnya??
    Whhh … Penasarraa

    Lanjut author … Jangan lama2 y * maksa *

  18. rosiyani 'oci' says :

    hyaaaa so eun ke jebak dimasalahnya bum. hihi….
    kasian so eun mau ketemu ibunya malah kena masalah ini.
    huaaaa mudah2an sih tar akur mereka.
    lanutlah author. hhe🙂

  19. Elza says :

    aigoo, kenapa saya sedih baca nie ff ya?! #clingak clinguk kiri kanan *tny cyp nie >,<'
    soal'na tiap da member SHINee saya gak rela bwt jd d couple'in gt.hehe #pletak *reader egois!
    untung aja bkn Onew suami saya.xixixixixiiiii😛

    tp BUMSO'na keren, lanjut thor…….!! fithing!! ^_^

    • kimmify says :

      makasih udah komen ya…. tapi jangan sedih ya
      tenang aja kalo masalah onew author berani jamin gak bakal ada di fanfic ini, soalnya author juga gak rela sebenernya kalo onew sama yg lain hahahaha *jiwa mvp kambuh*
      gomawo🙂

  20. bismania luph bumsso says :

    waahhhh,mkin mendebarkan,……
    trxta so eun jg anak org kaya toh,……
    so eun jg akan menikah dgn kim bum ……
    serruuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !!!!!!
    lanjutkan…!!!!!!!!
    ~ _ ^
    BN~

  21. RiriAngels says :

    Jiaahaha ada TaeLli couple xD
    (Langsung cium pipi taem n sulli)
    Haha taemin fans no 1.a Eunnie y?
    Sama dong riri jg #plak
    Haha
    Aaaa luculucu haha kim bum kau licik ternyata haha
    Next part ditunggu..

  22. Yuli says :

    Wah..crita x mkin seru ni aduh jd pnasaran dc cm kelanjutan brikut x,

  23. ana says :

    Wah.. aku baru menemukan ff ini..ceritanya bagus bgt tidak membuat yg. Membaca bosan.. saya suka karakter kim bum dan so eun dlm cerita ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: