My Lovely Bodyguard part 17

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Park Jiyeon, Yoo Seungho, Byun Hee Bong, Goo Hyesun, Lee Minho, Im Yoona, Kim KiBum, Jessica Jung, Cho Kyuhyun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Mystery

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

 

Ngebut, ngebut….

Langsung baca aja…

Semoga makin suka….

Happy reading…

Part 17

“kim bum, aku ingin menjenguk jiyeon” pinta so eun.

“baiklah, aku juga ingin menjenguknya” kim bum membantu so eun duduk dikursi roda dan membawanya kekamar jiyeon.

Tok tok tok….

“masuk” ucap seungho.

“hay, seungho. Kami ingin menjenguk jiyeon” ucap kim bum.

“ah, kalian. Ayo, masuk” ucap seungho mempersilahkan so eun dan kim bum masuk.

“bagaimana keadaannya?” tanya kim bum.

“Kalian lihat sendiri sudah 3 hari ia terbaring disini. Dokter juga masih belum bisa memastikan keadaannya” ucap seungho sedih.

“tabah ya, seungho. Aku yakin kok jiyeon pasti akan segera sadar. Kita hanya harus menunggunya” hibur so eun.

“ya, tapi, harus berapa lama aku menunggunya. Setiap hari dokter terus mengatakan kalau kondisinya tak kunjung membaik. Aku takut ia akan cepat dipanggil” gumam seungho.

“jangan bicara begitu. Aku yakin jiyeon bisa mendengar percakapan kita. dalam dirinya juga pasti ia ingin sadar tapi memang belum saatnya ia sadar” ucap so eun.

“benar apa yang so eun katakan seungho” ujar kim bum.

“yah, aku akan sabar menunggunya sadar” ucap seungho.

“baiklah, kalau begitu kami keluar dulu” ucap kim bum.

“cepat sembuh ya, jiyeon” ucap so eun.

“ya, terima kasih” ucap seungho.

“kau dengarkan jiyeon. Banyak orang yang mengharapkanmu cepat siuman tidak hanya aku saja” bisik seungho.

“kasihan, seungho” ucap so eun.

“kasihan kenapa?” tanya kim bum.

“ya, kasihan karena harus menerima kenyataan kalau jiyeon tak sadarkan diri. Tapi, aku senang bahwa seungho memang benar-benar menyukai jiyeon dengan tulus. Buktinya saja, ia rela menjaga jiyeon tanpa kenal rasa lelah” jawab so eun.

“ya, aku salut dengannya. Hey, akukan juga menjagamu disini tanpa kenal rasa lelah juga. Pujilah, aku juga” pinta kim bum.

“tidak mau… anggap saja kau sedang berbalas budi padaku” ucap so eun.

“balas budi apa?” tanya kim bum.

“balas budi… waktu kau dirawat dirumah sakit juga, aku yang menjagamu sampai menginap pula” ucap so eun.

“aiissshhh… kau ini. Kan itu berbeda” gumam kim bum.

“tidak.. sama saja. Tak ada bedanya” ujar so eun.

“huh… dasar kau so eun” gerutu kim bum.

****

“huuhh… bosan.. tinggal dirumah sebesar ini sendirian benar-benar membosankan” keluh jessica.

Semenjak, ayahnya masuk penjara dan jiyeon masih terbaring dirumah sakit jessica hidup sendirian dirumahnya bersama dengan beberapa pelayannya. Untungnya, saja ia rumah yang ia tinggali saat ini masih atas nama ibunya, kalau tidak mungkin ia sudah tidur dijalanan karena tak punya tempat untuk tinggal.

Karena, jung sedang dalam proses hukum. Semua aset berharga jung terpaksa disita oleh bank termasuk perusahaan jung yang ia kelola. Hanya rumah dan beberapa fasilitas elite yang tidak disita oleh bank karena atas nama ibunya jessica. Jessica hidup dari peninggalan harta warisan ibunya. Jessica mencoba untuk berhemat dan tidak berfoya-foya seperti dulu.

Tiba-tiba, hpnya berdering dan saat melihat layar panggilan di hpnya ternyata kyuhyun yang menelfonnya.

“ya, hyun…”

“jes, kau mau pergi denganku? Aku sedang bosan dirumah” tanya kyuhyun.

“baiklah. aku akan segera bersiap-siap” jawab jessica.

“jangan lama-lama. Aku sudah didepan rumahmu” ucap kyuhyun.

“hah? Sudah didepan?” tanya jessica melihat kejendela. Benar saja, kyuhyun sudah berdiri didepan rumahnya. “yasudah, tunggu. Aku akan membukakan pintu untukmu” ucap jessica menutup telfonnya.

“kenapa kau baru mengajakku kalau kau sudah ada didepan rumahku?” tanya jessica.

“aku ingin membuat kejutan” jawab kyuhyun.

“dasar… yasudah, aku akan bersiap-siap. Tunggu aku” ujar jessica masuk kedalam kamarnya.

“sudah 15 menit kenapa jessica lama sekali” gerutu kyuhyun. Jessica dan kyuhyun menjadi sangat akrab. Mereka sering pergi bersama bahkan sekarang kyuhyun yang mengantar jessica kesekolah juga saat pulang. kyuhyun merasa nyaman saat sedang bersama dengan jessica, ia bisa melupakan so eun saat bersama jessica.

“ayo, kita pergi” ajak jessica begitu selesai.

“dasar wanita… kenapa kau lama sekali sih” omel kyuhyun.

“heheh… maaf. Sudah, kita langsung berangkat saja. Kau ingin pergi kemana?” tanya jessica.

“mmm… kemana saja” jawab kyuhyun.

“ahh, jawaban apa itu. tak pasti..” cibir jessica. Kyuhyun hanya tertawa.

****

“so eun, bagaimana keadaanmu?” tanya hee bong yang menjenguk so eun.

“sudah lebih baik, kek. Terima kasih” jawab so eun.

“kakek senang mendengarnya” ucap hee bong.

“bagaimana dengan proses hukum pak jung, kek?” tanya so eun.

“baik-baik saja. Polisi mengatakan kalau jung akan dikurung kurang lebih 10 tahun untuk membayar perbuatannya. Tapi, ia bisa saja bebas dari penjara kalau dia bersikap baik selama dalam tahanan” jawab hee bong.

“aku berharap begitu ia keluar dari penjara. Ia bisa berubah dan menjadi orang yang baik” gumam so eun.

“kakek juga berharap seperti itu” ucap hee bong.

“so eun, aku punya kabar baik untukmu” ucap kim bum sekembalinya dari ruangan dokter.

“kabar baik apa?” tanya so eun sambil melahap buburnya.

“tadi, dokter bilang kalau besok kau boleh pulang” jawab kim bum.

“benarkah? Ahh, senangnya” ucap so eun girang.

“kakek senang mengetahuinya. Tapi, begitu dirumah kau juga harus banyak istirahat so eun. untuk sementara ini, kau cuti dulu dari pekerjaanmu menjadi bodyguard kim bum” ungkap hee bong.

“beres kek. Aku akan mematuhi aturan dokter. Yang pasti aku bisa cepat pulang kerumah” ucap so eun senang.

“oiya, bagaimana dengan keadaan temanmu yang bernama jiyeon? Apa dia sudah siuman?” tanya hee bong.

“tadi siang kami menjenguknya. Keadaannya masih sama, dia belum sadarkan diri juga” jawab kim bum.

“malang sekali nasibnya. Sudah hidup dengan pembunuh ayahnya, sekarang ia harus terbaring kritis akibat tekanan dari jung” ucap hee bong simpati.

“ya, memang malang nasibnya” ujar kim bum.

Sementara itu, diruang rawat jiyeon…..

“jiyeon, cepat sadar ya. Aku akan setia menunggumu” ucap seungho sambil menguap dan tertidur.

JIYEON POV

“dimana ini?” ucapku melihat keadaan sekelilingku yang berwarna putih. “aku bosan ada disini. Sepi sekali disini. Tidak ada yang bisa menemaniku disini” ucapku sambil duduk bersedih.

“jiyeon…” panggil sebuah suara.

“siapa itu?” tanyaku.

“jiyeon… jiyeon…” terdengar suara-suara yang memanggil namaku berulang kali.

“jiyeon, aku akan setia. Cepat sadar ya” terdengar suara laki-laki.

“suaranya? Aku mengenalnya. Tapi siapa ya?” tanyaku sambil mengingat.

“pandang aku saja. Kalau kau sedih pandang aku, kalau kau bahagia pandang aku dan kalau kau ingin tersenyum pandang aku saja” aku mendengar suara laki-laki itu lagi.

“suara siapa ini? Kenapa suaranya terus terngiang-ngiang dipikiranku?” tanyaku kalut.

“kenapa kau hanya diam dan memandang langit?” ucap seorang bocah laki-laki. Aku melihat sebuah gambaran saat diriku masih kecil dan ada seorang bocah laki-laki disampingku.

“ayo, pergi. Kau tak lihat hujan. Nanti kau sakit” aku melihat gambaran seorang bocah laki-laki yang meneduhkanku saat hujan. Aku tersenyum melihatnya tapi, aku tetap tak bisa mengenali laki-laki itu.

Aku mendengar suara laki-laki itu. kali ini lebih jelas…

“jiyeon, cepat sadarlah. Aku disini akan terus menunggumu. Aku mencintaimu, jiyeon. Jangan tinggalkan aku”

Laki-laki itu bilang dia mencintaiku. Tapi, aku tetap tak bisa mengenalinya. Aku melihat sebuah gambaran saat tahun ajaran baru disekolah.

“hey, kau yang bernama Park Jiyeon?” tanya laki-laki itu.

“ya, kau siapa?” tanyaku dingin kepada laki-laki itu. Laki-laki itu terkejut saat aku bicara dingin kepadanya.

“a..aku ingin meminjam catatanmu. Kemarin aku tak masuk. Boleh tidak?” tanya laki-laki itu.

“baiklah. Siapa namamu?” tanyaku.

“Yoo Seungho.. panggil aku seungho” jawab laki-laki itu. gambaran itu langsung pecah…

“yoo seungho…” ucapku.

“jiyeon, jiyeon… aku akan setia” panggil laki-laki itu.

“yoo seungho…” gumamku tersenyum.

JIYEON POV END

****

“ahh, aku senang sudah bisa pulang” ucap so eun gembira setelah selang infusnya dilepas.

“tapi, kau ingat kata dokter kau tak boleh banyak bergerak. Selama kau dirumah aku yang akan mengurusimu. Ingat itu” ucap kim bum.

“ya, aku mengerti” ucap so eun. kim bum segera mengemasi barang-barang so eun kekoper.

“ah, sebelum kita pulang aku ingin menjenguk jiyeon. Bolehkan?” tanya so eun.

“ya. Aku akan mengantarmu” ucap kim bum menemani so eun.

So eun membuka pintu kamar jiyeon pelan-pelan. Ia terkejut melihat seungho tertidur pulas disamping jiyeon.

“ahh, sebaiknya kita tak usah menjenguknya sekarang” ucap so eun.

“kenapa?” tanya kim bum.

“seungho sedang tertidur pulas didalam. Aku tak enak hati membangunkannya. Dia pasti sangat lelah menjaga jiyeon semalaman” jawab so eun.

“mmm… baiklah, kalau begitu kita langsung pulang saja. Nanti, kita bisa menjenguknya kapan-kapan” ajak kim bum. so eun dan kim bum segera meninggalkan ruangan jiyeon dirawat dan bergegas pulang.

Sementara itu, jiyeon mulai menunjukkan tanda-tanda ia akan siuman. Jiyeon mulai menggerakkan jarinya yang dalam genggaman seungho. Seungho yang merasa ada yang bergerak, terbangun dan melihat tangan jiyeon bergerak.

“jiyeon, kau sudah siuman? Kau dengar aku, jiyeon?” panggil seungho. Jiyeon perlahan-lahan membuka kedua matanya. Yang, ia lihat pertama kali adalah wajah seungho.

“se…ung..ho…” ucap jiyeon terbata-bata.

“ya, ini aku. Apa yang kau butuhkan? Bilang padaku” tanya seungho antusias.

“air..haus..” jawab jiyeon lemah.

“ah, kau pasti haus” ucap seungho meminumkan air melalui sedotan kepada jiyeon. Jiyeon menyedot air  perlahan-lahan.

“apa yang kau rasakan?” tanyakan seungho. Jiyeon hanya diam dan memandang seungho. “aku akan memanggil dokter untukmu” ucap seungho memanggil dokter. Sekitar 5 menit dokter memeriksa keadaan jiyeon.

“bagaimana keadaannya?” tanya seungho.

“ini benar-benar keajaiban. Keadaannya sangatlah berbeda dari sebelumnya” jawab dokter.

“syukurlah” ucap seungho lega.

“seungho…” panggil jiyeon lemah.

“ya, apa yang kau butuhkan lagi?” tanya seungho.

“kenapa aku disini?” tanya jiyeon.

“kau lupa kalau kau overdosis? Kau sudah terbaring disini selama 4 hari” ucap seungho.

“overdosis? Ahh, pil itu. sepertinya, aku kurang banyak meminum pil itu” ucap jiyeon putus asa.

“apa maksudmu kurang banyak? Pil yang sudah kau telan saja hampir menghilangkan nyawamu sekarang kau bilang kurang” omel seungho.

“memang maksudku memakan pil itu agar aku bisa mati” ucap jiyeon.

“kenapa kau bicara begitu? kau tak tahu betapa cemasnya aku dan yang lainnya menunggumu siuman?” omel seungho. Jiyeon hanya terdiam. “jiyeon, semuanya sudah berakhir. Ayah angkatmu sudah ditangkap dan sekarang polisi sedang mengurus proses penahanannya” ungkap seungho.

“benarkah? So eun? bagaimana dia?” tanya jiyeon.

“dia selamat. Berkat kau yang memberi tahu tempatnya disekap kami beserta polisi berhasil menyelamatkan so eun” jawab seungho.

“syukurlah.. aku senang mendengarnya” ucap jiyeon lega. “jessica? Bagaimana dengannya?” tanya jiyeon.

“awalnya, dia sangat terpukul. Tapi, sekarang ia mulai bisa menerima kenyataan. Kadang-kadang juga dia mampir kemari untuk menjengukmu” jawab seungho.

“ohh… dan, kau?” tanya jiyeon.

“aku? Kenapa?” tanya seungho balik.

“kenapa kau masih ada disini?” tanya jiyeon. Seungho langsung duduk disamping jiyeon dan menatapnya.

“kenapa kau menanyakan hal bodoh begitu? aku disini karena aku cemas dengan keadaanmu. Kau tahu betapa putus asanya aku saat dokter bilang kepadaku kalau aku harus menerima kenyataan terburuknya kalau kau masih tak sadarkan diri juga” ucap seungho.

“jadi, intinya?” tanya jiyeon.

“intinya? Intinya, aku disini karena aku mencintaimu dan tak mau kehilanganmu” jawab seungho.

“aku tahu itu” ujar jiyeon tersenyum.

“tahu apa?” tanya seungho.

“tahu kau mencintaiku. Aku mendengarmu mengucapkannya saat aku tak sadarkan diri” jawab jiyeon. Seungho tersenyum dan menarik jiyeon kepelukannya dan menciumnya. Tanpa, mereka berdua ketahui kibum dan yoona menyaksikan kejadian tersebut dari balik kaca pintu rumah sakit.

“sstttt… jangan berisik. Nanti mereka tahu” ucap kibum menenangkan yoona yang hampir berteriak saking senangnya.

“oke.. aku akan diam. Apa yang harus kita lakukan sekarang? kita langsung masuk saja” tanya yoona.

“jangan. Kita keluar dulu saja. Aku tak mau mengganggu mereka” ucap kibum menarik tangan yoona.

“ahh, kibum. Aku masih mau melihat mereka” rengek yoona.

****

“so eun, mulai hari ini sampai kau benar-benar pulih, kau harus menuruti semua perintahku. Mengerti?” tanya kim bum.

“yes, sir” jawab so eun lantang.

“bagus. Kalau begitu sekarang kau istirahat, aku akan mengupasimu buah” perintah kim bum. so eun menuruti perkataan kim bum dan segera tiduran dikasur sementara kim bum mengupas apel untuk so eun. tiba-tiba, hp so eun berbunyi dan dia segera mengangkatnya.

“yoona, aku sudah keluar dari rumah sakit. Ada apa?” tanya so eun.

“jiyeon sudah sadar” jawab yoona ditelfon girang.

“hah? Benarkah? Aku senang mendengarnya” ucap so eun senang.

“kau tahu aku melihat sesuatu yang menarik. Aku akan menceritakannya kepadamu begitu aku sampai dirumah kim bum” ungkap yoona tak sabar.

“baiklah, aku akan menunggumu” ucap so eun mematikan hpnya.

“apa yang yoona katakan?” tanya kim bum.

“dia memberi kabar kalau jiyeon baru saja siuman” jawab so eun senang.

“baguslah, dia sudah siuman. Penantian seungho berarti juga” gumam kim bum.

“ya.. nanti kibum dan yoona akan mampir kemari” ucap so eun.

“benarkah? Padahal, aku sedang ingin berduaan denganmu” ucap kim bum.

“aisshh… kau ini” gerutu so eun. kim bum hanya tersenyum sambil menyuapi so eun sepotong apel.

****

Sementara itu, dikamarnya kyuhyun duduk sambil memikirkan jessica…

“heh.. kenapa kau teringat dengannya” gumam kyuhyun. “apa aku suka kepadanya? Mana mungkin. Aku masih belum bisa melupakan so eun” ucap kyuhyun sambil mengerutkan dahinya.

“apa yang kau fikirkan, hyun?” tanya jae ill yang masuk kedalam kamar kyuhyun.

“paman.. tidak ada. Mau apa paman kemari?” tanya kyuhyun.

“paman hanya ingin bertanya mengenai jessica. Kapan kau mengajaknya kerumah lagi?” tanya jae ill.

“tumben, pama menanyai tentangnya. Tidak tahu, lagipula untuk apa aku mengajaknya kesini” gumam kyuhyun.

“kau ini… paman sangat mengharapkan kau menjalin hubungan dengannya. Paman juga ingin kau berhubungan dengan seorang wanita. Sekali-kali carilah pacar hyun agar kau tak perlu diam dikamar dan berkutat dengan buku pelajaran” ceramah jae ill.

“heh… sudah berapa kali kukatakan kalau aku dan jessica cuman sebatas teman saja, tak lebih dan tak kurang” ucap kyuhyun.

Tiba-tiba, hp kyuhyun berbunyi dan saat ia melihat layar panggilan ditelfonnya ternyata jessica yang menelfon.

“kyuhyun, apa kau sedang sibuk?” tanya jessica.

“aku tak sibuk” jawab kyuhyun sambil melirik jae ill yang menatapnya.

“aku ingin menjenguk jiyeon. Aku dengar kalau dia sudah siuman. Kau tak keberatan kalau mengantarku pergi menjenguknya?” tanya jessica.

“tentu saja tidak. Aku akan menjemputmu kalau begitu sekalian aku juga mau menjenguknya” jawab kyuhyun sambil mengakhiri pembicaraannya.

“apakah dari jessica?” tanya jae ill.

“iya. Aku mau pergi sekarang” jawab kyuhyun beranjak meninggalkan pamannya yang masih berdiri dan tersenyum memandangnya.

****

“so eun…” teriak yoona memeluk so eun.

“yoona, aku rindu sekali denganmu” ucap so eun.

“aku juga. Aku kesepian disekolah” ucap yoona sedih.

“so eun, aku tinggalkan kalian berdua ya” ucap kim bum pergi dengan kibum.

“bagaimana keadaan luka operasimu? Apakah masih sakit?” tanya yoona meringis jika memikirkan luka so eun.

“sudah membaik. Tenang saja, lukanya juga sudah membaik” jawab so eun.

“syukurlah. Aku lega mendengarnya. Aku tak menyangka kalau seorang so eun yang jago bela diri bisa diculik dan penculiknya adalah ayah jessica. Heh, ini seperti cerita di tv drama” ucap yoona.

“ah, kau ini. Jangan samakan kehidupanku dengan cerita di tv. Aku juga masih tak percaya kalau ayah jessica bisa melakukan perbuatan jahat kepadaku dan jiyeon” ujar so eun.

“ahh, ngomong-ngomong tentang jiyeon. Aku yakin kau pasti tak percaya apa yang baru saja aku lihat saat mau menjenguknya” ungkap yoona.

“kau mau bergosip denganku, ya? Aku malas mendengar isu-isumu” ejek so eun.

“hey, ini kenyataan dan bukan rekayasa. Kalau kau tak percaya kau bisa tanya kibum sendiri. Ia juga saksi yang melihat kejadian sebenarnya” omel yoona.

“memangnya ada apa dengan jiyeon?” tanya so eun malas-malasan. Yoona membisikkan ketelinga so eun.

“haahhh?? Serius? Kau yakin matamu tak kelilipan saat melihatnya?” tanya so eun tak percaya.

“YA.. mataku ini tak kemasukan apapun saat melihatnya. aku benar-benar melihat kejadiannya” ujar yoona setengah berteriak.

“ahh, aku senang dengan hubungan mereka sekarang” ucap so eun girang.

“aku juga senang. Kita harus merayakan hubungan mereka begitu jiyeon dan kau pulih benar” usul yoona.

“betul, betul. Aku tak sabar” ujar so eun.

“ah, aku jadi ingin bicara tentang jessica. Aku mempunyai kabar baru tentangnya” ucap yoona.

“apa itu?” tanya so eun penasaran.

“semenjak, jessica mengetahui kasus ayahnya itu, ia jadi pendiam dikelas. Ia juga jarang mengomel-ngomel. Dan, kau tahu sekarang dia dekat dengan siapa?”

“siapa?” tanya so eun penasaran.

“dia sekarang sedang akrab dengan kyuhyun. Kau bisa bayangkan itu? jessica dan kyuhyun? Apa jadinya mereka kalau pacaran?” pikir yoona sambil membayangkannya.

“hoo…. aku senang mereka dekat. Mereka kan pasangan yang terlihat cocok juga. Aku harap mereka juga bisa seperti jiyeon dan seungho” harap so eun.

“memangnya, kyuhyun tak menyukaimu lagi?” tanya yoona.

“aku tak tahu. Aku harap dia sudah melupakanku” jawab so eun.

“yah, tak seru. Padahal, aku ingin melihat pertarungan kim bum dan kyuhyun untuk memeperebutkan dirimu” keluh yoona.

“ahh, kau kebanyakan nonton drama korea. Pikiranmu sekarang sudah ngelantur” omel so eun. yoona hanya tertawa senang.

****

“jiyeon, ada yang mau bertemu denganmu” ucap seungho.

“siapa?” tanya jiyeon penasaran. Jiyeon melihat keraah pintu dan melihat jessica dan kyuhyun datang dan masuk menemuinya.

“hay, jiyeon” sapa kyuhyun.

“hay…” sapa jiyeon balik.

“mmm… jiyeon, aku dan kyuhyun akan meninggalakanmu dan jessica disini berdua” ucap seungho. Seungho dan kyuhyun pun keluar meninggalkan jessica dan jiyeon.

“bagaimana keadaanmu?” tanya jessica.

“baik” jawab jiyeon datar.

“jiyeon, aku disini ingin…”

“aku tahu. Kau ingin meminta maaf” sambung jiyeon memotong pembicaraan jessica. “kalau kau kesini ingin meminta maaf atas nama ayahmu. Maaf saja, aku masih memikirkan mau memaafkannya atau tidak” ucap jiyeon dingin.

“jiyeon, tapi papa benar-benar menyesal. Ia sangat menyesal setelah tahu kalau kau tertekan dan meminum pil penenang. Aku mohon kau bisa membukakan pintu maafmu untuk papa” ucap jessica memohon.

“kau pikir gampang aku memaafkan orang yang telah membunh ayahku? Tidak, jes. Tak mudah memaafkannya. Walaupun, dia yang merawatku dan mengurusku sampai aku besar tetap saja aku tak bisa memaafkannya dengan tulus. Hatiku sudah sangat sakit saat tahu dia membunuh ayahku” ucap jiyeon meneteskan air mata.

“jiyeon, aku tahu kau orang baik. Aku minta dengan sepenuh hati untuk memaafkan papa. Aku tahu ini berat tapi tak ada salahnya dicoba kan untuk memaafkannya?” tanya jessica.

“aku akan memikirkannya” jawab jiyeon dingin. Jessica yang mendengar ucapan jiyeon langsung pamit pulang dan keluar dari kamar jiyeon.

“kyuhyun, ayo kita pulang” ajak jessica sambil mengelap air matanya. Kyuhyun segera pulang dengan jessica. Seungho yang melihat ada yang aneh dengan jessica segera masuk kekamar jiyeon, seungho melihat jiyeon sedang menangis.

“dia minta aku untuk memaafkannya. Heh… gampang sekali dia memintaku untuk memaafkannya. Dia tak tahu betapa sakitnya hatiku” ucap jiyeon. Seungho langsung memeluk jiyeon dan menenangkannya.

___

“jessica, kenapa kau menangis?” tanya kyuhyun.

“tidak apa-apa” jawab jessica.

“kau yakin? Kau bisa ceritakan padaku” tanya kyuhyun.

“tidak usah. Antarkan, aku pulang. aku lelah” pinta jessica. Kyuhyun segera menuruti permintaan jessica dan langsung mengantarnya pulang.

****

“kenapa kau belum tidur juga?” tanya kim bum.

“aku belum ngantuk” jawab so eun.

“dasar. Kau ini harus banyak istirahat, sudah sana cepat pejamkan matamu” ucap kim bum.

“nanti saja. Mataku masih ingin dibuka” ucap so eun.

“kau ini kalau kau disuruh malah melawan” gerutu kim bum.

“kau disini saja, temani aku sampai tertidur” pinta so eun. kim bum segera duduk ditempat tidur so eun.

“sekarang, cobalah untuk tidur” ucap kim bum. so eun mengangguk dan mencoba memejamkan matanya tapi, tetap saja tak bisa.

“kim bum…” panggil so eun.

“apa?” tanya kim bum.

“kalau pembunuh orangtuamu sudah ditangkap. Apakah kau akan memaafkannya?” tanya so eun.

“aku tidak tahu. Mungkin, aku akan memaafkannya tapi, hanya sedikit” jawab kim bum.

“kenapa begitu?” tanya so eun.

“kenapa? Aku juga tak tahu. Mungkin karena aku sudah terlanjur membenci orang yang sudah membuatku menjadi anak yatim piatu disaat aku masih kecil” jawab kim bum.

“bagaimana kalau pembunuh itu meminta maaf kepadamu dengan tulus? Apa kau juga akan memaafkannya dengan tulus juga?” tanya so eun sambil menguap.

“kalau dia benar-benar tulus. Hemm… aku akan memaafkannya dengan tulus” jawab kim bum.

“aku senang mendengarnya” ucap so eun memejamkan matanya dan tertidur. Kim bum yang melihat so eun sudah tertidur segera menyelimutinya dan pergi kekamarnya.

****

Sementara itu, jae ill duduk dimeja kerjanya sambil memandang foto kakaknya…

“aku ingin pembalasanku cepat selesai. Tapi, selalu gagal. Apa yang harus kulakukan, hyung?” tanya jae ill sambil menatap sedih foto kakaknya.

“paman, aku pulang…” teriak kyuhyun begitu sampai dirumah. Jae ill segera menghampiri kyuhyun.

“kau baru pulang? darimana saja?” tanya jae ill.

“aku pergi dengan jessica” jawab kyuhyun.

“oh ya? Paman senang mendengarnya. Yasudah, sana pergi tidur” ujar jae ill.

“paman…” panggil kyuhyun. Kyuhyun teringat kata-kata jessica saat mengantar jessica sampai kerumahnya.

“jiyeon tak mau memaafkan papaku. Apa yang harus kulakukan agar dia mau memaafkan papa?” tanya jessica sedih.

“jiyeon butuh waktu untuk menerima semuanya, jes. Kau tak bisa langsung memintanya untuk memaafkan perbuatan ayahmu setelah apa yang telah ayahmu perbuat terhadap keluarga jiyeon” jawab kyuhyun.

“jika, kim bum tahu kalau kau adalah keponakkan dari pembunuh orangtuanya. Apa dia juga mau memaafkan paman dan kau?” tanya jessica. Kyuhyun terkejut mendengar pertanyaan jessica. Ia tak pernah berfikir sejauh itu.

“a..aku tak tahu” jawab kyuhyun.

___

“ya, hyun. Ada apa memanggilku?” tanya jae ill.

“paman, apa kau tak bisa melupakan dendammu terhadap keluarga byun hee bong?” tanya kyuhyun.

“kenapa kau bertanya seperti itu? jawabanku tidak. Aku tak bisa melupakannya” bentak jae ill.

“paman, ayolah. Kematian ayah dan ibuku juga tak jelas. Kita juga belum tahu sebab pastinya mereka bunuh diri” bujuk kyuhyun.

“kyuhyun, apa yang ada dipikiranmu saat ini? Apa kau gila? Paman, sudah melakukan apa saja untuk membuat keluarga byun hee bong itu menderita. Sekarang, dengan gampangnya kau meminta paman untuk melupakan dendam paman” omel jae ill jengkel.

“tapi, paman…”

“sudah, jangan membahas ini lagi. pergi kekamarmu sana, paman lelah” ucap jae ill masuk kedalam kamarnya. Kyuhyun hanya terdiam mematung menatap kemarahan pamannya.

****

Pagi harinya, so eun bangun lebih pagi dari biasanya. Ia berusaha untuk tidur lagi tapi tak bisa. Ia memutuskan pergi kekamar kim bum dan membangunkannya. So eun mengetuk kamar kim bum untuk memastikan apakah kim bum sudah bangun atau belum. Tapi, tak ada panggilan dari kim bum, so eun memutuskan masuk kedalam kamar kim bum.

“tidurnya nyenyak sekali” gumam so eun yang melihat kim bum masih tidur. so eun terus memandang kim bum yang masih tertidur.

“wajahnya polos sekali kalau sedang tidur” ucap so eun tersenyum. So eun semakin memerhatikan wajah kim bum lebih dekat. Tiba-tiba, kim bum menarik pinggang so eun dan memeluknya.

“yya, kim bum. kau ini mengigau ya? Cepat lepaskan aku” pinta so eun.

“mmmm…. 5 menit lagi” ucap kim bum.

“jadi, kau sudah bangun daritadi?” tanya so eun.

“iya” jawab kim bum.

“aiisshh, kau ini benar-benar pintar kalau sedang berakting tidur ya” gumam so eun.

“tentu saja. Aku ini kim bum yang serba bisa” ucap kim bum bangga.

“dasar, sudah lepaskan aku sekarang” pinta so eun. kim bum tak melepaskan pelukannya, ia tetap memeluk so eun.

“nanti saja aku lepasnya” ucap kim bum jail.

“kau ini minta ditendang ya? Cepat lepaskan aku sebelum aku mengambil ancang-ancang untuk menendangmu” pinta so eun. kim bum melepaskan pelukannya tapi, ia tetap menahan so eun.

“aku sudah tidak memelukmu. Jadi, jangan mengambil ancang-ancang untuk menendangku” ucap kim bum.

“kau ini takut ya?” goda so eun.

“tidak. Aku tidak memelukmu karena aku ingin ini” ucap kim bum sambil menarik dagu so eun dan menciumnya.

“aissh, genit” omel so eun. kim bum hanya tertawa kecil.

“kau ingin menjenguk jiyeon?” tanya kim bum.

“ya, aku mau” jawab so eun antusias.

“kalau begitu cepat bersiap-siap. Sebentar lagi kita akan menjenguknya” ucap kim bum.

“baiklah, aku akan segera bersiap-siap” ujar so eun pergi kekamarnya.

****

Sementara itu, dirumah jessica..

Kring kring kring….

Terdengar bunyi telfon dari kamar jessica. Jessica yang sedang tertidur merasa terganggu karena bunyi telfon.

“ahh, siapa sih pagi-pagi sudah menelfon. Kurang kerjaan banget” omel jessica.

“yoboseyo, bisa saya bicara dengan putri jung?” tanya seorang laki-laki dalam telfon.

“ya, saya jessica jung, siapa ini?” tanya jessica sambil menguap.

“saya dari kepolisian. Saya ingin memberitahu anda tentang kabar ayah anda” jawab polisi itu.

“kabar apa?” tanya jessica. Jessica mendengar perkataan polisi itu ditelfon dengan seksama.

“kalau bisa anda segera kesini” ucap polisi itu menutup telfonnya.

“papa…” ucap jessica sambil menangis.

-bersambung-

Sampai sini dulu…

Semoga makin penasaran….

Seperti biasa jangan lupa comment…

Thx…

Tags: , , , , , , , ,

26 responses to “My Lovely Bodyguard part 17”

  1. Indah_ELF says :

    Wah seru …
    Koq qu jdi ksiHan sma jessica …
    Oh yaa part slanjut’a banyakin kim bum Lgh yaa ..hahaha

  2. RiriAngels says :

    Baguus…
    hmm
    Tp kenapa bumsso terkesan jd cast selingan y?
    Sudahlah abaikan
    Next part ditungguuu

  3. rosiyaniocii says :

    Wahhhh iya makin seru. Jiyeon kasian nih, moga dia bs cepet sembuh dan ga dendam ma pak jung itu. Hufffft. Nah sekarang yg blm selese urusannya si pamannya kyu nih. Hadooooh kyu aja dah berusaha memaafkan ni pmannya masi keukeuh aja mau bales dendam. Semoga tar cpet2 ketauan deh biar clear semua kan enak kalo damai. Hhe. Lanjut dag author🙂

  4. merli says :

    kim bum baru tau ya kim bum genit kekeke , kim bum jail & genit aku suka ….
    aku penasaran kayanya nih ff bakal panjang ya ??

    makin seru & lanjutkan ya !!!!!!!

  5. amniminry_anis says :

    tambah seru!!
    akhirnya, jiyeon sadar juga
    cepet jadian ya, sama seungho #plak

    ih, oppa genit banget sama unnie xD
    maunya nyosor mulu lol

    next part ditunggu ^^

  6. larasrahmaa says :

    Wahhhh seeruuuuuuu
    kira2 pamannya hyun ketauan gak ya?
    seungho sm jiyeon tambah deket, ayodong jadian! haha
    hubungan hyun sm sica jg nih, semoga dua couple ini bisa jadian kayak bumsso ama kibum yoona dan minsun
    Ih ih kimbum genit bgt yaa, tp suka karakternya yg sekarang, drpd yg dulu
    hubungan bumsso gada konflik lg yaa?
    yaudah deh ditunggu part selanjutnyaa yaaw😀

  7. Zheey2992 says :

    Buumssox krang bnyak….
    next part d’banyakin gye ya thor….
    tpi lbih Romantis gye dri yg ne…..
    next part jgn lma2,biar gk tmbah pnasaran jga….
    Woekey thor…

  8. qinqin says :

    apa motif ayahnya jessica ga suka sama so eun sih?penasaran nih

  9. goguma says :

    seungho dan jiyeon bersatu..
    yessss!!!!!!
    tapi bgmn dg jesicca dan kyu oppa yaa ??
    tidak sabar menuggu..
    next part chinguuuu..
    #ga ga ga kuat nuggu part selanjutnya *nyanyi gaya 7icon

  10. bismania luph bumsso says :

    kereeeeeeeeeeennnnnnnnnnnn

  11. rini says :

    kerennn,,
    lanjutkan!!!

  12. kimmify says :

    waaaaaaaaaaaah seru seru makin seru ceritanya
    akhirnya jiyeon siuman juga ya
    tambahin bumssonya dong hehe
    tapi aku penasaran kyu bakal gimana dia bakal kayak jess gak ya
    penasaran. update soooon!

  13. Ina BumsSo says :

    Tambah seruuuu…
    Tp knp adegan bumsso’y dikit, part selanjut’y byk’n adegan bumsso iy thor….

  14. kiwimi says :

    iiiih, kim bum genit cium cium eunnie terus :3 ayoo writers FIGHTING!!
    Serius ini FF Sequel paling bagus yang aku baca loh😉

  15. afri says :

    keren chingu makin seruuu
    harus happy end ya chingu

  16. Ina BeQi Soeulmates says :

    kereenn kereeeennn….
    ada apa lg ini???
    makin penasaran,, bnr” kyg nonton drama…
    hehe

  17. dhia says :

    lanjut thor! makin seru aja! gimana ya selanjutnya…. tapi kok lama banget di post lanjutannya… nggak sabar nich thor!

    • evi says :

      sabar ya…
      gk tau nih blum d post pdahal
      author ud ngirim next partnya dr jauh-jauh hari….
      tunggu aj..

  18. meerable says :

    hoalah.. gak terasa udh to be continued…
    hiks.. masih pengen baca niih..
    penasaran… apa bpkna jesika bakal bunuh diri? ato malah kabur dri pnjara?

    buat author.. ayooo semangat buat ff nya..!!!!
    saya mendukungmu dgn doa🙂

  19. chintami says :

    d tnggu ya part selanjut ny
    oh iy tlng d bnykin tntng kim bum ama kim so eun ny y

  20. ci_ndajlek says :

    prasaan, ko bumsso g update updte y ?
    pdhl dh g sbr pngen bca lnjutan” critanya ..
    adakah masalah .. ?!

  21. zumi shinigami says :

    kok gk update2 yaa??? ada apa nih???

    • evi says :

      huhuhu….
      author gk tau ada apa dengan bumsso ini…..
      yang bisa tanyain ke kakakanya
      tolong ya…..

  22. tyas27 says :

    knapa tuan jung? mati yah? *eeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: