My Memories Are Falls Down (Episode 10)

Author: Rainbow D(X)
Main cast: Kim so eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung.
Cast: All star
Type: Sequel
Genre:Romantic/Family/Friendship

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Di episode ini, mungkin banyak potongan kisah tiga tahun lalu karena Ga eul baru saja kembali ingatannya. Enjoy.

Besoknya, Ga eul berjalan lunglai ke kampusnya. Tampak banyak mahasiswa lain yang meliriknya sinis dan tertawa-tawa ketika melihatnya.

“Wah, si gadis murahan punya nyali juga buat ke kampus ini!”seru Eun Jae sinis.
“Apa?! Gadis murahan! Hei, aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan!”balas Ga eul.
“Dua hari yang lalu, aku melihatmu keluar dari mobil Yi Jung. Pasti ada ‘apa-apanya’ kan?”sindir Eun Jae.
“Heiii!! Apa yang kamu katakan?!!”bentak seseorang dari belakang. Ga eul menatapnya. Yi Jung.
“Ngapain kamu bela-bela dia!!”teriak Eun Jae. “Dia terlalu buruk untuk kamu bela!!”
“Eun Jae! Jaga ucapanmu! Kalau kamu melihat Ga eul keluar dari mobilku itu karena aku yang mengajaknya!”
“Bohoongg!! Selama ini kamu tidak pernah mengajakku jalan-jalan sekali pun!! Setelah tiga tahun aku menunggumu!

Mengapa gadis ini yang menarik perhatianmu?! Apa kamu sudah bisa melupakan ‘gadis’ di masa lalumu itu?!”seru Eun Jae. Ga eul berdebar mendengarnya, ia tidak kuat mendengar ini lebih lama.

“Mian, aku ke kelas dulu. Aku mohon, jangan bertengkar.”ucap Ga eul datar lalu berlari ke kelasnya.
“Ga eul, tunggu!”seru Yi Jung. Tapi, Eun Jae menahannya.
“Kau tidak punya hak mengejarnya!”ucap Eun Jae. Yi Jung hanya menatap Ga eul dari belakang.
Di kelas Ga eul..
“Ga eul, kenapa wajahmu pucat?”tanya Sae byeok.
“Tidak apa-apa. O ya, Sae byeok, aku mau bertanya. Bila kau jadi aku, dan pria masa lalumu itu kembali tapi dia tidak mengingatmu, apa yang akan kau rasakan?”tanya Ga eul.
“Mengapa kau menanyakan hal itu?”
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu.”
“Baiklah, aku akan berusaha memulihkan ingatannya dan yang pasti, aku akan merasa sakit karena itu.”jawab Sae byeok. Ga eul terdiam.
Apa aku harus memulihkan ingatan Yi Jung? Batin Ga eul dalam hati.

***

“Selamat pagi, Hyemi!”sapa Kang Jin.
“Selamat pagi.”jawab Hyemi sambil tersenyum. “Lukamu sudah agak baikan?”
“Sudah, berkat gadis manis di depanku ini.”puji Kang Jin.
“Ah, kamu bisa saja.”ucap Hyemi sambil tersenyum.
“Nanti pulang bareng aku ya,”ajak Kang Jin.
“Nee, memang rumahmu dimana?”tanya Hyemi.
“Di apartemen ‘SUN FLOWER’ kamar no. 25.”jawab Kang Jin. “Kamu?”
“Di toko baju ‘Ninety Six’.”jawab Hyemi. “Aku bekerja paruh waktu disana dan mereka memberiku tempat tinggal. Aku tinggal bersama sepupuku, Ko Jin Hoo (Song Jong Ki).”
“Benarkah? Bagaimana kamu mampir ke apartemenku? Untuk mengerjakan PR bersama-sama?”tanya Kang Jin. Hyemi mengangguk.

***

Di panti jompo..

“Ini nenek Han, aku membelikanmu sweater.”ucap Sae byeok pada seorang nenek. Donghae memperhatikannya.
Ini gadis benar-benar, baru beberapa hari yang lalu ke panti asuhan sekarang ke panti jompo. Mau mengajariku untuk amal ya? Batin Donghae. Tiba-tiba, seorang kakek memegang tangannya.
“Nak, kamu Cha Donghae, atlit itu kan?”tanya kakek itu. Donghae mengangguk. “Maukah kau mengobrol denganku?”
“Nama kakek siapa?”tanya Donghae.
“Nama kakek Byun Hee Bong.”jawab kakek itu. “Wah, benar-benar tidak menyangka aku bertemu denganmu. Kau atlit yang belajar di sekolah olahraga internasional itu kan?”
“Nee.”
“Apa kau mengenal Kang Jun?”tanya Hee Bong.
“Nee. Dia direktur sekolahku bukan?”
“Dia putraku.”kata Hee Bong, wajahnya berubah murung.
“Jeongmal? Aku rasa dia orang yang baik, mengapa kakek ada di panti jompo ini?”
“Karena aku tidak tahan melihatnya bersikap dingin pada istrinya, Hong Hye Suk (Jung Ae Ri). Bahkan pada putranya, Do Jin. Semua itu karena wanita yang dicintainya dulu. Dan dia menikah dengan istrinya atas saran istriku dulu.”jelas Hee Bong.
“Wah, aku yakin kalau direktur pasti akan bertanggung jawab atas rumah tangganya.”hibur Donghae.
“Gomawo. Kau tahu, kau sangat mirip dengan putraku. Selalu ceria.”ucap Hee Bong.
“Kakek bisa saja. Tapi, hidupku tidak seceria yang kakek pikirkan.”
“Waeyo?”
“Tiga tahun lalu, appaku bunuh diri karena ia dipecat dari kantornya dan tidak sanggup membiayai seluruh keluarga.

Eommaku masuk rumah sakit jiwa karena tidak sanggup menahan beban keluarga. Sejak itu, aku harus membiayai kedua adikku.”jelas Donghae dingin.

“Yang tabah ya, o ya, siapa nama kedua adikmu?”
“Yang pertama perempuan, namanya Cha Ga eul dan yang kedua laki-laki namanya Cha Kang Jin.”
“Wah, Cha Ga eul, bukannya yang menjuarai lomba masak internasional itu kan? Dan Cha Kang Jin yang menjuarai lomba drum itu! Benar-benar tiga bersaudara berbakat semua!”puji Hee Bong. “Artinya hidupmu pun harus kamu jalani dengan ceria bukan? Kau berhasil membimbing adikmu hingga mereka jadi berbakat. Benar-benar seorang kakak yang hebat!”
“Baru kali ini aku mendengar pujian seperti itu.”jawab Donghae sambil tersenyum. “Gomawo, dengan begini aku merasa tenang.”
“Bagus. O ya, kamu berpacaran dengan Sae byeok? Tadi kalian datang bersama.”ucap Hee Bong sambil menunjuk kea rah Sae byeok yang asyik membagikan hadiah pada nenek-nenek disana.
“Aniyo, kami hanya teman.”
“Benarkah? Padahal kalau kamu berpacaran dengannya kau termasuk lelaki yang beruntung. Sae byeok itu berbeda dengan gadis-gadis lain. Disaat gadis-gadis lain mengeluarkan uang mereka untuk ke mall, bioskop, dan bar, Sae byeok malah sibuk pergi ke panti asuhan dan panti jompo. Memberi semangat pada kami semua agar menikmati hidup.”cerita Hee Bong. Donghae pun menatap Sae byeok.

Benar, kau berbeda dengan gadis-gadis lain. Aku harus belajar banyak darimu. Batin Donghae, hatinya pun berdebar. Tuhan, ada apa denganku?

***

Ga eul sedang bekerja di toko bubur. Ia merasa tidak bisa konsentrasi. Berkali-kali ia melamun dan membuat pelanggan marah. Pak Lee menyuruhnya untuk istirahat. Ga eul pun berjalan pulang. Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Yi Jung.

“Hai,”sapa Yi Jung. Ga eul mengacuhkannya. “Orang menyapa jawab kek.”
“Mian, aku rasa kamu sebaiknya tidak dekat-dekat denganku.”jawab Ga eul. Walau dalam hatinya terasa sakit.
“Waeyo? Apa karena Eun Jae?”
Bukan, karena dengan melihatmu hatiku terasa sakit mengingat masa lalu itu. Batin Ga eul.
“Mengapa kau diam saja?”tanya Yi Jung.
“Kau tidak perlu tahu. Aku merasa tidak nyaman berada didekatmu.”jawab Ga eul.
“Lalu?”
“Lalu sebaiknya kita menjauh saja.”ketus Ga eul lalu berjalan pergi.
“Tunggu, kelinci!”panggil Yi Jung. Ga eul menghentikan langkahnya.
Yi Jung menyebutku kelinci? Batin Ga eul.
“Mian, tiba-tiba aku merasa ingin memanggilmu dengan sebutan itu. Aku kan suka dengan kelinci. Lebih baik kan dari pada kupanggil gadis aneh?”canda Yi Jung.
Tidak, itu bukan candaan. Sejak dulu kau selalu memanggilku begitu. Batin Ga eul sambil mengingat kejadian tiga tahun lalu saat di bukit cinta.

FLASHBACK

“Kenapa kau memanggilku kelinci dulu?”tanya Ga eul.
“Karena, kelinci itu manis. Dia juga lembut dan bisa berlari seakan-akan tidak ada beban di hidupnya. Sifatmu kan seperti itu!”jelas Yi Jung.

END OF FLASHBACK

“Kelinci, kok melamun?”tanya Yi Jung. “Temani aku main ice skating’”
“Kau bisa bermain ice skating?”tanya Ga eul.
“Bisa dong. Makanya kau temani aku. Ayo!”seru Yi Jung sambil menarik Ga eul.

Di arena ice skating..

“Ayo kelinci! Coba meluncur!”seru Yi Jung melihat Ga eul yang hanya dipinggir arena.
“Aniyo, aku takut.”jawab Ga eul.
“Aku akan mengajarimu. Ayo!” Yi Jung menarik tangan Ga eul. Ga eul pun mencoba meluncur.
“Wah, ternyata asyik sekali ya!”seru Ga eul.
“Tuh, benarkan apa yang kukira.”ucap Yi Jung. Ga eul menghentikan permainannya.
“Waeyo?”
“Aku terus merasa hobimu adalah main ice skating. Ternyata aku tidak salah.”jawab Yi Jung. Ga eul tersentak mengingat kejadian tiga tahun lalu saat mereka berpacaran.

FLASHBACK

Ga eul sedang asyik menikmati pemandangan di bukit cinta. Dia sedang menatap kea rah burung yang terbang.
“Ga eul, apa hobimu?”tanya Yi Jung.
“Hobiku yang pertama masak dan yang kedua adalah melukis dan yang paling kusukai adalah MAIN ICE SKATING!!”seru Ga eul.
“Benarkah? Kau bisa main Ice Skating? Wah, gadisku ini benar-benar berbakat.”ucap Yi Jung sambil memeluk Ga eul. Mereka pun kembali menatap pemandangan bukit cinta itu.

END OF FLASHBACK

Ga eul meneteskan air matanya. Betapa inginnya dia kembali ke masa itu. Ga eul memang bertemu kembali dengan Yi Jung, tapi Yi Jung tidak mengingatnya dan itu yang membuat Ga eul merasa sakit. Apalagi, dari dulu sampai sekarang hanya Yi Jung yang ada di hatinya.
“Mengapa kau menangis?”tanya Yi Jung.
“Aniyo, ayo kita cari makan saja. Kau suka mie ayam kan?”tanya Ga eul lalu menarik Yi Jung. Yi Jung hanya menatap Ga eul dengan tatapan heran.

Di restoran mie..

“Selamat siang, hari ini kami mengadakan lomba makan mie ramen. Siapa yang dapat memakan mie ramen ukuran jumbo yaitu semeja ini dalam waktu lima menit akan mendapat uang sepuluh juta. Anda berniat ikut?”tawar pelayan itu.
“Sepuluh juta? Lumayan buat membayar utang appaku.”gumam Ga eul.
“Baiklah, aku ikut!!”lanjut Ga eul.
“Yaa!! Kau gila?! Mana mungkin kau bisa menghabiskan semuanya?!!”bentak Yi Jung.
“Tenang saja. Aku mau ikuut!!”seru Ga eul. Pelayan pun mengantar mereka ke salah satu meja dan membawa mie ramen yang besarnya minta ampun!
“Nah, waktu dimulai dari sekarang! Satu, dua, tiga!”seru pelayan. Ga eul pun langsung menyantap mie itu dengan liar. Dan cara makannya sanggup membuat Yi Jung dan pelayan itu ternganga melihatnya, Ga eul menghabiskan mie ramennya selama lima menit!
“Wah, anda hebat sekali! Ini hadiahnya!”seru pelayan itu sambil menyerahkan sebuah amplop pada Ga eul.
“Asyiikk!! Yi Jung, kau tidak makan?”tanya Ga eul.
“Aniyo, melihatmu makan saja sudah membuatku kenyang.”sindir Yi Jung.
“Baiklah, ayoo!!”seru Ga eul sambil menarik Yi Jung. Ternyata, Ga eul membawanya ke restoran nasi.
“Ga eul, mengapa kau membawaku kesini?”tanya Yi Jung.
“Karena, aku tahu kalau kau tidak betah di tempat tadi kan? Bukankah ada timunnya?”tanya Ga eul.
“Bagaimana kau tahu aku alergi timun?”
“Ah, tidak. Habis dari tadi mukamu kusut dan hampir merah.”jawab Ga eul berusaha tertawa. Karena dulu kau pernah memberi tahu hal itu padaku. Batinnya.
“Benarkah? Ayo kita makan!”seru Yi Jung sambil menarik Ga eul masuk ke dalam. Ternyata, di dalam ada panggung bagi pelanggan yang ingin bernyanyi. “Ga eul, bagaimana kalau kita bernyanyi?”
“Hah? Tidak asyik, ah!”
“Tapi, ada pengumuman lomba nyanyi duet tuh, hadiahnya sepuluh juta juga. Benar nih, tidak berminat?”goda Yi Jung.
“Baiklah, aku mau!”seru Ga eul. Tapi, nyanyi lagu apa?”tanya Ga eul.
“Bagaimana kalau ini?”tanya Yi Jung sambil membisikkan sesuatu pada Ga eul.
“Betul juga ya!”seru Ga eul.

***

“Permisi.”ucap Hyemi ketika memasuki apartemen Kang Jin.
“Sudah, tidak usah sungkan.”ucap Kang Jin. “Kita belajar di ruang keluarga saja.”
Mereka pun pergi ke ruang keluarga. Hyemi tampak terkejut melihat foto keluarga Kang Jin.
“Wah, Kang Jin, ini benar-benar kedua kakakmu?”tanya Hyemi sambil menunjuk kea rah foto Donghae dan Ga eul.
“Nee. Memang kenapa?”tanya Kang Jin.
“Kenapa? Karena mereka berbakat! Mereka pernah masuk tv dan Koran kan?!! Cha Ga eul, pemenang lomba masak internasional itu kan? Cha Donghae, atlit olahraga yang berkali-kali menang dalam olimpiade! Wah, hebat sekali ya mereka!”seru Hyemi.
“Hei, jangan lupa kalau adik dari mereka ini juga berbakat!”seru Kang Jin sambil menepuk-nepuk dadanya.
“Huu.., ya sudah, ayo kita mulai belajar! Tugas kali ini, kita berpasangan dalam menyanyi. Kita mau pakai lagu apa?”tanya Hyemi.
“Aku ada ide!”seru Kang Jin. “Bagaimana kalai sarang in gayo-perhaps love. Itu lho, yang di film princess hours.”
“Bagus sih, Cuma pasangan yang menyanyikannya kan harus saling jatuh cinta untuk menyerap nyanyiannya kan?”
“Benar kok, karena aku menyukaimu.”ucap Kang Jin lalu menatap Hyemi. “Maukah kau jadi pacarku?”
Hyemi menatap Kang Jin. Bingung karena ditembak secara tiba-tiba.

***

Donghae dan Sae byeok sedang dalam perjalanan pulang dari panti jompo.

“Hari ini menyenangkan sekali ya! Senang rasanya menggunakan waktu untuk membantu orang lain dari pada kita menghamburkan uang!”seru Sae byeok senang.
“Memangnya kamu selalu mempergunakan waktumu seperti ini ya?”tanya Donghae.
“Nee, sejak eomma meninggal dunia, aku kesepian. Apalagi, appa selalu menyalahkanku atas masalah itu. Dia bilang, aku penyebab eomma meninggal. Lalu, aku memutuskan untuk mengobati rasa sepiku dengan membantu orang lain. Bila kita melihat wajah orang yang kita bantu itu bahagia, pasti rasanya menyenangkan bukan?”jelas Sae byeok.
“Andai aku mempunyai pikiran yang sama sepertimu.”ujar Donghae. “Tiga tahun yang lalu, appaku bunuh diri karena dipecat dari perusahaan Shinhwa. Kau tahu, ia dipecat karena membuat iri sang direktur karena mendapat perhatian khusus dari banyak perdana mentri. Alasan yang tidak logis bukan? Eommaku masuk rumah sakit jiwa karena tak mampu menahan beban. Adik perempuanku kecelakaan dan amnesia. Adik laki-lakiku demam dan mengurung diri di kamar. Sejak saat itu, aku harus memenuhi kebutuhan keluarga. Kau tahu? Rasanya begitu berat saat itu.”
“Tapi, saat aku bertemu denganmu dan selalu ikut denganmu ketika kau memberi amal pada panti jompo dan panti asuhan, aku sadar, kalau aku tidak boleh terus menerus tenggelam dalam kesusahanku. Aku harus bangkit.” Lanjut Donghae. “Karena itu, Sae byeok, maukah kau menemaniku mulai dari sekarang? Berada di sampingmu? Aku menyukaimu.”
Sae byeok menatap Donghae seakan-akan tidak percaya apa yang tadi pria itu katakana kemudian terdiam.

***

“Peserta selanjutnya adalah.. Pasangan SoEulmateee!!!”seru pembawa acara itu. Ga eul dan Yi Jung maju ke panggung.
“Annyeong. Kami disini, akan menyanyikan lagu ‘Like a star’ dalam bahasa inggris! Selamat menikmati!”sapa Ga eul lalu memegang microphonenya. Sementara Yi Jung asyik mengeluarkan killer smilenya yang membuat para gadis meleleh. Lalu, ia pun memegang microphonenya kemudian mereka pun bernyanyi.

Where ever you are hiding
I can find you
If there were no you
If there were no you
…Then my heart would stop
Even if you don’t say “Love”
I can feel with my heart
If you are here
If you are here
I don’t need anything
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you

Can it be compared with anything else
Can it be exchanged with anything else
Your love
Your heart
…Who can replace you
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Please shine like a star in the sky
Please shine like a star in the sky
You are my only love
Forever my only love
We love each other
All I need is you
We will never part from each other
Anything that will hurt you
Nothing that will cause tear will happen
You’re my everything to me
You’re my everything to me
Let’s not change
Even as time goes by
You’re my only love
Forever my only love
We love each other
In a place without sadness

Ketika mereka selesai bernyanyi, penonton pun bertepuk tangan.

“Karena lagu ini melambangkan tentang kekuatan cinta. Maka, aku juga.”ucap Yi Jung sambil menatap Ga eul. “Ga eu, sarangheyo, would you be my girlfriend?”
Para penonton langsung berseru. “Cieeee…”
Ga eul menatap Yi Jung, ia tidak menyangka Yi Jung akan menembaknya di hadapan banyak orang seperti ini.
“Aku..”

TO BE CONTINUED

Wah, tiga bersaudara ada yang menembak dan ditembak semua!
Kira-kira, gimana kelanjutan kisahnya ya!!
Saksikan saja di My Memories Are Falls Down Episode 11!!
O ya, mates author baru bisa nulis kelanjutan FFini lagi sesudah 14 Juni.
Author mau nyicil buat ujian, mohon do’anya ya!!

Tags: , ,

4 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 10)”

  1. Sary aj0w says :

    Waaa gni bru ajip,kan critany jd mengalir..wkaka..gak bingung2 lg!sip dah…tp gr2 dah bca yg 12,jd aneh jg..

  2. larasrahma says :

    seru seru author
    kasian ya soeun, si yi jung nya ga inget tentang dia, dia jd sakit hati😦
    tp bukannya mereka udh jadian ya di part yg kemaren ? apa aku salah
    yaudah deh ditunggu part selanjutnya

  3. kim sohyun says :

    mantaaaapppp….
    kakak-beradik kompak amat….

    seru..seru…seru..

    lanjut ah

  4. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Uahhh Yijung nmbak gaeul ? Uahh gmn nih 3 sodara ditembak dan nembak kekek seruuu lanjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: