between wealth, death, and love part 2

Author : Secreet fan

Main cast : Kim Bum, So Eun

Cast : All star

Judul : between wealth, death, and love

Category : misteri, romantic

Type : Siquel

Disclamer, semua alur, nama tokoh, dan judul dalam ff ini asli dari imajinasi author. Apabila ada kesamaan dalam latar, alur, nama tokoh, dan judul merupakan hal yang tidak disengaja!
terinspirasi dari komik detective conan(tapi kasusnya nggak ditiru, cuma gaya bahasa aja, kasusnya 100 % buatan author!), tentu saja juga terinspirasi dari para reader yang setia membaca dan mengoment, juga couple kita, Kim Bum dan So Eun…


So Eun membuka matanya perlahan, cahaya matahai menyusup dalam tendanya, di tatapnya Kim Bum yang tidur lelap disebelahnya, kemudian duduk

“Huaaahh…” ia menguap, agak ngantuk juga, soalnya tadi malam tidurnya jam satu karena gelisah. Kemudian ia keluar dari tenda, ingin mencari sumber air. Di dalam tenda Kim Bum terbangun, tak didapatinya lagi So Eun disebelahnya, ia keluar juga, ingin mencari So Eun…

“Aaahh… untung ada sungai kecil disini” ucapnya lega, kemudian mencuci muka dan gosok gigi… segar sekali! Dibasahinya juga lengan, kaki, dan lehernya dan kembali ke dekat tenda

“Kim Bum… kau sudah bangun?”

“Yaaa… kau kemana saja?”

“Cuci muka di sungai kecil disana”

“Eeemmm… aku juga mau cuci muka dulu…” Kim Bum mengambil gundar gigi serta pasta giginya kemudian menuju sungai yang So Eun tunjukkan. So Eun melihat api unggun mereka, basah… untunglah ia membawa makanna siap saji dari rumah, jadi tak perlu repot memikirkan sarapan. Saat Kim Bum kembali, tenda mereka sudah beres dan makanan sudah terhidang

“Kita sarapan dulu, baru beres-beres” ucapnya, Kim Bum mengangguk dan langsung duduk di sebelah So Eun

“Selamat makan…”

Selesai sarapan, mereka segera beres-beres untuk pulang. Kurang dari satu jam semuanya beres, dan kini So Eun sedang mengikatkan tali ke satu dahan yang kokoh di dekat mereka, dan mengeluarkan beberapa alat dari tas nya

“Kau tahu bagaimana cara memakainya?” tanya So Eun, Kim Bum mengangguk

“Aku pernah kok flying fox sebelumnya”

“Baguslah… aku agak khawatir juga siang ini akan hujan, mendung sekali” ucapnya, Kim Bum mengamati langit

“Benar juga…”

Selesai memasang semua peralatan itu pada tubuh mereka, So Eun terlenih dahulu meluncur, ciiihhhuuuuiii…. senangnya… serasa terbang ( author ingat lagi keseruan main flying fox! He he). Kemudian disusul oleh Kim Bum. Syuuurrr…. tubuh mereka meluncur kebawah, dilihatnya pemandangan sungai di bawahnya… indah sekali memandangnya sambil terbang…

Tak berapa lama mereka kembali ketempat awal mereka datang. Saat itu hujan langsung datang mengguyur

“Aaahh… Kim Bum kita harus cepat!” So Eun segera melepas seluruh peralatan di tubuhnya dan memasukkannya ke dalam ransel, begitupun Kim Bum, setelah itu mereka masih harus lari keluar dari hutan ini. Di tengah jalan hujan telah turun dengan deras, tak sengaja kaki So Eun terpeleset dan ia jatuh menabrak batu di depannya

“So Eun…!!!” teriak Kim Bum cemas

Hujan masih turun dengan derasnya, tapi semua menjadi gelap bagi So Eun…

~ ~ ~

So Eun membuka matanya perlahan, aahh… ia masih hidup, masih tidur di tempat tidurnya, jadi…apakah yang sebelum-sebelumnya ia rasakan Cuma mimpi?

“Kau sudah sadar So Eun? Syukurlah…” Kim Joon terlihat cemas sekali, So Eun menoleh

“Aaahh… Kim Joon…”

“Kau baik-baik saja? Makanya jangan terlalu bersemangat untuk pergi camping pada cuaca seburuk ini!” omel Kim Joon lagi, Kim Bum menyahut dari belakang Kim Joon

“Sudahlah Kim Joon… ini semua salahku, ia ingin menunjukkanku ketenangan yang sebenarnya makanya kami naik gunung, juga tidak menyangka bakal hujan deras begitu”

“Kim Bum…”

“Kau istirahat saja, untung luka mu tidak parah, dasar… baru jatuh saja sudah pingsan, kau lemah sekali!”

“Haahh??? Apa katamu? Enak saja!” So Eun naik pitam

“Kau memang lemah!”

“Dan kau memang menjengkelkan!”

“Itu sudah sifat ku…”

“Hu uh! Kim Joon, gimana sich, kalian saudara kan? Kenapa beda sekali! Kau sangat baik sedang dia sangat jahat!”

“Ha ha ha… aku tak tahu”

“Sudahlah…jangan bawel, nanti malam kau sudah harus sehat!”

“Kenapa?”

“Kau mau datang ke pesta pertunanagn Min Ho dengan Hye Sun kan?”

“Tentu saja”

“Kalau begitu cepat sehat!”

“Eeemm… aku ada urusan, kutinggal dulu ya!” Kim Joon keluar setelah hp nya berbunyi. Sepeninggal Kim Joon, Kim Bum dan So Eun saling diam

“Sepi sekali!” keluh So Eun

“Itu karena kau tidak bicara”

“Aku bicara kok!”

“Kau ini… kalau diam terlalu diam… kalau bicara jadi cerewet, aku jadi bingung”

“Wah… terima kasih pujiannya”

“Aku lega… tampaknya ka baik-baik saja, masih bisa kesal… ku tinggal dulu ya!” Kim Bum mencium dahi So Eun, So Eun heran, tapi tak berbuat apa-apa

“Apa maksudmu?”

“Hah?”

“Mencium dahi orang sembarangan!”

“Memangnya tidak boleh?”

“Tentu ssaja!”

“Kenapa?”

“Karena sebelumnya belum pernah ada yang melakukannya!”

“Oh ya?”

“Benar! Kau harus minta maaf!”

“Baiklah… maaf kan aku… sekarang aku akan mengisap kembali ciumanku…” Kim Bum mencium lagi dahi So Eun, kali ini lebih lama

“Hah? Kenapa malah kau ulangi?”

“Aku tidak mengulanginya… hanya mengambil kembali…” bela Kim Bum, So Eun tak mengucapkan apapun lagi, Kim Bum keluar dari kamarnya. Di elusnya dahinya yang di cium Kim Bum, kemudian di usap-usap nya lama seakan ingin menghapusnya

“Aiiissshh!!! Kenapa sich Kim Bum itu!” dengusnya

~ ~ ~

So Eun mondar-mandir sendiri di kamarnya. Ia tahu, diluar sedang ada pesta yang amat mewah, dan ia ingin menghadirinya.Tapi… ya…selalu ada kata tapi di dunia ini, ia tak punya satu gaun pun!. Aaaiiissshh… aku ingin melihat Hye Sun, dia kan cantik, mungkin kalau aku lihat lama-lama cantiknya bisa nular! (haaahh? Kayak penyakit aja!). Saat lagi mondar-mandir begitu seseorang mengetuk pintu kamarnya

Tok…tok…tok…

So Eun segera membukakan pintu

“Jiyeon…???Aaaa…Jiyeon!” segera dipeluknya sahabat dekatnya itu

“Kenapa bisa sampai di sini?” tanyanya lagi

“Hye Sun masih ada hubungan keluarganya sama Seung Ho, makanya saat aku diajak kemari aku langsung mau. Aku kefikiran kamu…kasihan…kamu kan nggak punya gaun untuk pesta, jadi kubawakan!” Jiyeon mengeluarkan satu gaun berwarna putih dari dalam tasnya

“Waaaahhh… indah sekali! Aku jadi ngerasa nggak pantas memakainya!”

“Kamu bicara apa sich? Kamu kan cantik!”

“Oh ya?”

“Eeemm… kurang lebih begitu!”

“Ugh! Ngejek ya!”

“Eeehh… nggak kok! Kamu memang cantik!, eeemm… bicara ini nanti saja, kamu harus epat tukar baju! Sana!” ucap Jiyeon buru-buru. So Eun segera menukar pakaian nya

“Gimana?” tanyanya sambil berputar-putar setelah menukar baju

“Aaaahh… kamu cantik memakai gaun ini!” puji Jiyeon

“Ha ha… yuukk ke tempat pesta!” So Eun menarik tangan Jiyeon

“Belum So Eun!”

“Lho? Ada apa lagi?”

“Masa rambutmu acak-acakan begitu!” protes nya, So Eun menatap rambutnya dalam cermin

“Benar juga…” ia segera menyisirnya, Jiyeon jadi gemas melihat sahabatnya ini

“So Eun… ini pesta! Banyak orang penting yang datang! Kamu harus lebih cantik dari pada yang biasanya…” Jiyeon mulai mendandani rambut So Eun

“He…hei… mau diapakan rambutku?”

“Sedikit diberi gaya…” Jiyeon agak mengkritingkan rambur Jiyeon bagian bawah, diatasnya dibiarkan lurus. Setelah itu me make up wajahnya, memberi tubuhnya parfum dan lengan dan kakinya diberi lotion.

“Lihat! Kulitmu nggak terlalu lembut! Itu karena…”

“Kamu nggak pake lotion!” jantut So Eun

“Huh! Kau ini!” Jiyeon geleg-geleng kepala, setelah menyelesaikan pekerjaannya mendandani So Eun, ia pun sedikit berbenah. Dan setelah semuanya usai…

“Sekarang kamu sudah siap ke ruangan pesta…”ucapnya tersenyum, dan pergi duluan

“Eh? Aku ditinggal?”

“Pergi saja sendiri!” ucap Jiyeon

“Aku mau ke tempat Seung Ho dulu”

“Dasar! Sibuk pacaran aja!”

Jiyeon diam saja sambil tersenyum nakal, So Eun melangkah keluar dari kamarnya perlahan, berjalan menuju ruangan pesta…

So Eun melangkah perlahan ke ruangan pesta, ia menghela nafas berkali-kali, di sepanjang ruangan yang ditemuinya hanyalah orang-orang penting dalam pemerintahan dan dunia bisnis, aaaiiihhh… mungkin cuma aku yang orang biasa? Pikirnya, Jiyeon…jelas beukan orang biasa, ayahnya dan ibunya adalah desainer terbaik negeri ini, Seung Ho juga… jangankan orang tuanya, dia saja sudah jadi seorang pembisnis sejak usia delapan belas tahun, Cuma aku…. hiks!

“Hai So Eun…” sapa seseorang dari belakangnya, ia menoleh

“Aaaahh… Kim Joon! Untung kamu ada, kalau tidak aku bingung mau ngapain sekarang” So Eun lega, Kim Joon tersenyum

“Kau sangat cantik mengenakan gaun itu” pujinya

“Eeeemm… sebenarnya yang cantik itu gaunnya, bukan aku!”

“Lho? Kenapa berkata begitu?”

“Soalnya kau tidak pernah memujiku cantik saat memakai baju-baju yang lain, Cuma saat memakai gaun ini saja…”

“Ha ha ha… kau ini ada-ada saja…”

“Hai bro!, So Eun” Kim Bum datang menghampiri mereka, baik Kim Joon maupun So Eun menoleh

“Hai Kim Bum…” balas So Eun, Kim Bum tak dapat berkata-kata untuk beberapa saat

“Hei! Kau kenapa?” So Eun bingung, Kim Joon tersenyum

“So Eun… mau berdansa denganku?” tanya Kim Joon, kini So Eun tersenyum kearah Kim Joon

“Dengan senang hati…”

Sebelum mereka ke arena dansa Kim Joon berbisik pada Kim Bum

“Nah…Kim Bum… apa yang akan kau lakukan? Kau menyukainya? Mau berdansa dengannya?”

Kim Bum cemberut, Kim Joon makin lebar senyumnya, senang sekali menggodai Kim Bum, playboy yang tampaknya sedang fall in love sama seorang detective aneh dari Seoul…

Tangan Kim Joon memegang tangan dan pinggan So Eun, mereka berdansa bersama banyak pasangan di arena dansa, sesaat mereka berpapasan dengan Jiyeon dan Seung Ho

“Waaahh… So Eun… ini pacarmu? Ganteng sekali” ucapnya, Kim Joon tersenyum, Seung Ho agak cemburu

“Hei… apa maksudmu!” ucapnya

“Jangan cemburu Seung Ho, aku hanya ingin menggodain So Eun!” balas Jiyeon, wajah So Eun memerah

“Eh…ini bukan…” tapi kini posisi mereka sudah saling menjauh, tak mungkin berteriak pada Jiyeon untuk mengatakan Kim Joon bukan pacarnya

“Minhae Kim Joon…” ucapnya pelan

“Tidak apa-apa… tidak perlu minta maaf” balas Kim Joon. Kim Bum melihat mereka, tampaknya akrab sekali, ia jadi iri, huh! Kenapa sich harus iri segala! Kim Joon berdansa dengan So Eun saja sudah iri begini! Memangnya siapa So Eun? Hanya detective aneh yang sedang menyelidiki kasus! Tidak perlu cemburu…hiburnya pada diri sendiri,tapi lama-lama ia bertambah cemburu saja, lama sekali sich mereka dansanya! Dengusnya, lalu mendekat kearah Kim Joon dan So Eun

“Sekarang giliranku!” ucapnya, Kim Joon menoleh, tersenyum simpul

“Baiklah…” ia melepas tangannya dari So Eun, kemudian Kim Bum mengambil alih, mereka berdansa

“Kau kenapa sich? Sikapmu hari ini aneh sekali” ujar So Eun

“Oh ya? Kurasa tidak…”

“Mana bisa kau merasakannya? Aku yang merasakannya… oh ya, aku tak melihat Min Ho dan Hye Sun, mereka di mana?”

“Eeeemm… kalau tidak salah di dekat tamu yang berkerumun itu” Kim Bum menoleh kearah banyak tamu dan wartawan yang jadi tamu di sudut ruangan

“Nanti kita juga harus kesana, memberi selamat” ujar So Eun

“Kau ini aneh, kau kan belum kenal dengan mereka, seperti sudah akrab saja!”

“Bagaimanapun aku kan tinggal disini selama satu bulan! Harus akrab dengan seluruh penghuni rumah, kau tahu, hanya kau saja yang bawel diantara mereka, sulit sekali akrab dengan mu!” cerita So Eun panjang lebar

“Itu karena kau juga bawel! Kita sama saja!”

“Aku tidak bawel! Kurasa aku cukup dewasa!”

“Haaahh??? Apa aku tak salah dengar?”

“Tidak kok! Tuh kan! Kenapa suka sekali jahat padaku!”

“Maaf dech…”

Mereka asyik berdebat, tapi masih melanjutkan dansanya, memang pasangan yang aneh ya!

“Min Ho, Hye Sun… selamat ya atas pertunangannya!” So Eun menyalami calon kedua mempelai itu, Hye Sun dan Min Ho tersenyum lebar

“Terima kasih So Eun… Kim Bum… kalian juga cepat-cepat nyusul ya!”

“Haaahh??? Aku? Dengan nya? Tidak mungkin!” Kim Bum mencibir

“Maksudku bukan kalian berdua, tapi cepat-cepatlah menemukan pasangan masing-masing” terang Hye Sun

“Oh…eeehh…” Kim Bum salah tingkah

“Makanya, jangan ke GR-an!” kali ini So Eun yang mencibir

“Aaaakkhhh…!! sudahlah! Ayo makan!” Kim Bum menarik tangan So Eun menuju tempat makan

“Kenapa selalu menarik-narik tanganku! Saat mau ke tempat Min Ho Dn Hye Sun juga, mau ke mari juga! Sakit tahu!” So Eun kesal

“Itu karena kau lelet sekali!”

“Apa katamu? Lelet? Kamu tuh yang nggak sabaran!”

“Kamu yang lelet banget!”

“Enak aja!”

“Ehem…” satu suara menegahi keduanya, mereka menoleh

“Kim Joon…” ucap mereka serempak

“Lihat, semua orang menatap kalain dengan bingung, suara kalain keras sekali!” ucapnya, Kim Bum dan So Eun terdiam, membuang muka dengan malu….

“Sepanjang pesta aku tidak melihat Kim Joong, dia ke mana?” tanya So Eun pada Kim Bum dan Kim Joon yang duduk di depannya, kini mereka sedang makan

“Oohh… mungkin sedang merenungi nasib di taman” jawab Kim Bum asal

“Haaahh? Kenapa?” tanya So Eun bingung

“Mudah saja, orang yang disukainya bertunangan dengan sepupu nya sendiri” jawab Kim Bum lagi

“Kasihan sekali…” So Eun prihatin

“Ya…lalu sekarang bagaimana ia akan bersikap, pasti sangat membingungkannya!” lanjut Kim Joon

“Kenapa tidak ada yang menghiburnya? Dia begitu kasihan, lagipula dia sangat baik, tidak seperti…” So Eun melirik Kim Bum, tapi Kim Bum seperti tak berdosa saja dipandangi seperti itu, tidak merasa tersindir

“Hibur saja dia nanti So Eun, dia sedang butuh teman bicara” usul Kim Joon, So Eun berfikir sebentar, Kim Bum terbatuk

“Kau kenapa?” So Eun terkejut

“Aaaahh… tidak, tidak apa-apa” Kim Bum cepat-cepat minum, diliriknya Kim Joon, lelaki perkasa itu tersenyum jahil

“Biar nanti aku yang menghiburnya” ucap Kim Bum

“Haaahh?? Kau? Nanti dia malah tambah sedih, kau kan kejam sekali!” sahut So Eun

“Tidak dengan saudaraku!” ucap Kim Bum lagi

“Heeemm… jadi aku harus menjadi saudaramu dulu agar kau tak jahat padaku?” tanya So Eun

“Mungkin…” jawab Kim Bum singkat

“Baiklah… Kim Joon, kita pacaran saja ya? Cuma satu bulan kok! Selama aku disini, supaya Kim Bum tidak jahat!, soalnya kalau aku pacaran dengan saudaranya kan berarti aku juga jadi saudaranya, jadi kakaknya!” celoteh So Eun panjang lebar, Kim Bum makin terkejut dan tersedak

“Uhuk…uhuk…uhuk…!!!”

“Batuk-batuk lagi, kau kenapa sich?” So Eun makin bingung

“Tidak boleh! Mana bisa begitu! Itu sama saja mempermainkan perasaan Kim Joon! Pacaran selama satu bulan! Mana ada!” protes Kim Bum

“Lho? Kok kamu yang sewot sich! Aku kan minta sama Kim Joon!”

“Tetap aja nggak boleh!”

“Anak aneh!”

“Biarkan saja!”

“Sudah… kenapa malah berantem” Kim Joon pusing mendengar mereka adu mulut tiap sebentar

“Habisnya…” So Eun mau protes lagi, tapi Kim Joon menggeleng, ia tak jadi protes

“Kalian ini, seperti anjing dan kucing saja! Setiap bertemu pasti berantem!” omel Kim Joon

“Aku kucingnya! Dia anjingnya!” ucap Kim Bum cepat, So Eun jengkel lagi

“Enak saja! Pergi sana ! kau jadi kucing! Aku tetap jadi manusia!”

“Haaahh??? Nggak adil donk!”

“Biar saja!”

“Aaaaiiiihhh… kok malah jadi bahan pertengkaran sich!” Kim Joon menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu

“Itu Kim Joong… akan segera kumapiri!” So Eun melangkah maju, Kim Bum dan Kim Joon melihat dari jauh saja…

“Hai…Kim Joong!” sapa So Eun samil duduk disebelahnya, Kim Joong menoleh, tersenyum tipis

“Hai So Eun… kenapa masih diluar? Sudah malam kan?”

“Masih belum bisa tidur… kau sendiri kenapa disini?”

“Merenungi nasib…” jawab Kim Joong pendek

“Eeemm… kenapa dengan nasibmu?”

“Buruk sekali…”

“Benarkah?”

“Sangat benar…”

“Kau menyukai Hye Sun ya?” tanya So Eun hati-hati, Kim Joong menoleh cepat

“Tahu dari mana?”

“Saat omma mu mengumumkan bahwa rencana pertunangan akan tetap di jalankan seperti biasa kau protes, sekarang juga tidak pergi mengucapkan selamat pada mereka”

“Hhhhhfff….” Kim Joong menunduk, menghela nafas

“Sudahlah… masih banyak wanita di dunia ini… dan lagi, jika kau benar-benar menyukainya kau pasti ingin melihatnya bahagia kan? Jika dia bahagia bersama Min Ho, kau akan merelakannya kan?” ucap So Eun panjang lebar, Kim Joong terdiam sebentar

“Kau benar… tapi aku sudah terlanjur mencintainya…”

“Bagaimana dengan Eun Hye?” tanya So Eun tiba-tiba saja, Kim Joong menoleh cepat, bingung

“Dia jonior mu di SMA dulu kan? Sekarang dia sudah besar dan cantik… dan dia masih mencintaimu…” ujar So Eun

“Ta…tau dari mana?” Kim Joong tak percaya, So Eun tersenyum misterius

“Sekarang ia sedang mengamati kita dari jauh, temui dia…” ucap So Eun, Kim Joong melihat sekeliling, dibalik pohon sebelah bangku taman tampak seorang gadis manis mengintip, Kim Joon menatap So Eun lagi, tak percaya

“Hal sekecil itu juga harus diperhatikan oleh seorang detective” ujarnya sok cool, Kim Joong tersenyum

“Terima kasih…” bisiknya, memeluk So Eun, seperti memeluk adeknya sendiri, kemudian berdiri, beranjak ke arah Eun Hye. Kim Joon dan Kim Bum menonton dari jauh semuanya

“Huh! Dia tidak marah dipeluk Kim Joong! Tapi marah saat aku mencium dahinya!” ucap Kim Bum jengkel, Kim Joon menatap adeknya itu

“Itu wajar… Kim Joong memberikan kesan yang baik padanya saat pertama kali bertemu, tapi kau malah mengusirnya… sekarang baru terasa kan? Bagaimana rasanya di cuekin! Ini pelajaran berharga bagimu! Wajar dia tak menyadari perasaan mu, dalam ingatannya kau hanya pembuat masalah dan tak ingin akur dengannya, walaupun ia sudah mencoba akur denganmu” nasehat Kim Joon panjang sekali!, Kim Bum menghela nafas

“Lihat saja! Aku pasti membuatnya menyukaiku juga!”

Kim Joong geleng-geleng kepala

“Berusaha saja! Tapi jangan memaksakan perasaannya!”

“Tentu saja…”

~ ~ ~

So Eun masuk kembali ke ruang pesta dengan Kim Joon dan Kim Bum. Ia sedikit bingung, kenapa sich Kim Bum ini, dari tadi senyum-senyum sendiri kearahnya, apa tiba-tiba ia jadi gila? Pikir So Eun. Tiba-tiba lampu mati, So Eun menjerit ketakutan, terkejut, ia benci gelap!.

“Kim Joon!” jeritnya, ia sudah menganggap Kim Joon kakak nya sekarang, tapi seseorang segera memeluknya

“Tenang saja, tidak apa-apa…”

So Eun mengenal sekali suara itu, Kim Bum… So Eun terdiam, menutup matanya mengusir rasa takut, menyandar terus di dada bidang Kim Bum.

“So Eun… lampu sudah hidup kok!” suara Kim Bum kembali terdengar, So Eun membuka matanya perlahan, aaahh… benar juga, ia lega, tapi kemudian terkejut, cepat-cepat melepaskan pelukan Kim Bum darinya. Kim Bum tersenyum kecil, tak terlihat oleh So Eun, yes! Aku bisa memeluknya! Jerit hati Kim Bum senang

“Kkkkyyyaaaaa….!!!!” jeritan panjang Hye Sun terdengar, semua orang dalam ruangan menoleh kesana

“Min Ho…Min Ho…!!!” teriak Hye Sun, wajahnya penuh air mata, ia mengguncang tubuh tunangannya itu. So Eun segera berlari kearah suara tadi, semua orang berkerumun disana, banyak yang menjerit takut dan ngeri, Kim Bum mengejar So Eun. Setelah melewati banyak manusia-manusia yang berkerumun mereka sampai di tempat suara, So Eun tertegun, Kim Bum dibelakangnya juga

“Min Ho…!!!” teriak Kim Bum panik, digendongnya tubuh sepupunya itu keatas sofa

“Panggil ambulance!” teriakknya, Hye Sun segera menghubungi rumah sakit, tapi ambulance baru bisa datang satu jam lagi, Hye Sun bingung, menyesal tidak mengambil kuliah jurusan kedokteran dulu, tapi So Eun segera maju

“Ambil kotak P3K dan ranselku” teriaknya

“Kau mau apa???” tanya Kim Bum

“Ambil saja!” tegas So Eun lagi, Kim Bum segera lari mengambil kotak P3K dan ransel So Eun, dan menyerahkannya pada So Eun.

So Eun segera membuka ranelnya, mengambil berbagai peralatan dari dalamnya, dan juga mengambil suntik! Hiii… ia segera menyuntik di sekitar luka Min Ho, dan membedah luka itu. Hye Sun memalingkan wajahnya, tak tega, Kim Bum tercengang, Kim Joong dan Eun Hye saling berpegang tangan, Kim Joon menatap tak percaya, dan semua orang bergidik ngeri.

So Eun mengeluarkan selongsong peluru dari dalam lengan Min Ho, membersihkan lukanya, dan menjahitnya kembali, tentu saja selama itu ia sudah memakai sarung tangan plastik khusus untuk bedah. Setelah semuanya selesai ia menoleh kearah semua orang

“Ini percobaan pembunuhan, Kim Bum, pastikan tidak ada orang yang keluar dari ruangan ini dari tadi saat Min Ho jatuh!” perintah So Eun, Kim Bum menurut saja. Ia mengunci seluruh ruangan, jendela dan lainnya. Orang-orang di instrogasi secara berurutan, tinggal beberapa orang yang mencurigakan, semuanya orang-orang dalam rumah ini. Mungkinkah ini lanjutan drama pembunuhan sebulan yang lalu…??? lalu kenapa? Apa alasannya?…

So Eun menyisihkan para tersangka di ruangan lain, sedangkan para tamu diperbolehkan pulang

“Kim Joong oppa…” lirih Eun Hye saat mendengar Kim Joong masuk dalam daftar tersangka, Kim Joong tersenyum

“Jangan khawatir… aku bukan pelakunya…” ucapnya menenangkan Eun Hye, lalu Eun Hye disuruh pulang.

“Jadi… apa kau sudah tahu siapa yang ingin mencelakain Min Ho?” tanya Hye Sun cemas, bekas air mata masih jelas di wajah beningnya.So Eun menggeleng

“Belum pasti…” ucapnya

“Aku akan menginstrogasi kalian lebih detail lagi” lanjutnya

“Ini salah mu Kim Joon! Kan sudah kuperingatkan untuk mengetat kan penjagaan sejak lama!” omel omma, Kim Joon menunduk meminta maaf

“Minhae…omma…” ucapnya

“Sudahlah…sudah terlanjur…” desah omma Kim Bum

“Tidak… ini bukan salah Kim Joon” ucap So Eun

“Haaahh? Kenapa tidak?” tanya omma bingung

“Ia memang disuruh mengamankan, tapi itu mengamankan lingkungan sekitar, tidak ungkin ia mengamankn kita karena mencurigai akan merusak pesta” jelasnya, omma mengangguk mengerti

“Maaf kan aku Kim Joon” ujar omma menyesal, Kim Joon mengagguk

“Tidak apa-apa…”

“Aku terlebih dahulu harus menginstogasi kalian lagi, semua yang ada disni”

“Baiklah… tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan, yang penting pelakunya dapat ditemukan!” sahut Hye Sun cepat, Kim Joong menghela nafas

“Bagaimana kalau dimuali dari mu saja Hye Sun?” tanya So Eun, Hye Sun mengangguk

“Apa yang kau lakukan saat lampu mati?”

“A…aku langsung memeluk Min Ho”

“Kau memeluknya?”

“Apa itu salah…???”

“Tidak…hanya saja, seharusnya kau kena juga”

“Kenapa begitu?”

“Jika sasaran nya memang kalian… menembak dalam gelap itu sulit kan? Kita tidak tahu apakah tembakan kena sasaran atau tidak”

“Benar juga….”

“Tapi bisa saja dia sudah mempersiapkannya sejak lama” Kim Joon menyambung

“Ya…bisa juga ia selalu berlatih di tempat gelap!” Kim Joong menguatkan

“Heeemm… untuk sementara agrumennya diterima. Selanjutnya yang ingin kutanyakan apa kegiatan mu saat kasus terbunuhnya terjadi?”

“Haaahh??? Ini melenceng! Kita tak sedang membicarakan kasus itu! Kita harus menemukan pelaku percobaan pembunuhan Min Ho!”

“Mungkin pelakunya sama…”

“Baiklah… saat Sin Hye terbunuh aku sedang tidur di kamar, saat itu kepalaku sakit sekali, Min Ho menemaniku sampai malam”

“Apakah kalian tidak keluar dari dalam kamar selama itu?”

“Eeemm… Min Ho keluar sebentar untuk memanggilkan pelayan, tapi itu tidak lama, tidak lebih dari lima belas menit! Waktu sesingkat itu tak mungkin cukup untuk membunuh!”

“Lalu pada kasus terbunuhnya tuan besar?”

“Aku sedang membaca buku sendiri di perpustakaan keluarga”

“Min Ho kemana”

“Entahlah… saat sesudahnya kutanya katanya sedang berlatih memanah di halaman belakang”

“Begitu… selanjutnya omma ya?” tanya So Eun, omma mengangguk

“Apa yang omma lakukan saat lampu mati?”

“Saat itu sedang berbincang dengan beberapa pembisnis wanita, sebenarnya malu juga, kenapa lampu tiba-tiba mati? Memalukan saja…”

“Tak beranjak sedikitpun?”

“Eeemm… karena malu saat itu langsung menemui kepala pelayan, Lee Geuk, memarahinya”

“Apa benar begitu paman?” So Eun menoleh pada Lee Geuk, Lee Geuk membenarkan

“Benar nona…”

“Kemudian, pada kasus terbunuhnya Sin Hye, omma sedang apa?”

“Kau mencurigaiku membunuh anak ku sendiri?”

“Hanya bertanya…”

“Baiklah… aku dengan diskusi dengan appa mereka mengenai pembagian harta warisan”

“Masih saja diskusi hal itu!” dengus Kim Joong kesal

“Karena kalian semua sudah besar, dan kami sudah tua itu wajar Kim Joong!”

“Huh!”

“Eeemm… saat kasus terbunuhnya tuan besar?”

“Omma sedang di tempat spa di Seoul…”

“Jauh sekali… ada yang bisa membuktikannya?”

“Ya… kutinggalkan pesan pada Victoria, lalu Victoria langsung menghubungi ku dan datang menyusul” jelas omma, So Eun mengangguk mengerti.

“Lalu…Victoria, apa yang kau lakukan saat mati lampu”

“Sebelum nya aku beridri dibelakang nyonya besar, saat mati lampu juga masih disana, tidak tahu bahwa nyonya besar sudah pergi, lagipula diamana harus disembunyikan pistol itu?”

“Eeemm… pada saat terbunuhnya Sin Hye?”

“Saat itu sedang bermain biola bersama Kim Joong, saat kasus terbunuhnya tuan besar saya sedang bersama nyonya di tempat spa, seperti yang sudah dikatakannya”

“Baiklah…Kim Joong, dimana kamu saat lampu mati?”

“Aku…??? aku sedang duduk berdua bersama Eun Hye di pojok ruangan”

“Begitu… lalu saat Sin Hye terbunuh?”

“Seperti biasa, aku sedang biola bersama Victoria”

“Apa saat itu tidak ada diantara kalian yang pergi?”

“Eeemm… saat itu Victoria sakit kan?”

“Ah…iya…aku ingat” sahut Victoria

“Lalu aku membaringkannya di sofa, mengambilkan kotak P3K di ruangan sebelah ruangan musik”

“Heeemm…berarti saat itu kalian sama saja seperti yang lain, tak punya albi”

“Mana bisa! Saat itu aku hanya pergi tak sampai sepuluh menit, aku tidak akan sempat membunuh lalu mengambil obat secepat itu!”

“Benarkah Victoria?” So Eun memastikan

“I…iya…”

“Begitu…saat kasus kedua?”

“Aku sedang latihan berkuda”

“Tak ada orang bersamamu?”

“Kim Joon datang, tapi Cuma sebentar, ia duduk membaca buku di pohon dekat tempat latihan”

“Ooohh… dan Kim Joon, apa yang kau lakukan saat mati lampu? Kau tak bersama kami lagi saat itu”

“Aku berlari menuju tempat saklar, ternyata saklar untuk ruangan itu saja yang mati, lampu ruangan lain tetap hidup”

“Oh…”

“Tak menanyakan kegiatannya saat kasus pertama dan kedua?” protes Hye Sun

“Tidak… aku sudah menanyainya saat pertama kali sampai disini”

“Baiklah…” ucap Hye Sun

“Dan yang terakhir kau Kim Bum!” So Eun menatap tajam kearah Kim Bum, cowok cute itu hanya tersenyum seimut mungkin

“Tanyakan saja kegiatanku saat mati lampu” ujarnya menggoda, pipi So Eun panas

“Tidak usah! Lanjut saja, apa kegiatanmu saat kasus Sin Hye terjadi?”

“Eeemm… aku sedang baca buku di kamar, cerita nya menarik sekali, tentang petualangan Serlock Holmes memburu anjing hound, kau bisa meminjamnya ke kamarku nanti” tawar Kim Bum

“Tidak usah…”

“Saat kasus kedua terjadi aku sedang di Paris”

“A…aku sudah tahu!”

“Hanya memberi tahu…”

“Terima kasih…tapi tidak perlu!”

“Heemmm… jutek sekali”

“Tunggu dulu… kalian tidak perlu berdebat di sini sekarang!… So Eun! Kau curang! Tak menanyakan kegiatan Kim Bum saat mati lampu?, kenapa?ini tidak adil! Aku harus tahu kegiatannya agar memastikan tidak dia yang ingin membunuh Min Ho!”

“Kau mau tahu Hye Sun?” Kim Bum melirik So Eun, pipi gadis itu bertambah merah dan panas,

“Tidak usah Hye Sun! Tidak perlu ditanyakan! Itu tidak perlu!” ujar So Eun cepat

“Kenapa? Itu tidak adil!”

“Aku sedang memeluk So Eun seperti ini…” ucap Kim Bum santai, dipraktekkannya adengan ia memeluk So Eun tadi di depan semua orang di ruangan itu

“So Eun… seharusnya kau menyandarkan kepalamu di dadaku kan!” lanjutnya, pipi So Eun makin seperti kepiting rebus, ia mendorong Kim Bum menjauhinya

“Kim Bum! kau apa-apaan sich!” ujarnya kesal

“Tidak apa-apakan? Aku harus menjelaskannya pada Sin Hye” bela Kim Bum

“Ta…tapi kau tidak perlu memelukku kan?”

“Yasudah… aku minta maaf” ucap Kim Bum ringan, So Eun mendengus

“Baiklah… tidak ada apa-apa lagi yang bisa kulakukan malam ini, kalian boleh kembali ke kamar masing-masing” ucapnya. Semuanya berdiri dan berjalan ke kamar masing-masing. So Eun terduduk di sofa, mengamati satu per satu orang yang keluar, tunggu… orang itu… tadi ia mengatakan sesuatu yang janggal… mana mngkin? Jangan-jangan…haaahh??? tapi apa alasannya? Bukankah?…eeehh… bisa saja analisaku salah, tapi orang itu terlalu mencurigakan… So Eun asyik dengan analisanya, membuka denah rumah itu sekali lagi, heeemm… dari sini… dekat sekali… tapi ini juga bisa… eeehh… disini ada apa ya? Heeemm… So Eun jadi pusing sendiri, otaknya jadi panas karena berfikir keras, kemudian menjadi haus. Jadi ia beranjak ke kamarnya segera…

Sesapainya di dalam kamar, So Eun langsung meneguk air satu gelas tanpa mengambil nafas

“Hhhhfff… lelah sekali!” ia merebahkan dirinya diatas kasur, matanya memejam sesaat, dan saat matanya terbuka kembali

“Waaa…!!! Kim Bum! apa yang kau lakukan disini? Mengejutkan ku saja!”

“Aku cemas padamu!”

“Cemas?” So Eun bingung

“Tampaknya kau berfikir terlalu keras… jangan memaksakan diri lagi…”

“Haaahh??? Aku dipanggilkan memang untuk itu…???”

“Tapi kalau sampai kelelahan begini…”

“Sudahlah Kim Bum… ini sudah jam dua pagi, kau tidak ngantuk? Lagipula masuk tanpa izin kekamarku… sudah dua kali kau lakukan! Sangat tidak sopan!” omel So Eun

“Aku tak bisa tidur…” Kim Bum berbaring di kasur So Eun

“Tidak bisa? Sama sekali tak mengantuk? Sudah semalam ini?” So Eun tak percaya

“Yaaahh… ke kamar ku yuk!” ajak Kim Bum tiba-tiba saja

“Haaahh??? Untuk apa?”

“Temani aku tidur…”

“Sembarangan! Enak saja kau menyuruhku tidur bersamamu!”

“Eeehh… bukan begitu, tapi…maksudku dongengkan aku…aku tak bisa tidur…”

“Haaahh???”

“Dan mereka hidup bahagia selamanya…” So Eun mengakhiri dongeng ‘Rapunzel’ nya. Kim Bum bukannya mendengarkan dongeng dengan baik, malah asyik mengamati wajah So Eun yang membacakannya dongeng

“Naaahh…ceritanya selesai…kau sudah bisa tidur?” tanya So Eun, rasanya ia seperti mengurus bayi saja, Kim Bum menggeleng

“Aku butuh teman bicara…”

“Baiklah… apa yang ingin kau ceritakan?”

“Eeemm… malam ini aku sangat senang…” ucapnya, So Eun menoleh

“Kenapa?”

“Sudah lama tak ada yang membacakan dongeng untukku… sejak omma ku meninggal… berarti sudah sepuluh tahun…”

So Eun mendengarkan dengan baik, menatap Kim Bum

“Biasanya sebelum tidur omma selalu datang, membacakan dongeng untukku, lalu mendengarkanku bercerita tentang kejadian yang kualami seharian, dan mengecup dahi, dan kedua pipiku, barulah aku bisa tidur… sepuluh tahun terakhir aku tidak tidur dengan nyenyak…”

“Kenapa???”

“Tak ada lagi yang mendongengiku, mendengarkan ceritaku, mengecup dahi dan kedua belah pipiku dengan sayang…”

“Dan kau lari ke night club-night club itu?”

“Disana banyak bertebaran para wanita… sayang saat kuceritakan tentang hal ini mereka semua tampak sangat tak suka dan aneh…”

“Lalu…???”

“Aku memutuskan mereka semua, mencari yang lain lagi… menurut mu kenapa? Kenapa mereka begitu?”

“Tentu saja, kau sangat manja… kedengarannya begitu… tapi wajar, kau anak bungsu… aku tak menyalahkan mu… dulu aku juga suka mendengarkan dongeng dari omma sebelum tidur, sama sepertimu, omma dan appa ku sudah meninggal, kecelakaan…mereka mewarisiku sebuah rumah kecil dan sebuah toko, tapi karena tak bisa mengurus toko dan lebih tertarik menjadi detective aku mengubahnya menjadi kantor detective swasta saja, tak menyangka bisa menyelesaikan banyak kasus…”

“Tentu saja kau bisa… kau wanita yang hebat…”

“Terima kasih…”

“Kau sangat mirip omma… aku jadi sangat menyayangimu…” wajah Kim Bum terlihat imut sekali, seperti anak kecil tak berdosa

“Terima kasih… tapi jika menyayangiku kenapa suka membuatku kesal?”

“Karena kau terlihat lucu kalau marah…”

“Kau ini ada-ada saja…”

“Aku serius… aku senang berada di dekat mu…”

“Sebagai seorang omma?”

“Tidak… kurasa lebih seperti seorang pasangan…???”

“Haaahh??? Kim Bum, kau ini ada-ada saja…”

“Tidak… aku mengatakan yang sebenarnya…”

“Sudahlah… aku juga sudah mengantuk… kau, tidurlah lagi, mimpi indah ya?”

“Kau tak ingin menjawabku?” tanya Kim Bum cemberut

Cup…cup…cup… So Eun mencium dahi, dan kedua belah pipi Kim Bum

“Selamat malam…Bummie…” ucapnya, lalu berjalan keluar kamar…

Cklek… pintu ditutup

Kim Bum masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi, So Eun menciumnya!… yaaahh… walau Cuma dahi dan kedua pipinya, gadis itu sangat keibuan… Kim Bum tersenyum

“Omma… aku sudah menemukannya… sesorang yang mirip denganmu…” bisiknya dan segera tidur…

So Eun kembali ke kamarnya, entah mengapa…ia menjadi sayang kepada Kim Bum… yaaahh…walau sekarang rasanya ia hanya mengaggap Kim Bum sebagai adek… Dibaringkannya lagi tubuhnya di atas kasur, dan menarik selimut,heeemm…. ia tak tahu apa yang akan terjadi esok… semoga saja bukan hal yang buruk… do’a nya sebelum tidur, dan terlelap nyenyak…

~ ~ ~

So Eun membuka matanya perlahan, mentari sudah berhasil menyusup pada sela-sela jendela kamarnya

“Huuuaaahhh….” ia menguap panjang

“Kau sudah bangun? Syukurlah… kami sudah capek menunggumu bangun”

So Eun menoleh kearah sumber suara, di sofa tampak Kim Bum dan Kim Joon asyik membaca koran sambil minum kopi

“Lho… kalian???” So Eun heran

“Hari ini penyelidikan di mulai kan, detective So Eun?” Kim Joon menutup korannya, dan menyeruput kopinya, So Eun menatap kedua kakak-beradik beda ibu itu bergantian

“Lalu kenapa Kim Bum juga ada disini?” tanyanya bingung, setahunya Kim Bum tak tertarik pada penyelidikan ini

“Entahlah… saat aku ke kamarmu ia memaksa ikut…”

“Tidak apa-apa kan? Lagipula kenapa kalian selalu bersama?”

“Haaahh??? Tentu saja menyelidiki kasus!” jawab So Eun

“Kalau begitu aku juga!” balasnya

“Aaaaiiihh…!!! Kim Bum! kau ini, tadi malam terlihat begitu manis dan baik, pagi hari kembali keras kepala” sahut So Eun

“Tadi malam? Terlihat sangat manis dan baik? Memangnya setelah disuruh So Eun keluar dari ruang keluarga kalian masih bertemu?” tanya Kim Joon heran

“Ya… di kamar Kim Bum…” jawab So Eun singkat

“Haaahh??? Di kamar Kim Bum? a… apa yang kalain lakukan? Cewek-cowok…berdua di dalam kamar malam hari?” tanyanya tak percaya

“Tak menyangka Kim Bum… hubungan kalian berkembang begitu cepat…” lanjutnya

“Begitulah…” jawab Kim Bum cuek

“Eeeehhh… Kim Joon! Kau jangan memikirkan hal yang tidak-tidak! Aku hanya membacakan dongeng untuknya…” ucap So Eun buru-buru

“Dan setelah itu dia mencium dahi dan pipiku… kau masih bisa lihat bekasnya tidak?” pamer Kim Bum pada abangnya itu, So Eun memerah pipinya

“Aaaaiiissshhh!!! Itu hanya ciuman untuk seorang anak!” tolaknya

“Oh ya??? Kapan-kapan ke kamrku juga ya, So Eun… bacakan aku dongeng…biasanya omma selalu membacakan aku dongeng, bercerita denganku dan…” Kim Joon melirik Kim Bum jahil

“Mencium bibir ku!”

“Haaahh??? Tidak mungkin! Kau mengarang Kim Joon!” ucap Kim Bum jengkel sambil merempar bantal sofa padanya

“Ha ha ha… kok tahu aku mengarang?” Kim Joon tertawa lebar

“Aaaaiiissshhh…!!! So Eun, kau tak boleh ke kamarnya! Aku khawatir sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi” ujar Kim Bum cepat, Kim Joon makin lebar tertawanya, So Eun dengan pipi kepiting rebusnya hanya diam dengan malu di atas kasur

“Aaaaaa………………aaaa…….. keluar! Keluar kalian! Mengganggu pagiku saja!” So Eun mendorong Kim Bum dan Kim Joon keluar dari kamarnya

“He…hei… kita harus membicarakan kasus So Eun…” ucap Kim Joon

“Kita harus membicarakan dongeng yang akan dibacakan nati malam!” Kim Bum tak mau kalah, tapi

“Nanti saja, aku mau mandi!”

Brak…!!! pintu kamar So Eun di tutup dengan keras

“Kenapa sich kedua kakak-beradik itu!” dengus So Eun sebel dan segera mengambil handuk dan menuju kamar mandi…

So Eun memejamkan matanya sesaat, merasakan air yang dingin dan segar dari pegunungan membasuh wajahnya, lengannya, tubuhnya…aaahh… segar sekali… bisiknya.

Selesai mandi So Eun segera memakai t-shirt, dan celana training selutut, menghanduki rambutnya, lalu mengambil hair dryer dan mengeringkan rambut. Ia duduk di depan meja rias, memandangi bayangannya sendiri, kau pasti bisa menyelesaikan kasus ini So Eun… Gambate Kudasai*…!!! pekiknya dalam hati (* Berusaha keras/semangat, Jepang)

So Eun keluar dari kamarnya dan berjalan di lorong. Di depan kamar Kim Bum, ia berhenti. Rasanya ingin masuk lagi ke dalam kamar itu, kamar Kim Bum sangat nyaman, pikirnya, jadi dibukanya pintu kamar dan mengintip dari luar, memasukkan kepalanya saja

“Kau mau masuk? Masuk saja…”

So Eun menoleh, Kim Bum telah berada di belakangnya dengan senyum killernya, sayang So Eun tak terpengaruh

“Kim Bum…”

“Kau penasaran dengan kamarku? Masuk saja, aku tak marah kok! Malah senang sekali kau mau berkunjung…” ditolaknya So Eun sampai masuk dalam kamarnya

“Kau ini kasar sekali!” dengus So Eun, Kim Bum malah makin lebar senyumnya

“So Eun… kau mau berkunjung, ada apa…???” tanyanya senang, So Eun malah sebel melihatnya

“Jangan sok ramah seperti itu dech!”

“Aku tidak sok ramah… kau ini selalu curiga padaku… salahku apa sich?”

“Huh! Banyak sekali! Tak perlu kusebutkan satu-satu!” So Eun membuang muka, Kim Bum duduk di sofa

“Mau menyelidiki kamarku kan? Silahkan saja, aku tak takut, pelakunya bukan aku…”

“Terima kasih… karena aku sudah memiliki izin akses, aku akan mengacak-ngacak semua isi nya!” So Eun mulai mengamati lemari buku Kim Bum yang super besar

“Jangan diacak donk… kau tidak kasihan pada paman Lee Geuk? Dia akan susah membereskannya kembali…”

“Benar juga… ternyata kau ada sisi baiknya juga ya Kim Bum”

“Tentu saja! Aku kan juga manusia!”

“Ya…ya…ya… aku tahu…” So Eun beralih memeriksa lemari pakaiyan

“Mau memeriksa apa? disini kau tidak akan temukan hal yang mencurigakan!”

“Kau diam saja!”

“Jahat sekali! Padahal tadi malam begitu manis dan baik!”

“Jangan mengulang perkataanku!”

“Aku tidak mengulangnya… hanya meniru!”

“Sama saja!”

“Tidak sama kok!”

“KIM BUM…!!!” So Eun jengkel sekali

“ADA APA SO EUN…???” Kim Bum ikutan bicara keras

“Kau… kenapa menyebalkan sekali?!” So Eun berjalan kearah Kim Bum dengan kesalnya, berkacak pinggang di depan lelaki itu. Kim Bum malah makin tersenyum lebar dan menarik So Eun kearahnya

“Kkkyyaaa… apa yang kau lakukan?!” So Eun amat terkejut dengan reaksi Kim Bum

“Aku sangat menyayangimu…”

“Kau aneh! Seperti anak kecil saja…”

“Biarkan saja… asal So Eun suka…”

“Aaaiiihhh!!! Aku tak suka kau yang seperti ini!”

“Jadi kau mau aku bagaimana?”

“Bisa tidak sedikit dewasa?”

“Tentu saja… So Eun… aku jadi mau mencium bibirmu…mungil dan imut sekali!”

“Haaaahhh??? Apa katamu? Enak saja! Dasar hidung belang!” So Eun menarik tubuhnya keluar dari pelukan Kim Bum

“Kenapa? Bukankah orang dewasa sudah diperbolehkan ciuman?”

“Tapi tidak denganku!”

“Kenapa begitu?”

“Lakukan saja dengan wanita yang kau sukai!”

“Tapi aku kan menyukaimu So Eun…”

“Aku tidak!” bentak So Eun kesal, Kim Bum terdiam

“Kenapa… kenapa tidak?”

“Karena kau sangat aneh! Waktu pertama kali kita bertemu dingin sekali, lalu menjadi liar, mengajakku ke night club, sekarang malah menjadi bayi…”

“Karena kau sangat keibuan kukira kau suka bayi… makanya aku jadi ingin menjadi bayi…”

“APA KAU MASIH WARAS KIM SANG BUM…???” So Eun naik pitam

“Baiklah… aku juga sudah capek mengejarmu terus tanpa pernah dibalas… kau keluar saja dari kamarku, aku sedang ingin sendiri…” Kim Bum menjadi kembali dingin, So Eun makin bingung

“Aku tidak mau… aku masih ingin memeriksa kamar mu!”

“Kenapa? Kan sudah kubilang keluar!” Kim Bum berdiri dari duduknya menatap So Eun tajam

“Tidak mau!” So Eun melanjutkan memeriksa lemari Kim Bum

“Hei! Jangan sembarangan mengacak barang-barangku!”

“Tadi kau sudah mengizinkan!”

“Sekarang tidak lagi…”

“Kau tidak bisa menarik kata-katamu lagi!”

“Kenapa? Itu terserahku donk!”

“Pokoknya tidak bisa!”

“Apa alasan mu?”

“Karena aku tak suka lelaki yang plin plan….!”

“Kau kan memang tidak menyukaiku!”

“Apa itu salah? Mana bisa memaksakan perasaanku!”

“Memang sich… jika tak ingin aku menyukaimu, jangan menjadi seperti omma ku”

“Haaaahhh??? Aku tidak menjadi seperti omma mu!”

“Tidak! Sikap kalian mirip sekali! Berhentilah bersikap seperti itu, jadi seperti orang lain saja…”

“Mana bisa! Dari dulu aku juga sudah begini!” So Eun kesal, tetap mengacak lemari Kim Bum

“Kau susah sekali di bilangkan! Ayo keluar!” Kim Bum menarik pinggang So Eun

“Tidak mau!” So Eun mempertahankan dirinya

“Keluar sekarang juga!”

“Tidak akan!”

“Bawel sekali!”

“Biar saja…”

“Kau ini…!”

“Tunggu… jangan marah-marah dulu…” So Eun menemukan sesuatu di dalam lemari Kim Bum

“Haaahh??? Kenapa?” Kim Bum ikutan penasaran, memasukkan kepalanya ke dalam lemari

“Ada sesuatu disini…” So Eun meraba dinding lemari besar Kim Bum

“Iyaaa… apa yang mencurigakan disana?”

“Kau pasti sudah tahu Kim Bum… jangan pura-pura…”

“Tapi aku tak mengerti maksud perkataan mu!”

“Ada pintu disini…” So Eun menatap Kim Bum dari balik baju-baju yang tergantung

“Ooohh… kalau itu sich aku tahu… mau lihat kita keluar di mana kalau masuk pintu ini? Dirumah ini hanya aku satu-satunya yang tahu, ini pintu rahasia…” Kim Bum tersenyum sok misterius, tanpa menjawab Kim Bum, So Eun duluan membuka pintu rahasia itu dan masuk, Kim Bum mengikuti di belakang So Eun, mereka berdua merangkak kedalam

“Tuan muda… ada…” kata-kata Lee Geuk tertahan, melihat majikannya masuk kedalam lemari bersama seorang wanita yang tak tahu siapa, apalagi pakaiyan wanita itu tak menutupi betisnya, heeemm… tampaknya ia tidak bisa mengganggu mereka sekarang, fikir Lee Geuk dan kembali menutup pintu. Kim Bum yang mendengar suara Lee Geuk mengeluarkan kepalanya dari dalam lemari

“Ada apa paman?”

Tapi pintu telah ditutup, ada apa sich? Kim Bum penasaran, tapi memutuskan tak terlalu memikirkannya dan kembali masuk ke dalam lemari mengikuti So Eun…

So Eun merangkak memasuki pintu itu, tiba-tiba…

“Kkkkyyyaaaaa….!!!” So Eun memekik, ia meluncur didalam lorong di dalam pintu itu, Kim Bum cepat-cepat menyusul

“So Eun…!!!” teriaknya, memencet tombol di antar baju-baju, lorong licin itu berubah menjadi tangga

Bruk…brak…prak…!!! tubuh So Eun teromang-ambing, lalu berguling-guling diatas tangga, dan…

Bruk…!!! tubuhnya jatuh diatas rerumputan, ia meringis menahan sakit

“Aaa…aaakkhh…” jeritnya pelan, terdengar suara langkah kaki dari tempat ia terjatuh tadi, Kim Bum menghampirinya dengan cemas

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya

“Ka…kau bercanda ya…???” So Eun meringis, rasanya tubuhnya remuk redam.

“Kita kembali ke kamarku? Aku akan menggendongmu…” tawar Kim Bum

“Te…terima kasih…” So Eun pasrah saja, seluruh tubuhnya nyut-nyutan, Kim Bum menggendongnya, kembali memasuki tempat ia jatuh tadi

Kim Bum membaringkan tubuh So Eun diatas kasurnya, menatap gadis itu cemas

“Kau mau minum?” tawarnya sambil memberikan segelas air putih pada So Eun

“I…iya…”

Kim Bum memberikan gelas itu pada So Eun, So Eun meminum air di dalamnya sampai tuntas

“Kenapa airnya hanya setengah gelas?” tanyanya penasaran

“Tadi sudah kuminum setengah, he he he…”

“Apa?” So Eun membulatkan matanya

“Tidak apa-apa kan? Ciuman secara tidak langsung… itu wajar, usiamu sudah akan memasuki dua puluh satu tahun kan?”

“Ta…tapi…”

“Aku tahu… aku lelaki pertama yang ciuman dengan mu kan? Walaupun secara tidak langsung…” Kim Bum tersenyum jahil, So Eun tak dapat membalas lagi, punggungnya masih sangat sakit…

“Tadi kita keluar di mana?”

“Di taman belakang, tapi tempat itu jarang dilewati…”

“Ooohh…”

Tiba-tiba So Eun memikirkan sesuatu…

“Kim Bum…”

“Ya…???”

“Kau benar-benar ada di Paris saat kasus terbunuhnya appa mu?”

“Tentu saja… aku pergi sehari sebelumnya…”

“Tidak bohong?”

“Haaahh???”

“Maksud ku, tidak pura-pura pergi, dan kembali diam-diam?”

“Mana mungkin!”

“Tapi…” So Eun menatap lemari baju Kim Bum. Tapi jalan itu bisa digunakan! Ini sangat mencurigakan!

~ ~ ~

TBC

Tags: , ,

20 responses to “between wealth, death, and love part 2”

  1. kikey says :

    Aaaa penasaran banget kelanjutannya. Pasti bukan kim bum kan pelakunya? Jangan dong *maksa* kyaaa, mau dong dipeluk kimbum oppa hihihi. Seru thor, bikin penasaran tingkat tinggi. Lanjutannya jangan lama2 ya hehe😀

  2. Sary aj0w says :

    Kereeeen..wh0ah kpan s0 eun laik ma bum??gak zabar..
    Yakk,s0 eun!msa kw curiga ma bum?..’pletaaak’
    0ww tidag bisaaa,hahaw

  3. ambar says :

    Daebak critanya. . . . .lucu,romantis,jd penasaran. . .next pastnya jngan lama2 y. . .

  4. bismania luph bumsso says :

    waahhh,….
    pnsaran bgets,…..
    aq gk bsa nebak cpa pelakux, gk bkat jdi detective niech,pdhl pengen bget jdi detective……..
    lanjutin dunk,…..
    cpat yh…………………

  5. bumie-nda says :

    ahh,,penasaran!!
    jgn ampe mbum yg jdi pelakunx!!
    lanjut thor,,cpetan ya,,hehehe:p

  6. yankyu says :

    chingu penasaran sm lanjutannya update yang cepet ya
    moga bbukan bum pelakunya

  7. dae says :

    ayo lanjutkaaaaaaaan, ah kocak sumpah
    entah kenapa bayangin kim bum jadi keinget Jae Hee di chun hyang

  8. amniminry says :

    huah!! keren. penasaran bngt sama lanjutanny. btw, bukan bum kn pelakunya? oya bum, jangn berubah terus dong sikapnya. membingungkan orang
    next part ditunggu

  9. Putri says :

    Penasaran ma pembunuh’a. . .
    Kimbum ma s0eun luchu bngetz. . .
    Aq ska crita’a. . .

  10. kimmify says :

    chingu aku suka bangeeet ffnya! bikin penasaran kuadrat hahahaha
    plis update yg cepeeeeet
    lima jempol buat part ini *satu jempol minjem onew kkkk*. hahaha
    aku penasaran siapa pembunuhnya…
    hwaiting!

  11. Mediyanti Christin says :

    wah seru bgt thor…
    di tunggu next partnya ya

  12. leuni says :

    seru, bikin penasan aj !
    d tgu lnjtya…..

  13. qinqin says :

    akh part selanjutnya jangan ada yang meninggal lagi ya,serem nih ngebayanginnya

  14. RiriAngels says :

    HAHAHA LUCU + KEREN + SERU😄
    Next Part Ditunggu ..

  15. puchaaby says :

    annyeeeeoongggggg authorrrrrrr………..!!!!!!!!!!!!!!

    sebelumnya mo minta maaf dulu baru sempet comment di part ini😀😀 *bow 360 derajat bareng yeppa

    wuaaaaaaaaaaaaaaaa baca ffnya bener2 mantep,,,panjang,,jelas dan seru,,,
    hebat banget authornya,,, *1000 jempol dinosaurus buat author

    hahhahaha ni kim bum bener2 aneh bin ajaib yah,,,hu’um agak bingung juga sama sikap kim bum,,awal dingin,,terus jahil,,terus sekarang jadi ngejar2 soeun hehhehehe,,,tiada hari tanpa pertengkaran,,soeun juga terlalu polos wkwkwkwkwk

    entah kenapa feeling gw murdernya kim joon yah??

    huaaaaaaaaaaaaaa ayo2 cepet2 di update ASAP…
    udah ngk sabar sama kelanjutannya ^^
    disini saya menanti kelanjutannya bersama yesung dan TOP xixiiixixiix

    gomawo
    _bow_

  16. Indah_ELF says :

    Rame bgt …
    Penasaran euy …
    Ciuman secara gg langsung eum ..brti qu prnah dund hehehe
    d’tngu part slanjut’a tpi jgan lma” …

  17. bismania luph bumsso says :

    Author,…..
    mho mnta tlong, klo bsa nanti d part 3 d jelasin tentang denah rmahx donk,
    d mna ltak kmar kim joong,dll…..
    y chingu…….
    lanjutkan………………..

  18. imi says :

    suka banget sama crtanya…
    lucu, romantis.. bkin ketawa2 terus pas bacanya…

  19. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uah uah uah kayanya makin seru ? Uah apa sso curiga sama bum? Aihh makin penasarannnnn lnjut baca🙂 tpi aku penasaran sama Lee Guk hehe😀

  20. Margaretha says :

    Orang lagi serius menyelidiki kasus tapi dia ajak bercanda melulu.. Jalan rahasia dan hanya Kimbum yg tau,, itu arti’a Kimbum bisa di sebut tersangka utama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: