between wealth, death, and love part3

Author : Secreet fan

Main cast : Kim Bum, So Eun

Cast : All star

Judul : between wealth, death, and love

Category : misteri, romantic

Type : Siquel

Disclamer, semua tokoh, alur, latar, dan judul adalah milik author. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika terdapat kesamaan bukan hal yang disengaja…

“Heeii… So Eun… ada apa? kenapa bengong?” Kim Bum menatap So Eun dengan pandangan bingung juga

“Aaaahh… tidak apa-apa… punggungku sudah agak membaik, bagaimana kalau kita ke taman belakang melewati pintu rahasia mu?”

“Baiklah…” Kim Bum berdiri dan berjalan duluan

“Kali ini aku duluan yang jalan, kau ceroboh sekali!” lanjutnya, So Eun diam saja, hatinya berdebar-debar, apa mungkin Kim Bum pelakunya? Tapi kenapa?

Mereka berjalan melalui jalan rahasia Kim Bum, So Eun mengamati lorong panjang itu

“Bagaimana kau bisa tahu jalan rahasia ini? Sangat gelap disini…”

Kim Bum segera menghidupakan Hp nya, meskipun tidak banyak membantu, paling tidak ada sedikit cahaya

“Aku menemukannya saat sibuk memilih baju… lagipula sangat jelas bukan dari bentuknya bahwa ini pintu?”

“Jadi lemari itu memang ada disana? Tidak kau bawa dari rumah lamamu?”

“Ya… catnya diperbarui… kayunya juga sangat kokoh, kebetulan aku suka yang agak antik”

“Orang aneh!”

“Biarkan saja…” Kim Bum cuek. Tak berapa lama, mereka sudah sampai diujung lorong gelap itu. So Eun mengamati sekeliling

“Aku tidak pernah melihat tempat ini di taman belakang” ujarnya. Kim Bum menarik tangannya kearah batang pohon besar yang ada di selatan mereka, lalu mengintip dari balik batang itu

“Ooohh…” So Eun terkejut, dari balik pohon besar itu ia melihat Kim Joong yang sedang asyik membaca buku di tepi danau buatan, tempat yang biasa ia lihat

“Ke…kenapa bisa?” ujarnya takjub

“Hebat kan? Awalnya aku juga agak terkejut, tapi rasanya ini tempat yang cocok untuk menyendiri atau mengisengi orang…” Kim Bum tersenyum lebar

“Dan tempat yang tepat juga kembali tanpa diketahui siapapun di villa…” lanjut So Eun

“Eeehh??? Kau mencurigaiku?”

“Lumayan…”

“Haaahh??? Aku bukan pelakunya!”

“Semua akan berkata begitu! Mana ada maling yang ingin ketahuan!”

“Tapi aku bukan maling!”

“Sama saja!”

“Sudahlah…terserahmu saja! Kalau aku memang pelakunya apa kau bisa memberi bukti?”

“Aku belum membilangmu pelakunya… hanya mencurigai saja, kenapa emosi begitu?”

“Eeehh…ta…tapi…”

“Ssudahlah…aku capek berdebat dengan mu, sekarang aku mau menjenguk Min Ho dulu ke kamarnya!” So Eun pergi, tidak melalui pintu rahasia Kim Bum lagi, memutar ke taman sebelah rumah. Kim Bum memandang So Eun sampai jauh, kemudian menghela nafas.

So Eun mengetuk pintu kamar Min Ho, tak ada sahutan, jadi dibuka nya saja pintu itu

“Si…siapa kamu? Sedang apa?” So Eun melihat seorang berpakaian hitam-hitam dengan wajah tertutup sedang memegang pisau diatas tubuh Min Ho yang tertidur pulas, tampaknya orang itu sangat terkejut dengan kedatangan So Eun, lalu langsung berlari meloncat dari jendela

“Tunggu…!!!” So Eun berlari mengejar orang misterius itu, ikut meloncat dari jendela kamar Min Ho yang lebar dan tinggi

“Kim Joon…!!! ada orang mencurigakan!!!” teriaknya berusaha memanggil Kim Joon, tapi tak ada yang mendengarnya, lingkungan sekitar sepi sekali, bahkan ia tak melihat anak buah Kim Joon yang biasanya menjaga lingkungan sekitar. So Eun masih mengikuti orang aneh itu, sampai orang itu meloncati pagar tinggi di sebelah rumah, So Eun terbelalak, tidak mungkin nyata! Mana mungkin ada orang yang dengan mudah melompati pagar setinggi enam meter itu!, seperti terbang… Ia tak bisa mengejar lebih jauh lagi, hanya terdiam di tempatnya

“So Eun… ada apa?” Kim Joong berlari cemas kearahnya dari sebelah barat taman

“Eeehh…i…itu… aku melihat orang mencurigakan…” jawabnya

“Apa? dimana?” Kim Joong segera mengedarkan pandangannya kesekeliling taman, tak mendapati apapun

“Dia melompati pagar ini…” jelas So Eun, menunjuk pagar tinggi di depannya

“Haaahh??? Kau yakin tidak bermimpi?” Kim Joon terlihat tak percaya

“Tentu saja tidak!” So Eun berusaha meyakinkan

“So Eun…!!! ada apa?!” Kim Joon datang dari arah timur taman

“A…aku melihat orang melompati kamar ini… sebelumnya ia di kamar Min Ho, memegang pisau!”

“Apa…???” Kim Joon terlihat sangat terkejut

“Eng… kenapa?” tanya So Eun

“Eeehh… kau tidak mengejarnya?”

“Mana bisa! Dia melompati pagar ini!”

“Be..benar juga…” Kim Joon seperti berfikir

“Sudahlah…jangan difikirkan lagi… kalian tidak bersalah, So Eun telah menangkap orang yang salah… ia sangat curiga padaku…” tiba-tiba saja Kim Bum telah berada di belakang mereka

“Kim Bum…?” Kim Joon maupun Kim Joong menatap bingung kearah So Eun, gadis itu malah menatap Kim Bum dengan pandangan sebel

“Baru curiga, tapi dia sudah begini! Kenapa sich!” ujarnya, Kim Bum duduk dibawah pohon yang ada didekat mereka, wajahnya cemberut, bisa dipastikan, dia sedang ngambek, Kim Joong dan Kim Joon langsung maklum, adek bungsu mereka memang masih agak rada manja jika bertemu dengan perempuan yang mirip dengan omma nya, ommanya melinggal saat ia berusia sepuluh tahun, dan dia sangat dekat dengan omma nya, wjar saja dia begitu

“Sudahlah Kim Bum… jangan seperti anak-anak… kau sudah besar!” Kim Joong menepuk pundak adek bungsunya itu

“Benar… dia bukan omma mu… walaupun kau menyukainya, tampaknya lebih menyukainya seperti seorang omma, tidak apa-apa juga sich… tapi itu pasti agak membuatnya risih” lanjut Kim Joon, ikutan duduk disebelah Kim Bum. So Eun memandang heran ketiga kakak-beradik itu. Kim Bum menatap So Eun dengan pandangan seperti anak-anak, So Eun merasa kasihan juga… bagaimanapun kehilangan orang terdekat kita memang meninggalkan trauma yang sangat besar, jadi ia ikutan duduk di depan Kim Bum

“Baiklah… maaf kan kalau sikapku sedikit membuatmu sedih… boleh saja menganggapku omma mu, atau kakakmu… tapi…” belum sempat So Eun melanjutkan kata-katanya, Kim Joon menyambung

“Kau harus menikahkan aku dengan salah satu kakak laki-laki mu! Iya kan, So Eun?” Kim Joon melirik jahil adeknya itu

“Eeeehh???” muka So Eun berubah merah

“Haaahhh??? Mana bisa begitu! Tidak boleh! Mana bisa!” Kim Bum terlihat kesal sekali

“Ha ha ha… sudah tidak sedih lagi ya?” tanya Kim Joong, Kim Bum kembali cemberut

“Sudahlah… kalian hanya tambah merusak suasana hatiku!”

“Adek kecilku ini…” Kim Joong mengelus sayang kepala adeknya itu

“Aku tidak kecil lagi!”

“Tapi bagi kami kau selalu lebih kecil…” sahut Kim Joon

“Oh iya… bagaimana keadaan Min Ho sekarang? Aku harus kekamarnya…” So Eun ingat kembali pada kasus dan segera menuju kamar Min Ho, lelaki itu masih terlelap

“Syukurlah…” ucapnya lega

“Ngomong-ngomong, Hye Sun kemana? Kenapa tidak kelihatan…” tanya Kim Bum sambil menatap haran kearah Min Ho

“Hye Sun sedang pergi dengan omma ke Seoul, menjemput dokter yang akan merawat Min Ho selama ia masih sakit…”

“Begitu ya… kalau begitu cepat telefon, beritahukan kejadian ini pada mereka”

“Baiklah…” Kim Joong mengeluarkan Hp nya dan segera menelefon omma nya

“Hallo…”

“…”

“Omma… diamana Hye Sun?”

“…”

“Eeemm… begini, Min Ho…”

“…???!!!”

“Haaahh??? Kenapa omma bisa tahu?”

“….”

“Baiklah… kira-kira dimana Hye Sun sekarang?”

“….”

“Begitu… katakan padanya agar cepat pulang, Min Ho sedang sangat membutuhkannya…”

“…”

“Baiklah…bye…” Kim Joong memutus pembicaraan

“Apa Hye Sun tidak berada di dekat omma?”

“Ya… katanya ia mungkin sedang ke rumah sakit… soalnya dokternya tidak ada di rumahnya saat mereka kesana… omma sekarang sedang bersama teman-teman bisnisnya…”

“Begitu…. lalu tadi tampaknya omma sudah tahu Min Ho kenapa…”

“Ya… katanya hanay menebak saja, soalnya tadi malam saja Min Ho juga diincar kan?”

So Eun mengangguk membenarkan, tapi aneh juga kalau langsung menebak dengan tepat begitu… akan lebih aneh lagi kalau omma nya bisa meloncati pagar itu…aaahh… tampaknya bukan omma… lalu Hye Sun? Mana mungkin ingin mencelakai calon suami nya sendiri, hubungan mereka juga terlihat baik-baik saja, tapi mana tahu… masa sich Hye Sun yang lembut dan lemah begitu meloncati pagar setinggi enam meter? Kalau paman Lee Guk sich tidak mungkin, tubuhnya saja sudah bungkuk begitu… lalu Victoria? Gadis itu pasti selalu berada di dekat omma Kim Bum… Kim Bum? tidak mungkin, manja begitu… tapi mungkin juga sich… jangan-jangan sikap manjanya hanya dibuat-buat?, lagipula ia sudah menyelidiki aku yang mau datang kemari, dan punya pintu rahasia… anh juga kalau pelayan tak menyadari pintu itu saat menyusun baju-baju, tapi bisa juga Kim Joong, ia mempunyai lebih jelas motif daripada yang lain, dan terus berada di taman, Key? Koki itu? Tak mungkin… Kim Joon… dari fisiknya aku yakin dia bisa melewati pagar dengan mudah… tapi kenapa? Semuanya sangat tidak mungkin… kenapa kasus ini buntu sekali? So Eun gelisah sekali, ditatapnya wajah Min Ho yang terbaring, tunggu dulu… Didekatkannya wajahnya pada wajah Min Ho, Kim Bum, Kim Joon, dan Kim Joong yang melihatnya tercengang

“Hei! Apa yang kau lakukan So Eun?” tanya Kim Bum tak percaya

“Ssssttt…” So Eun malah menyuruh mereka semua diam, dan melanjutkan mengamati wajah Min Ho. Semua diam

“Heeemm… benar juga… begitu rupanya…” senyum agak mengembang di wajahnya

“Kau menemukan sesuatu?” tanya  Kim Joon

“Ya… dengan begini aku mengerti trik yang dipakai pelaku saat menembak Min Ho dalam kegelapan…”

“Ba…bagaimana caranya?”

“Kalian juga lihat kan, rambut Min Ho ini”

“Yaaa… kenapa dengan rambutnya?”

“Dia selalu menggunakan hair dryer ya? Sangat jarang menyisir dengan sisir”

“Kenapa tahu?”

“Rambut orang yang jarang menggunakan sisir, dan lebih sering menggunakan hair dryer akan terlihat lebih…eeemm… agak liar… kalau baru saja memakainya rambut akan terasa panas, saat itu ada aliran listrik di rambutnya… jika pelakunya bisa melewati pagar dengan mudah, berarti ia juga akan bergantung pada dinding atau atap… tentu saja saat itu sudah harus memastikan posisi Min Ho, agar tembakannya tepat, ia mengunakan magnet kecil untuk merasakan aliran listrik disekitarnya, bisa menjadi penunjuk arah walau magnet tidak akan tertarik begitu keras kearah rambut Min Ho, arah magnetnya akan sedikit berubah… selanjutnya yang digunakan adalah kemampuan nya menggunakan senjata dalam gelap, tepat mengenai tubuh Min Ho, jika melapisi tangannya sebelumnya dengan plastik, dan pistolnya memakai peredam suara, selanjutnya hanya perlu membuka plastik ditangnnya dan membuangnya ketempat sampah, dan menyembunyikan pistolnya di balik lukisan atau pajangan di ruangan itu… tidak akan ada yang sadar karena saat lampu menyala seluruh perhatian orang tertuju pada Min Ho… setelah semua orang tidur, ia kembali ke ruangan pesta dan mengambil senjata serta melenyapkan plastik yang ia gunakan untuk melapisi tangannya…” terang So Eun

“Masuk akal… tapi rasanya merasakan aliran listrik dari rambut Min Ho itu… sedikit mustahil…”

“Bagaimana kalau pelaku adalah orang yang biasa bekerja pada tempat yang berarus listrik… sekecil apapun aliran itu kurang lebih ia pasti bisa merasakannya…”

“Lalu siapa orangnya?”

“Iitu belum jelas…semua orang bisa melakukannya karena saat itu semua orang lengah…”

“Jadi… pelakunya masih tetap gelap?”

“Sampai saat ini…”

“Tapi So Eun… dirumah ini tak ada orang yang bekerja di tempat berarus listrik…”

“Jika tidak bekerja mungkin hobi… hobi mengutak-atik alat listrik, makanya ia juga bisa mematikan listrik untuk ruangan pesta tanpa harus kesana mematikannya, mungkin dipasangi timmer…”

“Mungkin saja…”

“Lalu sekarang… apa yang harus kita lakukan pada Min Ho…”

“Awasi dia… setiap detik! Karena tampaknya ia adalah sasaran pelaku, meski kita belum tahu motif nya…”

“Baiklah… aku akan menyuruh anak buahku untuk menjaga kamarnya…”

“Begitu lebih baik…”

~ ~ ~

Esok paginya…

“Tuan muda…!!!” jeritan Lee Geuk memenuhi lorong rumah mewah itu. So Eun terkejut mendengar teriakan itu dan segera berlari menuju sumber suara

“Ada apa…??? ada apa paman?” tanyanya cemas

“Tu…tuan muda… tuan muda Kim Joong…” Lee Geuk tak dapat berkata-kata lagi, memandang lurus kedepan

“I…ini…”

“Ini salahku…. semua nya salahku… andai saja aku tak menyuruh Kim Joon untuk mengerahkan seluruh personil kemanan untuk menjaga kamar Min Ho… membiarkan mereka semua tetap di pos nya…mungkin Kim Joong…” sudah berpuluh-puluh air mata So Eun meleleh, polisi asyik berkeliaran di dalam kamar itu, Eun Hye datang dengan bersimbah tangis

“Kim Joong…Kim Joong oppa…!!!” jeritnya pilu, hati So Eun makin merasa bersalah, tubuh Kim Joong diangkat kerumah sakit untuk di otopsi… So Eun makin tak tega saat melihat Eun Hye mencium penuh perasaan wajah Kim Joong yang telah beku…Ia hanya bisa menangis, andai saja… Kim Bum memeluknya untuk menabahkan, jujur saja, ia juga amat sedih, setelah dua puluh tahun terus bersama kakak lelakinya itu…. rasanya ingin menjerit dan meninju sampai mati orang yang telah dengan tega menikam dada kakaknya itu,tak tahan, ia ikut menangis, So Eun tak dapat berbuat apa-apa lagi. Kim Joon , omma, Victoria, Lee Geuk, Hye Sun, dan Min Ho yang sudah sadar duduk bersama disudut ruangan, hati mereka sama-sama sedih dan sakit, tapi tentu saja Kim Bum yang paling sedih. Dilepasnya pelukannya dari tubuh So Eun, menghampiri jenazah Kim Joong, dan memeluk kakaknya itu sayang. Lalu kena marah polisi

“Jangan sentuh tubuh korban, dan jangan masuk ke dalam TKP!” tegasnya. Kim Bum hanya menatap kosong jenazah kakaknya yang segera dimasukkan ke dalam ambulance dan membawanya ke rumah sakit di kota

~ ~ ~

“So Eun… kau tak bisa terus sedih kan? Kau harus menemukan pelakunya…” Kim Joon menepuk pundak So Eun yang termenung ditepi danau buatan. So Eun menoleh, langsung menangis

“Semua salahku… andai saja aku tak memintamu memusatkan pengamanan pada Min Ho, dan tetap berjaga seperti biasanya… mungkin Kim Joong…” ia tak tega melanjutkan kata-katanya lagi. Kim Joon memeluk tubuh So Eun menabahkan

“Sudahlah… ini bukan kesalahan mu… aku yang lalai mengerjakan tugasku…”

“Tidak… ini bukan salahmu sama sekali…”

“Baiklah… ini salah kita berdua… berarti kita juga yang harus menyelesaikannya agar tak ada korban lebih banyak lagi kan?”  Kim Joon mengelus rambut panjang So Eun yang hitam dan lurus lembut itu. Kim Bum yang kebetulan lewat melihat mereka, terdiam, lalu menggepalkan tangannya…

So Eun sedang berjalan kearah kamarnya saat seseorang menarik tangannya dari ruangan musik. Orang itu mengenakan penutup kepala berwarna hitam, So Eun yang tak siap itu langsung dibius menggunakan sapu tangan yang telah disemprotkan obat bius, So Eun jatuh dalam tidur…

So Eun kembali membuka matanya, dimana ia? Diamatinya sekeliling dalam keadaan yang masih lemas, ini…

“Kau sudah bangun ya So Eun…???” sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar mendekat

“Kim Bum…” ucapnya pelan, Kim Bum duduk  disebelahnya

“Hai…”

“Kamu… jangan-jangan kamu…” mata So Eun membelalak, ia segera duduk, tapi Kim Bum kembali mendorongnya sehingga terlentang kembali

“Ya… aku yang membiusmu…maaf…” ucapnya singkat

“Ke…kenapa?” tanya So Eun tak mengerti

“Kau terlalu dekat dengan Kim Joon. Kenapa?” Kim Bum sepertinya beda sekali dari yang biasanya, kembali pada dirinya saat So Eun pertama sekali bertemu dengannya

“Kau kenapa dingin sekali?”

“Jawab saja pertanyaanku…”

“Bagaimana jika aku tak mau! Kenapa begitu memaksa?!”

“Kau menyukainya?”

“Ini dimana?”

“Kutanya apa kau menyukainya?”

“Tapi jawab dulu, ini dimana?”

“Huh! Di ruangan pribadiku dalam lorong di pintu rahasia itu!”

“Kenapa membiusku?”

“Aku Cuma mau tanya, apa kau menyukai Kim Joon?”

“Kalau begitu tanya dengan cara baik-baik saja, tidak perlu dengan cara membiusku dan membawaku kemari!”

“Aku tak mau diketahui siapapun, kurasa hanya ruangan ini yang benar-benar bebas dari pengawasan”

“Haaahh…??? jangan-jangan kamu…kamu…yang membunuh Kim Joon dan yang mencelakai Min Ho…”

“Siapa bilang…???” Kim Bum terlihat agak kesal

“Ta…tapi… kau punya ruangan ini…”

“AKU TIDAK AKAN MEMBUNUH KIM JOONG, DAN MENCELAKAI MIN HO! Dan jika aku punya ruangan ini itu hanya kebetulan aku memilih kamar yang strategis saat pindah kemari… aku menyelidiki mu dari awal karena…” kata-kata Kim Bum terputus, ia sadar sekarang bukan waktunya mengatakan itu, sekarang harus menanyakan hal yang penting dulu sebelum menjelaskan lebih dalam

“Karena…???” tanya So Eun penasaran

“Eeemm… tidak apa-apa… jawab saja pertanyaanku! Kenapa bertanya macam-macam!”

“Kau sangat menyebalkan! Aku mau pergi! Jangan paksa aku menjawabmu!” So Eun ikutan jengkel, berdiri dengan cepat dan berjalan meninggalkan Kim Bum

“So Eun… kenapa kau selalu sewot begitu padaku? Kenapa jika di dekat Kim Joon selalu baik saja? Seperti merasa nyaman didekatnya? Kenapa jika denganku tidak? Kenapa selalu ingin cepat-cepat pergi?!” Kim Bum menahan tangan So Eun yang sedang melangkah. So Eun terdiam, jujur ia juga tak tahu mengapa, yang diketahuinya didekat Kim Joon memang ia merasa nyaman dan hangat, didekat Kim Bum ia kurang merasa nyaman, tapi ia belum tahu alasannya…

“A…aku…sebenarnya aku juga  tak tahu mengapa… tapi Kim Joon memang membuatku sangat nyaman… mungkin karena dia selalu baik padaku…” jawab So Eun akhirnya, Kim Bum yang mendengarnya tertunduk

“Kenapa? Kenapa dia? Kenapa tidak yang lain saja?”

“Aku juga tidak tahu… tapi dia bisa menggantikan orang yang pernah hilang dari hatiku…”

“Sekarang kamu boleh pergi…” Kim Bum memotong perkataan So Eun. Meski masih bingung So Eun tetap berjalan meninggalkan Kim Bum sendiri diruang rahasianya…

~ ~ ~

Sudahlah So Eun… kau tak boleh berfikir macam-macam… fokus saja pada kasus! Itu lebih penting! So Eun menarik-narik rambutnya sendiri seperti orang strees. Tapi kenapa Kim Bum bertanya seperti itu padanya? Apa ada yang salah jika ia merasa nyaman didekat Kim Joon? Bukankah itu hak nya? Tapi entahlah… aku dipanggil bukan untuk hal itu, tapi untuk menyelidiki kasus.

Tok…tok…tok… pintu kamar So Eun diketuk, ia segera beranjak membukakan pintu

“Nyonya besar memanggil anda…” Victoria, gadis kepercayaan nyonya besar telah berdiri didepannya

“Ada apa?”

“Entahlah… saya juga kurang tahu…” jawab Victoria sopan, So Eun mengikuti gadis itu melewati lorong rumah yang panjang menuju tempat nyonya besar, omma Kim Bum menunggu…

“Oh ya… ada yang ingin kutanyakan padamu…” ucap So Eun, memecah keheningan diantara mereka

“Ya….tanyakan saja…”

“Saat nyonya besar bersama rekan-rekan bisnisnya… saat itu kau sedang ada dimana?”

“Aku… aku sedang berada di dekatnya… tapi aku datang satu jam kemudian, karena ia menyuruhku untuk mengambil berkasnya yang tinggal di villa ini…”

“Jadi saat itu kau kembali kemari?”

“Ya… sebentar saja, karena aku tahu letak seluruh berkas-berkasnya dengan jelas, tak sampai dua puluh menit…”

“Begitu… saat Kim Joong…tewas?” So Eun mengatakannya dengan berat

“Nyonya sedang diskusi dengnku…”

“Benarkah?”

“Ya…”

“Maaf kalau aku sedikit lancang, tapi apa yang kalin diskusikan?”

“Mengenai pewaris… sebenarnya nyonya tidak setuju Kim Joong yang menjadi penerus… walaupun Kim Joong adalah anak yang pintar dan berbakat… ia mendunga Kim Joong yang membunuh Sih Hye, soalnya Sin Hye meninggal sesudah nyonya mengatakan akan mengangkat Sin Hye menjadi pewaris pada Kim Joong… tapi ada daya, Sin Hye meninggal… jadi nyonya bingung, ia tak ingin seluruh harta jatuh pada Kim Joong atau Kim Bum, kau juga tahu kan, mereka bukan anak kandung nyonya… ia ingin seluruh harta jatuh ketangan keluarganya… tapi jika tidak Kim Joong atau Kim Bum yang mewarisi, yang akan mewarisi seluruhnya adalah Min Ho, dan jika tidak Min Ho berarti Kim Joon… nyonya dibuat pusing karena memikirkan hal itu….”

“Kenapa hanya karena Kim Joong dan Kim Bum tidak anaknya ia tak ingin mereka manjadi penerus?”

“Saya tidak tahu jelas…”

“Lalu…kenapa kau bisa menjaadi orang kepercayaan nyonya besar?”

“Appa dan omma ku meninggal bunuh diri… awalnya appa gantung diri karena perusaahannya bangkrut karena terjerat banyak hutang pada perusaahan keluarga Kim… seminggu kemudian omma menyusul karena tidak tahan akan tekanan yang diberikan oleh perusaahan Kim… saat itu aku masih empat belas tahun, Kim Bum masih berumur sepuluh tahun, aku dibawa kedalam keluarga ini sebagai tebusan akan hutang-hutang perusaahanku, rumah dan semuanya disita… sejak dulu aku senang membantu nyonya, jadi aku diangkat menjadi orang kepercayaannya…”

“Be..begitu… kau dendam pada keluarga mereka?”

“Eentahlah… tapi aku sudah mengabdi pada keluarga ini…”

“Heeeemm….”

“Kita sudah sampai…” Victoria menghentikan langkahnya, kemudian mengetuk pintu

“Nona So Eun telah disini…”

“Suruh dia masuk…” terdengar sahutan dari dalam, Victoria segera membuka pintu… So Eun masuk, kemudian dipersilahkan duduk didepan omma Kim Bum

“Kita langsung saja kepada pokok pembicaraan… jika dalam satu minggu ini kau tidak bisa menyelesaikan kasus, kumohon keluar saja dari villa ini…” ujar omma Kim Bum langsung, tanpa basa-basi, So Eun tertegun, terkejut…

“Haaahh…???”

“Ya… tidak usah banyak basa-basi lagi… saya meminta anda untuk segera keluar jika memang tidak bisa memecahkan kasus, saya lihat tidak ada perkembangan sedikitpun terhadap kasus ini, hanya bertambah parah saja, kembali ke Seoul dan memperbaiki nilai-nilai mu mungkin lebih baik…” omma Kim Bum terlihat beda sekali daripada yang biasanya, tak ada lagi kesan ramah diwajahnya. So Eun tertegun, agak segan dan malu

“Eeemm… eh… baiklah…” ucap So Eun gugup dan terbata

“Saya hanya ingin mengatakan hal itu, sekarang kau bisa kembali ke kamarmu,berusaha saja mengungkap kasus ini” lanjut omma Kim Bum lagi. So Eun membungkuk memberi hormat, lalu Victoria mengantarnya keluar ruangan itu. Sesampainya di luar ruangan Victoria segera minta maaf kepada So Eun

“Maafkan nyonya… dia sedang strees, makanya begitu…” ujarnya agak merendah, So Eun tersenyum saja

“Sudah sewajarnya… penyelidikanku memang masih tak berkembang…”

“Saya antar ke kamar nona?”

“Tidak usah… saya sendiri juga bisa…”

“Baiklah… sekali lagi maafkan nyonya…”

“Yaaa…. tidak apa-apa…” So Eun berjalan kearah kamarnya dengan hati agak tersinggung, dan entah kenapa, sakit! Saat ia melewati pilar disebelah ruangan tempat omma Kim Bum memanggilnya seseorang menarik tangannya

“Kim Bum…”

“Maafkan omma ku…” ucapnya dengan nada menyesal, So Eun bengong

“Apa maksud mu?”

“Yaaaahh…kau disuruh pergi dari sini, maafkan dia… aku yakin dia tidak bermaksud begitu… dia Cuma agak strees, eeehh… sebenarnya…” tampaknya Kim Bum merasa bersalah sekali dengan sikap omma nya, So Eun tersenyum

“Tidak apa-apa… itu memang tugas ku kan? Jika aku tak bisa menyelesaikannya dengan baik itu memang salahku, tidak  perlu minta maaf… Kau ana yang baik Kim Bum, tapi jangan terlalu baik padaku. Yaaahh…aku memang ingin kau baik padaku, tapi jangan terlalu baik…”

“Kenapa…???” tanya Kim Bum heran, agak sedih

“A…aku…aku tak inginjadi suka padamu…” jawab So Eun jujur, Kim Bum terdiam, kemudian tersenyum jahil

“Baiklah… aku tidak akan terlalu baik padamu… Cuma aku akan saaanggaaattt…. baik padamu…”

“Sudah kubilang jangan!, kenapa kamu malah bertekad begitu?” So Eun bingung

“Itu karena aku sangat mencintaimu So Eun…” balas Kim Bum serius dan tulus, So Eun bengong, agak terkejut juga mendegar pengakuan Kim Bum

“Eeeemm… aku tidak meminta kamu membalas perasaanku, eeehh…maksud ku, begini, eh…” Kim Bum jadi salah tingkah sendiri seperti orang habis keceplosan. So Eun tak tahu harus berkata apa lagi, Kim Bum bertambah salah tingkah, sesaat suasana disekitar mereka kaku. Tak ada yang berkata-kata lagi.

“Eeeehh… a..aku…aku… kalau aku sich…” So Eun berusaha mengatakan sesuatu, tapi akhirnya tak dapat berkata apapun juga, hanya mengap-mengap

“Tidak apa kok… maafkan aku jika aku membuatmu bingung dan jadi serba salah… lupakan saja semua yang aku katakan” Kim Bum telah dapat menguasai perasaannya lagi, tersenyum lagi kearah So Eun

“Tidak apa-apa kok Kim Bum… terima kasih telah menyukaiku, tapi untuk saat ini aku masih minta waktu…” kali ini So Eun bisa menjawab pertanyaan Kim Bum, Kim Bum terdiam

“Terima kaih….” ucapnya

“Oh ya…mulai sekarang aku akan menyelidiki kasus dengan lebih serius, kau mau membantuku kan?”

“Tentu saja… dengan senang hati… sekarang kau mau ke mana?”

“Aku…??? aku mau ke kamar dulu…”

“Nanti malam ke kamarku ya? Dongengkan aku lagi” pinta Kim Bum

“Baiklah… aku akan datang, kau tunggu saja…” So Eun mulai berjalan

“Sudah makan siang?” Kim Bum ikut berjalan disebelah So Eun

“Eeemm… belum…”

“Makan sama-sama ya?”

“Boleh juga… dimana?”

“Aku sudah siapkan di taman…”

“Haaaahh…??? sejak kapan?”

“Setelah kau meninggalkanku di ruang rahasia, aku ingin minta maaf” jelas Kim Bum

“Sekarang kau sudah mendapat maafku…” ujar So Eun

“Baiklah…ayo segera ke taman!”

Kim Bum dan So Eun berjalan sampai taman belakang di dekat danau buatan, dibawah pohon yang ada disana. Disana sudah tersedia makanan di atas meja untuk dua orang

“Silahkan makan…” Kim Bum mempersilahkan So Eun duduk, dan ia segera duduk

“Terima kasih Kim Bum” ucap So Eun tulus, Kim Bum senang sekali

“Baiklah… mulai saja makannya… selamat makan…” Kim Bum segera mengambil garpu dan pisaunya, segera memotong dagingnya. So Eun pun melakukan hal yang sama dengan Kim Bum

“Eeeemm… kau buat ini sendiri?” tanya So Eun

“Tidak… sebenarnya ada yang aku buat sendiri, tapi gagal… akhirnya minta masakkan sama Min Ho” Kim Bum jujur-jujur saja

“Enak sekali!” puji So Eun

“Oh ya? Kalau begitu aku juga harus mulai belajar memasak yang enak!”

“Kau suka makan?”

“Heeemm…???”

“Suka makan kan? Besok siang akan kubuatkan makanan yang enak!” ucap So Eun

“Benarkah…??? kau mau masak apa?”

“Eeeemm… bagaimana kalau samkyobsal” tanya So Eun, mata Kim Bum langsung berbinar

“Benarkah…???” pekiknya senang

“Kau suka?”

“Suka…??? suka sekali! Itu makanan kesukaanku! Bagaimana bisa tahu?”

“Haaahh…??? aku hanya suka memasak, well…kau pasti tidak yakin karena aku kelihatan sedikit tomboy”

“Tidak! Aku yakin kok! Aku sangat senang!” Kim Bum mencubit pipi chuby So Eun, So Eun meringis

“Aaaww…!!! kau ini” ia mengulum senyum, mulai timbul rasa nyaman di hatinya di dekat Kim Bum…

~ ~ ~

“Sudah tidur…???” So Eun masuk ke kamar Kim Bum sambil membawa buku cerita dongengnya, saat itu Kim Bum sedang asyik membaca buku di sofa

“Ooohh… So Eun… kau datang?”  ia segera menutup buku tebalnya dan berjalan kearah So Eun

“Tentu saja, aku kan sudah janji… kau baca buku apa?”

“Hanya novel… Harry Poter and the deathly hallows…” jawab Kim Bum

“Apa ceritanya sangat seru?” So Eun menatap Kim Bum penasaran, Kim Bum malah langsung memeluk So Eun

“Aku sangat senang kau datang… senang sekali…”

“Aaaaiihh… iya…iya… tak perlu memelukku sampai sesak nafas begini”

“Well… maaf dech…” Kim Bum melepas pelukannya

“Duduk lah…” Kim Bum mempersilahkan So Eun duduk di sofa, So Eun segera duduk

“Apa ceritanya seru?”

“Seru sekali… aku masih penasaran dengan cerita tentang kematian”

“Haaahh???”

“Di dalam cerita ada cerita… disini Harmonie membacakan cerita tentang deathly hallows, kematian yang memberi benda-benda magis pada tiga saudara… kakak pertama diberi tongkat paling sakti, yang kedua diberi batu yang bisa menghidupkan orang mati, dan yang terakhir diberi jubah, yang apabila kita memakainya tidak akan bisa diikuti oleh kematian… lalu akhirnya tongkat yang dimiliki oleh kakak pertama dicuri oleh musuhnya, dan ia digorok lehernya sehingga mati, kematian berhasil mendapatkan jiwanya. Kakak kedua sedih sepanjang harinya karena wanita impiannya yang telah mati dan ia hidupkan kembali selalu dingin dan lemah, akhirnya ia bunuh diri, dan kematian pun berhasil lagi mengambil jiwanya. Yang terakhir, kematian mencarinya bertahun-tahun, tapi tidak dapat menemukannya, akhirnya adek terakhir mewariskan jubah itu pada anaknya, saat itu ia sudah tua, dan kematian berhasil mendapatkan jiwanya. Tapi ia menyambutnya seperti sahabat lama…” cerita Kim Bum, So Eun agak ngeri mendengarnya, menelan ludah

“Sudahlah… jangan bicarakan yang ngeri-ngeri sekarang… malam ini kau mau membacakan dongeng apa?”

“Eeeemm… rencananya tentang sleeping beauty…”

“Sleeping beauty…???”

“Tak suka  dongeng tentang putri ya? Bagaimana kalau how to train your dragon?”

“Haaahh…???”

“Belum tahu dongeng itu kan?”

Kim Bum menggeleng

“Baiklah… sekarang segera cuci muka, cuci kaki, gosok gigi, setelah itu segera ke tempat tidur. Aku akan membacakan dongeng setelahnya…” titah So Eun. Kim Bum geleng-geleng, tapi menurut saja

“Baiklah…” ucapnya, segera bernjak ke kamar mandi. So Eun pun beranjak ke tempat tidur Kim Bum, duduk  di  tepi ranjangnya. Sekitar sepuluh menit, Kim Bum telah keluar kembali dari kamar mandi, segera berbaring disebelah So Eun. So Eun menarik selimut dan menutupi tubuh Kim Bum, memulai dongengnya

“Dahulu kala…” So Eun memulai dongengnya, membaca sampai habis cerita itu, asyik ber cap cip cup, berkoar-koar sendiri, lagi-lagi, Kim Bum bukannya asyik mendengar cerita, malah asyik menatap wajah So Eun dengan eksppresinya yang berubah-ubah. Rasanya ingin sekali Kim Bum mencium pipi chuby So Eun, gemas. Tapi ia tahu, jika ia melakukannya So Eun tak akan ingin lagi mendongengkannya, sekarang memang bukan waktunya…

So Eun mengakhiri ceritanya dengan happy ending, mengalihkan perhatiannya pada Kim Bum yang asyik memperhatikan seluk-beluk wajahnya dari tadi.

“Kau kenapa? Menatap wajahku seperti itu?” So Eun mengerutkan dahinya, Kim Bum tersadar

“Ooohh… sudah siap ya?”

“Jadi kau tidak mendengarkanku?” So Eun sedikit marah, mendelikkan matanya

“Eeehh… aku dengarkan kok!”

“Jadi, bisa katakan, apa yang tadi kubacakan?”

“Eeemm… i…itu…”

“Sudahlah… aku pergi saja! Kenapa tak mendengarku sama sekali? Padahal aku sudah membacakannya dengan semangat! Kau mengesalkan sekali!” So Eun amat marah, segera berdiri dan berjalan pergi

“Jangan So Eun…aku minta maaf… maaf sekali…” Kim Bum menahan tangan So Eun. So Eun tak berhenti berjalan, tetap berjalan.

“Kau tahu aku kesal sekali? Kenapa begitu menjengkelkan? Padahal aku ingin berdamai dengan mu! Kau aneh sekali! Saat ini baik, besok bisa sangat menjengkelkan! Kenapa bisa begitu?” So Eun asyik mengomel, Kim Bum ikut berjalan mengikuti So Eun

“Kumohon So Eun… maafkan aku…” ucapnya penuh penyesalan, tapi So Eun sudah sangat-sangat kesal. Capek-capek ia membacakan cerita lima halaman penuh itu, ternyata tak satu katapun yang Kim Bum dengarkan.

“Aku tak mau mendengar perkataan mu lagi!” ucapnya

“So Eun… aku bisa menjelaskannya…”

“Mau menjelaskan apa…”

“Sebenarnya aku hanya ingin memandang wajahmu… kau selalu menjauh dariku…makanya aku buat alasan ini agar kau bisa lebih lama di dekatku… agar aku bisa lebih lama memandang wajahmu… makanya…tapi selain itu, semua yang kukatakan benar kok! Kau memang mirip omma ku, aku memang selalu dibacakan cerita oleh omma ku setiap malam, memang selalu mendengarkanku bercerita setiap malam, dan memang selalu mencium dahi dan pipiku… hanya soal kenapa aku memintamu datang setiap malam yang bohong…kumohon…” Kim Bum menjelaskan semuanya, So Eun berhenti berjalan, terdiam…

“So Eun… kau tahu, aku mencintaimu… makanya aku melakukan semuanya… maafkan aku…” lanjut Kim Bum lagi, kali ini So Eun berbalik menatap Kim Bum, Kim Bum menghela nafas

“Maaf kan aku…” ucapnya lagi. Tapi So Eun langsung mencium dahi Kim Bum lama, lalu kedua pipinya bergantian.

“Tidak apa-apa… hari ini ak sedikit capek, jadi mudah marah…” ucap So Eun, Kim Bum tertegun

“Selamat malam Kim Bum, tidur nyenyak ya!” lanjutnya sambil mengucek rambut Kim Bum, membuka pintu dan berjalan kearah kamarnya. Di dalam kamar, Kim Bum masih tertegun, menatap pintu yang dilalui So Eun, entah kenapa  ia mengikuti arah So Eun berjalan…

So Eun terus berjalan menuju kamarnya, tapi saat ia telah dekat ke kamarnya seseorang yang mengenakan pakaiyan mirip ninja dan dengan penutup kepala menghadangnya

“Kau siapa…???” tanya So Eun terkejut dan gugup, tapi orang berpakaiyan ninja itu tak menjawab, malah mengeluarkan kunai dari dalam bajunya. So Eun menelan ludah

“Kau siapa? Apa mau mu…???” tanya nya kali ini, agak takut, dan tanpa menjawab lagi orang itu segera berlari kearah So Eun sambil meyabetkan kunainya, So Eun menghindar dengan cepat, takut…

“Kenapa mau membunuhku…” ujarnya bergetar, merasa serangan pertamnya gagal, ia mendengus dan kembali ingin menyerang So Eun, kali ini So Eun agak susuah menghindar karena tersandar di dinding, akhirnya hanya dapat menjerit

“Kyaaaa…!!!”

Bruk…!!! tubuh orang itu jatuh di hadapan So Eun, tapi ia dengan cepat berdiri, menoleh kearah orang yang melemparkan pisau kecil kearah lengannya

“Ki…Kim Bum…” ucap So Eun pelan, oranga itu tampak panik sekali, ia segera berlari meninggalkan tempat itu

“Tunggu…!!!” Kim Bum mengejar orang itu, tapi tubuhnya sangat gesit dan cepat, dengan sekali lompat, ia melayang ke udara dan melangkahi beranda di lantai dua.Kim Bum menatap kepergian orang itu dengan kesal, ia tak dapat mengejar lebih jauh lagi

“Sial!” umpatnya, lalu kembali ke tempat So Eun, gadis itu masih pucat di tempatnya

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kim Bum cemas, So Eun tak menjawab, hanya terdiam saja tanpa mengucapkan dan melakukan apapun. Pasti ia tertekan sekali!

“So Eun…” pangil Kim Bum lagi, tapi gadis itu tetap tidak bereaksi

“Tidur di kamarku saja… kau takut kan tidur di kamarmu?” Kim Bum menebak isi fikiran So Eun sambil menuntun gadis itu kekamarnya.

Di kamar Kim Bum…

“Jangan tegang seperti itu lagi… sekarang sudah tidak apa-apa…” ucap Kim Bum menenangkan

“I…iya…a… aku…” So Eun mengap-mengap saja, tak dapat mengatakan apapun, Kim Bum memeluknya, wajar saja gadis itu sangat terguncang, mungkin baru kali ini nyawanya seperti di ujung tanduk

“Tidak apa-apa… sekarang sudah aman, tidurlah…”

So Eun memejamkan matanya dalam pelukan Kim Bum, kemudian terlelap… Kim Bum menatap wajah lugu So Eun yang tidur pulas, ia mengambil satu bantal dan selimut dari tempat tidurnya, menyisihkan satu selimut dan bantal lagi untuk So Eun, kemudian beranjak ke sofa dan tidur di sana… Tak ada yang tahu, dari balik tirai kamar Kim Bum sepasang mata berkilat marah…

~ ~ ~

So Eun membuka matanya perlahan, mengamati sekelilingnya

“Selamat Pagi So Eun…” sapa Kim Bum ramah, ia bengong

“Kenapa kau di kamarku?” tanya So Eun

“Haaaahh…??? bukannya kau yang dikamarku” jawab Kim Bum sambil duduk di tepi tempat tidur. So Eun mengamati sekelilingnya lagi dengan cermat, kemudian kejadian tadi malam terulang lagi dengan cepat di kepalanya,aaahh…benar juga…tadi malam ada yang ingin membunuhku, lalu Kim Bum datang, aku sangat takut, jadi Kim Bum memperbolehkanku tidur di kamarnya

“Sudah ingat…???” Kim Bum membuyarkan lamunan So Eun, So Eun menoleh dan mengagguk

“Terima kasih Kim Bum…”

“Sebagai gantinya tepati janjimu untuk memasakkanku samkyobsal!”

“Tentu saja! Akan kubuatkan samkyobsal yang enak!”

“Oke! Nanti siang harus sudah jadi ya?!”

“Iya…iya…” So un duduk dari tidurnya, menatap Kim Bum

“Malam besok aku boleh nginap lagi ya?” tanyanya

“Tentu saja! Mau nginap selamanya juga tak apa-apa!” jawab Kim Bum senang

“Huh! Kau ini!”

So Eun sekarang sedang berada di dapur. Ia sedang berbincang dengan Key sambil masak

“Jadi kau detective dari Seoul itu ya? Ini kali pertamanya kita bertemu kan?” tanya Key ramah

“Yaaa… senang bisa bertemu dengan mu…”

“Yang paling senang tentu saja aku! Kau gadis yang baik!” puji Key

“Kau ini…” So Eun tersenyum

“Ngomong-ngomong kau mau apa ke dapur?”

“Eeeemmm… aku ingin memasakkan Kim Bum samkyobsal!” jawab So Eun

“Oh ya? Tapi kau kan tidak perlu memasak, ini tugas ku sebagai koki”

“Aku sudah janji… ini bukan urusan tugas sich…”

“Baiklah… jika kau ingin menanyakan sesuatu panggil aku saja…”

“Oke!” So Eun mengancungkan jempolnya, dan mulai memasak….

“Kim Bum… kau di mana?” So Eun capek berkeliling mencari Kim Bum. Ia sudah susah payah memasak, kini Kim Bum yang memintanya masak itu malah menghilang

“Kim Bum…” panggil So Eun lagi sambil melongokkan kepalanya kedalam kamar Kim Bum. Tak ada siapa-siapa

“Dimana sich anak itu?” pikir So Eun. Masuk ke dalam kamar Kim Bum, lalu ke dalam jalan rahasianya. So Eun sedikit takut, tempat itu sangat gelap, dan ia benci gelap! Tapi demi mencari anak yang aneh itu… Kakinya terus berjalan, sampai di taman belakang, ia terkejut

“KIM BUUUM…!!!”teriaknya histeris, di depannya Kim Bum tak bergerak berlumuran darah

“Kim Bum…!!!” panggilnya lagi, kencang, membalik tubuh Kim Bum. Luka dalam merobek pergelangan, dan sedikit dadanya. So Eun dengan panik langsung merobek rok yang dipakainya dan membalutkannya ke luka Kim Bum

“Ada apa So Eun…???” Kim Joon berlari cemas dari taman belakang.

“Ki….Kim Bum…” ucapnya mengap-mengap, Kim Joon menatap rumput, di dapatinya tubuh Kim Bum yang tergeleta, lalu dirasakannya nadi Kim Bum

“Masih hidup… tapi kritis…” ucapnya gelisah, So Eun bertambah panik

“Bawa ke rumah!” ucap So Eun

“Yaaa…” Kim Joon segera mengangkat tubuh Kim Bum ke dalam rumah. Setibanya di dalam Kim Bum, So Eun sibuk membersihkan luka, dan menjahit luka Kim Bum. Sebelumnya Kim Bum disuntik berkali-kali dengan obat bius. Kim Joon menatap dengan berkeringat di ujung ruangan.

“Kita butuh dokter profesional… kapan dokter bisa datang?” tanya So Eun sambil menoleh kearah Kim Joon

“Setengah jam lagi dia akan sampai” jawab Kim Joon

“Kalau bisa lebih cepat dari itu… Kim Bum sudah kehilangan banyak darah…”

“Yaaa… aku akan menghubungi Min Ho yang menjemput dokter…” Kim Joon segera mengambil handphone nya dan menelefone Min Ho

“Hallo… kau sudah dimana?”

“….”

“Cepatlah! Gas kencang-kencang! Kau harus segera sampai

“….”

“Kami menunggumu… bisa datang dalam lima belas menit?”

“….”

“Baiklah…kuserahkan pada mu…”

Tiiittt…. telefone diptus

“Apa katanya?!” tanya So Eun lagi

“Mereka akan sampai lima belas menit lagi…”

“Baguslah… Kim Bum… bertahanlah…” ucap So Eun. Tapi…

“Aaaaakkkhhh…!!! tolong…!!! kaaauuu….!!!”

Prak…prang…!!! sedengar suara orang berantam dari depan kamar Kim Bum. So Eun dan Kim Joon segera melihat keluar. Disana tergeletak omma Kim Bum, dengan luka menganga di dadanya

“Kyaaa.a…!!!” kali ini So Eun tak tahan untuk tidak menjerit, rasanya yang robek adalah dadanya sendiri. Kim Joon segera memeriksa nadi omma Kim Bum. Tapi kemudian terdiam

“Ke…kenapa Kim Joon???” tanya So Eun cemas

“Dia sudah tak bernyawa…” ucap Kim Joon pelan

“Apaaa…???” tubuh So Eun mengigil takut… Meninggal…???

“Ada apa…???”

“Kenapa ribut-ribut…???” Hye Sun, Victoria, Key, dan paman Lee Geuk berhari kearah mereka.

“Hiii…kkyyaaaa……….!!!” jerit Hye Sun, danVictoria berbarengan dengan takut. Victoia bahkan sampai terduduk di tantai, negri…

“A…apa yang terjadi…???” tanya Key ngeri

“Tidak tahu juga… saat kami sedang di kamar dari luar terdengar suara jeritan, ternyata…” So Eun tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi

“Lalu… bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan?” tanya Lee Geuk, keringat dingin menuruni lembah pipinya

“Panggil polisi… ini pembunuhan!” tegas Kim Joon

“Ba…baik…” Victoria segera berlari kearah telefone yang ada di lorong, lalu memencet satu nomor

“Hallo… ini polisi?”

“…”

“Ada orang mati… di villa keluarga Kim!”

“….”

“Ba…baiklah…”

Victoria menyudahi pembicaraan, dan kembali ke tempat mereka

“Apa kata polisi?”

“Polisi baru bisa datang satu jam lagi… untuk sementara tidak ada yang boleh menyentuh, dan mendekat pada mayat…”

“Kalau begitu kalian berkmpul saja dulu di ruang keluarga, tidak boleh ada yang berpisah dengan yang lainnya…” perintah So Eun. Semuanya segera menuju ruang keluarga

“Bagaimana dengan kau sendiri?” tanya Key

“Aku akan menjaga Kim Bum… Kim Joon, pastikan tak ada yang keluar dari ruang keluarga… perintahkan bawahan mu untuk mengawasi mereka, suruh juga yang lainnya menjaga TKP!” ujar So Eun lagi

“Tu…tunggu dulu… kau mencurigai kami?” tanya Victoria

“Kemungkinan besar diantara kalian… aku dan Kim Joon saat itu sedang ada di kamar Kim Bum. Min Ho di kota menjemput dokter… siapa lagi…???”

“Mungkin ada orang luar yang menyusup?”

“Tidak mungkin… kalau begitu mereka harus sebih dulu melumpuhkan pengawal di luar… apalagi setelah kematian Kim Joong pengamanan di perketat… penjagaan ditingkatkan menjadi tiga kali lipat!” sahut Kim Joon

“Kalau begitu lebih baik mencurigai Hye Sun kan? Ia kan mau jadi isteri Min Ho… mungkin ia ingin harta keluarga ini jatuh padanya… jika seluruh keluarga dibunuh, warisannya kan jadi untuk Min Ho!” tuduh Victoria

“Apa…??? kau sembarangan sekali! Kau juga punya motif! Kedua orang tua mu bunuh diri karena terlilit hutang pada keluarga ini!” Hye Sun tak mau kalah,

“Aku tidak melakukannya…” bela Victoria

“Kalau begitu paman Lee Geuk! Bukankah isteri dan anak paman mati kecelakaan saat bekerja untuk keluarga ini!” ujar Key

“Aku tak melakukannya! Kau juga punya motif… kudengar kau punya hutang besar pada rentenir… mungkin setelah membunuh semua orang kau berniat mengambil harta keluarga ini dan lari ke luar negeri!” paman Lee Geuk menuduh Key

“Aku tak melakukannya!”

“Tapi kalian berdua bisa juga berkomplotan kan? Kim Joon yang mengundang mu kemari! Jangan-jangan punya maksud terselubung! Lagipula kalau semua mati harta keluarga juga akan jatuh padamu karena kau masih anak tuan besar!” Victoria mencurigai Kim Joon

“Aku bukan pelakunya!” Kim Joon kesal. Dari jauh terdengar langkah kaki orang, Min Ho sudah datang bersama dokter itu

“Di mana Kim Bum?” tanya Min Ho cemas, tak sadar ada mayat

“Di dalam… dokter bisa segera kedalam…” jawab So Eun

“Aaaaiiihh… ada apa ini?” dokter itu terkejut melihat mayat disebelahnya

“Ommaaaa….!!!” Min Ho terkejut

“Pokoknya smeua berkumpul di ruang keluarga!” perintah So Eun, mereka semua berjalan ke ruang keluarga di kawal penjaga. So Eun, dokter, dan Kim Joon masuk ke kamar Kim Bum…

Setelah mengobati, dan memasang infus darah pada lengan Kim Bum dokter itu menghela nafas lega

“Syukurlah dia masih bisa selamat…. ini berkat pertolongan pertama mu yang tepat!” puji dokter itu

“Syukurlah….” So Eun lega, begitupun Kim Joon

“Bukankah kita harus memikirkan kasus ini?!” tanya Kim Joon. So Eun mengngguk, memejamkan mata dan berfikir…

Saat itu… rangkaian peristiwa melintas di kepalanya… Min Ho yang tertembak… mayat Kim Joong yang kaku… Kim Bum yang berlumuran darah… omma Kim Bum yang tergeletak tak bernyawa… Hye Sun, Victoria, Key, Lee Geuk, Min Ho, Kim Bum, Kim Joon… Di bukanya matanya lagi. Lalu menghela nafas. Mungkin saja… tapi terlalau sulit untuk membuktikannya… tapi dia yang paling mencurigakan…bagaimana bisa…

“So Eun…” panggil Kim Joon. So Eun masih sibuk dengan fikirannya

“So Eun…”tegur Kim Joon lagi, kali ini So Eun menoleh, tersadar

“Eeehh…i…iya… kenapa?” tanyanya

“Apa yang kau fikirkan?” tanya Kim Joon

“Se…sebenar nya…”

“Uggghhh…” terdegar suara keluhan dari mulut Kim Bum, mereka berdua menoleh

“Kim Bum…kau sudah sadar…???” tanya Kim Joon lega. So Eun juga menatap Kim Bum denga lega

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya

“So Eun…” lirih Kim Bum pelan. So Eun menatap tubuh Kim Bum yang lemah

“Ada apa? apa yang ingin kau katakan? Kenapa selalu membuatku khawatir?” air mata menetes dari sudut mata So Eun. Kim Bum tersenyum lemah

“Kau menangis? Apa kau mengkhawatirkanku…???” tanyanya

“Tentu saja bodoh! Kenapa selalu membuatku khawatir!” So Eun marah

“Kenapa mengkhawatirkanku? Kau menyukaiku?” tanya Kim Bum lagi. Kali ini So Eun terdiam cukup lama, pipinya memerah

“Aaaahh… kau benar-benar menyukaiku!” ucap Kim Bum girang, walau masih lemah

“Bodoh! Mana mungkin aku menyukaimu! Kau ini! Dalam keadaan seperti ini masih bisa berkata begitu!” omel So Eun

“Yaaaahh… sebenarnya aku cemburu nich!” sahut Kim Joon. So Eun dan Kim Bum sama-sama menoleh

“Apa maksud mu! Mau menggodaku juga?” So Eun mendelikkan matanya pada Kim Joon. Kim Joon tertawa

“Tidak bosa donk Kim Joon! So Eun menyukaiku, bukan kamu!” ujarnya

“Eeehh… siapa bilang!” protes So Eun. Pipinya makin merah

“Lihat saja… pipinya bertambah merah!” Kim Bum kegirangan

“Kim Buuumm…!!!” rasanya saat itu So Eun mau sekali mencubit Kim Bum. Tapi tidak mungkin melihat keadaanya yang masih lemah.

“Aku tahu pelaku nya…” ucap Kim Bum

“Eeeehh…???” So Eun bingung

“Benarkah? Kau melihatnya?” tanya Kim Joon berubah serius

“Yaaa… aku sempat bergerumul dengannya!”

“Apa?”

“Yaaa… tak kusangka dia begitu kuat… padahal…”

“Ceritakan dengan lengkap pada kami…”

“So Eun… sebenarnya kau tahu pelakunya kan? Tapi kau kurang bukti…” ucap Kim Bum. Kali ini Kim Joon menoleh kearah So Eun dengan penuh tanda tanya

“Sekarang tidak bisa mendapatkan bukti yang kuat karena pelaku sudah bergerak… Tapi Kim Bum bisa dijadikan bukti yang kuat… Kim Bum, sebaiknya kau pura-pura tidak sadarkan diri saja…” ujar So Eun serius

“Kenapa?” tanya Kim Bum bingung

“Jika kau tetap belum sadar, kau terlihat sekarat, jadi pelaku tidak akan ada niat untuk membunuh mu untuk sementara waktu… tapi jika kau sudah sadar, ia akan berfikir membunuhmu untuk membungkam mulut mu…” jelas Kim Joon

“Be…benar juga…” Kim Bum mengerti

“Kita harus menunggu sampai kau pulih, baru bergerak… untuk sementara, Kim Joon harus meningkatkan penjagaan lima kali lipat! Harus ada yang piket malam, dan orangnya harus sebanyak pengawalan pada siang hari, karena kalau sedikit dia pasti akan membunuhnya juga…” lanjut So Eun

“Baiklah… kapan rencana ini akan dimulai?” tanya Kim Bum sok serius. Baik Kim Joon maupun So Eun saling pandang

“Tentu saja malam ini bodoh!” ucap mereka serempak…

~ ~ ~

TBC

Tags: , ,

27 responses to “between wealth, death, and love part3”

  1. yankyu says :

    makin seru ceritanya ayo lanjutt……
    untung aja kim bumnya ngggak mati

  2. kimmify says :

    authooooooor! seneng banget akhirnya ada update-an nyaaku sukaaa abgt beneran deh sama jalan ceritanya
    seruuuuuu! ikutan mikir juga siapa pembunuhnya
    ahhhh lucu deh ngebayangin si kimbum malu2 pas bilang suka soeun
    soeun juga malu gitu bingung mau jawab apa
    tapi lega karena bukan kimbum pembunuhnya hahahaha
    tapi jadi siapa? penasaraaaaan author
    update soon! fighting🙂

  3. kaoru selly SangEun says :

    asyik nambaH seru ja niH ..
    kira-kira siapa yach pmbunuhnya ??
    thor lanjut ceritanya ..
    di tunggu next part’y !!!!!!!

  4. SaRy aj0w says :

    Nie auth0r hebad deuh bwt crita pek lika liku mutar muter..hahaha lanjudkan!waw tag sbar liad kisah bumss0 slanjudny,udah mkin aja..hahaw..

  5. onkyu says :

    mrinding…. #reader lebay….. hhe…
    tp beneran coz part ini banyak banget pembunuhannya….
    lanjut chingu….. daebak….

  6. taemleebumsso says :

    aahhh…pnasaran spa ya pelakunya,,,ayo author,,lnjt crtanya,,

  7. amniminry says :

    kyyaaa…!! siapa pembunuhnya? tega banget ngebunuh satu keluarga. So Eun unnie, Kim Bum oppa pasti bisa
    next part ditunggu author

  8. echi says :

    Benar2 mmbuat penasaran,(niru gya detektif wkwk)
    Seru thor dilnjut !!! Msih bngung jg ni spa sih plaku.a? Tega sekalee udah ngbunuh bnyk orang #heboh sndri

  9. larasrahma says :

    seru seru, author pinter bgt bikin penasaran nih
    siapa sih pelakunya ?
    kalo menurut aku hye sun kalo gak victoria ?
    tp untung kim bum selamat yaa
    wah bener nih kayanya soeun suka sama kim bum, hihi
    yaudah deh ditunggu kelanjutannya ya author😀

  10. evi says :

    keren…
    jadi deg-degan kalo bacanya….
    abis baca ini jadi ngerasa ngulang baca dt.conan dari 1-60
    wkwkwkwk…
    jangan lama-lama part selanjutnya…
    okok

  11. Mediyanti Christin says :

    wah siapa sih pelakunya???
    bingung bngt…………….
    seru………
    jgn lama2 thor buat next partnya…
    mw cpt2 tau cpa pelakunya

  12. afri says :

    akhirnya update juga, seneng baca cerita ini,
    aku suka bca FF yang berbau detective..
    Ayo thor jangan lama-lama cepat ungkap siapa pelaku sebenarnya!!!!

  13. Indah_ELF says :

    Rame …
    Untung kim bum gg mati ,tpi kim joong yg mti .haduh siapa yaa pelaku’a …Rame …
    Untung kim bum gg mati ,tpi kim joong yg mti .haduh siapa yaa pelaku’a …

  14. annisa hourai (han hyun hyo) says :

    Aku…. aaaa Author daebak. Aku jadi penasaran, aku kira kim joong pelakux, tp krn kim joong mati, aku jadi curiga ma hye sun.
    Author uda kaya agatha christie….aku. ngrasa melihat miss marple versi muda^^.

    Aku suka banget novel mistery , apalagi Hercule poirot or miss marple yg jagi detectivex. *plak nggak ada yang nanya jg*

    Tapi kayakx tebakanku salah deh, kayakx hye sun bukan pelakunya, klo hye sun pelakux psti minho tau duluan.
    Sampai disini aku masih belum tau siapa dalang dibalik “kelompok berjubah hitam” [hbs pelakux suka betul pkai pakaian hitam]
    Semuax punya motif, tapi cara yang dipakai memang sangat licin *dengan gaya hercule poirot*

    Aku nyerah thor…. Cepet dunk lanjutanx. Tapi kim bum enggak boleh mati thor, aku nggak rela.

  15. Elza says :

    Ya! author lanjutin ceritanya, mikir berkali kali ga ketebak*emang dasar rada lemot* ayooo author lanjutin penasaran bangeeeet!!! ^^

  16. ladyagassi says :

    author……….. daebak…
    update soon ya…😀

  17. vidya dina says :

    ayo author cpt di update next part nya pnsrn bgt q
    td nya q juga kr kim hyun joong eh ternyata bkn tp keren ni ff
    next partnya di tgg cpt ya(maksa):)

  18. nike lov smile says :

    authorr
    kpn nii next part ny
    d tunggu yaa ?

    mnurut ak sii prtma kli yg ngebunuh ny kim joon
    tp krng ykin , kea nya sii kl gk key , lee geuk bs jg hye sun

  19. imi says :

    seru.. bikin tegang tapi kesela sama tawa….
    kim bum,,, lucu banget..hehe
    ditunggu next partny….

  20. nike lov smile says :

    author next partnya cepetan dongg
    dri kmren nii d tunggu wkwk

  21. Mawar_megarz says :

    ya sinnanda,,tapi klo bisa perbaiki lagi ya, disana kamu mencantumkan nama kim joong yang meninggal tapi disana uga kamu menulisnya kim joon coba review di kalimat “jangan..jangan kamu yang membunuh kim joon????? Nah, ini yang membuat tanda tanya besar. so klo bisa perhatikan kembali ya,, jangan ceroboh. yupzz segitu jha masukannya karna aku rasa ceritanya
    menarik jd sayang klo ada sedikit kesalahan yg membuat para readers bertanya-tanya. oke,, hwaiting n terus berkarya .

  22. Feby says :

    Wah.. Keren sekali ceritanya

    tapi part selanjutnya mana?
    Penasaran jadinya

    sunbae, gak sbar nunggu part selanjutny

  23. Evelyn Aprilia says :

    kau, berhenti menulis?

  24. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahh keren nih makin seruuu😉..

  25. Margaretha says :

    Apakah Victoria dan Key pelakunya atau mungkin Hyesun.. Kim Joon? Membingungkan soal’a dia sdg membuat rencana dgn Kimbum dan Soeun.. Percobaan pembunuhan Kimbum dan Minho seperti’a hanya pengalihan perhatian dan sasaran sebenar’a emg Kim Joong & eomma tiri Kimbum.. Author’a mana? Tolong lanjutin lagi ff ini

  26. Bumsso Conan says :

    wah menegangkan dan seru bangettttt… aku emang suka yang bergenre misteri… kim bum sudah tau pelKaunya,, apakah pelakunya akn tetap membiarkannya hidup,,,,??? makin penasaran nichh next post y

  27. Windy says :

    Ini update nya kapan? Udah penasaran nih … update dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: