THERE’S LOVE IN MY EYES part 4

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 4

“paman…” panggil so eun.

“paman tak bisa mengatakannya. Ini rahasia rumah sakit” jawab yoon berbohong.

“oh, begitu. yasudah” ucap so eun. yoon pun meninggalkan so eun sendirian dikamarnya.

“eomma, sekarang aku bisa melihat wajahmu walaupun dalam foto” ucap so eun. “aku sangat berharap orang yang pertama kali kulihat adalah kau, eomma” ucap so eun memeluk foto misun sambil meneteskan air mata.

****

Tahun 2011……

Dibandara incheon, tepatnya digerbang kedatangan 1A.

“ahh, senangnya bisa kembali kekorea” ucap yoona.

“kupikir kau betah hidup diamerika” ucap so eun.

“hahaha… sebenarnya, berat juga meninggalkan amerika, kau tahukan disana aku mendapat banyak ilmu tentang mendesign” ujar yoona.

“arasso… selama 2 tahun menuntut ilmu diamerika akhirnya, cita-citamu terkabulkan dan sekarang kau bisa punya butik sendiri disini” puji so eun.

“hahaha… tapi, kau jauh lebih hebat dariku. Hanya dalam 2 tahun kau sudah menjadi penulis novel  terkenal diamerika bahkan menjadi best seller. Kau ini memang sangat berbakat” puji yoona.

“itu hanya kebetulan banyak orang yang suka membaca novelku. Oiya, kapan paman akan pulang?” tanya so eun.

“paman bilang dia masih lama diamerika. Pasiennya sedang banyak-banyaknya disana” jawab yoona. mereka pun masuk kedalam taxi.

Setelah, so eun menjalani operasi mata dan akhirnya, bisa melihat yoon mengajak yoona dan so eun untuk tinggal diamerika. Rumah sakit mengirim yoon untuk bekerja di New York Hospital. Yoon merasa senang karena dapat ditugaskan disana dan sekalian ia bisa menjauhkan so eun dari keluarga gab soo. Sebelum, mereka pindah keluar negri gab soo terus datang kerumah sakit dan bertanya tentang alamat orang yang mendapat donor dari shin hye.

___

“yya, kim bum. aku dengar kau menolak bertemu dengan wanita yang diperkenalkan ibumu. Apa itu benar?” tanya kibum saat jam istirahat kantor.

“ne… aku menolaknya, ibuku selalu saja berusaha mengenalkanku kepada anak teman-temannya. Padahal, aku sudah bilang kalau aku sedang tak ingin berpacaran dulu” jawab kim bum.

“kau belum ingin pacaran atau kau belum bisa melupakan shin hye?” tanya kibum.

“sebenarnya, keduanya” jawab kim bum.

“kyaa… itukan kim kibum” teriak seorang wanita.

“maaf, boleh kami minta tanda tanganmu?” tanya seorang fans kibum.

“tentu saja” jawab kibum. Kibum pun memberi tanda tangan kepada fansnya. Fansnya keluar dari restaurant sampai berteriak senang.

“wah, walaupun kau sudah berhenti menjadi aktor, sepertinya masih ada orang yang mengingatmu” ucap kim bum.

“hahaha…jangan salah, walaupun aku sudah cuti dari pekerjaanku menjadi aktor dan fokus kepada perusahaan masih banyak orang-orang diluar sana menunggu kedatanganku dilayar kaca” ucap kibum bangga.

“dasar. Kau harus memilih salah satu menjadi aktor atau menjadi pengusaha seperti cita-citamu dari dulu” ujar kim bum.

“ya, aku tahu” ucap kibum. “oiya, kau sudah tahu kalau diapartemen kita nanti kedatangan orang baru? Kudengar yang akan tinggal seorang 2 perempuan cantik” tanya kibum.

“heh… mulai lagi deh. Aku tak tahu, memangnya mereka akan tinggal dimana?” tanya kim bum.

“dasar bodoh… tentu saja disebelah kamar apartemen kita” jawab kibum.

“tetangga baru” gumam kim bum. kibum langsung senyum-senyum sendiri tak sabar ingin melihat wajah  tetangga baru mereka.

Setelah, lulus dari kuliah kim bum dan kibum bekerja diperusahaan ayahnya kim bum. untuk ukuran mereka, bisa dikatakan bahwa mereka berdua termasuk pengusaha muda yang cukup berhasil. Walaupun berusia 22 tahun, jabatan mereka diperusahaan cukup tinggi. Mereka memutuskan tinggal diapartemen untuk mandiri dan tak tinggal bersama orang tua mereka.

___

Sementara itu, misook masih terus memikirkan shin hye. Setiap tengah malam, misook masih terus menangis dan pergi kekamar shin hye untuk menangisi shin hye. Gab soo yang sudah lelah akan depresi misook lebih memilih lembur dikantor daripada berada dirumah. Ini membuat keluarganya menjadi hancur, mereka jadi saling tak mengenal dan jadi jarang berkumpul bersama. Mereka bisa seperti keluarga hanya saat sarapan, itu juga kalau gab soo tak buru-buru pergi kekantor.

Jiyeon yang biasanya ceria menjadi pemurung dan tak seceria dulu. Sekarang, jiyeon yang merawat ibunya jika ibunya menangis dan depresi lagi.

“jiyeon…” panggil seungho.

Jiyeon mengok kearah sumber suara orang yang memanggil namanya.

“ada apa?” tanya jiyeon dingin.

“mmmm… apa hari sabtu ini kau bisa pergi bersamaku menonton pertandingan basket?” ajak seungho.

“siapa kau? Aku merasa tak pernah mengenalmu” tanya jiyeon. seungho terkejut karena jiyeon bertanya hal seperti itu.

“kau lupa… ah, kau pasti lupa. Akukan anak baru disini. Namaku Yoo SeungHo. Jangan lupakan namaku lagi ya. Mm… bagaimana dengan ajakanku?” tanya seungho.

“maaf, hari sabtu aku ada urusan” ucap jiyeon pergi keluar kelas. Seungho tertunduk lemas.

“hahaha… yang tabah seungho” ucap teman seungho menepuk bahu seungho.

“sekarang sijiyeon itu berubah. Padahal, dulu ia tak begitu” ujar salah satu teman seungho.

“benarkah? Lalu, kenapa dia bisa begitu?” tanya seungho.

“yang, aku tahu dia menjadi pemurung begitu semenjak kakak perempuannya meninggal” jawab salah satu temannya. Seungho mengangguk mengerti.

“eomma, aku pulang” ucap jiyeon.

“shin hye, dia datang” ucap misook.

“eomma, apa kau sudah meminum obatmu?” tanya jiyeon lesu.

“shin hye, datang” ucap misook. Jiyeon mengerutkan dahinya dan membawa ibunya kekamar dan memberinya obat penenang.

“eomma, kau harus banyak istirahat” ucap jiyeon.

“shin hye datang… dia akan pulang” ucap misook.

“ya, eonni akan pulang” ucap jiyeon. setelah, misook tertidur pulas, jiyeon meneteskan air mata.

“eomma, kapan kau akan menerima semua ini? Eonni sudah tiada” ucap jiyeon sambil memandang foto shin hye yang dipeluk ibunya.

****

Setelah hampir 3 jam merapikan isi apartemen, akhirnya so eun dan yoona berhasil membuat apartemen mereka terlihat bagus.

“fiuh, selesai juga beres-beres” ucap so eun.

“ahh, so eun. aku lupa…” ucap yoona.

“lupa apa?” tanya so eun.

“membeli bahan makan malam. Sekarang kita tak punya makanan dirumah” jawab yoona menepuk dahinya.

“kalau begitu kita pergi kesupermarket sekarang, siapa tahu masih ada bahan makanan yang segar disana” ajak so eun. yoona mengangguk dan pergi keluar bersama so eun.

“heh..aku ngantuk” ucap kim bum menguap sambil menyetir.

“hati-hati… awas menabrak tiang. Aku tak mau terjadi apa-apa dengan tubuhku” ucap kibum.

“ya, bawel” ucap kim bum sambil mengucek matanya.

“yoona, aku lupa membawa dompet” ucap so eun.

“heh… yasudah, pakai uangku dulu” ucap yoona.

“tidak, biar aku ambil dulu sebentar” ucap so eun berlari sambil menyebrang. Karena tak melihat kanan-kiri, so eun terserempet sebuah mobil sedan hitam yang ternyata mobil kim bum.

“astaga, so eun. kau baik-baik saja?” tanya yoona menghampiri so eun.

“mmm.. iya. Lututku hanya tergores saja” jawab so eun.

“tergores apanya? Lututmu sobek” ucap yoona meringis.

“maafkan, aku. Aku tak sengaja menabrakmu” ucap kim bum keluar dari mobil, kibum pun ikut keluar dari mobil. So eun terus meniup lututnya agar tak perih.

“yya, matamu dimana? Kau tak lihat ada orang yang sedang menyebrang?” omel yoona.

“astaga, wanita bawel dari planet apa sih dia. Hey, temanku sudah meminta maaf lagipula, dia tak sengaja” omel kibum.

“apa kau bilang? Bawel? Kau bilang aku bawel. Kau yang bawel” bentak yoona.

“hey, kalian ini sudah jangan bertengkar lagi” ucap so eun sambil terus meniup lututnya. Kim bum berjongkok dan melihat lutut so eun yang sobek.

“maafkan, aku. Biar aku membawamu kerumah sakit” ucap kim bum.

So eun menoleh, menatap kim bum dan tersenyum.

“tak perlu. Hanya luka seperti ini, jika dikasih betadine nanti juga kering” ujar so eun. kim bum terkejut saat melihat so eun. kim bum menatap so eun dan memerhatikan mata so eun.

“shin hye..” ucap kim bum dalam hati. Kim bum terus bengong dan tak berhenti menatap so eun.

“kau lihat sekarang, temanku baik hati buktinya ia mau mengantar temanmu kerumah sakit” cibir kibum.

“heh…ya, aku lihat dan aku juga mendengar. Aku ini tak buta dan tak tuli” omel yoona.

“yoona, sudahlah. Tak perlu kerumah sakit, kita obati didalam saja” ucap so eun mencoba berdiri. Tapi, ia susah berdiri karena lututnya sangat perih. Kim bum langsung tersadar dari kebengongannya dan membantu so eun berdiri.

“kibum kau urus teman wanita ini. Biar aku membawanya kerumah sakit” ucap kim bum membopong so eun.

“ahh, tak usah” ucap so eun.

“tidak apa-apa. Aku merasa tak enak” gumam kim bum.

Yoona dan kibum hanya terdiam meratapi kepergian kim bum dan so eun.

“heh… aku jadi semakin lapar sehabis bertengkar denganmu” ucap yoona memegang perutnya.

“kau pikir aku tak lapar? Aku juga lapar” ucap kibum. Yoona hanya menatap jengkel kearah kibum dan jalan sendiri mencari kios untuk makan. Kibum pun mengikuti yoona pergi kekios.

“bibi, tolong minta kimchinya ya” teriak yoona.

“aissh, wanita macam apa ini, memesan makanan saja berteriak” gumam kibum pelan. Yoona hanya menatap sinis kearah kibum.

“maaf, bolehkah aku berfoto denganmu?” tanya salah satu fans kibum.

“tentu saja. Mana kameramu?” tanya kibum. Fansnya pun menyerahkan kamera digital kepada kibum. “hey, tolong foto aku dengannya” ucap kibum kepada yoona. yoona semakin jengkel dengan kibum dan memfotoinya.

“terima kasih” ucap fansnya itu sambil berteriak senang.

“apa-apaan dia itu? berteriak begitu. seperti habis melihat aktor terkenal” gumam yoona.

“kau tak kenal aku?” tanya kibum heran.

“tidak. Untuk apa mengenalmu. Kau ini memangnya siapa? Memangnya seluruh dunia harus tahu siapa dirimu?” tanya yoona.

“kau ini orang baru dikorea ya?” ledek kibum sinis.

“hey, jaga omonganmu. Walaupun, aku baru pulang dari luar negri tapi, aku lahir dan besar disini. Jangan seenaknya kau bilang aku ini orang baru” omel yoona.

“omonganku itu benar. Buktinya saja kau tak kenal siapa aku. Wanita tadi saja kenal denganku” sinis kibum.

“kau ini memangnya siapa? Cucu presiden?” tanya yoona.

“aku ini seorang aktor terkenal. Kim Kibum” jawab kibum bangga.

“aktor? Kau? Tak yakin” ucap yoona melirik kibum dari bawah keatas dan atas kebawah.

Kibum hanya geleng-geleng sambil memakan makan malamnya dengan jengkel.

****

Sementara itu, kim bum menunggu diruang tunggu sementara so eun diobati oleh dokter.

“jangan banyak bergerak ya, nona so eun. jaga lukamu jangan sampai kotor” ucap dokter.

“ya, dok. Terima kasih” ucap so eun.

“bagaimana? Apakah masih sakit?” tanya kim bum cemas.

“tidak… sudah tak sakit. Untung saja hanya 4 jahitan dilututku ini” jawab so eun tersenyum.

“maaf ya, aku tak hati-hati saat menyetir sampai membuat kau jadi terluka begini” ucap kim bum melirik luka dilutut so eun.

“kau terlalu banyak meminta maaf. Aku juga salah karena tak menyebrang dengan hati-hati” ucap so eun.

“mm… aku belum memperkenalkan diri. Namaku Kim Sang Bum. kau bisa memanggilku Kim Bum” ucap kim bum menjulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.

“Kim So Eun. kau bisa panggil aku so eun” ucap so eun menjabat tangan kim bum sambil tersenyum. Kim bum terus menjabat tangan so eun lama sambil menatap mata so eun.

“ehem… kim bum, tanganmu” ucap so eun.

“oh iya, maaf” ucap kim bum melepaskan tangannya. “eng… kalau begitu kita langsung pulang saja” ajak kim bum. so eun menurut dan pulang bersama kim bum.

___

“jadi, kau penghuni apartemen disini?” tanya kim bum saat mengantar so eun sampai pintu apartemen.

“i..iya. kau juga tinggal disini?” ucap so eun.

“ya, aku penghuni disini juga dan aku tetangga sebelahmu” ujar kim bum menunjuk pintu apartemennya.

“wah, kebetulan sekali, kita bisa sering ketemu. Senangnya mendapat tetangga baik sepertimu” ucap so eun.

“eng… sudah malam sebaiknya kau istirahat” ucap kim bum. so eun mengangguk dan saat ingin membuka pintu..

“so eun…” panggil kim bum.

“ada apa?” tanya so eun.

“tidak jadi. Aku lupa mau bicara apa. Selamat malam” ucap kim bum masuk kedalam apartemennya. So eun langsung menghiraukan pikirannya tentang kim bum dan masuk kedalam apartemennya.

“so eun, sudah diobati?” tanya yoona.

“iya, hanya 4 jahitan” jawab so eun.

“hanya kau bilang? Itu banyak” ujar yoona.

“sudah tidak usah membahasnya, mm…aku lapar” ucap so eun memegang perutnya.

“aku tahu, aku sudah membelikanmu makanan” ucap yoona menyiapkan makanan untuk so eun.

“kau pergi dengan temannya kim bum?” tanya so eun.

“maksudmu si kibum itu, yeah, aku pergi dengannya. Kau tahu dia mengaku kalau dia itu orang terkenal. Dasar tak jelas” gumam yoona kesal. So eun hanya tertawa kecil sambil menyantap makan malamnya.

“kau tahu wanita menjengkelkan itu tak mengenali aku, kim kibum. Aku bingung, apakah dia tak pernah menonton tv dirumahnya” omel kibum.

“terbuktikan kalau tak semua orang mengenalimu” ujar kim bum.

“kau ini tak mendukungku sama sekali ya” ucap kibum.

“haha… oiya, aku ingin bercerita” ucap kim bum.

“cerita apa?” tanya kibum kesal.

“mmm… aku merasa kalau so eun sedikit mirip dengan shin hye. Aku terus terbayang-bayang akan sosok shin hye saat aku menatap so eun. bukankah itu aneh?” tanya kim bum.

“heh, inilah akibatnya jika kau jarang dekat dengan wanita. Sekalinya dekat kau malah jadi teringat shin hye terus. Nanti juga kau akan biasa dan tak terbayang sosok shin hye. Kau ingatkan shin hye itu sudah meninggal” ucap kibum.

“yah, aku tahu” ucap kim bum.

****

Keesokan paginya, so eun berbicara ditelfon dengan editor diluar apartemennya.

“ya, pak. Aku masih dalam tahap penulisan, aku akan mengemail ceritaku begitu aku selesai” ucap so eun ditelfon. “ne.. terima kasih” ucap so eun menutup telfon.

“jadi, kau seorang penulis?” tanya kim bum. so eun terkejut karena ada yang bicara dibelakangnya.

“kim bum, aku pikir siapa. Iya, aku seorang penulis novel” jawab so eun terkejut.

“hemmm..kalau begitu aku akan membeli novelmu dan membacanya” ucap kim bum.

“hahaha… terima kasih kalau kau membacanya. Lagipula, isinya tak begitu menarik kok” ucap so eun.

“aku jadi semakin penasaran” ucap kim bum berfikir.

“oke, kalau begitu kau harus segera membelinya dan membacanya” ucap so eun. kim bum langsung tertawa, so eun pun ikut tertawa. Kim bum memerhatikan saat so eun tertawa, ia teringat shin hye tiba-tiba.

“kim bum…” panggil so eun.

“eng, ya”

“kau melamun terus”

“aku pergi dulu” ucap kim bum berjalan karah lift.

“aneh, sekali” gumam so eun.

****

Sementara itu, yoona sibuk menata butiknya yang baru dibuka hari ini.

“hemm… ini harus kelihatan bagus agar pengunjung banyak yang datang” gumam yoona.

“nona Im, dimana letak baju ini akan disimpan?” tanya salah satu pegawainya.

“disana saja” tunjuk yoona.

“ahh, selesai. Dengan begini beauty boutique resmi dibuka” ucap yoona senang. Belum ada 15 menit, banyak pengunjung yang datang kebutiknya.

“pak shin, aku sudah bilang kalau aku menolak tawaran bermain didrama itu” omel salah satu pengunjung butik yoona.

“wah, dia itu kan artis yang sedang terkenal” gumam yoona.

“aku akan bermain jika, lawan mainku itu kim kibum” ujar aktris itu. yoona terkejut saat mendengar nama kibum.

“aku tak mau tahu.. kalau kibum tak main didrama itu, kau bisa mencari pemeran lain” omel aktris itu menutup telfonnya.

“haa? Apakah telingaku tak salah mendengar? Jadi, kibum itu memang aktor” ujar yoona.

Setelah, aktris itu membayar belajaannya, yoona menarik salah satu pegawainya yang mendengar percakapan aktris itu ditelfon.

“apa kau tahu aktor yang bernama kim kibum?” tanya yoona.

“tentu saja saya tahu, aktor itu sangat tampan” jawab pegawainya.

“tampan? Memangnya dia sangat terkenal?” tanya yoona.

“nona ini masa tak pernah melihatnya ditv.. dia itu terkenal sekali. Tapi, yang saya baca dikoran dan majalah sekarang kim kibum sedang cuti dari pekerjaannya menjadi aktor agar bisa fokus kepada pekerjaannya sebagai pengusaha sungguh pria yang hebat” ucap pegawai itu sambil senyum-senyum sendiri.

“aktor terkenal? Tak terlihat dari tampangnya” gumam yoona.

****

Sementara itu, dikantor kim bum bekerja sambil memikirkan tentang pertemua pertamanya dengan so eun dan teringat akan shin hye juga.

“kenapa aku selalu terbayang akan sosokmu terus sih shin hye” gumam kim bum sambil mengingat wajah so eun dipikirannya.

“yya, kim bum. apa yang sedang kau pikirkan? Serius sekali” tanya kibum.

“aku sedang memikirkan so eun” jawab kim bum.

“wah, jangan-jangan kau menaruh hati dengannya” goda kibum.

“tentu saja tidak… aku memikirkan so eun dan juga shin hye” sahut kim bum.

“shin hye lagi. Kau harus bisa merelakannya pergi, kasihan nanti rohnya tak tenang dialam sana jika, masih ada orang yang mengingatnya terus” ujar kibum.

“aku sudah berusaha merelakannya tapi, tak bisa. Apalagi, setelah bertemu so eun aku merasa menemukan sosok shin hye didalam dirinya” ungkap kim bum.

“lebih baik aku memperingatimu dari sekarang, jangan sampai kau jatuh cinta dengan so eun hanya karena shin hye. Tak baik menyakiti hati wanita” kibum menasehati kim bum.

“aku tahu…. kau tenang saja” ujar kim bum.

****

“shin hye, maaf ya eomma membaca buku diarymu” ucap misook membaca diary shin hye.

“eomma tak tahu kalau kau mempunyai cita-cita yang sangat hebat. Kenapa kau pergi dengan cepat sebelum mewujudkan impianmu. Eomma rindu denganmu, andai saja kau tak ikut bersama laki-laki sialan itu, mungkin sekarang kau masih ada disini” ucap misook

Sementara itu, saat jam istirahat jiyeon termenung memikirkan keadaan misook yang semakin hari semakin menurun. Kemarin, appanya tak pulang kerumah dan lebih memilih untuk menginap dikantor sampai nanti malam.

“jiyeon…” panggil seungho. Jiyeon tersadar dari lamunannya dan menatap dingin kepada seungho.

“kau mau apalagi?” tanya jiyeon.

“tidak ada….aku hanya ingin memanggil namamu saja” jawab seungho tersenyum menatap jiyeon.

“kau benar-benar orang aneh…aku malas meladeni orang sepertimu” gumam jiyeon bangkit berdiri dan meninggalkan seungho sendiri.

“hahaha, seungho. Gagal lagi kau mendekati jiyeon” ucap teman seungho yang bernama bonggu. Seungho hanya tertunduk lemas.

“apa yang harus kulakukan agar kau kembali ceria?” gumam seungho.

****

“heh…mentok semua idenya” ucap so eun sambil berfikir. “jika, cerita ini tak selesai sampai batas tenggat waktu yang diberikan editor bisa mampus aku” gumam so eun.

Tiba-tiba, hpnya berdering tanda ada sms masuk, so eun segera mengambil hpnya dan membaca pesan yang masuk.

To: so eun

From: yoona

“so eun, hari ini aku tak bisa makan malam dirumah. Tak sengaja, aku bertemu teman lama, mianhae…..”

“dasar si yoona. heh, sendiri lagi” ujar so eun sambil merenung. So eun memutuskan untuk pergi jalan-jalan sebentar untuk menyegarkan pikirannya. Kebetulan juga, misook pergi keluar karena ingin datang kemakam shin hye.

Saat sedang berjalan sambil menikmati gedung-gedung tinggi diseoul so eun tak sengaja menabrak seorang wanita.

“adduh, maaf ya nyonya” ucap so eun berjongkok mengambil tas misook yang ia jatuhkan.

“tidak apa-apa” ucap misook. So eun bangkit berdiri dan menyerahkan tas kepada misook.

Alangkah, terkejutnya misook saat bertatapan mata dengan so eun.

“shin hye, anakku” gumam misook.

“haa… anak?” ucap so eun terkejut.

-bersambung-

TBC dulu ya, capek

Jangan lupa commentnya…

Mianhae kalau kurang panjang….

Tags: , , , , , , , , , , ,

15 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES part 4”

  1. yooneegreen (yunie sipenyuka hijau) says :

    LANJUUUT………
    ditunggu part selanjut’a gak sabar liat bumsso menjalin kasih asmara haseek

  2. yukaloveJC says :

    good job author…tmbah bagus crtanya.feelnya dpt bnget n alur crtanya ok.dtnggu klnjutnnya ya….

  3. siska says :

    lanjut!!!
    Suka bgd ma ceritanya.next part jgn lama2 ya…
    gomawo…

  4. fitra says :

    maaf baru komen sekarang
    aslinya tuhh aku penggemar ff bumsso tapi baru kali ini ku komen , yang dulu hanya baca doank

    ff kakak baguzz
    ditunggu part selanjutnya

  5. ambar says :

    Makin seru ja ni critanya. . .kpan y ksh asmara bumsso dmulai?penasaran q. . . .oya rda g suka msa stiap org yg lht so eun keinget shin hye kan yg didonor cma mata. . .hem tpi ttp keren ok next part dtgu ya. . .

  6. AnnisaHourai says :

    Lanjut, mkin seru aj ceritax😀

  7. onkyu says :

    kasihan tante misook…. (tante…???)..
    baru awal pertemuan ne….. jadi makin penasaran… ditunggu lanjutanya authorrr…..

  8. pucha says :

    annyeong author….!!!

    salam kenal..!!

    honestly…awalnya ak pikir ini ceritanya akan sama dengan dramanya yoona *lupa judulnya hehehe tapi ternyata ngk juga..

    hayo cepet2 di post lanjutannya..lebih cepat lebih baik..merdeka (?) heheheh

    gomawo
    _bow_

  9. kaoru aka seli m says :

    hore lanjutannya dh datang ^^
    bagus thor ceritanya ..
    next part di tunggu yach🙂

  10. djkyussoloverz says :

    serrrrrrrrrrrrrrruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu pi knapa pendeeeeeeeeeeeeek bngtbcingu pnjngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin dooooooooooonk critaaaaaaaaaaaaaaaaaa xxxxx

  11. ati gunarti says :

    bumsso akhirnya ktemu lg(ya hrs donk).mbum jngn liat so eun sbgai shin hye..so eun ya so eun…enth knp diff ni aq jd sk ma yoonbum couple(hny diff ni..idola q te2p bumsso couple)..next part jngn lm2..

  12. afri says :

    akhirnya bumsso ketemu
    takdir mulai berpihak pada mereka
    lanjut terus ya chingu

  13. BumssoCoupleForever says :

    akhir y, bsa jg bumsso ktmu langsung…

    nrxt part

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: