THERE’S LOVE IN MY EYES part 3

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Mohon maaf jika cerita FF nie sedikit gk jelas dan ngawur atau kurang dimengerti.

Ooww….

Langsung baca saja daripada makin penasaran…

Selamat membaca…

^_^

Part 3

“misook, jiyeon, shin hye… appa pulang” teriak gab soo. Tapi, tak ada sambutan dari penghuni rumah. Gab soo pergi kekamar dan mendengar misook menangis histeris.

“misook, ada apa?” tanya gab soo.

“shin hye…” teriak misook sambil menangis.

“ya, shin hye kenapa?” tanya gab soo.

“dia kecelakaan…” jawab misook.

“apa? Kecelakaan?” tanya gab soo.

”a..aku baru ditelfon dari rumah sakit sekarang keadaannya kritis” jawab misook.

“kalau begitu, ayo kita pergi kerumah sakit” ajak gab soo.

“appa, eomma kalian mau kemana? Eomma kenapa kau menangis?” tanya jiyeon begitu sampai dirumah.

“eonni kecelakaan. Ayo kau ikut kami sekarang” jawab gab soo.

“kecelakaan? i..iya, aku ikut” ucap jiyeon cemas.

___

“kim bum, gawat” ucap kibum ngos-ngosan ketika tiba direstaurant saphire.

“gawat kenapa? Kenapa kau datang seperti habis dikejar-kejar begitu?” tanya kim bum.

“shin hye dan geunseok…”

“kenapa mereka?” tanya kim bum.

“mereka kecelakaan” jawab kibum.

“Apa? Bagaimana bisa?” tanya kim bum.

“cepat ikut aku kerumah sakit sekarang” ajak kibum. Kim bum segera keluar dari restaurant dan pergi kerumah sakit bersama kibum.

****

Sementara itu, yoona menangis didepan ruang UGD. Ia mengkhawatirkan keadaan so eun.

“so eun…” isak yoona.

“yoona, dimana so eun sekarang?” tanya dr.yoon begitu tiba.

“dia didalam.. paman tolong so eun sekarang” jawab yoona sambil menangis.

“paman akan menolongnya, sekarang kau tunggu disini” ucap dr.yoon. yoon pun masuk kedalam ruang UGD.

“ya, Tuhan. Tolong sembuhkan so eun” harap yoona.

Sementara itu, misook, gab soo dan jiyeon tiba didepan ruang UGD.

“shin hye…” teriak misook.

“eomma tenanglah…” ucap jiyeon.

“suster, dimana pasien bernama shin hye sekarang?” tanya gab soo.

“korban kecelakaan itu? dia sedang didalam ditangani dokter. Mohon untuk bersabar ya” ucap suster.

“paman, bibi dimana shin hye sekarang?” tanya kim bum begitu sampai.

“dia didalam… kukira kau bersama shin hye” jawab gab soo.

“tidak paman. Aku justru menunggu shin hye direstaurant tapi, ia tak kunjung sampai” jelas kim bum kalut.

Yoona yang duduk didepan ruang Ugd juga mendengar percakapan keluarga shin hye dan kim bum.

“jadi, itu keluarga orang yang sudah menabrak so eun?” gumam yoona sambil menangis.

Kibum yang daritadi memerhatikan yoona menangis terus menatapnya dengan bingung. Yoona yang sadar dipandangi kibum langsung menutupi wajahnya.

“nona yoona, dr.yoon meminta saya untuk mengantarkan anda keruang dr.yoon dan menunggunya disana” ucap suster.

“b..baik suster” ucap yoona berdiri.

****

Sementara itu, didalam ruang UGD, dr,yoon menangani keadaan shin hye sementara so eun ditangani oleh teman dr.yoon, yaitu dr.lee.

“dokter, pasien ini terus mengalami penurunan” ucap suster menunjuk shin hye. Dr.yoon terus berusaha membuat jantung shin hye terus berdetak normal.

Keadaan shin hye semakin buruk, tiba-tiba, ia mengeluarkan darah dari mulutnya.

“suster cepat ambil lap” pinta dr.yoon.

“dr.lee bagaimana keadaan so eun?” tanya dr.yoon menengok kearah so eun.

“buruk… keadaannya kritis” jawab dr.lee.

Setelah, suster membersihkan mulut shin hye yang berlumuran darah, shin hye akhirnya sadar walaupun dengan keadaan nafas tersengal-sengal.

“gadis itu… gadis buta itu dia… yang aku tabrak” ucap shin hye lemah melirik so eun yang sedang ditangani oleh dr.lee.

“kau sudah sadar… tolong bertahanlah” pinta dr.yoon.

“dokter….” ucap shin hye.

“jangan banyak bicara” ucap dr.yoon.

“gadis itu… apakah ia buta?” tanya shin hye lemah.

“i..iya, bagaimana kau tahu?” tanya dr.yoon terkejut.

“dokter, bilang maafku untuknya… karena telah menabraknya…” ucap shin hye.

“kau harus meminta maaf sendiri kepadanya.. sekarang jangan banyak bicara” ucap dr.yoon.

“t..tidak… waktu..ku.. sudah… ha..bi..s…” ucap shin hye.

“jangan bicara begitu. kau pasti akan selamat” ucap dr.yoon.

“dok……..ter… se..ba..gai per..mohonan..maafku…t.tolong….amb..il..kornea mataku…un..tuk..nya” ucap shin hye sambil menarik nafas.

“apa? Kau ingin mendonorkan mata untuknya? Jangan bercanda, kami juga butuh persetujuan dari orangtuamu” ucap dr.yoon kaget.

“t..tak..usah.. m..ere..ka..a..kan..mengerti.. nanti. Be..ri..tahu..mere..ka..setelah…anda..mengoperasi..gadis..itu. Tolong, dok…kabulkan…untuk gad..is…itu..agar…bi..sa…me..li…” shin hye tak bisa melanjutkan ucapannya karena ia sudah menutup mata.

“astaga, kasihan sekali…dia masih muda” ucap dr.yoon. dr.yoon menyuruh suster untuk memberitahukan kekeluarga shin hye.

“dr.yoon keadaan so eun mulai membaik” ucap dr.lee.

“benarkah? Syukurlah” ucap dr.yoon lega. Dr.yoon melirik mayat shin hye, ia teringat pesan terakhir shin hye.

“dr.lee, tolong siapkan operasi untuk so eun sekarang” ucap dr.yoon.

“operasi apa?” tanya dr.lee.

“mata… saya sudah dapat donor mata untuk so eun. gadis itu tadi, meminta saya untuk mendonorkan matanya kepada so eun sebelum meninggal” jawab dr.yoon.

“benar-benar mulia gadis itu sayang sekali ia harus meninggal dengan cara seperti ini” gumam dr.lee

___

“siapa keluarga pasien yang bernama Park ShinHye?” tanya suster.

“saya… saya ibunya… dimana anak saya?” tanya misook.

“maaf, bu… anak anda tak bisa kami selamatkan” jawab suster.

“tidak…shin hye” teriak misook.

“eomma…” ucap jiyeon sambil menangis.

“tidak.. kenapa dia pergi meninggalkanku secepat ini” ucap kim bum menangis.

“tabahlah, kim bum. ini sudah jalan untukmu dan shin hye” ucap kibum.

“eomma…” teriak jiyeon begitu misook pingsan. Gab soo dan yang lainnya segera membawa misook untuk segera ditangani.

****

“paman, bagaimana keadaan so eun sekarang?” tanya yoona.

“dia sudah membaik… sekarang, paman akan mengoperasinya” jawab dr.yoon .

“operasi untuk apa?” tanya yoona.

“paman sudah mendapatkan donor untuknya” jawab dr.yoon.

“benarkah? Dari mana paman mendapatkan donor kornea mata secepat ini?” tanya yoona.

“orang yang menabrak so eun telah meninggal dan sebelum, meninggal ia bertitip pesan kepada paman untuk mendonorkan kornea matanya untuk so eun” jawab dr.yoon.

“ Syukurlah. Paman semoga sukses operasinya” ucap yoona memberi semangat. Yoon tersenyum dan segera berjalan keruang operasi.

___

“suster, dimana orang yang bernama geunseok yang ikut dalam peristiwa kecelakaan?” tanya kim bum.

“keadaannya sudah membaik sekarang ia dirawat dikamar 308” jawab suster.

“kim bum, kau mau kemana? Jangan bilang kalau kau ingin melabrak geunseok sekarang” tanya kibum.

“aku akan menghajarnya sampai mati karena telah membuat shin hye meninggal” ucap kim bum berjalan kekamar geunseok. Kibum langsung menahan kim bum.

“lepaskan aku kibum” pinta kim bum.

“kau lupa ini rumah sakit.. jangan membuat keributan..” ucap ki bum.

“apa yang harus kulakukan? Karena dia..sekarang…..sekarang shin hye meninggal. Kau tahu betapa sakitnya hatiku?” teriak kim bum.

“aku mengerti kim bum. tapi, geunseok juga kecelakaan, ia juga butuh istirahat” ucap kibum menenangkan kim bum.

“so eun, kau harus kuat ya” ucap yoona berjalan mengantar so eun keruang operasi.

Kim bum dan kibum langsung melihat kearah so eun yang terbaring diranjang rumah sakit sekilas.

“gadis itu bukannya yang menangis tadi” gumam kibum sambil melihat yoona.

“aku ingin pulang” ucap kim bum. kibum langsung ikut kim bum pulang.

****

“shin hye…shin hye” ucap misook begitu sadar.

“dia sudah tiada” jawab gab soo sedih.

“ahhh, anakku… anak kita.. meninggal… ShinHye… kenapa kau meninggalkan eomma secepat ini” teriak misook.

“eomma, tenanglah, eonni pasti sedih jika melihat eomma menagisinya” ucap jiyeon memeluk ibunya. Gab soo yang tak tahan keluar dari kamar misook sambil menangis.

“aku bukan ayah yang baik..” ucap gab soo. “shin hye…” gumam gab soo sambil menangis.

****

setelah hampir menunggu 3 jam, akhirnya operasi so eun selesai.

“paman, bagaimana keadaan so eun?” tanya yoona.

“keadaannya baik… kita hanya harus menunggunya siuman dan setelah itu kita akan membuka perban dimatanya” jawab dr.yoon.

“paman yakinkan kalau so eun akan bisa melihat lagi?” tanya yoona.

“paman akan pastikan itu” ucap yoon .

“kalau begitu aku akan menjaga so eun sekarang” ucap yoona.

___

Esok paginya, geunseok tersadar dari kritisnya. Orang pertama yang ia lihat adalah ayahnya..

“geunseok? Kau sudah siuman nak?” tanya ayah geunseok.

“appa… eeh, kepalaku sakit sekali. Dimana ini?” tanya geunseok.

“kau dirumah sakit. Kau mengalami kecelakaan” jawab ayah geunseok.

“rumah sakit? Shin hye? Bagaimana dia?” tanya geunseok.

“dia meninggal…” jawab ayah geunseok.

“apa? Kau bohong. Ia tak mungkin meninggal, minggir biar aku yang memeriksanya sendiri” ucap geunseok bangun dari tempat tidurnya.

“geunseok, mau kemana kau? Kau baru siuman” teriak ayah geunseok. Tapi, geunseok keburu sudah menghilang dan mencari-cari kamar shin hye. Dia tak bisa percaya kalau shin hye sudah meninggal. Ia berjalan dikoridor rumah sakit dan melihat jiyeon berjalan dengan dr.yoon. geunseok langsung mengikuti jiyeon diam-diam.

“eomma, ini dr.yoon yang menangani eonni” ucap jiyeon.

“saya turut berduka cita atas meninggalnya putri anda” ucap dr.yoon.

“terima kasih, dok” ujar gab soo.

“sebenarnya, maksud saya kesini karena saya ingin menyampaikan pesan terakhir shin hye sebelum meninggal” ujar yoon.

“Apa itu?” tanya misook.

“begini, sebelum ia meninggal anak anda meminta saya agar ia mendonorkan kornea matanya” ucap dr.yoon.

“apa? Donor mata?” tanya gab soo.

“iya.. sebenarnya, kecelakaan kemarin itu ada 3 korban. Anak anda, teman anak anda dan seorang gadis buta. Gadis buta itu tak sengaja ditabrak oleh anak anda kemarin. Sebagai, permohonan maafnya anak anda meminta saya untuk mengambil kornea matanya dan didonorkan kepada gadis buta itu” ungkap dr.yoon.

“shin hye…” teriak misook.

“bisa saya bertemu gadis itu sekarang?” tanya gab soo.

“tidak… ini melanggar kode etik rumah sakit. Saya dilarang untuk memberitahukan kepada keluarga shin hye tentang orang yang menerima donor mata dari putri anda” ujar dr.yoon.

“tolonglah, dok..” mohon gab soo.

“maaf, pak. Saya tak bisa.. kalau begitu saya permisi. Saya hanya disuruh untuk memeberitahu hal ini kepada anda” ucap dr.yoon. dr.yoon pun keluar.

“kenapa dia harus menyumbangkan matanya untuk gadis itu” teriak misook.

Diam-diam, geunseok mendengar ucapan dr.yoon dn keluarga shin hye.

“maafkan, aku shin hye” ucap geunseok sambil menangis.

“geunseok, ternyata kau disini. Ayo, ikut appa” ajak ayah geunseok. Geunseok menurut dan berjalan bersama appanya sambil menangis dan memanggil nama shin hye berulang kali.

***

Sementara itu, dr.yoon duduk diruangannya sambil termenung.

“aku tak menyangka bahwa yang mendonorkan mata untuk so eun adalah shin hye yang tak lain adalah saudara tirinya” ucap dr.yoon pelan. Ia terkejut saat bertemu dengan gab soo yang ternyata adalah ayah shin hye. Ia teringat oleh pesan terakhir misun untuk merahasiakan so eun dari gab soo. Maka, dari itu yoon sengaja melarang gab soo menemui dan mengetahui tentang orang yang sudah menerima kornea mata dari shin hye.

“kenapa jadi begini” gumam yoon pusing.

“paman, kapan so eun akan siuman?” tanya yoona.

“belum tahu. mungkin sebentar lagi, kita tunggu saja” jawab dr.yoon.

“kalau begitu aku akan menjaganya lagi” ucap yoona.

“yoona, tunggu. Ada yang ingin paman bilang kepadamu” ucap yoon.

“apa itu, paman?” tanya yoona.

“jika, so eun bertanya tentang orang yang menyumbangkan kornea mata untuknya kau bilang saja kalau kau tak tahu siapa orang yang menyumbangkan kornea mata untuknya” jawab yoon.

“baiklah, aku mengerti” ujar yoona.

KIM SO EUN POV

Aku merasa ada ditempat yang hangat dan sejuk… aku membuka mataku, aku benar-benar terkejut karena aku melihat sebuah dinding yang berwarna putih. aku sangat heran karena bisa melihat warna terang karena biasanya aku hanya bisa melihat kegelapan.

“so eun…” panggil seorang wanita cantik yang sebaya denganku.wanita itu tak lain adalah shin hye.

“siapa itu?” tanyaku.

“kau tak perlu tahu…” jawab shin hye.

“kenapa kau memanggilku?” tanyaku.

“aku hanya ingin bilang tolong jaga ini” ucap wanita itu sambil menunjuk mataku

mata? Kenapa?” tanya ku bingung.

“ini adalah peninggalanku yang sangat berharga. aku harap kau bisa menjaganya” jawabnya.

“aku..akan menjaganya..aku janji” kataku.

“hemm…kau memang baik.. aku senang bertemu dan menolongmu” ucapnya. “ahh, waktuku sudah sedikit. So eun, aku harap dengan mata ini kau bisa membuat semua orang senang” ucap shin hye..aku hanya bisa mengangguk.

“satu lagi, tolong kau temani pria yang berinisial ‘KB’ ini ya. Jaga dia dan berilah ia cinta” ucapnya sambil perlahan-lahan menghilang.

“a…ku janji” ucapku. Tiba-tiba, muncul sebuah cahaya yang menusuk mataku.

KIM SO EUN POV END

___

“so eun, kau bisa dengar aku?” tanya yoona yang melihat tangan so eun bergerak.

“mmm… yoo…na” jawab so eun.

“ya, ini aku. Sebentar, aku akan panggil paman” ucap yoona keluar.

“gelap… apa yang menutupi mataku ini?” tanya so eun sambil meraba-raba perban yang melilit matanya.

“so eun.. paman senang kau bisa siuman” ucap dr.yoon.

“paman.. apa yang menutupi mataku ini?” tanya so eun.

“so eun, kau harus senang mendengar ini. Kau baru saja selesai menjalani operasi mata” jawab yoona.

“operasi mata? Jadi, donor itu?”

“ya, paman berhasil mendapatkan donor untukmu. Paman akan memanggil dr.lee agar bisa membuka perban untukmu” ucap dr.yoon menelfon dr.lee.

“yoona, apakah ini mimpi?” tanya so eun.

“tentu saja, tidak. Ini kenayataan” jawab yoona.

“wah, sayang sekali so eun. dr.lee bilang kalau ia baru bisa membuka perban dimatamu besok pagi. Jadi, kau harus sabar menunggu” ucap dr.yoon.

“tak apa, paman. Aku bisa menunggu sampai besok”

“kalau begitu paman keluar sekarang”

***

“benarkah itu, jiyeon? jadi, shin hye menyumbangkan matanya untuk seorang gadis yang ikut dalam kecelakaan itu?” tanya kim bum.

“ne.. sunbae. Dokter yang barusan bilang. Eomma masih belum mengikhlaskan kepergian eonni daritadi, ia terus menangis. Dokter bilang kalau eomma harus mendapat perawatan intensif dirumah sakit selama masa berkabung untuk eonni” jawab jiyeon.

“kapan shin hye dimakamkan?” tanya kim bum.

“besok pagi” jawab jiyeon.

“aku akan datang kalau begitu” ujar kim bum.

“sunbae, aku permisi dulu. Aku harus menjaga eomma sekarang” pamit jiyeon. kim bum duduk dikoridor rumah sakit.

“ada pada siapa matamu sekarang shin hye?” gumam kim bum.

“yoboseyo…paman, aku mengajak so eun jalan-jalan. Hanya sebentar” ucap yoona.

“so eun harus banyak istirahat” ucap yoon.

“ne.. arasso.. aku akan membawanya kekamar kalau begitu” ucap yoona memutuskan telfonnya.

“mianhae, yoona. kau jadi diomeli paman. Padahalkan, aku yang memintamu untuk membawaku keluar” ujar so eun.

“tak apa… so eun kau duduk disini dulu. Jangan jalan kemana-mana. Aku ingin ketoilet, sudah tak tahan” ujar yoona sambil membantu so eun duduk dikoridor rumah sakit. Secara kebetulan, kim bum duduk dibelakang so eun sambil merenung.

Kim bum yang selesai merenung menatap so eun dari belakang.

“sepertinya, aku pernah melihat gadis ini. Rambutnya sangat mirip dengan gadis ditaman itu” ucap kim bum pelan. Kim bum mencoba menyapa so eun tapi, hpnya keburu berdering.

“ya, kibum.. aku akan segera kesana tunggu” ucap kim bum berdiri dan keluar dari rumah sakit tanpa sempat menyapa so eun dan melihatnya.

“so eun, ayo” ajak yoona. so eun berdiri dan berjalan bersama yoona.

****

Esok harinya, saat shin hye dimakamkan. Misook tak henti-hentinya menangis dan menjerit meneriaki nama shin hye.

“shin hye, jangan tinggalkan eomma” ucap misook.

“eomma, tenanglah” ucap jiyeon.

“misook, jiyeon..ayo, kita pulang sekarang” ujar gab soo. Saat misook hendak pulang ia menengok kemakam shin hye dan terkejut melihat geunseok berdiri didepan makam shin hye sambil menangis.

“mianhae, shin hye” ucap geunseok.

“pembunuh kau… pembunuh” teriak misook.

“eomma” ucap jiyeon.

“pembunuh kau… anakku meninggal karena kau” ucap misook sambil memukuli geunseok. Kim bum dan kibum segera membantu gab soo dan jiyeon untuk berhenti memukuli geunseok.

“maafkan aku, bi. Aku salah, karena aku shin hye meninggal. Maafkan aku” ucap geunseok sambil berlutut memohon.

“kau bilang maaf? Kau pikir dengan meminta maaf anakku bisa hidup lagi?” teriak misook.

“eomma, ayo kita pulang” ajak jiyeon.

“pembunuh kau…..aku tak akan pernah memaafkanmu…seharusnya kau yang mati bukan anakku” jerit misook.

“MISOOK…” teriak gab soo. Misook langsung terdiam dan berhenti berteriak.

“eomma, ayo kita pulang” ajak jiyeon. misook menurut sambil menatap tajam kearah geunseok.

“kau puas sekarang?” tanya kim bum.

“aku tak mau bicara denganmu sekarang” ujar geunseok berjalan pergi.

“kau puas sekarang? kau puas… kau puas karena bisa memisahkan aku dan shin hye selama-lamanya?” teriak kim bum.

“bum, jangan memulai lagi” pinta kibum.

Geunseok hanya terdiam dan melajutkan jalannya tanpa meladeni kim bum.

“kau memang pengecut JANG GEUNSEOK…” teriak kim bum kesal.

***

Sementara itu, dirumah sakit. Dr.lee datang keruangan so eun dan membuka perban so eun perlahan-lahan.

“sekarang, kau bisa membuka matamu” ucap dr.lee.

So eun membuka matanya perlahan-lahan. Hal yang ia lihat pertama kali adalah cahaya yang datang dari jendela. Ini pertama kalinya ia melihat cahaya yang begitu menyilaukan.

“apa yang kau lihat?” tanya dr.lee.

“cahaya yang terang” jawab so eun sambil terus menatap cahaya.

“dr.lee jadi, sekarang so eun sudah?” tanya yoona. Dr.lee dan yoon mengangguk senang, yoona langsung memeluk so eun.

“kau.. yoona?” tanya so eun.

“iya, ini aku Im Yoona” jawab yoona.

“seperti yang kubayangkan. Kau memang manis dan cantik” puji so eun.

“so eun.. aku senang mendengarnya” ucap yoona memeluk so eun lagi. dr.yoon dn dr.lee tersenyum dan keluar meninggalkan so eun dan yoona.

“ini kau harus lihat wajahmu dicermin” ucap yoona menyerah cermin kepada so eun. so eun mengambil cermin dan berkaca didepan cermin. So eun memerhatikan matanya sekarang, tiba-tiba, ia teringat potongan-potongan gambar saat ia bertemu dengan seorang wanita didalam mimpinya.

“i..ini” ucap so eun menyerahkan cermin kepada yoona.

“sebentar sekali” gumam yoona menaruh cermin.

“kapan aku bisa pulang?” tanya so eun.

“entahlah, aku harap sih besok” ucap yoona. so eun mengangguk senang sambil terus melihat-lihat isi kamar rumah sakit.

****

Sementara itu, dirumah misook terus saja menangis.

“shin hye… kenapa kau pergi secepat ini” ucap misook sambil menagis.

“misook, sudahlah. Apa kau tak lelah terus-terusan menangis” ucap gab soo.

“shin hye…” isak misook.

“eonni kenapa kau pergi secepat ini?” tanya jiyeon memandang foto shin hye dikamar shin hye.

___

Esok harinya, dr.lee mengijinkan so eun untuk pulang. dr.yoon membayar registrasi so eun dan yoona membereskan perlengkapan so eun.

Sementara, so eun hanya melamun sambil memikirkan shin hye yang ada dalam mimpinya.

“apa wanita itu adalah pemilik mata ini” ucap so eun dalam hati sambil menatap matanya dicermin.

“kau sudah cantik tak perlu bercermin terus” ucap yoona.

“yoona, apa kau tahu siapa yang sudah mendonorkan matanya untukku?” tanya so eun.

“tidak. Paman tak bilang apa-apa” jawab yoona.

“so eun, yoona ayo, kita pulang” ajak dr.yoon. yoona dan so eun segera berjalan bersama dan keluar dari rumah sakit. Selang beberapa menit setelah so eun pulang, geunseok datang kerumah sakit dan bertanya kepada suster tentang so eun.

“tolonglah, suster. Saya ingin bertemu dengan orang yang menerima donor mata dari park shin hye” pinta geunseok.

“maaf, tuan. Ini adalah hal yang sangat pribadi, kami tak boleh asal memberikan alamat pasien rumah sakit kepada sembarang orang” ucap suster. Geunseok pasrah dan keluar dari rumah sakit dengan wajah frustasi.

“shin hye… siapa orang itu?” tanya geunseok dalam hati.

****

Sesampainya, dirumah…

“so eun, ini adalah kamarmu. Sekarang kau istirahatlah” ucap yoon.

“paman, apakah paman bisa beri tahu aku siapa orang yang sudah mendonorkan matanya untukku?” tanya so eun.

Yoon hanya terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan so eun, ia bingung mau menajwab apa.

“paman…” panggil so eun.

…………

-bersambung-

 

Bagaimana nih?

Makin seru kan? Makin penasarankah?

Pamannya mau ngasih tahu apa kaga ya?

Tunggu part selanjutnya…

Jangan lupa commentnya…

Tags: , , , , , , , , , , ,

10 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES part 3”

  1. rizkyapratiwi says :

    waaaaaahhh …. chukae euniie tapi kasian shin hye
    ummm … shin hye suadra yg baik
    lanjuuut thro

  2. helda says :

    Sangat penasaran ama kelanjtan kisah.y. soeun udah bisa melihat dgn bantuan donor dri park shin hye. makasih park shin hye.

    ditunggu part selanjutnya.🙂

  3. Kaoru selly sangeun says :

    Asik asik asik ..
    So eun dh bsa liat🙂 bahagianya hati qu ..
    Seru thor ffnya ..
    Next part qu tunggu yach kelanjutannya🙂

  4. AnnisaHourai says :

    Wuah… makin seru+penasaran….
    Lanjut thor 😀

  5. djkyussoloverz says :

    waaaaa kereeeeeen cingu makin seeruuuuu n makin bikin penasaran sajaaaa kpan ne kim bum oppa ma so eun eouni ktmu n jtuh cinta gt?………!!!!!!! “”””””ditggu part slnjut x jgan lama-lama yaw cingu ntr kburu basi crita x””””””””” fighting cingu>…………!!!!!! moga cpt jd part slnjt x n makin kereeeeeen lg crita x……….??????!!!!!!!!!!

  6. Maria Sativa says :

    akhir na so eun bz mlht lg….
    kshn si shin hye meninggal……….

  7. owni says :

    keren keren, di tunggu part selanjut’a

  8. founney says :

    laaaanjuuut,,, lanjut…
    seru sangat🙂

  9. puchaaby says :

    안녕하세요..!!!

    hm~~ceritanya keren author..!!!
    feelnya dpt banget..!!!
    kim bum pede banget yah..takut amat sso suka sama dia..ntar yg ada kb duluan yg naksir hehehe

    hidup sso kasian amat yah,bnr2 depresi sampe tangan sndr digores2 pk pisau…hufh..

    ditunggu yah next partnya..
    aja..aja…fighting..

    gomawo
    _bow_g ada kb duluan yg naksir hehehe

    hidup sso kasian amat yah,bnr2 depresi sampe tangan sndr digores2 pk pisau…hufh..

    ditunggu yah next partnya..
    aja..aja…fighting..

    gomawo
    _bow_

  10. BumssoCoupleForever says :

    cerita y sgat bgus… n gk ke debakk. q ska jlan cerita y… kya y lma ni ksah. mengingat kim bum n so eun blum ktmu lngsung n blm lg jtuh cinta… hehehee
    net part

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: