My Lovely Bodyguard part 14

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Thx yang sebelumnya sudah mengasih kritik dan saran

Author akan lebih bagus membuatnya..

Part 14

“jiyeon, kenapa kau duduk sendirian disini?” tanya seungho yang menghampiri jiyeon dipantai.

“aku sedang melihat arus ombak dipantai. Sudah lama sekai aku tak pernah merasakan udara malam dekat pantai” jawab jiyeon.

“aku senang melihatmu begini” ujar seungho.

“melihatku? Kenapa?” tanya jiyeon bingung.

“melihatmu bisa tersenyum dan tertawa bersama kami semua disini. Jiyeon yang dulu pertama kali kukenal adalah orang yang selalu duduk ditaman sambil merenung atau membaca buku. Ekspresi wajahnya selalu sedih dan tak pernah kelihatan senang atau gembira. Kalau sekarang, kau berbeda dengan yang dulu” jawab seungho. Jiyeon yang mendengar ucapan seungho langsung merasa malu dan pipinya bersemu merah.

“kau sangat detail sekali menggambarkan diriku dimasa lalu” gumam jiyeon.

“tentu saja. Karena aku…” seungho terhenti bicara.

“karena apa?” tanya jiyeon.

“karena, karena aku.. mmm…. lupakan saja. Aku lupa mau bicara apa” jawab seungho gugup.

“oh, yasudah. Kalau sudah ingat bilang padaku” ucap jiyeon sambil memandang pantai.

“i..iya” ucap seungho. Seungho memandangi jiyeon yang sedang menatap pantai. Ia tak pernah memikirkan kalau ia bisa sedekat ini dengannya.

“apa yang kau pikirkan saat menatapku?” tanya jiyeon yang sadar akan tatapan seungho.

“hah? Tidak ada” jawab seungho. Jiyeon kembali memandang pantai sambil tersenyum.

****

“kau tak lupa kan kita kembali ke ladang bunga lagi?” tanya so eun sambil menggandeng tangan kim bum.

“tidak akan. Akukan tak pelupa sepertimu” jawab kim bum.

“aiisshhh… sombongnya” gumam so eun. “yasudah, kalau begitu aku mau tidur dulu. Kau juga pergilah tidur” ucap so eun.

“baiklah, selamat malam, so eun” ucap kim bum sambil mencium kening so eun. so eun hanya tersenyum dan masuk kedalam kamarnya.

“yoona, terima kasih. Kau memang sahabat terbaikku” ucap so eun sambil mengecup pipi yoona.

“adduh, so eun. terima kasih untuk apa?” tanya yoona sambil mengelap pipinya yang dicium so eun.

“terima kasih karena sudah memberiku nasihat” jawab so eun.

“jadi, kau dan kim bum sudah…”

“ya, ini semua berkat kau” ucap so eun senang.

“tentu saja. Aku ini IM YOONA, memang sangat ahli dalam urusan begini” ucap yoona bangga. So eun hanya tertawa melihat yoona yang bangga akan dirinya.

Sementara itu, kim bum yang kembali kekamarnya mendapati kibum sedang asyik membaca buku yang ia hadiahkan untuknya.

“dari mana kau? Dipesta tadi kau juga ikut menghilang bersama bodyguardmu?” tanya kibum.

“hahaha… maaf ya. Aku ada urusan dengan so eun tadi” jawab kim bum senang.

“terlihat dari ekspresi wajahmu sepertinya hubungan kalian sudah terjalin bagus” ujar kibum.

“haa… darimana kau tahu itu? kau ini seperti peramal saja” ucap kim bum terkejut.

“tentu saja aku tahu. Yoona menceritakan kepadaku tentang masalahmu dan so eun kemarin malam” ungkap kibum.

“ohh, pantesan saja kau tahu” gumam kim bum.

“kalau begitu hanya seungho yang belum” ujar kibum.

“seungho dan jiyeon maksudmu?” tanya kim bum.

“iya. Siapa lagi maksudmu?” balas kibum.

“hahaha… urusan tentang mereka itu lain lagi. sepertinya masih butuh perjalanan panjang bagi seungho” ucap kim bum. kibum hanya tersenyum sambil tetap membaca bukunya.

****

Keesokan paginya, ketika baru bangun tidur hyesun langsung datang kekamar so eun dan memeluk so eun.

“so eun, chukae…” ucap hyesun.

“untuk apa?” tanya so eun sambil mengucek matanya.

“untuk hubunganmu dan kim bum” jawab hyesun.

“hah? Darimana kau tahu tentang itu?” tanya so eun kaget.

“tentu saja dari yoona. Tadi, dia memberi pengumuman kepada semua orang tentang hubunganmu dan kim bum” jawab hyesun girang.

“aaiisshhh… yoona itu. benar-benar, tak habis fikir” gumam so eun.

“sudah, sudah.. sekarang kau cepat bersiap-siap untuk sarapan” ucap hyesun. So eun segera bersiap-siap dan ketika mau turun untuk sarapan tak senagaja ia berpapasan dengan kyuhyun.

“so eun…” panggil kyuhyun.

“ya, ada apa?” tanya so eun.

“selamat..” ucap kyuhyun menjulurkan tangannya.

“kau sudah tahu?” tanya so eun.

“ya, aku sudah mendengarnya. Aku akan lebih merelakannya” ucap kyuhyun.

“maafkan aku ya kyuhyun. Aku tak bermaksud menyakiti perasaanmu” ucap so eun meminta maaf.

“tak perlu merasa bersalah. Lagipula, masih banyak wanita didunia ini yang masih bisa kudapatkan selain kau” canda kyuhyun.

“hahaha… iya, kau benar” ujar so eun senang.

Sementara itu, jessica mendatangi kim bum dan memberikannya selamat atas hubungannya dan so eun.

“terima kasih untuk ucapan selamatmu, jes. Maaf ya kalau aku tak pernah membalas perasaanmu kepadaku” ucap kim bum datar.

“tidak apa-apa. Aku senang melihatmu bersama so eun sekarang” ucap jessica lirih.

“aku harap kau bisa menemukan laki-laki yang bisa mengerti dirimu, jes” harap kim bum.

“yah, aku juga berharap begitu” ucap jessica tersenyum.

****

“apa kalian habis ini mau langsung pulang?” tanya hyesun

“ya, aku dan so eun akan pulang” jawab kim bum.

“aku dan jiyeon juga pulang” sahut seungho.

“yah, tak seru. Padahal aku berniat mengajak kalian pergi pikinik bersama” ucap hyesun sedih.

“maaf ya, kau kan bisa berduaan dengan minho saat ini” ucap so eun.

Hyesun dan minho segera pergi untuk piknik. Teman-temannya sengaja pulang karena ingin membiarkan hyesun dan minho bisa berduaan.

“hyesun, kenapa kau harus mengajak mereka? Bukankah lebih bagus kalau kita berduaan saja seperti ini” tanya minho.

“ahh, kau ini memang tak sopan. Mana mungkin aku tak mengajak mereka” jawab hyesun.

“tapikan kita jarang bisa berduaan begini” gumam minho.

“ahh, bawel. Sudah makan ini” ucap hyesun sambil menyuapi minho. Minho langsung makan-makanan yang disuapi hyesun kepadanya dengan lahap. Mereka tertawa senang dan menikmati acara pikinik mereka.

Sementara itu, so eun dan kim bum mampir keladang bunga lagi. tapi, so eun terlihat lesu dan tidak senang seperti dulu.

“kenapa kau terlihat tak bersemangat?” tanya kim bum.

“aku merasa tak enak hati dengan kyuhyun dan jessica” jawab so eun.

“mereka? Tenang saja. Kau tak usah memikirkan mereka. Merekakan masih bisa mencari pasangan mereka diluar sana” hibur kim bum.

“tapi, tetap saja.. pasti mereka sakitt hati mengetahui hubungan kita” ucap so eun tertunduk lesu.

“sudah, jangan lesu begini. Aku sudah sengaja mengajakmu kesini agar kau senang bukannya sedih begini” ucap kim bum.

“hemm… mianhe.. kita langsung pulang saja” ajak so eun. kim bum segera menuruti permintaan so eun dan langsung pergi pulang.

****

“apa yang akan kau katakan kepada ayahmu jika dia menanyakan tentang kamarmu yang digembok?” tanya seungho sambil menyetir.

“entahlah. Aku akan menjawab seadanya saja” jawab jiyeon.

“sampai kapan kau akan menyembunyikan hal ini kepda ayahmu itu kalau kau sudah mengetahui perbuatannya?” tanya seungho.

“tidak tahu. Mungkin ada saatnya dia akan tahu kalau aku mengetahui perbuatan kejinya itu” jawab jiyeon sambil mengepalkan tangannya begitu ingat peristiwa kematian ayahnya yang tragis.

“bagaimana ya reaksi jessica kalau tahu tentang perbuatan ayahnya itu? aku yakin ia tak kuat menerima kenyataan seperti ini” fikir seungho.

“siap atau tidak siap dia harus berani menerima kenyataan kalau ayahnya adalah seorang pembunuh berdarah dingin” ucap jiyeon dingin.

“jiyeon, jangan terlalu menaruh dendam kepada ayah angkatmu. Walaupun dia jahat kepada orang tuamu setidaknya ia sangat menyayangimu seperti dia menyayangi jessica” ucap seungho.

“kau bisa bicara begitu karena kau tak merasakan bagaimana jadi diriku. Apa kau pernah membayangkan kalau kau diurus dan disayangi oleh pembunuh kedua orangtuamu sendiri? Tidakkan?” ucap jiyeon.

“aku memang tak pernah merasakan jadi dirimu. Tapi, melihatmu begini saja aku cukup merasakan kepedihan dan sakit hatimu kepada ayah angkatmu sendiri” ucap seungho.

“terima kasih karena sudah mengeti tentang diriku. Aku ingin istirahat, bangunkan aku kalau kita sudah sampai” pinta jiyeon. Seungho hanya mengangguk dan tetap fokus pada jalanan.

Sementara itu, jessica meminta kyuhyun menemaninya jalan-jalan sebentar sebelum kyuhyun mengantar jessica kerumah.

“kau ingin kemana?” tanya kyuhyun.

“kemana saja yang bisa membuat suasana hatiku senang” jawab jessica sedih.

“kau masih memikirkan tentang kim bum dan so eun?” tanya kyuhyun.

“untuk apa kau bertanya hal seperti itu? aku yakin kau juga memikirkannya” ucap jessica.

“yah, kau benar tentu saja aku memikirkannya. Kita sama-sama bernasib sial dan dirundung kemalangan” ucap kyuhyun.

“andai saja, mama masih ada. Aku pasti bisa berbagi masalah ini dengannya” gumam jessica.

“aku baru ingat ibumu sudah meningga. Karena apa?” tanya kyuhyun.

“aku tak tahu pasti penyebabnya. Yang aku ingat sebelum mama meninggal dia selalu sedih dan lesu. Ia menolak untuk makan dan bergerak seperti orang normal lainnya. Itulah yang menyebabkan dia jatuh sakit dan akhirnya meninggal” jawab jessica sedih.

“setidaknya, kau masih mempunyai orang tua. Berbeda denganku, kedua orangtuaku sudah meninggal. Yang aku punya sekarang hanyalah seorang paman” ujar kyuhyun.

“walaupun masih mempunyai papa. Tetap saja aku merasa seperti anak yatim piatu karena papaku sendiri lebih memerhatikan jiyeon dibanding aku, putri kandungnya” ucap jessica.

Kyuhyun menggenggam tangan jessica..

“jangan bersedih lagi.. kita memiliki nasib yang sama. Sungguh ironis sekali” gumam kyuhyun. Jessica hanya diam saat kyuhyun menggenggam tangannya, jantungnya berdebar kencang.

****

Sesampainya, didepan gerbang rumah jung. Seungho membangunkan jiyeon yang sedang tidur.

“jiyeon, kita sudah sampai..”  panggil seungho membangunkan jiyeon.

“mmm… sudah sampai?” tanya jiyeon mengucek matanya.

“ya, sudah sana masuk. Kau sangat lelah sekali, begitu masuk kau harus istirahat” ujar seungho.

“seungho, terima kasih ya..” ucap jiyeon mencium pipi seungho. Seungho yang terkejut karna jiyeon mencium pipinya langsung tak bisa berkata apa-apa.

“hati-hati, dijalan. Besok kita berjumpa lagi disekolah” ucap jiyeon keluar dari mobil seungho dan melambaikan tangannya untuk seungho dan masuk kedalam rumah.

“ya, Tuhan.. mimpi apa aku kemarin malam dia bisa menciumku?” gumam seungho sambil memegang pipinya. Seungho langsung tersenyum senang dan menjalankan mobilnya dengan gembira.

“bagaimana acaranya, jiyeon? Kau senang?” tanya jung. Jiyeon hanya mengangguk dan pergi kekamarnya. Jung mengikuti jiyeon kekamarnya.

“kenapa kau tak bareng dengan jessica?” tanya jung.

“dia ikut kyuhyun. Sebentar lagi juga dia sampai” jawan jiyeon dingin sambil membuka gembok kamarnya.

“kenapa kau menggembok kamarmu, jiyeon?” tanya jung.

“aku tak ingin ada yang melihat isi kamarku” ucap jiyeon.

“apakah ada benda berharga didalamnya? Sampai-sampai pada ayah kau juga tak mau memberi tahu” tanya jung penasaran.

“yah, isinya sangat berharga. aku mau pergi beristirahat. Ayah bisa tinggalkan aku sekarang” pinta jiyeon. Jung segera meninggalkan jiyeon.

“kau lihat jiyeon. Ayah akan mencari tahu isi kamarmu nanti” gumam jung dalam hati.

****

So eun langsung pergi berisitirahat begitu sampai dirumah karena suruhan hee bong. Kim bum juga pergi beristirahat kekamarnya. Sebelum, kekamrnya kim bum menemani so eun kekamarnya.

“sudah sampai sini saja. Kau kembali juga sana kekamarmu” ucap so eun. kim bum tersenyum dan memandang wajah so eun lama.

“kenapa kau memandangku begitu? Apa ada yang aneh?” tanya so eun.

“tidak ada..” jawab kim bum sambil menarik dagu so eun dan menciumnya. Kim bum melepaskan ciumannya dan mengecup pipi so eun sebelum tidur.

“jangan lupa mimpikan aku” goda kim bum. so eun hanya tersenyum senang dan masuk kedalam kamarnya.

Sang in yang melihat kedatangan kim bum dan so eun langsung menelfon jung untuk memberi kabar.

“bos, anak itu sudah pulang. Rencana apalagi yang harus saya laksanakan?” tanya jung dalam telfon.

“aku tidak ingin langsung memberimu rencananya. Aku akan memikirkannya dan menyusun rencana baik-baik agar kau tak gagal lagi” jawab jung. Tanpa, jung sadari jiyeon menguping pembicaraan jung dari balik pintu.

“baik, bos. Saya akan menunggu perintahmu” ucap sang in memutuskan telfon dan kembali bekerja.

“aku harus menyusun rencana dengan baik agar aku tak gagal lagi menghabisi so eun” gumam jung kesal.

Brak~~~~~~~

Jung terkejut ketika mendengar ada yang membuka pintu ruang kerjanya. Ia lebih terkejut ketika Pak Jang masuk kedalam ruangannya sambil menahan jiyeon.

“ada apa ini?” tanya jung.

“anak ini menguping pembicaraan bos tadi” jawab Pak Jang sambil menahan kedua tangan jiyeon agar tak kabur.

“lepaskan aku” pinta jiyeon.

“jiyeon… jadi kau sudah tahu tentang perbuatanku?” tanya jung menghampiri jiyeon. Pak Jang langsung melepas tangan jiyeon.

“ya, aku sudah tahu perbuatanmu dimasa lalu” jawab jiyeon.

“heh.. padahal, aku berharap itu akan menjadi rahasiaku sampai mati” gumam jung.

“huh? Sampai mati? Kau pikir aku akan membiarkan kau hidup bebas dan tenang setelah kau membunuh ayah dan kedua orangtua so eun? jangan harap begitu” ucap jiyeon lantang.

“kau berani dengan ayahmu sendiri, jiyeon?” tanya jung mengelus rambut jiyeon.

“singkirkan, tangan kotormu dari rambutku. Aku jijik saat kau menyentuhku dan memanggilku dengan sebutan sayang. Sampai kapanpun aku bukan anakmu” ucap jiyeon.

“kenapa kau bicara begitu, jiyeon? Aku sangat sayang denganmu. aku sudah memberikan kasih sayangku kepadamu seperti kasih sayang seorang ayah kepada putrinya” tanya jung dengan tatapan licik.

“aku tak peduli. Sampai kapanpun kau bukan ayahku, aku adalah anak ayahku yang kau bunuh 11 tahun yang lalu” teriak jiyeon.

“kau sudah mengetahui masalahku cukup dalam jiyeon. Aku tak bisa membiarkannya” bentak jung sambil menarik tangan jiyeon kedalam kamarnya.

“lepaskan aku… aku tak akan membiarkan kau hidup tenang. Aku akn melaporkan kepada polisi” gertak jiyeon.

“kau ingat kata-kataku jiyeon. Jika kau berani berani berkata macam-macam kepada temanmu dan melaporkannya kepada polisi aku tak segan-segan akan membunuh semua teman-temanmu termasuk teman laki-lakimu yang bernama seungho itu” ancam jung.

Jiyeon yang mendengar ancaman jiyeon langsung dian dan terkejut begitu nama seungho dibawa-bawa.

“kau ingat jiyeon. Aku tak akan membiarkan kau melaporkannya. Aku sudah membunuh beberapa orang yang berusaha mengahalangiku bersama ibumu. Tak sulit jika aku harus membunuh semua temanmu” ucap jung. Jiyeon tak bisa bersuara dia hanya diam. Jung keluar dari kamar jiyeon dan menguncinya.

“apa yang harus kulakukan, ayah?” tanya jiyeon memandang foto ayahnya sambil berurai air mata.

“sialan, kenapa jadi begini keadaannya” omel jung.

“apa yang harus saya lakukan, bos?” tanya Pak Jang.

“kau awasi jiyeon agar ia tak bisa pergi kemana-mana. Jangan sampai ia pergi kekantor polisi. Kau tahukan apa akibatnya jika dia melaporkan perbuatanku kekantor polisi? Kau juga ikut terseret sebagai kaki tanganku” ucap jung memperingati Pak Jang.

“b..baik, bos. Saya akan mengawasinya dengan baik” ucap Pak Jang ketakutan.

“aku pulang…” teriak jessica begitu sampai. “kenapa sepi sekali rumah?” gumam jessica.

“kau sudah pulang, jes. Kenapa kau baru sampai?” tanya jung.

“aku pergi dengan temanku. Apa jiyeon sudah sampai? Aku ingin bicara dengannya” tanya jessica.

“ya, dia sudah pulang. tapi, tadi dia bilang pada ayah kalau dia lelah dan ia sedang tidur sekarang. Jangan kau ganggu dia” pinta jung.

“baiklah, kalau begitu” ucap jessica pergi kekamarnya.

“jang, jangan sampai jessica juga ikut tahu” ucap jung.

“baik, bos” ucap Pak Jang.

****

Pagi harinya, so eun bangun dari tempat tidurnya. Tidurnya benar-benar nyenyak sekali. Ia terkejut saat melihat kim bum sudah duduk disamping tempat tidurnya.

“kim bum? untuk apa kau disni?” tanya so eun.

“aku dari tadi menunggumu bangun” jawab kim bum.

“huh? Benarkah? Kurang kerjaan sekali kau. Sudah sana keluar, aku mau bersiap-siap kesekolah” ucap so eun.

“bailah, aku akan keluar. Jangan lama-lama ya” ucap kim bum sambil menyentil hidung so eun.

“ya, bawel” omel so eun.

Setelah 15 menit bersiap-siap, kim bum dan so eun turun sarapan bersama. Hee bong merasa ada yang aneh dengan sikap kim bum dan so eun yang tidak bertengkar.

“apa ada suatu kejadian yang menimpa kalian saat menginap di villa kibum?” tanya hee bong.

“tidak ad, kek. Kami disana benar-benar bersenang-senang” jawab kim bum.

“benar itu, kek. Aku dan kim bum senang berada disana” ucap so eun.

“ohh, baguslah kalau begitu” ucap hee bong sambil melanjutkan makannya.

“kim bum, ada sisa roti yang menempel didekat bibirmu” ucap so eun.

“benarkah? Dimana?” tanya kim bum meraba-raba mulutnya. So eun langsung mengambil sisa roti yang menempel dibibir kim bum dengan tisu.

“terima kasih ya, so eun” ucap kim bum senang. Hee bong terkejut meihat kemesraan antara kim bum dan so eun pagi hari ini.

“kakek, kenapa bengong? Habiskan sarapannya” tanya so eun.

“i..iya, kakek habiskan ini” ucap hee bong. “kenapa mereka seperti pasangan suami istri begitu pulang liburan?” ucap hee bong dalam hati.

“kakek, aku dan kim bum berangkat duluan ya” pamit so eun.

“iya, hati-hati dijalan” ucap hee bong. So eun dan kim bum langsung berangkat kesekolah.

“hey, Pak Han apakah kau tahu ada apa dengan mereka?” tanay hee bong.

Pak han hanya tersenyum. “kenapa kau tersenyum begitu?” tanya hee bong tak mengerti.

“nanti bapak juga akan tahu” jawab Pak Han.

“huh.. dasar aneh” gumam hee bong.

****

Sesampainya, disekolah so eun terkejut karena jiyeon sudah sampai disekolah tak bareng dengan seungho.

“selamat pagi, jiyeon. Tumben kau bareng dengan jessica. Kenapa dengan seungho?” tanya so eun.

“pagi.. aku sedang ingin berangkat bersama jessica” jawab jiyeon lesu.

“oh, begitu” ucap so eun. so eun merasa ada yang aneh dengan sikap jiyeon pagi hari ini.

“jiyeon, sudah datang belum?” tanya seungho.

“ya, dia sudah sampai” jawab so eun sambil menujuk bangku jiyeon.

“jiyeon, kau berangkat duluan?” tanya seungho.

“maaf” jawab jiyeon datar.

“yasudah, tak apa-apa. Apa kau ingin kekantin?” tanya seungho.

“tidak. Kau bisa pergi sendiri” jawab jiyeon dingin.

“baiklah..” ucap seungho. Seungho pergi meninggalakn jiyeon sambil menatap aneh kearah jiyeon.

“jessica, ada apa dengan jiyeon?” tanya seungho.

“tak tahu. Pagi-pagi sekali ia bilang ingin berangkat bareng, dalam perjalanan juga dia hanya diam dan memandang kearah jalan terus” jawab jessica.

Saat istirahat seungho mencari jiyeon, tapi jiyeon tak bisa ia temukan.

“apa kalian melihat jiyeon?” tanya seungho.

“tidak. Aku tak melihatnya di sekitar kantin” jawab kibum.

“bukannya kau biasa bersama dengannya kalau istirahat?” tanya yoona.

“i..iya, tapi sekarang ia menghilang. Kalau begitu aku mencarinya dulu” ujar seungho.

“sepertinya ada yang aneh dengan jiyeon hari ini” ucap so eun.

“aneh apanya?” tanya kim bum.

“dia terlihat lesu hari ini. Dia kembali seperti jiyeon yang dulu yang tak bisa tersenyum” jawab so eun.

Seungho mencari-cari jiyeon disekeliling sekolah tapi, tetap tak bisa ia temukan. Seungho memutuskan pergi atap gedung sekolah. Ia terkejut melihat jiyeon sedang duduk diatap gedung sekolah sendirian.

“jiyeon, aku mencarimu dari tadi. Kenapa kau disini sendirian?” tanya seungho. Jiyeon hanya diam dan tak menjawab perkataan seungho.

“jiyeon, kenapa kau diam? Apa ada masalah? Bilang padaku, aku akan membantumu” tanya seungho. Jiyeon langsung teringat kata-kata jung.

“kau ingat kata-kataku jiyeon. Jika kau berani berani berkata macam-macam kepada temanmu dan melaporkannya kepada polisi aku tak segan-segan akan membunuh semua teman-temanmu termasuk teman laki-lakimu yang bernama seungho itu”

Jiyeon menatap kearah seungho dan menetskan air mata.

“tinggalkan aku sendiri, seungho” pinta jiyeon.

“kenapa kau menangis?” tanya seungo mendekati jiyeon.

“jangan dekat-dekat denganku. Aku mohon. Aku minta kau untuk menjauhiku” ucap jiyeon.

“kenapa aku tak boleh dekat  denganmu? ada apa sebenarnya jiyeon?” tanya seungho.

“aku mohon seungho. Jauhi aku, anggap saja kita tak pernah bertemu atau mengenal” pinta jiyeon sambil menangis.

Tanpa terasa seungho ikut meneteskan air mata.

“aku tak tahu ada apa denganmu jiyeon. Kalau itu maumu baiklah, aku akan menjauhimu” ucap seungho.

“baguslah, tepati janjimu” ucap jiyeon.

“aku janji. Tapi, jangan harap aku akan tinggal diam” ucap seungho pergi meninggalakn jiyeon.

“mianhe, seungho. Aku tak ingin kalian mati terbunuh karna aku” ucap jiyen menangis.

****

“hey, seungho kau tak pulang bareng dengan jiyeon?” tanya minho.

“jangan pernah menyebutkan namanya didepanku lagi” jawab seungho ketus.

“hah? Ada apa dengannya?” tanya kibum terkejut.

“enatahlah, sejak kembali dari istirahat tadi, tidak seungho atau jiyeon berdiaman dan tidak bicara” jawab yoona.

“mungkin dia sedang ada masalah dengan jiyeon” gumam kim bum.

“ahh, kebetulan sekali. Itu jiyeon dan jessica” tunjuk so eun.

“jiyeon, kau tidak dengan seungho?” tanya so eun.

“tidak. Maaf, aku sudah dijemput. Aku pulang duluan” jawab jiyeon pergi meninggalakan so eun yang terkejut melihat perubahan sikap jiyeon.

“jangan tanyakan kepadaku ada apa dengannya. Aku sendiri juga tak tahu” ucap jessica sebelum so eun bertanya kepadanya.

“aneh sekali dengannya” gumam so eun.

“sudah jangan mengurusinya. Biar seungho dan jiyeon yang menyelesaikan urusan mereka” ucap kim bum. so eun langsung jalan dengan kim bum masuk kedalam mobil.

Sesampainya, dirumah so eun langsung menelfon jiyeon. Tapi, jiyeon tak mengangkat hpnya.

“kau masih ingin tahu tentang jiyeon?” tanya kim bum.

“iya, tapi hpnya tak aktif. Entah kenapa aku punya firasat tak enak dengannya” jawab kim bum.

“sudahlah, nanti juga mereka akan bersikap seperti biasa” ucap kim bum.

“yah, aku harap juga begitu” ucap so eun. “kau sendiri kenapa ada dikamarku?” tanya so eun.

“kenapa memangnya? Akukan ingin denganmu” jawab kim bum sambil memeluk so eun.

“emm… kau manja sekali” ucap so eun.

“aku tak peduli. Kan tak salah jika aku bermanja dengan pacar sendiri” ucap kim bum sambil mencium rambut so eun.

“ahh, kapan kita akan memberi tahu kakek?” tanya so eun.

“untuk apa diberitahu. Nanti juga dia tahu sendiri” jawab kim bum.

“aaihhh, kau ini. Kalau kakek tak tahu juga, bagaimana?” tanya so eun.

“biarkan saja. Pasti dia tahu, dia kan pernah muda. Masa tak peka” gumam kim bum.

“kau ini jahat sekali. Aku tak mau menyembunyikan hal ini dari kakek” omel so eun.

“hahah… percaya padaku kalau dia akan tahu sendiri tanpa perlu kita beritahu” ucap kim bum.

“kau harus yakin dengan ucapanmu itu” ucap so eun.

“yayaya… kakek juga pasti setuju dengan hubungan kita” gumam kim bum.

“kalau tidak?” tanya so eun.

“aku akan terus bersamamu” jawab kim bum.

“kau ini benar-benar…” ucap so eun.

Tok tok tok….

“so eun, boleh kakek masuk?” tanya hee bong mengetuk pintu kamar so eun.

“itu, kakek kim bum. lepaskan pelukanmu itu” pinta so eun.

“tidak. Kakek, masuk saja” teriak kim bum.

Hee bong terkejut karena kim bum ada didalam kamar so eun. hee bong segera masuk kedalam kamar so eun.

“kenapa kau ada disini kim bum?” tanya hee bong

“kenapa memangnya? Tak boleh ya? Padahal, aku senang ada disini” jawab kim bum sambil menarik so eun dekat dengannya.

“ka..kakek.. itu.. sebenarnya…” so eun tak bisa menyelesaikan ucapannya karena kim bum memelototinya.

“kim bum? so eun? apakah kalian berpacaran?” tanya hee bong.

Kim bum mengangguk sambil tersenyum. So eun hanya tertunduk malu.

“jadi, itu benar? Sejak kapan?” tanya hee bong setengah terkejut.

“sejak kami pulang dari villa kibum” jawab kim bum.

“kakek, aku bisa ceritakan yang sebenarnya….” ucap so eun.

“haahahahahahahahahah….. tak perlu.. kakek senang dengan hubungan kalian. Hohoho” ucap hee bong sambil tertawa.

“kenapa kakek tertawa?” tanya so eun.

“kakek sudah mengiranya pasti kau dan kim bum akan berpacaran. Kalian inikan pasangan serasi” ucap hee bong.

“tuh kan, so eun. kakek saja tahu kalau kita memang pasangan serasi” ucap kim bum.

“i..iya, tapi kek. Kakek tak mempermasalahkan tentang hubunganku dan kim bum kan?” tanya so eun.

“tentu saja tidak. Kakek justru senang dengan hubungan kalian. Ahh, kakek punya usul. Bagaimana kalau sehabis lulus kalian langsung saja menikah. Baguskan usul kakek” usul hee bong senang.

“haa? Menikah? Tidak usah, kek. Itu terlalu cepat” ucap so eun.

“tenang saja, kek. Aku dan so eun akan memikirkannya nanti” ucap kim bum.

“hoho… kalau begitu kakek akan meninggalakan kalian berdua saja. Kakek jadi tak enak” ucap hee bong keluar dari kamar so eun.

“yya, kim bum. apa maksudmu? Aku tak mau menikah cepat-cepat” omel so eun.

“kenapa? Kakek juga sudah setuju” tanya kim bum.

“kita masih mempunya masalah dengan orang-orang yang ingin mencelakaimu, pembunuh orang tuaku juga belum ditemukan” jawab so eun.

“kalau begitu, ketika mereka semua sudah tertangkap kita akan menikah. Bagaimana?” tanya kim bum senang.

“kau ini benar-benar tak mengerti ya” ucap so eun sambil mendumel. Kim bum membalikan tubuh so eun agar berhadapan dengannya. Kim bum memgang pipi so eun.

“so eun, aku tak ingin kehilanganmu. Kau harus ingat itu. walaupun, pembunuh kedua orang tua kita sudah tertangkap aku ingin kau tak pergi dari sini. Arasso, kim so eun?” ucap kim bum.

“a..arasso” ucap so eun. Kim bum tersenyum senang dan mencium so eun dengan lembut.

****

Sementara itu, jung massuk kedalam kamar jiyeon..

“aku senang kau menuruti ucapanku untuk tidak dekat-dekat dengan teman-temanmu” ucap jung. Jiyeon hanya diam.

“tapi, kau harus ingat aku bisa membunuh temanmu jika kau berani melawanku. Kau ingat itu, jiyeon” bentak jung. Jiyeon hanya mengangguk. Jung segera keluar dari kamar jiyeon.

“papa, mana jiyeon? Ada seungho mencarinya dibawah” tanya jessica.

“seungho? Biar ayah yang menemuinya” ucap jung turun menemui seungho dibawah.

“permisi, paman. Boleh saya bertemu jiyeon?” tanya seungho.

“maaf ya, jiyeon tak ingin bertemu dengan siapa-siapa” jawab jung.

“kalau begitu saya permisi pulang. maaf mengganggu malam-malam” ucap seungho kecewa dan keluar dari rumah jung.

Dari jendela kamarnya, jiyeon melihat seungho keluar dari gerbang dan masuk kedalam mobilnya dan pergi.

“mianhe, seungho…” ucap jiyeon menangis. Setelah, mobil seungho pergi menjauh, ia menghampiri sebuah kanvas yang ditutupi kain. Ia membuka kain kanvas itu dan memandangi lukisan seungho yang ia lukis.

“mianhe,, aku tak bisa jujur dengan perasaanku sendiri” ucap jiyeon sambil memandangi lukisan seungho.

-bersambung-

Sampai sini dulu ya, chingu…

Makin penasaran kan???

Heheh

Tunggu part selanjutnya…

Jangan lupa commentnya…

Tags: , , , , , , , ,

19 responses to “My Lovely Bodyguard part 14”

  1. vanqueen says :

    daebak… dtnggu next partnya…

  2. Anjany Bumsso says :

    daebak.,,,,,,,,,,,, gak isah banyak cincong,,,,,, part selanjutnya aku tunggu,,,,

  3. founney says :

    i like…
    Kreennd…
    Next part .. Jngn lama”..

  4. dhia says :

    naaaahhh… aku lebih suka yang begini! nggak banyak masalah antara kim bum-so eun!
    tapi kasihan lihat seung ho-jiyeon…
    jang jahat banget sich! * nggak sopan, nggak panggil bapak, barin aja sama penjahat kayak gitu mah wajar! huuuhhh….!!! awas kamu jang, aku akan datang dala mimpimu dan mencekik lehermu! *cuma mmpi…
    biarin aja dech, nggak usah banyak bicara, pokoknya aert ini keren dech thor! next part janagn lama2 ya!

  5. qinqin says :

    nyesek banget deh jadi seungho,semua temennya udah seneng kecuali dia.please mr.jung buruan dipenjara ya

  6. Putri says :

    Bumsso makin mesRa ajj. .
    Kimbum g0mbAl bngetz sich. . . .
    Aq kasian ma jiyeon dya hrus ngejauhIn teman”a dEmi nyelametin mereka. .T_T.
    Aq tUngGu part selanjuT’a auThor

  7. amniminry_anis says :

    aihh…!!! aku setuju bngt tu oppa unnie nikah
    hahaha.. xD
    ah, si jung rese bngt si
    cepet ktangkep dh tu ~~
    lanjut author

  8. adelia says :

    hhhu,,, hhuuu,,,
    author, klo bsa part slanjutnya nnti mlem y…🙂
    pnasaran bgt,,
    bum oppa tambah genit!!!
    jiyeon, sabar y…

  9. kimmify says :

    waaaaaa part ini si kimbum genit bgt dikit2 cium hahahaha
    tapi seruuuu makin seru author
    aku penasaran sama jiyeon nantinya gimana
    apalagi pak jung udah tau lagi, gimana nasib soeun sama kimbum selanjutnya
    penasaran author
    update sooooon!

  10. Puput says :

    Kerend……..
    kim bum n soeun slaalu mesra yh😀
    d tnggu part slnjtny…

  11. bismania luph bumsso says :

    kereeeeeeeeeeeennnnnnnn,………………………

  12. rizkyapratiwi says :

    kim bum sm so eun so sweet banget
    Waahhh … Sampe iri

    huft … Ksian jiyeon sm seungho
    Gara2 jung ne …. Bikin kesel aja

    Lanjutttt author ..

  13. Bummiearab says :

    Ayoooo thor lanjutttttttttttt !!
    Next part jgn lama..

  14. goguma says :

    aioo, lanjut lagi chinguu..
    penasaran..penasaran #garuk2 tanah
    (^w^)

  15. Indah_ELF says :

    Kasihan ji yeon sama seungho .jung jhat bgt jadi gemes Liat’a …
    Asyik euy kakek’a kim bum udh stuju hahaha

  16. afri says :

    kerennn seru,
    ga tau mesti bilang apa, pensaran juga
    lanjut terus chingu

  17. meerable says :

    HIKS.. TERSIKSA bgt jadi ji yeon…😦
    di rumah tertekan, di sekolah juga..
    jiyeon kabuurr aja…lewat jendela**kayak adegan di film2**

  18. tyas27 says :

    jiyeon:(( sabar yaa

  19. ainami says :

    kesian jiyeon..

    si jung itu beneran ga punya hati, cinta ga sampainya bikin dia jd pembunuh berdarah dingin aiiish -_-

    ngikik2 baca dialog bumsso waktu dikamar haha author bisa aja deh bikin karakter bum….. aku suka haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: