MY PRINCESS FROM THE PAST part 3

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Byun Hee Bong, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Go Hye Sun

Genre: Romantic/Family/Friendship/Fantasy

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 3

Pagi harinya, so eun terbangun dari tidurnya, ia celingak-celinguk melihat rumah kim bum masih sepi hanya para pelayan yang sedang sibuk bekerja.

“bum-ah, dimana?” gumam so eun tengok kanan-kiri.

“nona sedang cari kamar siapa?” tanya salah satu pelayan.

“ahh, annyeonghaseyo….kau tahu bum-ah dimana?” tanya so eun.

“bum-ah? Maksud nona kamar tuan muda kim bum?” tanya pelayan.

“tuan muda? Memangnya bum-ah juga seorang pangeran?” gumam so eun pelan.

“ahh, kalau begitu saya antar sampai depan kamarnya saja ya” pelayan itu pun menuntun so eun sampai depan kamar kim bum.

“disini kamarnya” tunjuk pelayan.

“ne..khamsahamnida” ucap so eun. pelayan itu tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya. So eun mengetuk pintu kamar kim bum  namun, tidak ada panggilan dari sipemilik kamar.

“apa aku masuk saja?” so eun membuka kamar kim bum pelan-pelan. So eun heran melihat kim bum yang masih tertidur pulas dengan selimut yang ditutupi kemukanya.

“aisshh, orang tuamu akan menangis kalau pagi hari begini anak laki-lakinya belum bangun” ucap so eun membuka selimut kim bum.

“kakek, 10 menit lagi. aku masih mengantuk” gumam kim bum.

“kakek? tidak sopan menyebutku dengan sebutan kakek” omel so eun.

“bum-ah…” panggil so eun.

“kakek, apaan sih panggil-panggil aku bum-ah? Aku masih ingin tidur” gumam kim bum. “Apa yang dimakan kakek sampai bisa memanggilku dengan sebutan bum-ah?” fikir kim bum. kim bum langsung membuka matanya. “bum-ah..” ucapnya.

“annyeong…” ucap so eun.

“wwaaaaa….t..tuan putri..kenapa bisa dikamarku?” tanya kim bum kaget.

“kau? Jam segini masih tidur, dasar pria malas. Kau tahu yang namanya laki-laki itu begitu matahari terbit harus langsung bangun dan bersiap pergi bekerja bukannya masih tidur” omel so eun.

“sejak kapan kantor buka saat matahari terbit? Yya, tuan putri kenapa kau datang kekamarku pagi-pagi begini sih? Aku masih ingin tidur” keluh kim bum.

“jangan tidur, kalau kau sudah bangun tidak boleh tidur lagi” ucap so eun.

Kim bum mengerutkan dahinya dan berusaha bersikap sabar menghadapi sikap so eun yang disiplin.

“heh….sepertinya, aku harus menuruti semua aturanmu. Baiklah, kau tunggu disini aku akan mencuci mukaku” kim bum bangun dari tempat tidur dan mencuci mukanya diwastafel.

“heh…kim bum, pagi hari begini kau sudah bangun hanya karena dibangunkan seorang putri? Aku pasti sudah gila” ucap kim bum sambil membasuh wajahnya. Dan, saat bercermin ia tekejut so eun sudah berdiri dibelakangnya.

“tuan putri kenapa kau masuk tiba-tiba?” tanya kim bum kaget.

“apa ini disebut kamar mandi?” tanya so eun.

“iya, ini kamar mandi dan kau tidak seharusnya masuk kesini jika, ada aku didalam” jawab kim bum.

“bum-ah, kau ini dari kerajaan mana? Aku melihat banyak pelayan yang sedang bekerja, aku tahu kau ini bukan rakyat biasa kan?” tanya so eun.

“akhirnya, dia sadar juga kalau aku ini bukan orang biasa” ucap kim bum dalam hati.

“aku bukan dari kerajaan. Sekarang, kau keluar dulu” ucap kim bum mendorong so eun dan mengunci pintu kamar mandi.

“putri yang aneh…kerajaan apa maksudnya? Aku tahu mungkin wajahku memang tampang dibandingkan pangeran dari kerajaan negri lain” gumam kim bum senang.

****

“aigoo, apa kakek masih bermimpi melihatmu sudah turun untuk sarapan tanpa harus aku yang membangunkannya?” ucap kakek kaget saat kim bum sudah duduk dimeja makan bersama so eun.

“kalau menurut kakek ini mimpi sebaiknya, kakek membasuh muka kakek lagi” ucap kim bum.

“hahaha….ya, kakek tahu ini bukan mimpi” ucap kakek senang.

“wah, kim bum ada angin apa kau pagi-pagi sudah bangun dan sudah sarapan duluan dari kami semua?” tanya minho.

“ssstttt…kau lupa apa yang kukatakan kemarin? Saat makan jangan banyak bicara” omel so eun. minho langsung cemberut dan menggigit roti panggangnya. Kim bum dan yang lainnya hanya bisa tersenyum geli melihat so eun menceramahi minho lagi.

“khamsahamnida atas makanannya” ucap so eun.

“oppa, bolehkan hari ini aku mengajak eonni kemall untuk belanja pakaian?” tanya jiyeon.

“belanja pakaian? Ya, untung ada kau, carikan dia pakaian yang banyak untuknya” jawab kim bum.

“memangnya dia tidak membawa pakaian apa?” tanya minho.

“pakaiannya terlalu menarik banya perhatian” gumam kim bum pelan.

“tuan putri, baik-baiklah bersama jiyeon. aku mau pergi bekerja, jangan pergi kemana-mana dan ikuti saja jiyeon terus. Araso?” ucap kim bum.

“ne..araso…aku akan menurut apa yang kau katakan” ucap so eun.

“jiyeon, kau jaga tuan putri ya” ucap kim bum.

“sipp, oppa aku akan menjaganya” ucap jiyeon.

“eonni, ayo kita berangkat” ajak jiyeon.

“aku pergi dulu… selamat tinggal” ucap so eun.

“yya, kim bum dimana sih kau menemukan gadis bawel begitu?” tanya minho.

“rahasia..hyung tak perlu tahu” jawab kim bum tersenyum dan pergi.

“hey, kenapa menjawab seperti itu” omel minho. Hyun joong menatap minho sambil geleng-geleng.

****

“jiyeon, bangunan apa ini? Besar dan luas sekali” tanya so eun begitu tiba didepan shinhwa mall.

“ini mall, eonni. Pusat perbelanjaan tempat dimana semua yang kita butuhkan tersedia” jawab jiyeon.

“mall? Aneh…” gumam so eun.

“eonni, jangan diam saja ayo kita mulai mencari baju untukmu” ajak jiyeon. so eun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saat jiyeon menyakan baju atau gaun yang cocok untuk so eun.

“eonni, mana yang kau sukai?” tanya jiyeon menenteng 2 pakaian.

“hhmm….semuanya bagus kok” jawab so eun.

“semuanya? Baiklah, aku beli dua-duanya” ucap jiyeon.

“jiyeon, apa tidak kasihan tokonya?” tanya so eun.

“kasihan kenapa?” tanya jiyeon bingung.

“daritadi, kau terus mengambil pakaian, apakah nanti tidak habis barang toko ini?” tanya so eun.

“hahha, eonni kau ini bicara apa sih. Justru pemilik toko ini akan senang kalau pakaiannya kita beli semua. Tapi, eonni tenang saja karena mall ini milik hareboji kita bebas mengambil semua yang kita mau” jawab jiyeon.

“ini semua milik kakek?” tanya so eun.

“ya, jadi eonni tenang saja” jawab jiyeon.

“hheemmm….sudah kuduga kalau bum-ah pasti anggota kerajaan” gumam so eun pelan.

“eonni, ayo coba baju-baju ini” jiyeon memberikan setumpuk baju kepada so eun dan mendorongnya masuk kedalam ruang ganti. So eun pun menurut masuk dan mencoba semua baju-baju yang dipilih oleh jiyeon satu per satu.

“kkyyaa… eonni, kau benar-benar cocok memakai semua pakaian yang kupilihkan” ucap jiyeon antusias.

“gomawo, jiyeon” kata so eun sambil bercermin.

“tolong bungkus semuanya” pinta jiyeon kepada pelayan toko.

“hum.. padahal, aku lebih suka memakai hanbok saja” fikir so eun.

“eonni, ayo kita pergi ketoko sepatu” ajak jiyeon.

So eun menganggukan kepalanya dan pergi dengan jiyeon ketoko sepatu. Setelah menghabiskan waktu 1 jam mencobai semua sepatu yang pas untuk so eun, jiyeon mengajak so eun kekedai ice cream.

___

“hhhmmm…..tuan putri sudah selesai belanja apa belum ya?” gumam kim bum saat sedang bekerja. Kim bum pun segera menelfon ke hp jiyeon.

“yoboseyo, oppa ada apa?” tanya jiyeon.

“kau sudah selesai berbelanja dengan tuan putri?” tanya kim bum.

“so eun eonni? Ya, sudah. Sekarang kami sedang ada dicafe ice cream sebentar lagi kami pulang” jawab jiyeon.

“bisa kau berikan hpmu kepadanya? Aku ingin bicara dengannya” pinta kim bum.

“eonni, oppa mau bicara denganmu” ucap jiyeon.

“uuh, benda aneh itu mau bicara denganku ?” tanya so eun.

“sudah pegang ini dan tempelkan dikuping eonni” ucap jiyeon.

“yoboseyo, tuan putri…” ucap kim bum.

“bum-ah….uummm, kenapa ada suaramu dibenda aneh ini?” tanya so eun.

“sekarang kita sedang berbicara melalu handphone” jawab kim bum.

“ah, aku ingat kalau ada bunyi aku harus memencet tombol hijau dan bilang yoboseyo” ucap so eun.

“ya, seperti itu. apa yang sedang kau lakukan sekarang?” tanya kim bum.

“aku sedang makan sesuatu yang manis dan dingin sekali” jawab so eun.

“ice cream…kau sedang makan ice cream” ucap kim bum.

“ice cream ya, itu namanya. Rasanya sangat enak. Bum-ah lain kali kau harus makan ini juga”

“ya, aku akan mengajakmu makan ice cream nanti. Mm..tuan putri sudah dulu ya, aku harus bekerja” ucap kim bum.

“ne…bekerja yang rajin” ucap so eun. “jiyeon, ini…gomawo” ucap so eun memberikan handphone jiyeon.

“eonni, sepertinya oppa sangat perhatian kepadamu ya?”

“perhatian apa maksudmu?”

“yah, perhatian menanyakan kau sedang apa”

“mmm…itu karena bum-ah orang baik”

*****

Sementara itu, minho yang baru tiba dihotel memilih jalan-jalan disekitar taman hotel untuk menghilangkan kejengkelannya.

“aiisshh, dimana sebenarnya kim bum menemukan wanita aneh itu? berani sekali dia menceramahi makanku? Memangnya, dia itu siapa berani menceramahi Lee Min Ho pewaris hotel shinhwa ini. Heh…kalau bukan wanita itu dibawa oleh kim bum, aku pasti sudah menyumpal mulutnya itu agar berhenti menceramahiku” celoteh minho sambil berjalan saking kesalnya ia menendang kaleng.

Plentang~~~

“yyyaaa…..siapa yang menendang kaleng sampai kekepalaku?” teriak seorang wanita.

Wanita itu menoleh dan melihat minho sedang menutupi wajahnya agar tak dilihat olehnya. Wanita itu langsung memasang wajah kesal dan menghampiri minho.

“yya, kau laki-laki berambut aneh…kenapa kau menendang kaleng ini kekepalaku?” omel wanita itu.

“a..aku tak melihat” ucap minho menutup sebelah wajahnya.

“yya, kau ini selebriti atau apa sih? Kenapa kau menutupi wajahmu itu? kau takut ada papparazi disini? cepat singkirkan tanganmu yang menutupi wajah jelek mu itu” teriak wanita itu.

“biarkan aku pergi sekarang” ucap minho.

“enak saja kau bilang ingin pergi,  cepat minta maaf dengan sopan” omel wanita itu. Minho menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera kabur dari wanita itu. wanita itu yang kesal langusung berlari mengejar minho.

“kau rambut aneh cepat berhenti” teriak wanita itu.

“tidak akan pernah” balas minho. Wanita itu semakin berlari cepat dan saat mulai dekat dengan minho ia segera menendang kaki minho sampai minho jatuh ketanah.

“yya, kau ini wanita apa sih? Berani sekali kau menendangku? Kau tak tahu siapa aku?” omel minho.

“akhirnya, aku bisa melihat wajah jelekmu itu. cepat minta maaf” pinta wanita itu.

“tidak akan..” ucap minho bersikeras.

“yya, kenapa kau keras kepala? Kau tidak punya sopan santun kepada wanita ya?” bentak wanita itu.

“hyesun…” panggil salah satu karyawan hotel.

“kenapa kau memanggilku? Kau tak lihat aku sedang berurusan dengan laki-laki ini” tanya hyesun sambil berteriak.

“hyesun….jangan berteriak didepan laki-laki itu” ucap karyawan hotel.

“kau tak lihat temanmu sudah bilang untuk tak berteriak kepadaku? Kau ini benar-benar wanita aneh” omel minho.

“hyesun, kau tak sadar dengan siapa kau berteriak?” tanya karyawan hotel.

“siapa memangnya laki-laki ini? Aku tak kenal dengannya, ini pertama kalinya aku bertemu dengan pria berawajah aneh dan berambut keong” ejek hyesun.

“mwo? Kau….berani sekali kau bilang begitu” teriak minho.

“kenapa memangnya?” seru hyesun.

“yya, hyesun….laki-laki ini adalah pemilik hotel ini” ucap teman hyesun.

“hanya pemilik hotel ini saja…apa? pemilik hotel?” teriak hyesun. Hyesun langsung menatap minho dan tersenyum ramah.

“mianhae, aku tak tahu siapa anda. Mianhae…” ucap hyesun.

“yya, kau ini siapa memangnya?” tanya minho.

“pak minho, maaf. Hyesun adalah pelayan baru dihotel kita jadi, dia belum mengenal wajah anda” ucap karyawan hotel.

“pelayan hotel ini? Oohhh, jadi kau bekerja dihotelku? Hhhmmm….baru sebentar bekerja sudah memberikan kesan buruk kepadaku” gumam minho.

“maafkan saya, pak. Saya tidak tahu…” ucap hyesun.

“kau hyesun? Kau akan lihat pembalasanku karena sudah berani membuatku jatuh bahkan mengataiku” ancam minho. Hyesun langsung memasang wajah khawatir takut dipecat.

“yya, kenapa kau tak bilang kalau dia adalah pemilik hotel?” omel hyesun.

“salahmu sendiri karena terlalu galak dengannya” ucap karyawan hotel.

“aigoo, bisa dipecat aku” ucap hyesun.

****

Saat makan malam….

“jiyeon, kenapa so eun tidak turun makan?” tanya kim bum bingung.

“eonni bilang kalau dia lelah dan ingin beristirahat saja, dia juga meminta maaf karena tidak bisa ikut makan malam” jawab jiyeon.

“sepertinya, so eun kelelahan sehabis berbelanja. Apa kalian berkeliling dimall?” tanya kakek.

“aku mengajaknya jalan-jalan kesemua toko dimall untuk mencoba semua baju yang pas untuk ukurannya. ” jawab jiyeon senang.

“hahaha…baguslah, setidaknya tidak ada yang bisa menceramahiku malam ini” ucap minho.

“kau ini tidak kapok setelah diceramahi 2 kali ya?” tanya hyun joong.

Minho lanhsung mengacuhkan hyun joong dan kembali memakan makan malamnya.

“oiya, kek. Tadi, kim joon menelfonku dan bilang bahwa dia akan pulang 2 hari lagi” lapor hyun joong.

“2 hari? Bukankah pekerjaannya sudah selesai hari ini?” tanya kakek.

“kakek seperti tidak tahu kim joon hyung saja pasti dia bersenang-senang dahulu” jawab kim bum.

“setuju, benar apa katamu” sahut minho.

“aisshh, dasar kalian ini” cibir kakek.

___

“aigoo, kakiku pegal-pegal sekali, sudah lama sekali aku tidak berjalan jauh seperti tadi” keluh so eun sambil memijit-mijit kakinya yang pegal.

“aku lapar tapi, kakiku pegal. Aahhh, lapar…” omel so eun sambil memegangi perutnya yang keroncongan.

Tok tok tok….

“tuan putri, apakah kau tidur?” ucap kim bum mengetuk pintu kamar so eun.

“bum-ah, masuk saja”

“tuan putri, aku membawakanmu makanan, kau pasti lapar”

“gomawoyo, bum-ah. Kau tahu saja aku lapar”

“kalau lapar kenapa tidak turun makan?”

“aku ingin tapi, kakiku pegal-pegal karena seharian berjalan jauh dan berkeliling dimall”

“aku mengerti, ini pasti karena kau sudah lama tak berjalan jauh makanya kau tidak biasa”

So eun mengangguk sedih sambil memijit kakinya yang pegal..

“kau makanlah…” kim bum mengangkat kaki so eun dan menaruhnya dipangkuannya.

“bum-ah, apa yang kau lakukan dengan kakiku?” tanya so eun.

“aku akan memijit kakimu agar tak pegal sementara kau makan” jawab kim bum mulai memijit. So eun tersenyum senang dan memakan makan malamnya.

“bum-ah, cheongmal gomawoyo” ucap so eun.

“ne…cheonmaneyo” balas kim bum.

Beberapa menit kemudian, so eun sudah menyelesaikan makannya. Sementara, kim bum terus memijit kaki so eun.

“bum-ah, sepertinya cukup mijitnya, kakiku sudah tidak pegal lagi”

kim bum segera berhenti memijit kaki so eun.

“bagaimana jalan-jalanmu dengan jiyeon?” tanya kim bum.

“menyenangkan sekali…bum-ah, selama 500 tahun tinggal dipohon sepertinya sudah banyak yang berubah. Kau tahu tadi aku diajak jiyeon naik tangga yang bisa berjalan sendiri, mmm…namanya kalau tak salah eskalator. Iya eskalator” celoteh so eun.

“apalagi benda aneh yang kau temui hari ini?” tanya kim bum.

“banyak sekali, tidak bisa kusebutkan satu per satu” jawab so eun.

“hahaha…yaya, aku mengerti. Lain waktu aku akan mengajakmu jalan-jalan lagi agar kau bisa kenal dengan semua benda-benda yang belum pernah kau lihat. Setuju?”

“yaya, jangan mengingkari janjimu bum-ah”

“tentu saja, tuan putri aku tidak akan mengingkari janjiku”

“sekarang kau tidur sudah malam” ucap kim bum. so eun mengangguk dan segera naik ketempat tidur dan tidur. “bum-ah, selamat malam jangan bangun siang lagi” ucap so eun.

“iys. selamat malam” ucap kim bum mematikan lampu kamar so eun dan keluar.

“sepertinya ada suatu hubungan yang terjalin antara kau dan so eun” gumam hyung joong.

“hyung ini bisa saja, tidak ada apa-apa diantara kami” ucap kim bum.

“tidak ada apa-apa? Aku tak yakin. Sikapmu itu tak seperti sikap playboymu yang dulu” ujar hyung joong.

“daripada, hyung penasaran denganku dan tuan putri sebaiknya kau cari pacar saja” usul kim bum.

“hhhmmm…aku malas bicara denganmu” ucap hyung joong balik kekamarnya.

“dasar hyung itu selalu saja mengelak jika sudah berhubungan dengan gadis” gumam kim bum sambil tertawa.

****

Keesokan harinya….

“kim bum, kira-kira kapan proyek pembangunan didesa yang kemarin kau kunjungi dimulai?” tanya kakek.

“kira-kira bulan depan akan dimulai prosesnya” jawab kim bum.

“hahahaha…kerja bagus. Kakek bangga denganmu dan kau minho bagaimana peluncuran hotel baru kita di pulau jeju?” tanya kakek.

“baik, 2 minggu lagi hotel kita yang di pulau jeju akan resmi dibuka” jawab minho.

“kerja yang bagus juga. Hyun joong bagaimana denganmu?” tanya kakek.

“sejauh ini lancar. Malam ini aku akan mengadakan pertunjukan orkestra kalau kalian ada waktu datang saja” jawab hyun joong santai.

“orkestra itu membosankan, mendengarnya sekali saja mataku langsung berat” ujar minho.

“itu karena kau tidak mempunyai minat dibidang musik makanya tak mengerti tentang musik” sindir hyun joong.

“aiisshh, kau ini…”  minho langsung cemberut.

“memang benar apa yang dikatakan hyun joong itu barusan. Ahh, kalau begitu kim bum kau ajak so eun nanti menonton pertunjukan orkestra” usul kakek.

“ya, aku akan mengajaknya. Tuan putri kau maukan?” tanya kim bum. so eun mengangguk bingung sambil menyantap sarapannya.

“hareboji, oppa, eonni aku berangkat sekolah dulu….” pamit jiyeon.

“tidak mau kuantar?” tanya hyun joong.

“tidak usah, oppa langsung pergi bekerja saja. Sudah ya, selamat tinggal” pamit jiyeon.

“selamat tinggal….” sahut so eun.

“kalau begitu aku duluan juga” ucap hyun joong dan minho.

“ya, bekerja yang benar” ucap kakek.

“bum-ah, kau juga mau bekerja seperti yang lainnya?” tanya so eun.

“ya, sebentar lagi aku pergi. Kau diam saja dirumah dan jangan kemana-mana. Mengerti?” ucap kim bum.

“ne..aku mengerti”  ucap so eun.

“kim bum, kau tenang saja kakek akan bersama so eun dirumah dan mengajaknya mengobrol. Yakan, so eun?”

So eun mengangguk sambil tersenyum senang.

“yasudah, tuan putri aku pergi ya, ingat pesanku” ucap kim bum.

“ya, aku tahu. selamat bekerja, bum-ah”

Kim bum tersenyum dan pergi bekerja.

“hareboji, kau mau kuceritakan tentang dongeng korea jaman dahulu? Aku tahu banyak tentang kisah penduduk korea dijaman dulu” usul so eun.

“ah, kau ini tahu saja kesukaan kakek diceritakan tentang dongeng kuno. Ayo, keruangan kakek kau ceritakan saja disana” ajak kakek. so eun mengangguk dan masuk bersama kakek keruangan kerjanya.

****

“yya, kim sang bum…” panggil kibum.

“kau baru pulang? bagaimana liburanmu bersama yoona?” tanya kim bum.

“menyenangkan sekali. bagaimana dengan dinasmu kedesa?” tanya kibum.

“kau tak bisa membayangkan apa saja yang terjadi kepadaku disana” jawab kim bum.

“…”

“mwo? Kau dikira maling?” teriak kibum.

“ya, sungguh sial bukan nasibku bahkan aku sampai tertidur dibawah pohon tua dekat kuil” ucap kim bum.

“hahahahaa….kim bum, ini pengalaman seru yang pernah kau ceritakan kepadaku” ucap kibum.

“seru jidatmu…apanya yang seru” gumam kim bum.

“oiya, apakah kau berkunjung kepohon terlarang didesa itu?” tanya kibum.

“Pohon terlarang? Apa itu?” tanya kim bum. “apakah maksudnya pohon tempat tuan putri?” fikir kim bum.

“kau tak tahu tentang cerita yang ada didesa itu? cerita tentang pohon yang dilarang untuk didekati oleh semua penduduk dan turis yang datang berkunjung kedesa itu” ucap kibum.

“cerita? Cerita tentang apa memangnya?” tanya kim bum.

“kau ini payah sekali. kau tahu didesa itu ada sebuah pohon yang sangat terkenal salah satu biksu dikuil pernah menceritakan tentang asal usul kenapa pohon itu bisa terlarang oleh umum. Jadi, begini yang aku tahu pohon itu sudah berumur lebih dari 500 tahun dan biksu itu bilang kalau pohon tua itu adalah tempat bersemayamnya seorang putri cantik dari kerajaan jaman dahulu”

“bersemayam? Hahaha, itu mungkin hanya takhayul” ujar kim bum.

“enak saja takhayul. Kau tahu kalau pohon itu tidak bisa ditebang selama ratusan tahun walaupun sudah dicoba oleh penduduk beberapa kali, mereka meyakini kalau pohon itu akan berdiri kokoh selamanya karena didalam pohon itu ada penunggunya. Menurut cerita, pohon itu adalah tempat bersemedinya seorang kakek tua yang mempelajari tentang ilmu sihir maka dari itu warga melarang seseorang untuk mendekati pohon itu karena takut akan mendapat sial” ungkap kibum.

“tapi, menurutku sikakek itu bukannya bersemedi pasti dia sedang menjenguk keadaan situan putri itu” kata kibum

“yya, kibum aku tak tahu kalau kau ternyata suka dengan cerita-cerita gaib begini. Didunia ini tidak ada yang namanya ilmu sihir” ucap kim bum pura-pura tak percaya.

“heh….kau ini kalau diberitahu. Memangnya kau tak berkunjung kepohon itu?” tanya kibum.

“t..tidak untuk apa. Aku kesana untuk bekerja bukan untuk berwisata” jawab kim bum.

“aiishh, mengerti juga pentingnya bekerja” sindir kibum.

“sialan kau, akukan tidak seperti kau yang mengambil dinas keluar kota sekalian berlibur bersama kekasih” ujar kim bum. kibum hanya tersenyum kecil.

Kim bum kembali keruangannya dan duduk dimeja kerjanya sambil memikirkan cerita kibum tadi.

“hhmmm….jadi, kisah si tuan putri itu sudah ada yang tahu. kenapa aku tak tahu ya?” fikir kim bum.

“tunggu. Kalau tak salah dia bilang kalau dia kabur dari istana dan bertemu dengan seorang kakek tua dan dia bilang kalau dia akan mencari cinta sejatinya tapi, harus menunggu didalam pohon ratusan tahun. Dan, kebetulan pria yang dapat mengeluarkannya dari pohon adalah aku berarti aku ini adalah…” kim bum  mulai berfikir. “aissh, mana mungkin. Mana bisa menemukan cinta sejati dengan begitu. tidak, aku pasti terlalu banyak mengkhayal. Lagipula, mana ada cinta sejati dijaman begini. Heh…aku pasti sudah tak waras” ucap kim bum.

“aku akan bertanya langsung kepada tuan putri saja” ucap kim bum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

___

Shinhwa high school….

“jiyeon…” panggil suzy teman jiyeon.

“ne…suzy ada apa?” tanya jiyeon.

“apakah besok kau datang kepesta ulang tahun si hyorim?” tanya suzy.

“ya, aku datang, kau datangkan? Kalau kau tak datang aku tak mau datang” ucap jiyeon.

“hahaha….tenang saja aku ikut. Tapi, aku belum membelikan kado kau mau ya menemaniku?” ajak suzy.

“siippp, aku juga mau membeli kado habis pulang sekolah” ucap jiyeon.

“gomawo, jiyeon. kau sudah dengar nanti ada murid pindahan dari jepang kekelas kita?”

“mwo? Murid baru dari jepang? Tidak, aku tak tahu”

“aiya, kau inikan cucu pemilik sekolah ini masa telat sekali mendengar kabar”

“memangnya aku harus tahu semua yang terjadi disini? tentu saja tidak”

Kkrriinnggg…

“sudah bel, murid baru itu akan tiba sebentar lagi” gumam suzy segera duduk ditempatnya.

“heh..dasar suzy, semangat sekali hanya murid baru” ujar jiyeon.

“selamat pagi anak-anak..” ucap pak kang.

“pagi…” ucap murid serentak.

“kalian sudah tahu akan ada murid baru dikelas kita?” tanya pak kang.

“sudah…” teriak siswi perempuan kecuali jiyeon.

“hahah…gosip cepat sekali menyebarnya. Bapak harap kalian dapat bersikap ramah kepada murid baru dan siswa laki-laki jangan iri dengan ketampanannya ya” ucap pak kang.

“huuuu….” siswa laki-laki langsung menyoraki pak kang.

“hahah…kalian ini minta bapak kurangi semua nilainya, ya” gumam pak.kang

“Baiklah, langsung saja kita perkenalkan murid barunnya”

Pintu kelas dibuka dan masuklah seorang siswa laki-laki yang berawajah tampan, dia berhenti didepan kelas.

“annyeonghaseyo, perkenalkan namaku Yoo SeungHo. Kalian bisa panggil aku seungho, saat berumur 6 tahun aku pindah kejepang dan bersekolah disana dan sekarang aku memutuskan untuk pulang kekorea dan menuntut ilmu disini. mohon kerja samanya” ucap seungho ramah.

“kkyyyaaa…tampannya” teriak salah satu siswi perempuan.

“kenapa berteriak begitu? biasa saja” gumam jiyeon.

“tampan darimananya? Lebih tampan juga keempat oppaku” ujar jiyeon.

“hhmmm….seungo kau duduk disamping mejanya jiyeon saja” tunjuk pak kang.

“kkyya…jiyeon-ah aku iri denganmu” ucap suzy.

“aissh, suzy kau ini aneh sekali kalau kau mau kau bisa tukar tempat duduk denganku” ucap jiyeon.

Seungho berjalan menuju bangkunya, semua siswi perempuan menatap seungho terus-menerus kecuali, jiyeon yang bersikap tak peduli. Seungho yang memerhatikan jiyeon hanya menatapnya dengan tatapan sinis.

“ada apa dengan anak baru itu? menatapku sinis sekali” ucap jiyeon dalam hati.

“terserahlah, mau ditatap sinis atau tidak. Bukan urusanku” fikir jiyeon kembali fokus kepada pelajaran.

*****

“adduh, apa yang harus kulakukan jika bertemu dengan pemilik hotel? Apakah dia akan membalas dendam kepadaku?” fikir hyesun sambil bekerja.

“yya, pelayan baru…” panggil minho.

“mwo? Pelayan baru. Siapa yang berani memanggilku…” hyesun langsung menutup mulutnya begitu menengok kebelakang melihat minho yang ternyata memanggilnya.

“oh, jadi begitu sikapmu kepada majikan? Kau tidak punya sopan santun ternyata. Hhmmm….enaknnya kau langsung dipecat saja ya” ujar minho sambil berfikir.

“ahh, jangan tuan…mohon ampun aku tidak akan mengulangi kesalahanku. Mohon maafkan aku, aku sebatang kara hanya ini yang aku punya, maafkan aku” ucap hyesun ketakutan. Minho hanya tersenyum geli.

“yaya, kumaafkan tapi dengan syarat kau harus menuruti aturanku mulai sekarang”

“mwo? Aturan? Ya, asalkan saya tak dipecat”

“baiklah, kalau begitu sekarang kau pergi ketaman dan cabuti semua rumput liar ditaman itu sampai tak tersisa”

“mwo? Mencabuti rumput? Tapi, tuan itukan tugas pengurus kebun tugas saya hanya bersih-bersih”

“kau berani membantahku?”

“tidak, tuan saya akan melaksanakannya dengan baik”

“yasudah, kenapa kau masih berdiri disini? cepat kerjakan”

Hyesun segera berlari ketaman dan menjalankan perintah minnho dengan wajah kesal.

“yya, minho kau ini iseng sekali kepada pelayan hotel” ejek kim joon.

“oohhh, kim joon hyung sudah pulang ternyata. Bagaimana dengan selandia baru?” tanya kim joon.

“very good…sayang sekali kau tak bisa bersenang-senang bersamaku disana” kim joon mengangkat kedua jempol tangannya.

“ahh, enak sekali kau buatku iri saja”

“hahah…tenang saja sehabis kau selesai bekerja kita pergi kenight club bersenang-senang, kau beritahu kim bum juga untuk ikut”

“kim bum? aku tak yakin dia mau ikut”

“memangnya kenapa tak yakin? Bukankah, kim bum selalu setuju jika, dia diajak kesana?”

Minho pun menceritakan semua peristiwa selama kim joon tidak ada dirumah.

“mwo? Kau bilang sekarang gadis aneh itu tingggal dirumah kita?” tanya kim joon.

“ya dan lebih parahnya lagi sepertinya kakek sangat menyukai gadis yang dibawa kim bum itu. hyung tahu aku sudah 2 kali aku diceramahi olehnya mengenai tingkah makanku dan gaya rambutku ini. Ingin sekali rasanya aku menyumpal mulutnya” ungkap minho kesal

“hhmmm….aku jadi penasaran dengan wanita itu. bagaimana bisa kim bum mendapatkan gadis aneh seperti itu” gumam kim joon.

“kau tahu hyung semenjak gadis itu datang kim bum jadi jarang pulang malam dan jarang bangun siang, bahkan sekarang ia sudah lebih dulu ada dimeja makan saat sarapan”

“mwo? Sebegitu terpengaruhnya kah wanita itu sampai membuat kim bum berubah?” ujar kim joon.

****

Sementara itu, saat istirahat seungho memilih menghindari berkenalan dengan siswi perempuan dan kabur ke lab komputer mencari sebuah informasi. Ia masuk diam-diam dan menyalakan salah satu komputer diruang lab komputer.

“heh…kalau saja ayah tak menyuruhku mencari tentang ini aku pasti tidak akan pulang kekorea” gumam seungho. Seungho mulai mencari sebuah data dikomputer.

“jadi, pohon tua ini terletak didesa pinggiran kota seoul? Hmm…. apakah iya saudara kakek buyutku pernah bersemayam dipohon ini” gumam seungho sambil berfikir.

“murid baru dilarang menyalakan komputer saat jam istirahat” omel jiyeon. seungho yang terkejut langsung mematikan komputer dan bangkit berdiri.

“aku tidak tahu peraturannya” ucap seungho.

“tidak tahu? kau tidak baca larangannya tertempel didinding” tunjuk jiyeon.

“aku tak lihat” ucap seungho dingin.

“lain kali perhatikan, kau ini masih baru dan jangan melanggar aturan” tegur jiyeon. seungho langsung menatap sinis dan pergi keluar dari lab komputer.

“aissh, ada apa dengan anak baru itu? apa yang dia cari dikomputer sekolah memangnya?” gumam jiyeon penasaran. Jiyeon pun menyalakan komputer yang seungho gunakan tadi. Jiyeon membuka bagian history nya dan mengkliknya.

“pohon terlarang? Untuk apa dia membuka tentang artikel aneh begini” gumam jiyeon bingung. Jiyeon segera mematikan komputer dan pergi meninggalkan lab komputer.

….

Bersambung

Ok, sampai disini dulu ya. Makin penasarankah? Tunggu part selanjutnya. Jangan lupa comment. Okok…

Tags: , , , , ,

28 responses to “MY PRINCESS FROM THE PAST part 3”

  1. ati gunarti says :

    wah mkin seru aj..aq suka kim bum yg perhtian ma so eun(jd ingt so yi jung yg prhtian jg ma chu ga eul)..aq sll smangt klo bc ff bumsso..

  2. AnnisaHourai says :

    Kereeeeen bgt thor😀
    Aku suka ceritax, lanjut😀

  3. dewi_santika (@al_saaja) says :

    wah… seru2.. aku suka…
    next part nya dtunggu ya,,🙂

  4. Suryati says :

    Seeerrruuu,,,lanjut kak,,,,wah kim bum mijit kakinya kim so eun so sweet banget sih kim bum,,,,,,,,,,,,,,lanjjjuuuuut

  5. miu says :

    park k’4 nya jangan lma’ya ka

  6. niken says :

    yay… keren author…
    paling seneng baca ff Bum So yg ada Jiyeon dan seung Ho nya…

  7. Ranie says :

    Makin seru..
    Lanjut..!

  8. onkyu says :

    kim bum sikapnya baek bgt…. sukaaaaaaaaaaaaaa author.. ditunggu lanjutannya….

  9. ambar says :

    Aduh kim bum perhatian bngt ma so eun. . . .kaki pegel ada yg mijitin. .so eun lcu bngt ngira smua brang aneh. .ayo author smangat bat next partnya y. . . .

  10. Dhiana says :

    Kyaaaaaaaaaaaaaa#lebay
    pnsaran bnget ama crta s’lanjut’x…

    Ayo eonni semangat, cepat lanjutkan ff’x..

  11. rizkyapratiwi says :

    kereeeeeennn …. so eun jadi kayak ibu2 ya ceramahin minho terus
    tapi lucu sih … hahahahaha
    ternyata seungho di jaman dulu berengkarnasi gi ……
    lanjuuut thor

  12. rani says :

    aduh,, makin seru aja nih ff nya,, kira2 seung ho,, siapa ya,, misterius skali haha,, update soon ya

  13. Helda wati says :

    kyaaa,seru bgt, eunnie polos bgt. cpt dilanjt y author

  14. Putzz ran" mouri says :

    TambAh seru dan tambAh luchu crita’a. . Pha lgI Pas bgIan Minho hyesun. . KocAk. . .
    Aq tUngGu lanjUtan’a cHingu. . . .

  15. Nurani nury says :

    Good good

    q suka crta.a tp bnxakin yg bumsso crta.a biar lbih keren.

  16. qinqin says :

    wah chingu ada sempilan jiyeon-seungho.makin suka deh ama ff ini

  17. afri says :

    Kim Bum tanpa sadar jatuh kedalam pesona tuan putri So Eun..
    Seung Ho kan nyari pohonnya So Eun tuh, Seung Ho sam So Eun ada hubungan keluarga dong,,,,makin penasaran…

  18. meilani says :

    wah keren tambah penasaran ff selanjutnya

  19. DHiyah Zt DoUx says :

    wuuuahhhh , mkin sru ni ff …
    tuan putri so eun n pangeran kim bum ,, kya y krang Lengkap dechhhh ..
    tp apa ya ?? emmppp ,, aha *kLuar Lampu patromack,, kLo Lmpu neon kkeciLan* heheheh

    kLo da putri n pangeran hrus da putri keciL or pangeran keciL kn ??
    gmna kLo q z …
    ide bgus bkan ??
    hohoho
    *pLAKKK !!! ngimpi*
    pLing sneng kLo bca crita tntang dongeng kya gni … ^^

    Lanjut …

  20. july says :

    woaaah kereen..
    Makin seruu ja ceritanya..:D
    aaa seneng bnget bcanya cz kimbum p’hatian bgt ma so eun..
    Akk jgaa couple MinSun..
    Next part jgn lama” ea chingu^^

  21. leuni says :

    lucu n seru
    spa ya sbnr’a seungho ya?
    dtgu lanjutannya

  22. puputciputt_elfmates says :

    penasaran ama slnjut’a..!! jngn lama2 yahh..!!^^

  23. mey_kimeun says :

    hehehe,,, kim bum oppa lum nyadar cinta ma eunni yaaaa…
    knp seungho nyari pohon terlarang..?
    ditggu next part..

  24. djkyussoloverz says :

    wa…………….waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah bguzzzzzzzzz cingu ditggu lnjtn x jgn lama lama…………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  25. enno bumsso says :

    fantasina kerrreeenn. . . .😀

    Ngakak,c kse bnr2 ndesa bgd dh critana,pa agy yg paz diajak blanja ntu. . .hahaha
    kb perhatian euy . . .

    Wadaw. . ,ntu hyesun brani2na sama boznya,ckckck

  26. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    Ada seungho Lgh tambah seru …
    Ywdh d’tunggu part slanjut’a …

  27. febby says :

    Huh seru bngits…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: