THERE’S LOVE IN MY EYES (part 2)

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Mohon maaf jika cerita FF nie sedikit gk jelas dan ngawur atau kurang dimengerti.

Terima kasih yang sudah memberi comment yang positif…

Author akan berusaha membuat FF ini bagus…

Amin…

Part 2

“kau bicara dengan siapa?” tanya misook.

“mi.. sook” ucap gab soo terkejut.

“kenapa wajahmu pucat begitu?” tanya misook.

“a..aku bicara dengan teman lamaku” jawab gab soo. “hey, sudah dulu. Aku akan menelfonmu lagi” ucap gab soo memutuskan telfonnya.

“oh, teman lamamu” gumam misook.

“eomma…” panggil shin hye. Misook segera menghampiri shin hye.

“fiuh.. untung saja” ucap gab soo lega. “tapi, apa benar misun sedang hamil?” gumam gab soo sambil berfikir.

****

14 tahun kemudian….

so eun dan yoona kini sudah berusia 20 tahun. Yoona sekarang berkuliah dijurusan tata busana sedangkan so eun lebih suka membaca banyak buku dengan memakai huruf braille.

“so eun, aku salut denganmu” ucap yoona takjub.

“salut kenapa?” tanya so eun bingung.

“kau bisa menghapal dengan cepat semua bacaan yang ada dibuku itu walaupun dengan memakai huruf braille. Aku rasa Tuhan memberimu sebuah anugerah yang besar” puji yoona.

“haha.. itukan karena aku sering membaca dan mempunyai waktu luang dirumah. Berbeda dengan mahasiswi sepertimu” ucap so eun.

“isshh… aku akan sebaik mungkin meluangkan waktu untuk bersamamu so eun” ucap yoona.

“tidak perlu. Kau harus fokus dengan kuliah agar bisa segera menyelesaikan skripsimu dan meneruskan cita-citamu menjadi designer terkenal” ujar so eun.

“kau memang pengertian” ucap yoona memeluk so eun.

“hemm… sudah sana kau pergi kuliah” ucap so eun.

“oke. Aku pergi dulu. Bye” pamit yoona.

“yoona, kau sudah mau berangkat?” tanya dr. Yoon. Yoona mengangguk dan pergi kuliah.

“so eun, kau masih terus membaca?” tanya dr.yoon.

“ya. Tidak ada kegiatan lain untuk gadis buta sepertiku selain membaca” jawab so eun.

“so eun, mengenai ini, paman punya usul bagus agar kau bisa melihat lagi” ucap dr.yoon.

“usul apa itu?” tanya so eun.

“kau hanya memerlukan donor kornea mata agar kau bisa melihat” jawab dr.yoon.

“kornea mata? Siapa orang yang ingin menyumbangkan matanya untukku. Tidak akan ada yang mau, paman” ucap so eun.

“jangan langusung berputus asa begitu, so eun. pasti selalu ada jalan untukmu agar bisa melihat” hibur dr.yoon. so eun hanya tersenyum dan kembali membaca huruf braille.

****

Sementara itu, seperti yoona yang juga sibuk dengan kuliah, shin hye juga sibuk menjadi mahasiswi dijurusan musik.

“eonni, kim bum sunbae sudah menunggumu itu” panggil jiyeon.

“benarkah? Aku pikir dia akan datang 15 menit lagi” ucap shin hye sambil merapikan rambutnya.

“eonni kau sudah cantik tak perlu menyisir lagi. sudah sana turun kasihan kim bum sunbae menunggumu” ujar jiyeon.

“kim bum, mianhae aku lama” ucap shin hye.

“tidak apa-apa. Kau terlihat cantik hari ini” puji kim bum.

“gomawo”

“shin hye, kau sudah mau berangkat?” tanya misook.

“ne, eomma. Aku ada jam kuliah pagi hari ini. Aku tak bisa ikut sarapan dengan kalian” jawab shin hye.

“tak apa-apa. Belajar yang benar, kim bum jaga shin hye” ucap misook.

“ya, bi. Aku akan menjaganya” ucap kim bum.

“kalau begitu aku berangkat dulu” pamit shin hye.

“hati-hati”

“uhh… aku jadi iri dengan eonni” ucap jiyeon.

“hush.. jangan berfikir untuk berpacaran lebih baik kau fokus belajar” ucap misook.

“ne, eomma. Kapan appa pulang dari jepang?” tanya jiyeon.

“mungkin lusa” jawab misook.

“ahh, semoga appa bawa banyak oleh-oleh” harap jiyeon.

___

“seharusnya, kau tak perlu mengantarku pagi-pagi begini. Kaukan juga ada jam kuliah” gumam shin hye.

“tak apa. Lagipula, jam kuliahku masih sekitar jam 9 atau 10. Masih lama” ujar kim bum.

“santai sekali kau. Bukankah masuk jurusan bisnis itu sedikit sibuk ya. Berbeda sekali dengan dirimu ini” ucap shin hye. Kim bum hanya tertawa sambil menyetir.

“gomawo, kim bum. biar aku nanti pulang sendiri kau tak usah menjemputku” ucap shin hye begitu sampai diuniversitasnya.

“kau yakin tak mau kujemput?” tanya kim bum.

“yakin sekali. Selamat kuliah” ucap shin hye. Kim bum melambaikan tangannya dan melajukan mobilnya.

Shin hye berjalan-jalan ditaman kampusnya sampai ia mendengar suara pria yang sedang bermain gitar sambil menyanyi. shin hye yang merasa mengenali suara pria itu segera menghampirinya.

“wah, benar ternyata geunseok yang sedang bernyanyi” gumam shin hye. Shin hye terus memandangi geunseok yang sedang menyanyi.

“kau ini fans beratku ya? Kenapa kau mengintipku begitu?” tanya geunseok.

“hah? Maksudmu aku? Mengintipmu? Tidak. Aku hanya mendengar suaramu yang sedang menyanyi saja. Jangan berfikir yang macam-macam” ucap shin hye.

“hahah… aku kira kau ini sekarang menjadi tukang ngintip” goda geunseok.

“geunseok…” panggil shin hye.

“apa?” tanya geunseok.

“kenapa kau memilih jurusan musik? Bukankah seharusnya kau menerusi perusahaan ayahmu itu” tanya shin hye.

“aku tak suka dengan bisnis ataupun perusahaan. Yang aku suka hanyalah musik” jawab geunseok.

“hemmm… aneh. Seharusnya, kau bisa seperti kim bum yang akan menerusi perusahaan ayahnya nanti” celetuk shin hye.

“jangan bandingkan aku dengan kim bum…” bentak geunseok emosi.

“kau ini kenapa sih? Selalu saja emosi jika, aku sudah bicara tentang kim bum. bukankah kalian ini dulu teman baik?” tanya shin hye.

“itu masa lalu… aku tak mau mengingatnya lagi” jawab geunseok. Shin hye hanya terdiam cemberut.

****

“yya, kibum. Tumben sekali kau masuk kuliah. Kau tak sibuk syuting?” tanya kim bum.

“tidak, aku sedang mengambil cuti dari syuting. Lagipula syuting hanya sebatas pekerjaan sampingan. Begitu, aku lulus kuliah aku juga akan berhenti dari aktivitasku sebagai aktor. Aku ingin fokus menjadi pengusaha” jawab kibum.

“waw, aku memang salut denganmu sobat” ucap kim bum.

“bagaimana hubunganmu dengan shin hye?” tanya kibum.

“lancar-lancar saja” jawab kim bum.

“aku kira geunseok sudah merebut shin hye darimu” ucap kibum.

“geunseok? Entahlah… sepertinya, semakin hari ia terus membenciku” ucap kim bum.

“sudahlah, tak usah memikirkannya. Dengan seenaknya dia memutuskan persahabatannya dengan kita hanya karena dia cemburu saat kau berpacaran dengan shin hye. Itukan salahnya sendiri menyimpan perasaan sukanya kepada shin hye tapi, tak ia ungkapkan” omel kibum.

“yah… semoga saja ia kembali seperti dulu” ucap kim bum.

“kau tak takut jika, geunseok merebut shin hye darimu?” tanya kibum.

“sebenarnya, aku mempunyai firasat tak enak juga saat tahu geunseok sekarang satu universitas dengan shin hye, satu jurusan pula. Itu, artinya mereka akan sering bertemu. Tapi, aku percaya kalau shin hye tak akan berpaling dariku” ucap kim bum.

“waw.. kata-kata yang sangat tinggi” goda kibum.

“sudah, daripada kau terus menanyai hubunganku sebaiknya, kau cari pacar saja” ucap kim bum.

“tidak… aku sudah sering terlibat skandal dengan lawan mainku. Aku tak mau mencari pacar sekarang” ucap kibum.

“susah sekali menjadi entertainer sepertimu” gumam kim bum.

****

Sementara itu, so eun sibuk membaca buku-buku. Walaupun ia hanya bisa membaca buku dengan huruf braille setidaknya, apa yang ia dapatkan dari buku ia serap keotak. So eun termasuk gadis yang cerdas untuk ukuran orang yang tak bisa melihat. So eun dengan cepat mengingat sesuatu dan menyimpannya dimemori otak dan tak bisa lupa. Itulah, kenapa yoona sering memjuinya karena ingatan so eun yang kuat.

“heh… dimana paman sekarang?” gumam so eun datar. So eun teringat dengan donor mata yang dibicarakan pamannya tadi. “donor mata?” fikir so eun.

“so eun, kau mau ikut paman ketoko buku?” tanya yoon.

“baiklah. Tapi, aku akan menunggu diluar dan tak masuk” ucap so eun.

“baiklah. Ayo” ajak yoon.

Sesampainya, ditoko buku so eun duduk ditaman depan toko buku menunggu yoon selesai membeli buku.

“shin hye, kau ingin buku musik apalagi?” tanya geunseok yang kebetulan ada ditoko buku juga,

“banyak.. aku suka semua buku yang berhubungan dengan musik. Kau pilihkan saja untukku. Aku akan menunggu diluar saja” ucap shin hye. Geunseok mengangguk dan mencari buku musik.

“ya, bum.. aku sedang ditoko buku bersama geunseok” ucap shin hye berbicara ditelfon dengan kim bum sambil berjalan kearah bangku taman.

“tenang saja.. aku dan geunseok hanya teman. Sudah, jangan berprasangka lagi” ucap shin hye duduk disebelah so eun.

“aku akan menjemputmu saja. Kau tunggu aku” ucap kim bum menutup telfonnya.

“yya, kim bum.. tak.. ahh, telfonnya sudah ditutup. Apa kata geunseok nanti” gumam sin hye. So eun hanya terdiam sambil tersenyum memandang lurus.

“sepertinya anda sedang pusing” ucap so eun.

“i..iya” jawab shin hye terkejut.

“anda diperebutkan 2 orang laki-laki? Berarti anda sangat cantik” puji so eun.

“terima kasih atas pujiannya tapi, aku tak cantik. Justru yang cantik itu dirimu” ucap shin hye.

“benarkah? Aku senang mendengarnya. Aku tak pernah melihat wajahku sendiri” gumam so eun. shin hye langsung sadar akan omongan so eun tadi.

“maaf.. bukan maksudku untuk meledekmu” ucap shin hye.

“tidak apa-apa… “ ucap so eun.

“shin hye, ayo kita pulang” teriak geunseok.

“apa yang harus kubilang kepada kim bum” ucap shin hye.

“anda bisa menghubunginya kan” usul so eun.

“iya, terima kasih ya. Aku pergi dulu” ucap shin hye sambil mengetik pesan untuk kim bum.

“dengan siapa kau bicara?” tanya geunseok.

“tidak.. aku tak sengaja mengobrol dengannya” jawab shin hye.

“ayo, kita pulang” ajak geunseok.

“kenapa paman lama sekali?” ucap so eun. so eun memutuskan berdiri dan berjalan sendiri sambil meraba-raba. Sampai, akhirnya ia menabrak kim bum.

“auuwww….” ucap kim bum. kim bum terkejut karena menabrak seorang wanita, tak lain adalah so eun. so eun terus menunduk, rambutnya yang diurai menutupi wajahnya sehingga kim bum tak bisa melihat wajah so eun.

“nona, tak apa-apa?” tanya kim bum. so eun mengangguk dan mencoba berdiri sendiri sambil meraba-raba. Kim bum sedikit heran dengan gerak-gerik so eun.

“so eun, kau tak apa-apa?” tanya yoon.

“maaf.. aku tak sengaja menabraknya” ujar kim bum.

“tak apa-apa. Ayo, kita pulang” ucap yoon. So eun mengangguk dan merapikan rambutnya sambil berjalan dituntun yoon. Kim bum yang merasa ada yang aneh dengan wanita yang ia tabrak barusan menoleh kebelakang dan memandanginya.

“aneh sekali dia.. aku tidak sempat melihat wajahnya pula” gumam kim bum. tiba-tiba, hp nya berdering dan membaca pesan yang masuk dari shin hye.

“aiisshh, geunseok itu” gumam kim bum. “lebih baik, aku kerumahnya sekarang”

___

“rumahmu sepi sekali” ucap geunseok.

“iya. Appa sedang kejepang dan eomma sepertinya sedang pergi keluar, jiyeon masih sekolah” ungkap shin hye.

“kalau begitu aku akan disini saja sampai salah satu orang rumahmu kembali. Aku tak mau meninggalkan wanita sendirian” ucap geunseok.

“hahaha… aku sudah biasa sendiri. Sebentar lagi juga jiyeon pulang” ucap shin hye.

“memangnya, kim bum tak pernah menemanimu jika kau sendiri dirumah?” tanya geunseok.

“tidak.. begitu sampai dirumah aku langsung menyuruhnya pulang” ucap shin hye.

“heh… pacar macam apa itu” ucap geunseok.

“jangan memulainya lagi geunseok. Kenapa kau jadi benci dengan kim bum? aneh sekali” cibir shin hye.

“ kau tak tahu masalah sebenarnya.. jangan pernah mengungkitnya lagi” ucap geunseok kesal.

“tapikan, aku tak suka melihat kalian jadi bermusuhan begini. Sepertinya, kim bum tak pernah berbuat jahat kepadamu” ucap shin hye. Geunseok yang kesal langsung mendorong shin hye sampai ketembok.

“yya, geunseok. Mau apa kau?” tanya shin hye. Geunseok terus mendekatinya.

“kenapa kau selalu saja mengungkitnya?” tanya geunseok frustasi.

“karena aku penasaran” jawab shin hye. Geunseok terus mendekatkan wajahnya kewajah shin hye.

“berhenti mendekat atau aku akan menendangmu” ancam shin hye. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, ia mulai grogi saat menatap geunseok.

“sepertinya kau grogi.. apa karena aku?” tanya geunseok.

“tidak.. kau asal bicara. Untuk apa aku grogi, aku kan ada kim…” belum selesai bicara geunseok langsung mencium bibir shin hye. Bukannya melepaskan ciuman geunseok malah shin hye merasa menikmatinya dan ia hanya terdiam.

“benarkan, kau grogi” goda geunseok.

“tidak, apa yang barusan kita lakukan itu anggap saja tak…” shin hye tak bisa melanjutkan kata-katanya karena ia melihat kim bum berdiri dibelakang dengan tatapan kesal dan amarah.

“kim bum…” ucap shin hye.

“ternyata kalian mempunyai hubungan spesial” ucap kim bum kesal.

“kim bum, kau salah paham. Tadi, itu hanya…”

“hanya apa? Jelas-jelas aku melihat kau menikmati saat pria brengsek ini menciummu. Kau masih bilang ini hanya salah paham” omel kim bum.

“hey, siapa yang kau biang brengsek barusan? Kau mengajakku perang ya?” tantang geunseok.

“tentu saja kau… dasar penghianat” ucap kim bum.

“kau yang pengkhianat” ucap geunseok kesal.

“hey, kalian sudah jangan berkelahi disini. Geunseok kumohon kau pulang sekarang” pinta shin hye.

“baiklah, aku akan pulang. urusan kita belum selesai” ucap geunseok. Kim bum menatap tajam kearah geunseok.

“kita harus bicara kim bum…” ucap shin hye.

“tidak.. aku tak mau lagi bicara denganmu.. hubungan kita selesai sampai disni. Aku kecewa denganmu” omel kim bum.

“kim bum, dengar dulu” teriak shin hye. Kim bum tak meladeni ucapan shin hye dan segera keluar dari rumah shin hye dan masuk kedalam mobilnya.

“brengsek.. ini yang aku takutkan. Sekarang terjadi.. sialan” geram kim bum membanting stirnya.

****

“so eun, aku sudah dengar dari paman yoon kalau ia menawarimu untuk operasi mata. Jadi, kau bersedia kan?” tanya yoona.

“aku tak tahu. lagipula, belum ada donor mata untuku” jawab so eun.

“aku yakin pasti nanti ada” ucap yoona.

“aku tak yakin. Susah untuk mendapatkan donor mata. Lagipula, aku tak mau jika ada orang yang harus meninggal karena mendonorkan matany untukku” ujar so eun.

“jangan bicara begitu.. aku yakin pasti nanti ada seseorang yang akan mendonorkan matanya untukmu” ucap yoona. So eun hanya tersenyum dengan sejuta harapan dapat melihat tanpa harus mengorbankan nyawa seseorang.

___

“jiyeon, kenapa shin hye tidak turun makan malam?” tanya misook.

“tak tahu.. aku sudah mengajaknya makan tapi, ia menyuruhku duluan saja” jawab jiyeon.

“apa dia sedang sakit?” ucap misook.

“mungkin eonni sedang ada masalah” gumam jiyeon.

___

“kenapa dia tidak berhenti menelfonku sih?” gumam kim bum mereject telfon dari shin hye.

“siapa yang kau maksud?” tanya kibum.

“shin hye… daritadi dia terus menelfonku. Benar-benar menyusahkan” ucap kim bum.

“angkat saja, bum. dia mungkin ingin memberi penjelasan” ucap kibum.

“penjelasan apa lagi? aku sudah cukup melihat dengan sangat jelas, tak perlu pakai penjelasan” ucap kim bum kesal saat teringat geunseok dan shin hye. Kibum hanya geleng-geleng kepala.

“kim bum… kenapa kau terus mereject telfon dariku” ucap shin hye sambil menangis.

“shin hye kau memang bodoh. Seharusnya kau menolak saat geunseok menciummu tadi” ucap shin hye sambil menjitak kepalanya sendiri.

Tok tok tok…

“shin hye, eomma boleh masuk?” tanya misook. Shin hye buru-buru mengelap air matanya.

“masuk saja, eomma” ucap shin hye.

“ini eomma bawakan makan malam untukmu.. kau makanlah agar tak sakit” ucap misook.

“ne, terima kasih eomma. Aku akan memakannya nanti” ucap shin hye.

“ada apa denganmu? apa kau punya masalah?” tanya misook.

“annio… aku baik-baik saja. Aku hanya lelah” jawab shin hye.

“yasudah, eomma pergi dulu, kau makan itu” ucap misook. Shin hye mengangguk dan berusaha menelfon kim bum tapi, tak ada hasil.

***

Keesokan siangnya sekitar jam 12an, so eun duduk diruang tamu sambil mendengarkan berita dari radio.

“so eun….” teriak yoona girang.

“ya, yoona. aku diruang tamu” ucap so eun.

“so eun, aku akan mentraktirmu makan hari ini sepuasnya” ucap yoona girang.

“untuk apa mentraktirku? Hari ini aku tak berulang tahun” tanya so eun bingung.

“tadi dosenku memberiku nilai A+ untuk hasil rancanganku” jawab yoona senang.

“wah, selamat ya yoona” ucap so eun.

“ne, gomawo. Yasudah, kalau begitu sekarang kita pergi makan-makan” ajak yoona senang sambil membantu so eun berdiri.

___

Sementara itu, dikampus shin hye duduk tak bersemangat, wajahnya lesu. Geunseok yang melihat keadaan shin hye langsung menghampirinya.

“ada apa denganmu? kau berbeda dari biasanya” tanya geunseok.

“karena kau kemarin kim bum memutuskanku. Aku benci kau” jawab shin hye kesal.

“aku senang mendengarnya. Kau dan kim bum itu memang tak cocok” ucap geunseok tersenyum puas.

“yya, geunseok. Kenapa kau bicara begitu?” tanya shin hye.

“daridulu, aku tak suka kau berhubungan dengannya. Karena dia, aku kehilanganmu” ucap geunseok.

“a..apa maksudmu?” tanya shin hye.

“kenapa kau tak pernah menyadari kalau aku ini mencintaimu. Bahkan, rasa cintaku lebih besar daripada rasa cinta kim bum terhadapmu” omel geunseok.

“a..aku… kenapa kau tak pernah mengungkapkan hal ini kepadaku atau kim bum?” tanya shin hye.

“kenapa? Karena saat aku ingin mengungkapkan perasaanku ternyata kau dan kim bum sudah resmi berpacaran. Apakah kau tahu bagaimana sakitnya hatiku?” tanya geunseok setengah berteriak. Shin hye meneteskan air mata dan terkejut mengetahui kenyataan ini.

Tiba-tiba, hp nya berdering…

“yoboseyo…” ucap shin hye.

“ini aku kim bum.. aku ingin bicara denganmu sekarang. bisa kau datang kerestaurant saphire?” tanya kim bum.

“kim bum… i..iya aku akan kesana kau tunggu aku” ucap shin ye terburu-buru. “maaf geunseok aku harus pergi” ucap shin hye mengelap air matanya. Geunseok langsung menahan shin hye agar tak pergi.

“tidak akan kubiarkan kau pergi menemuinya” ucap geunseok.

“lepasakan aku geunseok” pinta shin hye. Geunseok menarik shin hye dan memasukannya kedalam mobil.

“hey, kemana kau akan membawaku pergi?” tanya shin hye.

“kau diam saja” ucap geunseok memasangkan seatbelt untuk shin hye dan mengunci mobilnya.

“buka pintunya atau aku akan berteriak” ucap shin hye.

“silahkan saja kau berteriak. Aku tetap tak akan melepaskanmu” ucap geunseok melajukan mobilnya kencang-kencang. Shin hye hanya berdoa dan berharap geunseok segera mengubah pikirannya.

****

“kau ingin makan dimana?” tanya so eun.

“mmm… dimana saja. So eun kau tunggu disini ya aku akan ke ATM dulu” ucap yoona. so eun mengangguk dan berdiri dipinggir jalan menunggu yoona.

“sepertinya cuaca hari ini panas” gumam so eun.

“geunseok, berhentikan mobilnya” ucap shin hye. Geunseok tak meladeni perkataan shin hye dan terus ngebut. Shin hye yang habis kesabaran melepas sabuk pengamannya dan berusaha membuat geunseok berhenti mengemudi.

“yya, shin hye apa yang kau lakukan. Singkirkan tanganmu dari kemudi” pinta geunseok. Shin hye terus berebutan untuk memegang kemudi dengan geunseok.

“aku bilang berhentikan” ucap shin hye.

“tidak akan” tolak geunseok.

Mobil yang mereka tumpangi pun jadi oleng-olengan , jalan mobil menjadi kepinggir dan melewati jalur kemudi mobil.

“shin hye…” bentak geunseok.

“lepaskan tanganmu biar aku yang berhentikan mobilnya” ucap shin hye.

“kau ingin buat kita mati ya. Lepaskan” pinta geunseok mendorong shin hye. Shin hye tak habis akal, ia terus menarik tangan geunseok yang sedang mengendalikan jalan mobil yang oleng-oleng.

Mobil yang mereka tumpangi semakin mengarah kepinggiran jalan dan lagi mobil mereka mengarah kepada so eun yang sedang berdiri menunggu yoona dipinggiran.

“shin hye… awas ada orang” teriak geunseok histeris.

“aaahhhhh…….” teriak shin hye saat mobil mereka menabrak so eun. mobil itu pun menjadi berputar-putar dan kehilangan kendali hingga terbalik.

Orang-orang langsung mengerumuni so eun yang terluka parah dan mengerumuni mobil yang terbalik dan menolong penumpangnya.

“so eun, astaga…” teriak yoona berlari. Yoona menangis histeris melihat so eun terluka parah. Kepalanya mengeluarkan banyak darah.

“cepat panggil ambulans” teriak yoona.

___

Sementara itu, geunseok yang masih setengah sadar melihat shin hye tak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah.

“s…shin… hye” ucap geunseok dan tak sadarkan diri.

 

-bersambung-

Sampai sini dulu….

Tunggu part selanjutnya ya…

Jangan lupa comment…

Thx…

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

14 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES (part 2)”

  1. Maria Sativa says :

    org prtma coment ne aq….
    lnjt thor…
    bgs bgt crta na…

  2. leuni says :

    bagus, ak hrp kim bum ga balikan ma shin hye.
    lanjut…………….

  3. bismania luph bumsso says :

    mkin seruuu,…
    lanjut,……….
    jgn lma” yh…….

  4. Helda says :

    Horee#jingkrak2 krna bumppa PUTUS dri shinhye#
    author Satukan Bumsso ya.
    akusuka2 ama Ff.a,Author semangat trus buat ff baru.
    Lanjutkan jgan lama2 ya.
    Hwaiting.

  5. onkyu says :

    perpaduan cerita yang keren chingu…..
    ayo bumsso ketemu lagi….
    gak papa kim bum putus ma shin hye.. hihi….
    lanjut chingu ^^

  6. evi says :

    di post juga ni FF…
    keren…
    ditunggu part selanjutnya…
    okokok

  7. kim in su says :

    lanjut author…
    ngebut yah!

  8. kikey says :

    Huaaa seruuuu, kasian so eun😦 belum ada bagian kim bum sm so eun ya. Part slanjutnya banyakin bagian bumsso ya thor. Ditunggu🙂

  9. kaoru selly SangEun says :

    keran thor ..
    moga-moga so eun eunnie dh dapet pndonor mata ..
    waduh, kok so eun jadi ikutan kecelakaan sih ..?? #protes reader/plaaaaaaakk..😦
    part selanjutnya jngan lama-lama ,, ngebut thor ..😀😀😀
    qu tunggu part selanjutnya🙂

  10. qinqin says :

    agak rumit nih masalahnya,mudah-mudahan cepet teratasi.semangat chingu

  11. kimmify says :

    asikkk akhirnya di update juga. bagus authoor!
    kasian juga kimbum disitu ya
    tapi gimana tuh shinhye sama soeun kecelakaan
    jangan lama2 ya author aku penasaran part selanjutnya
    plis update soon yaaaa! hwaiting!

  12. rizkyapratiwi says :

    waaaahhh …. Keren keren
    Makin seru aja ceritanya
    Ya ampuuunn …. So eun kecelakaaan
    Kasian banget

    Di tunggu next partnya

  13. dina rizky says :

    Akhirx aq bs comment jg coz gara2 internettan aq diputus jd harus lewat HP dech..😦

    wah kasian bgt si soeun kecelakaan moga soeun baik2 saja n dpt melihat…
    senengx bumppa putus sama shin hye…
    author jgn lama2 ya…

  14. kimlili says :

    keren keren next part jangan lama lama donk capek nungu nye ne…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: