MY PRINCESS FROM THE PAST part 2

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Byun Hee Bong, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong

Genre: Romantic/Family/Friendship/Fantasy

Type: Chaptered

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Tak disangka, banyak yang memberikan comment yang baik dipart sebelumnya. jadi, makin semangat membuat kelanjutan ini FF. Hehe..

Langsung baca aja ya….

Part 2

“jadi, ini desanya? Lumayan bagus juga sih pemandangannya tapi terlalu ketinggalan jaman” gumam kim bum menjalankan mobilnya masuk kedalam desa itu. sesampainya, didesa kim bum langsung mencari penginapan yang menurutnya terlihat bagus.

“payah sekali, apa mereka tak memiliki hotel disini?” keluh kim bum.

“tuan, dari seoul ya?” tanya bapak pemilik penginapan.

“i..iya, taruh saja handuknya disitu” jawab kim bum.

“baik, semoga bapak suka berkunjung didesa kami” ucap bapak itu.

“ya, terima kasih” kim bum tersenyum sambil merapikan kopernya. “heh…aku harus segera minta tanda tangan pemilik tanah itu agar aku bisa cepat pulang” ucap kim bum.

___

“jadi, anda ini direktur perusahaan shinhwa itu?” tanya pemilik tanah.

“ya, kenalkan nama saya kim sang bum anda bisa memanggil saya kim bum” jawab kim bum.

“hemm….saya masih bingung akan menanda tanganinya atau tidak”

“ayolah, pak. Ini sangat mengutungkan bagi desa bapak, pengangguran akan sedikit jika anda mau menjual tanah bapak kepada saya. Saya jamin kalau desa ini akan makmur”

“yeobo, terima saja. Lumayan untuk anak kita nanti bekerja jadinya kan tak usah jauh-jauh cari dikota” rayu istri pemilik tanah.

“baiklah, kau bisa meninggalkan dokumen itu disini dan kembali besok. Aku akan memikirkannya semalaman ini”

“oiya, aku mengerti. Khamsahamnida” kim bum segera pergi dari rumah sipemilik tanah.

“kenapa tidak dari dulu saja dia bilang setuju” gumam kim bum. “ sekarang enaknya aku kemana ya?” gumam kim bum.

“kau tahu bar didesa seberang baru saja dibuka. Katanya banyak wanita cantik disana” ucap salah satu penduduk desa kepada temannya. Kim bum yang mendengarnya langsung tersenyum senang dan pergi menjalankan mobilnya menuju desa sebrang.

Kim bum terus berada dibar sampai tengah malam, setelah puas bersenang-senang dibar kim bum segera pulang kepenginapan. Namun, ditengah jalan ban mobilnya bocor.

“ahh, kenapa bisa bocor disini sih?” omel kim bum. “sial sekali aku disini” gumam kim bum. kim bum pun berniat meminta tolong warga namun, karena sudah malam ia tidak melihat banyak penduduk disekitar desa.

kim bum pun berjalan disekitar desa itu mencari penduduk yang belum tertidur. Ia melihat bayangan seseorang sedang berjalan, kim bum segera mengejar bayangan itu untuk meminta bantuan.

Tapi, orang itu malah lari karena takut melihat kim bum yang mengejarnya.

“hey, tunggu aku mau minta tolong….” teriak kim bum.

“kkkyyyyaaaa….tolong ada maling…maling” teriak orang yang dikejar kim bum yang ternyata adalah ibu-ibu.

“mwo? Maling? Bu, saya bukan maling” teriak kim bum.

“tolong, ada maling….” teriak ibu itu kearah pos ronda.

Penduduk yang sedang bertugas menjaga desa mendengar teriakan wanita itu.

“tolong saya, laki-laki itu maling. Dia mengejar saya daritadi…” teriak wanita itu.

Penduduk yang sedang bertugas itu segera mengejar kim bum berbondong-bondong.

“hey, berhenti kamu maling” teriak salah satu penduduk.

Kim bum yang kaget karena dikejar dan disangka maling langsung berlari sekencang-kencangnya.

“yya, aku bukan maling… kalian salah paham” ucap kim bum sambil berlari.

“maling…maling….” penduduk itu mengetuk-ngetuk kayu menandakan bantuan warga.

“aiya, bisa dikeroyok satu kampung kalau begini” ucap kim bum. kim bum berlari kencang dan tak sengaja tersandung batu didepan kuil.

“aauuuww….kakiku, sialan…aku tak pernah mau kesini lagi” ucap kim bum merintih kesakitan.

“malingnya disitu…” tunjuk penduduk.

Kim bum yang terjejut langsung bangkit berdiri dan bersembunyi dibalik kuil. Setelah penduduk itu tak kelihatan lagi, kim bum segera keluar dan berjalan mencari penginapannya. Namun, ia tersesat dan malah berjalan kearah pohon-pohon didekat kuil itu.

“aiisshh, aku lupa jalan pulang” gumam kim bum. kim bum yang sudah tak tahan dengan kakinya yang sakit karena terkilir memutuskan singgah dibawah pohon tanpa melihat palang yang betuliskan “dilarang mendekati pohon ini” . Kim bum berseder dibawah pohon itu sambil memegangi kakinya.

“omo….ada namja tampan…sepertinya ia sedang terluka” gumam so eun. “aah, andai aku bisa keluar dari pohon ini pasti aku bisa mengobatinya” gumam so eun.

“heh…lain kali aku tidak mau singgah didesa seperti ini. Sudah ban mobil bocor, disangka maling sekarang kakiku terkilir dan aku harus duduk dibawah pohon tua ini. Kim bum, nasibmu memang sungguh jelek” gumam kim bum. saat sedang memijit kakinya, matanya menangkap sebuah cahaya kecil dari dekat pohon yang ia singgahi.

Kim bum menyipitkan matanya dan melihat setangkai bunga kecil namun berwarna cerah dimalam hari.

“bunga apa ini? Aneh sekali menyala didalam kegelapan” gumam kim bum melihat bunga itu dengan teliti. Ia langsung teringat kata-kata jiyeon : “oppa, jika ada benda menarik bawakan untukku ya” .

“kupetik saja bunga ini, jiyeon pasti suka melihatnya” gumam kim bum memetik bunga itu dan menaruhnya didalam saku jasnya.

“heh…sepertinya aku kelelahan karena berlari…untuk malam ini aku akan tidur dibawah pohon” ucap kim bum dan jatuh tidur terlelap.

****

Pagi harinya, cahaya matahari serasa menusuk matanya yang tidur nyenyak….

“ahh, aku masih ngantuk” omel kim bum mengucek matanya. Ia membuka matanya perlahan-lahan dan melihat bayangan wanita didepan wajahnya.

“Astaga, kim bum, berani bertaruh aku pasti masih bermimpi karena melihat seorang gadis cantik didepan wajahku” ucap kim bum tersenyum sambil mengucek matanya lagi.

Ia membuka matanya lebar-lebar dan melihat so eun sedang menatapnya…

“annyeonghaseyo…” sapa so eun.

“wwaaaaaa…..” teriak kim bum kaget.

“ssttt…..kau tidak sopan berteriak didepan wanita apalagi putri sepertiku. Jika, raja tahu mungkin kau akan dihukum” ucap so eun.

“mwo? Putri? Raja?” ucap kim bum. “aahh, aku sedang bermimpi…aku tahu ini mimpi” gumam kim bum sambil menampar pipinya sendiri. So eun menatap bingung melihat tingkah kim bum.

“kenapa dengan namja ini? Dia memukul wajahnya sendiri” ucap so eun dalam hati.

“aauuwww….sakit sekali” teriak kim bum.

“sssttttt…..jangan berteriak. Apa tak cukup kuberitahu sekali ya?” tanya so eun.

“mwo? Yya, kau ini siapa? Kenapa kau ada didekatku begitu aku bangun?” tanya kim bum.

“sebentar…” ucap so eun maju mendekati kim bum.

“yya, kenapa kau dekat-dekat begitu kepadaku? Kau mau apa?” tanya kim bum.

“sebentar…” ucap so eun semakin mendekat. Kim bum yang terkejut langsung menutup matanya.

“Tuhan lindungi aku…” ucap kim bum dalam hati.

“pipimu merah…sepertinya kau memukul pipimu terlalu kencang” ucap so eun mengelus pipi kim bum yang merah.

Kim bum yang terkejut mendengar kata-kata so eun langsung membuka matanya dan menjauh dari so eun.

“Wae? Maksudku kan baik agar pipimu tak sakit” ucap so eun.

“gadis aneh….kau ini siapa sebenarnya? Untuk apa kau dekat-dekat denganku? Dan, lagi kenapa kau pakai baju seperti itu? memangnya hari ini ada perayaan tahun baru sehingga kau memakai han bok?” tanya kim bum.

“aahh, aku lupa. Mianhae, aku tak sopan dan tak sempat memperkenalkan diri. Annyeonghaseyo, so eun ibnida. Aku putri kerajaan kedua dari raja dan ratu kim. Salam kenal…” ucap so eun sopan. Kim bum sempat melotot melihat so eun memperkenalkan dirinya secara formal.

“heh…mimpi, aku pasti bermimpi, iya, mimpi” gurau kim bum.

“yya, mimpi? Mimpi? Mimpi? Kenapa kau terus bilang begitu? ini bukan mimpi, ini nyata” ucap so eun.

“nyata? Tidak mungkin….heh….sepertinya, didesa ini ada yang salah” ucap kim bum.

“hey, namja…apakah kakimu sudah membaik?” tanya so eun.

“hah? Kaki? Kakiku baik-baik saja” jawab kim bum sambil menggerakkan pergelangan kakinya. Ia teringat kalau kemarin kakinya terkilir dan sekarang sudah membaik. “ini nyata, kakiku kan memang terkilir” gumam kim bum pelan.

“baguslah, untung pijatanku ampuh” ucap so eun.

“pijatan? Yya, apa yang kau lakukan saat aku tidur?” tanya kim bum.

“aku memijit kakimu…dulu, aku diajari memijit kalau ada seseorang yang kakinya terluka oleh pengasuhku dan sekarang ajarannya berguna” jawab so eun senang.

“pengasuh? Gadis aneh” gumam kim bum. “yya, dimana kau tinggal? Kenapa kau bisa menemukanku?” tanya kim bum.

“aku tinggal disitu” tunjuk so eun kepada pohon yang menjadi sandaran kim bum.

“pohon tua ini? Kau tinggal disini? hey, jangan bercanda…aku bicara serius” ucap kim bum.

“aku tidak bercanda….500 tahun aku tinggal disitu”

“mwo? 500 tahun? Hah? 500 tahun? Kau ini gadis tak waras ya? Kau bilang 500 ratus tahun?” tanya kim bum.

So eun manggut-manggut… kim bum memerhatikan penampilan so eun yang seperti anggota kerajaan yang pernah ia lihat difilm-film sejarah korea.

“ahhh, aku lupa mengucapkan terima kasih kepadamu. Namja, khamsahamnida” ucap so eun menundukkan kepalanya.

“terima kasih untuk apa?” tanya kim bum heran.

“karena kau sudah mengeluarkanku dari pohon itu” jawab so eun. “hem…500 tahun aku tinggal didalam pohon tua itu, rasanya sangat membosankan dan sekarang aku bisa menghirup udara sejuk” ucap so eun.

“mengeluarkanmu? Kau salah aku tak mengeluarkanmu bagaimana bisa aku mengeluarkanmu”

“dengan bunga itu” tunjuk so eun membuka jas kim bum.

“yya, apa yang kau lakukan?” tanya kim bum.

“kau memakai pakaian apa sih? Kenapa banyak sekali saku dibajumu?” tanya so eun sambil meraba-raba jas kim bum.

“yya, kenapa kau pegang-pegang aku seperti itu?” tanya kim bum salting.

“diamlah, ahh ini dia…” so eun mengeluarkan setangkai bunga dari jas kim bum.

“bunga aneh itu? kenapa dengan bunga itu memangnya?” tanya kim bum.

“karena kau memetik bunga langka ini makanya kau bisa mengeluarkanku dari pohon tua itu” jawab so eun.

“mwo? Bagaimana bisa hanya memetik bunga saja aku bisa mengeluarkamu?” tanya kim bum penasaran. “aahh,tunggu kenapa aku jadi asyik ngobrol dengan gadis aneh ini” fikir kim bum.

“bunga ini tidak bisa ditemukan orang semudah itu. Kau tahu aku menunggu selama 500tahun ada yang bisa memetik bunga ini namun, tidak ada pernah satu orangpun yang bisa menemukan bungai ini didekat pohon itu” ungkap so eun sambil memainkan bunga yang dipetik kim bum.

“mwo?? Bagaimana bisa tidak ada yang menemukannya? Bunga itu saja bercahaya saat malam hari”

“mungkin karena tidak ada yang berani mendekati pohon itu makanya tidak bisa menemukannya” gumam so eun.

“tidak bisa mendekati? Gadis aneh, aku bisa-bisa gila jika terus bicara dengannya” kim bum perlahan-lahan jalan mundur berniat melarikan diri namun saat berjalan mundur dia malah tersandung palang didekat pohon itu.

“namja, kau baik-baik saja?” tanya so eun membantu kim bum bangun.

Kim bum terkejut begitu membaca palang yang ia tabrak.

“DILARANG MENDEKATI POHON INI” ucap kim bum. “mwo? Dilarang? Kenapa aku tak lihat palang ini?” ucap kim bum.

“apa kau makhluk halus? Maafkan aku, aku akan menaruh sesajen dipohon itu agar kau bisa beristirahat dengan tenang” ucap kim bum memohon ampun.

So eun malah tertawa geli mendengar kata-kata kim bum. kim bum yang ditertawai merasa dia dianggap gila karena diteratwakan oleh so eun.

“yya, kenapa kau tertawa? Apa yang lucu? Aku akan menaruh sesajen dipohon itu  sekarang cepat kembali kealammu” ucap kim bum.

“kau sungguh lucu….aku ini manusia bukan makhluk halus” ucap so eun.

“lucu? Tidak pernah ada wanita yang bilang aku lucu” ucap kim bum dalam hati.

“kenapa kau melamun? Apakah kau masih merasa ini mimpi?” tanya so eun.

“tidak, aku tak melamun. Sudahlah, aku mau kembali kepenginapan saja. Kau kembali sana kedalam pohon” ucap kim bum. so eun malah diam dan mengikuti kim bum.

“yya, kenapa kau mengikutiku? Sudah kubilang kembali sana kedalam pohon” ucap kim bum.

“aku tidak bisa kembali kesana lagi.. kaukan yang mengeluarkanku jadi, kau harus bertanggung jawab kepadaku” ucap so eun.

“mwo? Tidak, kau minta orang lain saja yang tanggung jawab” ucap kim bum. so eun malah menangis kencang.

“yya, kenapa kau menangis? Adduh, diamlah” ucap kim bum.

“tanggung jawab….kalau tahu begini harusnya aku tinggal didalam pohon saja beribu-ribu tahun” tangis so eun.

“iyiya, aku tanggung jawab…eng.. yasudah, kau ikut aku saja sekarang” ucap kim bum. so eun langsung berhenti menangis dan tersenyum. Kim bum dan so eun berjalan diam-diam agar penduduk tak ada yang tahu karena penampilan so eun yang mencolok. Syukurlah, jalanan desa masih sepi. Tanpa disadari, seorang biksu keluar dari kuil dan sekilas melihat so eun dan kim bum berjalan bersama dari tempat pohon yang dilarang. Biksu itu menyipitkan matanya dan mengucek matanya agar yakin tak salah lihat. Biksu itu memberanikan diri berjalan dekat pohon yang dilarang itu, ia terkejut melihat palang yang ada dipasang sedikit bengkok seperti habis ditabrak.

“apakah laki-laki itu baru saja dari pohon ini?” gumam biksu itu.

*****

“hemm…hp kim bum oppa tak aktif” ucap jiyeon.

“tidak aktif?” tanya kakek.

“ya, kek. Aku sudah menghubunginya tapi tak aktif selalu dialihkan kekotak suara” jawab jiyeon.

“mungkin, hpnya low” ucap hyun joong.

“benar, kek. Lagipula pagi-pagi begini sudah menelfon kim bum segala pasti dia masih tidur” ucap minho.

“ahh, kau ini…kakekkan ingin memastikan apakah pemilik tanah itu setuju atau tidak” ucap kakek.

“dasar kakek tak sabaran sekali” ucap minho.

___

“yya, tuan putri kau diam saja disini, aku mau pergi mandi” ucap kim bum. So eun manggut-manggut saja.

So eun terus duduk dibangku sambil menunggu kim bum selesai mandi. So eun memerhatikan benda yang ada dipenginapan itu. so eun melihat tv dan mendekatinya.

“aigoo. Benda apa ini? Besar dan keras” ucap so eun sambil mengetuk tv itu. so eun lalu memencet tombol power untuk menyalakan tv.

“aaisshh, kenapa ada manusia didalam benda ini?” ucap so eun kaget dan segera mematikannya. Tiba-tiba, ia mendengar bunyi aneh diatas meja.

Ddddrrrrtttt~~~

“uhh, bunyi apa itu?” gumam so eun. so eun melihat benda yang bergetar diatas meja. “apa ini bergerak-gerak?” ucap so eun. so eun mengambil hp kim bum dan mengangkatnya.

“yya, kim bum kenapa hpmu baru aktif sekarang? kau tahu kakek sangat penasaran dengan hasilnya. Bagaimana hasilnya?” tanya kakek ditelfon sambil teriak-teriak.

“uuhhh, benda ini mengeluarkan suara keras sekali…” ucap so eun.

“yya, kim bum kenapa kau diam saja?” omel kakek.

“ssstttt….kata raja tidak boleh teriak-teriak tidak sopan, kalau raja tahu nanti aku bisa kena hukuman” ucap so eun.

“hukuman? Raja? Kenapa suara wanita?” ucap kakek.

“wah, kim bum itu tidak didesa atau dikota wanitanya juga diembat” ucap minho.

“siapa ini? Dimana kim bum?” tanya kakek,

“kim bum? nama namja yang sedang mandi?” ucap so eun.

“mandi? Yya, ini siapa? Aku ingin bicara dengan cucuku” pinta kakek.

So eun langsung menutup telfon kim bum dan menaruhnya diatas meja.

“benda aneh…berteriak dan marah-marah” gumam so eun.

“apa yang kau ucapkan tadi?” tanya kim bum begitu selesai mandi.

“tidak ada….” jawab so eun.

Kim bum memerhatikan penampilan so eun…

“kalau aku berjalan dengannya sangat mencolok sekali. sebaiknya, aku membelikannya baju yang benar” ucap kim bum.

“tuan putri, kau tunggu disini dan jangan berani keluar dari kamar ini kalau aku belum kembali. Kau mengerti?” tanya kim bum.

“ne….aku tahu” ucap so eun duduk tenang dibangku.

“baguslah, kalau ia menurut. Ah, aku harus mengambil surat persetujuan itu” ucap kim bum.

****

“ini dokumennya, setelah saya pikirkan akhirnya saya setuju untuk menandatanganinya” ucap pemilik tanah itu.

“ahh, ne…khamsahamnida. eng…bisa aku minta bantuanmu? Ban mobilku bocor kemarin malam dan aku meninggalkannya didekat gerbang desa apa kau bisa meminta bantuan penduduk untuk mengganti banku?” tanya kim bum.

“aku bisa menggantinya, kau tenang saja. Tapi, apa mobilmu tidak apa-apa ditinggal? Kudengar kemarin malam ada maling” ucap pemilik tanah.

“maling? Hahaha…mungkin tidak apa-apa. Pasti masih ada” ucap kim bum. “tentu saja masih ada, mana mungkin aku mencuri mobilku sendiri” ucap kim bum dalam hati.

Setelah, ban mobilnya diganti kim bum segera mencari baju untuk so eun dan mencari makanan untuk dirinya dan so eun.

“apakah baju ini tidak aneh?” tanya so eun.

“ohhh….ternyata pas untukmu. Tidak, ini tak mencolok justru pakaianmu yang itu yang mencolok” tunjuk kim bum.

“wae? Itukan baju kerajaan, perlu waktu lama untuk menjahit pakaian itu. kau tahu para dayang harus tidak tidur untuk membuatkannya” ucap so eun.

“para dayang? Oh, oke. Sudah, sekarang kau makan saja, selama 500 tahun aku yakin kau tak pernah makan, benarkan?” ucap kim bum.

So eun mengangguk dan mengambil makanan yang diberikan kim bum.

“namja, ini apa? Kenapa bentuk segitiga?” tanya so eun.

“i..itu sandwich. Kau tidak pernah makan? Ah, aku lupa jaman dulu tidak kenal sandwich. Lupakan, sekarang kau makan ini” kim bum menyerahkan sandwich kepada so eun.

So eun memerhatikan sandwich itu dan membuka bungkusnya lalu, memakannya langsung sampai habis.

“kau lapar ya? i..ini makan punyaku juga” ucap kim bum.

“annio…..aku dilarang memakan makanan sisa” ucap so eun.

“mwo? Makanan sisa? Tapi, aku baru memakannya sedikit enak saja kau bilang ini makanan sisa” omel kim bum.

“sama saja, makanan yang sudah dimakan orang lain adalah makanan sisa bagi kerajaan dan itu sangatlah dilarang” ucap so eun.

“yasudah, kalau begitu aku tidak jadi menawarkannya kepadamu” ucap kim bum. so eun memerhatikan barang-barang kim bum mulai dari hp sampai koper kim bum.

“apa yang kau perhatikan?” tanya kim bum.

“benda itu aneh…” tunjuk so eun kepada hp kim bum.

“ini? Ini handphone…kau tahu handphone kalau ada bunyi trililit kau pencet warna hijau ini dan bilang ‘yoboseyo’ setelah itu kau bicara dengan orang yang menelfonmu lalu kau pencet tombol merah ini, kau tahu?”

“tidak, aku tidak tahu” ucap so eun polos.

“ahh, iya, cape hati aku bicara denganmu” ucap kim bum.

“itu, karung besar itu apa?” tanya so eun menunjuk koper kim bum.

“itu koper atau kau bisa menyebutnya tas saja. Untuk menyimpan semua baju-bajumu dan barang-barangmu saat berpergian” jawab kim bum.

“hemm….barang-barangmu aneh semua” gumam so eun.

“tuan putri, kenapa kau bisa tinggal didalam pohon?” tanya kim bum.

“oh itu, ceritanya panjang. Biksu disini sering menceritakan kisahku kepada penduduk didesa disini. kau tanyakan saja kepada biksu” jawab so eun.

“intinya saja kenapa kau tinggal didalam pohon selama 500 tahun?” tanya kim bum.

“saat, aku  kabur dari istana aku bertemu dengan seorang kakek tua dan saat aku bilang aku ingin mencari cinta sejatiku dia bilang aku harus menunggunya lama sekali tapi, didalam pohon dan aku akan bisa bebas dari pohon itu jika, ada laki-laki yang berhasil memetik bunga langka itu” cerita so eun.

“dan, laki-laki itu aku?” tunjuk kim bum. so eun tersenyum dan mengangguk.

“hoh…seperti dongeng saja” gumam kim bum.

“namja, kau tidak akan mengembalikanku kedalam pohon lagikan?” tanya so eun.

“tidak mungkin aku mengembalikanmu, tahu caranya saja tidak” jawab kim bum. so eun ingat perkataan kakek itu kepadanya kalau bunga yang dipetik itu bisa saja mengembalikannya kedalam pohon, ia segera menaruh bunga disaku bajunya.

“ Dan lagi, jangan panggil aku dengan sebutan namja aku juga punya nama. Kim bum itu namaku” ucap kim bum.

“kim bum? nama yang aneh” gumam so eun.

“mwo? Kau bilang aneh?” omel kim bum.

“bum-ah, mulai sekarang aku akan memanggilmu bum-ah” ucap so eun tersenyum.

“yah, terserahmu saja mau memanggilku apa” ucap kim bum.

“ahh, bum-ah….gomawo…bum-ah, gomawo” ucap so eun senang. Kim bum tersenyum melihat tingkah so eun yang seperti anak kecil.

Dddrrrttt~~

Hp kim bum bergetar dan so eun terkejut mendengar hp kim bum bergetar lagi, kim bum tersenyum geli dan mengangkatnya.

“yoboseyo, kibum” ucap kim bum.

“yya, bagaimana? Kau sudah berhasil?”

“ya, dia setuju”

“nice job….kau masih didesa?”

“ya, sebentar lagi aku pulang. kau sendiri sampai kapan dibusan?”

“belum tahu, aku sekalian jalan-jalan dengan yoona”

“yya, dasar kau mengambil kesempatan dengan liburan bersama pacarmu”

So eun memerhatikan kim bum yang bicara dengan seseorang ditelfon dengan lancar dan santai. “apakah benda itu tidak berteriak seperti tadi?” fikir so eun.

Kim bum yang sadar kalau so eun sedang menatapnya dengan tatapan aneh langsung tersenyum.

“kibum, aku akan menelfonmu lagi nanti” kim bum menutup telfonnya. “apa yang kau perhatikan?” tanya kim bum.

“apakah benda itu tak berteriak?” tanya so eun.

“berteriak? Maksudmu bersuara? Ya, bersuara kalau tidak bersuara aku tidak mungkin bercakap-cakap” jawab kim bum.

“ohh, jadi harus berteriak baru bisa mengobrol” gumam so eun mengangguk.

“hahaha…yya tuan putri kau sungguh unik. Sudah siang, ayo ikut pulang denganku” ajak kim bum.

“pulang kemana? Tidak kedalam pohon kan?” tanya so eun.

“tidak, pulang keseoul denganku” jawab kim bum.

“seoul? Hem…apa itu?” fikir so eun.

“sudalah, ayo” ajak kim bum.

“benda apa ini?” tunjuk so eun kemobil kim bum.

“ini mobil…” jawab kim bum.

“mobil? Dimana kereta kudanya? Kita akan pulang kan?” tanya so eun.

“kereta kuda? Tuan putri, sekarang tenaga kuda sudah tidak dibutukan, jaman sekarang ini tenaga mesin yang dibutuhkan kalau pakai tenaga kuda bisa berpuluh-puluh tahun kita sampai diseoul” jawab kim bum.

“ohhh….aku tak mengerti tapi, aku iyakan saja” gumam so eun.

“masuklah…” ajak kim bum. so eun duduk didalam mobil, kim bum tersenyum melihat so eun, ia pun mendekatkan dirinya kepada so eun.

“apa yang kau lakukan?” tanya so eun.

Kim bum tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman kepada so eun.

“kau harus pakai ini agar terlindungi dari bahaya” ucap kim bum.

“kalau tidak pakai ini bisa bahaya?” tanya so eun.

“ya semacam begitulah” ucap kim bum. “nah, tuan putri kita siap berangkat” ucap kim bum menjalankan mobilnya.

Sesampainya didepan rumah kim bum segera mematikan mesin mobilnya.

“tuan putri ayo kita turun…” ucap kim bum. tapi, tidak ada sautan dari so eun. kim bum menoleh dan melihat so eun tertidur.

“tuan putri? Kau tidur ya?” ucap kim bum. “hem…sebaiknya aku tak bangunkan dia. Selama 500 tahun ia mungkin tidak tidur” gumam kim bum. kim bum pun menggendong so eun masuk kedalam rumahnya.

“aiggo…kim bum, kenapa kau membawa seorang gadis kerumahku?” omel kakek.

“ssttt….jangan berteriak nanti dia marah-marah dan terbangun, aku akan membawanya kekamar kosong dan membaringkannya dikasur” ucap kim bum. kim bumpun membawa so eun naik kelantai 2 dan membaringkannya dikasur.

“hareboji, apakah itu wanita yang bicara ditelfon tadi?” tanya jiyeon.

“sepertinya begitu” jawab kakek.

“jangan ada yang mengganggunya ya, sudah lama ia tidak tidur jadi jangan ada yang membangunkannya” ucap kim bum.

“oppa, siapa gadis itu?” tanya jiyeon.

“dia? Dia tuan putri…bersikaplah yang baik didepannya jiyeon dan kakek jangan berteriak didepannya” ucap kim bum memperingatkan.

Jiyeon dan hee bong hanya mengangguk mengerti.

“kim bum, kau sudah pulang? aku ingin mengajakmu ke….” teriak minho.

“sstttt….jangan berteriak…” ucap kakek dan jiyeon

“mwo? Biasanya juga kakek berteriak” gumam minho bingung.

Saat makan malam…

“kakek, bukankah kim bum sudah pulang? kenapa dia tidak turun?” tanya hyun joong.

“ya, daritadi aku tak melihatnya. dia sudah pulangkan?” tanya minho.

“ya, sebentar lagi juga dia turun” jawab kakek.

So eun terbangun ditempat tidur dan kebingungan ada dimana dia.

“mmm….ini dimana? Ohh, aku tidur dimana ini? Empuk sekali seperti” gumam so eun bingung. Kim bum masuk dan tersenyum melihat so eun sudah bangun.

“bagaimana tidurmu tuan putri?” tanya kim bum.

“nyenyak walaupun belum senyenyak jika, aku tertidur 500 tahun” jawab so eun.

“hahaha….kakekku akan mengira kau meninggal jika, kau tidur 500 tahun” ucap kim bum.

“mmmm…kakek?” tanya so eun.

“ya, kakek. aku tinggal dengan kakek dan ketiga sepupuku dan 1 adik perempuanku” jawab kim bum.

“keluargamu banyak juga ya, seperti keluarga kerajaan” ucap so eun.

“ya, begitulah. Kau laparkan? Ayo, makan” ajak kim bum. so eun mengangguk dan segera ikut kim bum keruang makan.

Saat kim bum dan so eun tiba diruang makan, minho dan hyun joong terkejut melihat kim bum membawa seorang wanita karena tidak pernah sekalipun kim bum membawa wanita masuk kedalam rumah apalagi mengajaknya makan.

“tuan putri, ini keluargaku, itu kakekku, yang berambut keriting itu namanya minho , pria yang disebelahnya itu hyung joong dan gadis itu adikku, jiyeon. sebenarnya ada satu lagi, tapi dia sedang keluar negri” ucap kim bum.

“ohh….annyeonghaseyo…perkenalkan namaku kim so eun. kalian semua bisa memanggilku so eun” ucap so eun lembut.

Semua yang ada diruang makan langsung terkejut mendengar cara bicara so eun yang halus dan sopan.

“hareboji, annyeonghaseyo….maafkan aku telat memperkenalkan diri secara sopan kepadamu. Kalau raja tahu bisa-bisa dia menceramahiku nanti” ucap so eun.

“ne….tidak apa-apa. Kau gadis yang sopan dan cantik” ucap kakek tersenyum ramah.

“tuan putri ayo duduk dan makan” ucap kim bum menyuruh so eun duduk disebelahnya.

“tuan putri? Sejak kapan kim bum menyebut nama wanita dengan sebutan tuan putri” gumam minho pelan.

“tuan putri makan ini, sup ini juga enak kau makanlah juga” ucap kim bum.

“ne…khamsahamnida bum-ah” ucap so eun.

“bum-ah?” minho dan hyung joong langsung bertatapan bingung.

“aku selesai…terima kasih atas makanannya. Hareboji semuanya khamsahamnida” ucap so eun.

“ne…cheonmaneyo” ucap kakek.

“kau namja berambut aneh…” ucap so eun.

Minho langsung melotot begitu so eun bicara kepadanya.

“kau bicara kepdaku?” Tanya minho.

“daritadi, kuperhatikan saat makan kau terus membesarkan matamu. Kau tahukan kalau itu tidak baik dan bukan tata krama yang baik. Lain kali jangan kau ulangi lagi, saat makan juga jangan banyak bicara nikmati makanan yang sudah dihidangkan dan satu lagi saat makan juga jangan banyak mengecap itu tak baik” celoteh so eun.

“ya, aku mengerti” ucap minho. Kim bum, hyung joong dan jiyeon langusng tersenyum geli begitu mendengar so eun menceramahi minho.

“kim bum, nanti kau temui kakek diruang kerja kakek ya” ucap kakek.

“ya, kek. Tuan putri ayo kekamarmu” ajak kim bum.

“wah, sudah lama sekali aku tidak melihat oppa bersikap lembut dan sopan kepada wanita” ucap jiyeon.

“huh…dimana sih kim bum menemukan gadis bawel seperti itu. sepertinya cara makanku sudah baik” gumam minho.

“heh…sudah diceramahi masih saja keras kepala” ucap hyung joong.

*****

“kakek, ingin bicara apa denganku?” tanya kim bum. “mengenai surat ini pemilik itu sudah setuju kok” ucap kim bum.

“ya, kerja bagus. tapi sebenarnya bukan itu yang ingin kakek bicarakan denganmu. tapi, mengenai gadis yang bernama kim so eun itu” ucap kakek.

“tuan putri? Kenapa dengannya?” tanya kim bum.

“darimana gadis itu berasal?” tanya kakek.

Kim bum bingung mau jawab apa, tidak mungkin ia cerita kalau so eun berasal dari kerajaan  yang bersemayam didalam pohon selama 500tahun.

“ceritanya panjang, kek. Aku tidak bisa bilang sekarang. tapi, kakek tenang saja dia bukan gadis sembarangan” jawab kim bum.

“ya, kakek tahu…kelihatan sekali dari tingkah lakunya yang menunjukkan kalau dia itu berasal dari keluarga baik-baik. Apakah dia akan tinggal disini?” tanya kakek.

“ya, itupun kalau kakek tak keberatan”

“tentu saja kakek tak keberatan. Semakin banyak orang semakin bagus bukan”

“terima kasih kek. Aku mau pergi kekamarku dulu” ucap kim bum.

****

“wah, kasurnya empuk sekali, tempat tidur diistana kalah empuk dengan tempat tidur dirumah bum-ah” ucap so eun sambil loncat-loncatan dikasur.

Tok tok tok….

“boleh aku masuk?” tanya jiyeon.

“masuk saja” jawab so eun tersenyum senang. “silahkan duduk” ucap so eun.

“i..iya, aku hanya ingin memberikan baju tidur untuk….”

“so eun…namaku so eun”

“ne…so eun eonni”

“ahh, aku suka kau menyebutku eonni. Sudah lama sekali aku ingin memiliki adik perempuan” ucap so eun gembira.

“hah? Memangnya eonni tidak punya adik?” tanya jiyeon.

“punya tapi, laki-laki dan lagi dia itu penakut masa naik kuda saja tidak mau” jawab so eun.

“naik kuda? Ohh, begitu ya. Yasudah, aku hanya ingin memberikan eonni baju tidur karena kim bum oppa yang menyuruhku” ucap jiyeon.

“bum-ah? Bum-ah yang menyuruhmu? Aku akan mengucapkan terima kasih nanti kepadanya” ucap so eun.

“ne…eonni sopan sekali ya jarang loh kim bum oppa membawa wanita kerumah bukannya jarang tapi tidak pernah” ucap jiyeon.

“hemm?? Memangnya bum-ah punya banyak selir?” tanya so eun polos.

“selir? Annio, bukan itu maksudku tapi kekasih” jawab jiyeon.

“kekasih? Bum-ah sudah punya kekasih?” tanya so eun.

“tidak, dia tidak punya. Dia suka berganti-ganti pacar makanya tidak jelas siapa pacarnya. Memangnya eonni bukan pacarnya kim bum oppa?” tanya jiyeon.

“kau membuatku malu saja, jiyeon. aku tidak tahu…” so eun langsung menutup wajahnya yang panas.

“hahaha…eonni sangat lucu pantas saja kim bum oppa baik kepadamu” ucap jiyeon. “eng…eonni sudah malam sebaiknya aku segera pergi tidur dan eonni cepatlah pergi tidur” ucap jiyeon.

“ne…selamat malam, khamsahamnida jiyeon” ucap so eun.

“ya, sama-sama” balas jiyeon.

Setelah jiyeon keluar, so eun pun segera naik ketempat tidurnya dan memejamkan matanya sambil tersenyum senang.

…..

bersambung

kalau ceritanya sulit dimengerti mohon dimaafkan… author memang sedikit aneh. Wkwkwk. Jangan lupa meninggalkan comment…

 

 

PS: untuk author ff ini, mohon maaf foto2nya tidak kami masukkan karena ada peraturan baru soal foto ff, silakan baca HOW TO JOIN ya ^^ gomawoyo~~~

Tags: , , , , ,

37 responses to “MY PRINCESS FROM THE PAST part 2”

  1. Yunie sipenyuka hijau says :

    Wah keren kocak ,saya selalu tertawa membaca’a
    Hahahaaa kocak beud ni ff but i like it
    Ditunggu part slanjut’a

  2. rizkyapratiwi says :

    hahahahah … gak kok negrti2
    malah gokil ni ceritanya … sumpah so eun polos banget malah s kim bum pake ketularan lagi …
    lanjuuuuttt thor … d tunggu next part

  3. miu says :

    d’tunggu part berikutya

  4. luph bumsso says :

    ini cerita gokil dah
    authornya imajinasinya tinggi bgt pst hbs baca dongeng ? hehe
    lanjut ya post ffnya jgn lama2 penasaran nih hehe
    author daebak:)

  5. AnnisaHourai says :

    Saiia suka bgt dngn ceritax^^
    ok thor lanjutkan!

  6. heat says :

    akhirnya keluar juga. Dah ditunggu-tunggu loh

  7. Ranie says :

    Akhirnya keluar jg lanjutannya..
    Q kira harus nunggu 500th dlu..
    Next chapt-nya ditunggu ych..

  8. nyun says :

    akhirnyaaaa bisa baca lg kelanjutannya,
    g bisa bayangin tuh, muka so eun pas ngetok2 tv ga jelas…
    wkwkwkwk
    lanjutin ya author, banyakin kocaknya aja yg bikin ngakak*reader byk maunya
    jgn lamalama ya posting lnjutannya…
    hwaiting!!!!

  9. Lisma Kim-eun says :

    Waa
    stlah z dah mnunggu2 slma b’bulan2 akhirx nhe ff d post jj !
    Crtax kren+kocak abizz

  10. Kaoru selly sangeun says :

    Akhirnya skian lma menunggu ff eon evi yg ini akhirnya dteng jga …
    Daebak ffnya .. Awal saiia fikir knapa ni ff gx pke gambar ternyata sma adminnya gx di msukin gambar ..
    Kocak bnged dh critanya .. Ngakak mulu😀 ..
    Kirain ni ff mw berbau misteri gitu😉 ternyata comedy toh🙂 ..
    Eon next part qu tunggu yach🙂 .. Hwaiting !!

  11. rani says :

    akhirnya ff yg ditunggu update jg,, bgus author ceritanya,, updatenya jgn lama2 ya hehe

  12. anya says :

    Akhirnya FF bumsso lanjut lagi ^^. ceritany lucu, bagus dan ditunggu part selanjutnya🙂

  13. dian permata says :

    DAEBAK! bikin penasaran aja. lanjut thor… jgn lama2 ya

  14. Maria Sativa says :

    wah akhir na kluar jg ne FF…
    dh lma tunggu ne ff
    lnjtn na jgn lma” ya thor……..

  15. ashillach says :

    Lucu-lucu ^^
    update soon ya, thor

  16. helda says :

    Hahahaha eunnie polos bgt, kasian bumppa dikatain maling*salahpahamwargadesa*

    keren2, author ngajak para readers tuk berimajinasi, kren ada kerajaan segala.🙂

    ditunggu kelanjutan.y🙂🙂

  17. SaRy aj0w says :

    Memang Berasa 500 Taun nie BLOG TERCINTA bwt Update FF-nya yg ZupeeeeeRRR keRen,,hahaahah!!
    Zupeeeeeeer gomawo bwt autHoR en Admin…Chayoooooo
    LANJUuuuuuudkan..

  18. leuni says :

    keren n sgt lucu ak aj bc’a sampai ktw2 sdri.
    jgn lama2 dtgu lanjutannya ya…

  19. Bummiearab says :

    Daebakkk bgt thor
    . Imajinasi mu tinggi bgt.

    aku maunya hanya satu
    next part nya ngebutttttttt ya…
    Ud.dc n’gk Sabar soalnya😀

  20. caca salsa billa says :

    daebakkk !!!!!!!!!!!!1

    keren ni certa tapi kayak cerita My girl Friend Guminho ya hehe cuman keren kokkkk !!

    di tunggu lanjutannya jangan lama lama yo ^_^

  21. owni says :

    agak nggak ngerti, soal’a udah lama sih, hehehe, tapi lucu kok, hahaha

  22. ita (regretlife) says :

    seru,,, lanjut ya thor…

  23. DHiyah Zt DoUx says :

    wuuuahhhh ,, keren keren ..
    so eun eonni s.orang putri ?? b.arti kim bum oppa pangeran dunk ??
    kuda putih y mna ??
    *pLetak !!*

    lnjut cinnn ….

  24. founney says :

    waaaahhhh ,,,,, crita keren..keren….
    kelanjutannya jangan lama” yah,,,
    jngn bikin penasaran….

  25. Putzz ran" mouri says :

    Lucu . . Crita’a seru. . .
    Euni p0los bngetz ea. . Tpi itU yg membuat lucu’a. . .jangan teriak” nanti di marahIn raja. . . Kata” yg aq suka dan bikin aq ngak”. . . .
    Aq tUngGu part selanjUt’a. . . ,

  26. Jia says :

    Ahh, jd gk sbr nunggu brikt nya..
    Lnjt thor..

  27. meilani says :

    please dilanjutiya ffnya penasaran nih jalan ceritanya…….
    ff seru kok…………….

  28. qinqin says :

    so eun punya adik?seungho aja dong biar jadian sama ji yeon.hehehe pasti so eun senang deh udah bebas dari pohon.idenya kreatif chingu

  29. afri says :

    mudah di mengerti chingu,
    asli so eun polos banget, kim bum jaga dan bimbing so eun ya…

  30. Indah_ELF says :

    YeaHhh …
    akhir’a diapdet jga crita’a
    mkin seruuu
    penasaran sma kLanjutan’a, jgan lma” yaaa…

  31. nike lov smile says :

    author , imajinasi mu tinggi lo
    wkwkwk
    author hebatt dee bikin crita nya
    di tunggu yaa klnjutn nyaa
    jgn lama lama author :DD

  32. kim hyun mi says :

    plok..plok..plok..
    hny ninggalin jejak bingung mau comment apa hehe..😀

  33. meilasari says :

    onnie daebak , seruuuuuuuuuuuuuuuuuuu,,,,
    lanjutkan onnie .😀

  34. poethri chinapha says :

    Lucu banget yach peran Bumsso di FF ini…
    Buat Author tetap semangat yach buat FF nya…

  35. inda says :

    suka sekali sama ceritanya keren ^^

  36. rizkyana blacksonevip says :

    wahh eonnie ceritanya daebak seru abis
    aku kasih 10 jempol deh#plak

  37. NU shi Hottest Queens says :

    Sumpah ngakak baca’y….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: