From “Panci Nasi Ubur-Ubur” With Love (Part 3)

Author : adinary (ajeng dinar)
Main Cast : Kim Bum – Kim So Eun
Cast : Jung Il Woo – Moon Chae Won – Kim Joon – Park Min Young – Kim Jong Jin – Lee Hye Young – Kim Ki Bang – Han Ha Jin (itu nama korea author, author ikutan maen^^ )
Genre : Drama, Friendship
Type : Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita. Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak disengaja.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Kalau ada yang sama dengan FF lain itu suatu ketidaksengajaan. Dan tambahan, FF yang aku buat ini terinspirasi dari drama korea Full House (Rain-Song Hye Kyo). Jadi pasti ada beberapa adegan/gambaran yang sama dengan Full House, hehe. Dan ingat, jangan copas tanpa seijin author ya^^ (kalau ada ‘……….’ Itu berarti bicara dlm hati ya mates, hehe)

~~~

So Eun terlihat diam dan menatap kepergian mobil Ki Bang.

“Baiklah! Ini demi meringankan hutang-hutang orang tuaku. Appa, eomma. Aku akan berusaha melunasi hutang-hutang kalian agar kalian tenang.” Ucap So Eun dengan mantap.

So Eun pun berjalan kembali ke kelasnya. Ia melewati beberapa para mahasiswa/i. So Eun merasa aneh karena ketika ia lewat mulai banyak yang berbisik dan memperhatikan So Eun.

“Kenapa mereka ?” Gumam So Eun pelan.

Tiba-tiba… brukkkk!

Ada seorang mahasiswi yang tak sengaja atau mungkin sengaja menabrak So Eun ketika berjalan.

“Upss, aku menabrak wanita yang ingin eksis.” Ucap wanita itu sinis. So Eun hanya diam, ia tak mengerti.
“Jurus apa yang kau gunakan hingga seorang penyanyi seperti Kim Bum bisa kau dapatkan ?” Tanya teman mahasiswi itu dengan nada yang tak enak.

So Eun tersentak dengan pertanyaan mahasiswi barusan. “Permisi.”
So Eun berlalu meninggalkan mahasiswi mahasiswi tersebut. Ia tak memperdulikan bisikan-bisikan para mahasiswa/I tersebut. Ia mengubah haluan menuju toilet dan menghadap cermin.
‘aaaaahh, kenapa ini harus terjadi padaku!’ So Eun menatap bayangannya di cermin. Ia kembali teringat akan tawaran Ki Bang.

“Apa, apa aku tidak salah menerima tawaran itu ? Tapi, ini demi appa dan eomma. Hutangnya masih 200jt won lagi.” So Eun pun membuka keran dan membasuh wajahnya dengan air. Ia kembali menatap cermin.
“Haaaa, bagaimana kalau bulan depan aku tidak bisa melunasi semua hutang itu.” ia menggigit bibir bawahnya. “Kalau bulan depan aku belum membayar hutang itu, bisa-bisa mereka menjebloskanku ke penjara.” Air mata So Eun mulai keluar saat itu juga.
“Appa….eomma. tolong aku,” isak So Eun. “Aku tak mau masuk penjara…”

~~~

“Bagaimana ?” Tanya Kim Bum begitu melihat Ki Bang membuka pintu studio.
“Kurasa dia akan setuju. Aku menawarkan sejumlah uang pada So Eun-ssi.” Jawab Ki Bang sambil duduk di sofa.
“Uang ? Berapa ?”
“Entahlah. Aku….maksudku kita akan menemuinya lagi nanti. Atau mungkin besok. Kita akan membicarakan soal bayarannya.” Jelas Ki Bang.
“Kau memakai uang siapa untuk membayarnya ?”
“Tentu saja uangmu!! Enak saja memakai uangku!” Jawab Ki Bang.
“Mwo ?! aish! Kau sama sekali tak mau berkorban!” jengkel Kim Bum. “Tapi….mata duitan juga ya wanita galak itu.”
“Wanita galak ? Siapa ?” Tanya Ki Bang bingung.
“Iya, siapa lagi kalau bukan So Eun.”
“Dia menerima bayarannya karena terdesak.”
“Maksudmu ?”
“Yang ku dengar, orang tuanya terlilit hutang besar. Sekarang dia sedang berusaha membayar semua hutang itu.”
“Kenapa harus wanita galak itu yang membayar hutang ? Kan ada orang tuanya.” Ucap Kim Bum yang terlihat tak perduli.
“Entahlah, orang yang memberi tahuku tak tahu sampai sejauh itu.”

~~~

Hari ini, So Eun tak ada jadwal masuk kelas. Itu berarti waktunya ia bekerja di toko bubur. Dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore.

“Selamat menikmati.” Ucap So Eun ramah setelah meletakan pesanan pelanggan. Ia bekerja dengan giat di toko bubur ini setiap hari kamis, jumat dan sabtu. Gajinya memang tak terlalu besar, tapi setidaknya ia bisa menghidupi hidupnya. Sendiri. Tanpa ada yang menemani. So Eun benar-benar sendiri.

“Harap tunggu sebentar, pesanan anda segera datang.” So Eun tersenyum pada pelanggan.

Ya. So Eun sendiri dan ia hidup di kehidupan yang apa adanya. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan So Eun dulu. 5 tahun yang lalu ia masih bahagia. Orangtuanya adalah seorang pengusaha terkenal. Memiliki sebuah restoran mewah yang terkenal juga. Walau sebenarnya, orangtua So Eun belum lama menikmati kejayaannya itu. namun, entah apa yang terjadi. Kehidupan keluarga So Eun tiba-tiba kacau. Perusahaan ayahnya terlilit hutang besar. Hingga menjual restoran mewahnya itu pada seorang pengusaha terkenal. Pemilik Keimyung University. Entah ada apa dengan ayahnya, So Eun yang pikirannya belum terlalu dewasa itu belum bisa mengerti.

“Selamat datang, anda mau pesan apa ?” So Eun menyapa pelanggan yang baru datang.
Keluarga So Eun hampir bangkrut. Rumah mewahnya disita. Perusahaannya benar-benar bangkrut. Sedangkan hutang itu masih menggerogoti keluarga So Eun. Sampai akhirnya keluarga So Eun pindah ke sebuah apartemen kecil *yg sekarang di tempatin So Eun*. Mereka hidup dengan berbagai kekurangan. Sampai akhirnya hari itu tiba. Hari dimana kesendirian So Eun di mulai.

Kedua orang tua So Eun menjadi korban tabrak lari. Dan mereka berdua tewas di tempat. Ini benar-benar menjadi sebuah pukulan berat bagi So Eun. Semua kejadian ini memaksa So Eun untuk tumbuh menjadi gadis berusia 17 tahun yang dewasa dan kuat. Yang dapat menghidupi dirinya sendiri. So Eun yang memang dasarnya pintar pun mendapat beasiswa. Dan hal itu sangat membantu keuangan So Eun. Sampai sekarang ia berkuliah di Keimyung pun berkat beasiswa yang di terimanya.

Di hari ulang tahunnya yang ke 22 hari ini, ia menyulut dirinya sendiri untuk lebih semangat dan lebih kuat menghadapi semua cobaan yang datang padanya.

“Aaaahh, akhirnya selesai juga tugasku.” Ucap So Eun sambil melepas celemeknya di atas meja. Toko buburnya sudah tutup dan ini saatnya So Eun pulang.

Ketika ia hendak bersiap untuk pulang, tiba-tiba ponselnya berdering.
“Yeoboseyo ?”
“Aah, annyeong So Eun-ssi. Ini aku Ki Bang.”
“Oh, ne.. ada apa Ki Bang-ssi ?”
“Bisa kita bertemu sekarang ? ku tunggu kau di café Seoul sekarang.”
“Oh, ne.. baiklah.”

So Eun pun menutup ponselnya dan bergegas pergi ke café tersebut. ia meyakinkan hatinya untuk menerima tawaran Ki Bang sebagai kekasih pura-puranya Kim Bum.
“So Eun!! Kau pasti bisa!! Fighting!!”

~~~

@ café Seoul

So Eun baru saja memasuki café tersebut. lalu ia mencari seseorang yang di kenalnya. ‘ah, itu dia Ki Bang-ssi’
So Eun pun segera menghampiri Ki Bang.

“Annyeonghaseyo..” sapa So Eun.
“Ah~ annyeong So Eun-ssi. Silahkan duduk.” Ucap Ki Bang.

So Eun sedikit melirik ke arah samping Ki Bang. Seolah-olah bertanya siapa-dia.

“Ini Kim Bum. Dia harus berpakaian seperti itu kalau keluar.” Ucap Ki Bang.
“Oh..” gumam So Eun pelan.
“Kau menyetujui tawaranku kan So Eun-ssi ?” tanya Ki Bang to the point.
So Eun terlihat diam dan berpikir. Sesekali ia menatap ke arah Ki Bang dan juga Kim Bum. So Eun terlihat sedikit larut dengan pikirannya sendiri. Lama ia terdiam.

Tokkkk…!!!

Tiba-tiba Kim Bum menggetok kepala So Eun dengan sendok coffee. “Ya!! Hyung!! Kalau kau bertanya padanya, kau harus memukul atau sedikit membuat kepalanya terbentur sesuatu agar ia cepat menjawab.”

“Aish!! Kurang ajar sekali kau memukul kepalaku seenaknya. Dasar ubur-ubur tidak tau sopan santun. Artis macam apa kau ?!” gerutu So Eun.

“Nah, kau lihat kan hyung? Setelah ku pukul, ia baru berbicara.” Ucap Kim Bum.
“Bum-ah!! Sudahlah!” relai Ki Bang. Kini perhatiannya tertuju pada So Eun lagi. “Bagaimana?”
So Eun mengangguk kecil. “Baiklah, aku terima.”

“Baiklah kalau begitu, ini. Ini bayaran untukmu So Eun-ssi.” Ucap Ki Bang sambil menyodorkan amplop berisi sejunlah uang.

So Eun menatap amplop itu. Ia mengambilnya perlahan. Kini So Eun menunduk.

“Itu 10jt won-“

“Dan itu uangku!” Ucap Kim Bum memotong perkataan Ki Bang. “Kau, Kim So Eun. Kau harus menjalankan tugasmu dengan baik.” Lanjut Kim Bum.

Kini So Eun mengangkat kepalanya. “Ne. aku akan melakukannya dengan baik.” So Eun sedikit tersenyum.

“Ah~ So Eun-ssi ku dengar hari ini ulang tahunmu. Apa itu benar?” tanya Ki Bang.
“Kau tau darimana ?” tanya So Eun sedikit terkejut.
“Itu tidak penting. Saengil chukkhae So Eun-ssi.” Ki Bang tersenyum lebar. “Mungkin sebagai hadiah, aku akan mentraktirmu makan di café ini. Pesan saja yang kau mau.”

So Eun tersenyum paksa. Ia mengingat orang tuanya. Ia mengingat semua pesta ulang tahunnya yang dulu selalu di rayakan. Mata So Eun sediki tberkaca-kaca saat itu. “Kamsahamnida Ki Bang-ssi.”
Ki Bang pun sedikit menyenggol Kim Bum untuk memberi selamat. “Chukkhae.” Ucap Kim Bum singkat.
So Eun hanya mengangguk dan tersenyum. Tapi senyumannya sedih. Tatapannya pun sedih.
Di balik kaca mata hitamnya Kim Bum memperhatikan So Eun. ‘kenapa wanita itu ? kenapa tatapannya menyedihkan seperti itu?’

“Ki Bang-ssi, Kim Bum-ssi. Lebih baik aku pulang saja, terimakasih. Hubungi aku jika aku harus mulai melaksanakan tugasku.” Ucap So Eun hendak beranjak dari duduknya.
“Kau tak mau makan?” tanya Ki Bang.
“Ah kurasa tak perlu. Terimakasih. Sampai jumpa.” So Eun tersenyum dan membungkuk lalu pergi.

~~~

Malamnya, So Eun mendapat kejutan dari sahabatnya Chae Won. Chae Won datang bersama Il Woo sambil membawa kue dan beberapa makanan.

“Saengil chukkhae So Eun-ssi.” Ucap Il Woo sammbil memberi So Eun sebuah kado.
“Sunbae, terimakasih banyak.” Ucap So Eun.
“So Eun-ah, mianhae aku telat memberimu kue dan kado hehe” Ucap Chae Won sambil memeluk So Eun erat. Dan mengusap halus punggung So Eun. Seolahia tau bagaimana perasaan sahabatnya itu.
Chae Won tiba-tiba merasakan pundaknya basah. “So Eun-ah sudahlah jangan menangis. Nanti orang tuamu sedih.”
“Ne, jangan buat orang tuamu sedih So Eun-ssi.” Ucap Il Woo. Ya, sedikit banyak ia tau hal-hal mengenai So Eun melalui Chae Won.
So Eun tak berkata apa-apa, ia mengeratkan pelukannya pada Chae Won dan kembali menangis. Ia benar-benar rindu kedua orang tuanya. Ia juga kembali teringat akan hutang yang masih harus ia bayar. Yang harus ia lunasi dalam waktu sebulan lagi.
“Gomawo… jeongmal gomawo Chae Won-ah karena kau selalu di sampingku sejak dulu. Gomawo.. gomawo..” So Eun tetap memeluk sahabatnya itu.
“Ne, So Eun-ah… cheonma..” ucap Chae Won.

~~~

“Hyung, memangnya kapan konferensi pers itu akan di adakan ?” Tanya Kim Bum pada Ki Bang.
“Lusa. Memangnya kenapa ?” Jawab Ki Bang sambil terus terfokus pada laptopnya.
“Apa yang harus aku katakana nanti ?” tanya Kim Bum yang juga ikut memperhatikan laptop Ki Bang.
“Kau tinggal bilang, SO Eun-ssi adalah kekasihmu dan kalian sebenarnya sudah lama berhubungan. Bukankah para artis selalu go public setelah lama berpacaran ? itu taktik para artis, bukan ?” ucap Ki Bang yang kini menatap Kim Bum.
“Haaaah, baiklah baiklah.”

“Coba. Coba kau latihan berbicara di depan pers tentang So Eun-ssi.” Pinta Ki Bang. Kim Bum menggeleng sambil memanyunkan (?) bibirnya. “Ayolah, aku tau kau orang yang romantic, Bum.” Pinta Ki Bang lagi sambil sedikit terkekeh.
“Baiklah.” Kim Bum sedikit berdeham lalu mulai berbicara. “Kim So Eun adalah seorang wanita yang….”
“Yang ?” Ucap Ki Bang penasaran sambil menatap wajah Kim Bum yang bersemu romantis *ada ya wajah semu romantic –‘*

“Yang kasar. Berantakan seperti singa. Tuli. Galak. Dan ceroboh, hahaha..”
Pletakkk!!
“YA!! Mana boleh berbicara seperti itu! di sebelah mana romantisnya kata-katamu itu!” Ucap Ki Bang yang menjitak kepala Kim Bum.
“Hyung, yang tadi adalah kata-kata teromantisku untuknya. Dari hati yang terdalam.” Ucap Kim Bum lalu berlari kearah pintu keluar studio.
“Kau mau kemana ?” teriak Ki Bang.
“Min Young mengajakku bertemu.” Balas Kim Bum.
“Min Young lagi..” gumam Ki Bang pelan. Ki Bang pun mengambil ponselnya dan menghubungi So Eun.
“Yeoboseyo.. So Eun-ssi ?”
“Ne, Ki Bang-ssi ini aku. Ada apa ?”
“Bersiaplah, lusa konferensi pers itu akan di adakan. Aku akan mempersiapkan semuanya.”
“Oh, ne.. baiklah aku akan bersiap.”
“Oh iya, sampai lusa nanti jika kau mendapat pertanyaan seputar kau dan Kim Bum. Abaikan saja pertanyaan itu. wartawan ada dimana-mana, berhati-hatilah.”
“Ne.. Ki Bang-ssi, aku akan berhati-hati.”
“Baiklah kalau begitu, sampai jumpa lusa nanti.”
“Ne, sampai jumpa.”

~~~

Klik..
So Eun memutus hubungan teleponnya dengan Ki Bang. Rencana So Eun hari ini adalah membayar hutang kedua orangtuanya.
“10jt won di tambah uang tabunganku 4jt won. Jadi 14jt won.” Gumam So Eun sambil menunggu bus datang. “Hhh, berarti tinggal 186jt won lagi. Aish! Masih banyak.”
Tak lama menunggu, bus yang So Eun tunggu pun datang. Ia segera menaiki bus itu dan mencari tempat duduk. Kebetulan di belakang ada tempat duduk yang kosong. Tepat di samping seorang wanita yang kira-kira seumuran dengannya. So Eun pun duduk disitu. Ia tersenyum pada wanita disampingnya.
“Maaf..” ucap wanita itu pada So Eun. So Eun pun menoleh dan mengangkat halisnya seolah berkata ada-apa. Wanita itu tersenyum. Senyuman yang tak dapat di artikan.
“Apa kau wanita yang ada di tabloid ini ?” tanya wanita itu. So Eun terlihat kaget saat melihat tabloid yang di pegang wanita itu. cover tabloid itu adalah fotonya bersama Kim Bum saat di RS.
“Ah, sepertinya aku benar.” Ucap wanita itu lagi. “Ternyata aslinya kau cantik ya, pantas saja Kim Bum tertarik padamu. Kenalkan, aku Han Ha Jin, panggil saja Ha Jin.”
“Oh.. hehe, aku Kim So Eun.” Ucap So Eun.
“Oh ya, kau tau ? aku ini fans berat Kim Bum, beruntungnya aku bertemu denganmu. Walau kau hanya orang dekat Kim Bum, hehehe.” Oceh wanita itu.
So Eun hanya tersenyum mendengar wanita bernama Ha Jin itu. ‘sksd sekali anak ini..’
“Kau, berkuliah dimana ?? sepertinya kita seumuran ya.” Tanya wanita itu lagi.
“Keimyung…” jawab So Eun singkat sambil tersenyum. “Ah, mianhae Ha Jin-ssi. Tujuanku sudah dekat. Aku duluan ya. Senang berkenalan denganmu. Sampai jumpa.” So Eun berdiri, tersenyum lalu membungkuk dan berjalan ke arah pintu keluar bus.
Ha Jin hanya mengangguk dan tersenyum pada So Eun. Ia melihat punggung So Eun yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangannya.
Tiba-tiba Ha Jin tersenyum penuh arti. “Ternyata kau tak ingat padaku, Kim So Eun.”

~~~

Kim Bum sudah sampai di restoran yang di janjikan Min Young.
“Dimana dia ?” ucap Kim Bum sambil celingak-celinguk mencari sosok Min Young. “Ah, itu dia.”
Kim Bum pun menghampiri Min Young dengan wajah ceria. Namun ekspresi ceria itu hilang saat melihat namja yang bersama Min Young. ‘Kim Joon hyung… kenapa ada dia juga?’
“Annyeong Bum-ah..” sapa Min Young lembut. “Duduklah.”
Kim Bum pun duduk berhadapan dengan Min Young dan Kim Joon dengan sedikit memaksakan senyum pada mereka berdua. Ia juga menyapa Kim Joon.
Setelah cukup lama berbasa-basi *author ketauan males nulis dialognya, hahaha*
“Bum-ah. Sebenarnya ada yang ingin ku bicarakan.” Ucap Min Young.
“Apa ?” tanya Kim Bum.
“Kau pasti tau bahwa kau adalah sahabat terbaikku sejak dulu. Oleh karena itu aku ingin kau tau masalah ini lebih dulu dari yang lain.”
“Apa itu ?”
Min Young tersenyum dan menyentuh pundak Kim Joon yang berada di sampingnya dengan lembut. “Minggu depan aku akan bertunangan dengan Kim Joon oppa, dan bulan depan kami akan menikah.” Kim Joon yang berada di sampingnya ikut tersenyum bahagia.

“Aku harap kau akan datang ke pesta pertunangan kami Kim Bum-ssi.” Ucap Kim Joon.
Kim Bum sedikit terpaku. ‘apa ? tunangan ? menikah ? apa-apaan ini semua ? Min Young hanya menganggapku sahabat selama ini ? sebatas itu ? tak lebih ? kabar bahagia macam apa ini !!!!’ Kim Bum menatap Min Young dengan wajah sedikit terkejut walau sebenarnya ia sangat terkejut. Hatinya hancur mendengar orang yang di cintainya akan menikah dengan namja lain. ‘apa selama ini Min Young tak merasakan perhatian dan perasaanku padanya ? kenapa ia tidak peka ? bukankah wanita makhluk yang peka ? kenapa Min Young tidak ?!!! kenapa ?!!!’
“Bum-ah, kau tak apa ?” tanya Min Young pelan.
Kim Bum tersadar dan memaksakan sedikit senyumya. “Tidak. Ah, selamat untuk kalian berdua. Aku turut bahagia mendengar kabar itu.” bohong Kim Bum. “Aku pasti akan datang.”
“Wah kau memang sahabat terbaikku Bum. Bawalah pasanganmu ke pesta pertunangan kami, ya ? Kalau bisa kau bawa juga calon istrimu. Hahaha..” canda Min Young. Kim Joon pun ikut tertawa. Kim Bum juga tertawa walau hatinya sakit.
Rasanya Kim Bum ingin pergi dari tempat ini daripada melihat Min Young dan Kim Joon terlihat begitu mesra di hadapannya. Tapi tak mungkin ia meninggalkan mereka berdua secara tiba-tiba. Ia pun memutar otak untuk mencari alasan. Tapi ia tak bisa berpikir, hatinya terlalu sakit mengingat bahwa ia selalu mengosongkan hatinya untuk di tempati Min Young. Tapi kenapa ? kenapa Min Young menempati hati namja lain. Kenapa ??!! *gatau oppa, itu takdir*

Drrt Drrrttt…

Ponsel Kim Bum bergetar. ‘Ah, akhirnya ada alasan.’
Kim Bum pun mengangkat teleponnya, ternyata Ki Bang yang menelponnya. Selesai mengangkat telepon, Kim Bum pun segera pamit pada Min Young dan Kim Joon. ‘akhirnya aku bisa pergi.’ Kim Bum berjalan cepat ke arah pintu keluar dan segera meninggalkan restoran tersebut.

~~~

2 hari kemudian~

Hari ini So Eun free. Tidak free sebenarnya, karena malamnya ia bekerja sebagai kasir di sebuah mini market. Ya, setiap malam So Eun memang bekerja menjadi kasir di mini market.

Pagi ini ia berniat membersihkan apartemennya yang sudah seperti kandang kuda. Tak beraturan dan tak berbentuk lagi. Benar-benar seperti kandang hewan. Ia pun mulai mengikat rambutnya dan mengangkat beberapa bantal yang berserakan di lantai dan menyimpannya ke tempat semula.

Lalu ia mengambil semua bungkus-bungkus makanan kosong dan membuangnya. Mengambil penyedot debu dan membersihkan semua debu yang berada di apartemennya. Mengepel. Lalu mengelap semua perabotan. Lalu ia pergi ke tempat mesin cuci dan mencuci pakaian dan yang terakhir mencuci piring. Selesai.

“Ahh~ akhirnya selesai juga.” Ucap So Eun sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.

Drrttt Drrttt …

“Yeoboseyo..”
“Ne, ada apa Ki Bang-ssi.”
“Aku di depan apartemenmu, tolong buka pintunya.”
Dengan cepat So Eun pun membuka pintu. “Kenapa tidak menekan bel saja ?”
“Kim Bum bilang, walau ratusan kali menekan bel tak akan dibuka, hehehe” jawab Ki Bang.
So Eun hanya tersenyum malu. ‘dasar ubur-ubur sial’
“Ayo!” ajak Ki Bang menarik tangan So Eun menuju mobilnya.
“Mau kemana?” Tanya So Eun menahan sedikit langkahnya.
“Kau lupa ? Saatnya menjalankan tugasmu.”
“Oh, ne.. aku hampir lupa. Hehe. Aku akan mengambil dompet dan ponsel dulu.” Ucap So Eun sambil berlari masuk ke dalam apartemennya dan keluar lagi.
Ki Bang pun segera mengantarkan So Eun ke suatu butik mewah. Sedangkan Ki Bang pamit pergi untuk mengatur konferensi pers yang akan segera berlangsung. So Eun pun mengarahkan pandangannya ke sekeliling butik mewah itu.
“Ya!! Kau!! Wanita galak. Sini!” Panggil seseorang.
So Eun pun menoleh. ‘ubur-ubur’ “Oh, ne..” So Eun pun menghampiri laki-laki itu. Ya, dia Kim Bum.
“Ini, cobalah semua pakaian ini.” Ucap So Eun sambil menyerahkan beberapa baju. So Eun pun mengambilnya dan mencobanya satu persatu.
“Ini, bagaimana ?” Tanya So Eun.

Kim Bum menoleh, lalu berdiri dari duduknya. Kim Bum memegang dagunya sambil memperhatikan So Eun dari atas sampai bawah.
“Aniyo..”
So Eun kembali ke dalam dan mengganti bajunya lagi. Lalu keluar.
“Ini ?” tanya So Eun.

“Aniyo..” Kim Bum menggeleng.
“Ini ?”
“Hhh, tidak.”
“Kalau ini ???”
“Mmm, tidak juga.”
“Ini ?”
“Tidak.”
“Bagaimana dengan ini ?”
“Tidak tidak, kau terlihat seperti pelayan.”
“Ya! Ini bagaimana ?”

“Ngg, tidak-tidak. Sebentar aku akan memilihkannya lagi untukmu.” Ucap Kim Bum sambil memilih baju-baju yang lain.
“Aish! Lalu aku harus memakai baju seperti apa lagi ?! ubur-ubur yang ini benar-benar menyebalkan.” Gumam So Eun pelan sambil melihat Kim Bum memilih beberapa pakaian.

“Nah, pakai ini.” Ucap Kim Bum sambil menyerahkan satu baju pada So Eun. So Eun pun segera mencobanya.

“I..Ini bagaimana ?”

Kim Bum sempat terpana melihat So Eun dan diam beberapa detik lalu tersenyum. “HA! Itu baru bagus.” Puji Kim Bum sambil mengangkat jempolnya. “Kau cantik.”

So Eun hanya cengengesan tak jelas. Antara melayang ingin tersenyum senang atau tetap jaim di depan ubur-ubur tampan ini (baca: kim bum) ‘baru kali ini dia tersenyum padaku, tampan ya ternyata’
“Ya! Kim Bum-ssi, tapi apa ini tidak terlalu terbuka, lihatlah setengah punggungku terlihat.” Ucap So Eun sambil memutar tubuhnya.

“Aish! Jangan banyak protes kau nona galak. Sebentar lagi konferensi persnya mau mulai. Kajja!!” Ucap Kim Bum kembali ke wujud aslinya (?) *maksudnya, kim bum balik galak lagi ke so eun, gitu mates._.* Kim Bum tanpa ragu merangkul So Eun. Tentu saja untuk mengelabui orang-orang di butik ini agar mereka tak terlihat sedang beracting. So Eun sempat kaget dan menyiku pelan perut Kim Bum agar Kim Bum tak terlalu dekat dengannya. Mereka pun keluar dari butik itu.

“Ya! Itu kan wanita yang di gosipkan dengan Kim Bum. Woaa, ternyata dia cantik ya. Berbeda dengan yang di tabloid-tabloid.” Bisik seorang pelayan butik pada temannya.
“Iya, mereka serasi ya..” Bisik temannya.

~~~

Konferesi pers akan segera di mulai. Kim Bum dan So Eun sudah duduk di depan para wartawan. Beberapa pertanyaan pun muncul walau awalnya di mulai dengan sedikit berbasa-basi. Pertanyaan awal hanya seperti dimana pertamanya mereka (bumsso) bertemu, apa kesan pertama saat bertemu lalu mengklarifikasi pemberitaan yang mengatakan So Eun hamil.

Hingga satu pertanyaan menjurus pada So Eun. Tentang berapa lama mereka sudah menjadi sepasang kekasih.
Mendengar pertanyaan itu, Kim Bum kembali teringat pada Min Young dan Kim Joon yang akan segera bertunangan dan menikah. Sakit hati itu kembali muncul di hati Kim Bum.

“Kalau bisa kau bawa juga calon istrimu..” kata-kata itu terngiang lagi di telinga Kim Bum.
“Kami sudah ber-“ Ucap So Eun yang baru mau menjawab.
“Bertunangan.” Potong Kim Bum dengan wajah datar lalu sedikit tersenyum.
“Mwo ???!!!” gumam So Eun pelan. So Eun menoleh ke arah Kim Bum, ia sangat terkejut mendengar perkataan Kim Bum barusan. ‘apa-apaan ini ??? apa maksudnya ???!!’

Seketika para wartawan langsung bergemuruh. “Kami sebenarnya sudah bertunangan. Dan akan segera menikah dalam waktu dekat. Karena mengingat hubungan kami yang sudah lama terjalin.” Kim Bum sedikit tersenyum. “Maaf karena aku tak memberitakan hal ini pada kalian. Tapi aku mohon doanya dari kalian semua.” Lanjutnya.

“Kurasa cukup sekian penjelasan dariku dan So Eun. Terimakasih banyak atas perhatian kalian semua.” Ucap Kim Bum berdiri dari duduknya dan membungkuk lalu menarik tangan So Eun untuk pergi meninggalkan konferensi pers itu.
Sedangkan So Eun masih terkaget-kaget dengan pernyataan Kim Bum. Ia hanya mengikuti kemana Kim Bum pergi. Para wartawan sendiri pun terlihat mengejar-ngejar Kim Bum dan So Eun namun di halangi oleh beberapa bodyguard.
Kim Bum menarik tangan So Eun menuju parkiran mobil. Disana terlihat Ki Bang sudah menunggu Kim Bum dan So Eun. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi.

-tbc-

*woaa, gimana part 3 nya ?? aneh ? ancur ya ceritanya ? T.T
Mianhae ya kalo bikin bingung kalian hehehe. Maklumlah, aku bukan penulis hebat, hohoho
Tetap di tunggu commentnya ya, kritik dan sarannya. Kalo ada yg salah tolong kasih tau biar bisa di perbaiki^^
Kamsahamnida~^^

Tags: , , , , , , , , ,

33 responses to “From “Panci Nasi Ubur-Ubur” With Love (Part 3)”

  1. SaRy aj0w says :

    Waaaaa aQ sukak ubur2 versi be0m..Lucuu th0r…keren sgd krkter bum+eun,,big huug bwt auth0r….update s0on yea

  2. kaoru selly SangEun says :

    cerita’y keren .. pngen tw deh klanjutan bumsso ..
    tunggu ya part selanjutnya ..
    npanjangin ceritanya .. ok !!!!

  3. Mifta says :

    Bgs bgt crtanya author… Udh lma q tnggu ni ff. Ttp smngat y bwt nglnjtin ni ff! Q tnggu sllu..:)

  4. kim in su says :

    seru chingu…
    ngelanjutinnya jgn lama2 yah! keburu lupa

  5. amniminry says :

    ajeng.. lanjutkan ya. next part ditunggu🙂 keren kok ceritanya

  6. kimmify says :

    bagus ceritanyaaaa! seru yg part ini!
    tapi penasaran author jadi siapanya soeun hehe
    tapi mengejutkan juga si kimbum ngomong gitu kalo mereka bakal nikah (sebenernya ngarep beneran sih mereka nikah beneran hahaha)
    lanjut yg cepet ya author! penasaraaaan bgt
    hwaiting🙂

  7. larasrahmaa says :

    Waaaaw seruuuuu
    Aduh lagu seru malah tbc, haha
    Yah kimbum patah hati deh yaa
    Udah bum kan kamu udh sama soeun, haha cantikan juga soeun .__.v
    Hadeuh pokonya lanjutkan lanjutkan
    Aku penasaran ama lanjutannyaaa, ditungguuuuuuu yaw author 😀

    • adinary says :

      ahaha maapin yak author mentok ._.v
      iya, bumppa patah hati ckck
      ya, cantikan so eun. author setuju ama laras._.v
      gomawo yah udah baca^^

  8. kikey says :

    Kasian ya so eun, harus ngelunasin hutang segitu banyak. Ayo eunnie semangat!
    Kyaaaa kim bum bilang mereka udah tunangan? Andaikan itu jd nyata ya amin haha.. Ceritanya seru bangettt. Lanjutannya ditunggu ya thor, jangan lama2. Takut lupa ceritanya hehe🙂

    • adinary says :

      iya, hiks T.T
      hahaha, iya author jg ngarep mereka tunangan itu nyata :p
      sip, gomawo udah baca^^

  9. Mediyanti Christin says :

    keren thor…
    d tnggu lnjtnnya ya

  10. adelia says :

    suka suka…
    dtunggu part slanjutny…
    bca ini jd inget sma full house🙂

  11. rizkyapratiwi says :

    waaahhh ….. kereeennn thor
    gk sabar nunggu lanjutannya ….

  12. Indah_ELF says :

    Wah kim bum ngajak tunangan haduh seru bgt …
    D’tngu klanjutan’a..

  13. afri says :

    Seruuu, ceritanya Daebak
    jangan lama-lama chingu lanjutannya ^^

  14. ashillach says :

    kupikir ff yg ini belum di posting, tapi ternyata ud, senengggggggggg bgt xD #authornya lgsg kepd-an nih, haha *gubrak, readers gk tw malu .___.v
    authorrrrr, aku akan setia nunggu ff ini soalnya ini salah satu ff favorit aku, tapi author harus tetep update ya!! soalnya ak pnsrn bgt sama ceritanya #dan ak juga masih pnsrn sama judulnya, hehe ^^v
    author FIGHTING!!!!! ^^

    • adinary says :

      ahahahahahaha xD
      wiih, makasih ya^^ author rencana pengen kebutin ngetiknya soalnya ide udh numpuk di otak blm di ketik. mumpung belum mos SMA nih :ppp kkkk~
      gomawo^-^

  15. FannY says :

    Bgz ko .. krenz krrenz .. .lucu ..

    next🙂

  16. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren banget kak author :)))
    lanjut baca🙂

  17. adinary says :

    makasih ya😀

  18. agunk geg mira says :

    Annyeong aq reader bru..:-)
    Daebak eon..:-) critnya seru..XD
    Heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: