My Memories Are Falls Down (Episode 13)

Author: Rainbow D (X)

Main Cast: Kim So eun as Cha Ga eul, Kim Bum as Kim Yi Jung

Cast: All Star

Genre: Romantic/ Family/ Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita

Enjoy.

“Ini dengan pengurus rumah sakit jiwa, ingin memberitahukan. Eomma anda sudah sembuh dan bisa dibawa pulang hari ini juga.”

“Apa?!”

“Karena itu bisakah anda menjemputnya. O ya, anda punya saudara laki-laki?”

“Punya, dua orang.”

“Bisakah anda mengajak mereka juga? Saya khawatir akan berbahaya bila anda masuk rumah sakit ini sendirian.”

Ga eul terdiam. Mengingat masanya dulu bersama Yi Jung saat mengantar Yi Jung ke rumah sakit jiwa.

“Permisi, saya tutup teleponnya sekarang ya.”

Ga eul menutup teleponnya. Dia pun menghampiri Donghae dan Kang Jin yang sedang memakan roti panggang mereka.

“Siapa yang telepon?”tanya Donghae.

“Oppa, Kang Jin, kalian mandi dan berpakaian rapi! Kita pergi sekarang!”seru Ga eul.

“Apa?! Jangan-jangan si penagih utang lagi ya?”tanya Kang Jin.

“Pokoknya, cepat kalian mandi dan berpakaian! Pakai jaket, cuaca diluar sedang dingin!”seru Ga eul.

“Tapi ada apa?”tanya Donghae. Ga eul menatap mereka tajam. Donghae menghela napas. “Araso, ayo Kang Jin. Kita mandi.”

15 menit kemudian..

“Sudah siap semuanya?”tanya Ga eul.

“Tapi sebenarnya ada apa sih??”tanya Kang Jin.

“Sudahlah, ayoo!!”seru Ga eul sambil menarik Donghae dan Kang Jin keluar dari apartemen mereka. “Kita naik bus ya!”

Di dalam bus..

“Kita akan kemana, Ga eul?”tanya Donghae.

“Sudahlah, eh, kita sudah hampir sampai! Ayo!”seru Ga eul sambil menarik tangan Donghae dan Kang Jin lagi.

Di rumah sakit jiwa..

“Hei, kenapa kita ke rumah sakit jiwa?!!”bentak Kang Jin. “Aku takuutt!!”

“Sudahlah anak kecil, diam saja! Dari pada aku beritahu aib-aibmu ke Hyemi!”ancam Ga eul.

Di depan kamar eommanya,

“Wah, kita sudah sampai!”seru Ga eul ia segera masuk ke dalam. “Eommaa!!”

Donghae dan Kang Jin pun mengikuti Ga eul ke dalam. Dilihatnya eomma mereka sudah sehat dan sedang memeluk Ga eul.

“Eomma..”panggil Donghae dan Kang Jin berbarengan.

“Ayo sini.”panggil eomma sambil memeluk Donghae dan Kang Jin mereka berempat pun berpelukan.

Di perjalanan pulang..

“Eomma, tahu nggak, tadi noona nggak ngasih tahu ke kita kalau mau menjemput eomma. Tahu begini kan aku bawa bunga!”curhat Kang Jin.

“Kan buat kejutan, anak kecil!”ucap Ga eul.

“Jangan panggil aku anak kecil!”balas Kang Jin.

“Sudah, sudah, jangan bertengkar! O ya, kalian tinggal dimana?”tanya eomma.

Mereka pun membawa eomma ke apartemen.

“Wah, jadi kalian tinggal disini?”tanya eomma. “Kelihatannya nyaman sekali ya!”

“Pasti dong! O ya, ini kamar eomma!”seru Donghae sambil membukakan pintu kamar eommanya.

“Ya ampun! Kalian sampai mempersiapkan kamar eomma?”tanya eommanya. Dia tampak terharu.

“Iya dong, eomma biar istirahat dulu! Ayo, oppa, Kang Jin kita keluar!”ajak Ga eul.

Di ruang makan..

“Hyung, aku punya usul! Bagaimana kalau kita kenalkan pacar-pacar kita ke eomma?”usul Kang Jin.

“Boleh, tapi kamu sudah beritahu Hyemi tentang eomma?”tanya Donghae.

“Sudah, bagaimana denganmu noona?”tanya Kang Jin.

“Sudah, bagaimana kalau kita undang mereka mala mini juga?”usul Ga eul.

“Ide bagus! Aduh, adik-adikku hari ini otaknya habis diterangi lampu ya? Pinter banget!”puji Donghae.

“Tuh, ada lampu!”tunjuk Kang Jin polos.

“Bukan itu maksudku bodoh!” Donghae menjitak kepala Kang Jin. Ga eul melihat mereka sambil tertawa.

***

 “Aduh.. harus memeriksa laporan setebal ini?!!”seru Yi Jung pada sekretarisnya.

“Nee, itu laporan dari penghasilan penjualan tekstil tahun ini, Tn. Kim,”jawab sekretarisnya. “Anda harus memeriksanya, seperti yang dilakukan Ny. Kim, dulu..”

Yi Jung terdiam. Dia tahu, bila dia sudah marah-marah mengenai perusahaan, pasti sekretarisnya langsung mengungkit-ngungkit soal eommanya.

“Ya, ya, kau bisa pergi sekarang!”perintah Yi Jung. Sekretarisnya pun pergi dari ruangan itu.

“Bagaimana cara yang harus kulewati supaya tidak bosan ya..”gumam Yi Jung. Tiba-tiba, handphonenya berbunyi.

“Yoboseyo!”

“Yoboseyo, Yi Jung mengapa suaramu terdengar ketus?”

“Ga eul! Ada apa?”

“Aniyo, nanti malam kau ada acara?”

“Memang kenapa?”

“Begini, aku ingin mengenalkanmu pada eommaku. Pacar oppaku dan Kang Jin juga diundang. Eommaku kan sudah..”

“Sehat?”

“Nee, eh, bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku hanya menebak saja. O ya, aku pasti datang.”

“Benarkah? Baiklah, aku tunggu.. pacarku yang manis!”

Ga eul langsung menutup teleponnya. Yi Jung segera membaca skripsinya dengan riang. Satu-satunya orang yang membuat dia semangat kembali adalah.. Ga eul!

***

“Sae byeok, kemarin kau kemana?”tanya Tn. Jang, appanya.

“Aku ada urusan.”jawab Sae byeok.

“Besok, Do Jin akan datang ke rumah kita. Jangan lupa dia itu calon suamimu!”tegur Tn. Jang.

“Appa! Sudah aku bilang aku sudah punya pacar!”seru Sae byeok.

“Pacar? Siapa namanya? Apa pekerjaannya? Apa pekerjaan orang tuanya?”tanya Tn. Jang bertubi-tubi.

“Nanti aku akan mengenalkannya ke appa.”jawab Sae byeok sambil berlari ke kamarnya.

“Sae byeok! Appa belum selesai bicara!”seru appanya.

Di kamar..

“Apa-apaan sih appa, ngatur-ngatur!”gumam Sae byeok kesal. Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. “Yoboseyo, Donghae? Ya, aku pasti datang!”

Sae byeok tersenyum lalu bergegas berganti pakaian dan bersiap-siap.

***

Hyemi asyik melayani pembeli. Tiba-tiba, datang seorang remaja laki-laki yang memakai kaca mata hitam dan jaket serta topi yang menutupi wajahnya.

“Permisi, saya ingin membeli jaket hitam merk ‘DGK’.”ucap pria itu.

“Nee? DGK? Apaan tuh?”tanya Hyemi.

“Kamu ini! Bagaimana, DGK itu merk pakaian kesukaan saya!”bentak pria tersebut.

“Mian, tapi pakaian itu tidak ada disini.”ucap Hyemi. Ia memperhatikan jam tangan yang dipakai pria tersebut. Lalu tersenyum kemudian membuka kacamata pria itu. “Kau tidak bisa menipuku, Kang Jin!”

Kang Jin tertawa. “Bagaimana kau tahu itu aku?”

“Pertama, dari jam tanganmu, kau selalu memakai jam tangan itu kemana-mana. Kedua, dari merk pakaian itu. DGK, singkatan dari Donghae, Ga eul, dan Kang Jin bukan?”jawab Hyemi.

“Wah, pacarku ini cerdas juga!”seru Kang Jin. “O ya, eommaku sudah sehat lo! Noona dan hyungku mengundang pacar-pacar mereka. Dan aku disuruh untuk mengundangmu nanti malam.”

“Eommamu sudah sembuh?”tanya Hyemi. “Araso, aku pasti datang.”

“Baiklah, aku pergi dulu pacarku yang manis!” Kang Jin mencium pipi Hyemi.

“Hei! Jangan mesra-mesraan depan umum!”bentak bos Hyemi. Hyemi dan Kang Jin meminta maaf sambil sesekali tersenyum.

***

Malamnya, di rumah Ga eul..

“Annyeong haseyo, ahjumma.”sapa Sae byeok dan Hyemi yang datang bareng. “Ini, kami belikan buah.”

“Gomawo, aduh, jadi merepotkan!” Eomma menerima buah-buahan itu sambil tersenyum.

“Wah, Hyemi, datang cepat nih!”goda Kang Jin.

“Nee, memang kenapa?”

“Aniyo, aku kira kamu yang datang paling terlambat, tapi tidak mungkin si ratu lelet itu kan, noona!”seru Kang Jin.

“Ada apa bawa-bawa namaku segala?”tanya Ga eul tajam.

“Aku tidak bilang nama noona, aku Cuma bilang ‘noona’. Itu saja kok.”ucap Kang Jin.

“Tapi noonamu kan akuuu..”seru Ga eul.

“Nee, nee, ngomong-ngomong calon kakak iparku yang satu lagi mana ya?”gumam Kang Jin.

“Annyeong, mian, aku telat.”sapa Yi Jung sambil membungkukkan badannya.

“Kamu datang?”tanya eomma langsung memeluk Yi Jung. “Selamat datang.”

Ga eul, Donghae, Sae byeok, Kang Jin dan Hyemi menatap mereka dengan heran.

“Eomma sudah mengenalnya?”tanya Ga eul.

“Nee. Eomma pernah bertemu dengannya sebelumnya.”jawab eomma.

“Dimana?”tanya Donghae.

“R-a-h-a-s-i-a.”ucap eomma. “Sudahlah, ayo kita makan!”

Di ruang makan..

“Sae byeok, jadi kamu pewaris SK Group itu, pemilik restoran-restoran terkenal??”tanya eomma.

“Nee.”jawab Sae byeok.

“Wah, ahjumma senang sama spaghettinya lo!”seru eomma lalu melirik Yi Jung. “Yi Jung, apa saja yang kamu kerjakan?”

“Ta eul textile. Itu saja.”jawab Yi Jung datar.

“Dan anggota F4!”celetuk Donghae dan Kang Jin.

“Waw, Ga eul, mimpi apa kamu mendapatkan lelaki sehebat dia?”tanya eomma.

“Mimpi aneh.”jawab Ga eul datar.

“Kalian ini kompak ya, kalau ditanya datar-datar aja!”ucap eomma. “Kalau kamu, Hyemi?”

“Aku masih sekolah ahjumma, di Kirin Art School. Lalu kerja sambilan di toko baju.”jawab Hyemi.

“Wah, lalu pekerjaan orang tuamu?”tanya eomma.

“Mereka.. sudah lama meninggal.”jawab Hyemi. Soror matanya memancarkan kesedihan.

“Mian, aku tidak bermaksud.”ucap eomma sambil menutup mulutnya.

“Hyemi, kamu mirip denganku ya!”ucap Yi Jung. “Eommaku juga sudah lama meninggal.”

“Lalu, appamu?”tanya Hyemi.

Yi Jung terdiam. Hyemi yang mengerti akan situasi langsung mengalihkan pembicaraan. “Sae byeok eonni bagaimana denganmu?”

“Eommaku juga sudah lama meninggal..”jawab Sae byeok pelan.

“Wah, kalian semua tidak punya eomma ya? Ya sudah, jangan panggil aku ahjumma ya, panggil aku ‘eomma’ oke??”ucap eomma. Semuanya mengangguk.

***

“Eommamu baik sekali ya.”ucap Sae byeok pada Donghae. Ia pamit pulang karena appanya sudah menentukan jam malamnya. Donghae mengantarkannya dengan mobilnya. “Benar-benar sosok eomma yang penyayang.”

“Jeongmal? Gomawo.”jawab Donghae.

“Mengapa kau berterima kasih?”tanya Sae byeok heran.

“Kau memuji eommaku, berarti aku juga ikut dipuji dong!”seru Donghae.

“Ge-er nih!” Sae byeok tertawa. “Wah, itu rumahku! Sudah ya!” Sae byeok mencium pipi Donghae sambil tertawa kemudian berlari ke dalam rumahnya. Tanpa mereka sadari, Tn. Kang melihat mereka.

“Cari tahu siapa pria yang ada bersama anakku itu. Latar belakang, pendidikan, dan semuanya.”perintah Tn. Kang pada So Ji Sub, sekretarisnya.

“Baik, tuan.”ucap Ji Sub sambil menatap wajah Donghae dengan seksama.

***

“Kau baik sekali Hyemi.”ucap Ga eul saat dia dan Hyemi mencuci piring. “Mau membantuku.”

“Gwencana eonni.”jawab Hyemi. “O ya, aku menceritakan tentang eonni ke teman sekelasku. Teman sekelasku itu ngefans sama eonni.”

“Jeongmal? Wah, aku terkenal juga nih!”ucap Ga eul sambil tersenyum. “Ngomong-ngomong dari tadi Yi Jung sama Kang Jin kemana sih?”

“O, mereka lagi di ruang keluarga eonni.”jawab Hyemi.

“Kalau eomma?”

“Eomma sedang.. tidur dia bilang lelah.”jawab Hyemi.

Di ruang keluarga..

“Apa sih yang hyung sukai dari noona?”tanya Kang Jin. “Noona itu kan cerewet dan suka terlambat.”

“Kalau kamu, apa yang kamu sukai dari Hyemi?”tanya Yi Jung.

“Aku tidak tahu, yang jelas hatiku berdebar saat bersamanya dan juga nyaman.”jawab Kang Jin.

“Nah, itu pula jawabanku.”jawab Yi Jung. “Cinta itu tidak membutuhkan alas an. Cinta itu hadir dengan sendirinya tanpa kita ketahui.

Dua jam kemudian, di kamar Ga eul..

“Wah, hari yang melelahkan!”gumam Ga eul. “Setel radio ah..”

Ga eul menyalakan radio. “Hai semua! Kalian pasti sudah mau tidur ya?? Nah, kami akan putarkan lagu yang membuat mimpi kalian menjadi indah. Lagu secret-3 years 6 month.

you and you and me for a long time
you and you and me for a long time
I can not forget all the time
3 years 6 months a long time
I’ve been waiting a lot more difficult
Sick leave hours in a day I’ll give my love
Increasingly burdened shoulders loose
But I’ll spread the wings stayed
Climb higher than anyone i’m so fly
3 years 6 months is about time for me
Every day more burdensome than the expectation
Do not lose me ‘Cause to me
To rest and breathe music and dance stage
Because I’ll keep singing
1 minute 1 second was like an hour was one year
Difficult and painful cry to sleep every day
Heart failure and consequently the clock is broken
When you are sick, sing, sing, and my love was
I can not forget all the time
Ga eul mematikan radionya. Entah kenapa lagu itu persis dengan kisahnya dulu bersama Yi Jung. Tuhan, meskipun kini aku bersamanya, dan bila dia memanggilku dengan sebutan Ga eul-yang, mengapa hatiku masih terasa sakit? Ingin rasanya aku memberi tahunya tentang tiga tahun yang lalu. Tapi itu hanya akan membuatnya menderita.

***

Di kafe..

Donghae hendak pulang dari kafe sehabis menikmati kopi kesukaannya. Tiba-tiba, saat dia akan pulang ada seorang pria berambut pirang yang menabraknya.

“Mian.”ucap pria itu lalu berlari lagi. Dia tidak sadar dompetnya terjatuh.

“Tunggu.”ucap Donghae. Namun, pria itu sudah tidak terlihat. “Dasar.” Donghae mengambil dompet itu lalu membaca sebuah kartu nama. “Yoon Jihoo? Rasanya nama ini tidak asing. Bukankah dia anggota F4? Aku harus bertanya pada Yi Jung.”

Donghae pun menekan nomor Yi Jung lalu meneleponnya.

“Yoboseyo, Yi Jung?”

“Yoboseyo, Donghae, ada apa?”

“Mian mengganggu. Kalau boleh tahu, di antara F4 ada yang bernama Yoon Jihoo?”

“Ya. Waeyo?”

“Aniyo. Rahasiakan pertanyaanku ini ya!”

Donghae menutup teleponnya. Lalu memandang dompet itu lagi. Di dompet itu ada sebuah foto seorang wanita. “Bukankah ini Geum Jandi?”gumamnya. Lalu di bawah foto itu, ada tulisan: ‘Jandi, sarangheyo, meskipun aku tahu kau sudah menikah tapi aku tidak akan menyerah.’ Donghae tersenyum sinis melihatnya. “Sekarang aku bisa mempergunakannya untuk membalaskan dendamku padamu Gu Junpyo! Junpyo, matilah kau!”gumamnya.

***

Besoknya, di apartemen Yi Jung..

“Xia Tian, ayo makan roti panggangnya. Hari ini kau harus masuk playgroup ya?”tanya Yi Jung.

“Nee.”jawab Xia Tian mulutnya belepotan. Dia mengelap mulutnya dengan tisu.

“Hari ini ada berita apa ya?”gumam Yi Jung sambil menyalakan TV.

“Para pemirsa, saya sedang berada di rumah sakit ‘Seoul’. Direktur perusahaan terkenal, Kim Hong Suk, terkena serangan jantung dan sedang dirawat. Tuan Kim Dong Young, anda mau memberi tahu putra anda?”

Yi Jung terpaku melihanya. Sementara Xia Tian berteriak.

“Itu appaaa!!”serunya.

“Untuk kedua putraku, Yi Jung dan Xia Tian. Appa harap kalian mau menjenguk kakek kalian sekali saja, appa rasa umurnya sudah tidak panjang lagi. Dia sangat ingin bertemu kalian.”ucap Dong Young di tv.

“Hyung, ayo kita temui kakek..”rengek Xia Tian. Yi Jung hanya terdiam. “Hyung..”

“Sudah diam! Jangan cerewet! Ayo kita berangkat!”bentak Yi Jung sambil menarik Xia Tian keluar apartemen.

***

Di apartemen Ga eul..

“Para pemirsa, saya sedang berada di rumah sakit ‘Seoul’. Direktur perusahaan terkenal, Kim Hong Suk, terkena serangan jantung dan sedang dirawat. Tuan Kim Dong Young, anda mau memberi tahu putra anda?”

 “Untuk kedua putraku, Yi Jung dan Xia Tian. Appa harap kalian mau menjenguk kakek kalian sekali saja, appa rasa umurnya sudah tidak panjang lagi. Dia sangat ingin bertemu kalian.”ucap Dong Young di tv.

“Noona tidak mendapat kabar dari Yi Jung hyung?”tanya Kang Jin.

“Hyung? Sejak kapan kau memanggilnya begitu?”tanya Donghae.

“Sejak kemarin. Dia yang menyuruhku.”jawab Kang Jin. “Bagaimana noona?”

“Aku tidak tahu.”jawab Ga eul.

“Ga eul, disaat seperti ini, harusnya kau temui dia dan memberinya saran. Pasti Yi Jung sedang bingung.”ujar eomma lembut. Tiba-tiba, handphone Ga eul berbunyi. Ada sms.

Ga eul, aku menunggumu di taman dekat rumahmu. Yi Jung.

Ga eul pun bergegas keluar apartemen.

Di taman..

“Kau sudah lihat berita pagi ini?”tanya Yi Jung.

“Nee, apa kau akan menemui kakekmu?”tanya Ga eul.

“Aku tidak tahu.”

“Kau masih dendam padanya?”tanya Ga eul. Yi Jung terdiam. “Sebaiknya kau temui dulu kakekmu. Siapa tahu ini saat terakhirmu untuk bertemu dengannya.”

“Dia meninggal pun aku tak peduli.”jawab Yi Jung dingin. “Kau tahu? Kakekku selalu menghinaku dari aku kecil hingga tiga tahun yang lalu. Dia bahkan menuduhku penyebab eomma meninggal! Eommaku sering menangis karenanya! Semua memori itu masih tersimpang di otakku sampai sekarang!”

Ga eul menatapnya sangat dalam. “Mengapa kau tidak minta penjelasannya? Tidak perlu takut, jangan sampai kau menyesal pada kakekmu seperti aku.”

“Apa maksudmu?”tanya Yi Jung.

“Sepuluh tahun yang lalu, aku pernah bertengkar dengan kakekku. Aku belum sempat minta maaf padanya. Keesokan harinya, aku dengar dia terkena serangan jantung dan begitu aku menemuinya.. dia sudah tidak bernyawa.”cerita Ga eul. “Aku benar-benar menyesal. Seandainya waktu itu aku minta maaf padanya, pasti aku tidak akan merasa bersalah sampai sekarang. Karena itu Yi Jung, temuilah kakekmu, jangan sampai kau menyesal sepertiku.”

“Araso, tapi aku harap kau akan menemaniku. O ya, aku harus ajak Xia Tian, ayo!”seru Yi Jung.

Di rumah sakit Seoul..

“Kamarnya nomor berapa?”tanya Yi Jung pada Ga eul. Ia memakai kacamata hitam supaya tidak dikejar wartawan.

“Kamarnya nomor 103.”jawab Ga eul lalu melirik Xia Tian. “Xia Tian sudah tidak sabar ya?”

“Nee, ayo cepat!”seru Xia Tian. Mereka pun bergegas ke kamar 103.

Di depan kamar 103..

“Ayo masuk, Yi Jung kau kenapa?”tanya Ga eul.

“Kau ikut masuk?”tanya Yi Jung.

“Aniyo, aku tunggu diluar. Xia Tian ajak hyungmu masuk ya.”pesan Ga eul.

“Hyung, ayo masuk!”seru Xia Tian. Mereka pun masuk ke dalam.

“Appa!!”seru Xia Tian sambil memeluk Dong Young.

“Xia Tian! Kau datang dengan siapa?”tanya Dong Young.

“Dengan hyung. Hyung, buka kacamatanya dong!”seru Xia Tian. Yi Jung membuka kacamatanya.

“Yi Jung..”panggil Dong Young sambil memeluk Yi Jung. “Appa sangat merindukanmu.”

Yi Jung membalas pelukan appanya. “Maafkan aku, appa.”

Dong Young melepas pelukannya. “Sebaiknya kau bicara dengan kakekmu.”

Yi Jung menghampiri kakeknya yang terbaring lemah di atas kasur.

“Yi Jung..”panggil kakeknya.

“Kakek.”

“Kau datang?”

“Nee.”

“Maafkan kesalahan kakek ya, setelah kamu pergi kakek baru menyadari kalau kau cucu yang berarti untuk kakek.”ucap kakeknya sambil meneteskan air mata.

“Aku juga kek. Maafkan tingkah lakuku yang dulu ya.”ucap Yi Jung.

“Yi Jung, sepertinya waktu kakek tidak akan lama lagi..”

“Apa maksud kakek?”

“Kakek merasa akan dipanggil tuhan. Karena itu berjanjilah bahwa kau akan berada di samping appamu untuk menjadi wakilnya dalam mewarisi perusahaan..”

“Tapi kek..”

“Dan bahagialah..” kakeknya menghembuskan nafasnya yang terakhir dan mulai menutup mata.

“Kakeekkk!!”seru Yi Jung sambil menangis. Dokter, para suster dan appanya segera menghampiri kakeknya. Dokter itu menggelengkan kepalanya.

“Maaf, kami sudah tidak mampu lagi. Tn. Kim Hong Suk sudah dipanggil olehNya.”ucap dokter itu. Yi Jung memeluk appanya sambil menangis. Sementara Xia Tian ikut menangis ketika melihat appa dan hyungnya menangis. Ga eul memeluknya sambil ikut meneteskan air mata.

Besoknya..

Yi Jung menemani appanya yang melempar sebagian abu kakeknya ke sungai. Ga eul menemani Xia Tian bersama Jihoo. Anggota lainnya tidak bisa ikut karena sedang sibuk menyelesaikan krisis di perusahaannya.

“Appa, mengapa kau harus pergi secepat ini? Baru saja kita akan bahagia karena Yi Jung dan Xia Tian sudah kembali…”ucap Dong Young. “Bukankah kau ingin melihat Yi Jung mendampingiku di perusahaan? Ingin melihat Xia Tian yang tumbuh besar?”

“Appa. Jangan terlalu sedih, ada aku disini.”hibur Yi Jung. Ia terus mendampingi appanya.

Setelah selesai mereka pulang ke rumah appa Yi Jung.

Di rumah..

“Wah, tidak ada yang berubah sejak dulu ya.”ucap Yi Jung. “Appa, sebaiknya duduk saja.”

“Ahjussi mau makan apa, biar saya buatkan.”ucap Ga eul.

“Namamu siapa nak?”tanya Dong Young.

“Annyeonghaseyo, Cha Ga eul imnida.”ucap Ga eul sambil membungkukkan badannya. “Dan saya sudah mengetahui nama ahjussi. Kim Dong Young bukan?”

“Nee, kamu pacar Yi Jung? Yi Jung beruntung sekali mendapatkan gadis cantik sepertimu.”ucap Dong Young. Ga eul dan Yi Jung tersenyum.

***

Donghae mengambil handphonenya untuk menelepon Jihoo.

“Yoboseyo, apa ini dengan Yoon Jihoo?”

“Yoboseyo, ya benar. Ini dengan siapa ya?”

“Nama saya Cha Donghae. Saya menemukan dompet anda, bisakah saya bertemu dengan anda?”

“Nee, kita bertemu sekarang saja, di cafe dekat taman han, bagaimana?”

“Nee. Araso, saya tunggu.”
Donghae mematikan handphonenya lalu melirik ke arah dompet itu lagi. “Cinta segitiga yang menarik, dan berguna juga.”gumamnya.

Di cafe..

“Mian, lama menunggu.”ucap Jihoo.

“Gwencana. Bagaimana kau tahu aku yang menemukan dompetmu?”tanya Donghae.

“Jelaslah, mukamu kan menghiasi televisi di korea.” Jihoo tertawa. “Mana dompetku?”

“Ini.” Donghae memberikan sebuah dompet. “Tadi aku tidak sengaja buka, di dompetmu ada foto seorang wanita. Itu, istri Gu Junpyo. Geum Jandi bukan?”

“Kau melihat isinya?!”seru Jihoo.

“Nee, kau sangat mencintainya ya? Tapi bukankah Junpyo itu sahabatmu ya?”tanya Donghae.

“Tetap saja, aku tidak dapat merubah rasa cintaku padanya.”jawab Jihoo.

“Kenapa kau tidak mendekatinya lagi? Aku dengar Junpyo sedang keluar negri?”

“Aku ingin, tapi.. apa yang harus kulakukan, dia istri dari sahabatku sendiri.”ucap Jihoo.

“Antara cinta dan sahabat, mana yang akan kau pilih?”tanya Donghae.

“Tentu saja cinta, cintalah yang akan menemani di sisa hidupku.”jawab Jihoo.

“Karena itu, berjuanglah mendapatkan cinta Jandi!”seru Donghae. “Anggota F4 sepertimu tidak boleh jadi pengecut bukan?”

“Betul juga, tapi kau harus membantuku. O ya, kamu kenal dengan sahabatnya Jandi yang namanya Ga eul?”

“Dia adikku, memang kenapa?”tanya Donghae.

“Ga eul bisa membantuku!”seru Jihoo. “Dia bisa membantu mendekatkanku dengan Jandi!”

“Tapi.. mereka sudah tidak bersahabat lagi..”

“Ayolah Donghae, bantu aku!”pinta Jihoo.

“Araso. Tapi aku punya pertanyaan, Jihoo apa kamu membenci Junpyo?”

“Nee, aku terpaksa bersahabat dengannya karena ada Woo bin dan Yi Jung.”jawab Jihoo.

“Yi Jung?”

“Nee, waeyo?”tanya Jihoo.

“Aniyo, apa tiga tahun yang lalu dia pernah dekat dengan Ga eul?”tanya Donghae.

“Sepertinya iya.”jawab Jihoo.

“O ya, bukankah pagi ini kakek Yi Jung meninggal?”tanya Donghae.

“Nee, tadi aku datang ke pemakamannya, Ga eul juga ada disana. Dia pacaran dengan Yi Jung kan?”

“Mereka benar-benar pasangan yang serasi kan?”tanya Donghae. Jihoo mengangguk. “Aku yakin mereka akan terus bersama selamanya..”

***

Di taman..

“Yi Jung, gwencana?”tanya Ga eul memperhatikan Yi Jung yang terdiam sejak tadi. Dong Young dan Xia Tian sedang menonton televisi di dalam rumah.

“Aniyo, aku merasa tuhan tidak adil padaku.”jawab Yi Jung sambil memandang langit.

“Waeyo?”tanya Ga eul.

“Aku dilahirkan dengan status anak haram. Saat aku baru mengetahuinya, aku menderita sakit mental. Setelah aku sembuh, tuhan mengambil eommaku. Eomma yang sangat kusayangi. Dan sekarang, disaat aku merasa kakekku amat berharga. Tuhan pun mengambil kakekku.”jelas Yi Jung. “Dan tuhan pulalah yang membuatku kehilangan memori tentang gadis masa laluku itu.”

Tuhan, bagaimana kalau Yi Jung tahu, gadis masa lalunya itu adalah aku? Batin Ga eul. “Kau pikir hanya kau saja yang merasa tak adil? Aku juga. Appaku dipecat hanya karena alasan yang tidak masuk akal lalu dia bunuh diri. Eomma masuk rumah sakit jiwa. Kami diusir dari rumah kami yang dulu. Oppa benar-benar seperti orang stres. Kang Jin terkena demam yang cukup parah. Saat itu aku benar-benar ingin mati. Aku pernah hampir bunuh diri, tapi seseorang menolongku..” Ga eul menghentikan ceritanya lalu menatap Yi Jung. “Seseorang yang membuatku sadar kalau hidup ini masih panjang, aku masih harus meraih impianku dan juga aku menjadi yakin hidup ini ada hikmahnya. Dan aku bertemu denganmu.”

Ga eul tersenyum. Yi Jung menatapnya.

“Kau tahu? Selama ini aku memakai topeng agar kisahku yang menyedihkan ini tidak diketahui oleh publik. Aku bermain-main dengan gadis-gadis dengan memakai topeng.. yang menutupi hatiku sendiri. Tapi, aku rasa aku tidak membutuhkan topeng itu lagi, karena di sampingku sudah ada gadis yang kucintai dan mencintaiku dengan tulus.” Yi Jung memegang tangan Ga eul. “Gomawo, telah datang ke kehidupanku.” Yi Jung mencium Ga eul. Mereka pun berciuman di malam yang indah itu.

 

 

Kira-kira bagaimana kelanjutannya ya?

Tunggu kisahnya di.. My Memories Are Falls Down Episode 14!!

Tags: ,

14 responses to “My Memories Are Falls Down (Episode 13)”

  1. kaoru selly SangEun says :

    chiluuuuuuuuk baaaaaak ..
    pertama gx yach ???????????
    mdah-mdahan pertma deh ..
    akhirnya kluar juga nich FF ..
    thor q baca dlu ya ..

  2. Kim In Su says :

    ditunggu kelanjutannya…..^^

  3. DhianaVIPelfHOTTESTbeauty says :

    Alhamdullilah, akhir’x keluar juga nie ff setelah sekian lam que menunggu(“huaaa bhsa’x….
    Auothor knp bru skrang post’x stiap hri que nungguin nie ff….jgn lma” lgi ya post’x….

  4. Helda says :

    cek cek FF.a bumsso
    eh ternyata sudah ada yang baru lgi,udh ep 13 lgi.
    semakin seru ne crta.a,
    bumppa kpan neh sdar dri ingtan.a
    kasian kan eunnie sedih.
    LaNjutkan author jagan lama2.

  5. BumSso Fans says :

    kok postingnya lama bngt sih ? aku lama menungguu

  6. Putri says :

    AkhIr’a ada lanjuTan’a ff ini. . .
    Aq udah nunggU lamaaAaA. . .
    Crita’a makin seruU. .
    Yije0ng cpt sembuh d0ng amNesia’a gaeul ajj udah sembuh. .
    Penasaran jga ma apa yg mw d lakuin jihoo? ? Aq tUnggu part selanjUt’a auThor. . .

  7. mey_kimeun says :

    kim joon lum ikutan ne..?
    ya dah,, lanjuuuut dah..
    seruuuu,,

  8. kim sohyun says :

    part 14 mana thoRR???
    jgn lama2 dong……

    PTT (pnasaran tingkat tinggi)…..hehehe

  9. Kim_sang eun 4ever says :

    chingu lanjutannya mana

  10. SintiaBumsso/@SintiaBumsso17 says :

    Keren bangettt keren keren kerennn like likee part 14 ada dmn yaa? Soalnya di library squel BSI cuma smpe part 13 ? Keren thor🙂

  11. anes tia says :

    keren banget ceritanya tpieeee lanjutannya mna ??????????????? yahhhhh di library cuma sampe 13 ?//??

  12. puti andini says :

    udh 2014 ni mana part 14 – endingnya?
    critnya udh bgus tapi kalo gak dibaca sampai akhirkn jdi gk bagus.

  13. Han Ririn says :

    eonni lanjutuni dong my memories are falls down episode 14 udah enggak sabar kapan yi jung kembali ingatannya, dan tau klw gadis yang dari memorinya itu adalah pacarnya saat ini yaitu ga eul

  14. fira_Mates says :

    Ffnya bgus dan seru… jngn lama2 yah buat part selanjutnya kalau perlu satu kali update sampai ke part end supaya kita para readers nggak penasaran dengan kisah selanjutnya. Smangat yah author lanjutinnya FIGHTING !!!

    Ffnya is the best deh author ceritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: