Why you do it for me?

Author : RainbowD(x)
Main Cast: Kim So Eun, Kim Bum
Cast: Kim Joon, Moon Chae Won, Eomma So Eun
Genre: Romantic/Sad/Family/Friendship/
Type: One shoot

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Annyeong mates.. author lagi bikin cerita sedih nih, maaf kalau aneh ya!

Aku menatap sebuah makam di depanku. Di makam itu terlihat foto seorang pria yang kukenal dan sangat kucintai. Aku menggumam, “Harusnya aku yang berada disini. Mengapa harus kamu?”

Aku berusaha menahan air mataku dan mengingat kejadian sebulan yang lalu.

FLASHBACK

Kim Bum menatapku sambil tertawa, “So Eun, kok mukamu murung begitu?”

“Aniyo, aku tidak apa-apa.”jawabku berbohong.

“Terus mukamu kenapa kusut gitu, belum disetrika nih?”goda Kim Bum. “Apa aku harus menciummu dulu?”

Mau tak mau aku pun ikut tertawa. “Ha..ha, hari ini moodmu lagi bagus ya?”

“Iya dong, berkatmu..”jawab Kim Bum sambil menatapku lagi.

“Hah?!”seruku kaget.

“Kau menyadarkanku bahwa aku tidak sendirian di dunia ini. Meskipun keluargaku tidak ada, ada kau dan sahabatku yang menemaniku.”jawab Kim Bum sambil tersenyum.

Aku tersenyum. Aku tahu orang tua Kim Bum meninggal saat kecelakaan mobil ketika mereka mencari Kim Bum yang tengah berada di klab malam. Sejak saat itu, Kim Bum harus memimpin perusahaan orang tuanya. Aku tahu Kim Bum tertekan, karena itu aku menunjukkan kepadanya matahari yang terbit di pagi hari. “Kau tidak sendirian, tuhan, aku dan sahabatmu pasti akan bersamamu.”ucapku. Kim Bum menangis di pelukanku sambil berdo’a meminta maaf kepada tuhan karena telah membenciNya.

“So Eun, ayo kita main salju!”seru Kim Bum.

“Ayo!”seruku tidak kalah semangat. Kim Bum dan aku paling suka main salju saat musim dingin seperti ini.

Di taman..

“Wah, kena!”seru Kim Bum sambil melemparkan bola salju kepadaku.

“Awas kau ya!”seruku. Ketika aku hendak membuat bola salju aku melihat setitik darah jatuh di atas salju itu. Aku memegang hidungku. “Oh tuhan, aku mohon jangan sekarang!”

Ternyata, tuhan tidak mengabulkan do’aku. Aku berkata pada Kim Bum kalau eomma dan Chae Won eonni menyuruhku pulang saat ini.

Kim Bum menatap tak percaya padaku. Tapi kemudian dia berkata, “Araso, aku akan mengantarmu.”

Di rumah..

“So Eun, kau sudah pulang?”tanya eomma. “Ya ampun! Kau mimisan lagi?!”

“Eomma, sampai kapan ini akan berakhir?” aku mulai menitikkan air mata.

Eomma menangis lalu memelukku. “Mian, eomma tidak bisa berbuat apa-apa untukmu.”

Beberapa hari yang lalu, saat aku melakukan tes kesehatan. Dokter berkata padaku, “Nona Kiim So Eun menderita leukimia stadium akhir. Kau hanya bisa sembuh bila ada yang mendonorkan sumsum tulang kepadamu,”

Eomma menangis mendengarnya sementara aku hanya tersenyum pahit membayangkan hidupku akan berakhir dengan penyakit yang juga membuat appa pergi meninggalkan kami.

Aku yakin hidupku tidak akan lama lagi. Mana ada orang yang mau mengorbankan hidupnya demi memberikan sumsum tulang belakangnya padaku? Saat itu pulalah, Kim Bum datang ke kehidupanku. Membawa kesan yang dingin saat kami pertama kali bertemu yang kemudian berubah menjadi hangat saat dia menyatakan cinta padaku. Aku menerimanya, aku tahu itu kesalahan besar. Tapi, aku juga ingin bahagia. Tuhan, izinkan aku bahagia sebelum kau menjemputku..

Besoknya..

“So Eun, kau sudah cerita tentang penyakitmu pada Kim Bum?”tanya Chae Won eonni.

“Aniyo, aku takut..”jawabku sambil menundukkan kepalaku.

“Tapi bagaimana kalau dia yang mengetahuinya sendiri?”tanya Chae Won eonni.

“Aku tidak tahu..”jawabku.

“So Eun.. jadi apa yang akan kau lakukan?”tanya Chae Won eonni lagi. “Kau yang harus memutuskan.”

Aku terdiam. Bingung akan menjawab apa. Lalu aku pergi keluar rumah.

Udara di luar dingin sekali. Sesekali aku menghembuskan napasku. Tiba-tiba, ada seseorang yang memakaikan sebuah syal padaku.

“Tarraahh!!”seru Kim Bum. “Udara dingin sekali lho, kok kamu nggak pakai syal?”

“Aku lupa, gomawo.”ucapku sambil memegang syal pemberiannya. “Tapi ini syal kesayanganmu kan?”

“Untukmu saja, kau kan kesayanganku juga.”jawab Kim Bum. “Nah, besok hari kasih sayang ya?”

Aku mengangguk.

“Kau akan memberiku apa?”tanya Kim Bum padaku.

“Rahasia!”jawabku sambil tersenyum. Kemudian, ia mengajakku kencan ke sebuah taman bermain. Kami melewatkan hari ini dengan ceria.

Malamnya, aku bersiap-siap membuat kue cokelat untuk Kim Bum. Saat menuangkan adonan kue ke loyang, perutku terasa mual. Aku pergi ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi perutku. Aku melihat segumpulan darah yang aku muntahkan. Aku menangis. Aku tahu waktuku akan semakin sedikit. Aku berusaha menahan rasa sakitku lalu melanjutkan acara masakku.

Besoknya, aku menemui Kim Bum di restoran kesukaan kami.

“Mana hadiahku?”tanya Kim Bum. Wajahnya tampak berseri-seri.

“Tutup mata dulu!”perintahku. Kim Bum menutup matanya lalu aku meletakkan kotak kueku di hadapannya. “Nah, sekarang boleh dibuka!”

Kim Bum membuka matanya lalu tersenyum melihat kotak kue di hadapannya. “Boleh aku buka?”tanyanya. Aku mengangguk. Dia membuka kotak itu dan tersenyum melihat kue cokelat lezat itu. “Gomawo.”

Aku mencium pipinya. “Sama-sama.”jawabku. Tiba-tiba, aku merasa pusing. Seluruh badanku terasa sakit. Aku hanya bisa merasakan badanku jatuh ke lantai. Terakhir kali yang kudengar adalah suara Kim Bum yang memanggil namaku.

Ketika aku terbangun, yang kulihat adalah sebuah kamar yang bercat putih. Tanganku diinfus, aku sadar aku ada di rumah sakit.

“So Eun, kau sudah bangun?”tanya Chae Won eonni kemudian menghampiriku.

“Nee, Kim Bum mana?”tanyaku. Aku ingat aku pingsan saat aku bersama Kim Bum. Chae Won eonni terdiam. “Waeyo, eonni?”

“Kim Bum, sudah tahu semuanya.”jawab Chae Won eonni. Aku terkejut, itu berarti Kim Bum sudah tahu tentang penyakitku ini?

“Bagaimana dia bisa tahu?”tanyaku.

“Ketika dia membawamu kesini, dia bertanya pada dokter.”jelas Chae Won eonni. Aku menundukkan kepala. Aku menangis. Apa Kim Bum akan membenciku ketika dia tahu akan penyakitku ini? Chae Won eonni memelukku lalu menepuk punggungku. Tuhan, haruskah kau beri aku cobaan yang berat seperti ini?

Kim Bum meminum minumannya lagi. Kim Joon yang melihatnya menatapnya khawatir.

“Kim Bum sudahlah,”ucap Kim Joon sambil merebut minuman dari tangan Kim Bum. “Kau sudah minum tiga botol.”

Kim Bum menatap Kim Joon. “Mengapa tuhan harus memberiku cobaan lagi??”

“Memangnya kau kenapa?”tanya Kim Joon.

“Kim So Eun, wanita yang kucintai, sebentar lagi akan pergi ke tempat orang tuaku karena leukimia.”jawab Kim Bum sambil menarik napas panjang. “Tuhan, kau telah mengambil orang tuaku! Apa kau harus mengambil So Eun juga?!!”

“Kim Bum, tenanglah..”bujuk Kim Joon.

“Kau senang kan?!! Bukankah kau kesal pada So Eun saat dia mencampakkanmu dulu?! Bukankah kau berharap hubungan kami akan bermasalah?!!”bentak Kim Bum.

“Kim Bum..”

“Bagus! Do’a mu terkabul!”sindir Kim Bum. “Atau kau berharap aku yang mati supaya kau bisa bersama So Eun?!”

Kim Joon menampar Kim Bum. “Aku tidak sejahat itu bodoh!! Kau dan So Eun adalah orang yang penting bagiku!”

Kim Bum memegang pipinya yang habis ditampar Kim Joon. “Pukul saja aku, supaya aku sadar!!”

Kim Bum terjatuh karena sudah mabuk berat. Kim Joon pun menggendongnya hingga sampai ke rumah Kim Bum. Saat akan pergi, Kim Joon mendengar Kim Bum menggumam, “Kim So Eun, jangan pergi..”

Di rumah sakit..

Aku menatap ke arah pintu kamarku. Berharap Kim Bum akan datang lalu menghiburku. Tapi sia-sia saja, Kim Bum tidak juga muncul. Tiba-tiba, ada seseorang mengetuk pintu kamarku. “Masuk.”ucapku datar. Mungkinkah itu Kim Bum?

Ternyata, Kim Joon yang masuk. “So Eun, bagaimana kabarmu?”

“Kim Joon. Seperti yang kau lihat, tidak baik.”jawabku datar.

“Kau ingin bertemu Kim Bum ya?”tanya Kim Joon seperti bisa membaca isi hatiku. “Dia sangat syok saat mengetahui kau terkena leukimia.”

“Lalu dimana Kim Bum?”tanyaku.

“Dia ada di rumahnya.”jawab Kim Joon. Dia ingat Kim Bum melarangnya untuk bilang pada So Eun kalau Kim Bum mabuk berat.

“Mengapa dia tidak menjengukku? Apa dia benci padaku?”tanyaku.

“Dia belum siap menjengukmu.”jawab Kim Joon. “Dia tidak kuat melihatmu terbaring lemah begini.”

Aku memandang Kim Joon kecewa. Mungkin aku merasa baikan melihat Kim Bum disisiku sekali saja. Kim Joon memegang tanganku lalu berkata, “Kim So Eun, kau harus kuat!”

Aku menangis. Betapa ingin aku mendengar Kim Bum yang berbicara seperti itu padaku bukan Kim Joon. Kim Joon pun pamit pulang. Sebelum pulang, dia memberikanku sapu tangannya untuk mengelap air mataku. Tiba-tiba, aku menyadari ada sesuatu yang janggal dengan sapu tangan itu.

“Kim Joon. Ini sapu tangan Kim Bum kan?”tanyaku. Kim Joon mengangguk lalu keluar dari kamarku. Aku memegang erat sapu tangan itu. Dengan memegang sapu tangan itu aku bisa merasakan kehadiran Kim Bum.

Hari ini jadwalku cuci darah. Rasanya sakit sekali. Tapi harus kutahan, demi kesehatanku. Di ruangan itu, aku tak henti-hentinya menjerit kesakitan. Samar-samar, aku melihat wajah Kim Bum diluar ruanganku dan menatapku khawatir. Namun, aku tidak dapat memanggilnya karena aku sudah jatuh pingsan.

Kim Bum POV

Aku datang ke rumah sakit, aku dengar dari Kim Joon kalau So Eun sangat membutuhkanku. Aku menyuruh Kim Joon ke rumah sakit untuk mengetahui akan satu hal. Apa So Eun membenciku hingga dia tidak memberi tahu penyakitnya padaku? Namun kusadari itu pertanyaan bodoh. Tentu saja karena So Eun takut aku membencinya.

Di depan ruangan itu, aku melihat So Eun yang menjerit kesakitan saat sedang cuci darah. Wajahnya berkeringat dingin. Aku terpaku melihatnya. Aku tidak dapat menangis. Aku hanya diam. Aku tidak dapat melakukan apapun untuk So Eun. Yang kubisa hanyalah menyakitinya. Tiba-tiba, kulihat So Eun melihatku. Dia ingin memanggilku namun ia jatuh pingsan. Betapa aku ingin menolongnya tapi yang kubisa hanyalah menatapnya berusaha melawan penyakitnya.

End Kim Bum POV

Aku terbangun dan mendapati diriku berada di kamarku. Kulihat Kim Bum tertidur dan tanganku menjadi bantalnya. Lucu sekali wajahnya yang sedang tidur, seperti anak kecil. Aku mengelus wajahnya. Melihatnya seakan-akan penyakitku hilang. Aku menitikkan air mataku. Tuhan, mengapa aku sering menangis sekarang? Mengapa sulit bagiku untuk tertawa? Aku takut aku tidak akan bertemu dengannya di alam sana.

Tiba-tiba, Kim Bum terbangun lalu mengusap air mataku. “Jangan menangis.”ucapnya. “Kalau kau menangis aku pasti juga akan menangis.”

Aku memeluknya dengan erat. Kim Bum juga, dia membelai rambutku dengan lembut. “So Eun, kau adalah bidadariku. Kamu harus tersenyum ya.”ucapnya. Kim Bum menatap wajahku, aku mencoba tersenyum deminya. Kim Bum langsung memelukku lagi. “Apa yang harus kulakukan supaya aku dapat melihatmu tersenyum seperti ini selamanya?”

Paginya, Kim Bum mengajakku jalan-jalan dengan kursi rodaku di taman rumah sakit. Ia memetikkanku bunga mawar yang sangat kusukai.

“So Eun, coba tebak apa persamaannya batman sama Robin?”tanya Kim Bum.

“Nggak ada dong, batman kan yang mimpin Robin. Robin yang mengikuti Robin.”jawabku.

“Salah, yang benar, keduanya itu sama-sama bodoh. Ngapain batman pasang kayak jubah gitu di belakangnya? Orang dia tidak bisa terbang. Robin, udah tahu batman nggak bisa terbang masih aja diikutin.”jelas Kim Bum. Aku tertawa.

“Bisa-bisa kamu ditendang sama fans batman dan Robin deh.”godaku.

“Memangnya siapa fans mereka?”

“Tuh.” Aku menunjuk seorang anak yang memakai kostum batman. Kim Bum tertawa.

“Bisa saja kamu.”ucap Kim Bum. “Wah, sekarang ayo kita kembali ke kamar.”

“Aniyo.”ucapku. Kim Bum menatapku.

“Waeyo?”tanyanya.

“Tiap kali aku berada disana aku merasa hidupku tidak akan lama lagi.”jawabku sambil berusaha menahan air mataku. “Aku takut membayangkan akan berpisah denganmu, eomma dan Chae Won eonni.”

“Kim So Eun..”

“Dulu kau pernah bilang aku gadis yang kuat. Tapi itu salah, aku bukan gadis seperti itu. Aku itu lemah, cengeng dan penakut saat mengetahui penyakit itu. Aku tidak mau mati, aku masih ingin hidup untuk meraih impianku.”ucapku. “Aku sedih melihat eomma menangis di hadapanku saat dia mengetahui penyakitku ini. Juga saat Chae Won eonni berusaha menahan tangisnya saat melihatku memuntahkan darah. Bila melihat itu, aku berharap andai aku dilahirkan lagi, aku akan meminta kepadaNya untuk tidak menerima penyakit ini! Aku takut membayangkan akan berpisah denganmu. Aku ingin hidup bahagia bersamamu, eomma, dan Chae Won eonni!”

Kim Bum memegang tanganku. Aku melihat dia ingin berkata banyak. Namun dia hanya mengatakan lima kata. “Andai aku bisa menolongmu So Eun.”

Dia memelukku, aku balas memeluknya. Aku berharap pelukan hangat ini akan kurasakan selamanya. Tapi aku yakin itu hanya harapan kosong.

Kim Bum melihat fotonya dengan So Eun. Dia teringat kata-kata So Eun kepadanya sebelum ia pulang.

“Kata dokter aku harus ikut kemoterapi. Tapi resikonya besar, aku takut rambutku rontok, andai ada yang mau mendonorkan sumsum tulangnya kepadaku…”

Kim Bum menarik napas panjang. “Andai aku dapat menghilangkan penyakit So Eun, akankah dia tersenyum lagi.”gumamnya. Dia tahu hanya satu cara untuk menyembuhkan So Eun. Satu cara yang mungkin terbaik untuk semua orang. “Apa aku harus lakukan cara itu?”

Besoknya, Kim Bum menghampiriku. Wajahnya terlihat sangat datar. Ia mengenakan jaket hitam.

“So Eun, aku akan pergi.”ucapnya datar.

“Apa? Kapan?”tanyaku.

“Sebentar lagi.”

“Kapan kau akan kembali?”tanyaku. Kim Bum tidak menjawabnya. “Kau pasti akan meninggalkanku kan?? Kau pasti sudah muak denganku kan?!!”

Kim Bum tetap diam. “Jawab! Kau pasti malu berpacaran denganku kan?! Jawab!!”

Aku merasa pusing dan aku pingsan lagi.

Author POV

So Eun dibawa ke ruang operasi. Kim Bum melepas jaket hitamnya. Ternyata Kim Bum memakai pakaian rumah sakit. Ia akan mendonorkan sumsum tulang belakangnya pada So Eun. Kim Bum ikut dibawa ke ruang operasi.

Di ruang operasi, Kim Bum memegang tangan So Eun. “Sarangheyo.”ucapnya. Setelah itu ia tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius. Saat itu pulalah Kim Bum terakhir kali melihat dan bertemu So Eun di dunia ini. Karena Kim Bum telah pergi untuk selamanya.

END Author POV

Aku membuka mataku, aku mencoba menggerakkan tubuhku yang nyeri. Lalu mencari sosok Kim Bum. Tapi Kim Bum tidak ada. Eomma yang melihatku bangun lalu menghampiriku.

“So Eun kau sudah sadar?”tanya eomma. Chae Won eonni juga menghampiriku.

“Kim Bum mana?”tanyaku. Eomma dan Chae Won eonni terdiam. “Mana Kim Bum?!!”

“So Eun, sebenarnya Kim Bum..” Chae Won eonni menceritakan semuanya. Tubuhku terasa lemas. Aku telah kehilangan Kim Bum untuk selamanya..

END OF FLASHBACK

Aku membuka sebuah amplop yang diberikan eomma padaku. Eomma bilang Kim Bum menitipkan amplop ini pada eomma sebelum dia meninggal. Aku membacanya.

Untuk So Eun,

So Eun, apa kabar? Kau sudah sehat ya? Mungkin saat kau baca surat ini aku sudah tidak ada ya.

Mian aku harus melakukan hal ini. Mungkin ini yang terbaik, kalau aku mati pun tidak akan ada keluarga pun yang menangisiku. Sementara kau punya eomma dan kakak. Aku membayangkan bila kau yang pergi, mereka pasti akan sangat sedih.

So Eun, mungkin kau kira aku bodoh. Aku memang bodoh, aku melakukan hal ini demi melihat senyum bidadarimu. So Eun, satu permintaan dariku. Bisakah kau menikah dengan Kim Joon. Aku yakin dia bisa menjagamu dan menyayangimu seperti yang aku lakukan.

So Eun, jangan menangis ya! Mulai sekarang kau harus tersenyum. Itulah satu harapanku. So Eun, sarangheyo! Aku akan mencintaimu selamanya!

Dari Kim Bum.

Sumpah tak ada lagi
Kesempatan untuk ku
Bisa bersamamu
Kini ku tau
Bagaimana cara ku
Untuk dapat trus denganmu

Bawalah pergi cintaku
Pada ke mana pun kau mau
Jadikan temanmu
Temanmu paling kau cinta
Di sini ku pun begitu
Trus cintaimu di hidupku
Di dalam hatiku
Sampai waktu yang pertemukan
Kita nanti

(Afgan-Bawalah cintaku)

Aku membuka tasku dan melihat sebuah kalung berliontin hati di dalam liontin itu ada fotoku dan foto Kim Bum. Aku memegang erat liontin itu. “Kim Bum, aku berjanji akan selalu tersenyum. Aku sudah menikah dengan Kim Joon seperti permintaanmu. Dia juga mengizinkanku untuk terus mengenangmu. Kim Bum apapun yang terjadi, kau adalah cinta sejatiku.”

Aku meletakkan seikat bunga tulip diatas makam itu, bunga itu adalah bunga kesukaan Kim Bum. Lalu aku melirik ke arah Kim Joon. “Ayo kita pulang!”seruku. Kim Joon mengangguk. Sebelumnya pergi dia berkata, “Sahabatku, semoga kau tenang di alam sana.”

“Kim Bum, aku berjanji akan mencintaimu selamanya, karena kau adalah hidupku.”gumamku. Lalu kami pergi dari pemakaman itu. Tanpa kami sadari, dari alam sana, Kim Bum menatap kami sambil tersenyum indah.

The End

Mates.. gimana ceritanya? Aneh? Sedih? Ditunggu komennya ya!!

Tags: , , ,

33 responses to “Why you do it for me?”

  1. alinda says :

    huaaaa , lempar2 barang krmh tetangga # y allah hiks2 sad endingnya bkin aku nangis ngeraung2 lbh drpd ngiris bwng#ampe segitunya kb mengorbankan semuanya trmsk sumsum tlang blkang dmi kse trsnyum😦 pas part shocknya , kb nulis surat buat kse .. huaaaa babe g kuat sya bcanya +___+
    knpa hrs nkah sama kj ka ???
    aku tunggu ff slnjtnya🙂 wlwpn puasa g blh lemes y ka ttp fighting n hwaiting ka ^^ !!!

  2. qinqin says :

    pagi pagi udah sedih,ko blog ini jadi sepi ya.apa cuma perasaanku aja?semangat buat para author dan admin

  3. deeaa says :

    baca ff ne bikin air mataq menetes…….

  4. kikey says :

    Akhirnya ada ff baru jugaaaa.. Author, kok sad ending sih huhu, sedih deh. Ff selanjutnya ditunggu ya thor. Jangan lamalama🙂

  5. kaoru selly SangEun says :

    baru nongol lagi nih FF BumSso ..
    thor siang begini dah bkin q nangis …
    sdih ceritanya ..
    lain kali klw bkin Happy Dunk .. jngan Sad ..
    thor ku tunggu karya selanjutnya ..🙂

  6. ambar says :

    Aduh q bnr2 pngen nangis rasanya. . . .kshan bngt so eun,mang donor sumsum tulang blakang bsa bikin mati y?? Ach jahat npa mbum hrus mati. . . .hiks. . .hiks. . . .pi autor kryanya buagus. . . .

  7. Izyan says :

    sedihh , smpai menangis . huaaa ~

  8. Helda says :

    Akhir.a ada FF bumsso yang baru lagi,Udh beberapa minggu nungu FF.a bumsso.
    Hiks hiks ending sedih bgt.
    Author semangat trus ya buat FF.a.#hikss_hikss#
    Nangis bombay.

  9. Maria Sativa says :

    sumpah ini FF sedih banget……
    aqq sampai habis kn 1 kotak tissue…
    aku berharap di dunia ini masih ada pria yang seperti itu…
    merelakan hidupnya utk wanita yang di cintainya…

  10. Bummiearab says :

    Huaaaaa banjirrrrrrr air mata..
    . Untung aku bca nie ff pas saur. #sengaja.
    Soalnya bahaya kalo pas puasa… Hhe.hhe
    ff mu daebakkk thor. Aku nangis sdh penuh satu ember.. Mewekkk bgt thor hiks hiks. Sebegitu besar cinta KIM BUM untk KIM SOEUN.
    Bikin ff yg lain lgi thor. Hwaiting !!!

  11. Muthia ciie'ty says :

    keren bgt cerita ny.. mpe nangis bca cerita ny..

  12. Indah_ELF says :

    Huah …
    Sedih pingin nangis tpi tkut batal …
    Cintanya kim bum begituh besar …
    Terharu …

  13. Ela Bumssoeulsangeun says :

    Crriiiiing…..#muncul bareng Wookie.. wkwkwkwkwk ^^

    Hu hu hu hu hu hu
    hiks hiks hiks… jjiiaaahh so sad bgt nieh FF #nangis sambil dipeluk Wookie Oppa…. heheh

    Anyeong haseyo…. hai hai hai…. come back lagi nieh,,, #plaaak!!! gak da yg nanyak kekekekeke ^^
    dari awal bacanya,,, syapa yg mati yach,,, eeiittsss gak taunya MbumPpa!!!!
    Pagi pagi udah baca FF yg sedih,, aaissshh so sweet….
    aaahhh bneran cinta sejati dah tuh Bumsso…. cinta ampe mati….

    FFnya mantap dech sedihnya….daebak!!!!

    Sekian komen dariku yg dari awal ampe akhir GaJe amat,, kekekeke >,<

  14. Annisa Hourai says :

    Hampir aja aku minum airmata, Kimbumaaa tidaaaaaaaaaak……………….
    Beruntung bgt so eun, tpi kyakx donor sum2 tulang belakang nggak bikin mati deh, iya kan thor? paling2 diambil beberapa persen aja…*nggak terima kimbum meninggal
    Ceritax bikin aku sesenggukan gaje, aku kira malah kim joon yg donorin.
    sadx dapet, saya suka ceritax

  15. Mira Novia says :

    Huaaaaaaaaaaa T_T
    Siang-siang gini nangis gara” baca ni FF…. (-̩-̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩-̩)
    Ceritanya bagus, tapi jgn bikin yg sedih” lagi dong….
    (-̩-̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩-̩)

  16. onkyu says :

    baru buka langsung baca banyak ff….
    mengharu biru ceritanya.. #hedeh…
    makna dari ff ne berkorban demi cinta … hhiii… sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa^^

  17. Putri says :

    SeDih. . .
    Kimbum ma s0eun. . . Sho sweEtz. . .
    Peng0rbAnan kimbum aq t’haru. . .
    Hiks. . .

  18. chuchu hyo su love sang eun says :

    kyaaaaaaaaaaaaaa…………. Sedih banget mau nangis ne….
    Tapi … Mantap deh

  19. rizkyapratiwi says :

    huaaaaaa T_T sedih banget
    Gilaaa sediiihhh … Hiks hiks
    bummie, you’re so kind

  20. zakiardh_ says :

    ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ
    baca FF ini sambil denger lagunya Ast1 & T-Max – something Happen to My Heart (BBF OST). gak tahu keputer aja lagunya. gak nyangka juga FF ini bakalan sedih banget… huaaaaaaa >,,< *guling guling diatas tempat tidur*

    good job thor ^^

  21. Wynne says :

    huahahahah,.,,,T.T
    sad story….

    i want to cry….
    but no problem,….
    it’s ok….

    gud job…

  22. bummie lovers says :

    ffnya sedih bgt
    sumpah q ga’bohong aku nangis ngebaca ni ff
    huaa kim beom😦
    lanjut ff berikutnya😀

  23. nike lov smile says :

    ff nyaa sedih skalii author
    ak smpai nangiss bngett baca nyaa😥

    d tunggu ya ff slanjut nya🙂

  24. sukma says :

    kok dari tdi baca ff cerita’a sad trus ya..

    hiks..hiks..

  25. amkyuminry says :

    aah, such sad story >,<
    i can't say anything than….. it's awesome!!! ^^

  26. nada says :

    pagi2 baca ff langsung nangis ne;(

  27. secret garden says :

    saya fans mereka daripada Malaysia! sedih wooo.. jatuh setitik air mata. T^T ,,, maybe..

  28. serly says :

    Tidak di jlskan kah mgpa wktu itu kse putus dg kim joon? Lalu br berpaling dg kb?
    Sad ending tp nth knp di akhr cerita ak gk nangkep bgtz sad nya, malah ikut tersenyum *krn kb jg trsnym di alam sna hha*

  29. salsa says :

    sad ending, waha mian br baca skrg -_- pengorbanan bgt author keren🙂

  30. anes tia says :

    so sweet tpi terlalu menyedihkan aku aja yg ngebacanya sedih apalagi yang ngalamin

  31. Mia says :

    Kagum bgt ma besarxa cinta kim bum

  32. dela safitri says :

    Sediiiih oppa😦 knp berakhir begini ?
    Knp harus ada yg terluka ?
    Pengorbanan yg luar biasa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: