사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada ) tidak mampu mencintai Part 3

Author : Kim Elza^ ^ a.k.a Han Seul Ra ;p

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun
Cast: Kim Hyun Joong, Choi Minho (SHINee), Seo Hyun (SNSD), Kim Sarang, Choi Jonghoon (FT Island)

Genre: Romantic, Family, Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Hi cingu.. adakah yang menantikan kelanjutan ff aneh saya?hehe😛
Pada masih ingat cerita sebelumnya g?! =,=’
Maaf ya, part ini lama banget post’na. author lagi banyak tugas kampus masalahnya #gak da yg nanya >, Udah daripda kelmaan langsung aja ya, enjoy reading.. ^___~
Karena part sebelumnya Hyun Joong gak kluar, part kali ini di buka oleh Hyun Joong nie..hehehe😛

***


“eomma, So Eun sudah hampir lulus SMU. Sedang Kim Bum sudah sangat cukup dewasa untuk tahu yang sebenarnya. Kenapa eomma menunda terus mengatakan hal serius seperti ini?!” Hyun Joong tampak geram saat berbicara pada eommanya lewat telfon ruang kerja kantornya

“bukan begitu, Hyun Joong.. eomma pasti akan segera mengatakannya sesampainya eomma dan appa dirumah nanti, kau jangan terlalu khawatir seperti itu” jawab eommanya dari sebrang telfon

“bagaimana aku tidak khawatir, eomma cobalah fikirkan perasaan Kim Bum dan So Eun setelah mengetahui keadaan sebenarnya!!” Hyun Joong menghela nafas beratnya sebelum melanjutkan kalimatnya “lebih baik mereka dengar langsung dari mulut kita dari pada mengetahuinya sendiri atau dari orang lain yang akan lebih membuat mereka sakit hati nanti”

“eomma mengerti sekali, Hyun Joong.. nanti akan eomma bicarakan dengan appa cara yang halus untuk memberi tahu mereka. Sekarang kau pulanglah dulu dan istirahat. Adik-adikmu pasti sudah menunggu. Eomma dan appa masih sibuk, sudah ya… eomma sayang kalian semua.. tut.. tut… tut….” Telfon langsung terputus, Hyun Joong lagi-lgi hanya bisa menghela nafas dengan berat sambil meletakkan telfonya

“sampai kapan aku merasa tidak tenang akan masalah ini, terlebih lagi entah kenapa akhir-akhir ini aku makin gelisah memikirkannya. Haahh… sepertinya aku hampir tua gara-gara terlalu banyak berfikir” gumam Hyun Joong sembari menyambar tas kerjanya diatas meja dan bergegas keluar dari ruangannya untuk pulang

***

“darimana kau dapatkan ini?” tanya Kim Bum sedikit membentak pada Minho
“i~itu, dari… “ jawab Minho sedikit gugup karena tampang sangarnya Kim Bum saat ini “memangnya itu apa, hyung? Kenapa ekspresimu menakutkan seperti itu?”
“ini nikotin, bodoh!!” kini Kim Bum benar-benar membentak Minho
MWO?!” kaget Minho
“jangan pura-pura kaget begitu. Katakan sebenarnya, apa kau mengonsumsi ini?!” selidik Kim Bum dengan tatapan membunuhnya

Minho menggeleng dengan cepat karena dia benar-benar tidak melakukan apa yang dituduhkan Kim Bum padanya. Ia sedikit berjalan mundur untuk menjauh. Bukan menjauh dari Kim Bum melainkan dari apa yang baru ia ketahui bahwa benda tersebut adalah ‘nikotin’. Ia merasa shock berat mengetahuinya, ia berfikir ‘apa mungkin Jonghoon hyung memakai barang haram seperti ini?’ Pasalnya ia baru menemukannya dirumah ketika sepulangnya Jonghoon hyung dari luar negri

“apa kau coba-coba untuk membujuk So Eun masuk dunia kelammu?! Dasar bocah…” Kim Bum mendekati Minho dan menarik kasar kerah kaos yang dikenakannya
“hyung, jangan bicara sembarangan gitu.. aku sama sekali tak tahu apa-apa” ujar Minho sambil berusaha melepaskan cengkraman Kim Bum, namun sepertinya tangan Kim Bum terlalu kuat hingga Minho gagal melepasnya

“lagi pula jika aku bermaksud seperti itu untuk apa aku bertanya pada hyung dulu?! Lepash~kanh hyungh, akh~ akhu gakh bis~ah nah~fas nih..” Minho berbicara dengan tersengal karena Kim Bum yang semakin mengeratkan cengkramannya saat mendengarkan penjelasan Minho

“jangan banyak alasan kau!!” bentak Kim Bum, kini Minho mulai terbatuk karena kesulitan bernafas
“ada apa ini?! Kim Bum, cepat lepaskan Minho. Apa kau ingin membunuh anak orang?!” seru Hyun Joong yang baru saja tiba di rumah dan langsung menarik Kim Bum menjauh dari Minho

Akhirnya Minho terlepas dari cengkraman Kim Bum, ia masih terbatuk-batuk menata kembali nafasnya sambil meraba lehernya yang merah.

“aku yakin orang tuanya akan berterimakasih padaku jika aku membunuh anaknya yang tak berguna ini” ketus Kim Bum
“apa maksudmu? Sebenarnya ada apa dengan kalian?” tanya Hyun Joong sambil menatapi Kim Bum dan Minho bergantian mengharap penjelasan
“Kim Bum hyung, jangan salah faham dulu. Aku benar-benar tak tahu menahu tentang obat itu. Justru aku baru tahu darimu kalau ternyata itu nikotin, sungguh aku tak sedang berbohong. Polos-polos gini aku sangat menghargai hidup sehatku, makanya aku rajin berolah raga tiap hari” #lalu hubungannya?! =,=’ # jelas Minho yang mengacuhkan pertanyaan Hyun Joong

Hyun Joong yang mendengar kata ‘nikotin’ itu membelalakkan matanya terkejut “hyaa!! Kalian ini kenapa?! Kenapa sebut-sebut nikotin segala?!” tanya Hyun Joong bingung
“benar juga, kau ini kan bodoh. Mana tahu hal semacam itu. Tapi aku tak akan percaya begitu saja padamu. Aku akan mengawasimu terus mulai sekarang jika dekat-dekat dengan So Eun” ancam Kim Bum yang tetap tak menjawab pertanyaan Hyun Joong
“cih, bukannya udah dari dulu ya hyung selalu mengawasiku saat bersama So Eun. Ada-ada saja…” gumam Minho pelan dengan sedikit cibiran
Kim Bum yang mendengar samar-samar ucapan Minho melotot kearah Minho

“apa yang kau bilang barusan?!” bentak Kim Bum
“akh, ani..hehe” elak Minho dengan senyum tanpa dosanya
“HYAA!! Kalian berdua cukup basa basinya, sama sekali tak sopan mengacuhkan pertanyaan orang yang lebih tua dari kalian. CEPAT JAWAB PERTANYYANKU. Jelaskan yang sebenarnya terjadi” pekik Hyun Joong dengan nada yang extra tinggi hingga berhasil Membuat Kim Bum dan Minho tak lagi mengacuhkannya

“aah, Hyun Joong hyung.. kau baru pulang jangan triak-triak begitu lah,sini duduk dulu, kau pasti capek habis kerja seharian.” Ujar Minho yang langsung menuntun Hyun Joong untuk duduk ke sofa. “Kim Bum hyung, kenapa kau diam saja, cepat ambilkan air untuk minum Hyun Joong hyung! Biar aku yang menjelaskan kesalah fahaman kita”

“heh bocah memangnya kau siapa berani-berani menyuruh tuan rumah disini?! Aisshh!!” ujar Kim Bum kesal namun tetap melakukan yang diucapkan Minho

Setelah menyerahkan minuman pada Hyun Joong, Kim Bum ikut duduk di hadapan Minho yang menjelaskan masalah keributan ‘nikotin’ pada Hyun Joong yang duduk disampingnya. Sesekali Kim Bum dan Hyun Joong mengangguk menanggapi ucapan Minho hingga tak terasa waktu yang telah ia lalui berjalan dengan cepat.

“kalian asyik ngobrol disini rupanya… Minho~ya, kau tak belajar malam ini. Jangan harap aku membantumu besok.” Ancam So Eun yang sudah keluar dari kamarnya bersama Seo Hyun

“iya, aku juga tak mau. Aku tak peduli sekalipun besok adalah ujian terakhir kita. Jangan harap kau dapat nyontek pekerjaan kami” timpal Seo Hyun diikuti anggukan So Eun
“hyaa!! Kalian kenapa bicara seperti itu?!” panic Minho. “aishh!!ini semua gara-gara Kim Bum hyung dan Hyun Joong hyung aku jadi mendapatkan kesulitan…”
“kenapa jadi menyalahkan kami?!” seru Kim Bum dan Hyun Joong serempak
“kan kau sendiri yang bermasalah kenapa bawa-bawa kami?” lanjut Kim Bum.
“sudah, jangan mulai keributan lagi! Aku pusing tau, dengernya” ujar So Eun
“Seo Hyun~a, kau sudah mau pulang? Kau di jemput supirmu kan?” tanya Minho
“ne, ini kan sudah malam jadi aku harus segera pulang. Ini aku akan menelfon supirku” jawab Seo Hyun sambil mengeluarkan ponsel merah marunnya
“jangan telfon!!” cegah Kim Bum tiba-tiba membuat seluruh mata orang-orang di sekitarnya menatapnya aneh
“kau tadi datang bersama Minho kan, jadi kau juga harus pulang bareng Minho” lanjut Kim Bum yang langsung menarik Minho untuk berdiri
“hyung, biarkan saja.. aku juga kan masih ingin disini. Ada soal yang mau kutanyakan dulu pada So Eun” tolak Minho
“Seo Hyun kan juga pintar. Kau juga kan bisa bertanya padanya. Kasian kalau dia menunggu supirnya, lebih baik kau antarkan saja dia sekarang” ucap Kim Bum berusaha membujuk Minho

“hyung kenapa bicaramu jadi manis begini padaku?” tanya Minho yang menyadari keanehan sikap Kim Bum padanya
So Eun dan Hyun Joong mengangguk kompak seolah setuju dengan pertanyaan Minho. Sedang Seo Hyun malah senyum-senyum dengan muka memerah ‘apa Kim Bum sunbae sedang memperhatikan aku sekarang? Wah, senangnya….’ Pikir Seo Hyun GR

“hyung, cepat katakan berapa yang kau butuhkan? Sebagai calon adik iparmu, aku tak akan mengenakan bunga pada hutangmu”ujar Minho yang sok mengeluarkan dompet dari saku celananya sebelum jitakan keras mendarat di kepalanya
“Kim Bum hyung, kenapa menjitakku? Kalau aku gagar otak gimana?” pekik Minho mengusap kepala malangnya
“aku lebih kaya darimu, untuk apa aku berhutang padamu?! Dasar bodoh!!” ketus Kim Bum
“cih, sombong sekali…” cibir Minho

Sebelum Minho beralasan lagi, Kim Bum buru-buru memaksa sambil mendorong tubuh Minho dan Seo Hyun “sudah cepat sana, kasian Seo Hyun kan jadi nunggu lama…!! Seo Hyun, Minho ayo aku antar kalian sampai depan” paksa Kim Bum
“aah, iya baiklah.. tapi jangan pakai dorong-dorong segala napa?” berontak Minho tapi tak dihiraukan Kim Bum yang malah membukakan pintu mobil Minho untuk Seo Hyun hingga membuat gadis itu makin melayang

“nah, Seo Hyun silakan.. hati-hati dalam perjalanan ya..” ucap Kim Bum dengan senyum manisnya yang membuat Seo Hyun makin tinggi melayang
“gumawo, sunbae…” ujar Seo Hyun malu-malu tapi mau

Minho hanya pasrah memasuki mobilnya dan menyalakan mesinnya.
“Minho, jaga Seo Hyun ya.. pastikan dia sampai rumahnya dalam keadaan baik-baik saja, araso?!.” Pesan Kim Bum

Seo Hyun sempat melambaikan tangannya pada So Eun yang berdiri di belakang Kim Bum sebelum mobil Minho membawanya pergi.

“sampai jumpa besok ya…” seru So Eun dengan senyum renyahnya
Setelah mobil Minho menghilang, diamatinya wajah Kim Bum yang terus saja tersenyum puas sambil berkacak pinggang. Kim Bum yang menyadari tatapan So Eun akhirnya bertanya, “kenapa kau memelototiku begitu?!”
“usaha yang sangat bagus, oppa.. tapi sayang semua itu akan sia-sia. Heh!” ujar So Eun sinis yang tahu jalan fikiran Kim Bum untuk mendekatkan Minho dan Seo Hyun agar menang dari taruhannya dengan So Eun
“kita lihat saja nanti, siap-siap untuk mengabulkan 3 permohonanku ya adikku sayang… ” Kim Bum mencium pipi kiri So Eun sebelum masuk kembali dalam rumahnya
huh!!” So Eun mengikuti Kim Bum masuk kedalam rumah sambil mengusap pipinya untuk menghapus jejak ciuman Kim Bum
Hyun Joong oppa, kenapa masih duduk saja? Kau kan belum makan, cepat mandi.. aku akan menyiapkan makan malamnya” ujar So Eun. Hyun Joong~pun segera naik kekamarnya sesuai intruksi So Eun

“biar aku bantu,” kata kim Bum mengikuti So Eun ke dapur untuk mulai memasak

***

“mulai gila kau?! Dari tadi senyum-senyum sendiri” cetus Minho dalam perjalanan menuju rumah Seo Hyun
“aah, Minho.. kau tak lihat tadi Kim Bum sunbae sangat perhatian terhadapku, akhirnya usahaku selama ini berbuah juga.hohohohohohoooo” ujar Seo hyun dengan mata berbinar-binar
“iya, berbuah pahit. Perhatian darimana?! Justru Kim Bum hyung tadi sedang mengusirmu. Menyuruhmu cepat pulang karena gak mau lama-lama lihat muka tak tahu malumu itu” bantah Minho sekenanya

“apa kau bilang?! Aishh… kau dengar sendiri kan dia tadi menyuruhmu untuk memastikanku selamat sampai rumah? Tak salah lagi, dia mungkin sudah bisa merasakan ketulusanku..” Seo Hyun tak mau kalah

“kau saja yang berlebihan, dia cuma basa basi tahu….hahahahaaa dasar GR!” ejek Minho menciutkan hati Seo Hyun yang tadinya penuh bunga
“cih, seenaknya saja bicaranya. Aku heran, bagaimana bisa Jonghoon sunbae si yang sangat cool itu bisa punya adik aneh seperti ini..” gumam Seo Hyun pelan sambil memalingkan pandangan keluar jendela

“Bagaimana jika aku bukan adiknya?!”tanya Minho dingin namun lebih pada dirinya sendiri
“MWO?!” pekik Seo Hyun
eh?! Dia sedang bercanda kan?!” batin Seo Hyun. Dilihatnya Minho yang serius mengemudi dengan pandangan tajam kedepan “akhir-akhir ini aku selalu saja lihat wajah seramnya, apa aku selalu salah bicara?!” pikirnya lagi
Tak ada lagi celotehan Minho, yang ada hanya diam.

“Minho~ya, nanti mampir dulu ya.. makan malamlah di rumahku, gimana?” tanya Seo Hyun mengalihkan pembicaraan namun sepertinya Minho tak mendengarnya karena tak ada jawaban dari Minho

lebih baik aku biarkan saja tadi dia mengejekku,daripada suasana jadi gak enak gini” sesal Seo Hyun

***

So Eun sibuk mencuci berbagai jenis sayuran yang akan dimasaknya. Setelah bersih, dipotonginya menjadi bagian yang lebih kecil entah agar mudah dalam memasak dan saat memakannya atau hanya supaya terlihat menarik untuk disajikan. Dengan cekatan So Eun mengerjakannya hingga dalam sekejap, semua sayur yang disiapkannya telah selesai ia potong-potong.

“oppa, dari tadi yang kau kerjakan hanya diam di belakangku. Dan kau sebut itu membantu?! Ha?!” kesal So Eun pada Kim Bum

“semuanya kau kerjakan sendiri dengan cepat, aku bingung mau melakukan apa..” jelas Kim Bum “katakan saja apa yang bisa aku bantu!”

So Eun membuang nafas sebelum memberi intruksi pada oppa manisnya itu.“itu saja, oppa lihat airnya udah mendidih belum? Kalau udah, masukin sayuran-sayuran ini. Mudah kan?”

“begitu saja sih gampang…” sombong Kim Bum yang langsung membuka tutup panci yang berisi air yang di tunjukkan So Eun padanya. Sedang So Eun menyiapkan ayam goreng yang ia pilih sebagai lauk makan malamnya kini.
Namun, “TRAAANNG~~~” #anggep aja suara tutup panci jatoh itu gini y, reader :p #
“Ouch, PANAAASS~~!! Tolong, jariku terbakar~~” Jerit Kim Bum
So Eun segera menghampirinya “oppa, kenapa?! Apa yang terjadi?” tanya So Eun panic
“ini, jariku So Eun… aduh, panas…” rengek Kim Bum. Tanpa pikir panjang So Eun langsung menarik tangan kiri Kim Bum dan meniupi jari-jari lentiknya
“apa sudah tidak panas lagi?” tanya So Eun khawatir tapi Kim Bum malah terkekeh
“hihihihiii…..” tawa Kim Bum membuat So Eun menatapnya heran
“heheheheheeee………” tawa Kim Bum makin lebar dan juga membuat So Eun makin heran
“oppa, apanya yang lucu? Tawamu aneh sekali!” tanya So Eun masih memegang tangan Kim Bum
“huwahahahahahhaaaaaaa………………..” tawa Kim Bum semakin menjadi “kau itu yang lucu, tanganku yang kena panci panas itu yang kanan. Kau malah kurang kerjaan niupin jari kiriku. Lagi pula tinggal di cuci pakai air saja kan beres. Udah gak panas lagi, kau ini lemot sekali….” Jelas Kim Bum sembari mengucurkan air pada tangan kanannya di wastafel yang ada didekatnya
“uh, oppa menyebalkan!!” So Eun menghempaskan tangan Kim Bum yang dari tadi dipegangnya “makanya lain kali biar gak panas pake lampin, begitu saja gak tahu”

# maaf ya, reader.. authornya gak tahu bahasa indonesianya yang bener kain buat nglindungin tangan saat angkat masakan yang baru matang dari atas kompor itu apa?! (yang tahu tolong di jawab ya!!) author udah nyoba tnya2 tetep gak nemu jawaban jadi pake bahasa daerah author aja ‘lampin’ hehehe😛 #

“kanapa gak bilang dari tadi? Mana aku tahu, aku kan gak pernah masak!” bela Kim Bum pada dirinya sendiri
“ya sudah oppa duduk saja, biar aku kerjakan sendiri. Daripada bukannya bantuin, oppa malah ngrepotin..” omel So Eun lalu melanjutkan kegiatan memasaknya

Setelah beberapa saat, hidangan istimewa ala sheff So Eun telah memenuhi setengah bagian meja makan panjang keluarga Kim tersebut.

“akhirnya selesai juga…” So Eun melepas celemek yang ia kenakan
“ehmm, harumnya.. aku jadi lapar, So Eun cepat panggilkan hyung untuk makan. Aku sudah tak sabar lagi!” Kim Bum meletakkan PSPnya yang ia gunakan untuk bermain game selama menunggu So Eun

“oppa, kau tega sekali menyuruhku, sedang aku baru selesai mengerjakan tugasku..” ujar So Eun memasang wajah memelasnya
“ah, baiklah aku saja yang panggil..” ucap Kim Bum tak tega pada So Eun “ HYUUNG!! Cepat turun, makan malam sudah siap!!”
“kalau teriak gitu aku juga bisa. Kupikir oppa kan ke atas manggil Hyun Joong oppa”
“aah, kelamaan” jawab Kim Bum singkat

Tak lama Hyun Joong telah bergabung di meja makan dan mulai menyantap lahap hidangan yang tersedia bersama kedua adiknya.

“oppa, lusa boleh tidak aku menginap di rumah Seo Hyun 2 malam saja?” tanya So Eun menatap Hyun Joong penuh harap di sela-sela makan malamnya

“tidah boleh.” jawab Kim Bum to the point
“aku bukan bertanya padamu, oppa. Tapi Hyun Joong oppa” balas So Eun
“sama saja.. Aku kan juga oppamu, kenapa hanya bertanya pada hyung?” tanya Kim Bum dengan mulut penuh makanan
“tentu saja beda, Hyun Joong oppa kan kepala keluarga pengganti eomma dan appa selama tidak disni. Jadi semua keputusan ada di tangannya” jelas So Eun
“cih, pilih kasih..” Kim Bum mencibir
sudah, jangan berantem kalian ini…” timpal Hyun Joong yang setelah lama diam “memang kenapa kau harus menginap segala, So Eun?”
“karena orang tua Seo Hyun akan pergi ke Eropa lusa nanti. Dan Seo Hyun tidak bisa ikut sebelum pengumuman kalulusan sedang orang tuanya khawatir Seo Hyun sendirian. Biasa lah, anak tunggal. Jadi Seo Hyun memintaku menemaninya” terang Seo Eun panjang lebar
“ jangan diijinin, hyung.. ntar kalau terjadi apa-apa sama So Eun gimana? Apa lagi cuma tinggal bersama Seo Hyun. Mereka berdua kan sama-sama gadis manja” ujar Kim Bum yang melihat hyungnya berfikir
“oppa, kau diam saja kenapa sih..!!” protes So Eun
“tapi Kim Bum benar So Eun, aku tidak bisa membiarkanmu hanya tinggal sendiri bersama Seo Hyun. Kalian perempuan kemungkinan bisa ada apa-apa yang tidak dinginkan bagaimana?” ujar Hyun Joong dengan sikap wibawanya

“ah, oppa terlalu berlebihan. Gak usah sekhawatir itu napa?! Aku dan Seo Hyun kan juga di jaga sama pelayan-pelayan Seo Hyun yang bejibun itu..” jelas So Eun

“lha itu udah ada pelayannya yang jagain. Jadi kau tak perlu menemani Seo Hyun khan..aph~” ujar Kim Bum terpotong karena So Eun yang kesal telah menjejalkan paha ayam goreng kemulut Kim Bum

Kim Bum melotot pada So Eun yang membalasnya dengan juluran lidah.
“gini aja So Eun, aku mengerti kekhawatiran orang tua Seo Hyun. Karena itu, daripada kami mencemaskanmu untuk menginap ditempat Seo Hyun bagaimana jika Seo Hyun saja yang tinggal disini sementara orang tuanya pergi?! Cukup adil kan?!” saran Hyun Joong bijak
“bolehkah begitu, oppa?” tanya So Eun antusias. Hyun Joong mengannguk dengan senyum manisnya.
“oh iya, aku ada berita bagus untuk kalian. Dalm waktu dekat ini, eomma dan appa akan pulang. Jadi, kalian bersiaplah untuk menyambut mereka” ujar Hyun Joong
“jeongmal?!” pekik Kim Bum dan So Eun kompak
“sungguh, aku sangat merindukan appa dan eomma. Senangnya, akhirnya mereka pulang juga…” ujar So Eun sumringah

Setelahnya, 3 sodara ini melanjutkan acara makan malam mereka dengan damai.

***

“sudah sampai”
“oh! Trimakasih Minho sudah mengantarku” jawab Seo Hyun tak menyadari telah berada didepan kediamannya. Seo hyun~pun langsung keluar dari mobil Minho.
“jangan lupa, besok bantu aku mengerjakan soal ujian” pesan Minho serius saat Seo Hyun menutup kembali pintu mobil Minho

Minho bicara tak dengan cengengesan khasnya seperti biasa. Tak ada nada bercanda sedikitpun pada ucapannya.

“Minho ini minta contekan saja seperti perampok yang mau nodong korbannya, apa dia masih memikirkan nasib persaudaraannya?!” batin Seo Hyun yang heran dengan sikap Minho
“i~iya, baiklah.. kau tak perlu kuatir tentang itu. Kalau perlu kau tak usah belajar malam ini. Kau istirahat saja. Begitu sampai rumah kau langsung tidur saja. Aku juga akan berdoa agar besok kita dapat pengawas yang baik hati dan……” panjang lebar Seo Hyun berusaha mencairkan keadaan hati Minho namun sia-sia karena belum selesai Minho lngsung memotong ucapannya.

“terimakasih Seo Hyun, aku pulang dulu” pamit Minho langsung melajukan mobilnya

“ne, hati-hat..” lagi-lagi Seo Hyun tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena Minho dan mobilnya telah melesat jauh dari hadapannya.
“tunggu sampai aku menceritakan ini So Eun, kau akan kaget karena dugaanku benar” gumam Seo Hyun yang berjalan memasuki rumahnya

***

So Eun langsung masuk kekamarnya seusai ia membereskan meja makan setelah selesai makan malamnya tadi. Baru saja ia membaringkan tubuhnya, seseorang mengetuk kamarnya.

“So Eun~a, apa kau sudah tidur?” tanya suara lembut di balik pintu kamarnya
“boleh oppa masuk sebentar?” lanjut suara tersebut
“belum oppa, silakan masuk saja.. gak dikunci kok..” jawab So Eun kembali bangun dari baringannya. Sedang si pemilik suara lembut yang ternyata Hyun Joong langsung membuka pintu dan masuk ke kamar adik cantiknya itu.

“oppa, ada apa? Kenapa belum tidur?” tanya So Eun begitu Hyun Joong sudah duduk di tepi tempat tidurnya

hanya belum bisa tidur saja” jawab Hyun Joong dengan sunggingan senyum hangatnya “sebenarnya ada yang ingin oppa tanyakan padamu” lanjut Hyun Joong

“oppa mau tanya apa?” tanya So Eun penasaran
ehm, seandainya… ini seandainya saja ya, jadi gak beneran” Hyun Joong ragu memulai kalimatnya
iya oppa, katakana saja. Ada apa sih? Aku jadi penasaran” desak So Eun
misalkan Kim Bum itu bukan adik kandungku berarti kan dia juga bukan oppa kandungmu, bagaimana perasaanmu saat mengetahuinya? Lalu apa yang kau lakukan setelah mengetahui kenyataan itu?” akhirnya keluar juga pertanyaan dari mulut Hyun Joong untuk sedikit menjawab kerisauan hatinya

“oppa kenapa bertanya seperti itu?” tanya So Eun bingung juga kaget
“itu, teman oppa tadi menceritakan masalahnya lalu menanyakan hal itu padaku. Dan aku tak tahu mau jawab apa, karena penasaran aku tanyakan saja padamu. Bagaimana menurutmu?” dusta Hyun Joong

“hah, benarkah?! Aku tak tahu, aku kan tak pernah mengalaminya. Lagi pula tak mungkin kan terjadi, Kim Bum oppa begitu mirip dengan Hyun Joong oppa musti beberapa minatnya berbeda. Jadi aku tak bisa membayangkan sekalipun hanya seandainya. Yang pasti, aku sudah sayang sama 2 oppaku yang tampan ini. Selamanya, sampai kapanpun aku akan tetap sayang…” jawab So Eun polos dengan senyum tulusnya

“oh, begitu ya.. oppa juga sangat menyayangimu sampai kapanpun. Jangan sampai kau lupakan hal itu ya…” ujar Hyun Joong memeluk hangat adiknya. So Eun membalas pelukan Hyun Joong tak kalah hangat
“hikz.. hikz.. sungguh drama yang mengharukan. Kalian cocok sekali jadi selebritis, sungguh hatiku tersentuh.. hikz..” ujar Kim Bum tiba-tiba yang menirukan suara seseorang seolah sedang menangis

Hyun Joong dan So Eun kaget ketika melihat Kim Bum yang sudah berdiri di ambang pintu kamar So Eun yang memang terbuka dari tadi itu melepaskan pelukannya.

Kim Bum sedang apa kau? Mengagetkan saja. Sejak kapankau berada disitu?” tanya Hyun Joong
“oh, dramanya udah selesai ya..” Kim Bum berlagak pura-pura menghapus air mata keringnya “baru saja, apa aku melewatkan sesuatu?”
“tidak ada apa-apa” jawab Hyun Joong kemudian mencium kening So Eun sebelum beranjak dari tempat tidur So Eun “cepatlah tidur, besok terakhir ujianmu kan?”

So Eun~pun mengangguk dan tersenyum.

“kau juga, Kim Bum.. jangan sering tidur larut malam” pesa Hyun Joong sambil menepuk bahu Kim Bum kemudian keluar dari kamar So Eun
“ada perlu apa oppa kemari?” tanya So Eun melihat Kim Bum yang berjalan masuk kekamarnya dan duduk tepat di tempat Hyun Joong duduk tadi
“aku mau pinjam buku biologimu kelas 3. Punyaku gak tahu tuh ilang kemana..” aku Kim Bum
“huu dasar kebiasaan!!” cibir So Eun “buku oppa kan emang ada di aku, aku mana pernah punya buku sendiri? Semua bukuku kan turunan dari oppa. Itu dimeja ambil saja” # author heran lg nie, masa’ orang kaya buku aja pake turun temurun segala >, “hehe, benar juga ya.. pantas aku cari ampe pasar Gedhe Solo gak nemu juga” jawab Kim Bum asal
pasar Gedhe? Solo?! Mana tuh?!” tanya So Eun bingung
udah, gak penting. Gak ada juga di peta ini.” Jawab Kim Bum sambil mengambil bukunya kemudian duduk kembali memandang So Eun
bukunya udah kan? Lalu ada apa lagi?” tanya So Eun yang juga menatap Kim Bum
“kau sungguh adik yang pilih kasih!” ujar Kim Bum menatap So Eun tajam
“pilih kasih apanya?” tanya So Eun polos
“kau lebih sayang Hyun Joong hyung daripada aku.” Cemburu Kim Bum
“aisshh, oppa ini sedang bicara apa sih? Ada-ada saja, sudah sana kluar. Aku mau tidur nih..” omel So Eun
“tuh kan, bener.. aku aja di usir-usir kalu hyung di peluk-peluk, sungguh tidak adil” Kim Bum memalingkan mukanya dari So Eun. So Eun terkekeh melihat tingkah oppanya yang satu ini.
“oppa, kau tahu kalau sedang ngambeg gini kau terlihat seperti nenek-nenek tua.hehehehe” canda So Eun sambil memeluk punggung lebar Kim Bum dan menyandarkan kepalanya di bahu Kim Bum “aku juga sayang oppa, aku tak pernah membedakan kalian berdua”

“bohong!” ketus Kim Bum

“untuk apa aku bohog?! Cup..” So Eun mencium pipi kiri Kim Bum “aku sungguh sangat menyayangi Kim Bum oppa, lebih dari diriku sendiri apa oppa tahu?”

Kim Bum tersenyum mendengar ucapan So Eun lalu melepaskan pelukan So Eun seraya berbalik menghadap So Eun “wah, benarkah? Apa kau sedang merayu oppamu ini?”
“geure..” aku So Eun dengan senyum cerahnya
“ehm, gadis jaman sekarang memang suka bicara langsung begitu ya?” ujar Kim Bum sambil mengelus pipi kanannya dan berkata, “tapi sepertinya wajahku tidak seimbang nih..”

“ah, araso..cup..” So Eun yang mengerti maksud Kim Bum segera saja mencium pipi kanan Kim Bum
memang benar, kau adalah adik termanis yang pernah aku dan Hyun Joong hyung miliki. Selalulah seperti ini, aku sangat menyayangimu” ujar Kim Bum yang kini memeluk erat So Eun

tentu saja, memangnya oppa baru sadar? Sudah ah, aku ngantuk. Besok saja kita lanjutkan lagi.hehehe” ucap So Eun melepaskan pelukan Kim Bum
“baiklah, cepat tidur ya.. besok biar aku yang mengantar jemputmu.. cup..” giliran Kim Bum yang mencium kening So Eun sebelum meninggalkan kamar So Eun. Tak lama setelah itu So Eun~pun terlelap dalam dunia mimpinya malam itu. # sumpah, author iri bayangin eunie di ciumin ma 2 cowok cakep. Author juga mau donk.. dari Onew, Thunder, Donghae, Jaehee, silakan antri kalo mau nyium author y..😀 hahahahaha # siap2 di bakar masa #

***

Di kediaman Choi..

Minho yang baru sampai dirumahnya langsung menuju kamarnya yang tak perduli dengan seluruh keluarganya yang sedang berkumpul. Ia melewati ruang keluarga yang riuh dengan tawa tanpa sedikitpun memandang bahkan melirik sajapun tidak. Hingga suara berat appanya menghentikan langkahnya.

“minho, darimana saja kau?” tanya tuan Choi appa Minho dan Jonghoon
“apa perduli appa, sebaiknya appa urusi saja anak tersayangmu yang baru pulang dari luar negri itu” ketus Minho
“Minho~ya, apa yang kau katakana barusan?” pekik eomma Minho dan Jonghoon
“memang benar kan? Hanya dia yang selalu appa dan eomma banggakan. Sedang aku tak ada nilainya sama sekali dihadapan kalian” Minho Berlari menuju kamarnya setelah menyelesaikan kalimatnya tak perduli dengan suara eommanya yang memanggil namanya

“eomma, sudahlah. Aku tahu hal ini akan seperti ini keadaanya. Kenapa eomma dan appa tak jujur saja?” Jonghoon akhirnya angkat bicara melihat adik semata wayangnya itu terus menerus memusuhinya
justru karena kami terlalu sayang dengan Minho, makanya kami tak ingin Minho tahu tentangmu Jonghoon.” jelas appanya
“dan kami juga menyayangimu, makanya mulai besok eomma dan appa sepakat meminta dokter Kim untuk tinggal disini supaya bisa menjagamu 24 jam penuh!” timpal eommanya

“maksud eomma Kim Sarang?!” tanya Jonghoon dengan mata bersinar
“memangnya dokter Kim yang mana lagi?” tanya appa Jonghoon
“kenapa wajahmu jadi berseri-seri? Apa kau begitu senang dengan dokter Kim?” tanya eomma Jonghoon dengan tatapan menggoda. Sedang Jonghoon hanya menunduk malu sambil menyembunyikan bunga-bunga dihatinya.

***

“jadi oppamu mengusulkan aku saja yang kerumahmu?” tanya Seo Hyun memastikan setelah mendengar penjelasan So Eun dari Hyun Joong
So Eun mengannguk mantap.

“baiklah, aku akan bicara sama orang tuaku. Sepertinya mereka tak keberatan selama aku tidak tinggal sendiri. Gumawo ya, So Eun.. kau memang sahabat terbaikku” ujar Seo Hyun memeluk So Eun

“eh, kemana Minho?” tanya So Eun yang baru sadar Minho tak ada di sekitarnya seperti biasa
“aku juga tidak tahu, selesai ujian tadi ia buru-buru pergi gitu.” Jawab Seo Hyunaku prihatin dengannya, kenapa masalahnya datang saat ujian akhir begini ya.. nunggu ampe lulus dulu napa, biar dia konsen pada ujiannya..”
“masalah?! Memangnya kau mengetahui apa lagi?” tanya So Eun penasaran

Minho semalam bilang padaku kalau dia bukan adiknya Jonghoon sunbae..” jelas Seo Hyun membuat mata So Eun terbelalak saking kagetnya “sepertinya dugaanku benar, kalau mereka bukan sodara kandung..”

“aku tetap tak yakin akan hal itu……” gumam So Eun masih tak percaya
“So Eun~a, aku udah di jemput tuh” ujar Seo Hyun menunjukkan mobilnya yang baru datang

“ya sudah, kau pulang saja dulu. Sebentar lagi juga oppaku jemput”
“bener nih, gak apa-apa aku tinggal?” tanya Seo Hyun memastikan
“iya, sudah sana. Kau tenang saja” jawab So Eun lembut.
“baiklah, aku juga kan harus membantu orang tuaku berkemas untuk beberangkatannya besok” balas Seo Hyun sebelum meninggalkan So Eun “sampai jumpa besok di rumahmu ya, So Eun”
“Besok kau jadi menginap dirumhku kan, pasti akan sangat menyenangkan..” So Eun membalas lambaian tangan Seo Hyun yang mulai meninggalkannya. Seo Hyun hanya mengangguk dan melemparkan senyumannya.

Kim Bum~pun akhirnya tiba tepat saat mobil Seo Hyun meninggalkan sekolahan.
“tumben kau sendirian. Mana 2 cecungukmu itu?!” tanya Kim Bum
“oppa, sopanlah sedikit menyebutkan nama teman-temanku” So Eun mengerucutkan bibirnya
iya, iya.. oppa minta maaf. Jangan manyun gitu ah, jelek tahu..” bujuk Kim Bum. So Eun mengangguk dan tersenyum
“nah, gitu baru adik oppa yang manis” ujar Kim Bum mencubit dua pipi So Eun “sekarang ayo kita pulang, tapi sebelumnya kita makan dulu ya..
“siap oppa…” seru So Eun senang

Di perjalanan…

“oppa, stop. Kita berhenti sebentar disini” ujar So Eun. Kim Bum~pun berhenti sesuai permintaan So Eun
“untuk apa ke apotek? Apa kau sedang sakit?” cemas Kim Bum mendapati tempat yang dimaksud So Eun adalah apotek
“perutku agak tidak enak, oppa. Sepertinya memang sudah tanggalnya, biasanya aku minum obat untuk mengurangi rasa sakitku.” Terang So Eun
“sudah tanggalnya? Tanggal apa maksudmu?” tanya Kim Bum tak mengerti
“ah, oppa begitu saja tak mengerti. Itu, sakit yang di derita semua perempuan setiap bulannya..”
owh, itu.. iya, oppa ngerti. Perlu oppa antar kedalam?”
“tidak usah, oppa tunggu saja disini. Cuma sebentar saja..” So Eun memasuki pintu apotek sendiri, sedang Kim Bum menunggunya dalam mobil

***

“ye, khamsa hamida…” ujar seorang pria setelah mendapatkan uang kembaliannya, namun naas, ketika Ia berbalik tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis yang masih mengenakan seragam SMUnya, membuat tablet-tablet obat yang baru saja di belinya jatuh berantakan di lantai

“oh, josohamina..” ujar gadis itu sambil memunguti tablet-tablet obat milik lelaki yang ditabraknya. “sepertinya ini tidak bisa digunakan lagi” lanjut gadis itu karena melihat beberapa tablet ada yang tak sengaja terinjak
“ah, gwencana.. “ ucap lelaki itu sambil tersenyum

Gadis yang ternyata So Eun itu terkejut saat melihat siapa lelaki yang barusaja di tabraknya “Jonghoon sunbae…” gumam So Eun pelan
Sedang lelaki itu hanya tersenyum pada So Eun tanpa menyadari namanya di sebut. “apa dia lupa padaku?” batin So Eun sedikit kecewa
“kau tidak apa-apa nona?” tanya Jonghoon cemas melihat So Eun terbengong dihadapannya
“ah, tidak.. aku akan menggantinya” ujar So Eun sembari berjalan cepat menuju kasir dan meminta obat yang sama dengan jumlah yang sama dengan obat milik Jonghoon yang ia jatuhkan tadi

“hey nona, tidak perlu” seru Jonghoon namun tak dihiraukan So Eun
“ini, sekali lagi maafkan aku yang tidak hati-hati” So Eun menyerahkan obat baru pada Jonghoon
“sebenarnya tidak apa-apa jika tidak kau ganti. Kau kan tidak sengaja. Tapi terimakasih ya..” Jonghoon menerima obat dari So Eun dan tersenyum ramah. So Eun balas tersenyum

“kalau begitu aku pamit dulu ya..” lanjut Jonghoon kemudian keluar dari apotek
“sakit apa ya, dia?” batin So Eun bertanya
itu, bukankah Jonghoon?” pekik Kim Bum melihat Jonghoon keluar dari dalam apotek. Kim Bum keluar dari mobilnya berniat untuk menyapa. Namun panggilannya terabaikan karena Jonghoon sudah melajukan mobilnya
“oppa, kenapa ada di lluar?” tanya So Eun yang baru saja keluar dari dalam apotek

“tidak, hanya saja didalam sangat panas makanya aku keluar” jawab Kim Bum sekenanya
“hahahahaaa oppa aneh, dalam mobil kan berAC manamungkin panas?” kekeh So Eun
“ah, sudahlah.. apa kau sudah mendapatkan obatmu? Cepat masuk dan pulang” ajak Kim Bum seraya memasuki mobilnya diikuti So Eun
Namun, ketika akan menyalakan mesinnya Kim Bum melirik obat yang dipegang So Eun “freksitas” gumam Kim Bum membaca bungkus obat yang dipegang So Eun. Cepat-cepat Kim Bum merebutnya dari tangan So Eun.

“apa ini obat yang kau beli?” tanya Kim Bum megamati obat tersebut
“aniyo, itu obat seseorang yang tadi tak sengaja kujatuhkan. Tapi aku sudah menggantinya kok” jawab So Eun apa adanya “memang itu obat apa, oppa?”
Kim Bum mengingat Jonghoon yang baru saja ia lihat “jangan-jangan…..” pikir Kim Bum
“apa ini milik Jonghoon? Kau tadi bertemu dengannya kan?” tanya Kim Bum memandang So Eun tajam
“kau tahu, oppa..” jujur So Eun dengan menundukkan kepalanya
“apa dia sudah gila?” geram Kim Bum
“siapa yang gila, oppa?” tanya So Eun heran dengan sikap Kim Bum

Namun Kim Bum mengacuhkan pertanyaan adiknya dan segera mengetik sesuatu pada ponselnya. Rupanya dia mengirimkan pesan pada seseorang.

To: Kim Sarang
Kita harus segera bertemu di caffe biasa.
Ada hal penting yang harus kita bicarakan sekarang.
From: Kim Sang Bum
“ayo So Eun kita harus cepat pulang” ujar Kim Bum seraya menyalakan mesin mobilnya.

To be continue…

Wah, Kim Bum mau bicara penting apa tuh ma Kim Sarang?
Terus gimana ya, kisah BumSo selanjutnya?
Adakah yang penasaran?:P

Huft…. Akhirnya kelar juga part 3nya. Terima kasih buat reader yang sudah bersedia membaca ff author yang semakin hari semakin lekat akan ke GaJeannya,hehe😀
Maaf buat reader yang makin bingung baca cerita ini. Kan tadi author udah bilang kalau lagi maksain imaji terbatas author jadi cerita kepanjangan gini.hehehe 
Untuk koreksi buat author yang lagi belajar nulis nih, tolong kasih coment berupa kritik dan saran ya reader… ^______________^
C U next story…

Tags: , , , , , ,

26 responses to “사랑 하지 못 하다 ( sarang haji mot hada ) tidak mampu mencintai Part 3”

  1. merli says :

    wow makin seru …
    author , aku pengennya bumsso jatuh cinta sebelum dia tau kalo mereka buka kaka kandung dong !!!! mereka juga misalnya melakukan hal yang tidak wajar misalnya kisseu .

  2. kikey says :

    Author ff ini selalu aja bikin penasaran hehe. Ga sabar deh ketauan siapa yg bukan anak kandung. Kim bum mau ngmg apa ya ke kim sarang? Sumpah penasaran banget lanjutannya thor. Secepatnya yaa. Gomawoo. Fighting😀

  3. bumie-nda says :

    bagus…thor critamx,,
    stuju ama author,pingin dicium ama kim bum n hyun joong#iri ama so eun#
    lanjutin ya,ditunggu loh,,

  4. dae says :

    seruuuuuuuuu yuhhuuuuuuy
    oh no, jae hee is mine ga boleh kiccing kiccing-an yaaaaah
    ayo ayo ada si sa rang si kaki indah mulusss

    • Elza Uswatun Khasanah says :

      aigoo istri’na jae hee nie?! hahahahahahaaa
      author mnta mav’ ye, bub. antara author dan jae hee cuma layak’na oppa dan dongsaeng aja ko’.hehe😛
      author ini istri’na Onew..wkwkwkwkwkwwkkkk😀
      itu kaki kim sarang kaya’ pny author dunk, indah n mulus.hehe *100% fitnah* #abaikan >,<'

      gomawo udah baca n coment ^___^

      _bow_

  5. rosiyaniocii says :

    Hyaaaa seru2 ahhh. Wah rahasia apa nih yg disembunyiin appa dan omma so eun itu. Siapa yg sebenernya anak angkat ? Huaaaa. Lucu ihhhh bum terlalu over ma eunnie gtu. Hihi. Trus itu minho ada apa ya ma jonghoon ? *penasaran jg yg ini. Huaaaa pasti ada yg gawat nih ma jonghoon ampe bum kaget liat obat itu. Hmmmmm author ayooo lanjut asap ya. Bagussss nih

  6. Sary aj0w says :

    Waw heb0h nie epep!gud j0b bwt auth0r..0yo yg mslah ‘lampin’ tu…mnurudQ auth0r tgal blg ja..’kain lap’ dijamin para reader se nusantara jg ngarti,wkakakaka…lup bumss0..

    • Elza Uswatun Khasanah says :

      ehmmm ‘kain lap’ aja gitu ya.hehehe
      author’na t’lalu hebring kmren ampe tanya tmen2 s’kmpuz.hahahaa😀

      makasih banget udah baca n coment ya.. ^___________^
      d tunggu lagi kehadiran’na d next part🙂

      _bow_

  7. amniminry_anis says :

    ah, author.. makin seru deh..
    apa kim bum bkn saudara kandung mereka?
    minho, jangan marah marah terus dong yeobo ._.
    next part ditunggu :))

  8. dhia says :

    aaaiiihh…
    jadi cerita detective dech!
    tapi aku suka!
    lanjut ya thor!

  9. Elza Uswatun Khasanah says :

    hah?! mana?! siapa yang jadi detective?! ko’ author’na kagak tahu?! hahhahaaaa😀 #abaikan
    gumawo udah baca n coment ^__^
    d tunggu lagi coment’na next part🙂

    _bow_

  10. kimmify says :

    seruuuuu seru author. jadi kimbum yg anak angkat? *reader sok tau*
    serem juga klo minho lagi marah haha
    aku suka adegan kimbum yg di cium pipi sama soeun
    Kim Bum sambil mengelus pipi kanannya dan berkata, “tapi sepertinya wajahku tidak seimbang nih..”🙂 suka banget yg pas ini
    penasaran nih lanjutannya author
    update soon yaaaaaaaaaaa!
    hwaiting!😀

  11. putri says :

    akhirrnya ff yang aku tunggu datang jga….
    kimbum ma soeun bkan saudara kandung ea…
    baguslah …hehehehe
    cz aku pengen kimbum ma soeun…
    v nie ff tambah banyak bikin aku penasaran……
    aku tunggu part selanjutnya author… oh iya maaf koment’a lama dari postingan sebenernya aku udah baca dari 2 hari yang lalu v mw koment’a susah bnget mian..

    • Elza Uswatun Khasanah says :

      hehe, iya gak p2 owk..^^ yang penting skrg udh coment. reader udh mau bc ff aneh nie jg author da makacih banget. ^_^ tp coment jg wajib klo da bava *maksa* hehe😛

      jangan lupa tunggu part selanjutnya ya reader yang baik🙂
      sekali lagi makacih.. ^__________~

      _bow_

  12. Anhie 'zu says :

    ph trnyata kim bum toh yg bkn saudara kndng mrka….
    ckckckckckckck

  13. ashillach says :

    waw… makin bikin pnsrn nih…
    minho-nya knp sih? bkn org pusing aja =_=”
    lanjut thor!!!!

  14. afri says :

    makin penasaran thor, lanjut terus ya, tetep semangat buat nyelesaian FF-nya

  15. lanny says :

    thor, kok lama bngt next part nya, jd gk sbr niihh..

  16. anes tia says :

    whhhh keren banget ceritanya dan lain daribiasanya biasanya kan bukan kim bumyang jdi dokter tpiiiii lupain dah ceritanya seru mendebarkan lucu dan ya romantis gt !!!!!!!!!!!!!
    ditunggu part selanjutnya

  17. retret says :

    Bagus..bagus..baaaaagguuuuuuuussss….bacanya mpe deg-degan..kembang kempis..daebaaakkk…

    Ditunggu part selanjutnya thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: