Destiny

Destiny

Author :gabriella

Genre : Romance

Type : One Shoot

Cast : Kim So Eun, Kim Bum, Kim Joon, Im Yoona, Goo Hye Sun, Park Jiyeon


-So Eun POV-

Aku menatap diriku yang ada di cermin di hadapanku. Apa benar ini yang kuinginkan? Aku tahu ini memang yang terbaik bagiku, tapi apa nantinya aku akan bahagia?

“So Eun-ah, kau sudah… Aigooo, kau cantik sekali.” Yoona eonnie yang baru datang langsung menghampiri dan mencium kedua pipiku.

“Gomawo, eonnie,” jawabku malu.

“Kim Joon oppa pasti bahagia karena berhasil mendapatkanmu,” kata Yoona eonnie sembari merapikan rambutku. Aku hanya tersenyum kecil mendengar pujiannya.

“Yang lain mana?” tanyaku celingukan.

“Jiyeon dan Seung Ho sudah datang, mereka sedang mengobrol dengan Kim Joon diluar,” jawab Yoona eonnie.

“Kalau Hye Sun eonnie?” tanyaku lagi.

“Kau merindukanku?” sahut suara yang amat sangat kukenal. Ku lihat di daun pintu, Hye Sun eonnie sudah berdiri manis didampingi suaminya, Min Ho oppa.

“Eonnie…” aku berlari memeluknya.

“Selamat ya, Eunnie,” dia mencium pipiku seperti yang dilakukan Yoona eonnie tadi.

“Selamat ya, So Eun.” Min Ho oppa juga memelukku.

“Terima kasih oppa.”

“Jagiya, lebih baik kau tunggu di depan saja, kau kan bisa mengobrol lagi dengan Kim Joon,” saran Hye Sun eonnie pada suaminya.

“Ya sudah, ku tinggal dulu ya.” Min Ho oppa pamit pada kami dan keluar menghampiri oppa.

“Duduk dulu, eonnie.” Aku mempersilahkan Yoona dan Hye Sun eonnie untuk duduk.

Hye Sun eonnie duduk menghadapku dan Yoona eonnie duduk tepat disampingku. “Kau tidak apa-apa, Eun?” tanya Hye Sun eonnie. Wajahnya yang tadi penuh dengan senyuman berubah menjadi cemas.

“Waeyo?” aku berpura-pura tidak tahu.

“Kim So Eun, kau tidak bisa menyembunyikan apapun dari kami.” Yoona eonnie berbisik kecil dari samping. Aku hanya bisa diam membiarkan mereka mengintrogasiku.

“Kau masih belum bisa melupakannya?” akhirnya pertanyaan ini dilontarkan oleh Hye Sun eonnie. Aku masih diam karena aku tidak tahu harus menjawab apa.

“So Eun-ah, kau bisa ceritakan semuanya pada kami.” Yoona eonnie menggenggam erat tanganku sambil menatapku dalam-dalam, seakan dia tahu benar apa yang ada di otakku sekarang.

“Eonnie… aku… aku…”

“Kenapa?” tanya Yoona eonnie lembut.

“Aku masih mencintai Kim Bum.” Akhirnya kata-kata ini bisa keluar juga dari mulutku.

“Maksudmu kau… kau masih mencintainya? Tapi ini sudah lewat 2 tahun, Eun!” seru Hye Sun eonnie.

“Aku tahu tapi, tapi aku tetap tidak bisa melupakannya,” bantahku lalu tertunduk bingung.

“Lantas mengapa kau mau menikah dengan Kim Joon kalau nyatanya kau mencintai orang lain?” Hye Sun eonnie bertanya lagi.

“Aku… Kim Joon oppa terlalu baik padaku, eonnie. Aku merasa bahagia bila di dekatnya.”

“Lantas kenapa kau tidak mencintainya?”

“Aku mencobanya, eonnie. Semenjak kepergian Kim Bum, aku mencoba untuk mencintainya tapi tetap tidak bisa.”

“Eun, seharusnya kau…”

KREK…

Suara pintu terbuka. Kami terdiam dan langsung menoleh ke arah sumber suara.

“Jiyeon,” panggil Hye Sun.

Jiyeon tersenyum lebar dan berkata, “Ada yang ingin bertemu denganmu, Eun.”

“Aku? Siapa?”

“Apa kabar, So Eun?” tanya seseorang di belakang Jiyeon.

“Ka… kau?” Hye Sun eonnie tergagap melihatnya.

“Kim Sang Bum?” sahut Yoonae onnie tak kalah kaget. Aku tetap terpaku melihat sosok yang ada di hadapanku sekarang. Sosok yang hampir 2 tahun tidak kulihat sekarang tengah berdiri di depanku dan itu nyata.

“Bisa aku bicara berdua dengan So Eun sebentar?” pinta Kim Bum. Kulihat Jiyeon berjalan masuk dan menarik Hye Sun serta Yoona eonnie untuk keluar dari ruangan.

“Waktumu hanya 10 menit, Bum,” pesan Jiyeon sebelum keluar.

“So Eun-ah, annyeong,” sapanya padaku. Aku masih tetap tidak bisa berkata apa-apa.

“Kau… cantik sekali hari ini. Gaun itu benar-benar cocok untukmu,” pujinya. Aku berusaha keras agar suaraku bisa keluar. Aku ingin berlari ke pelukannya, bilang betapa aku merindukannya. Tapi seakan tubuhku tidak bekerja sama dengan otakku, tubuhku hanya bisa memaku ditempat.

Kim Bum berjalan mendekatiku. Dia tersenyum manis seperti yang biasanya dia lakukan padaku.

“Kau baik-baik saja kan? Selama ku tinggal?” tanyanya pelan. “Aku sudah bertemu Kim Joon tadi di depan dan dia terlihat amat bahagia,” lanjutnya lagi.

“Aku harap nantinya kalian bisa bahag…” kata-kata Kim Bum terputus karena aku sudah lebih dulu memeluknya. Bisa kurasakan wajahku panas dan air mataku mulai berjatuhan.

“Aku rindu padamu.” Akhirnya kata-kata itu dapat keluar juga dari mulutku.

“Kemana saja kau selama ini? Mengapa kau baru muncul sekarang?” lanjutku lagi seakan aku tidak mau berhenti bicara.

“So Eun-ah,” Kim Bum juga membalas pelukanku dan mengelus rambutku. “Aku juga merindukanmu,” sambungnya. “Maafkan aku, So Eun-ah.”

“Bawa aku pergi dari sini!” pintaku tiba-tiba pada Kim Bum. Kim Bum melepaskan pelukannya dan menatapku kaget.

“Apa katamu?”

“Bawa aku pergi dari sini, Bum,” pintaku sambil menangis. “Aku mau membatalkan pernikahan ini.”

“Eun, apa kau sudah gila?”

“Iya, aku memang sudah gla. Aku mohon, Bum, bawa aku pergi dari sini. Aku tidak mau menikah,” aku memohon sambil terus menangis.

“Aniyo, tidak, So Eun-ah. Aku tidak bisa melakukan hal itu!” tolak Kim Bum.

“Tapi kenapa? Apa kau tidak mencintaiku lagi?”

“Bukan itu. Kim Joon-hyung adalah lelaki yang baik, bahkan lebih baik dariku. Aku mencintaimu, Eun, tapi aku juga ingin kau hidup bahagia,” jelas Kim Bum sambil mencengkram kedua pundakku.

“Tapi aku bahagia bila bersama denganmu.”

“Tidak. Eun, ini semua yang terbaik untukmu. Kau harus belajar untuk menerimanya. Aku yakin kau pasti bisa.”

“Tapi, Bum…”

“So Eun-ah, sudah waktunya kau keluar!” panggil Jiyeon dari luar.

“Sudahlah. Semua sudah berlalu, So Eun-ah. Sekarang hapus air matamu dan tempuhlah hidup baru,” ucap Kim Bum sambil menghapus air mataku.

“Ayo, Eunnie.” Jiyeon menarik tanganku untuk keluar ruangan. Aku masih tetap tidak bisa melepaskan mataku dari Kim Bum.

“Hwaiting!” Dia mengepalkan kedua tangannya untuk menyemangatiku. “Saranghae,” bisiknya. Aku tidak bisa menahan air mataku dan kembali menangis.

“Aigoo, uri So Eun-nie kenapa menangis?” tanya eomma sambil mengambil beberapa helai tissue dan mengelap wajahku. “Make up-nya kan jadi rusak.”

“Sepertinya, So Eun terlalu terharu, eomma-nim,” jawab Jiyeon.

“Sudahlah jangan menangis lagi. Ayo, So Eun.” Appa mengulurkan tangannya dan kusambut.

Kumasuki ruangan tempat kami akan menikah dan berjalan perlahan menunggu altar. Ku lihat Kim Joon oppa sudah berdiri dan tersenyum lebar melihatku. Aku berusaha untuk membalas senyumannya meskipun aku yakin, Kim Joon oppa tahu kalau itu hanya senyuman pura-pura.

-Kim Joon POV-

So Eun sangat cantik. Dengan balutan gaun putih panjang, seakan hanya dialah satu-satu nya yang bersinar dari sekian banyak orang yang ada disini. Aku tersenyum lebar ketika melihatnya tapi kulihat kemurungan itu kembali tersirat di wajah cantiknya. Ekspresi yang tidak pernah berubah ketika melihatku seakan tidak mau meninggalkan wajahnya.

Aku tahu jelas bahwa di dalam hati So Eun, dia pasti sedang berontak. Apalagi hari ini orang yang amat dicintainya hadir. Walaupun So Eun bilang bahwa dia telah melupakan Kim Bum dan Kim Bum sendiri sudah berjanji kalau dia tidak akan merebut So Eun dariku, tapi aku tetap tahu bagaimana perasaan mereka terhadap satu sama lain.

Aku bergerak maju kira-kira 2 langkah. Ayah So Eun mengulurkan tangan So Eun padaku, tanda bahwa dia telah menyerahkan anaknya padaku. Kusambut tangannya dan kucoba untuk tersenyum padanya tapi percuma. So Eun hanya menoleh ke belakang tempat Kim Bum duduk.

“So Eun-ah,” panggilku pelan. Dia nampak kaget mendengar suaraku dan mengikuti berjalan naik ke altar.

“Hari ini kita berkumpul disini untuk suatu acara yang…” suara imam mulai terdengar tapi aku tetap saja tidak bisa menyingkirkan pikiranku ini.

“Dua makhluk Tuhan yang saling mencintai ini sekarang…”

“Tunggu sebentar…” aku memotong kata-kata imam.

“Ya?” tanyanya heran.

“Bisa saya minta waktu sebentar?” pintaku padanya.

“I… iya silahkan.” Aku memutar balik badanku hingga menghadap semua para orang-orang yang hadir disini. Bisa kulihat semua orang bingung dengan apa yang sedang kulakukan, tak terkecuali So Eun.

“Sebelumnya aku ingin minta maaf kepada orang tuaku dan orang tua So Eun, tapi…” aku berhenti sebentar. Kutarik nafas dalam-dalam dan kulanjutkan lagi kalimatku, “aku ingin membatalkan pernikahan ini,” ucapku mantap.

“Apa?” terdengar bisikan bahkan teriakan beberapa orang.

“Oppa…” panggil So Eun tidak percaya.

“Alasanku ingin membatalkan pernikahan ini adalah karena kami tidak saling mencintai,” lanjutku.

“Oppa…” panggil So Eun lagi.

“Aku dan So Eun tidak saling mencintai. Mungkin kalian heran mengapa kami bisa memutuskan untuk menikah tapi itu semua dikarenakan pikiran kami yang belum dewasa hingga akhirnya kami sadar bahwa kami tidak saling mencintai.”

“Tetapi So Eun, dia telah memiliki seseorang yang amat dicintainya dan dia ada disini. Aku merasa amat bersalah jika harus memisahkan mereka berdua, maka dari itu aku rasa membatalkan pernikahan ini adalah satu-satunya jalan yang terbaik.”

“Kim Hyung Joon, apa kau gila?” teriak eomma padaku. “Berhenti bertingkah konyol, Kim Joon.” Appa juga ikut memarahiku.

“Eomma, appa… aku benar-benar minta maaf tapi kurasa ini satu-satunya jalan yang terbaik untukku maupun So Eun. Aku mohon kalian bisa mendukung keputusanku,” ucapku pada kedua orang tuaku. Aku turun dari altar dan berjalan ke tempat dimana Kim Bum duduk. Dia nampak kaget sekaligus tegang ketika melihatku berbuat nekat seperti ini.

“Bum, aku yakin kau bisa membahagiakan So Eun.” Aku mengajaknya berdiri dan menuntunnya berjalan ke altar. Kulihat So Eun juga sudah turun dari sana. Aku membawa Kim Bum ke hadapan So Eun dan ku hadapkan mereka ke hadapan orang tua So Eun.

“Appu-ji, Eomma-nim, saya harap Anda bisa merestui mereka berdua. Mereka berdualah yang seharusnya menikah,” kataku sambil menunduk ke mereka.

“Appa, Eomma, aku mohon restuilah kami,” So Eun juga ikut memohon bahkan sekarang dia sedang berlutut di hadapan orang tuanya.

“ Appu-ji, Eomma-nim, saya mohon restuilah kami,” Kim Bum juga mendampingi So Eun berlutut. Kedua orang tua So Eun mengajak mereka berdua untuk berdiri dan tersenyum. “Asalkan kalian dapat hidup bahagia, kami akan memberikan restu kami untuk kalian,” jawab eomma So Eun lembut.

Pada akhirnya mereka berdua naik ke atas altar dan pernikahan yang sesungguhnya pun dimulai.

“Baiklah pada hari ini…”

***

3 tahun kemudian…

-So Eun POV-

“Eun, ayo! Kita sudah terlambat,” panggil Kim Bum dari luar.

“Tunggu sebentar. Aku sedang mencari tasku. Aduuh, dimana ya?” aku berkeliling kamar mencari tasku.

“Ah, dapat!” aku langsung keluar sehabis menemukan tasku.

“Ayo dong, Eun, aku kan, jadi best man hari ini!” seru Kim Bum.

“Iya sabar. Ayo!” Kim Bum berjalan keluar duluan sementara aku mengunci pintu rumah.

Hari ini adalah pernikahan Kim Joon oppa dan Yoona eonnie. Semenjak kejadian 3 tahun yang lalu mereka berdua terus berhubungan hingga akhirnya mereka saling menyukai dan hari ini adalah hari pernikahan mereka. Aku bahagia sekaligus amat berterima kasih kepada Kim Joon oppa yang sudah membuat hidupku jauh lebih bahagia seperti sekarang.

Gomawo, Joon oppa…

THE END

Tags: , , , , ,

13 responses to “Destiny”

  1. seli marlina says :

    kren euy ..
    di tunggu ya karya selanjut’ ..

  2. amniminry_anis says :

    awww!! so sweet.. emangnya bum oppa kemana aja selama 2 tahun? but at least, they are together in the end

  3. larasrahmaa says :

    Seruu tp kayak pernah baca
    Author prnah post ff ini diblog lain?
    tp kren ditunggu karya yg lain😀

  4. tafunazasso says :

    huwaa , kereeen (^_^)
    tapi kayak terlalu terburu buru sih , tapi tetap keren..
    coba kalau dijadiin prequelnya ceritanya soal kemana aja kim bum selama 2 tahun trus sama cerita hubungan so eun ama kim bum dulu (cuma saran , lho) aku acungin 1000 jempol deh >_<

  5. 라미 'Rahmi' says :

    pas baca awalnya…. kok berasa udh pernah baca ya….
    eh pas baca sepotong2… aku juga udh tau jalan ceritanya…
    ini udh pernah aku baca di FB beberapa bulan yg lalu..
    dan ff kamu yg judulnya she’s he dan yg ini adalah ditulis oleh 2 org yg berbeda…..
    emmmmm meskipun udh banyak ff yg aku baca, mulai dari jaman Soeulmates Indo sampe sekarang… biarpun udh pernah baca, aku pasti ingat meskipun lupa judulnya

    bukannya mau mojokin.. tp ada mates lain yg juga lapor aku.. n dia juga ngerasa sama
    dan setuju sama larasrahma

  6. Sary aj0w says :

    AQ jg udah baca yg ff nie..tp kalo msalah auth0r..emg kyk’y beda ya?apa 2 nama satu org?0ver all, nais ff k0k..

  7. dhia says :

    kalau udah jodoh emang nggak akan mungkin kemana yach kan thor?
    hwanting…!!!

  8. Glodzbumsso says :

    INI PUNYA NYA NAOMI EONNIE !!!!!
    Kamu ngapain jiplak sih !!!!
    Buat yg gak percaya silakan bisa liat di sini :
    karyatika.wordpress.com/2010/12/23/destiny/

    Kalo karya mu mau dihargai hargai juga karya orang lain ! jangan jiplak !!!

  9. zumi shinigami says :

    kayaknya saya pernah baca,,, lupa dimana….
    deja vu… beneran….

  10. kimmify says :

    iya aku suka sama kayak pernah baca
    dari awal nya aja udah ngearasa de javu gitu hahaha
    tapi aku inget2 pernah baca dimana
    share moreeeee

  11. Amalia'SoEul'Lova says :

    Deja vu sama ni OS😦..

    Pernah baca bulan Juni tahun Kmren , tpi Cast.a Seo-Key-Yong Hwa :”(

  12. Mediyanti Christin says :

    waduh ak kn pernah baca yg seperti ini untuk sblmnya
    kok authornya lain ya???
    tp ceritanya bagus kok

  13. Indah_ELF says :

    Kim joo baik bgt …
    Seru …
    D’tunggu crita” slanjut’a …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: