My Memories Are Falls Down (Episode 8)

Author: Rainbow D(X)

Main cast: Kim so eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung.

Cast: All star

Type: Sequel

Genre:Romantic/Family/Friendship

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Enjoy.

“Ko Hyemi?”gumam Kang Jin.

“Hyemi. Kau duduk disamping Jinguk (Taechyeon).”ucap On Hyuk. Hyemi pun duduk disamping Jinguk dan di depan bangku Kang Jin.

Kang Jin melirik Hyemi dengan kesal. Akhirnya, aku bertemu juga dengan gadis yang tak tahu sopan santun sepertimu! Lihat saja nanti! Batinnya.

Saat istirahat..

“Hei, tunggu dulu! Kau masih ingat siapa aku?”tanya Kang Jin sambil menarik tangan Hyemi.

“Lepaskan! Apa kau pria aneh yang dulu kutemui?”

“Apa? Pria aneh?! Ha..ha.. kau tidak berubah, gadis yang tak tahu sopan santun!”seru Kang Jin. “O ya, aku belum memperkenalkan diri ya? Annyeonghaseyo Cha Kang Jin imnida.”

“Aku kan tidak bertanya!”ketus Hyemi sambil meninggalkan Kang Jin. Kang Jin menatap Hyemi dengan kesal.

“Awas kau!”gumam Kang Jin dalam hati.

***

“Hei! Ayo jelaskan! Mengapa kau memecahkan kaca spion motorku?!!”bentak Sae byeok.

“Mian, aku tidak sengaja!”jawab Donghae.

“Aniyo, kulihat kamu berkelahi lalu menjatuhkan motorku!”

“Maka itu, aku tidak sengaja!”

“Tidak bisa! Ganti dulu, kaca spion dan motorku juga kau bawa ke bengkel!”seru Sae byeok.

“Mian, aku tidak punya uang..”kata Donghae terbata-bata.

“Lalu bagaimana? Aku bisa dimarahi appaku!”

“Bagaimana kalau begini saja! Aku yang akan menjadi supirmu atau yang membantumu membawa barang belanjaan? Tapi, paruh waktu.”tawar Donghae.

“Hmm..baiklah, o ya, kita belum berkenalan ya? Annyeonghaseyo Jang Sae byeok imnida.”

“Cha Donghae imnida.”kata Donghae sambil tersenyum.

“Hubungi aku di nomor ini ya, besok temui aku di jalan ini! Antarkan aku ke kampus!”seru Sae byeok sambil menyerahkan kartu namanya dan pergi dari situ.

“Jang Sae byeok? Wanita yang manis.”gumam Donghae.

***

Ga eul pulang dari toko buburnya. Di tengah jalan, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang wanita.

“Aduh!”rintih wanita itu.

“Mian, kau tidak apa-apa? Eun Jae sunbae?”tanya Ga eul.

“Matamu dimana sih?! Untung aku tidak jatuh!!”bentak wanita itu lalu pergi.

Ga eul menatapnya, wanita yang aneh. Batinnya.

Eun Jae itu pergi ke sebuah apartemen yang terletak di tempat yang kurang strategis lalu memencet bel di kamar no. 78.

“Ya?”kata seseorang dari dalam. Lalu membuka pintunya. “Eun Jae?”

“Yi Jung. Aku membawakanmu makan malam. Bolehkah aku masuk?”tanya Eun Jae. Yi Jung pun mengangguk.

Di dalam, Xia Tian asyik makan cemilan.

“Xia Tian, ayo makan malam. Eun Jae noona sudah datang.”ujar Yi Jung.

“Aniyo! Aku tidak mau makan sama nenek sihir kayak dia!”seru Xia Tian sambil berlari ke kamarnya.

“Mian, atas sikapnya.”ucap Yi Jung.

“Gwencana. Ayo, kita makan berdua saja.”ajak Eun Jae.

Di ruang makan..

“Yi Jung, tadi aku bertemu dengan seorang juniorku yang menyebalkan! Masa’ dia menabrakku.”curhat Eun Jae.

“Mungkin dia tidak sengaja.”

“Tidak sengaja bagaimana?! O ya, Yi Jung, apa kau betul-betul akan menolakku?”tanya Eun Jae sok imut.

“Nee, mungkin ini yang lebih baik. Terlebih lagi, Xia Tian juga tidak menyukaimu. Dan, aku selalu dihantui bayangan gadis itu setiap saat.”

“Siapa sih, gadis itu?!! Bukankah, aku yang selama ini menemanimu dan bahkan membantumu saat kau susah?!!”bentak Eun Jae.

“Aku tahu, tapi hatiku tetap tidak bisa menerimamu. Sekarang, mari kuantar kau pulang.”ucap Yi Jung. “Xia Tian! Ayo ikut hyung!”

Di perjalanan..

Xia Tian terus manyun. Eun Jae sampai kesal dibuatnya.

“Ah, itu rumahmu! Sudah ya, Eun Jae! Selamat malam!”seru Yi Jung.

“Selamat malam!”balas Eun Jae. Lalu, ia mendekatkan diri ke telinga Yi Jung. “Ingat, aku akan berusaha mendapatkan cintamu.”

Eun Jae keluar dari mobil.

“Xia Tian, mengapa kau begitu?”tanya Yi Jung.

“Aku tidak suka padanya! Ayo, hyung kita pulang!”rengek Xia Tian. Yi Jung pun segera menjalankan mobilnya. Di tengah jalan, ia melihat Ga eul yang sedang menangis kesakitan sambil memegang kakinya.

“Xia Tian, sebentar ya.”ujar Yi Jung lalu dia menghampiri Ga eul.

“Hei, kamu sudah melupakan umurmu ya? Mengapa masih menangis di tengah jalan?”goda Yi Jung. Tapi, tangis Ga eul tambah keras.

“Hiks..hiks, aku kesandung. Sakit.. kakiku keseleo.”isak Ga eul. Tiba-tiba, Yi Jung menggendong Ga eul.

“Hei! Kamu mau apa?!!”bentak Ga eul.

“Sebaiknya kau kuantar pulang pakai mobilku.”ujar Yi Jung sambil menaikkan Ga eul ke mobilnya. Lalu, Yi Jung pun menjalankan mobilnya. Mereka pun terdiam.

“Lho, noona. Kita pernah bertemu di Paris kan?”tanya Xia Tian.

“Apa? Kamu.. anak kecil itu ya?”tanya Ga eul.

“Nee. Aduh, kangen..”seru Xia Tian sambil memeluk Ga eul. Ga eul membalas pelukannya.

“Hei, ada apa ini?”tanya Yi Jung.

“Ini lho hyung, noona yang menghibur dan membelikanku es krim saat di bandara.”jelas Xia Tian.

“Oh, hyungmu yang tidak bertanggung jawab ini ya. Aku tidak heran. Ck..ck.. memang hyungmu ini agak aneh.”ejek Ga eul.

“Apa?! Sudah bagus-bagus kuantar pulang!”bentak Yi Jung.

“Eh, hyung, aku lapar. Kita mampir ke restoran yuk!”ajak Xia Tian.

“Salahmu sendiri! Tadi kamu tidak makan!”

“Habis, masakan noona itu, tidak enak!”seru Xia Tian.

“Sudah, sudah, bagaimana kalau kamu mampir ke rumahku saja? Tenang saja, hari ini oppa dan adikku sedang tidak ada di rumah.”jelas Ga eul. Xia Tian mengangguk. “Ayo pak supir! Rumahku sudah dekat.”ejek Ga eul pada Yi Jung. Yi Jung kesal dibuatnya.

Di apartemen Ga eul..

“Wah, bagus juga apartemen noona!”seru Xia Tian.

“Iya dong, mau makan apa? Di kulkasku ada ayam lho!”ujar Ga eul. “Eh, kalian suka ayam kan?”

“Dari mana kamu tahu, kalau kami suka ayam?”tanya Yi Jung. “Apa kamu punya bakat menjadi peramal?”

“Hush! Ya sudah, kalian tunggu di ruang makan ya!”seru Ga eul lalu berlari ke dapur.

30 menit kemudian..

“Bagaimana masakanku? Enak tidak?”tanya Ga eul begitu Yi Jung dan Xia Tian menghabiskan makanannya.

“Top banget noona!”puji Xia Tian.

“Hmm..lumayan.”gumam Yi Jung.

“Hei! Kamu tidak punya komentar nih?!”bentak Ga eul.

“Habis, melihat wajahmu selera makanku turun.”sindit Yi Jung.

“Bohong noona, hyung tadi sangat menikmati makanannya. Saking nikmatnya, aku meminta sampai tidak dikasih.”celetuk Xia Tian. Yi Jung menutup mulut Xia Tian.

“Sshhttt.. jangan bilang-bilang dong!”bisik Yi Jung.

“Kau tidak usah sungkan, aku kan kuliah di universitas terkenal, yaitu Incheon!”seru Ga eul.

“Benarkah? Masih kerenan aku dong! Di universitas Shinhwa!”balas Yi Jung.

“Alah.. Shinhwa mah, tidak ada apa-apanya! Sampah Negara!”ejek Ga eul. Yi Jung hendak membalasnya, namun Xia Tian melerainya.

“Sudah, ayo hyung kita pulang! Noona, kami pamit dulu ya!”seru Xia Tian sambil menarik Yi Jung keluar.

“Hati-hati di jalan ya!”seru Ga eul.

***

Kang Jin yang baru pulang dari latihan bermain drumnya berpapasan dengan Hyemi.

“Hei! Sapalah aku, bila kau bertemu denganku!”ketus Kang Jin.

“Mengapa aku harus menyapa pria aneh sepertimu?”balas Hyemi.

“Dengar! Namaku bukan pria aneh, tapi Kang Jin! Cha Kang Jin! Ingat itu!”bentak Kang Jin. Hyemi mengacuhkannya dan menghampiri Jinguk yang merupakan saingan Kang Jin dalam bermain drum.

“Cih, awas kau!”sungutnya.

Ketika sampai di apartemennya, ia melihat seseorang yang tidak asing baginya sedang menggendong anak kecil. “Bukankah itu, Yi Jung sunbae?”gumamnya. Ia pun menghampirinya.

“Sunbae, kau masih mengingatku?”tanya Kang Jin.

“Aniyo, siapa kamu? Apa kita pernah bertemu?”tanya Yi Jung.

“Aku adik dari Ga eul! Kau tidak mengingatku?!”

“Mian, aku hilang ingatan. Mungkin kau salah orang. Sudah ya,”ujar Yi Jung sambil berlalu dari hadapan Kang Jin.

“Aneh, benar itu Yi Jung sunbae. Mengapa dia tidak mengingatku?”gumam Kang Jin.

***

Donghae pun memutuskan untuk menelepon Sae byeok.

“Yoboseyo, apa ini dengan Jang Sae byeok?”

“Yoboseyo. Nee, ini dengan siapa?”

“Ini dengan pria yang menjatuhkan motormu tadi siang. Namaku Cha Donghae. Kapan aku bisa menjadi supirmu?”

“Mungkin besok. Kau bisa menemuiku di mini market tadi. Aku ingin kau mengantarku ke suatu tempat.”
“Baiklah, sampai besok. Selamat malam.”

“Selamat malam.”

Donghae menutup telponnya dan masuk ke mobilnya. “Mungkinkah Sae byeok ingin aku mengantarnya ke mall? Mungkin saja, gadis-gadis sangat suka kesana. Di tambah lagi, Sae byeok sepertinya orang kaya.”gumam Donghae. Ketika di jalan, ia melihat ada seorang gadis menyebrang tapi tidak melihat mobil Donghae. Gadis itu pun terjatuh. Donghae pun turun dari mobilnya.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Donghae. Namun, ketika melihat wajah gadis itu, ia terkejut bukan main. “Geum Jandi?”

***

 Kang Jin pulang ke kamar apartemennya cepat-cepat.

“Noona!”serunya.

“Ada apa?”tanya Ga eul.

“Tadi, Yi Jung sunbae kesini?”tanya Kang Jin.

“Nee. Dia numpang makan malam disini. Memang kenapa?”

“Aniyo, aku merasa sering melihatnya di majalah.”ujar Kang Jin. Aku penasaran, apa noona berpacaran dengan Yi Jung sunbae ya?

“Kang Jin? Kau kenapa?”tanya Ga eul.

“Aniyo. Aku tidur dulu ya.”jawab Kang Jin lalu berlari ke kamarnya.

“Anak aneh.”batin Ga eul.

***

Di sebuah café…

“Jadi, bagaimana hubungan oppa dengan Jun Pyo? Masih tidak baik?”tanya Jandi.

“Bagaimana mau baik, aku saja masih benci pada keluarganya. Apalagi yang duduk didepanku ini.”sindir Donghae.

“Oppa, tidak bisakah kau bicara pada Ga eul kalau aku ingin baikan dengannya?”

“Aniyo. Jelas Ga eul marah, kau kan sahabatnya. Kau tahu sendiri kan, Ga eul sangat membenci Jun Pyo. Mengapa kau menikahinya?! Kau sungguh tidak pantas jadi sahabatnya!!”bentak Donghae lalu keluar dari café itu.

***

Besoknya..

“Sae byeok, kau mau kemana habis ini?”tanya Ga eul.

“Aku mau pergi ke suatu tempat dengan seseorang.”

“Siapa?”

“Pria yang mempunyai hutang denganku.”

“Ganteng tidak?”

“Yah, tak tahulah. Aku duluan ya!”seru Sae byeok sambil melambaikan tangan.

Tiba-tiba, ada sebuah mobil yang melintas di depan Ga eul. Pemilik mobil itu pun membuka kaca mobilnya. Lalu, menyapa Ga eul.

“Ga eul! Kau mau kemana?”

“Yi Jung! Sedang apa kau disini?”tanya Ga eul.

“Sedang jalan-jalan! Eh, kamu sedang apa?”tanya Yi Jung.

“Aku ingin ke makam appaku.”jawab Ga eul.

“Memang makam appamu dimana?”tanya Yi Jung.

“Dekat sungai Han.”jawab Ga eul.

“Wah, kebetulan sekali! Makam eommaku juga disana! Bagaimana kalau kau kuantar?”tawar Yi Jung.

“Apa tidak merepotkan?”tanya Ga eul.

“Tidak apa-apa kok, ayo naik!”ajak Yi Jung. Ga eul  pun menaiki mobil itu dan mobl pun melaju pergi.

Dekat sungai Han..

“Appa, bagaimana kabarmu?”sapa Ga eul depan makam appanya. “Kau tahu, aku begitu merindukanmu. Padahal, sudah tiga tahun aku melalui semua ini. Mengapa aku masih tidak bisa menerima kematian appa? Aku masih seperti anak kecil ya?”

Ga eul meneteskan air matanya. Yi Jung menatapnya, seakan-akan menyuruhnya mengungkapkan semuanya di depan makam appanya. Ga eul pun melanjutkan perkataanya.

“Appa, aku iri seperti anak lain yang bisa bermanja-manja dengan ayahnya. Sejak appa meninggal, aku semakin kesepian. Eomma masuk rumah sakit jiwa, Donghae oppa harus berjuang keras menghidupi aku dan Kang Jin. Appa, aku masih ingin bersamamu. Membalas kasih sayangmu, memelukmu, mengingatkanmu saat kau minum banyak. Appa, mengapa kau harus bunuh diri?” Ga eul menyelesaikan ucapannya lalu menangis tersedu-sedu. Yi Jung memeluknya.

“Jangan menangis, appamu pasti tidak suka melihatmu menangis.”ucap Yi Jung lembut. Ga eul berusaha menahan tangisnya. Lalu, ia meletakkan seikat bunga kamboja di makam appanya.

“Appa, semoga kau bahagia di alam sana. Sekarang, aku harus menemani pria disebelahku ini untuk mengunjungi makam eommanya. Kapan-kapan, aku akan mengajak eomma, Donghae oppa, dan Kang Jin.”ucap Ga eul lalu menatap Yi Jung. “Katanya kau mau mengunjungi makam eommamu.”

“Mmm.. mungkin lain kali saja.”ucap Yi Jung dengan dingin.

“Waeyo?”

“Aku belum siap. Aku tidak pernah mengunjungi makamnya.”jawab Yi Jung. Tiba-tiba Ga eul memegang tangannya.

“Tenang saja, aku akan menemanimu. Jadi, ayo cepat.”bujuk Ga eul. Yi Jung pun membawanya ke makam eommanya.

“Eomma, apa kabar? Sudah tiga tahun aku tidak pernah mengunjungi makam eomma lagi. Eomma pasti merindukanku kan?”sapa Yi Jung di depan makam eommanya. “Eomma tahu? Selama ini aku bersembunyi dengan Xia Tian dari appa dan kakek. Tapi, aku baru merasakan mengurus anak kecil itu sangat susah seperti aku mengurus Xia Tian. Eomma pasti dulu juga susah merawatku kan?”

Yi Jung mulai meneteskan air matanya. Ga eul mengusap pundaknya dan berkata dengan lembut. “Ayo, lanjutkan Yi Jung. Tumpahkan isi hatimu di depan makam eommamu.”

Yi Jung meneruskan ucapannya. “Eomma, aku sangat merindukanmu. Aku rindu dengan perhatianmu, suara lembutmu yang membangunkanku setiap pagi, masakanmu, dan omelanmu ketika aku keluyuran. Eomma, aku ingin sekali tegar sepertimu dalam menghadapi semua ini. Dalam menghadapi perlakuan kakek, eomma tidak pernah marah dan selalu tersenyum serta membesarkan hatiku. Tapi, mengapa aku tidak bisa setegar itu? Mengapa aku tidak bisa untuk selalu tersenyum?”

Yi Jung pun menangis. Ga eul mengusap-ngusap punggungnya.

“Eomma, kau lihat gadis di sebelahku ini? Namanya Cha Ga eul. Dialah gadis yang membuatku siap ke makam eomma hari ini. Dia gadis yang memberikanku inspirasi untuk selalu melihat ke depan dan melupakan masa lalu yang kelam.”ujar Yi Jung. Ga eul menatapnya. Yi Jung pun meletakkan seikat bunga melati di atas makam eommanya.

“Eomma, aku membawakanmu bunga melati. Aku tahu, eomma sangat menyukai bunga ini kan? Semoga eomma bahagia di alam sana. Sekarang, aku harus menjemput Xia Tian, kapan-kapan aku akan mengajak Xia Tian kesini.”pamit Yi Jung lalu menatap Ga eul. “Ayo kita pulang.”

Ga eul mengangguk. Tiba-tiba, Yi Jung menggandengnya.

“Ayo cepat! Aku harus menjemput Xia Tian.”seru Yi Jung sambil menarik Ga eul. Ga eul menatap tangannya yang dipegang Yi Jung.

Oh tuhan, perlakuan Yi Jung padaku sama persis dengan Woo bin sunbae. Tapi, mengapa aku malah menyukai saat-saat ini? Mengapa aku ingin saat-saat seperti ini dapat berlangsung lama? Dan mengapa hatiku bergetar? Batin Ga eul dalam hati.

Di mobil..

“Ga eul, ada yang perlu aku tanyakan.”ucap Yi Jung.

“Apa?”

“Mengapa kau tahu kalau aku sangat suka ayam?”tanya Yi Jung.

“Karena, aku ingat, saat kau makan bubur ayam di toko itu, kau terlihat sangat menikmatinya. Seperti anak kecil yang menyantap makanannya. Sampai belepotan!”jawab Ga eul sambil tertawa kecil.

“Aisshh, kamu ini! Eh, terima kasih ya! Berkat kamu aku jadi bisa tenang karena sudah melihat makam eommaku!”ucap Yi Jung.

“Tidak apa-apa kok. Aku juga ingin berterima kasih karena kamu telah menemaniku ke makam appaku!”jawab Ga eul. Tiba-tiba, Yi Jung menatapnya.

“Apa kita pernah saling mengenal dulu?”tanya Yi Jung.

“Aniyo, aku baru pertama kali melihatmu saat di Paris.”

“Betul juga ya.”ucap Yi Jung sambil kembali fokus menyetir.

“Waeyo?”tanya Ga eul.

“Ah, tidak apa-apa. Ga eul, mau dengar ceritaku nggak?”tanya Yi Jung.

“Mau dong!”

“Tiga tahun yang lalu, aku pernah terkena sakit mental karena mencoba bunuh diri. Nah, saat menjalani pengobatan yang keras, aku hilang ingatan. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Tapi, anehnya, setiap malam aku selalu bermimpi sedang bersama seorang gadis. Aku tidak bisa melihat wajah gadis itu. Dan tiba-tiba saja, ia menghilang di kegelapan.”cerita Yi Jung.

“Benarkah? Aku juga hilang ingatan tiga tahun yang lalu. Kata oppaku karena kecelakaan. Sejak itu, aku pun sering bermimpi tentang seorang pria yang tidak dapat kulihat wajahnya.”cerita Ga eul.

“Wah, berarti kita kompak ya!”seru Yi Jung. Ga eul tersenyum. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di apartemen Ga eul. Ga eul pun turun dari mobil. Yi Jung ikut turun dan mendekati Ga eul.

“Terima kasih ya, untuk hari ini.”ucap Yi Jung sambil tersenyum. Wajah Ga eul merona merah lalu ia mengangguk. Kemudian, Yi Jung kembali ke mobilnya dan menjalankan mobilnya lalu pergi dari situ. Ga eul pun menatap mobil Yi Jung yang semakin menjauh. Apa ini hanya perasaanku saja? Mengapa aku merasa berat untuk melihatnya pergi? Mengapa aku masih ingin bersamanya? Batin Ga eul.

Tanpa ia sadari, Eun Jae mengintipnya dari tadi. “Awas kau, Cha Ga eul! Berani-beraninya kau mendekati pria pujaanku! Aku akan membalasmu!”geramnya.

TO BE CONTINUED

Wah, kira-kira apa yang akan dilakukan Eun Jae ya?

Dan apakah Ga eul mulai menyukai Yi Jung?

Saksikan kisahnya di My Memories Are Falls Down (Episode 9)!

Tags: ,

9 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 8)”

  1. amniminry_anis says :

    kyaaa!!!!!!!
    akhirnya mereka deket lagi
    next part ditunggu

  2. vanqueen says :

    wach..pnsran dtnggu next partnya,,,, hwaiting…🙂

  3. Indah_ELF says :

    Seru …
    Wah bntar Lgh ikatan Yi jung sma Ga Eul kmbali nii asyik …
    Itu eun jae apa2 sii .iri yaa hahaha
    ywdh d’tngu klanjutan’a

  4. mey_kimeun says :

    awas aja lu eun jae berani pegang eunni q..
    mau tangan kanan kuburan pa tangan kiri RS..?
    *jadi preman ne sekarang,,kekekeke*
    kapan ya kse inget ma ksb..?
    kayakny mrk dah mulai deket ne..

  5. mey_kimeun says :

    awas aja lu eun jae berani pegang eunni q..
    mau tangan kanan kuburan pa tangan kiri RS..?
    *jadi preman ne sekarang,,kekekeke*
    kapan ya kse inget ma ksb..?
    kayakny mrk dah mulai deket ne.senangny.

  6. zheey2992 says :

    arrgh akhrx ga eul ngrasain debrn cinta pda pria msa lalux.
    Walaupn k’2x msng blum ingt tntng hubx dlu.

  7. best buy says :

    I do not disagree with this post..

  8. kim sohyun says :

    mantaap..
    udah mlai dket lagi..

  9. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahh keren banget makin keren ayoo dong bumsso ingatannya pulihh hehe lanjut baca kak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: