THERE’S LOVE IN MY EYES (part1)

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Kim MiSun, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Author ingin berbagi kepada readers bahwa cerita ini sebenarnya terinspirasi dari drama bread love and dreams and you’re my destiny. Tapi, tenang aja, author gk ngejiplak semua ceritanya. Author bisa bikin FF nie karena tiba-tiba aja teringat salah satu cerita dari kedua drama ini. Akhirnya, author jadi kepingin bikin FF tapi yang versi Bumsso nya. Dijamin, beda dan gk ngikutin kaya plagiat umumnya. Kalau, ada disalah satu antara kalian yang tak suka dengan FF nie juga gpp. kalian bisa comment sesuka hati kalian. Lebih baik memberi comment daripada gk comment. Bener kan?? Hohoho….

Mohon maaf jika cerita FF nie sedikit gk jelas dan ngawur atau kurang dimengerti.

Maklum masih pemula…

Tahun 1988…

Didaerah gwang ju…..

“misun, maafkan aku. Ibuku sudah menjodohkanku dengan mi sook. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menentang ibuku” ucap gab soo.

“kenapa kau tega sekali meninggalkan aku? Aku sangat mencintaimu. Kumohon jangan turuti perkataan ibumu. Kau tak mencintai perempuan itu” misun memohon sambil menangis kepada gab soo.

“mianhae, misun. Ini adalah pesan terakhir ibuku sebelum penyakit kankernya menyebar diseluruh tubuhnya” ujar gab soo.

“tidak.. jangan, tingalkan aku” teriak misun. Tapi, sayangnya gab soo sudah pergi meninggalkannya.

Diseoul…

Tibalah, hari pernikahan gab soo dan misook…

“aku senang kau menuruti perkataanku untuk tak berhubungan lagi dengan misun” ucap ibu gab soo.

“eomma, kumohon jangan ingatkan aku lagi tentangnya. Ini adalah hari pernikahanku. Aku tak mau misook mendengarnya” ujar gab soo. Ibu gab soo langsung terdiam dan melayani para tamu undangan.

Setelah beberapa bulan menikah, gab soo ditugaskan untuk pergi dinas ke gwangju. Gab soo berharap agar ia tak bertemu dengan misun. Ia tak ingin mengingkari perkataannya kepada ibunya.

“tuan kim, silahkan lihat-lihat lahan yang akan menjadi tempat proyek bisnis kita. setelah, proyek ini berhasil diselesaikan kita akan dapat untung besar” ucap karyawan gab soo.

“aku senang mendengarnya. Aku berharap usaha kita dapat sukses” ujar gab soo tersenyum senang.

___

“misun..” teriak seorang wanita.

“ada apa?” tanya misun.

“aku melihatnya…” jawab wanita itu.

“siapa? Siapa yang kau lihat?” tanya misun penasaran.

“Kim Gab Soo.. aku melihatnya” jawab wanita itu setengah berteriak.

“benarkah? Kau tak salah lihat?” tanya misun tak percaya.

“aku yakin dan berani bersumpah kalau aku melihat gab soo disini” wanita itu bersumpah sambil mengangkat tangannya. Misun yang percaya ucapan wanita itu langsung tersenyum senang dan berlari ketempat wanita itu bertemu dengan gab soo.

“misun, disini dan ditempat inilah kita pertama kali bertemu. Aku rindu denganmu misun” gumam gab soo.

“aku juga merindukanmu” ucap misun yang sudah berdiri dibelakang gab soo. Gab soo yang mendengar suara misun langsung menengok kebelakang.

“gab soo… aku rindu denganmu. aku tahu pasti kau akan kembali kepadaku” ucap misun memeluk gab soo. Gab soo langsung membalas pelukan misun dengan erat.

Hampir selama sebulan tinggal di gwangju, gab soo menghabiskan waktunya bersama misun. Ia lupa dengan mi sook yang ada diseoul. Gab soo sekali-kali juga menelfon untuk menanyai keadaan mi sook dan ibunya.

Saat, sedang bekerja tiba-tiba gab soo mendapatkan telfon yang mengatakan bahwa ibunya sedang sekarat dirumah sakit seoul. Gab soo langsung terburu-buru pulang keseoul tanpa berpamitan dengan misun.

“gab soo… kau dimana? Aku punya kabar gembira untukmu” panggil misun. Tapi, tak ada jawaban. Misun mencari-cari diseluruh ruangan dan tidak menemukan gab soo begitu juga barang-barang gab soo.

“kau pergi lagi.. kau meninggalkan aku tanpa tahu kabar yang akan kusampaikan kepadamu” ucap misun sambil menangis dan memegang perutnya. *gk usah dikasih tahukan kabarnya apa? Readers pasti uda pada tau*

Sesampainya, diseoul gab soo langsung pergi kerumah sakit.

“eomma…” teriak gab soo begitu sampai diruangan ibunya.

“gab.. sooo” panggil ibunya, gab soo langsung menghampiri seorang wanita tua dan renta yang sedang terbaring lemah diranjang rumah sakit.

“eomma, kau harus bertahan” ucap gab soo.

“tidak.. waktuku sudah habis” ujar ibu gab soo.

“eomma, kumohon jangan tinggalkan aku” pinta gab soo.

“tidak.. maafkan, eomma karena tak bisa hidup lebih lama lagi. aku juga menyesal karena tidak dapat melihat kelahiran cucu pertamaku” ibu gab soo menggenggam tangan gab soo.

“cucu? Apakah mi sook?” gab soo langsung melirik kearah mi sook. Mi sook mengangguk sambil menangis.

“eomma, kumohon bertahanlah sampai kau bisa melihat cucumu lahir nanti” pinta gab soo.

“mianhae… bahagiakan mi sook dan anak-anakmu, gab…soo” ucap ibu gab soo lirih dan menghembuskan nafas terakhirnya.

****

7 bulan kemudian….

Misun pergi keseoul dan tinggal bersama kakak sepupunya…

“misun, kau sedang hamil?” ucap dr.yoon terkejut ketika misun tiba diseoul.

“yah, maafkan aku kalau aku mengusikmu dengan kedatanganku” ujar misun.

“tidak apa-apa. Ayo, masuk” ajak dr,yoon. Didalam ruang tamu, misun menceritakan semuanya kepada dr.yoon.

“apa kau tak pernah menghubunginya?” tanya dr.yoon.

“tidak. Aku tak berani. Aku takut rumah tangganya akan berantakkan jika aku datang dan membawa kabar ini” jawab misun sedih.

“tapi, kau harus bilang. Gab soo harus tahu kenyataannya” pinta dr.yoon.

“kumohon, jangan pernah menceritakan hal ini kepada gab soo atau siapapun. Yang lebih penting sekarang adalah calon anakku ini. Aku tak mau kehilangannya” ucap misun.

“kau tenang saja. Aku akan mengecek kondisi kadunganmu” ucap dr.yoon.

“yoon, bisa tolong kau antarkan aku kesuatu tempat?” tanya misun.

___

“yeobo, kau sudah mau berangkat kerja?” tanya mi sook.

“yah, aku ada rapat” jawab gab soo.

“baiklah, selamat bekerja” ucap mi sook.

“aku jalan dulu. Hey, appa berangkat kerja dulu” pamit gab soo sambil mencium istri dan calon anaknya yang masih dalam kandungan.

Tanpa gab soo sadari misun melihat peristiwa itu, hatinya sangat sakit saat melihat sebuah pemandangan keluarga kecil didepan matanya.

“misun, kenapa kau menangis?” tanya dr.yoon.

“tak apa. Ayo, kita pergi” ajak misun. Dr.yoon segera menjalankan mobilnya.

Setelah, menyaksikan gab soo dan istrinya yang bahagia. Misun menjadi tak bersemangat, beberapa hari ini ia menjadi tak nafsu makan. Dr.yoon sudah mencoba beberapa kali untuk menyuruh misun makan tapi, misun selalu menolaknya.

“misun, kau harus makan. Ini demi kandunganmu” bujuk dr.yoon.

“letakkan saja. Aku akan memakannya nanti” ucap misun.

“baiklah, tapi, kau harus memakannya” ujar yoon. Misun mengangguk dan bersedih kembali. Makanannya tak ia sentuh hanya air mata saja yang terus keluar dari matanya. Misun mendapatkan inisiatif untuk menelfon kerumah gab soo. Ia memutar nomot telfon gab soo.

“dengan lee mi sook disini. Dengan siapa aku bicara sekarang?” tanya mi sook ditelfon.

“a..ku..” misun tak berani berkata.

“siapa yang menelfon?” tanya gab soo. Misun terkejut begitu mendengar suara gab soo ditelfon. Ia langsung menutup telfonnya dan kembali kekamarnya. Tapi, saat sedang mau berjalan kekamarnya ia terpeleset.

“yoon…” teriak misun merintih kesakitan. Ia terkejut begitu melihat darah mengalir disekujur kakinya.

“astaga, misun..” ucap dr.yoon membantu misun bangun dan membawanya kerumah sakit.

***

“aneh, sekali” gumam mi sook.

“ada apa?” tanya gab soo.

“orang ini menutup telfonnya tiba-tiba” jawab mi sook.

“mungkin hanya orang iseng” ujar gab soo. Tiba-tiba, perut mi sook sakit dan ia merintih kesakitan.

“mi sook, ada apa?” tanya gab soo.

“bayinya…” ucap mi sook.

“kau mau melahirkan sekarang?” tanya gab soo.

“i..iya. cepetan” pinta mi sook. Gab soo segera membawa mi sook kerumah sakit yang sama yang dituju oleh misun dan dr.yoon.

****

Sesampainya, dirumah sakit…

“ahhhh, sakit..” teriak misun begitu dibawa keruang bersalin.

“cepat siapakan semuanya” ucap dokter. *dr.yoon bukan dokter kandungan. Jadi, bukan dr.yoon yang membantu persalinan*

___

“mi sook, ayo kau harus kuat” ucap gab soo yang menemani misook bersalin.

“aahhhh…..” teriak misook.

“sedikit lagi nyonya.. dorong lagi” pinta dokter.

“aahhhhhh….” teriak misook dan misun berbarengan.

Terdengar suara isak tangis dari 2 bayi…

“selamat nyonya misook. Bayinya perempuan” ucap dokter. Gab soo dan misook langsung bersyukur dan lega.

Sementara itu, diruang bersalin misun…

“bayinya perempuan, nyonya” ucap dokter.

“syukurlah. Dokter boleh aku melihatnya?” tanya misun.

“maaf, nyonya. Keadaan bayi anda lemah. Kami harus menaruhnya di inkubator sekarang” jawab dokter menyerahkan bayi misun ketangan suster.

“anakku… dokter aku mau melihatnya” pinta misun.

“nyonya, maaf kami harus memeriksa bayi anda” ucap dokter. Tiba-tiba, misun tak sadarkan diri.

****

“nyonya misook, ini bayi anda sudah dimadikan dan dibersihkan” ucap suster menyerahkan bayi kepelukan misook.

“uuhhh, lucu sekali kau” ucap misook senang.

“apa nama untuk anak kita?” tanya gab soo.

“aku sudah memikirkan namanya jauh-jauh hari. Aku ingin anak kita diberi nama Park Shin Hye” jawab misook.

“hay, shin hye. Ini appa dan eomma” tunjuk gab soo senang.

___

“yoon, kenapa sampai sekarang aku tak bisa menggendong bayiku?” tanya misun cemas begitu sadar dari pingsannya.

“tenanglah, misun. Dokter sedang memeriksa keadaan anakmu sekarang” jawab dr. Yoon. Tiba-tiba, dokter mengetuk pintu dan masuk menemui misun dan dr.yoon.

“dokter, dimana anak saya sekarang?” tanya misun tak sabaran.

“sebentar, nyonya. Ada yang ingin kami beritahukan kepada anda. Anda harus tabah untuk mendengarnya” ucap dokter.

“Apa itu dok?” tanya misun tak sabaran.

“begini.. setelah kami periksa keadaan bayi anda. Kami mendiagnosa bahwa ada yang salah dengan bayi anda. Mungkin ini karena saat anda mengandungnya, anda kurang memberi asupan gizi bagi sibayi. Sehingga, kami ingin menyampaikan kalau…”

“kalau apa, dok? Jangan buat saya penasaran” tanya misun.

“tenanglah, misun” ucap dr.yoon.

“anak anda terlahir buta” sambung dokter.

“buta? Anakku buta? Tidak…” teriak misun histeris.

“misun, tenanglah” ucap dr.yoon.

“saya ingin bertemu dengannya, dok” ucap misun histeris. Dokterpun memberi ijin kepada misun untuk bertemu dengan anaknya.

Misun masuk menemui anaknya. Ia melihat anaknya tertidur diingkubator.

“maafkan, aku. Karena aku sekarang kau harus mengalami kebutaan. Maafkan aku” ucap misun menangis.

“tenanglah, misun. Pasti nanti ada jalan agar anakmu bisa melihat” ucap dr.yoon.

“ia tak akan bisa melihat dunia dan melihat wajah ibunya sendiri atau ayahnya” lirih misun.

“sudahlah, misun. Lebih sekarang kau berikan ia nama. Nama apa yang ingin kau berikan untuknya?” tanya dr.yoon.

“Kim So Eun….” jawab misun sambil memandang anaknya.

“so eun? nama yang bagus. So eun, kau harus kuat dan tegar ya” ucap dr.yoon.

****

Saat tengah malam, misook turun dari kasurnya dan pergi kekamar bayi. Ia merasa sangat rindu dengan anaknya yang baru lahir.

“hay, shin hye. Eomma sangat merindukanmu makanya aku kesini” ucap misoo memandang anaknya yang sedang tertidur.

“kasihan ya, nyonya itu. anaknya harus terlahir buta” ucap salah satu suster.

“nyonya, apa yang anda lakukan malam-malam begini?” tanya salah satu suster.

“a..ku ingin melihat anakku, sus. Tadi, saya tak sengaja mendengar ucapan anda mengenai bayi yang terlahir buta. Apakah itu benar?” tanya misook.

“iya, nyonya. Sudah sekarang nyonya harus banyak berisitirahat. Besok pagi saya akan membawa anak anda kekamar anda” jawab suster. Mi sook mengangguk senang dan kembali kekamarnya. Saat, sedang berjalan menuju kamarnya ia melewati kamar misun dan mendengar suara isak tangis.

“maafkan aku.. aku tak becus menjadi ibu, karena aku sekarang anakku buta. Apa yang harus kulakukan?” ucap misun sambil menangis.

“misun… ini bukan kesalahanmu. Ini sudah takdir” ucap dr.yoon.

“jadi, ibu itu yang anaknya buta. Kasihan sekali” iba misook.

****

Setelah 1 minggu dirawat dirumah sakit, dokter mengijinkan misook dan bayinya pulang kerumah.

“misook, kau tunggulah disini. Aku akan membayar registrasi dulu” ucap gab soo. Misook menurut dan duduk dikursi sambil menggendong bayinya.

“misun, kau duduk saja dulu. Biar aku yang membayar registrasinya” pinta dr.yoon. misun pun menurut dan duduk bersebrangan dengan misook. Misun terlihat sangat iri melihat wanita menggendong seorang bayi yang sehat. Tanpa menyadari kalau wanita itu adalah misook.

“nyonya, misun. Bayi anda 2 hari lagi boleh pulang. anda bisa menjemputnya lusa” ucap suster. Misun mengangguk sedih dan tertunduk lemas.

“bukankah itu ibu yang menangis kemarin malam?” gumam misook. Mi sook memendang kepergian misun dengan perasaan kasihan.

“ayo, kita pulang” ajak gab soo begitu selesai membayar registrasi.

___

Dalam perjalanan pulang, dr.yoon ragu-ragu akan memberitahu misun atau tidak bahwa dia tadi melihat gab soo dirumah sakit.

“gab soo, pasti kecewa kepadaku kalau tahu aku melahirkan anak yang cacat” gumam misun sedih.

“misun, jangan salahkan dirimu lagi” ucap dr.yoon.

“aku harap jika kau bertemu dengan gab soo disuatu tempat jangan pernah memberitahukan hal ini kepadanya. Biarlah ini menjadi rahasia kita” ujar misun. Dr.yoon yang mendengar ucapan misun mengurungkan niatnya memberitahu misun.

****

4 tahun kemudian….

“so eun, kenapa kau berjalan sendirian?” omel misun.

“mianhae, eomma” ucap so eun datar.

“misun, so eun…” panggil dr.yoon.

“ada apa berteriak begitu? ahh, siapa gadis manis ini?” tanya misun saat melihat seorang gadis kecil yang dibawa dr.yoon.

“perkenalkan gadis ini bernama Im Yoona. Mulai hari ini ia akan tinggal bersama kita” ucap dr.yoon.

“hay, yoona. Kau bisa memanggilku bibi misun dan ini anakku so eun” ucap misun memperkenalkan diri. Yoona melihat ekspresi datar dari wajah so eun.

“yoona, ajaklah so eun ketaman. Tapi, hati-hati ya” kata dr.yoon. yoona menurut dan mengajak so eun ketaman.

“kenapa kau membawanya?” tanya misun.

“aku kasihan dengannya. Dia dan orangtuanya baru saja mengalami insiden kecelakaan. Karena kecelakaan itu sekarang orangtuanya meninggal. Aku tak tega membiarkannya tinggal dipanti asuhan” jawab dr.yoon.

“kasihan dia. Masih kecil harus menjadi anak yatim piatu” ujar misun.

“aku berharap ia dan so eun bisa menjadi teman baik” harap dr.yoon.

___

“siapa namamu?” tanya yoona.

“Kim So Eun… namamu Im Yoona kan?” tanya so eun menatap lurus kedepan.

“iya… mmm…. apa kau tak bisa melihat?” tanya yoona polos.

“iya… penglihatanku gelap semua” jawab so eun lugu.

“kalau begitu aku akan menjadi penunjuk kemanapun kau pergi. Aku akan menjadi kakak yang baik untukmu” ucap yoona.

“gomawo, yoona” ucap so eun tersenyum.

****

Sementara itu, misook sedang duduk disofa sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan mengelus perutnya yang besar.

“eomma, apa adikku mau lahir?” tanya shin hye polos.

“iya, shin hye. Sebentar lagi kau akan menjadi kakak” jawab mi sook.

“ayo, kita berangkat” ajak gab soo membantu misook berdiri.

___

“bagaimana anak saya dok?” tanya gab soo begitu dokter keluar dari ruang operasi karena mi sook melahirkan secara sesar.

“anak anda sehat. Bayinya perempuan” jawab dokter.

“syukurlah, kapan saya bisa melihat istri saya?” tanya gab soo.

“sabar ya, tuan. Istri anda masih dalam pengaruh obat bius” jawab dokter.

“appa, appa.. dimana adikku?” tanya shin hye memukul tangan ayahnya. Gab soo menggendong shin hye dan membawanya menemui anak keduanya.

“kau lihat bayi yang sedang tidur itu? itu adikmu” tunjuk gab soo.

“hey, ini eonni mu” ucap shin hye.

“shin hye, ayo kita tengok eomma” ajak gab soo. Shin hye hanya menganguk-angguk.

“shin hye…” ucap misook begitu obat biusnya menghilang.

“eomma… adikku sangat mungil” ucap shin hye polos.

“tentu saja. Tapi, nanti dia akan sebesar dirimu” gumam misook.

“yeobo, aku sudah memikirkan nama untuk anak kedua kita. itupun, kalau kau tak keberatan” ucap gab soo.

“tidak. Aku tak akan keberatan. Apa namanya?” tanya misook.

“aku ingin memberinya nama Park JiYeon” jawab gab soo.

“Park JiYeon?? nama yang bagus. Aku suka” ucap misook senang.

****

2 tahun kemudian…

Dr.yoon merawat misun dirumah. 1 tahun yang lalu misun didiagnosa dokter mengidap penyakin kanker paru-paru dan waktunya tak lama lgi. Selama kurang lebih 1 tahun misun menjalani kemoterapi tapi, untuk kali ini ia sudah tak kuat dan memlih dirawat dirumah.

“misun, kau ini harus banyak istirahat” ucap dr.yoon.

“istirahat tidak akan menyembuhkan penyakitku ini” ucap misun.

“misun, kau harus berjuang. Ini demi so eun” ujar dr.yoon.

“tidak bisa. penyakit ini akan terus menggerogoti tubuhku sampai akhir, aku sudah tak kuat lagi” ucap misun. “yoon, jika aku meninggal aku ingin kau menjaga so eun dengan baik. Lindungi dan jaga dia baik-baik jangan, sampai ada yang melukainya” ucap misun.

“ya, aku janji” ucap dr.yoon.

“oiya, aku ingin kau mengurusi semua surat warisan dari orangtuaku. Aku ingin nama warisan itu diganti dengan nama so eun. aku ingin so eun hidup berkecukupan dan tak kekurangan” ucap misun.

“hal ini akan kulakasanakan. Kau tenang saja” ucap dr.yoon.

Sementara itu, so eun dan yoona pergi bermain ditaman dekat rumah mereka.

“so eun, kau tunggu disini ya. Aku akan membelikan ice cream” ucap yoona. So eun mengangguk dan duduk diayunan.

Saat, sedang menunggu yoona tiba-tiba, ada sebuah bola yang bergelinding disamping so eun.

“hey, tolong lempar bola itu” teriak seorang bocah laki-laki gendut. So eun yang tak mengerti maksudnya hanya diam. “hey, kau ini tuli ya, tolong lempar bola itu kesini” teriak laki-laki itu. so eun masih diam. Laki-laki itu dan teman-temannya yang kesal akhirnya datang dan melabrak so eun.

“hey, kau ini tuli ya. Aku sudah meminta tolong kepadamu dengn baik-baik tapi, kau malah mendiami kami” bentak bocah laki-laki gendut.

“a..ku tak mengerti” ucap so eun ketakutan.

“hey, bos. Wajar saja ia tak mau mengambil bola untuk kita. dia inikan tak bisa melihat” ucap salah satu teman bocah gendut itu.

“ohh, pantesan saja. Dasar kau gadis tak berguna” ejek bocah gendut itu.

“anak buta, buta, buta…” ejek teman-teman bocah gendut itu.

“hentikan, jangan meledekku” ucap so eun sambil menangis.

“hey, kalian ini jahat sekali bisanya hanya menangisi anak perempuan saja” omel shin hye yang datang ketaman.

“kau ini siapanya? Tak usah ikut campur” ucap bocah laki-laki itu.

“dasar.. pergi sana. Jangan ganggu gadis ini” usir shin hye. Kelompok bocah ciliki itupun pergi.

“hey, sudah. Jangan menangis lagi” hibur shin hye.

“hiks..hiks.. terima kasih ya” ucap so eun. shin hye yang melihat keanehan pada so eun meraba-raba mata so eun. tapi, so eun sama sekali tak berkedip. Shin hye langsung sadar.

“namamu siapa?” tanya shin hye.

“Kim So….”

“shin hye…” panggil misook.

“maaf ya, eommaku sudah memanggilku. Kapan-kapan pasti kita akan bertemu lagi” ucap shin hye.

“a..aku belum menyebutkan namaku” teriak so eun. tapi, sayangnya shin hye sudah pergi bersama misook.

“so eun, maaf ya aku lama” ucap yoona.

“tidak apa-apa”

“ini ice cream untukmu”  yoona menyerahkan ice cream untuk so eun.

****

“yoon… so eun mana…” panggil misun lemas.

“dia sedang bermain bersama yoona. Sebentar lagi dia pulang” jawab dr.yoon.

“cari dia…” pinta misun.

“kami pulang” teriak yoona.

“itu mereka sudah pulang. tunggu sebentar aku akan memanggil so eun”

“paman, maaf kami pulang terlambat” ucap yoona.

“tak apa-apa. Sudah sana masuk. So eun, eomma mu ingin bertemu denganmu” ucap dr.yoon.

“eomma..” panggil so eun meraba-raba letak tangan misun. Misun langsung menggenggam tangan so eun.

“so eun, eomma ingin minta maaf” ucap misun.

“untuk apa eomma?” tanya so eun.

“misun, kenapa kau bicara begitu?” tanya yoon.

“eomma tak bisa mendampingimu sampai kau besar” jawab misun. “yoon, ingat permintaanku. Jaga so eun dan jangan bilang tentang gab soo kepadanya” ucap misun lemah.

“eomma.. kenapa suaramu kecil sekali?” tanya so eun polos.

“so eun, mianhae” misunpun menghembuskan nafasnya. Yoon menangis dan tanpa terasa so eun ikut menangis.

“eomma, kenapa kau tak bersuara lagi?” tanya so eun mengguncang-guncangkan tangan misun yang dingin. yoon memeluk so eun yang menangis.

Prang~~~

“misun…” gumam gab soo yang memecahkan gelass.

“yeobo, ada apa?” tanya misook.

“tidak. Aku tak sengaja memcehkan gelas” jawab gab soo.

“yasudah, kau jaga anak-anak saja. Aku akan menyuruh pembantu memberesinya” ucap misook. Gab soo menurut dan pergi mejaga shin hye dan jiyeon.

“kenapa aku tiba-tiba teringat dengan misun” gumam gab soo pelan.

“appa, aku ingin bercerita” ucap shin hye.

“apa itu?” tanya gab soo.

“tadi saat aku ketaman aku bertemu dengan seorang anak yang seusiaku. Tapi, dia buta. Sungguh kasihan” cerita shin hye.

“buta? Kasihan sekali” gumam gab soo yang teringat misun. “bagaimana kabarnya sekarang?” lirih gab soo.

****

Esok harinya, misun dimakamkan. So eun menangis dan meneriaki nama misun terus.

“eomma, eomma” teriak so eun.

“so eun ayo kita pulang” ajak yoona. So eun tetap duduk dimakan ibunya sambil menangis.

“eomma, eomma” jerit so eun.

“so eun, ayo kita pulang. eomma mu akan sedih jika kau masih tersu disini” ucap yoon. So eun menurut dan berjalan sambil menangis.

“sudah jangan menangis. Aku akan menjagamu” ucap yoona mengelap air mata so eun. so eun terus saja menangis.

****

Sementara itu, gab soo berinisiatif menelfon kerumah teman misun yang ada di gwangju.

“hey, ini aku gab soo” ucap gab soo.

“gab soo.. sudah lama aku tak mendengar kabarmu. Aku hanya tahu kalau sekarang kau sudah menjadi pengusaha sukses. Selamat ya” ucap teman gab soo panjang lebar.

“ya, mmm…. aku ingin menanyai tentang…”

“misun? Aku tak pernah mendengarnya lagi” ucap teman gab soo.

“dia tidak tinggal digwangju?” tanya gab soo.

“tidak. 6 tahun yang lalu ia pergi keseoul. Yang aku tahu sih begitu”

“seoul? Kau yakin?”

“ya.. dan kau tahu dia pergi dalam keadaan sedang hamil”

“apa? Ha…hamil?” gab soo terkejut saat mendengarnya.

“iya.. aku tak tahu siapa suaminya. Yang aku lihat sebelum dia pergi keseoul, ia sedang hamil”

“kau bicara dengan siapa?” tanya misook.

“mi.. sook” ucap gab soo terkejut.

-bersambung-

Sampai sini dulu ya…

Maaf kalau ceritanya mengecewakan….

Jangan lupa untuk comment nya…

Thx…

Tags: , , , , , , , , , , ,

15 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES (part1)”

  1. LuvK-p0p says :

    Baguuuuz..dramatis skalee..sedih gr2 s0 eun buta..si be0m lum nimbul y0w?h0pe ntar be0m jd pahlawan pmbela kbenaran bwt s0en,haha..kyk liad pilem bred,luv,drim..tp beda k0k,chay0o th0r

  2. amniminry says :

    ah seru. kasian bngt so eun buta. berarti so eun saudara tiri ji yeon sama shin hye ya? next part ditunggu

  3. kaoru selly SangEun says :

    wah kren chingu .. kim bum blom mncul ya ?
    jd pnasaran klanjutan’y ..
    di tunggu part selanjut’y yach …
    jngan lma-lma ..

  4. Triple SElf Diadem says :

    Ceritanya agak2 mirip ama drama korea deh, tapi lupa judulnya apa!!

    Lanjutin ya chingu!

  5. evi says :

    keren….
    kya lgi ntn drama korea…
    hyeri, T.O.P untuk FF nya…
    next part nya ditunggu…

  6. dian permata says :

    LANJUT AUTHOR!!!
    DAEBAK!!!

  7. rosiyaniocii says :

    Sukaaa. Yoona jd kakanya so eun. Hoho. Wah shin hye baik kayanya hhe. Mereka kan sodaraan tuh. Wahhh gmn nih kisah slnjutnya ? Penasaran jg. Lanjut author

  8. bismania luph bumsso says :

    lanjutkan,…..!!

  9. taemleebumsso says :

    pemilihan tokohnya pas banged,,,

  10. kikey says :

    Huaaa sedih banget. Kasian so eun nya buta, huhuhu. Ga sabar ntar gimana so eun ketemu sama kim bum. Keren thor. Ditunggu part selanjutnya🙂

  11. tafunazasso says :

    dimana kim bum ? kim bum oppa.. (teriak teriak gak jelas memanggil oppa ku)
    hampir banjir mataku yang baca , huwaaa
    keren , lanjutannya cepet ya !! (^_^)

  12. rizkyapratiwi says :

    waaahhh ….. kereeennn
    seddih juga… kenpa eomma so eun gk ksih matany bwt so eun #orng ne cerita author kog#
    lanjuut thor

    • hyeri says :

      anggap aja jaman dulu blum tau tentang transplantasi kornea mata…..
      thx ud comment….
      hehehe…
      namanya juga FF gk jelas…

  13. Maria Sativa says :

    wah keren cuy….

  14. BumssoCoupleForever says :

    wahh,, pemainnya banyak… n seruuu.. tpi kim bum knpa blum d crta kan y… next part

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: