One In A Million – Part 9

Author : AndinaDes
Main Cast : Kim Bum, Kim So Eun
Cast : Kim Ki Bum, Im Yoona, Jang Geun Suk, Park Sin Hye, Lee Min Ho, Lee Min Jung, Kim hyun Joong, Kim Hyung Joon, Yoon Eun Hye.
Genre : Romantic, Friends
Type : Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan.Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka.Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.Apabila ada kesamaan judul, itu merupakan hal yang tidak disengaja.

Yak! Here we go for PART 9!!. Pertama tama mau minta maaf karena kemaren part8 lama banget hehe. Ada sebabnya yah, hehe and I wanna tell you lets make a contact. You can follow me @andinadp on twitter. Love you readerss :*


PART 9

Hyun Joong mengantarkan Min Ho dan Kim Joon ke sebuah hotel. Min Ho hanya diam saja. IA shock. Tak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Tak menyangka ia akan bertemu So Eun secepat ini, dan dia….. berhubungan dengan Kim Bum.

Hyun Joong , Kim Joon dan Min Ho memasuki sebuah kamar, untuk sementara waktu mereka akan tinggal di hotel, sampai ia menemukan sebuah apartemen yang cocok untuk mereka tinggal.

“Hyun Joong, tinggalah dulu disini. Aku ingin berbicara…” ucap Min Ho kepada Hyun Joong. Hyun Joong pun mengangguk.

“aku akan membuatkan teh…” ucap Kim Joon.

Selesai Kim Joon membuat teh mereka berkumpul di ruang tamu yang tersedia di kamar hotel tersebut. Min Ho ingin menanyakan bagaimana kejadiannya Kim Bum dan So Eun bisa saling mengenal bahkan berhubungan. Hyun Joong juga penasaran, firasat buruknya selama ini terjawab. Ia merasa menyesal tidak menebak situasi ini lebih cepat. Tapi, memang ini tidak dapat diduga.

“Hyun Joong ceritakanlah…” ucap Min Ho dengan muka datarnya. Hyun Joong mengerti situasi ini. Ia juga bingung bagaimana harus membantu Min Ho dan Kim Bum untuk menyelesaikan situasi ini.

“So Eun… datang dari Jerman sekitar satu setengah bulan yang lalu. Ia pindah dan menetap di gedung apartemen yang sama denganku. Dan itu berarti dia juga tinggal satu gedung dengan Kim Bum..” ujar Hyun Joong.

Min Ho dan Kim Joon kaget.

“bagaimana bisa So Eun tinggal di gedung itu?” Tanya Kim Joon.

“entahlah, kebetulan….” Ujar Hyun Joong.

“atau memang sudah takdirnya begini…” ucap Min Ho lagi.

“ntah memang ini sudah jalannya atau bagaimana. Tapi, saat Kim Bum dan So Eun bertemu. Keadaan mereka serupa. Kim Bum dikhianati oleh Lee Min Jung. Kalian ingat? Pasti Kim Bum menceritakannya kepada kalian.” Tanya Hyun Joong.

Min Ho dan Kim Joon mengangguk.

“mengenai So Eun, aku, Kim Bum, Ki Bum, Geun Suk dan Kyuhyun juga Kibum, sudah seperti kakaknya. Walaupun kita baru saling mengenal sebulan ini, tapi kami sangat dekat. Apalagi Yoona, sahabat baik So Eun adalah kekasih Kibum. Dari situlah kita tau, bahwa So Eun dikhiantai oleh kekasihnya yang sudah bersamanya selama 2 tahun lebih ini. Dan yang tidak aku sangka adalah… laki – laki itu adalah kau.. Min Ho..” ujar Hyun Joong.

Min Ho terdiam.

“aku tidak menyangka, ini seperti sudah direncanakan. Saling berhubungan….” Ujar Kim Joon.

“ya, Min Ho. jujur, aku tak tau harus bagaimana. Ini berhubungan dengan Kim Bum. Aku tidak bisa memilih diantara kalian berdua. Walaupun kalian salah, aku tidak akan memihak kepada siapapun..” ujar Hyun Joong.

“kau pikir aku yang salah hah? Asal kau tau aku adalah korban. Aku tidak tidur dengan Yoon Eun Hye. Dia wanita gila. Menjebakku, mengundang wartawan ke hotel agar berita kami tersebar luas. Dan parahnya, dia mengetahui siapa So Eun. Dia Monster….” Ujar Min Ho.

Mendengar ini, Kim Joon dan Hyun Joong hanya bisa diam. Muka mereka kaku. Mereka tau, masalah ini akan seperti menjadi perang, perang yang akan memakan waktu yang sangat lama.

“aku tidak peduli aku akan berurusan dengan siapa. Walaupun Kim Bum adalah sahabat kecilku. Ini berhubungan dengan wanita yang sangat aku cintai dan kami telah berhubungan selama 2 tahun bahkan lebih. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja….”

Hyun Joong yang mendengarnya hanya bisa diam dan merasakan. Genderang perang akan segera dibunyikan. Perang fisik, batin, dan akan ada korban yang sangat tersakiti. Ya, mereka bertiga. Kim Bum, So Eun dan Lee Min Ho.

***

So Eun berusaha keras membuka matanya yang terasa sangat berat. Ia berada disebuah kamar yang sangat nyaman, kamar laki – laki. Ia tau baunya ini. Ia merasa ada orang yang setia menunggu di sampingnya. Yoona.

“ya, So Eun? Gwaenchana?” tanya Yoona ketika melihat So Eun yang sudah bangun.

So Eun hanya bisa diam. Mukanya pucat, ia baru sadar akan sesuatu. Sesuatu yang baru saja terjadi. Sesuatu yang tak pernah ia sangka, bahkan ia bayangkan.

“kau tunggu ya.. aku akan memanggil Kibum dan Kim Bum”. Baru saja Yoona ingin beranjak, So Eun memegang tangannya.

“Yoona… jangan panggil siapa – siapa dulu. Jangan tinggalkan aku…” ujar So Eun dengan muka yang sendu.

Mendengar ini Yoona mengerti. Ia mendekati So Eun dan menggenggam tangan So Eun. Ia tau sifat So Eun. Yoona menunggu hingga So Eun kuat untuk berbicara. Perlahan ia melihat ke arah Yoona, hidungnya sudah merah, air matanya turun perlahan. Tak kuasa lagi ia menahan tangis.

“ya… Yoona, benarkah apa yang tadi aku lihat? Benarkah orang yang tadi aku lihat? Mengapa begini? Mengapa kita saling bertemu secepat ini….” Ujar So Eun, tangisnya semakin menjadi, sekuat tenaga ia mencoba menahannya.

Mendengar ini Yoona tak kuasa melihatnya, diraihnya So Eun , ia peluk dengan sangat kencang. Ia ingin memberikan kekuatan pada So Eun lewat pelukan yang kuat namun hangat kepada sahabat tersayangnya ini.

Yoona melepaskan pelukannya perlahan.

“So Eun, Min Ho.. Min Ho adalah sahabat Kibum dari kecil. Ia juga bersahabat dengan Kim Bum dan yang lainnya. So Eun, kau harus tenang…….” Ujar Yoona.

So Eun kaget mendengarnya. Tak menyangka bagaimana bisa seperti ini kejadiannya.

“a… apa? Ya tuhannnn…” So Eun meringis sakit. Apa apaan ini, pikir So Eun. Mengapa seperti ini kejadiannya, apa salahnya. Mengapa ia dipertemukan dengan Min Ho disaat dirinya dengan Kim Bum baru saja meresmikan hubungan mereka. Dan parahnya, mereka.. Kim Bum dan Min Ho adalah sahabat masa kecil.

“ya So Eun, aku tau bukan waktunya ini dibicarakan. Tapi.. cepat atau lambat kau harus menentukan ini. Kau harus memilih. Aku tau keadaannya memang susah tapi So Eun, jika begini terus… kau yang akan tambah sakit…”

“aku tau Yoona, tapi… tidak mungkin aku memutuskannya sekarang. Apa lagi aku juga belum dapat penjelasan apa – apa tentang Min Ho..” ujar So Eun.

“arraso. Kau mau pulang sekarang? Tapi akan ku panggilkan Kim Bum dulu. Tak apa kan?” tanya Yoona.

So Eun mengangguk. Ia tidak keki bertemu dengan Kim Bum, toh dia belum ingin berbicara apa – apa dulu.

So Eun terdiam, masih tidak mengerti mengapa ini terjadi.

Ceklek.

Pintu terbuka, So Eun tau itu adalah Kim Bum. Dia hanya bisa menunduk. Belum begitu berani menatap Kim Bum.

Kim Bum sedih melihat kondisi So Eun sekarang. Baru saja sebulan ini ia berhasil membuat So Eun tersenyum, tertawa. Sekarang, sehari setelah ia meresmikan hubungannya. Tunggu, tapi Kim Bum harus menerima ini. Ia yang sudah tau bahwa Min Ho adalah kekasih So Eun. Ia yang tau masa lalu yang dimaksud adalah seorang namja yang ia sangat kenal, bahkan sudah seperti kakaknya sendiri. Kim Bum, ia sudah seharusnya siap menghadapi situasi seperti ini.

Kim Bum duduk disamping So Eun pada tepian kasur.

“So Eun, gwaenchana…..?”tanya Kim Bum hati hati. Ia tau So Eun sekarang mungkin saja kembali rapuh lagi.

So Eun mengangkat kepalanya, pelan. Membuat wajah sendunya terlihat oleh Kim Bum. So Eun menggeleng, memberi tanda pada Kim Bum. Ia tidak mau menyembunyikan perasaannya seperti dulu lagi.

“ayo, aku antar kau ke apartemenmu….” Ajak Kim Bum sambil memegang tangan So Eun.

“bum…” panggil So Eun.

Kim Bum tersenyum. “ada apa?”

“kau… kau tidak mau membicarakan ini sekarang?” tanya So Eun, mukanya masih sendu.

Kim Bum tersenyum lalu menggeleng.

“ayo.. kau perlu istirahat…”

***

Min Ho merebahkan tubuhnya di hotel. Sama seperti So Eun, ia juga masih shock dengan keadaan ini. Ia sadar ia akan berurusan dengan siapa. Sebenarnya, ia tak mau hal seperti ini terjadi. Ia tak mau mempunyai masalah dengan orang yang sangat dekat dengannya seperti Kim Bum, bahkan ia sudah menganggap Kim Bum seperti adiknya sendiri.

Min Ho terdiam, berada di dunia fantasinya sendiri, memikirkan apa yang harus ia lakukan. Namun, siapapun itu Kim Bum. Melepas So Eun begitu saja, tidak akan pernah menjadi pilihan Min Ho.

“kau belum tidur?” ucap Kim Joon membuyarkan lamunan Min Ho.

“masih memikirkan masalah tadi kah?” tanya Kim Joon lagi.

“tentu, tidak mungkin masalah seperti ini tidak aku pikirkan…” ujar Min Ho.

“ya, Min Ho. walaupun aku sahabatmu. Aku sama seperti Hyun Joong. Aku tidak akan memihak diantara kau dan Kim Bum. Aku harap kau bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik…” ujar Kim Joon.

“aku mengerti. Haha bagaimana mungkin bisa diselesaikan dengan baik baik. Tadi saja kita berdua sama sama tidak bisa menahan emosi kita sendiri. Apa lagi Kim Bum yang memukulku duluan…”

“jadi, sudah tau apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Kim Joon.

“untuk sekarang ini, yang aku tau hanya. Mendapatkan So Eun-ku kembali….” Ujar Min Ho tajam.

***

Yoona menghampiri Kibum didapur, ia sedang membuatkan makan malam.

“Yoona, gwaenchana?” tanya Kibum.

“iya, hanya lelah saja..” ujar Yoona.

“kau menginap disini saja bagaimana? Kau terlihat sangat lelah…” ujar Kibum.

“omo? Anyiii… kita belum menikah. Tidak tidak…” ujar Yoona sambil menggeleng kepalanya mantap.

“aigoo, pikiranmu macam – macam saja. Ada Kim Bum disini. Tidak perlu khawatir, aku pun tidak akan macam – macam.”

Yoona pun berifikir sejenak.

“baiklah….” Kata Yoona lalu duduk di meja makan dan disusul oleh Kibum.

“mengenai, Lee Min Ho, apa kau sudah mengenalnya lama?” tanya Kibum sambil memotong steak untuk makan malamnya.

Yoona menggeleng.

“aku tidak mengenalnya, hanya sekedar mengetahuinya. So Eun sering cerita padaku lewat email dulu saat ia masih di Jerman..” jelas Yoona sambil memakan makan malamnya juga.

“ya BABO! Kenapa tidak menceritakannya padaku? Andai saja aku tau ini dari awal…” ujar Kibum sambil menyentil kepala Yoona.

“AISH KAU INI! Kalaupun aku tau Min Ho adalah sahabat kalian, dan menebak ini akan menjadi masalah tidak akan ku biarkan ini terjadi juga…” ujar Yoona sebal.

Kibum pun hanya mendengus.

“lalu kira – kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan dilakukan oleh Min Ho dan Kim Bum?” tanya Yoona penasaran.

Kibum menarik nafas panjang.

“entahlah, Kim Bum  dan Min Ho mempunyai sifat yang serupa. Dua – duanya sama – sama keras, dan tidak mudah menyerah begitu saja. Waktu kecil mereka berdua sering bertengkar hanya untuk merebutkan sebuah mainan. Tapi, justru sikap itulah yang membuat mereka sangat dekat…”

FLASHBACK

Kim Bum dan Min Ho beradu one on one dalam permainan basket. Mereka berdua sangat lincah, dua duanya tidak bisa dianggap remeh. Kim Bum mendapatkan bolanya dan seraya berkata dengan senang.

“lihat kan aku bisa merebutnya…”

Namun Min Ho tidak mau melepas bola itu begitu saja. Ia datang mendekati Kim Bum, dengan perlahan namun juga terlihat agresif. Hap! Ia mendapatkan lagi bola yang sudah dipegang Kim Bum.

“haha, lihat! Aku bisa mendapatkan kembali apa yang sudah semestinya menjadi milikku….” Ujar Min Ho senang.

Kim Bum diam…

“hey, tidak semudah itu…” ucapnya

FLASHBACK END

***

So Eun bangun pukul 7 tepat. Ia berkaca, mukanya sudah membaik, setidaknya bekas tangisannya tadi malam tidak akan ketauan. Bagaimana pun keadaan dirinya dia harus tetap berangkat ke kampus.

Ia langsung beranjak mandi dan  bersiap siap. Selesai minum susu, ia langsung mengambil kunci mobilnya. Ia menebak Kim Bum tidak mungkin mengantarnya, lagi pula ia juga tidak ingin bertemu Kim Bum dulu, perasaanya masih gundah.

Saat ia keluar menuju gedung parkir, ia melihat seseorang berdiri menyender di mobil SUVnya.

“kau…..” ucap So Eun kaget.

“Kim So Eun…” ucap orang itu sambil mendekati So Eun perlahan.

“Min Ho….” ucap So Eun, ia mencoba mundur, ingin menghindar dari Min Ho. namun, tangan Min Ho menghalanginya. Dengan cepat Min Ho mengenggam tangan So Eun.

“So Eun kau harus mendengarkan aku! Kau harus tau apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Min Ho, mukanya mengeras.

“apa? Apa lagi yang harus ku dengar…” ujar So Eun setengah emosi, emosi sedih.

“kau harus tau So Eun, aku dan Eun Hye. Tidak terjadi apa – apa. dia wanita yang licik. Please understand, it was a tricked!” ujar Min Ho sambil memegang pundak So Eun keras.

So Eun hanya diam. Benarkah? Apa yang harus ku percaya? Semuanya terlalu sempurna, aku tak tau harus percaya yang mana.

“So Eun, tolong mengerti dan percayalah.. aku tau aku telah salah meninggalkanmu ke Amerika, andai saja aku tidak pergi, tidak bertemu dengan Yoon Eun Hye.” Min Ho meringis.

Lee Min Ho mengenggam tangan So Eun dengan keras, berusaha meyakinkan So Eun bahwa seharusnya hubungan mereka baik baik saja.

“So Eun, tolong kau percaya padaku. Seharusnya kita baik baik saja. Seharusnya tidak seperti ini kejadiannya.” Ujar Min Ho.

So Eun menghela nafas. Tidak di duga Min Ho. So Eun perlahan melepaskan tangan Min Ho.

“maaf Min Ho, bagaimana pun. Aku sudah terlanjur sakit hati. Aku tak tau lagi harus percaya dengan cerita yang seperti apa….” ujar So Eun sambil beranjak pergi. Namun Min Ho menahannya.

“tunggu, kau tidak akan meninggalkan ini begitu saja kan. Kau harus percaya So Eun, aku tidak bersalah. aku tidak perduli, kita harus membicarakan ini…” ujar Min Ho, membuat So Eun kaget dengan suara Min Ho yang terdengar seperti orang yang arogan.

“lepaskan aku… aku harus kuliah….” Ujar So Eun, sambil mencoba melepaskan tangannya yang di genggam Min Ho.

“Kim Bum, apakah kau mencintai nya? Apakah kau benar – benar mencintainya?” tanya Min Ho serius, mukanya keras juga menahan sedih. Bersiap menunggu jawaban So Eun.

So Eun meneteskan air mata, menatap tajam mata Min Ho.

“iya…”

“tapi kau masih mencintaiku kan? Iya kan? Aku tau.. kau tak mungkin melupakanku begitu saja Eun aku tau kau seperti apa..”

“tolong lepas… aku harus pergi…”

Min Ho melepas tangan So Eun, perlahan.

“kita harus membicarakan ini Eun, kau harus tau, aku tidak berbuat apa – apa…”

So Eun hanya diam dan masuk kedalam mobilnya. Melirik Min Ho yang juga melihatnya dengan dalam. lalu menyalakan mesin dan pergi.

Min Ho menatap mobil So Eun dengan mata tajam. Raut mukanya menahan sedih. Berusaha meyakinkan diri kalau ia bisa mendapatkan kembali apa yang telah menjadi miliknya.

“kau milikku Eun… hanya milikku..”

***

Kibum masuk ke kamar Kim Bum. Dilihatnya Kim Bum yang sedang tiduran, sudah bangun rupanya.

“sudah bangun? Mengapa tidak keluar?” tanya Kibum sambil mendekatinya.

Kim Bum hanya melihat Kibum sejenak dan mengalihkan pandangannya lagi, ntah kemana.

“ka, kakak masih marah kepadaku?” tanya Kim Bum tiba – tiba.

Kibum memperhatikan Kim Bum sebentar.

“kemarin itu aku tidak marah padamu. Hanya kesal, sangat kesal sebenarnya. Mengapa kau bertindak begitu bodoh. Sangat bodoh…. Posisimu disini bisa dibilang salah Bum. Bagaimana bila So Eun tau…”

FLASH BACK

“Kau… KAU INI!!!” Kibum langsung melotot saat mendengar pernyataan Kim Bum bahwa sebenarnya dia tau Min Ho adalah kekasih So Eun.

Kim Bum hanya diam mendengar reaksi kakaknya itu.

“apa yang kau pikirkan? Kau bodoh ha? Bagaimana bisa kau menyatakan perasaanmu di saat kau tau So Eun adalah kekasih sahabatmu sendiri, Min Ho sudah seperti kakakmu sendiri Bum..”

“tapi Min Ho brengsek ka! Dia yang membuat So Eun jadi kacau seperti itu. Membuat So Eun pindah ke Korea. Bukankan ini seperti jalan cerita yang sudah diatur sebelumnya.” Ucap Kim Bum sambil berdiri. Menjelaskan kepada kakaknya kalau dia benar – benar cinta kepada So Eun dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dirinya.

Kibum menghela nafas.

“tidak begitu caranya Bum. Kau lihat? Ini menjadi masalah kan? Setidaknya ingat posisi Min Ho, dia sahabatmu… mengapa bisa aishh” Kibum ikut – ikutan pusing. Ingin sekali ia meninju adiknya sekali saja. Gemas ia dibuatnya.

FLASHBACK END

Kibum menghela nafas sekali lagi mengingat kejadian kemarin. Sungguh tidak pernah ia membayangkannya.

“lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Kibum sambil menatap Kim Bum.

“entahlah, yang jelas aku tidak akan membiarkan Min Ho mendapatkan So Eun kembali. Dia sudah salah kak. Dia telah tidur dengan perempuan lain.” Ujar Kim Bum.

“apa kau yakin itu benar? Kita semua tau Eun Hye adalah wanita licik. Kita juga tau Min Ho adalah lelaki yang sangat setia. Lagi pula, kau juga bisa dibilang sebagai pihak yang bersalah Bum.

Kim Bum diam sejenak. Ia membenarkan kata – kata kakaknya.

“baiklah, anggap kita berdua salah disini…..” ujar Kim Bum tajam.

***

So Eun memakirkan mobilnya di parkiran kampus. Entah mengapa ia sangat malas hari ini. Banyak kejadian yang membuatnya tidak bisa berifikir dengan jelas. Ia enggan untuk turun dari mobil. So Eun pun menyalakan lagi mesin mobilnya. Dan bergegas pergi lagi.

“aku rasa bolos sehari saja tak apa…” ujarnya di tengah jalan sambil menyetir.

So Eun berifikir, akan kemana ia. Ia ingin sesuatu yang bisa menghiburnya.

“ah sudahlah, masalah kemana gampang…”

***

Min Ho menyusuri gedung apartemen So Eun. Sejenak ia tertawa. Ini kah kamar yang So Eun tempati. Ujar Min Ho dalam hati sambil mengamati pintu apartemen So Eun.

“haha ini kan apartemen ku dulu…”

Min Ho meringis. Ia jadi teringat. Dulu ia berencana, jika sudah menikah dengan So Eun dia akan membawa So Eun kembali ke Korea dan tinggal bersamanya di apartemen ini.

“apa yang kau lakukan disini? Apartemen itu sudah bukan milikmu lagi…” ujar seseorang.

Min Ho menengok, ingin tau siapa yang berbicara.

Kim Bum menghampiri Min Ho pelan, ia baru saja akan pergi ke suatu tempat dan saat melihat seseorang terdiam di depan apartemen So Eun ia mempunyai firasat orang itu adalah Min Ho. Dan dia benar.

Min Ho hanya terdiam melihat Kim Bum.

“sudah 4 tahun lebih setelah kau pergi, kamar ini barus terisi oleh So Eun. Seperti direncanakan..” ujar Kim Bum.

Min Ho melihat Kim Bum tajam.

“ya, gwaenchana?” tanya Min Ho kepada Kim Bum. “lukamu? Sudah sembuh kah?” tanya Min Ho lagi.

Kim Bum melihat ke arah punggungnya sebentar.

“hanya baretan kecil karena pecahan vas bunga.”

Suasana menjadi kaku. Lalu Kim Bum membuka mulutnya.

“maaf seperti ini kejadiannya. Kau tetap sahabatku, Min Ho.” ujar Kim Bum.

“maaf? Kembalikan So Eun padaku..” ujar Min Ho tajam.

Tak kalah tajam dengan Min Ho, Kim Bum juga memincingkan mata nya hingga menjadi lebih sipit namun ada padangan kuat disitu.

“serahkan? Kau pikir So Eun adalah benda? Dia mempunyai perasaan dan kau menghancurkannya. Jangan salahkan aku jika aku ingin menjaga perasaanya. Dan aku tau aku bisa lebih baik dari kau.”

Min Ho geram mendengar kata kata Kim Bum. Tapi ia menahan emosi. Keduanya menahan emosi, berusaha keras agar tidak ada lagi permainan fisik diantara mereka. Tapi mereka berdua juga ragu. Rasanya tangan mereka siap bermain dalam menghabisi badan yang ada dihadapan mereka.

“aku tidak pernah memutuskan hubungan ku dengan So Eun. Aku meninggalkannya ke Amerika karena tuntutan pekerjaan. Dan masalah Eun Hye… FOR GOD SAKE! AKU DIJEBAK!” Min Ho menghela nafas. “So Eun masih mempunyai status hubungan denganku. Kita tidak pernah memutuskan hubungan secara resmi”

“tapi dia lari darimu…” ujar Kim Bum.

“dia lari karena dia tidak tau cerita yang sebenarnya. Aku mencintainya,. Dan jika aku sudah mencitai seorang gadis, aku tidak akan, TIDAK AKAN PERNAH berfikir untuk berpaling darinya… kau tau itu Bum..” ujar Min Ho.

Kim Bum menghela nafas dan tetap berusaha tenang.

“tapi dia menerima pernyataan cintaku. Jika dia memang ingin mempertahankan cintanya padamu, dia tidak akan mungkin menerima ku. Aku dan dia saling mencintai. Jadi, jangan ganggu hubungan kami. Annyeong..” ucap Kim Bum sambil berjalan meninggalkan Min Ho.

Lalu Min Ho berbicara.

“aku tidak akan diam saja. Ini tidak adil. Aku tidak akan membiarkan So Eun pergi begitu saja.”

Kim Bum terdiam mendengar perkataan Min Ho. lalu ia membalasnya.

“aku juga tidak akan membiarkanmu….” Balasnya.

***

So Eun menikmati harinya. Ia berjalan ke taman bunga, festival, menonton bioskop. Tak terasa sudah larut malam. So Eun melihat ke jam tangannya. Sempat kaget ia saat tau sudah jam 9 malam. Sekarang ia sedang berada di bukit yang pernah ia datangi bersama Kim Bum.

“ah, aku belum ada niatan pulang. Malam hari ini juga kelihatannya masih ramai karena ada festival, aku rasa tidak apa – apa jika tidak pulang sekarang. Aigoo, tapi aku harus kemana lagi..” pikir So Eun sambil tetap melihat pemandangan dari bukit.

“ah. Aku rasa aku tau aku harus kemana….” Ujar So Eun lalu berjalan cepat menuju mobilnya.

***

Kim Bum memakirkan mobilnya, dia lelah setelah bermain basket, meluapkan semua rasa amarah dan bingungnya. Ketika ia masuk apartemen, sedang ada Shin Hye, Geun Suk, Yoona dan kakaknya, Kibum.

“tumben kalian ada sini, ada apa?” tanya Kim Bum setelah menutup pintu dan menaruh tas basketnya.

Shin Hye langsung menghampiri Kim Bum, mukanya sedikit panik, Yoona juga terlihat sangat panik.

“ya Kim Bum, apa seharian ini kau pergi bersama So Eun?” tanya Shin Hye.

Mendengar nama So Eun muka Kim Bum langsung berubah serius.

“tidak, dia kuliah kan seharusnya?” tanya Kim Bum, ia sampai lupa dengan gelas yang sedang ia pegang.

“ia, seharusnya kita ada kelas hari ini. Tapi dia tidak datang hari ini, seharian ponselnya aku hubungi juga tidak dijawab…”

“kalau tidak bersamamu dia pergi sendiri? Dia kemana?! Ya tuhan So Eun…” kata Yoona tiba – tiba.

Kim Bum pun berfikir. Ponsel, Kim Bum memang tidak menghubungi So Eun seharian ini. Dia tidak mau mengganggu So Eun dulu.

“yatuhan bagaimana ini, ini sudah pukul setengah 11 malam, So Eun belum pulang juga… anak ini sebenarnya kemana sih..” ujar Yoona benar – benar panik.

Kim Bum langsung menaruh gelasnya dan mengambil kunci mobilnya lagi.

“Ya, Hyung. Bantu aku mencari So Eun, kau juga ya Geun Suk. Yoona, kau tunggu disini, siapa tau So Eun pulang, hubungi kami. Oke?” tanya Kim Bum.

Yoona mengangguk. Dengan cepat Kibum bangkit dan mengambil jaketnya.

Sementara itu dibalik pintu apartemen Kibum, Lee Min Ho yang dari tadi mendengar pembicaraan Kim Bum dan lainnya berfikir keras, dimana So Eun sekarang berada.

“tunggu, sepertinya aku tau dia dimana….”

***

So Eun memakirkan mobilnya di tepi sungai Han. Lumayan banyak mobil yang terparkir namun berjarak sangat jauh.

“festival ini membuat Seoul jadi ramai pada malam hari. Wah sudah pukul 11 lebih. Ah tapi aku belum ingin pulang….” Kata So Eun lalu menyenderkan kepalanya ke jok mobil. Karena angin yang sejuk tanpa So Eun sadari ia memejamkan matanya perlahan dan tidur cukup nyenyak.

Dan tanpa So Eun sadar juga, ada seorang lelaki yang masuk kedalam mobil So Eun, lelaki berbadan tegap, tinggi dengan potongan rambut yang membuat struktur wajahnya yang kuat terlihat.

“sudah kuduga So Eun, kau ada disini….” Ujar lelaki itu sambil mengelus pipi So Eun perlahan. Disibaknya rambut So Eun yang menutupi pipi dan lehernya. Ia sangat rindu dengan suasana seperti ini. Perlahan Min Ho mendekatkan dirinya kepada So Eun, ia bisa mencium wangi So Eun, ia tidak perduli dengan status mereka sekarang. Perlahan Min Ho mendekatkan wajahnya ke leher So Eun, ia menikmati aroma tengkuk So Eun, sangat khas. Ia hafal dengan wangi ini. Perlahan, lembut dan pasti, Min Ho mengecup leher So Eun dalam, sangat lembut dan dalam. ia sangat rindu dengan tubuh ini, dengan jiwa ini, dengan gadis ini.

Setelah kecupan dileher ia lepaskan, dengan perlahan Min Ho menaikan wajahnya dan mencium bibir So Eun, lebih lembut namun lebih dalam. ia tidak ingin mengganggu tidur So Eun. Namun sepertinya So Eun sepertinya sedikit terganggu dengan ciuman Min Ho tadi. Perlahan So Eun menggeliat dan menguap. Sadar dari tidurnya. Min Ho kembali duduk di posisi semula dengan tenang.

So Eun menoleh ke sisi kiri. Dan kaget karena ada seorang yang berada di dalam mobilnya.

“Min.. Min Ho snnbae? Mengapa disini? Mengapa bisa masuk ke dalam mobilku?” tanya So Eun kaget.

Min Ho tersenyum kecil.

“kau ini, tidak berubah yah. Hhh, dulu saat kau menghilang di Jerman, Dayua yang panik karena ponselmu yang tidak bisa dihubungi. Aku juga panik saat itu, tapi aku tetap bisa menemukannmu. Sama seperti sekarang, aku peka terhadapmu So Eun, aku akan selalu bisa menemukanmu..” ujar Min Ho.

So Eun hanya bisa diam mendengar kata – kata Min Ho.

“masalah aku bisa masuk, kau tidak mengunci pintu mobilmu saat kau tidur. Titpikal dirimu ya? dulu kau juga tidak mengunci pintu mu saat sedang mandi.. haha”

“sunbae..” ujar So Eun kaku dan malu.

Min Ho memegang pipi So Eun yang memerah karena dingin dan juga malu.

“aku tau kau pasti belum makan. Di dekat sini ada yang jual kue beras. Kau tunggulah disini. Aku akan membeli kue beras untuk kau makan…” ujar Min Ho lalu turun. So Eun masih diam.

So Eun hanya menghela nafas. Min Ho tidak berubah, selalu menjaga So Eun hingga titik maksimal. Kadang So Eun benar – benar merasa seperti anak yang masih dibawah 17 tahun. Dulu saat di Jerman, jika Min Ho tau gadisnya ini akan pergi ke luar kota Frankfurt bersama teman – temannya. Setiap menit So Eun harus memegang handphonya untuk mengirim pesan kepada Min Ho. umur mereka memang ada jarak sekitar 5 tahun. Kadang ia gerah dengan sikap protektif Min Ho, tapi semakin So Eun gerah semakin cinta ia kepada pangerannya itu.

So Eun keluar dari mobilnya. Menghirup udara malam dan menikmati pemandangan sungai han di malam hari.

So Eun jadi teringat, dulu di Jerman So Eun pernah seprerti ini. Karena kesal orang tuanya pergi ke luar negri tanpa pamit. So Eun mogok pulang kerumah dan berpetualang dengan mobilnya mengelilingi kota Frankfurt dan dengan sengaja me-non aktifkan ponselnya. Sebenarnya ia sudah menduga Min Ho akan sangat marah jika So Eun berkelakuan seperti ini, tapi So Eun sengaja ingin membuat Min Ho kesal sekali – kali.

FLASHBACK

Brug!

So Eun tebangun dari tidurnya karena mendengar ada yang menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang.

“YA KIM SO EUN! ARE YOU OUT OF YOUR MIND?!” ujar Min Ho dengan mimik muka marah namun ada guratan khawatir yang sangat besar juga.

So Eun yang masih belum sadar dari tidurnya hanya mengucek matanya. Min Ho yang gemas dengan kelakuan gadisnya ini pun mencubit pipi So Eun dengan lembut.

“ya Kim So Eun?! Mengapa seperti ini?! Kau tau ini pukul berapa? Sudah jam 1 malam. Ponsel kau matikan? Bagaimana jika terjadi apa – apa dengan mu? Untung aku bisa menemukanmu..” ucap Min Ho.

So Eun tertunduk. “mianhae…”

Min Ho hanya bisa menghela nafas, mengerti dengan perasaan So Eun.

“ayah dan ibu keluar negri lagi? Tidak pamit?” tanya Min Ho.

So Eun hanya mengangguk. Kembali teringat dengan kekesalannya.

Min Ho memperhatikan gadis mungil dihadapannya ini. Ia menghela nafasnya lagi. Mengelus pipi So Eun dan memeluknya erat, sangat erat.

“jangan pergi sendiri seperti ini lagi… ingat, kau punya aku. I was created to be always stay by your side. Sekali lagi seperti ini akan kucubit pipimu hingga benar – benar merah. Jangan seperti ini lagi sayang. Aracci?” ujar Min Ho sambil mengeratkan pelukannya lagi.

So Eun hanya tersenyum geli mengetahui tingkah pacarnya ini.

“arasso…” ujar So Eun lalu membalas pelukan Min Ho tak kalah erat.

FLASHBACK END

So Eun duduk di kap mesin mobil. Ia menunggu Min Ho kembali. Sejenak ia terpikirkan oleh Kim Bum.

“apa lebih baik aku mengirimkan dia pesan saja ya?” tanyanya pada diri sendiri. Ketika So Eun hendak mengeluarkan handphonenya. Ia merasa seseorang mendekat kepadanya. Awalanya dia kira orang itu adalah Min Ho, namun salah. Orang ini adalah seorang wanita, wanita gila.

“Lee Min Jung…” ucap So Eun kaget.

Min Jung hanya tersenyum sinis.

“sendiri? Mana Kim Bum?” tanya Min Jung dengan muka kemenangan karena ia merasa bebas.

So Eun hanya diam, berusaha waspada dengan tingkah Min Jung. Lee Min Jung mendekati So Eun dengan pasti. So Eun mencengkram jaketnya, berusaha berani walaupun ia sebenarnya bergidik ngeri dengan tatapan Min Jung.

“sekarang aku tekankan sekali lagi… Kim Bum milikku. Lepaskan dia.. kembalikan dia padaku..” ujar Min Jung sinis.

So Eun tersenyum sinis juga.

“kembalikan katamu? Tunggu, bagaimana bila aku bersedia melepaskan Kim Bum, tapi Kim Bum sendiri yang tidak mau kembali ke…. Wanita gila seperti mu….” Ujar So Eun sambil memicingkan matanya.

“KAU?!” Min Jung emosi. So Eun, sudah berani dia membalikan kata – katanya. Tatapan mata Min Jung sudah sepeti orang kesetanan.

Dengan cepat Min Jung mencekik leher So Eun. Kuku Min Jung yang panjang menyebabkan adanya baretan panjang di leher So Eun. So Eun yang kaget namun tidak bersiap dengan apa yang di lakukan Min Jung hanya bisa terbatuk dan berbicara terbata – bata.

“le… lepas….uhuk uhuk..” ucap So Eun, air matanya turun karena kesakitan dan panik.

“apa? apa rasanya ha?!! RASAKAN INI!!!” ujar Min Jung sambil lebih mengencangkan tangannya dan matanya semakin melotot.

So Eun tak bisa melakukan apa – apa. susah payah ia mencoba bernafas, namun apa daya. Tangan Min Jung sangat kuat mencekik lehernya. Pandangan So Eun sudah mulai buram. Dalam hatinya hanya berharap sesuatu datang menolongnya. Ia ingin berteriak namun apa daya.

“hey nona, apa kau sudah selesai? Aku sudah pegal merekam adegan ini. Aku rasa ini cukup untuk bukti ke polisi…” uajr seorang laki – laki. So Eun tau siapa itu. Lee Min Ho.

Min Jung hanya bisa kaget, kaget karena ada seseorang yang melihat aksinya dan… merekamnya. Min Jung melepaskan cekikannya. So Eun bebas, namun dirinya menjadi sangat lemas.

“si… siapa kau?” tanya Min Jung.

Min Ho mendatangi Min Jung dan matanya melotot.

“CEPAT PERGI DAN JANGAN PERNAH MENYAKITI SO EUN LAGI!” Min Jung bergidik ngeri. Sial. Pikirnya. Min Jung tak habis fikir siapa laki – laki ini. Sifatnya sama seoerti Kim Bum ketika marah, dan yang ia benci, laki – laki ini membela So Eun. Ketika Min Jung ingin beranjak pergi, tangannya di genggam kencang.

“aku serius nona, kali ini aku bebaskan. Sekali lagi aku melihatmu melakukan ini, kau akan mendapat 2 kali lipatnya…” Ujar Min Ho lalu melepas tangan Min Jung dengan kasar.

Min Ho langsung menghampiri So Eun. So Eun terlihat begitu lemas.

“So Eun, So Eun.. gwaenchana???!” tanya Min Ho sambil memegang pundak So Eun.

So Eun hanya melambaikan tangan dengan pelan, berusaha berjalan masuk kedalam mobil namun dirinya sudah tidak kuat, tiba – tiba semuanya menjadi gelap.

Bruk.

So Eun pingsan, dan Min Ho menangkapnya. Min Ho panik.

“ya? YA KIM SO EUN?! SADARLAH!!!! KIM SO EUN!!!”

***

Kim Bum memakirkan mobilnya dengan emosi. Sudah 3 jam lebih ia mencari So Eun namun tak kunjung ia temukan. Saat ia memasuki apartemennya semuanya sudah berkumpul disitu. Hyun Joong dan Kim Joon juga Kyuhyun ikut membantu mencari So Eun.

“aku sudah mengelilingi Seoul, maaf Kim Bum, aku tidak menemukannya..” ujar Geun Suk.

“mungkin So Eun hanya berjalan – jalan, mungkin dia masih kaget dengan peristiwa datangnya Min Ho yang tiba – tiba..” ujar Hyun Joong.

“ja.. jadi, So Eun sampai sekarang belum jelas berada dimana? Ya tuhannn” ujar Yoona ketakutan, lalu Shin Hye memeluknya untuk menenangkan Yoona.

“Yoona, tidurlah disini. Masuk kekamarku. Shin Hye, tolong temani dia ya…” ujar Kibum.

Shin Hye mengangguk dan mengajak Yoona masuk ke kamar Kibum.

Kim Bum menyenderkan kepalanya di tembok. Benar – benar tak habis fikir ia, dimana So Eun sekarang. Menyesal ia tidak menghampiri So Eun tadi pagi.

“mengapa dia tidak menghubungiku, setidaknya memberiku pesan…” ujar Kim Bum. Lalu memejamkan matanya.

“So Eun gadis yang kuat, dia juga sudah dewasa. Dia bisa menjaga dirinya Bum..” ujar Kim Joon.

“aku rasa kita lebih baik istirahat sekarang, kalaupun terjadi apa – apa dengan So Eun, aku yakin pasti sudah ada yang menghubungi kita sekarang…” ujar Kyuhyun.

Yang lainnya mengangguk setuju. Semuanya pun diam, duduk. Menunggu adanya kabar. Kim Bum, ia diam namun dia emosi. Perasaanya tak tenang. Ia merasa telah dikalahkan oleh sesutau, untuk sekarang dia belum tau apa.

***

Min Ho membawa So Eun ke hotelnya. Dia sudah duga Kim Joon sedang tidak ada di hotel.

“mungkin dia juga sibuk ikut mencari mu ya So Eun?” tanya Min Ho kepada So Eun yang tidak sadar.

Min Ho tak lelah menggendong So Eun, lalu ia membaringkan So Eun ke ranjang kamarnya. Ia pegang pipi So Eun yang memerah, ia pegang kepalanya yang lumayan hangat. Ia juga memperhatikan bekas luka yang lumayan panjang karena cakaran tadi.

“wanita itu, dulu kekasih Kim Bum kan? Haha gila….” Ujar Min Ho. lalu Min Ho memperhatikan So Eun lagi. Sejenak ia mengambil air hangat lalu mengompres So Eun. Lalu membersihkan lukanya.

“luka ini lumayan parah, wanita itu benar – benar…”

Sejenak Min Ho melihat putrinya yang sedang tidur ini. Ia tersenyum. Menganggumi siluet indah yang terpancar dari seorang gadis yang selalu ia anggap sebagai putri tidurnya. Min Ho menundukan wajahnya. Mencium bibir So Eun lembut dan dalam. lumayan lama. Menikmati bibir So Eun yang mungil.

“So Eun aku benar – benar rindu padamu…” ujar Min Ho.

Setelah menikmati ciuman –yang tidak diketahui- So Eun tadi. Min Ho kembali mengompres So Eun. Setalah ia selesai mengompres So Eun dan diyakininya badan So Eun sudah tidak sehangat tadi. Dan juga selesai membersihkan lukanya. Min Ho mengambil ponselnya dan menelfon seseorang.

“ya, Kim Bum. Datanglah ke Hotelku…. Sekarang….”

Ucap Min Ho mantap dan matanya tajam.

***

Kim Bum menyetir mobilnya dengan sangat kencang. Kibum dan Yoona juga ikut untuk datang ke hotel Min Ho. mereka yakin Min Ho menyuruh Kim Bum datang karena ini mengenai So Eun.

Pantas perasaan ku tak enak, pantas aku merasa seperti dikalahkan. Sial, mengapa dia bisa menemukan So Eun! Batin Kim Bum.

Setelah sampai, Kim Bum langsung masuk ke kamar Min Ho. dilihatnya Min Ho duduk disamping So Eun yang terkulai, wajahnya pucat.

“So Eun…” ucap Kim Bum lalu mendekatinya. Ia kaget melihat kondisi So Eun yang pucat dan mempunyai baretan luka yang panjang di lehernya. Ia menatap Min Ho yang hanya diam sambil menatap So Eun dari tadi.

“apa? apa yang terjadi?” tanya Kim Bum.

Min Ho menatap Kim Bum.

“aku menemukannya sedang berada di tepi sungai han. Aku rasa dia hanya ingin menikmati pemandangan. Dia pingsan, mungkin karena kelelahan dan aku yakin dia tidak makan seharian.” Ujar Min Ho kaku.

“lalu, luka itu?” tanya Kim Bum.

Sejenak Min Ho melemparkan ponselnya ke Kim Bum. Lalu menyuruhnya untuk membuka video di hape itu. Penasaran Kim Bum dan Yoona juga ikut melihat. Saat memutarnya, mereka bertiga sangat kaget.

“OMO?! Ya wanita gila itu benar – benar…” ujar Yoona.

“Kim Bum, ini tidak bisa dibiarkan. Min Jung bisa bertindak lebih parah…” ujar Kibum.

Kim Bum hanya bisa diam. Ia merasa payah tidak bisa melindungi So Eun.

“jika aku tidak ada disana, aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan So Eun…” ujar Min Ho.

Kim Bum tertunduk, dan mengucapkan terimakasih kepada Min Ho.

“Gomawo, atas pertolongannya. Sekarang aku akan membawa So Eun pulang. Aku akan merawatnya…” ujar Kim Bum lalu hendak menggendong So Eun.

“apa – apaan?” ujar Min Ho sambil menghadang Kim Bum. “kau sadar kau sangatlah payah, tidak bisa melindungi So Eun dan sekarang bilang akan merawatnya?HA?” ucap Min Ho emosi.

“YA?! ingat aku adalah kekasihnya sekarang!” ucap Kim Bum tak kalah emosi.

Mendengar orang berteriak, So Eun bangun dari pingsannya. Ia kaget melihat ada Yoona, Kibum dan Kim Bum. Melihat So Eun yang sadar Kim Bum memegang tangan So Eun.

“ayo Eun, kita pulang…” ujar Kim Bum.

BUG!

“kata siapa aku mengijinkanmu membawanya pulang?HA!” ujar Min Ho sehabis meninju Kim Bum. Kim Bum memicingkan matanya. Ia mendorong Min Ho ke tembok, dengan sangat kencang.

“DIA… DIA KEKASIHKU!” ujar Kim Bum lagi.

So Eun, merasa sakit melihat keadaan yang seperti ini. Sungguh dia tak ingin ada perkelahian seperti ini. Merasa tak kuat, dan tiba – tiba kepalanya menjadi sakit. Ntah secara sadar atau tidak, So Eun bangun dan berlari. Berlari dengan sangat kencang. Keluar dari kamar hotel dan masuk lift ingin menuju lobby. Ingin pergi keluar dari situ, dari lingkarang perkelahian itu.

Melihat So Eun yang lari seperti orang yang kesetanan, Kim Bum dan Min Ho mengejarnya, begitu juga dengan Yoona dan Kibum.

“ya KIM SO EUN?! Jangan lariiii…” teriak Kim Bum.

Namun So Eun tetap lari sambil memegang kepalanya. Ia seperti orang yang sakit jiwa. Berlari tanpa arah. Tanpa disadarinya ia sudah berada dijalan raya. Bingung apa yang harus dilakukan.

Tanpa So Eun ketahui, seorang gadis menunggu di dalam mobil sedan putihnya. Ia sudah merencanakan ini. Ia pikir ini akan sedikit sulit. Namun mengetahui So Eun yang sendirian dan terlihat seperti orang linglung, ia sangat senang dengan kesempatannya ini.

Lee Min Jung, menekan gasnya kuat – kuat. Berjalan lurus dengan mantap. Kecepatan mobilnya sudah mencapai 100 km/jam. Semakin dekat dengan sasarannya. Dan… BRUK!

So Eun terlempar sangat jauh. Min Ho dan Kim Bum ternganga melihat So Eun yang terlempar sangat tinggi dan jauh. Yoona hanya bisa berteriak, Kibum memperhatikan mobil itu.

“ya KIM BUM! ITU LEE MIN JUNG…” Ujar Kibum. Kim Bum memperhatikan mobil itu benar itu mobil Min Jung.

Dengan cepat Kim Bum dan Min Ho berlari. Min Ho dengan cekatang menggendong So Eun. Dilihatnya Kim Bum.

“kau taukan wanita itu yang menabraknya? Kau yang menyebabkannya seperti ini Bum…” ujar Min Ho lalu pergi. Kim Bum hanya bisa diam, mencengkram tangannya dengan sangat keras, meneteskan air mata. Tak kuat melihat So Eun saat terlempar tadi, tak kuat saat melihat Min Ho menggendongnya.

***

Yoona, Min Ho, Kibum dan Kim Bum menunggu So Eun yang tengah di oprasi. Semuanya harap – harap cemas dengan hasil oprasi ini. Sekitar 2 jam dokter pun keluar dan menjelaskan hasil oprasi So Eun.

“maaf, kami sudah berusaha semampu kami. Pendarahan di otaknya sudah berhenti. Dia mengalami retak pada kaki kanannya. Hal ini bisa kami atasi. Namun, dalam 2 bulan ini dia harus menggunakan kursi roda. Dan masalah pendarahan di otaknya, ini menyebabkan dia koma. Tapi analisis kami, koma ini tidak bersifat lama, kalian harus rajin berinteraksi dengannya…” ujar dokter.

Semuanya kaget dan tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan dokter.

Semuanya meringis. Terutama Min Ho dan Kim Bum. Kim Bum meninju tembok yang ada dihadapannya. Tak lama ponselnya berdering, Shin Hye menelfonnya.

“Shin Hye.. So Eun, So Eun koma…..” ujar Kim Bum terbata – bata menahan tangisnya.

TO BE CONTINUED

YEAYYY sudah selesaiiiii!! Seperti biasa!!! VOTE DAN COMMENT YAH READER TERCINTA!

ENJOY YOUR READING AND….

FOLLOW ME : @andinadp

FB : Andina Deshinta Putri

THANKSSS

LOVE YOU READER *KISS

Tags: , , , , , , , ,

19 responses to “One In A Million – Part 9”

  1. niiz says :

    Min ho sama min jung lama.lma bikin gemes jugaa ya, ku tendang ke antariksa bru tau. Ayo thor next partnya cepatan pensaran >.<

  2. larasrahmaa says :

    Seru seru seruuu
    Yaampun gak kuat baca pas si min ho nyium soeun, dua kali lagi, aaaa😥
    Kasihan bgt soeun, min jung emg gila yah, sampe ditabrak dan eunnie koma, hiks
    Ga tegaaa
    keren kak part 9 ini, menguras emosi, haha
    Akhirnya dipost jg kan kak hehe
    Can’t wait for next part, aaa jangn lama lama ya ka :
    D

  3. rosiyaniocii says :

    Huaaaaa FF yg aku tunggu2 akhirnya d post jg. Parahhhh makin seru aja. Ini klimaksnya nih. Hiks kasian so eun. Hiks😦 aishhhh bum kurang cepet nih. Ahhhh ga rela kalo min ho yg dpt so eun. Krn soeun kan hny buat bum. Aduhhhhh itu min jung makin parah aja ya dasar cewe gila !! Awas aja tar jg diserbu ma sahabat2 bum. Aishhhhh apa yg akan terjadi selanjutnya ? Huhu. So eun moga cepat sembuh dan dpt menentukan pilihannya. Lanjutttt author part berikutnya🙂 jgn lama2 ya.

  4. Nurani nury says :

    Seru -seru aku suka cerita ini menguras emosi.
    Dasar lee min jung orang gila setres. .aku beci kamu#emosi tingkat tinggi.
    Smoga saja so eun g’ hilang ingatan dan smoga cepat sadar

  5. ditatomato says :

    Kok gt sih min honya huaaaa stress ni, jgn smpe so eun balik sma minho kasian bang kim bum😦
    Lanjut thor d tunggu ya😀
    Jgn lma” hahaha

  6. amniminry says :

    ahh..!! really, Min Jung is a bad girl i ever know!! licik!! ah, jd emosi gara gara Min Jung
    Minho dn Kim Bum, jgn berantem terus. mending buktiin ke So Eun kalo kalian bener bener suka dia. next part ditunggu😀

  7. kikey says :

    Huaaa akhirnya ff yg aku tunggu2 keluar jugaaaa..
    Aduh, minho sm kimbum ribut mulu ni ah, kan kasian so eun. Min jung jahat banget sih sampai nyelakain so eun, sini aku cekik balik ya *geregetan*
    Hmm, so eun bakalan amnesia ga ya? Jd kan ntar lupa sm minho dan kimbum, trus kim bum sm minho makin bersaing deh tu buat dapetin so eun *reader banyak omong*
    Keren deh thor, lebih keren lg kalo lanjutannya ga lama2 ya hehehe. Hwaiting authoooor!🙂

  8. taemleebumsso says :

    seru bgd nie ff,,,author jangan lma2 ya klnjutannya,,,
    minho nyebelin,,,kasihan kim bum kan,,,

  9. chella says :

    AAAAAAAAA!!! ini part yg paling seru!!,,,tapi paling ngeselin jg…AAArrgghh!! plis nih,,part selanjutnya jgn lama yaa…..penasaran bgt buat baca lanjutannya…

  10. yankyu says :

    akhirnya muncul juga sekian lama di tunggu,makin seru ceritanya chinggu
    ih minho nyuri kiss nya soeun melulu ampe 2 x lagi nggak rela
    next partnya jgn lama2 ya chingu……

  11. SaRy aj0w says :

    AQ beNci minh0oo..dasar jakun geDe!(wkwkwk peace bwt minh0 lovers)..abis kesal nian ma krkter minh0 disini,msh mending minjung dah…hahagaga…spirit of bumss0,chay0o auth0r..

    • tia says :

      Keren bnget ff ini..
      Pie yg pling emosi lht sie min jung..
      Mmng cwe gila ntu min jung…

      Trus gag rela pla tu lht lee min ho oppa nyium soeun..
      Pie yg dlkukan min ho oppa tu dah bnar la..
      Lee min ho oppa kan cma korban..
      Trus lee min hi oppa yg lbh tw so eun dri pda kimbum..
      Kyk gt la yg nmana bnar2 cnta..

  12. rizkyapratiwi says :

    waaaaaaaaaaaahhh …. *teriak histeris*
    seru seru seru seru~
    min jung bikin geregetan lah… gila sumpah gila banget
    gman kalo eun hye dah dteng k korea?? [asti nambah deh penderitaan eunni

    kasian banget eunni …. cinta segitiga, obsesi, hasrat, keegoisan d cerita ne feelny kerasa banget
    di tunggu next part nya thor
    cepetan ya …. penasaran banget

  13. Bummiearab says :

    Palingggggggggggg n’gk rela saat minho nyium2 seenaknya ke so eon..
    Kalo tau bumpa gimana ya??
    . Next part please jgn lama penasaran dgn nasib so’eun selanjutnya !!
    Hwaiting !!

  14. bismania luph bumsso says :

    critax jeleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkk bgets,…………………..
    nd ap” ad org ke3 d antara bumsso,tpi jgn smpe nyentuh so eun ato kim bum,…..
    krn critax akan mnjdi jlek skaleee,…………….
    jeleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkk

  15. afri says :

    jangan cium-cium So Eun seenaknya dong minho *emosi sendiri*
    Author jangan pisahakna cinta So Eun dan Kim Bum,
    cinta mereka baru terjalin…
    kuatkan cinta mereka dengan adanya gangguan dari minho dan minjung…
    kalo perlu minho sama minjung dijadiin couple ajah, hahahahaha
    lanjut terus ya chingu,,,aku suka FF ini karena ff ini menguras emosi, ^^

  16. sugarsoya says :

    ffnya keren….lanjutannya ditunggu ya…
    gomawo…^_^

  17. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Ahhhh sedih !!! Huhuhu MinJung GILA ! Dia bner2 ihh udh nyekek sso eh nabrak sso .. Huhuhu ksian Ssonya , bum jg jd dia ngeras ga bisa jaga sso ? Huhuhu kasian hikshikss .. Lanjut baca🙂

  18. nur says :

    reader bru nh.ga bca dr awal tp lgnsung part 8 mpe 9.sumpah ff ini beda dr yg laen.susunan kalmat dn crtanya ok bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: