My Lovely Bodyguard part 15

My Lovely Bodyguard part 15

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Makin pada penasaran kan…

Langsung mulai aja ya….

Part 15

Sesampainya, disekolah so eun melihat jiyeon sedang duduk dibangkunya dengan tatapan lesu. Matanya seperti habis menangis dan mukanya sangat pucat.

“jessica, apakah dirumah jiyeon begini juga?” tanya so eun.

“yah, dirumah dia begini terus. Untuk makan saja harus pembantu yang mengantarkan kekamarnya” jawab jessica.

“apa dia mempunyai masalah?” gumam so eun. so eun memerhatikan jiyeon.

“kenapa denganmu jiyeon?” tanya seungho dalam hati yang juga memerhatikan jiyeon.

Jiyeon yang sadar kalau seungho menatapnya langsung membenamkan wajahnya dimeja. Ia meneteskan air mata sedikit. “apa yang harus kulakukan?” ucap jiyeon dalam hati.

Saat, istirahat seungho bermain basket. Ia bermain sangat buruk, ia gagal memasukan bola kering.

“ahhh, aku tak bisa bermain lagi” teriak seungho sambil tiduran dilantai.

“jiyeon, kau benar-benar aneh” gumam seungho.

“ahhh, apa yang harus kulakukan untuknya?” ucap seungho kesal sambil membanting bola basket.

“hey, kenapa kau membantingnya?” teriak kyuhyun. Seungho menoleh dan melihat kyuhyun yang memegang bola basket yang ia lempar barusan.

“kenapa denganmu?” tanya kyuhyun.

“kyuhyun.. tidak apa-apa. Berikan aku bolanya” pinta seungho.

“kau saja yang mengambilnya dariku” tantang kyuhyun. Seungho langsung bermain basket dengan kyuhyun. Seungho selalu gagal memasukkan bolanya kedalam ring.

“aku lelah. Kau sepertinya sedang malas bermain” ucap kyuhyun.

“yah, aku sedang tak bersemangat main. Maafkan aku kalau permainanku buruk hari ini” ujar seungho.

“ahahha… tapi aku menikmatinya. Bermain basket dengan orang yang sedang uring-uringan sepertinya cukup menghibur” ejek kyuhyun.

“haa..?? aissshhh.. kau ini. Sudahlah, lebih baik kita kembali kedalam kelas” ajak seungho. Sementara itu, jiyeon yang diam dikelas saat istirahat mengajak jessica berbicara.

“jes, bisa aku minta bantuanmu” ucap jiyeon.

“bantuan apa yang kau perlukan dariku?” tanya jessica.

“apakah kau bisa beralasan kepada Pak Jang kalau hari ini aku tak bisa pulang bersamamu? Aku masih mempunyai banyak tugas disekolah” ungkap jiyeon.

“baiklah. Bukankah biasanya kau memang suka pulang tanpa harus memberi alasan? Ada apa denganmu?” tanya jessica.

“aku tak bisa membicarakannya denganmu. suatu saat nanti kau akan mengetahui kenyataannya” jawab jiyeon pergi ketoilet. Saat, ingin pergi ketoilet ia berpapasan dengan seungho dan kyuhyun. Jiyeon langsung pergi ketoilet dan pura-pura tak melihat seungho.

Seungho menatap sedih kearah jiyeon. “kenapa kau berubah?” gumam seungho. Seungho langsung pergi kedalam kelas.

“kyuhyun…” panggil jessica.

“kenapa jes?” tanya kyuhyun.

“begini, bisa tidak kalau hari ini aku belajar bareng dirumahmu?” tanya jessica.

“tumben. Bukankah kau ini murid cerdas” gumam kyuhyun.

“aku memang cerdas tapi, ada beberapa soal juga yang tak kumengerti. Bagaimana bisakan?” tanya jessica

“baiklah.. bagaimana dengan jiyeon? Bukankah ia pulang bersamamu?” tanya kyuhyun.

“dia bilang masih ingin berada disekolah karena masih mempunyai tugas. Aku malas memeberi alasan kepada Pak Jang mengapa ia tak bisa pulang bersamaku. Makanya, aku akan bilang kesupirku kalau jiyeon ikut bersamaku kerumahmu” jawab jessica.

“oh, begitu. yasudah, kalau begitu pulang sekolah kita kerumahku langsung” ucap kyuhyun.

****

“apakah seungho dan jiyeon masih berdiaman?” tanya yoona.

“iya” jawab so eun.

“ada apa dengan mereka sebenarnya?” tanya hyesun.

“entahlah. Aku juga tak mengerti tentang hubungan mereka” jawab so eun.

“kalau hubunganmu dan kim bum bagaimana?” tanya yoona.

“bagaimana apanya? Biasa saja” jawab so eun.

“ahh, kau ini. Kalian kan pasangan baru. Masa tidak ada romantis-romantisnya” ujar yoona.

“romantis apa maksudmu? Biasa saja” gumam so eun.

“susah bicara denganmu, so eun” gerutu yoona.

“hahaha… maklumi saja yoona, so eun. dia ini sedang mencari informasi darimu untuk dijadikan bahan pembicaraan” ucap hyesun.

“aku tahu.. dasar kau yoona” cibir so eun. yoona hanya terkekeh-kekeh sambil meminum jus jeruknya.

****

Saat pulang sekolah…

“so eun, kau mau pergi bersamaku hari ini?” tanya kim bum.

“aku malas pergi hari ini. Kau lupa sebentar lagi ujian. Aku ingin belajar” tolak so eun.

“kalau begitu hari ini kita belajar bersama dirumah” ujar kim bum.

“kau ini.. bilang saja mencari kesempatan” ucap so eun. kim bum hanya tersenyum.

Sesampainya, dirumah so eun langsung belajar bareng dikamar kim bum. so eun bertanya beberapa soal yang ia tak mengerti kepada kim bum. kim bum dengan sabar mengajari so eun pelan-pelan agar ia mengerti. Karena so eun murid cerdas juga, ia langsung mengerti apa yang diajarkan kim bum kepadanya.

“kau ini benar-benar pintar ya, kim bum. aku salut denganmu” ucap so eun sambil bertepuk tangan untuk kim bum.

“tentu saja. Akukan memang pintar, tampan pula” ucap kim bum menyajungkan dirinya.

“yaya, apa katamu sajalah” ucap so eun. “sudah, berhenti menyombongkan dirimu. Aku disini untuk belajar bukan untuk mendengarkan kau menyombongkan diri” ucap so eun.

“baiklah, mana lagi yang tak kau mengerti?” tanya kim bum. so eun segera menyodorkan beberapa soal yang ia tak mengerti.

****

Sementara itu, jiyeon sendirian didalam kelas sambil mengerjakan beberapa soal. Tiba-tiba, ia menerima sms dari jessica. Ia segera membukanya.

To : jiyeon

From: jessica

“aku ada dirumah kyuhyun sedang belajar bersama. Aku sudah bilang kepada Pak Jang kalau kau ikut denganku. Pulang nanti aku akan menjemputmu disekolah. Oke”

Jiyeon segera membalas sms jessica

To: jessica

From: jiyeon

“kau tak usah menjemputku. Aku akan pulang tanpamu. Aku akan mencari alasan kepda ayah kenapa kau tak pulang denganmu. terima kasih”

Jiyeon menekan tombol send dan kembali mengerjakan soal yang  ia tak mengerti.

****

“kau sudah mengasih tahu jiyeon?” tanya kyuhyun.

“ya, ini dia baru membalas smsku” jawab jessica sambil membaca pesan jiyeon. “kenapa dengannya itu. aneh sekali” gumam jessica.

“siapa aneh?” tanya kyuhyun.

“tentu saja, jiyeon. Siapa lagi” ujar jessica.

“sudahlah, aku tak pusing memikirkannya. Kita langsung mulai saja belajarnya” ucap jessica sambil memakai kacamatanya.

“heee… kau seperti profesor jika mengenakan kacamata begitu” ejek kyuhyun.

“enak saja…. sudah, ajari aku no. 13 aku tak mengerti” pinta jessica.

Kyuhyun langsung mengajari jessica dengan lancar.

****

Sementara itu, dirumah seungho…

Seungho termenung dan memejamkan matanya sambil mengingat jiyeon.

“jiyeon, kenapa aku tak bisa menghapusmu juga dari pikiranku” ucap seungho frustasi. Seungho mengambil hpnya dan memencet nomor telfon jiyeon. Tapi, tak ada jawaban dari telfon seungho. Seungho mencoba menelfon rumah jiyeon.

“halo…” ucap pelayan dirumah jessica.

“bisa saya bicara dengan jiyeon?” tanya seungho.

“oh, nona jiyeon belum pulang” jawab pelayan.

“belum pulang? terima kasih ya” ucap seungho memutuskan telfon. Seungho langsung menelfon nomor jessica.

“halo, ada apa?” tanya jessica.

“kau tahu jiyeon dimana?” tanya seungho.

“memangnya dia tak ada dirumah?” tanya jessica kaget.

“belum. Tadi kata pelayanmu dia belum sampai dirumah. Memangnya kau  tak bersamanya?” tanya seungho cemas.

“tidak. Dia bilang kepadaku kalau dia masih mempunyai tugas disekolah. Sekarang saja aku ada dirumah kyuhyun. Kau coba cari dia saja disekolah. Mungin dia masih ada disana” ujar jessica.

“baiklah, aku akan mencarinya disana” ucap seungho memutuskan telfon. Seungho langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi kesekolah.

“kenapa kau membuatku cemas, jiyeon” gumam seungho sambil menyetir. Seungho langsung mengemudikan mobilnya kencang.

____

“apa jiyeon belum pulang juga?” tanya kyuhyun.

“ya, seungho tadi menelfon kerumah ku dan katanya jiyeon belum sampai dirumah” jawab jessica.

“mungkin dia masih disekolah” gumam kyuhyun.

“mungkin. Kalau begitu aku pulang saja sekarang” ucap jessica.

“aku akan mengantarmu kalau begitu” ucap kyuhyun pergi mengambil kunci mobil. Saat ingin pulang tak sengaja jessica berpapasan dengan jae ill.

“selamat malam, paman” sapa jessica sopan.

“malam. Apa kau temannya hyun?” tanya jae ill.

“ya, aku temannya. Perkenalkan namaku jessica jung. Tadi, aku belajar bareng dengannya” ucap jessica.

“jessica, ayo kita pergi. Oh, paman sudah pulang” ucap kyuhyun.

“ya.. jangan pulang dulu. Ajaklah, jessica makan malam dirumah kita” ajak jae ill.

“ah, tak usah paman. Aku sudah harus pulang” ucap jessica.

“kalau begitu kita makan malam dulu saja, jes. Kebetulan aku juga lapar” ucap kyuhyun. Jessica hanya menurut dan langsung makan malam bersama kyuhyun dan jae ill.

“makanlah yang banyak jessica” ucap jae ill.

“ah, iya. Terima kasih paman” ucap jessica sambil melahap makanannya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat jessica menuruti perkataan pamannya dengan sopan.

“terima kasih ya, paman atas ajakan makan malamnya. Sekarang, aku permisi pulang” pamit jessica.

“ya, lain kali sering datanglah kemari” ucap jae ill senang.

“paman, aku mengantarnya dulu” ucap kyuhyun.

“pamanmu orang yang baik, hyun” gumam jessica.

“ya, dia yang sudah mengurusiku dari kecil semenjak kedua orangtuaku meninggal” ucap kyuhyun. “kau bisa bilang dia baik. Seandainya saja kau tahu apa yang ia sudah perbuat kepada keluarga kim bum mungkin kau akan menarik kata-katamu” ucap kyuhyun dalam hati sambil menatap jessica.

“kenapa kau hanya diam? Cepat nyalakan mobilnya” tanya jessica. Kyuhyun segera menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya menuju rumah jessica.

****

“hemm… aku ketiduran..” gumam so eun mengucek matanya. Ia terkejut karena terbangun dikasur kim bum.

“kau sudah bangun?” tanya kim bum sambil tersenyum.

“apakah aku ketiduran?” tanya so eun.

“iya. Aku tak tega membangunkanmu. Makanya aku membaringkanmu disini” jawab kim bum.

“hoaamm… aku ngantuk sekali. Kalau begitu aku akan kembali kekamarku” ucap so eun.

“ya, selamat malam” ucap kim bum.

“selamat malam, kim bum” ucap so eun mencium pipi kanan kim bum.

“yang kiri belum” ucap kim bum. so eun mencium pipi kiri kim bum dan kembali kekamarnya. Kim bum hanya tersenyum dan kembali tidur.

***

Sementara itu, jiyeon ketiduran dikelas dan lupa waktu. Ia terkejut karena begitu bangun dan melihat jam sudah menunjukkan jam 8.

“ahh, aku ketiduran” gumam jiyeon. Jiyeon segera memasukkan bukunya kedalam tas dan bergegas pulang. ketika sedang dihalaman sekolah ia terkejut melihat seungho.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya jiyeon.

“aku mencarimu, jiyeon” jawab seungho. “kenapa malam-malam begini kau masih ada disini?” tanya  seungho cemas.

“bukan urusanmu. Minggir, aku mau pulang” ucap jiyeon dingin. Seungho menahan tangan jiyeon.

“kenapa kau berubah jiyeon? Apa yang terjadi denganmu?” tanya seungho.

“kenapa kau tak mengerti juga, seungho? Aku minta kau untuk menjauhiku” ucap jiyeon tiba-tiba menangis.

“aku berusaha menjauhimu, aku berusaha menganggap kita tak saling kenal. Tapi, itu sulit. Betapa, kerasnya aku berusaha melupakanmu aku malah semakin mengingatmu” ucap seungho setengah berteriak.

“kau harus bisa, seungho. Sekarang, aku mau pulang. Minggirlah” pinta jiyeon.

“tidak.. aku tak bisa menjauhimu. Kita harus bicara. Kenapa kau jadi begini?” tanya seungho menahan tangan jiyeon.

“lepaskan aku, seungho. Kumohon” pinta jiyeon.

“tidak.. sebelum, kau menjelaskannya kepadaku” bentak seungho.

“lepaskan aku… komohon, seungho. Aku tak ingin terjadi apa-apa denganmu. aku mohon biarkan aku pergi” teriak jiyeon sambil menangis.

“apa maksudmu? Apa yang akan terjadi padaku?” tanya seungho.

“jangan desak aku untuk bicara seungho. Lepaskan aku” pinta jiyeon. Jiyeon terus meronta sambil berteriak meminta seungho melepaskannya.

“tidak.. sebelum kau menjelaskannya” omel seungho.

“kenapa kau terus mendesakku. Biarkan, aku pergi..” ucap jiyeon terus meronta. Seungho yang habis kesabarannya menarik jiyeon kedalam pelukannya.

“lepaskan aku, seungho” pinta jiyeon. Seungho menatap jiyeon dan menciumnya. Jiyeon yang terkejut karena tiba-tiba seungho menciumnya langsung tak bisa bergerak.

“sekarang bicara padaku dan jelaskan semuanya” pinta seungho melepaskan ciumannya. Jiyeon hanya diam dan meneteskan air mata.

“kenapa kau hanya menangis saja. Jawab pertanyaanku, jiyeon” pinta seungho resah. Jiyeon terus saja menangis dan tidak menjawab pertanyaan seungho. Seungho yang resah melihat jiyeon, menarik jiyeon dan memeluknya.

“aku tak suka kita begini, jiyeon” gumam seungho. Jiyeon terus saja menangis.

“maaf, maaf, maaf….” jiyeon terus mengucapkan kata maaf untuk seungho sambil menangis.

****

“hey, jessica bangun. Kita sudah sampai dirumahmu” ucap kyuhyun membangunkan jessica.

“ehhmmmm….” gumam jessica.

“dia benar-benar lelap. Aisshh.. apa yang harus kulakukan” pikir kyuhyun. Kyuhyun memutuskan menggendong jessica masuk kedalam rumah, ia tak tega jika harus membangunkan jessica lagi.

“maaf, kamar jessica yang mana? Ia ketiduran dimobilku” tanya kyuhyun kepada pelayan jessica.

Pelayan jessica segera menujukan arah jalan kekamar jessica. Kyuhyun segera membaringkan jessica dikamarnya.

“kemana ayah jessica sekarang?” tanya kyuhyun.

“tuan jung bilang malam ini dia tidak pulang. dia dapat tugas keluar kota, besok malam dia baru bisa pulang” jawab pelayan itu kemudian keluar.

“aku mengerti perasaanmu, jes. Kau pasti sangat kesepian berada disini” gumam kyuhyun memandangi jessica yang tertidur sangan nyenyak. Setelah, selesai menatap jessica, kyuhyun akhirnya pulang kerumahnya. Sesampainya, dirumah jae ill sudah menunggu kyuhyun diruang tamu.

“apa dia pacarmu?” tanya jae ill.

“bukan, hanya teman” jawab kyuhyun datar.

“benarkah? Kalian seperti pasangan kekasih” ucap jae ill.

“jangan bicara sembarangan, paman. Sudahlah, aku lelah aku mau kekamarku” ucap kyuhyun dan pergi kekamarnya.

****

“kau sudah mau bicara?” tanya seungho.

“antarkan aku pulang sekarang” pinta jiyeon.

Karena seungho sudah lelah, akhirnya, ia memuttuskan mengantar jiyeon sampai kerumahnya.

“terima kasih” uap jiyeon begitu sampai dirumahnya.

“jangan masuk dulu, jelaskan kepadaku sekarang” pinta seungho.

“tidak ada yang perlu kujelaskan. Ini sudah malam, aku tak mau ayahku berfikir yang macam-macam” ucap jiyeon keluar dari mobil seungho dan lari masuk kedalam kamarnya.

“tindakan apalagi yang harus kulakukan agar kau mau bicara, jiyeon” ucap seungho menatap kepergian jiyeon.

Jiyeon masuk kedalam rumah dan melihat ruangan sudah gelap. Ia lega karena jung tak bisa bertanya macam-macam kepadanya karena ia pulang larut malam.

“anda dari mana, nona?” tanya Pak Jang.

“sekolah” jawab jiyeon terkejut.

“malam-malam begini anda dari sekolah?” tanya Pak Jang.

“ya, aku mengerjakan tugasku disana. Percaya saja padaku, aku tak bohong” jawab jiyeon.

“baiklah, saya mempercayai anda. Syukurlah, tuan sedang diluar kota jadinya, anda tak kena masalah dengannya karena baru pulang” gumam Pak Jang.

“ohh, aku ingin pergi kekamarku sekarang.  Apakah sudah selesai interogasinya?” tanya jiyeon.

“silahkan, anda bisa pergi kekamar anda” ucap Pak Jang mempersilahkan jiyeon pergi.

Jiyeon langsung masuk kedalam kamarnya dan menguncinya. Didalam kamar ia menangis sejadi-jadinya.

“kenapa jadi begini? Seungho kau bodoh” ucap jiyeon sambil menangis. Ia menatap foto ayah dan ibunya sambil menangis.

****

Pagi harinya, kim bum pergi kedapur untuk mengambil segelas air putih. Ia mendengar ada seseorang yang sedang bercakap-cakap ditelfon. Ia mengintip dan melihat sang in sedang berbicara dengan seseorang ditelfon.

“dengan siapa dia berbicara? Serius sekali” gumam kim bum.

“ya, Pak. Saya belum mendapat perintah lagi dari bos. Dia bilang akan menyusun rencananya baik-baik agar tak gagal” ucap sang in ditelfon.

“ya, bos sedang dinas ke luar kota. Aku akan mengabarimu lagi begitu bos sudah pulang. ingat, jangan sampai kau bertindak yang mencurigakan” ucap Pak Jang memperingati sang in.

“baik, pak” ucap sang in memutuskan telfon. Ia menaruh hpnya disaku celananya, saat ia berbalik kebelakang ia terkejut karena kim bum sudah berdiri dibelakangnya.

“t..tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya sang in gugup.

“dengan siapa kau bicara?” tanya kim bum.

“ah, a..adik saya yang dikampung tuan” jawab sang in berbohong.

“adik? Serius sekali sepertinya” gumam kim bum.

“i..iya”

“yasudah, lanjutkan pekerjaanmu sana” perintah kim bum. sang in segera pergi melanjutkan pekerjaannya, ia lega kim bum tak bertanya macam-macam.

“sang in…” panggil kim bum. sang in langsung gugup dan menoleh kearah kim bum.

“ya, tuan..”

“aku hanya ingin memperingatkan.. kalau bekerja sebaiknya matikan telfon genggammu itu” ucap kim bum sambil menunjuk saku celana sang in.

“ahh, iya. Saya hampir saja lupa. Terima kasih, tuan” ucap sang in. Kim bum langsung mengambil segelas air minum dan pergi kekamarnya bersiap-siap berangkat sekolah. Selesai bersiap-siap, kim bum kekamar so eun untuk membangunkannya.

“kau sudah siap? Baru saja aku mau membangunkanmu” ucap kim bum.

“ya.. tidurku benar-benar nyenyak sekali. Aku merasa segar hari ini” ucap so eun.

“baguslah” gumam kim bum. so eun dan kim bum langsung  turun kebawah untuk sarapan. Saat, sarapan kim bum mengawasi gerak-gerik sang in. Sang in yang merasa diawasi kim bum, hanya diam dan berdiri didekat ruang makan.

“kenapa kau diam saja? Habiskan itu sarapanmu” tanya so eun.

“hahahaha… kim bum, kau ini seperti bayi saja. Makan saja harus ada yang mengingatkanmu” ejek hee bong.

“kakek, ini… bilang saja kakek iri” goda kim bum. hee bong langsung mendengus kesal dan menghabiskan sarapannya dengan lahap, so eun hanya tersenyum melihat tingkah hee bong.

****

Saat jam pelajaran, jiyeon tak bisa konsentrasi. Kepalanya sangat pusing dan berat. Ia tak bisa mendengar jelas apa yang gurunya jelaskan didepan. Seungho yang melihat keadaan jiyeon terus menatapnya.

“park jiyeon, park jiyeon..” panggil pak guru.

Jiyeon yang kaget karena mendengar ada yang memanggil namanya langsung berdiri.

“ya, pak..”

“kenapa kau tak memerhatikan pelajaranku? Ini sudah kedua kalinya kau begini terus. Kau ingin aku keluarkan dari kelasku ya?” bentak pak guru.

“maafkan, saya pak” ucap jiyeon.

“maaf,  maaf… aku tak suka dengan murid yang tak mau mendengar pelajaranku saat aku sedang menerangkan…” pak guru terus mengomeli jiyeon. Tiba-tiba, kepala jiyeon pusing, ia tak bisa mendengar jelas ocehan gurunya. Ia memegang kepalanya dan jatuh tak sadarkan diri. Seungho yang melihat jiyeon pingsan langsung bangun dari tempat duduknya dan membawa jiyeon ke uks.

“ada apa dengan jiyeon sebenarnya?” tanya so eun yang cemas.

“anak-anak tenang.. kembali ketempat duduk kalian” teriak pak guru. Anak-anak langsung kembali ketempat duduk mereka masing-masing dan kembali mendengarkan apa yang diterangkan guru mereka didepan kelas.

Sementara itu, di uks seungho menunggui jiyeon sampai sadar dari pingsannya. Dokter uks mengatakan kalau kondisi jiyeon menurun, tekanan darahnya juga rendah. Seunghi semakin cemas dengan keadaan jiyeon.

“jiyeon, kau bisa mendengarku?” tanya seungho ketika melihat jiyeon membuka matanya.

“dimana ini?” tanya jiyeon sambil memegang kepalanya yang pusing.

“jangan bangun dulu. Dokter bilang kalau kondisimu lemah” ucap seungho.

“kenapa kau disini?” tanya jiyeon dingin.

“karena aku cemas kepadamu jiyeon” jawab seungho.

“aku sudah bilang untuk menjauhiku. Kau tak usah cemas kepadaku, sekarang kau bisa pergi” usir jiyeon.

“tidak.. aku akan tetap disini sampai kondisimu membaik” ucap seungho.

“terserahmu saja. Kau disini aku tetap tidak mau bicara denganmu” ucap jiyeon menutup mukanya dengan selimut dan membalikan tubuhnya gar tak bisa dilihat seungho. Seungho tak peduli, ia terus menjaga jiyeon diruang uks.

***

“aku penasaran dengan keadaan jiyeon” gumam so eun.

“aku juga. Tapi, sudah ada seungho yang menjaganya di uks. Kita hanya bisa menunggu seungho saja” ucap yoona.

“tapi, aku penasaran dengan jiyeon. Kenapa dia bisa jadi pemurung lagi” ujar so eun sambil berfikir.

“sudah, tak perlu memikirkannya. Biarkan saja seungho yang mengurusi jiyeon. Seungho kan kenal sekali dengan watak jiyeon” ucap kibum.

“ahh, itu seungho..” tunjuk yoona.

“seungho, bagaimana jiyeon?” tanya so eun.

“dia sedang tidur di uks. Keadaannya lemah” jawab seungho.

“apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi dengannya?” tanya so eun.

“tidak. Dia tak mau bicara padaku. Melihatku saja ia tak mau” ucap seungho sedih.

“kalau begitu, aku akan melihat keadaannya sekarang” ujar so eun pergi ke uks.

“hey, so eun…” panggil kim bum.

“sudah, biarkan saja ia bicara dengan jiyeon” ucap kibum.

“jiyeon boleh aku bicara denganmu?” tanya so eun.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya jiyeon dingin.

“aku hanya penasaran denganmu. apa kau mempunyai masalah?” tanya so eun.

“tidak. Lebih baik, kau tak usah mengurusiku, aku bisa mengurusi diriku sendiri” jawab jiyeon.

“jangan begitu, jiyeon. Kita inikan teman. Sesama teman kita harus saling membantu jika teman kita mempunyai masalah” ujar so eun.

“percuma saja. Kalian tidak akan bisa menyelesaikan masalahnya” ucap jiyeon lirih. “sebaiknya, kau keluar. Dan, satu lagi aku minta kau untuk menjauhiku dan jaga dirimu baik-baik” ucap jiyeon. So eun langsung keluar dan bingung dengan maksud ucapan jiyeon kepada dirinya.

“apa yang ia katakan kepadamu?” tanya kim bum.

“tidak ada. Ia memintaku untuk menjauhinya dan menjaga diriku baik-baik. Entah apa maksudnya. Aku tak mengerti” jawab so eun sedih.

“sudah, jangan bersedih. Mungkin dia memang butuh waktu untuk sendiri” ucap kim bum.

“ya, mungkin begitu” ucap so eun masih terus memikirkan ucapan jiyeon.

Sementara itu, jung yang baru dinas dari luar kota mampir kemakam ibu jiyeon.

“aku datang kesini.. kuharap kau merindukanku” ucap jung tersenyum pahit.

“aku harap kau memaafkanku karena sudah menekan jiyeon. Tapi, ini demi kebaikannya. Aku tak mau ia melawanku”  ucap jung.

“seandainya, kau tak pergi secepat ini mungkin aku bisa menjadi orang baik” gumam jung sambil menaburkan bunga dimakam ibu jiyeon. Selesai menaburkan bunga, jung pergi dan melanjutkan pekerjaannya dikantor.

Sesampainya, dikantor jung menelfon sang in…

“sang in, aku mempunyai rencana dan kuharap kau tak mengecewakanku kali ini” ucap jung ditelfon.

“baik, bos. Apa rencananya?” tanya sang in. Sang in mendengarkan dengan baik rencana yang dikatakan jung ditelfon.

“kau mengerti? Aku akan mengabarimu lagi” ucap jung memutuskan telfon.

“dengan begini, lengkap sudah pembalasanku” gumam jung sambil tersenyum licik.

****

So eun terus memikirkan kata-kata jiyeon kepadanya.  Kim bum yang mengamati wajah so eun yang lesu mandapatkan ide untuk mengajak so eun jalan-jalan.

“ayo kita pergi” ajak kim bum

“haa? Pergi kemana?” tanya so eun.

“sudah ikut saja” tarik kim bum.

“yaya, tunggu. Aku mau ganti baju dulu” ucap so eun masuk kedalam kamarnya. Kim bum menunggu so eun keluar dari kamar. Setelah, bersiap-siap kim bum langsung pergi bersama so eun.

“ini adalah hari terakhirmu bersenang-senang, so eun” ucap sang in tersenyum licik mengamati  so eun dan kim bum yang sedang tertawa bersama.

****

Sementara itu, jiyeon berniat mengajak jung bicara. Saat, ingin masuk keruangan jung, jiyeon mendengar percakapan jung ditelfon dengan sang in.

“kau sudah siap? Aku minta kau untuk mengahabisi anak itu segera” ucap jung.

“saya sudah siap. Saya harus membawanya kemana?” tanya sang in.

“kau bisa menyekapnya digudang dekat pabrik kertas yang sudah tek terpakai didaerah incheon” jawab jung.

“baik, bos. Saya akan menunggu bos disana. Saya akan pastikan untuk tak mengecewakan anda” ucap sang in mengakhiri pembicaraannya.

“akhirnya, kau bisa mati so eun” gumam jung. Jiyeon langsung masuk keruang kerja jung.

“apa maksudmu? Aku sudah menuruti perkataanmu. Jangan bunuh so eun” ucap jiyeon..

“kau menguping lagi ternyata” geram jung.

“aku mohon batalkan rencanamu. Dia tak ada salah denganmu, kau tak perlu menghabisi nyawanya juga” pinta jiyeon memohon.

“tidak, dari dulu aku sudah berusaha membunuhnya dan selalu gagal. Inilah saat yang tepat untuk menghabisinya” ucap jung.

“aku tak akan membiarkan kau mengahabisinya” ucap jiyeon keluar dari ruangan jung. Jung yang tahu kalau jiyeon akan melaporkannya langsung mengejar jiyeon dan menahannya dan menguncinya dikamar.

“buka pintunya, buka…” teriak jiyeon.

“tidak.. kau lebih baik didalam dan tunggu berita dariku tentang so eun” ucap jung tertawa senang kemudian pergi keluar.

“buka, buka…” teriak jiyeon sambil menangis dan menggedor pintunya. Percuma, ia menggedornya, jessica sedang tidak ada dirumah. Ia mengambil hpnya dan baru ingat kalau hpnya low.

“ahhh, apa yang harus kulakukan” ucap jiyeon sambil duduk termenung dimeja belajarnya.

****

Sementara itu, kim bum  mengajak so eun kearena selucur es.

“aku tak bisa bermain ini” ucap so eun.

“aku akan mengajarimu” ucap kim bum.

Kim bum segera mengajari so eun meluncur. Kim bum terus memegangi so eun agar tak jatuh.

“ahh, aku bisa” ucap so eun.

“benarkah? Aku akan melepasmu kalau begitu” ucap kim bum.

“ah, jangan, jangan. Aku tak bisa kalau sendiri” ucap so eun sambil terus memegang tangan kim bum.

“tadi, katanya bisa. Dasar…” omel kim bum.

“hehehe… aku kira bisa, tapi aku tak berani kalau dilepas” ucap so eun.

“yasudah, kalau begitu kita istirahat dulu” ajak kim bum. “kau sudah senang sekarang?” tanya kim bum.

“iya.. aku menikmati permainannya” ucap so eun.

“baguslah, aku senang mendengarnya. Kau jangan bersedih lagi. aku tak suka melihatmu sedih terus” ucap kim bum.

“ya, aku tidak akan sedih. Tapi, aku masih penasaran dengan kata-kata jiyeon tadi disekolah” ucap so eun.

“sudah, jangan diingat terus” ucap kim bum.

“iya. Kalau begitu, kita pulang saja. Sudah malam, kasihan kakek sendirian dirumah” ucap so eun. kim bum segera mengajak so eun pulang.

Saat sedang jalan menuju keparkiran datang segerombolan pria mengerumuni so eun dan kim bum.

“kalian siapa?” tanya kim bum.

“kau tak perlu tahu” ucap pria itu menyerang kim bum. kim bum segera mengahajar pria itu, so eun juga ikut mengahajar pria itu. Salah satu, pria itu memukul kim bum dengan tongkat sampai jatuh terkapar.

“kim bum, kau baik-baik saja?” tanya so eun menghampiri kim bum.

“dibela..kangmu, so eun” ucap kim bum lemah. So eun menoleh kebelakang dan dibius oleh pria yang memukul kim bum.

“so eun..” teriak kim bum yang melihat so eun dibawa kedalam mobil. Kim bum berusaha bangun tapi, ia tak kuat dan langsung tak sadarkan diri.

****

Sementara itu, jiyeon yang sudah pasrah tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong so eun. ia duduk dimeja belajarnya dengan wajah putus asa.

Ia memandangi sebuah pil penenang dan mengambilnya.

“maafkan, aku so eun. aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu. Lebih baik, aku menyusul orang tuaku sekarang” ucap jiyeon lesu sambil memakan pil penenang itu satu-satu.

“maafkan, aku seungho” ucap jiyeon sambil terus menelan pil penenang.

____

Sementara itu, seungho datang kerumah jessica. Ia terus memencet bel rumah jessica tapi, tak ada yang membukakan pintunya.

“seungho, apa yang kau lakukan?” tanya jessica begitu sampai dirumah.

“jessica, aku ingin bertemu jiyeon. Cepat bukakan pintunya” pinta seungho.

“yaya, ini aku bukakan” ucap jessica sambil mengambil kunci rumahnya. Seungho menunggu diruang tamu sementara jessica memanggil jiyeon dikamarnya.

“seungho, seungho.. cepat kesini” teriak jessica. Seungho yang mendengar teriakan jessica langsung berlari keatas dan menghampiri jessica.

“jiyeon tak menjawab panggilanku, pintunya juga dikunci” ucap jessica.

“apa? Jiyeon, buka pintunya” teriak seungho menggedor-gedor pintu kamar jiyeon. Tapi, tetap tak ada jawaban dari dalam.

“jessica, minggir” pinta seungho.

“hah? Untuk apa?” tanya jessica bingung.

“aku akan mendobrak pintu ini” ucap seungho sambil mengambil ancang-ancang mendobrak kamar jiyeon. Jessica langsung menyingkir. Seungho dengan sekuat tenaga langsung mendobrak kamar jiyeon.

“berhasil..” ucap jessica. Seungho dan jessica langsung masuk kedalam kamar jiyeon dan terkejut melihat jiyeon tergeletak dilantai.

“jiyeon, jiyeon..” teriak seungho.

“ya, Tuhan… seungho, kenapa mulutnya mengeluarkan busa begitu?” tanya jessica cemas. Seungho melihat botol pil penenang yang berserakan dilantai. Seungho segera menggendong jessica turun kebawah.

“kau mau kemana?” tanya jessica.

“aku mau membawanya ke rumah sakit sebelum terlamabat” ucap seungho kalut.

“aku ikut…” pinta jessica.

“jiyeon, bertahanlah” ucap seungho.

“kenapa jiyeon meminum pil penenang?” tanya jessica heran.

“entahlah” ucap seungho sambil mengemudikan mobilnya kencang-kencang.

“so eun, so eun…” ucap jiyeon.

“hah? Apa katamu?” tanya jessica.

“jiyeon, jangan banyak bicara” pinta seungho.

“so eun… gudang…. incheon…” ucap jiyeon dengan suara lemah.

“apa maksudmu?” tanya jessica.

“jiyeon, jangan banyak bicara” ucap seungho sambil menyetir.

“ce..pat” ucap jiyeon. Jiyeon langsung tak sadarkan dirinya.

“jiyeon, jiyeon.. seungho, cepat..” teriak jessica.

Sesampainya, dirumah sakit, seungho langsung membawa jiyeon keruang ugd..

“dokter, dokter…” teriak seungho. Dokter langsung datang dan menangani jiyeon. Seungho dan jessica menuggu diluar.

Saat sedang menunggu jiyeon, jessica melihat seorang pria yang tak asing yang ada diranjang rumah sakit sedang dibawa oleh suster

“kim bum…” ucap jessica.

“kim bum? dimana?” tanya seungho.

“itu…” tunjuk jessica. Seungho langsung menghampiri kim bum.

“kim bum, ada apa denganmu?” tanya seungho cemas.

“so eun, so eun…”

“kenapa dengan so eun?” tanya seungho.

“ tolong…” ucap kim bum dan  langsung tak sadarkan diri.

“kim bum, hey bangun” teriak seungho.

“maaf, sekarang kami akan mengobatinya. Bisa anda hubungi keluarganya sekarang” pinta suster. Jessica langsung menghubungi keluarga kim bum dan teman-temannya.

30 menit kemudian, keluarga dan teman-teman kim bum datang kerumah sakit.

“seungho, dimana kim bum?” tanya hee bong cemas.

“dia sedang ditangani dokter. Aku tak tahu ada apa dengannya, kek” jawab seungho.

“apa yang kau lakukan disini dengan jessica?” tanya minho.

“jiyeon overdosis karena kebanyakan meminum pil penenang, aku dan seungho membawanya kesini dan tak sengaja bertemu kim bum” jawab jessica.

“overdosis? Jiyeon? Bagaimana keadaanya sekarang?” tanya yoona.

“ia didalam, dokter sedang memeriksanya” jawab jessica.

“so eun, dimana dia?” tanya hee bong.

“kami juga tak tahu, kek. Saat, kim bum dibawa kemari so eun tak ada. Kim bum terus mengucapkan nama so eun daritadi” jawab seungho.

“pak, saya baru dapat kabar dari saksi yang melihat setengah kejadiannya, dia bilang kalau so eun diculik dan dibawa oleh pria yang memukuli kim bum” ucap Pak Han.

“Apa? Diculik? Cepat lapor polisi sekarang” ucap hee bong kalut.

“so eun.. ahhh” teriak jessica.

“kenapa kau berteriak begitu?” tanya kibum.

“aku baru ingat. Jiyeon sempat membisikan nama so eun dimobil tadi” jawab jessica.

“apa yang ia bisikan?” tanya yoona.

“dia bilang : “so eun… gudang…. incheon…” , begitu. tapi aku tak mengerti maksudnya” jawab jessica.

Seungho langsung menangkap maksud kata-kata jiyeon dan kim bum.

“so eun di gudang incheon” ucap seungho.

“hah? Darimana kau tahu?” tanya minho.

“sudah, pokoknya cepat kita kesana” ucap seungho. “jes, jaga jiyeon” ucap seungho keluar dari ruang ugd. Minho dan kibum langsung mengikuti seungho.

“kau yakin ia disana?” tanya minho.

“ya, aku yakin. Sekarang pak han sedang menghubungi polisi kan. Suruh polisi itu ke daerah incheon sekarang” perintah seungho. Kibum segera menelfon pak han dan menyuruhnya kegudang incheon.

-bersambung-

Sampai sini dulu…

Makin penasaran kan???

Tunggu part selanjutnya….

Jangan lupa commentnya….

Tags: , , , , , , , ,

27 responses to “My Lovely Bodyguard part 15”

  1. goguma says :

    hwaa.. makin penasaran..penasaran..
    aioo chingu..
    lanjut lagi..
    makin penasaran…
    next part chingu..
    #keliling kamar

  2. adhek says :

    lanjut…

  3. Rini says :

    wah ne part yg benar” menegangkan . .
    ayo selamtkn so eun!!
    smoga ji yeon ma kim bum cpat sembuh . .
    penasaran
    lanjutan.a jgn lma” ya!!

  4. novitamie says :

    teruntuk Author yang Baik :
    kok part kali ini banyakan adegan and foto Yoo Seung Hoo and Park Ji Yeon sie?? Kim Bum and Kim So Eunnya dikit banget! Reader jadi bingung sebenernya yang pemeran utama itu yang mana?! Kim So Eun and Kim Bum or Park Ji Yeon and Yoo Seung Hoo!
    Maaf ya Author, Reader yang satu ini emang Bawel banget (harap maklum)😉

    • evi says :

      maaf ya, klo banyak fto seungho and jiyeonnya….
      usb yang ada foto usbnya author lupa taro dimana…
      nnti klo ud ktemu d bnykin deh….
      untuk part ini d fokusin ke jiyeon kn jiyeon yang jd kunco s soeun ny bisa selamat…
      thx….

    • evi says :

      maaf ya, klo banyak fto seungho and jiyeonnya….
      usb yang ada foto usbnya author lupa taro dimana…
      nnti klo ud ktemu d bnykin deh….
      untuk part ini d fokusin ke jiyeon kn jiyeon yang jd kunci s soeun ny bisa selamat…
      thx….

  5. evi says :

    foto bumsso…

  6. bismania luph bumsso says :

    penasaraannn
    lanjutkan,!!!!

  7. rani says :

    wah,,, bgs,,, makin seru aja nih,,

  8. Anjany Bumssoeul says :

    ahhhhh…… thorrrr,,,,,,, knp bersambung !!! Kan lagi seru-serunya,,,,,, karena bersambung di tegang-tagangnya next part-nya harus cepetan!!!!! Arasso!!!#PLAKKK

  9. merli says :

    hwaaaaaaa aku makin penasaran !!!!!! daritadi aku nunggu ff kamu loh , disini bumsso partnya dikit …

  10. qinqin says :

    PENASARAN. . .sumpah penasaran banget kelanjutan ff ini.Can’t waiting

  11. Indah_ELF says :

    Seru …
    Yaa tbc penasaran ..ji yeon sma so eun ksihan .ywdh d’tngu part slanjut’a

  12. zheey2992 says :

    keren.
    Mkin pnasarn ne.
    Sm0ga jiyeon gk mati.
    Next part jgn lma2 ya thor.

  13. amniminry_anis says :

    ahh.. tambah seru author
    kenapa pengen bunuh so eun si?
    emang apa salah so eun?
    dasar si jung!!!
    ji yeon, ah..
    kenapa harus gt
    next part ditunggu ^^

  14. Park yoorin says :

    Pak jung jahat bnget sich. . .kasIhAn jiye0n terus d tekan kayaq gTu. . .
    MugHa ajj kimbum,soeun,jiye0n
    gx pHa”.

  15. adelia says :

    PART SELANJUTNYA AUTHOR….!!!!
    udd gag bsa nunggu lg!!
    dilanda penasaran…
    keren!!!!

  16. zumi shinigami says :

    waaah penasaran.. semoga So eun selamat…..
    lanjutanyya cepaat yaa..

  17. onkyu says :

    hah tegang. . . hhe. . .
    ayo lanjt chingu. . .

  18. leuni says :

    keren, kut tegang waktu bacanya.
    lanjut……….

  19. dhia says :

    keren thor…. lanjut ya?

  20. Ina BeQi Soeulmates says :

    hyaaaaaaaaa makin bikin saya penasaran..
    daebaaakk lahh,, bnr” kyg nonton drama..
    kereeenn^^

  21. meerable says :

    wahhhhh… MENEGANGKAN TINGKAT DEWA
    gmna nih nasibnya so eun? jiyeon juga?
    aigooo… saya sangat kalut baca ff ini :[]

  22. tyas27 says :

    bertahanlaaahh:(

  23. ainami says :

    hosh hosh hosh seru dan kesel tingkat dewa ma jung, heran deh dia pan dendam ma ortu sso dan ortu sso udh ga ada, tp masih aja pengen sso juga mati. dasar iblis haha kebawa emosi padahal cuma cerita xixixii

  24. lia Apriliani says :

    Hah ya ampuuun degdegan aku, critanya mkin seruuuuuu. Eon gomawo ff ny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: