I Love You

Author : Rainbow D(x)

Main Cast: Kim So Eun Kim Bum ,
Cast: Koo Hye Sun, Lee Min Ho, eomma So Eun, kakek Kim Bum, Ji Chang Wook, Kim Soo Hyun, Park Jin Hee, Kim Joon.

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: One shoot


Annyeong mates, Author lagi coba bikin One Shoot nih. Mian kalau ceritanya aneh ya! Enjoy!

“Kim So Eun!”teriak Ji Chang Wook, oppanya. “Sampai kapan kau mau tidur??”
“Huamm.. aku masih mau tidur oppa, sama teddy bearku ini.”jawab So Eun sambil terus memegang teddy bearnya.
“Kamu kan bisa bangun dulu terus sarapan.”ucap Chang Wook lagi.
“Kalau oppa masih maksa aku, aku nangis nih.”ancam So Eun dengan mata berkaca-kaca. Oppanya menghela napas panjang lalu keluar dari kamar So Eun.

Di ruang makan..

“Mana So Eun?”tanya eomma.
“Tahu tuh, nggak mau bangun. Malah asyik sama si teddy bearnya tuh,”jawab Chang Wook.
“Wah, nanti siang pasti dia main barbie nih.”celetuk Kim Soo Hyun, adik So Eun. “Aku merasa seperti mengurus anak kecil eomma.”
“Hush, jangan bilang begitu. Bagaimanapun juga dia noonamu.”nasehat eomma.
“Eomma!! Mau kue cokelat!!”seru So Eun yang sudah ada di dapur sambil membawa teddy bearnya.
“Ya ya sayang, sebentar ya.”jawab eomma sambil mengambil kue di kulkas.
TEETT..
“Wah, siapa ya yang datang?” Chang Wook membuka pintu. “Hye Sun?”
“Anyyeong oppa.”sapa Koo Hye Sun yang tak lain adalah sahabat So Eun. “Aku datang untuk bermain dengan So Eun.”
“Wah, baguslah. So Eun ada di dapur tuh. Dengan teddy bearnya tentunya.”ucap Chang Wook.
“Jeongmal? Aku ke dapur dulu ya.”ucap Hye Sun sambil menemui So Eun.
“So Eun!!”panggil Hye Sun.
“Hye Sun, hari ini kita main ya di taman.”ajak So Eun ceria. Hye Sun menganguk.

***

“Kim Bum! Sudah berkali-kali kakek katakan jangan suka pergi ke klab malam!”seru kakek.

“Kakek tidak usah mencampuri urusanku deh!”balas Kim Bum.

“Mengapa kau begini sih, sejak lima tahun yang lalu??”tanya kakeknya.

“Mengapa? Hah, kakek penyebab orang tuaku meninggal! Kalau bukan karena kakek hari itu aku..” Kim Bum tidak melanjutkan kata-katanya. Dia terdiam lalu berjalan keluar.

“Kim Bum! Mau kemana kau?!!”teriak kakeknya. Namun, Kim Bum tidak mendengarnya.

***

Di taman..

So Eun asyik bermain dengan kupu-kupu. Hye Sun menatapnya sambil tersenyum.
“Hye Sun! Lihat hewan ini, cantik kan??”tanya So Eun sambil menunjuk ke arah kupu-kupu berwarna pelangi.
“Nee, warnanya seperti pelangi.”jawab Hye Sun.
“Pelangi? Apaan tuh?”tanya So Eun polos.
“Pelangi itu benda langit yang ada setelah hujan warnanya berwarna-warni lho, ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.”jelas Hye Sun.
.”Aku ingin melihatnya.”ucap So Eun manja.
“Lebih bagus kalau kau melihatnya bersama orang yang kau cintai.”timpal Hye Sun.
“Orang yang kucintai kan ada empat. Eomma, oppa, Soo Hyung sama kamu?”tanya So Eun masih dengan nada polos.
“Bukan itu, orang yang kamu cintai itu adalah orang yang paling spesial di hatimu. Disaat hatimu bergetar saat melihatnya. Nanti kamu juga akan merasakannya.”jelas Hye Sun.
“Wah, kamu sedang merasakannya ya?”tanya So Eun sambil memegang tangan Hye Sun. Hye Sun terkejut.
“Kamu bisa membaca perasaanku?”tanya Hye Sun.
“Nee, perasaanmu itu berbunga-bunga kan? Tapi anaeh deh, masa’ di perasaanmu tumbuh bunga? Perasaanmu disiram pakai air dong?”tanya So Eun polos. “Hye Sun, disana ada es krim cokelat! Aku mau beli ya!”
So Eun berlari kea rah toko es krim.
“So Eun, jangan terlalu jauh!!”seru Hye Sun.

Di toko es krim..

“Aku mau es krim yang ini!”tunjuk So Eun. Pelayan di toko es krim itu pun memberikan es krim itu. So Eun memberikan uangnya. “Terima kasih banyak!”seru So Eun sambil berlari keluar toko es krim.
Di depan toko es krim..

“Wah, enak!”seru So Eun sambil menjilat es krimnya di salah satu bangku di taman itu. Tiba-tiba ada seorang pria duduk di sampingnya. Raut wajahnya menandakan dia sedang kesal.

“Annyeong, Kim So Eun imnida.”sapa So Eun sambil mengulurkan tangannya. Pria itu menatapnya saja.

“Kau tidak mengenal siapa aku?”tanya pria itu.
“Hah?!”seru So Eun bingung. “Aku nggak tahu.” So Eun menggelengkan kepalanya.
“Sepertinya kamu tidak pernah membaca Koran ya gadis malas?”sindir pria itu. “Baiklah, Kim Sang Bum imnida. Panggil aku Kim Bum.”
“Wah, namamu lucu ya! Kim Bum. Mirip mobil lagi jalan, bum..bum..bum..”ucap So Eun polos.
“Apa?! Berani benar kamu ya??”seru Kim Bum. Dia melihat mata So Eun yang berkaca-kaca.
“Hiks..hiks.., kamu jahat. Eomma, ada orang jahat.”isak So Eun. Kim Bum bingung melihatnya. Di tambah lagi, orang-orang melihat mereka sambil berbisik-bisik.
“Hei, jangan nangis lagi dong..”bujuk Kim Bum tiba-tiba hatinya tergerak untuk memeluk So Eun. Dia pun memeluk So Eun. Selama beberapa lama mereka berpelukan.
“Pelukanmu enak ya lembut. Seperti pelukan appa.”ucap So Eun.
“Benarkah? Pasti asyik ya punya appa.”ucap Kim Bum iri.
“Nee, tapi sejak dua tahun yang lalu appa tidak pulang.”curhat So Eun. Entah mengapa ia merasa nyaman bersama Kim Bum.
“Memangnya appamu kemana?”tanya Kim Bum heran.
“Tidak tahu, kata eomma, appa ada di surga. Kamu tahu nggak surga itu dimana? Aku ingin kesana dan mengunjungi appa.”

Kim Bum menatap gadis di hadapannya. Mengapa gadis ini begitu bodoh? “Aku juga tidak tahu. Yang aku tahu, surga itu tempat yang sangat indah. Orang tuaku juga pasti ada disana.”jawab Kim Bum.

“Benarkah? Bagaimana kalau kapan-kapan kita kesana??”ajak So Eun.
“Kapan-kapan, kalau sudah waktunya kita pasti bisa kesana.”ucap Kim Bum. Tiba-tiba So Eun memegang tangannya.
“Kamu lagi ada masalah ya? Kok perasaanmu sepertinya berapi-api?”tanya So Eun. Kim Bum menatap So Eun heran.
“Kamu bisa membaca perasaanku?”tanya Kim Bum.
“Bisa. Ceritakan dong masalahmu.”pinta So Eun.

Kim Bum menatap So Eun lagi. Mengapa dia menjadi ingin berbagi kepada So Eun tentang masalahnya. “Lima tahun yang lalu, saat kami sekeluarga sedang jalan-jalan, ada truk yang hampir menabrak kakekku tapi ayah dan ibuku menyelamatkanya dan mereka..”

Kim Bum terdiam. Tidak mampu meneruskan kata-katanya.

“Mereka tidak kembali lagi ya?”tanya So Eun. Kim Bum mengangguk.
“Mengapa harus mereka yang meninggal? Mengapa bukan kakek saja?”ujar Kim Bum.
“Hush, nggak boleh ngomong gitu. Itu kan takdir, bukan salah kakekmu. Kalau takdir menentukan mereka kembali mereka pasti kembali.”jelas So Eun. “Aku tahu dari eomma.”

So Eun tersenyum. Entah mengapa senyumnya memberikan Kim Bum kenyamanan yang luar biasa.

“Besok kamu ke taman ini lagi??”tanya So Eun.
“Aniyo, aku mau ke toko buku.”jawab Kim Bum.
“Toko buku itu apa?”tanya So Eun.
“Toko buku itu tempat menjual buku-buku. Buku-buku itu kan jendela dunia.”jelas Kim Bum.
“Jendela dunia? Waw, aku mau ikut!”seru So Eun. “Ajak aku!!”
“SO EUN!!”seru Hye Sun yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. “Kok lama sekali?”
“Hye Sun, kenalin ini Kim Bum.”ucap So Eun.
“Kim Bum?”tanya Hye Sun heran. “Bagaimana kau bisa mengenalnya So Eun?”
“Kebetulan aja, tadi dia duduk di sampingku.”
“Oh, kau masih ingat padaku kan? Aku Koo Hye Sun, pacar Lee Min Ho, sahabat kamu.”sapa Hye Sun sambil mengulurkan tangannya. Kim Bum membalasnya. “Kim Bum.”
“Kamu curang. Tadi aku ngajak kenalan kamu nggak bales, tapi sama Hye Sun kamu balas.”gerutu So Eun sambil manyun.
“So Eun!”sapa seseorang dari belakang.
“Kim Joon!!”seru So Eun gembira sambil memeluk Kim Joon. “Temani aku beli bunga kesukaan eomma yuk!”

So Eun langsung menarik Kim Joon pergi. Kim Bum menatap mereka heran lalu melirik kea rah Hye Sun.

“Mian, bisakah kita bicara?”tanya Kim Bum.
“Baiklah.”

Di kafe..

“Sebenarnya apa yang terjadi pada So Eun, mengapa dia begitu..”
“Bodoh?”potong Hye Sun. Kim Bum mengangguk.
“Dua tahun yang lalu, saat So Eun sedang berlibur naik kapal bersama appanya.

Ada badai besar sehingga kapal yang ditumpangi mereka hancur. Appa So Eun berusaha melindungi So Eun sampai ia meninggal. Sedangkan So Eun terbentur batu besar yang mengakibatkan kerusakan otak. Dan juga menyebabkan keterbelakangan mental yang bersifat permanen.”jelas Hye Sun.

“Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya?”tanya Kim Bum.
“Tidak ada, tapi setelah kecelakaan itu dia jadi bisa membaca perasaan orang lain.”ucap Hye Sun.
“Pantas, perasaanku bisa dibaca olehnya.”gumam Kim Bum.
“Kim Bum, tadi aku lihat So Eun tertawa dengan ceria bersamamu tadi. Kalian baru pertama kali bertemu ya?”tanya Hye Sun.
“Nee, tapi entah kenapa aku merasa nyaman bila di dekatnya. Dia itu, sebagai tempat curhat ya?”
“Nee, dia benar-benar pandai memberi nasihat.”jawab Hye Sun. “Aku harap kau akan memakluminya.”
“Pasti, ngomong-ngomong siapa Kim Joon? Mengapa tadi dia begitu akrab dengan So Eun?”tanya Kim Bum.
“Waeyo? Kau cemburu?”goda Hye Sun. Wajah Kim Bum memerah.
“A..aku..”
“Sudahlah ngaku saja, kau menyukai So Eun kan?”goda Hye Sun. “He..he.., bercanda. Kim Joon itu teman dekat So Eun setelah aku.”
“O ya, Hye Sun, besok aku janjian sama So Eun ke toko buku. Bisakah kau ingatkan So Eun?”pinta Kim Bum.
“Bisa dong!”

“Gomawo, wah, aku harus pergi sekarang. Sampai nanti ya,”pamit Kim Bum lalu pergi keluar dari kafe itu.

***

Besoknya..

“So Eun, kau ada rencana hari ini?”tanya eomma.
“Ada eomma, aku mau pergi sama Kim Bum.”jawab So Eun.
“Kim Bum? Maksudmu pewaris Electronic Group itu?”tanya Chang Wook.
“Wah, beruntung sekali noona bisa dekat dengannya.”ucap Soo Hyun.
“Electronic Group? Apaan tuh?”tanya So Eun.
“Electronic Group itu yang perusahaan yang memproduksi komputer, televisi, laptop dan mesin-mesin elektronik lainnya.”jela eomma. “Kapan kau mengenalnya?”
“Baru kemarin, ternyata dia orang yang baik sekali.”ucap So Eun. “Eomma, aku mau berangkat sekarang ya.”
So Eun berlari keluar dari rumah.
“Menurutmu Kim Bum bisa membuat So Eun ceria lagi?”tanya Chang Wook.
“Menurutku sih, iya.”jawab Soo Hyun.
“Eomma juga berharap begitu.”ucap eommanya.

***

Di taman..

“So Eun! Kau masih ingat tentang janjimu pada Kim Bum untuk pergi ke toko buku?”tanya Hye Sun.
“Masih, Cuma aku tidak tahu toko bukunya dimana.”keluh So Eun.
“Jangan khawatir, aku akan mengantarmu.”ucap Hye Sun.
“Jeongmal?”
“Nee.”
“Baiklah, ayoo!!”seru So Eun sambil menggandeng tangan Hye Sun.
Di toko buku..
“Kim Bum!!”seru So Eun sambil berlari menghampiri Kim Bum.
“So Eun, kok lama sekali?”tanya Kim Bum.
“He..he.. aku dianterin sama Hye Sun.”jawab So Eun. “Ya kan Hye Sun?” So Eun melirik ke belakang, Hye Sun sudah tidak ada. “Kemana dia?”
Kim Bum melihat kea rah HP-nya, ada SMS.
Kim Bum, aku titip So Eun ya. Aku ada janji kencan dengan Min Ho. Hye Sun.
“Sudahlah, ayo kita pergi.” Kim Bum menarik tangan So Eun. “Kau mau beli buku apa?”
“Mau yang menarik, waktu itu aku lihat di TV apa ya? O ya, Lima Sekawan!”seru So Eun.
“Baiklah, ayo!”
Setelah mereka membeli buku, mereka pergi ke taman.

Di taman..

“Kim Bum, bacakan aku.”pinta So Eun.
“Baiklah, suatu hari hiduplah..” Setelah Kim Bum selesai membacakan cerita, dia melirik kea rah So Eun. So Eun sudah tertidur di pundak Kim Bum. Kim Bum membelainya. “Kau manis sekali So Eun, andai kau tidak mengalami kecelakaan itu So Eun.”gumam Kim Bum.

Malamnya, di rumah So Eun..
“Eommaaa!! Aku pulang!!”seru So Eun.
“Wah, kau sudah pulang? Bagaimana acara jalan-jalanmu?”tanya eomma.
“Top banget! Eomma, aku belikan buku untuk eomma, oppa dan Soo Hyun. Tapi Kim Bum yang bayarin sih, he..he..” So Eun tertawa sambil memberikan buku ke eommanya, Chang Wook dan Soo Hyun. Lalu kembali ke kamarnya untuk tidur.

***

“Kim Bum, ayo kesini. Ada Jin Hee.”ucap kakek. Kim Bum melihat ke arah wanita yang ada di samping kakeknya. Wanita itu adalah Park Jin Hee, anak teman kakeknya yang sudah lama menyukai Kim Bum.
“Annyeong Kim Bum.”sapa Jin Hee.
“Ada apa kau kemari?”tanya Kim Bum dingin.
“Kim Bum! Kau tidak boleh begitu!”bentak kakeknya. “Kalian harus akrab, siapa tahu kalian..”
“Aku tidak mau berhubungan dengannya kek.”bantah Kim Bum.
“Apa kau sudah menyukai gadis lain Kim Bum?”tanya Jin Hee.

Kim Bum terdiam sambil memikirkan So Eun. Apa benar aku menyukai So Eun? Batin Kim Bum. “Ya, aku menyukai gadis lain. Karena itu berhentilah mendekatiku.” Kim Bum berlari keluar rumah. Lalu mengendarai mobilnya.

Di jalan..

“Apa-apaan sih kakek itu? Menyuruhku berhubungan dengannya demi bisnis.”gumam Kim Bum. Tanpa sadar ada truk melintas di depannya. Kim Bum tidak sempat menghentikan mobilnya dan mobilnya menabrak truk itu..

***

“So Eun, bangun..”ucap eommanya lembut. So Eun membuka matanya.
“Sudah pagi eomma?”tanya So Eun.
“Belum, ayo kita ke rumah sakit.”ajak eomma.
“Waeyo? Malam-malam begini? Aku capek, habis pergi seharian sama Kim Bum eomma.”ucap So Eun.
“Ayolah, eomma dapat telepon, katanya ada kemungkinan otakmu bisa disembuhkan. Hari ini juga kau harus diperiksa.”
“Tapi..”
“Ayolah, kamu tidak pengen sembuh? Eomma, Chang Wook, Soo Hyun, Hye Sun dan kamu tidak ingin tampil sempurna di hadapan Kim Bum?”bujuk eommanya.
“Baiklah eomma. Sebentar ya..” So Eun segera bangun dan mengganti bajunya.
Di rumah sakit..
“Nona Kim So Eun mendapat nomor urut kelima. Silahkan tunggu disana.”ucap perawat itu. So Eun dan eommanya duduk di bangku rumah sakit.
“So Eun, eomma mau ke toilet sebentar ya, kamu jangan kemana-mana ya.”pesan eommanya. Sambil berjalan menuju toilet. So Eun pun membuka tasnya dan melihat sebuah bola dengan warna pink yang dibelikan Kim Bum tadi.

Tiba-tiba bolanya jatuh dan tergelinging kea rah lorong rumah sakit itu. So Eun mengikutinya.

“Bola! Jangan kemana-mana!”seru So Eun. Bolanya berhenti di sebuah kamar. So Eun mengambilnya. “Wah, berkat kamar ini deh, bolaku berhenti. Gomawo.”
So Eun melihat tulisan di kamar itu. Ia tidak bisa membaca karena itu dia mengambil buku di tasnya untuk melihat abjad. “No. 134, Kim Sang Bum?”baca So Eun. “Kim Bum? Apa jangan-jangan..”

So Eun menjatuhkan buku yang dipegangnya dan termenung sesaat.

“So Eun, kau kemana saja?!”panggil eommanya sambil menghampiri So Eun. Dilihatnya So Eun sedang termenung. “Kau kenapa?” Eomma melirik kea rah kamar yang diperhatikan So Eun lalu mulai mengetahui penyebab So Eun seperti itu.
“Eomma.. Kim Bum kenapa ya?”tanya So Eun dengan mata berkaca-kaca. Eommanya terdiam.

Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan keluarlah seorang kakek. Kakek itu menatap So Eun, “Kau gadis yang fotonya ada di hp Kim Bum ya? Silahkan masuk.”ucap kakek itu. So Eun segera masuk ke dalam kamar itu sementara eommanya berbicara dengan kakek Kim Bum.

Di kamar, tampak Kim Bum terbaring di ranjang rumah sakit memakai alat bantu pernapasan. Di keningnya ada perban. Dia masih koma. So Eun duduk di bangku yang ada di samping ranjang Kim Bum.

“Kim Bum kok kamu enggak buka mata sih? Ayo bangun.. biar kita bisa jalan-jalan lagi.”kata So Eun dengan mata berkaca-kaca lalu memegang tangan Kim Bum. “Kamu bisa mendengarku? Aku dapat merasakannya. Kim Bum tahu nggak. Pas bertemu denganmu hatiku berdebar lho, kayak gini dag, dig, dug. Aku nggak tahu ini perasaan apa ini. Yang aku tahu, aku memikirkanmu terus lho. Pas makan, pas tidur, semuanya serba kamu deh. Aneh ya, nggak bertemu denganmu satu jam saja aku sudah kangen sekali padamu.”

Tanpa So Eun sadari, eommanya, kakek Kim Bun dan Jin Hee mengintipnya dari luar.

“Kakek, ternyata yang disukai Kim Bum itu dia ya,”ucap Jin Hee. “Aku rela kok, asalkan Kim Bum bahagia. Sejak lima tahun yang lalu Kim Bum tidak pernah tersenyum ceria. Biarlah kali ini Kim Bum tersenyum bersama gadis itu.”
“Gomawo atas pengertianmu Jin Hee.”ucap kakek Kim Bum sambil tersenyum.
“Sekarang aku harus membawa So Eun sebentar lagi gilirannya untuk diperiksa.”ucap eomma.
“Memangnya dia sakit apa?”tanya kakek.
“Saya harap kalian memakluminya ya. So Eun menderita keterbelakangan mental, Dia akan diperiksa karena kemungkinan dia sembuh.”jawab eommanya. Lalu eomma menghampiri So Eun. “So Eun, ayo sebentar lagi giliranmu. Besok kita berkunjung lagi, kamu ingin kan, saat Kim Bum bangun nanti kau sudah sembuh?”bujuk eomma.

“Baiklah, Kim Bum besok aku kesini lagi ya. Sekarang istirahat dulu ya, besok aku bacain buku.”ucap So Eun lalu eommanya menggandengnya keluar.

Di ruang perawatan So Eun..

So Eun sudah menjalani tes. Dokter pun berbicara pada eommanya.

“So Eun bisa disembuhkan.”ucap dokternya.
“Benarkah?!!”seru eomma senang.
“Dengan cara operasi.”
“Operasi? Biayanya berapa dok?”
“Dua puluh juta.”
“Dua puluh juta??!!”seru eomma So Eun kaget. Jelas saja eomma sudah tidak bekerja, oppa So Eun hanya bekerja sebagai tukang bangunan. Soo Hyun bekerja sambilan di bengkel sambil sekolah.
“Ada apa eomma? Kok bicaranya kenceng banget?”tanya So Eun.
“Aniyo, baiklah dokter tanggal berapa dia akan operasi?”tanya eomma.
“Kalau bisa tiga hari lagi.”jawab dokter itu. Eomma So Eun semakin bingung. Tiba-tiba, dia ingat kakek Kim Bum menawarkan bantuan. Ia mengajak So Eun menemui kakek Kim Bum.
“Ada apa?”tanya kakek Kim Bum.
“Maafkan saya bila lancang. Bisakah saya meminjam uang dua puluh juta untuk biaya operasi So Eun?”tanya Ibu So Eun sambil menunduk.
“Tentu saja bisa, tapi bolehkah saya juga meminta tolong?”tanya kakek.
“Apa itu?”
“Selama tiga hari kedepan, bisakah So Eun menemani Kim Bum? Setidaknya sebelum dia di operasi. Siapa tahu keadaan Kim Bum akan semakin membaik.”
“Tentu saja bisa, iya kan So Eun?”tanya eomma pada So Eun.
“Ya, aku akan menemani Kim Bum dan membacakan cerita untuknya.”jawab So Eun dengan ceria.

Tiga hari kemudian..

“Kim Bum, hari ini aku akan operasi.”ucap So Eun sambil memegang tangan Kim Bum. “Katanya operasi itu menyeramkan ya? Tapi aku tidak takut karena aku ingin tampil sempurna di hadapanmu. Maka itu, kamu harus cepat bangun ya?” So Eun menitikkan air matanya dia melihat Kim Bum menetekan air matanya meskipun belum sadar. “Kau bisa mendengarku ya? Doakan aku ya supaya aku tidak sakit. Sekarang aku harus pergi.” So Eun mencium kening Kim Bum lalu pergi ke kamarnya untuk dibawa ke ruang operasi.

Di ruang operasi, So Eun diberi obat bius. Dia pun tertidur.

“So Eun..”panggil seseorang. So Eun menoleh.
“Kim Bum?” So Eun memeluk Kim Bum. “Kok sekarang kamu baru bangun?”
“Mian, kamu khawatir ya?”tanya Kim Bum.
“Sangat, hatikku bunyinya dag..dig..dug lho!”jawab So Eun.
“Benarkah? O ya So Eun, ada yang ingin aku bicarakan padamu.”ucap Kim Bum.
“Apa itu?”tanya So Eun.
“Setelah kita berdua sadar aku akan mengatakannya.”
“Apa maksudmu?”tanya So Eun. Tiba-tiba dia merasa pusing dan tubuhnya melayang entah kemana.

So Eun membuka matanya. Tampak eomma sedang tertidur di sampingnya, dia memegang kepalanya yang diperban. Ia melirik kea rah sofa, oppanya dan Soo Hyun sedang tertidur.

“Eomma..”panggil So Eun lemah. Eommanya terbangun.
“Kamu sudah sadar nak?”tanya eomma.
“Mana Kim Bum?”tanya So Eun.
“Kok bangun-bangun langsung menanyakan Kim Bum?”tanya eomma. “O ya, eomma punya pertanyaan. Apa itu matahari?”
“Matahari itu pusat tata surya, dekat dengan bumi dan menyinari bumi kita pada pagi hari dan tenggelam pada sore hari.”jawab So Eun.
“Kamu sudah sembuh nak.” Eomma memeluk So Eun.

Dua hari kemudian..

So Eun mengunjungi kamar Kim Bum. “Kim Bum, aku sudah sembuh lho. O iya, pas operasi aku mimpiin kamu lho! Di mimpiku kamu mau mengatakan sesuatu padaku? Apa itu, kamu harus segera bangun dan mengatakannya ya. Sekarang aku harus kembali ke kamarku.” Sebelum So Eun pergi ia memegang tangan Kim Bum. Ketika ia akan beranjak pergi, Kim Bum menariknya. “Kim Bum?”
Kim Bum membuka matanya secara perlahan-lahan. “So Eun?”ucapnya lemah.

“Tunggu sebentar, aku akan panggilkan dokter.” So Eun berlari keluar dan memanggil dokter.

“Wah, harusnya pasien sadar tiga hari lagi. Berkatmu dia jadi cepat sadar. Kalian pacaran ya?”tanya dokter itu.
“Ah, tidak, kami tidak berpacaran.”jawab So Eun.
“Baiklah, nanti malam saya akan memeriksa pasien lagi.”ucap dokter sambil keluar dari kamar Kim Bum.
“So Eun, aku bermimpi tentangmu lho!”ucap Kim Bum.
“Benarkah, aku juga. Waktu aku dioperasi juga bermimpi tentangmu.”
“Operasi?”tanya Kim Bum.
“Aku operasi otak, sekarang aku sudah sembuh lho! Kim Bum, coba tes aku!”seru So Eun.
“Apa itu cinta?”
“C itu cerita, I itu indah, N itu namun, T itu tiada, A itu arti. Berarti cinta itu ‘ Cerita Indah Namun Tiada Arti’.Betul kan?”

Kim Bum bangun lalu memeluk So Eun. “Kamu sudah sembuh..” Kim Bum meneteskan air matanya, So Eun ikut meneteskan air matanya. Mereka berpelukan untuk beberapa lama.

Eomma So Eun dan Kakek Kim Bum melihatnya dari luar kamar sambil ikut meneteskan air mata.

Beberapa hari kemudian, keadaan Kim Bum sudah mulai membaik. So Eun menyuapi Kim Bum.

“Ayo Kim Bum, aaa..”

Kim Bum tertawa sambil memakan bubur yang disuapi So Eun.

“Wah, kalian mesra sekali.”ucap Min Ho dan Hye Sun yang sudah ada di depan mereka.
“Sejak kapan kalian ada disini?”tanya So Eun.
“Sejak kamu bilang ’Ayo Kim Bum, aaa..”jawab Hye Sun sambil tertawa.
“O ya, ini buah-buahan untukmu Kim Bum.”ucap Min Ho sambil meletakkan buah-buahan yang di meja yang ada di samping Kim Bum. “O ya, kamu So Eun ya, kia belum kenalan. Lee Min Ho imnida.” Min Ho mengulurkan tangannya. So Eun membalasnya.
“Kim So Eun imnida.” So Eun tersenyum.
“Kalian sudah pacaran?”tanya Hye Sun. Kim Bum dan So Eun saling menatap satu sama lain.
“Aniyo, kami hanya teman.”ucap mereka berdua berbarengan.
“Benar, kok Cuma teman tapi mesra??”goda Min Ho.
“Sudahlah, ayo kita nikmati buah-buahan ini!”ucap Kim Bum. Mereka pun memakan buah-buahan sambil mengobrol dengan ceria.

Besoknya, Kim Bum sudah diizinkan pulang. So Eun, Min Ho dan Hye Sun mengantarnya.

Di rumah Kim Bum..

“Gomawo, kalian sudah mengantarkanku.”ucap Kim Bum. “Biar So Eun yang mengantarku ke dalam. Kalian kencan saja.”
“Kau baik sekali Kim Bum. Kapan-kapan kita kencan ganda ya!”seru Min Ho sambil memeluk Kim Bum.
“Kencan Ganda?!!”seru Kim Bum dan So Eun berbarengan.
“Nee, asyik kan. Kami tunggu kelanjutan hubungan kalian. Ayo Min Ho, kita biarkan pasangan ini berduaan. Bye, bye pasangan baru!”goda Hye Sun sambil melambaikan tangannya. Min Ho pun mengendarai mobilnya keluar dari rumah Kim Bum.
“Dasar!”gerutu Kim Bum.
“Sudahlah, ayo kita masuk.” So Eun menarik tangan Kim Bum. Di ruang tamu, kakek Kim Bum sudah menunggunya.
“Kim Bum, kau sudah pulang?”tanya kakek. Kim Bum terdiam tanpa mau menatap kakeknya. So Eun berusaha mencairkan suasana.
“Annyeonghaseyo, kakek.”sapa So Eun.
“Wah, So Eun, kau sudah sembuh?”tanya kakek. So Eun mengangguk.
“So Eun, ayo kita ke kamarku!”ucap Kim Bum sambil menarik tangan So Eun. Kakeknya terdiam melihatnya.

Di kamar Kim Bum..

“Kenapa kamu begitu terhadap kakekmu?”tanya So Eun.
“Aku sebal karena dia tidak mengunjungiku di rumah sakit ketika aku sudah sadar!”seru Kim Bum. Tiba-tiba So Eun menjitaknya.
“Bodoh! Kau tidak tahu, saat kau masih koma kakekmu menangis seharian di kamarmu. Sampai eommaku yang membujuknya supaya dia mau makan. Tahukah kamu, dia juga yang membiayai operasiku dengan syarat supaya aku menemanimu ketika kamu masih koma. Dia tahu itu yang akan membuat keadaanmu membaik!”seru So Eun. “Apa salahnya kamu meminta maaf serta memaafkan kakekmu sekarang? Dia satu-satunya keluarga yang kamu miliki!”

“Tapi karena dia juga aku kehilangan orang tua So Eun!!”balas Kim Bum.

“Kamu tahu Kim Bum, appaku meninggal karena aku. Tapi, keluargaku tidak pernah menyalahkanku karena mereka tahu kalau tidak ada gunanya menyalahkanku karena appa tidak akan pernah kembali! Karena itu Kim Bum, maafkan kakekmu ya. Appa dan eommamu pasti juga senang. Selama ini kakekmu yang mengurusmu meskipun kau bersifat dingin kepadanya.”jelas So Eun.

“Benarkah itu So Eun?”tanya Kim Bum. So Eun mengangguk. “Araso, aku akan meminta maaf.”ucap Kim Bum lalu keluar dari kamarnya dan menghampiri kakeknya yang sedang duduk termenung di sofa..

“Kakek..”panggil Kim Bum.
“Ada apa Kim Bum?”tanya kakek.
“Maafkan aku ya. Selama ini aku salah.” Kakek memeluk Kim Bum sambil menangis.
“Justru kakek yang harusnya minta maaf, kalau bukan karena kakek, appa dan eommamu tidak akan meninggal.”
“Aniyo, itu karena takdir kek.”ucap Kim Bum. Mereka berdua berpelukan sambil menangis. So Eun yang melihat kejadian itu ikut meneteskan air matanya.

Besoknya, di taman..

So Eun dan Kim Bum pun duduk bangku tempat mereka pertama kali bertemu.

“So Eun, gomawo. Setelah minta maaf pada kakekku aku merasa lega. Sekarang aku mengerti betapa berharganya kakekku.”
”Sama-sama.”jawab So Eun sambil tersenyum. “Memang sudah seharusnya kau tidak membencinya.”
Kim Bum tersenyum. “O ya, So Eun, masih ingat janjiku untuk mengatakan sesuatu padamu?”tanya Kim Bum.
“Masih, memang apa yang ingin kamu katakan?”tanya So Eun.
Kim Bum mengeluarkan buket bunga mawar dari tas yang dibawanya lalu memberikannya pada So Eun. “I Love You.”ucapnya.

So Eun membuka tasnya lalu mencari kata-kata di kamus. Dia belum mengerti Bahasa Inggris.”I artinya aku, Love artinya Cinta dan You artinya kamu. Aku Cinta kamu? Itu yang kamu maksud?”tanyanya. Kim Bum mengangguk. So Eun menerima buket itu lalu berkata. “I Love You Too.”

Kim Bum pun mendekati wajah So Eun dan berciuman. Sambil mengingat memori yang telah mereka jalani.

THE END

Tags: , , , , , , , , ,

16 responses to “I Love You”

  1. amniminry_anis says :

    ahh.. so sweet!! >< unnie kena keterbelakangan mental ternyata. pantes, pas baca awal aku agak bingung, unnie masih kecil atau dewasa xD karya slanjutnya ditunggu =)

  2. kikey says :

    Aaaa eunnie polos banget ya, lucu deh kayak anak kecil hehe. Keren thor, ditunggu ff selanjutnya😀

  3. puchaabyzone says :

    annyeong author….!!!!!
    wuaaaaa ceritanya bikin terharu…
    awal2 pas baca agak bingung juga..kok sleun polos banget..ternyata dia lagi sakit. tp untung endingnya suka banget…yeay happy ending ^^

    suka sama ceritanya..beda and fresh..
    gud job
    gomawo
    _bow_

  4. seli marlina says :

    jadi terharu .. ampE pngen nangis ..
    di tunggu karya selanjut’y ……

  5. kiwimi says :

    Hahahahaha, so eun sukanya baca lima sekawan ya? Haha sama kayak aku

  6. Sary aj0w says :

    Waaaw ff’y unik…suka suka…auth0r hmpir bwt aQ mewEk,,terharuuu saya…s0 eun p0l0z nya,funy wkt s0 eun buka kmus…hahahaha…wh0a pkk’y r0kmantes abez..

  7. larasrahmaa says :

    Waaa author seruuuu bgt
    Si soeun polos bgt ya
    Eh kan pas dia msh sakit, dia bisa baca perasaan org, trs pas sembuh masih bisa gak *pertanyaangaje-_-*
    Huu akhirnya kim bum nembak soeun *jedder #ngek
    Waa seruseru kerenkeren😛
    Ditunggu karya yg lainnyaaaa😀

  8. dhia says :

    wwwaaahhhh…………. terharu banget baca os ini….
    lanjut thor!….
    sukaaa…. banget ceritanya!

  9. niiz says :

    Wew uniq ya ini yg prtama lho unnie jd terbelakang mental ^^

  10. onkyu says :

    haha… keren chingu,,,, tapi sedih juga ngebayangin so eun keterbelakangan mental gitu…..
    aku tunggu karya2 lainnya chingu…🙂

  11. rizkyapratiwi says :

    hahahahahaha
    Gokil ceritanya
    Kereeennn … So eun lucu banget waktu kim bum nembak dya sempat2nya liat kamus
    Oalah … Da2 aja

  12. kimmify says :

    pantesan aku kira kenapa gitu soeunnya kayak anak kecil
    ternyata emang karena kecelakaan dia kayak gitu
    super polos hahahaha
    untung happy ending ya
    pas awal2 kan dikasih au dia gak bakalan bisa sembuh😦
    untung aja hahaha lucu deh nembaknya pake liat kamus
    share more yaaaaaaaaaaaaa author!😀

  13. Amalia'SoEul'Lova says :

    Kyaaa, Suka bgt peran.a So Eun disini, Lugu bgt..
    U,U ,.

    Ending.a jgaa, Sukaaaa.. Dududu, wkwk😀

  14. Indah_ELF says :

    Kasihan
    Eounie ku keterbelakanan mental,tpi untung dah smbuh …Kasihan
    Eounie ku keterbelakanan mental,tpi untung dah smbuh …

  15. Mia says :

    Ha ha ha crita yg unik

  16. dela safitri says :

    Lucu thor aku fikir ssonya manja bgtt jadi terlihat kekanakkan td ternyata sso bisa begitu karna kecelakaan yg di alaminya.
    Sukaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: