My Memories Are Falls Down (Episode 7)

Author: Rainbow D(X)

Main Cast: Kim Bum as Kim Yi Jung, Kim So Eun as Cha Ga eul

Cast: All Star

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Enjoy.

“Sunbae.. kita putus saja.”ucap Ga eul. Woo bin terkejut lalu menatapnya.

“Apa?! Kenapa?!”

“Aku.. selama ini, tidak pernah mencintai sunbae. Aku mencintai pria lain dalam hidupku.”

“Siapa pria itu?! Berani-beraninya dia merebut pacarku!!”seru Woo bin.

“Sunbae, tidak perlu tahu! Yang terpenting kita tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi!”balas Ga eul lalu berlari meninggalkan Woo bin yang mematung di tempatnya.

Tuhan, apa salahku hingga Ga eul seperti ini. Apakah kau tidak bisa memberikanku kebahagiaan sekali saja. Batin Woo bin dalam hati.

Sementara itu, Ga eul masuk ke café Anne untuk memenuhi janjinya pada Yi Jung.

“Apakah ini yang terbaik bagiku dan Woo bin sunbae?”gumam Ga eul kemudian ia melihat dompet milik Yi Jung lalu melihat foto anak kecil itu. “Mengapa aku merasa pernah melihat anak ini ya?”

“Hei, daritadi menggumam sendiri. Nanti kerasukan setan lho.”ucap Yi Jung tiba-tiba. Ga eul terkejut.

“Sejak kapan kau datang?”tanya Ga eul.

“Kau tak perlu tahu.”ucap Yi Jung sambil duduk di hadapan Ga eul. “Sekarang mana dompetku?”

“Sebelum itu ada yang ingin aku tanyakan.”ujar Ga eul lalu mengambil foto keluarga Yi Jung dari dalam tasnya. “Apa ini benar-benar orangtuamu?”

Yi Jung menatap foto itu dengan pura-pura tenang. “Memangnya kenapa? Kau sudah menyebarkannya ke Koran?”

“Ternyata benar ini orangtuamu. Wah, kira-kira kamu bakal dikejar berapa wartawan ya? Seribu? Dua ribu? Atau mungkin.. satu miliar.”goda Ga eul.

“Kamu ini mempermainkanku ya?!!”bentak Yi Jung. “Cepat kembalikan dompetku!!”

Ga eul langsung menyerahkan dompet itu ke Yi Jung. “Bisakah kau menceritakan mengapa kau kabur dari rumah? Kalau kamu menceritakannya, aku janji tidak akan memberitahukan siapapun.”

Yi Jung menghela napas panjang. “Baiklah, aku kabur karena kakekku yang suka mencaci makiku. Puas?”

“Tapi, aku rasa Tuan Kim Hong Suk itu baik.”ucap Ga eul.

“Baik apanya? Itu luarnya apa kamu sudah melihat dari hatinya?!!”bentak Yi Jung.

Ga eul menatap Yi Jung dengan heran. Ada juga orang membanggakan dan memamerkan kehebatan kakeknya, tapi yang ini kok? Gumam Ga eul.

“Apa? Kau menyebutku sebagai orang aneh?”tanya Yi Jung.

“Aniyo. Apa kita pernah bertemu sebelum saat ini?”tanya Ga eul. Yi Jung menatapnya dengan heran.

“Aku merasa baru pertama kali melihat gadis aneh sepertimu.”ucap Yi Jung. “Dan sepertinya urusan kita sudah selesai. Jadi, aku pergi.”

Yi Jung pun keluar dari café Anne. Mengapa gadis itu menanyakan hal itu? Tapi, mengapa aku juga merasa pernah bertemu dengannya ya? Mengapa hati ini berdebar saat melihatnya tadi? Batinnya.

Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. Yi Jung pun mengangkatnya.

“Yoboseyo Woo bin.”

“YoboseyoYi Jung bisakah kau kesini. Ayo kita ke bar?!!”

“Woo bin, kau mabuk?”
“Nee. Cepatlah kesini, aku sedang bersenang-senang!

“Nee.”

Yi Jung pun menutup ponselnya. Mengapa Woo bin mabuk berat lagi? Pikirnya.

***

Donghae dan Kang Jin pun sampai di apartemen mereka. Disana, Kang On Hyuk (Uhm Ki Joon), guru Kang Jin sekaligus orang yang selalu mengawasi tiga bersaudara itu dan selalu berkunjung setiap malam sudah menunggu mereka.

“Kalian sudah menjenguk eomma kalian? Bagaimana keadaannya?”tanya On Hyuk.

“Sudah, biasa saja ahjussi.”jawab Donghae, yang masih kesal karena bertemu Jun Pyo tadi langsung masuk ke kamarnya sambil membanting pintu.

“Kenapa dia?”tanya On Hyuk.

“Tadi dia bertemu dengan pewaris Shinhwa itu.”jawab Kang Jin.

“Apa mereka berkelahi lagi?”tanya On Hyuk.

“Nee. Tapi, aku langsung menghentikan mereka. Daripada hyung ditangkap polisi seperti bulan lalu.”

“O ya? Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Ga eul? Besok dia pulang kan? Kita harus membuatkannya kejutan.”usul On Hyuk.

“Ide bagus tuh.”timpal Kang Jin.

“O ya, besok katanya ada murid baru di sekolahmu lho. Kabarnya dia jago main biola.”

“Benarkah?”tanya Kang Jin. On Hyuk mengangguk. Kang Jin benar-benar penasaran dengan anak baru itu.

***

Di bar..

Yi Jung melihat Woo bin yang tengah minum-minum bersama para wanita.

“Woo bin, berhentilah.”ujar Yi Jung sambil merebut botol minuman dari tangan Woo bin. Para wanita yang ada disana pun langsung mendekat pada Yi Jung.

“Hai, bisakah kita minum bareng?”

“Bagaimana kalau kita dance?”

“Bagaimana kalau kita kencan?”

Yi Jung mengabaikan para wanita tersebut, lalu menarik Woo bin.

“Ada apa denganmu?!”seru Yi Jung.

“Lepaskan aku! Ayo, kita minum-minum saja!”
“Tidak bisa, kau sudah mabuk berat! Ayo!”seru Yi Jung sambil membawa Woo bin pergi.

Di apartemen..

Woo bin yang masih mabuk terus berkata. “Mengapa kau lakukan ini padaku?”

“Ada apa sih denganmu? Kamu sedang putus cinta?”tanya Yi Jung. “Makanya jadi orang jangan suka mabuk.”

Tiba-tiba, Woo bin menarik kerah Yi Jung.

“Aku iri denganmu tahu! Mengapa kau punya semua  yang aku tak punya?! Orang tua yang hangat, punya gadis idaman, disukai banyak wanita! Sedangkan aku, pacarku baru saja mmutuskanku dengan alas an yang tidak masuk akal!”bentak Woo bin.

“Cukup! Kamu sudah mabuk!”balas Yi Jung sambil melepaskan pegangan Woo bin. “Sebaiknya kamu tidur! Ayo cepat!”

Yi Jung mendorong Woo bin ke kamarnya. Lalu, ia duduk di ruang tamu.

Jadi, Woo bin baru putus dengan pacarnya ya? Siapa sih pacarnya?Aku ingin memakinya, mengapa dia menyakiti Woo bin? Batin Yi Jung dalam hati.

“Hyung belum tidur?”tanya Xia Tian yang tiba-tiba muncul di balik pintu. “Sudah siap-siap belum? Besok kan kita kembali ke Korea.”

“Nee. Hyung sudah membereskan semua barang-barang kok. Kamu tidur saja ya, sini hyung temani.”ajak Yi Jung sambil mengajak Xia Tian kembali ke kamarnya.

Sementara itu, di apartemen Ga eul..

“Ga eul, barang-barangmu sudah disiapkan?”tanya Sae byeok.

“Nee.”

“Sekarang cepat tidur! Besok pagi jangan sampai terlambat! Kalau terlambat, aku tinggal!”seru Sae byeok. Ga eul tertawa. Lalu, ia meminta izin pada Sae byeok untuk berjalan-jalan keliling Paris untuk terakhir kalinya.

Ga eul pergi ke taman dekat menara Eiffel. Disana ia memikirkan kembali kata-kata Woo bin.

“Kota Paris disebut sebagai kota romantis. Para pasangan yang berbulan madu biasanya pergi ke Paris.”

“Apa itu benar? Aku ingin pergi kesini dengan pria yang benar-benar aku cintai. Tuhan, pertemukanlah aku dengan dia. Yang selama ini hadir di mimpiku. Yang membuatku tak bisa menerima pria lain.”do’a Ga eul dalam hati.

***

Besonya, di bandara..

“Ga eul, ayo cepat! Sepuluh menit lagi, pesawat mau berangkat!”seru Sae byeok.

“Nee, aku beli es krim dulu.”jawab Ga eul sambil berlari ke café kecil dalam bandara yang berisi es krim. Tiba-tiba, ia melihat ada seorang anak kecil menangis.

“Kamu kenapa?”tanya Ga eul.

“Aku terpisah dengan hyungku!”seru anak kecil itu, masih menangis.

“Memangnya hyungmu kemana?”

“Dia bilang ke toilet, lalu langsung meninggalkanku! Aku bingung disini!”tangis anak kecil itu.

“Cup..cup.., kakak belikan es krim ya! Mau rasa apa?”tanya Ga eul.

“Mau cokelat!”
“Wah, berarti seleramu sama sepertiku dong!”ujar Ga eul lalu memesan es krim.

“Nah, ini es krimnya, jangan menangis lagi ya!”hibur Ga eul sambil memberikan es krim.

“Gomawo. Wah, itu hyungku!”seru anak kecil itu.

“Benarkah? Sampaikan salam untuknya ya. Alu harus pergi sekarang!”seru Ga eul sambil berlari.

“Xia Tian, kamu habis mengobrol dengan siapa?”tanya hyungnya yang tak lain adalah Yi Jung.

“Sama kakak yang baik, cantik, coba hyung pacaran sama dia!”jawab Xia Tian.

“Ah, kamu ini! Asal bunyi saja! Ayo berangkat, pesawatnya sebentar lagi terbang kan?”

“Nee. Asyik! Aku kangen Korea!”seru Xia Tian lalu menggandeng tangan hyungnya.

***

Di bandara Korea, tiga jam kemudian..

“Wah! Asyik! Kita sampai di Korea!”seru Ga eul.

“Betul! Sekarang ayo kita pulang! Ga eul, aku pulang duluan ya!”pamit Sae byeok lalu melambaikan tangannya. Ga eul membalas lambaian tangannya.

Satu jam kemudian, Ga eul sampai di apartemennya, ia pun masuk ke kamar no. 25, yang merupakan tempat tinggalnya. Dia merasa heran karena ruangannya gelap. Kemana ahjussi, oppa, dan Kang Jin? Batinnya.

“SURPRISE!!”teriak Donghae, Kang Jin dan On Hyuk yang menyalakan lampu lalu Donghae mengambil kue tart.

“Selamat datang kembali! Ayo, tiup lilinnya!”seru Donghae. Ga eul tersenyum lalu memperhatikan kue tartnya.

“Mengapa lilinnya berbentuk angka satu?”tanya Ga eul.

“Karena noona sudah pergi selama satu bulan!”jawab Kang Jin. Ga eul pun meniup lilinnya lalu Donghae, Kang Jin, dan On Hyuk bertepuk tangan.

“Nah, ayo kita makan kue tartnya!”ajak On Hyuk. Lalu, mereka semua pergi ke ruang makan.

“Noona, oleh-oleh buat kami mana?”tanya Kang Jin. Donghae pun menjitak Kang Jin.

“Hush, kamu ini! Ga eul baru pulang sudah ditanyai oleh-oleh!”ucap Donghae.

“Sudah, sudah jangan bertengkar! Ini oleh-olehnya. Ini buat oppa, ahjussi, dan Kang Jin.”ucap Ga eul sambil menyerahkan tiga bungkusan. Donghae, Kang Jin, dan On Hyuk pun membukanya.

“Wah, baju olah raga keren! Lumayan nih, buat pelatihan atlit!”seru Donghae.

“Wah, baju buat nge-band! Lumayan nih, buat main band!”seru Kang Jin.

“Wah, jas keren! Lumayan nih, buat ngajar!”seru On Hyuk.

“Kalian lupa ya? Paris kan juga disebut kota mode. Jadinya banyak pakaian keren disana!”ujar Ga eul. “Eh, bagaimana keadaan eomma? Aku mau memberinya sweater ini!”

“Eommamu masih sama keadaannya. Kita bisa mengunjunginya besok. Sekarang sudah malam, sebaiknya kalian tidur. Aku juga mau pulang.”ujar On Hyuk. Donghae, Kang Jin, dan Ga eul pun masuk ke kamar mereka masing-masing.

Di kamar Ga eul..

“Ah, kamarku istanaku!”seru Ga eul sambil merebahkan diri di kasur. “Besok aku dikasih libur sama kampus. Aku mau mengunjungi eomma, makam appa, dan restoran bubur tempatku bekerja.”

Ga eul pun melirik gantungan kunci berbentuk puzzle dengan ukiran ‘SOULMATE’ di atas meja belajarnya. Dia pun mengambil gantungan kunci itu. Kapan aku membuat ini? Apa aku membuatnya untuk orang lain juga? Batinnya. Lalu, ia pun tertidur.

Sementara itu, di apartemen Yi Jung..

“Kyaaa!! Hyung!! Aku kangen sama kamarku!”seru Xia Tian lalu berlari ke kamarnya. Yi Jung hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

“Xia Tian! Jangan lupa cuci kaki! Lalu, lepas jaketmu! Dan gosok gigi!”seru Yi Jung lalu merebahkan dirinya di sofa. Tiba-tiba ada sms masuk. Dari Jun Pyo.

Kutunggu kamu di tempat perkumpulan F4 besok pagi. Dan jangan bawa Xia Tian.

Yi Jung tersenyum membacanya. Kemudian, ia pun masuk ke kamarnya. Di dalam kamarnya, saat ia membereskan meja belajarnya, dia menemukan gantungan kunci berbentuk puzzle dengan ukiran ‘SOULMATE’. Yi Jung menatapnya. Mengapa saat aku melihat benda ini, hatiku bergetar? Batinnya. Kemudian, ia pun tertidur.

Jam 12 malam..

Yi Jung terbangun. Ia bermimpi aneh. Di mimpinya, ia tampak bersama seorang gadis. Namun, ia tidak dapat melihat dengan jelas siapa gadis itu.

“Sunbae, sebenarnya ada yang ingin aku perlihatkan.”kata Gadis itu.

“Apa itu??”tanya Yi Jung. Gadis itu mengambil sesuatu dri tasnya, lalu memberikan gantungan kunci berbentuk puzzle dengan ukiran kata ‘Soulmates’.

“Wah, bagus sekali. Aku akan menyimpannya baik-baik.”kata Yi Jung.

Yi Jung berusaha mengingat mimpinya lagi. Ia pun berdo’a dalam hati. Ya tuhan, siapa gadis itu? Pertemukanlah aku dengannya dan sembuhkanlah aku dari amnesia ini. Jika aku bertemu dengan gadis itu, aku bersumpah tidak akan melepaskannya lagi.

***

Besoknya..

Ga eul masuk ke toko bubur, tempat ia bekerja paruh waktu. Bos disana, Pak Lee menyambutnya.

“Ga eul, kau sudah kembali dari Paris?”tanya Pak Lee.

“Nee. Baru kemarin, aku sampai di Korea.”

“Benarkah?”

Tiba-tiba, ada seorang pria masuk ke toko bubur itu dan duduk di salah satu bangkunya.

“Ga eul, bisakah kau layani pria itu? Tolong ya..”pinta Pak Lee. Ga eul pun melayani pria itu.

“Selamat datang di Toko Bubur Desante. Mau pesan apa?”sapa Ga eul. Namun, ketika pria itu menatapnya, Ga eul maupun pria itu sama-sama terkejut.

“KAMU?!!”

“KAMU?!”

Ga eul benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang tak lain adalah Yi Jung.  Begitu juga dengan Yi Jung.

“Lho, Ga eul? Ada apa?”tanya Pak Lee. “O ya, anda mau memesan apa?”

“Bubur ayam saja.”jawab Yi Jung. Pak Lee pun segera pergi ke dapur, tidak lama kemudian bubur itu jadi. Ga eul pun menyajikannya pada Yi Jung.

“Ini silahkan.”ujar Ga eul dengan ketus. Tiba-tiba, Yi Jung menariknya untuk duduk.

“Ada apa sih?!”ketus Ga eul.

“Temani aku makan.”ujar Yi Jung. Ga eul terdiam lalu melihat Yi Jung makan dengan lahap.

“Eh, kita belum kenalan ya? Annyeonghaseyo, Cha Ga eul imnida.”kata Ga eul memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya. Yi Jung hanya diam melihatnya. Ga eul pun berpura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Hei! Orang berbaik hati mengajak berkenalan! Malah diam saja!”bentak Ga eul.

“Tidak perlu berkenalan, kau pasti sudah tahu namaku kan?”ucap Yi Jung yang membuat Ga eul terdiam. “Baiklah, Annyeonghaseyo, Kim Yi Jung imnida. Puas?”

“Puas, puas, kamu pikir aku sepuas itu apa? Cuma tahu namamu doing?”

“Lalu kau mau apa? Uangku? Mobilku?”tanya Yi Jung.

“Sudahlah! Sekarang katakan! Mengapa aku harus melihatmu lagi di Korea!!”bentak Ga eul.

“Karena aku tinggal di Korea, kau saja yang pergi ke luar negri, kalau kau mau.”jawab Yi Jung.

“Hah, melihatmu membuatku kehilangan nafsu makan.”

“Benarkah? Para gadis biasanya akan sangat nafsu makan bila makan denganku.”

“ Itu para gadis yang bodoh!”ketus Ga eul.

“Aniyo, sepertinya gadis yang duduk bersamaku ini yang bodoh.”

“Apa?!”bentak Ga eul.

“Ah, aku sudah selesai. Ini uangnya, gadis bodoh!”seru Yi Jung sambil meletakkan uang lalu segera pergi dari toko itu.

“Dasar pria aneh!!”balas Ga eul.

***

 Donghae yang sedang libur pun membeli minuman di mini market. Tanpa sengaja, ketika keluar dari mini market ia berpapasan dengan Jun Pyo.

“Hei! Sepertinya aku bertemu dengan pewaris sampah Negara disini.”sindir Donghae. Jun Pyo pun marah lalu membawa Donghae keluar dari mini market.

“Kamu mau cari masalah lagi denganku ya?!! Kau mau masuk penjara, hah?!!”bentak Jun Pyo. Donghae pun memukulnya.

“Siapa yang seharusnyanya masuk penjara?!! Bukankah kau dan ibumu yang keji itu?!! Memecat orang tanpa alas an yang jelas?!!”

“O ya!! Dasar atlit brengsek!!”seru Jun Pyo sambil memukul Donghae tanpa sengaja, mereka menjatuhkan motor berwarna pink sampai kaca motor itu pecah. Karena Jun Pyo dipanggil supinya, Jun Pyo langsung meninggalkan Donghae.

Donghae memegang lukanya yang merupakan bekas pukulan Jun Pyo. Tiba-tiba, seorang gadis berteriak. “Hei!! Mengapa kau menjatuhkan motor milik Jang Sae byeok hah?!!”

Donghae pun bingung dan memperhatikan motor gadis bernama Sae byeok itu. Aduh, aku harus bagaimana menjelaskannya? Batinnya.

***

Di Kirin Art School..

On Hyuk datang bersama seorang murid baru ke kelas Kang Jin. Kang Jin yang saat itu sedang asyik mengobrol dengan Jason (Wooyoung) tidak memperhatikan murid baru itu.

“Perhatian anak-anak. Ini ada murid baru di kelas kalian. Namanya Ko Hyemi.”seru On Hyuk.”Hyemi, silahkan kamu memperkenalkan diri.

“Annyeonghaeyo, Ko Hyemi imnida. Senang berkenalan dengan teman-teman.”ucap Hyemi datar. Baru setelah itu, Kang Jin memperhatikannya.

“Ko Hyemi?!”gumamnya.

TO BE CONTINUED

Wah, Kang Jin dan Hyemi bertemu lagi!

Lalu bagaimana dengan Donghae dan Sae Byeok?

Dan Ga eul serta Yi Jung?

Saksikan saja di My Memories Are Falls Down (Episode 8)!

Jangan lupa komentar ya!!

Tags: ,

10 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 7)”

  1. Bummiearab says :

    Lanjutttttttttttt
    next part jgn lama..

  2. kimmify says :

    akhirnya diupdate juga. wah emang abadi bgt ya cinta yijung gaeul hohoho
    tapi kasian si woobin sampe stress gitu diputusin sama gaeul
    asik2 ketemu lagi kayaknya doa mereka terkabul tuh
    penasaran next part. update sooooon!

  3. chiby says :

    kapn ingatan mereka kembali?? tapi mw lupa ingatan pun mereka tetep jodoh ya kan chingu… hhe… lanjut chingu….

  4. Ela Chamoisee says :

    Akhirnya muncul jga nieh…
    Gak sabaran ama part slanjutnya….
    Mesti buru2 ya,,, ^^ hehe

  5. mey_kimeun says :

    kasihan wo bin…
    patah hati bangeet dy..
    yi jung cuek banget sih ma gaul..kapan mereka baikanny..?
    aduuh…..
    q tggu part selanjutny..
    q sabar kq nungguny,, next part panjangin lagi jg boleh kok,,
    kekekeke….

  6. rizkyapratiwi says :

    wo bin sunbae sabar ya ….
    hem .. kapan so eun sm kim bum ingat satu sama lain??
    pensaran
    di tunggu next part

  7. Sary aj0w says :

    ayooooooooooooooWWw thor Jgn MaLu-MaLu en GaK saH sungkaN untuk dilanjutkan..hahaha Plaaaakkk

  8. Indah_ELF says :

    Seru …
    Tapi wo bin kasihan …
    Yi jeong sma Ga eul brantem mlu ..itu tanda’a cinta hahaha
    ayo cpat ingatan’a kmbali Lgh …

  9. kim sohyun says :

    kyaaaaaaaa..
    makin seru ja crita’a..

    daebak..daebak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: