My Memories Are Falls Down (Episode 9)

Author: Rainbow D(X)

Main cast: Kim so eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung.

Cast: All star

Type: Sequel

Genre:Romantic/Family/Friendship

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Enjoy.

Malamnya, Ga eul senyum-senyum sendiri saat makan malam. Kang Jin yang melihatnya menatap noonanya dengan tatapan aneh.

“Noona, kau kenapa?”tanya Kang Jin.

“Tidak apa-apa, lanjutkan saja makananmu! Noona hanya merasa senang hari ini.”jawab Ga eul sambil tersenyum lagi.

“Noona sedang jatuh cinta?”tebak Kang Jin. Ga eul pun tersedak.

“Benar kan, tebakanku?”tanya Kang Jin sambil tersenyum penuh dengan kemenangan.

“Hush, anak kecil tidak boleh tahu.”ejek Ga eul.

“Aku bukan anak kecil!! Aku sudah enam belas tahun! Aku kan hanya berbeda dua tahun dengan noona!”seru Kang Jin.

Ga eul tertawa kecil, kemudian ia bertanya, “Donghae oppa belum pulang?”

“Belum, tadi dia telepon katanya ada urusan.”

“O.. ya sudah, aku tidur duluan ya, anak kecil.”goda Ga eul sambil berlari ke kamarnya. Kang Jin menatapnya dengan kesal.

***

“Hei, Sae byeok! Kau ini sebenarnya mau apa sih? Kenapa membeli mainan sebanyak ini???”tanya Donghae dengan ketus. Karena sejak tadi, Sae byeok memintanya untuk keluar masuk toko mainan dan memintanya untuk membawakan belanjaan.

“Sudahlah, kau kan atlit. Masa’ tidak kuat? Atlit macam apa itu?”goda Sae byeok.

“Dari mana kamu tahu kalau aku ini atlit?”
“Dari mana saja boleh. Nah, bapak atlit Cha Donghae harap membawakan barang-barang dari Jang Sae byeok.”ejek Sae byeok sambil tertawa.

“Hei! Aku masih dua puluh tahun! Masa’ sudah dipanggil bapak?!!”bentak Donghae.

“Sudah, lebih baik kau diam saja! Daripada membayar dua juta!”ancam Sae byeok. Donghae pun terdiam lalu mereka masuk ke mobil Donghae.

Ternyata, Sae byeok mengajak Donghae ke sebuah panti asuhan yang bernama Panti Asuhan ‘IBU’! Donghae terkejut karena sebelumnya, ia tidak pernah pergi ke panti asuhan. Tiba-tiba, Sae byeok menariknya turun.

“Hei! Lama sekali, ayo bantu aku!”seru Sae byeok. Donghae pun ikut turun dan membantu Sae byeok membawa barang-barangnya ke dalam panti asuhan. Di dalam, mereka disambut oleh seorang pengasuh di panti asuhan.

“Wah, Sae byeok. Kau datang lagi? Siapa nama pria disebelahmu ini?”tanya pengasuh itu.

“Kenalkan, ini Cha Donghae, Donghae ini pengasuh panti asuhan ini, namanya Bibi Jung.”ujar Sae byeok. Bibi Jung dan Donghae saling berjabat tangan.

“Kalian pacaran?”tanya Bibi Jung.

“Aniyo, kami hanya teman biasa.”ucap Donghae dan Sae byeok berbarengan.

“Tuh, kalian saja kompak. Oh ya, Sae byeok. Han So Ri (Kim Soo Jung) ada di kamarnya sekarang.”ucap Bibi Jung lalu mengantarkan Sae byeok ke suatu kamar. Di dalamnya, ada seorang anak kecil berusia sekitar tujuh tahun sedang duduk di pojok kamar , dia memakai kupluk. Sae byeok langsung menghampirinya.

“So Ri, ini aku bawakan boneka untukmu.”ucap Sae byeok sambil menyodorkan mainannya. Tapi, So Ri tidak memedulikannya.

“Ayo, So Ri. Terimalah.”lanjut Sae byeok lagi.

“Buat apa eonni memberi hadiah pada anak jahat sepertiku?”tanya So Ri.

“Ssshht. Kamu bukan anak jahat, eonni juga sama sepertimu. Tidak punya eomma.”

“Tapi, eonni masih punya appa kan? Berarti eonni juga sama sepertiku!”ketus So Ri. “Lebih baik, jangan menggangguku lagi!”

“Aku tidak akan mengganggumu. Tapi, terimalah boneka ini.”pinta Sae byeok. Tapi, So Ri hanya terdiam.

“Kalau kamu merasa berat, kau bisa menceritakannya padaku.”lanjut Sae byeok. “Aku kan juga keluargamu So Ri.”
“Tapi, eonni kan tidak punya hubungan darah denganku! Pokoknya, aku sendirian di dunia ini!!.”

“Memangnya yang namanya keluarga harus punya hubungan darah? Keluarga itu, adalah tempat kita berbagi suka dan duka. Keluarga itulah yang memberikan kita kenyamanan, karena keluarga itu tidak akan pernah bisa meninggalkan kita.”jelas Sae byeok dengan lembut. Namun, So Ri benar-benar cuek dan diam saja.

Dari balik pintu, Donghae dan Bibi Jung mengintip mereka.

“Sebenarnya, apa yang terjadi dengan So Ri ahjumma?”tanya Donghae.

“Ayah So Ri meninggal ketika ia masih dalam kandungan. Dan, So Ri hanya hidup dengan ibunya dan berbagi suka dan duka walaupun mereka miskin. Tapi, saat So Ri berumur empat tahun, ia menderita leukimia. Harus ada yang menyumbangkan sumsum tulang belakang. Tapi, yang cocok hanya ibu So Ri. Akhirnya, ibunya, menyumbangkan sumsum tulang belakangnya dan meninggal. So Ri pun dititipkan ke panti asuhan ini dan selalu murung.”cerita Bibi Jung.

Donghae termenung. Sungguh tragis. Batinnya. “Kalau boleh tahu, kenapa ya Sae byeok sangat memerhatikannya?”tanya Donghae.

“Karena kisah hidupnya sama seperti So Ri. Hanya bedanya, Sae byeok masih memiliki appa dan dia orang kaya.”jawab Bibi Jung.

“Tapi, mengapa Sae byeok selalu terlihat ceria?”tanya Donghae.

“Itulah yang bibi kagumkan darinya.”jawab Bibi Jung. Donghae pun masuk ke kamar So Ri.

“Wah, itu Donghae oppa yang atlit itu kan?!!”seru So Ri sambil menghampiri Donghae. “Aku fans beratmu.”

“Gomawo. Wah, kau cantik bila tersenyum.”puji Donghae.

“Eonni.”panggil So Ri sambil melirik ke arah Sae byeok. “Bolehkah aku menganggap Donghae oppa dan eonni sebagai keluargaku?”

Sae byeok mengangguk lalu memeluknya. Donghae tersenyum melihatnya.

***

Sementara itu, di tempat perkumpulan F4..

“Wah, Yi Jung! Baru saja aku melihatmu dua hari yang lalu! Tapi, aku sudah merindukanmu!”seru Woo bin.

“Nee. O ya, kau baru kembali tadi ya?”tanya Yi Jung.

“Ya, aku akan mengejar pacarku disini.”ucap Woo bin.

“Wah, sepertinya ada dua orang yang sedang jatuh cinta nih!”seru Jun Pyo.

“Siapa, kami??”tanya Yi Jung dan Woo bin berbarengan.

“Ya!!”

“Hei, sejak kapan aku jatuh cinta?!!”bentak Yi Jung.

“Kemarin kamu ke makam eommamu bersama seorang gadis bukan?? Kan kamu yang cerita!!”seru Jun Pyo.

“Benarkah? Wah, selamat ya!!”seru Woo bin sambil menjabat tangan Yi Jung.

“Apaan sih?!! Eh, Jihoo kemana?”tanya Yi Jung.

“Aku tidak tahu.”jawab Jun Pyo cuek.

“Hei! Jangan cuek-cuek dong, dia kan sahabatmu!”tegur Jandi yang masuk dan membawakan cemilan.

“Wah, istriku yang manis. Eh, teman-teman masih kenal kan? Ini, Geum Jandi! Yang itu, yang sering marah-marah sama kita lantaran selalu mengerjainya dan sahabatnya, Ga eul!”jelas Jun Pyo.

Ga eul? Apa itu berarti aku sudah pernah mengenalnya dulu? Batin Yi Jung, tiba-tiba ia merasa kepalanya pusing.

“Yi Jung, kau kenapa?”tanya Woo bin.

“Aku pulang dulu ya. Kepalaku pusing.”ucap Yi Jung sambil beranjak dari tempat itu.

Di apartemen Yi Jung..

“Hyung habis kemana?”tanya Xia Tian. “Lho, hyung kenapa?”

“Ambilkan obat hyung dong!”seru Yi Jung. Xia Tian pun mengambil obatnya.

“Makanya, hyung tidak usah berusaha mengingat. Nantinya kan, ingatan itu akan kembali dengan sendirinya!”nasehat Xia Tian. “Sudah ya, aku mau tidur!”

Xia Tian masuk ke kamarnya. Yi Jung menatapnya lalu berpikir. Apa itu berarti dampak-dampak kembalinya ingatanku sudah kembali?

***

Besonya, di kampus Ga eul..

“Ga eul!”seru Eun Jae.

“Sunbae?”

“Hari ini, ada pesta ultahku jam delapan malam di rumahku. Ini alamatku! Pakai gaun ini ya!”seru Eun Jae sambil memberikan secarik kertas dan kantong baju pada Ga eul dan pergi.

“Ga eul! Tadi, kamu dihampiri Eun Jae sunbae ya?”tanya Sae byeok.

“Nee. Dia mengundangku ke pesta ultahnya.”

“Wah, bagus dong!”

“Sae byeok, bisakan kau menemaniku nanti malam. Aku tidak enak datang sendiri. Di tambah lagi aku bingung mau pakai baju apa.”pinta Ga eul.

“Mian, nanti malam aku ada janji.”sesal Sae byeok. “Tenanglah, pasti ada teman-teman kita disana.”

“Nee.”pasrah Ga eul.

Malamnya, di aparteman Ga eul..

“Wah, gaunnya seksi banget!”seru Ga eul ketika mengenakan gaun dari Eun Jae. Gaun itu warnanya merah muda, tanpa lengan dan bawahannya hanya sampai sebatas lutut. “Biarlah, aku pakai jaket warna merah muda juga deh!!”

“Ga eul, mau kemana?”tanya Donghae.

“Mau ke pesta ultah teman, oppa!”

“Oh begitu, oppa juga ada janji. Nanti, jangan pulang malam-malam ya!”pesan Donghae. Ga eul mengangguk.

Sesampainya di rumah Eun Jae..

Ga eul masuk ke dalam rumah mewah itu. Ternyata, pesta itu pesta kebun! Dan semuanya memakai jaket dan jeans!

“Wah, wah, selamat datang!”sapa Eun Jae sinis. “Ayo, jaketnya dibuka!”

‘Aniyo!”seru Ga eul. Tapi, Eun Jae langsung menarik jaketnya hingga Ga eul terjatuh. Dan jaketnya terbuka.

“Ha.. ha.., mau ke pesta dansa atau pesta ultahku?! Ngapain pakai baju seksi itu?!! Emangnya enak ketipu!”ejek Eun Jae sambil tertawa. Tamu-tamu pun juga ikut tertawa. Dan, diantara tamu-tamu itu, ada Yi Jung yang menatapnya dengan heran.

“Makanya, jangan sok deket sama pria punya orang lain!! Ayahnya bunuh diri, ibunya gila, apanya yang bisa dibanggain coba deh?!!”hina Eun Jae sambil menggandeng tangan Yi Jung.

“Siapa yang sok deket?!!”bentak Ga eul sambil menangis dan keluar dari rumah itu.

“Ga eul!!”teriak Yi Jung lalu melirik Eun Jae. “Kamu benar-benar keterlaluan!!”

Yi Jung pun berlari dan menyusul Ga eul. Eun Jae menatapnya dengan kesal.

Sementara itu, Ga eul menangis di pinggir jalan. Saat itu sudah larut malam dan hujan lebat. Ga eul pun berjongkok. Ya tuhan, apa salahku hingga aku dipermalukan seperti ini? Batinnya.

Tiba-tiba, dia tidak merasakan air hujan lagi. Ga eul pun melihat Yi Jung yang sedang memayunginya. Ga eul pu berdiri.

“Apa kau sudah gila?!! Menangis di tengah hujan lebat seperti ini?!!”bentak Yi Jung.

“Yaa!! Bukankah ini salahmu, hingga membuat pacarmu salah paham!!”balas Ga eul.

“Dia bukan pacarku!!”
“Kalau bukan mengapa ia melakukan hal ini!!”bentak Ga eul.

“Mana kutahu!!”

“Apa?! Hatchhii!!” Ga eul bersin karena kedinginan. Yi Jung pun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Ga eul.

“Lain kali jaga kesehatanmu, gadis aneh!”ucap Yi Jung. Ga eul menatapnya. Mengapa hatiku bergetar saat ini?

“Nah, ayo kuantar kau pulang!”seru Yi Jung.

“Aniyo! Aku bisa pulang sendiri!!”

“Tidak bisa, ayo!!”bentak Yi Jung sambil menarik Ga eul ke mobilnya.

Di apartemen Ga eul..

“Nah, jaga kesehatanmu! Tidur sana!”seru Yi Jung sambil menjalankan mobilnya. Ga eul pun masuk ke kamarnya.

“Noona, mengapa badanmu basah kuyup?”tanya Kang Jin.

“Gwencana. Sudah ya, aku mau tidur.”ucap Ga eul. Benar-benar hari yang melelahkan.

***

“Sae byeok, bolehkah aku bertanya? Mengapa kau sangat menyukai anak kecil?”tanya Donghae ketika mereka habis pulang dari panti asuhan.

“Kenapa ya, mungkin dengan melihat mereka yang hidup tanpa beban aku jadi tenang.”jawab Sae byeok. “Dan yang paling kusukai adalah So Ri karena kisah hidupnya mirip denganku. Bagaimana denganmu?”

“Appaku meninggal karena bunuh diri dan eommaku masuk rumah sakit jiwa, keluarga kami terlibat utang. Tragis sekali ya?”cerita Donghae.

“Aniyo, apa kamu punya saudara?”

“Punya. Adik perempuan satu dan adik laki-laki satu.”

“Wah, asyiknya! Pasti ramai ya? Kalau aku anak tunggal. Berarti kamu harusnya selalu tersenyum dong!”seru Sae byeok sambil tertawa.

Gadis ini, selalu membuat orang yang didekatnya merasa tenang. Batin Donghae sambil menatap Sae byeok.

***

Besoknya, di apartemen Ga eul..

“Hatchhii!!” Ga eul demam dan bersin seharian ini. Kepalanya pusing.

“Ga eul, kau tidak apa-apa? Kok sampai begini sih?”tanya Donghae cemas.

“Noona kemarin pulang basah kuyup. Memangnya masa kecil noona itu kurang bahagia ya?”goda Kang Jin.

“Apa? Awas kau, hatchhii!!”

“Sudah, sudah, jangan bertengkar. Bagaimana ya, oppa mesti latihan hari ini.”sesal Donghae.

“Gwencana. Aku tidak apa-apa kok.”jawab Ga eul.

“Benarkah?  Kalau ada apa-apa, telepon oppa ya! Oppa pergi dulu!”seru Donghae sambil keluar dari apartemen.

“Noona, ini aku buatkan bubur. Nanti dimakan ya! Aku berangkat dulu.”ucap Kang Jin. Namun, ketika membuka pintu apartemennya. Ia terkejut ketika melihat seseorang. “Yi Jung sunbae?”

Ga eul tersedak dan langsung melihat ke depan rumahnya dan Yi Jung berada di depan apartemennya.

“Annyeong. Aku yakin pasti kamu nggak masuk hari ini.”ucap Yi Jung lalu melirik Kang Jin. “Biar aku saja yang menjaganya, kau berangkat sekolah saja.”

“Gomawo. Kebetulan, aku khawatir meninggalkan noona sendirian di rumah. Eh, ada pria baik yang mau menemaninya. Jadi, aku nggak takut lagi kalau noona kenapa-napa.”ujar Kang Jin lega.

“Hei! Meninggalkanku dengan dia malah lebih tidak aman kan?!!”seru Ga eul.

“Sudahlah, noona. Nanti aku dimarahi sama guruku nih, aku berangkat dulu ya, hati-hati di rumah!”seru Kang Jin sambil berlari keluar apartemen.

“Yaa!! Cha Kang Jin!!”bentak Ga eul.

“Sudah, lagi demam kok teriak-teriak begitu?”goda Yi Jung.

“Mengapa kau ingin menemaniku hari ini?”tanya Ga eul.

“Karena bosan, tidak ada kerjaan. Kan asyik kalau godain gadis aneh seperti yang didepanku ini.”sindir Yi Jung.

“Hei! Kamu ini!! Ahh, kepalaku.” Ga eul memegang kepalanya yang pusing. Yi Jung langsung memapah Ga eul ke kamarnya. Lalu, menidurkan Ga eul.

“Kamu istirahat saja.”ucap Yi Jung lembut. Ga eul menatapnya lalu tertidur. Yi Jung memegang kening Ga eul. “Wah, panas sekali! Aku harus mengompresnya!”

Yi Jung pun mengompres Ga eul berkali-kali, siangnya, ia membangunkan Ga eul lalu menghangatkan bubur yang tadi dibuatkan Kang Jin.

“Ga eul, ayo bangun!”seru Yi Jung. Ga eul pun membuka matanya.

“Sudah pagi ya?”tanya Ga eul.

“Sudah siang. Dasar bodoh! Ayo, cepat cuci mukamu kayak habis disetrika aja!”ejek Yi Jung. Ga eul ingin membalasnya, tapi karena kepalanya sakit, ia diam saja.

“Ayo cepat! Dasar siput!”ejek Yi Jung.

“Ya, ya! Dasar pria cerewet!”balas Ga eul lalu pergi ke kamar mandi.

Di ruang makan..

“Ga eul, makan dong! Dari tadi kau hanya memainkan sendokmu saja!”seru Yi Jung.

“Habis, aku tak nafsu makan. Bagaimana kalau kita nonton film aja? Itu lho, film Another Cinderella Story. Yang main kan, Selena Gomez, aku ngefans sama dia!”seru Ga eul.

“Ya sudah, pergi ke ruang keluarga duluan saja, aku punya urusan.”ucap Yi Jung. Ga eul pun berlari ke ruang keluarga.

Di ruang keluarga..

“Yaa!! Yi Jung, mengapa kau bawa bubur itu kesini?!!”bentak Ga eul.

“Sudahlah, aku akan menyuapimu saja, kalau kau tidak makan nanti malah tambat sakit. Ayo anak manis. Aaa.” Yi Jung menyuapi Ga eul. Ga eul pun memakannya sambil tertawa.

Ketika sedang asyik makan, Ga eul melirik ke tv dan saat itu, adegan menunjukkan Selana Gomez sedang berciuman dengan pemeran utama pria.

“Kyaa!!”teriak Ga eul. Mukanya memerah.

“Hei! Jangan teriak-teriak dong! Kau bukan anak di bawah umur kan?!!”seru Yi Jung. Ga eul cemberut.

***

Kang Jin berjalan pulang ke apartemennya. Tiba-tiba, di tengah jalan, ia melihat Hyemi dikepung oleh seorang pria bertubuh besar. Wajah Hyemi kelihatan ketakutan. Sontak Kang Jin memukul pria itu.

“Hei! Berani-beraninya kau menyakiti gadis polos seperti dia?!!”bentak Kang Jin.

“Mau apa kau?!!”balas pria itu sambil berusaha memukul Kang Jin. Tapi, Kang Jin berhasil menangkisnya. Tapi, pipinya terluka karena sempat ditonjok pria itu. Karena pria itu sudah tidak tahan, dia pun melarikan diri. “Ingat saja, urusanmu denganku belum selesai!!”bentaknya.

“Kau tidak apa-apa?”tanya Hyemi. “Ayo, aku obati.”

Kang Jin pun duduk di sebelah Hyemi. Gadis itu mengambil kotak P3K dari dalam tasnya dan mengobati luka Kang Jin. “Mengapa kau menolongku?”tanyanya.

“Kita kan teman. Sudah sepantasnya saling mengenal.”jawab Kang Jin.

“Teman? Iya juga ya. Ngomong-ngomong jurusmu tadi keren sekali!”puji Hyemi.

“Aku belajar dengan kakakku yang seorang atlit.”jawab Kang Jin, mukanya memerah.

“Gomawo telah menolongku.”ucap Hyemi sambil tersenyum. Senyumannya yang manis mampu membuat hati Kang Jin bergetar. Kang Jin pun ikut tersenyum.

***

“Ga eul, aku pulang dulu ya! Adikmu bilang, lima belas menit lagi, dia akan pulang.”seru Yi Jung sambil berlari keluar apartemen Ga eul.

“Gomawo!”seru Ga eul. Ia pun masuk ke kamarnya, tapi dia terpleset hingga kepalanya membentur meja. Ga eul pun pingsan. Dia masuk kea lam mimpinya terputar lagi mimpi itu.

“Sarangheyo Ga eul.”kata pria itu. Ga eul pun menatapnya. “Maukah kau jadi pacarku, Ga eul?”

Ga eul menarik napas sejenak, jantungnya berdetak kencang. “Sarangheyo sunbae.”kata Ga eul.Pria itu pun memeluknya.

“Gomawo Ga eul..”ujar pria itu. Ga eul mengangguk, lalu mereka menikmati pemandangan di bukit itu.

Ga eul berusaha melihat wajah pria itu. Dan kini, pria itu adalah.. Yi Jung?

Ga eul terbangun. Kini, dia berada di kamarnya. Berusaha menenangkan pikirannya. “Kalau pria itu adalah Yi Jung, mengapa dia tidak mengenalku?”gumam Ga eul. Kemudian, ia mengingat mengenai cerita Yi Jung saat mereka pulang dari makam appanya.

FLASHBACK

“Tiga tahun yang lalu, aku pernah terkena sakit mental karena mencoba bunuh diri. Nah, saat menjalani pengobatan yang keras, aku hilang ingatan. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Tapi, anehnya, setiap malam aku selalu bermimpi sedang bersama seorang gadis. Aku tidak bisa melihat wajah gadis itu. Dan tiba-tiba saja, ia menghilang di kegelapan.”cerita Yi Jung.

END OF FLASHBACK

“Itu berarti, gadis yang diceritakan dia padaku adalah aku dan pria yang selama ini membuatku tidak bisa menyukai pria lain adalah Yi Jung?”gumam Ga eul lagi. Ia benar-benar bingung sekarang. Kemudian, Ga eul mencari di sekeliling kamarnya, dia pun menemukan sebuah album . Dia pun membukanya, isinya adalah fotonya dan Yi Jung yang diambil tiga tahun lalu. Ga eul pun menangis. “Tuhan, apa yang harus kulakukan? Kau memang mempertemukanku dengannya, tapi mengapa jadi sesulit ini? Dia bahkan tidak mengingatku lagi.” Ga eul memeluk album itu  sambil terus menangis.

TO BE CONTINUED

Wah, ingatan Ga eul sudah kembali!

Bagaimana ya, setelah itu?

Saksikan kisahnya di My Memories Are Falls Down Episode 10!

Nah, author mau menghadapi ujian nih,

Mohon do’anya semoga author naik kelas ya!

Tags: ,

8 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 9)”

  1. zheey2992 says :

    mkin seru.
    Mkin pnasarn tentux.
    Ye eunni eonni akhrx ingt kmbli.
    Skg tgl bumppa ne yg blum ingt,
    next part bumppa bsa ingt gye.

  2. vanqueen says :

    wachh.. mkin seru.. pnsran nie ma crita slnjutnya….
    dtnggu ea next partnya… hwaiting…🙂

  3. rani says :

    wah seru seru,, kira2 kpn ya ingatan yijung kembali lg,,

  4. Indah_ELF says :

    Yes, so eun udh k’mbali ingatan’a …
    Tingal kim bum doang …
    D’tngu kLanjuTan’a …

  5. kimmify says :

    wah soeun ingatannya udah kembali
    nunggu kimbum deh pnasaran lanjutannya
    update soooon!

  6. taemleebumsso says :

    author ayo dumz dilanjutin,,,jangan lama2,,udah penasaran nie,,,cz critanya seru banged,,

  7. kim sohyun says :

    akhir’a ingatan gaeul kmbali..
    mdh2an kdpan’a lancar….

  8. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uah makin keren nihhh , gaeul udh inget tinggal Yijungnya .. Lanjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: