THERE’S LOVE IN MY EYES part 5

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 5

“shin hye, anakku” ucap misook.

“haa? anak?” ucap so eun dalam hati.

“maaf, bi. Aku bukan anakmu. Maaf sudah menabrak anda” ucap so eun buru-buru pergi.

“shin hye, mata itu” gumam misook sambil menatap so eun berjalan.

“hari ini benar-benar aneh, kenapa bisa aku bertemu dengan bibi yang bertingkah aneh seperti itu” gerutu so eun saat berjalan menuju kamar apartemennya.

“siapa yang aneh?” tanya kim bum muncul dibelakang so eun.

“astaga, kim bum kau hampir membuatku terkena serangan jantung” ucap so eun kaget.

“maaf, aku tak sengaja mendengarmu bicara sendiri” ujar kim bum tertawa kecil.  “mmm…. kau sudah makan malam?” tanya kim bum.

“belum, hari ini yoona pulang telat jadi aku harus memasak makan malam sendirian” jawab so eun.

“oh, kalau begitu aku bersedia menjadi teman makan malammu hari ini”

“Memangnya temanmu yang bernama kibum itu tak makan malam bersamamu?”

“tidak, dia tak ikut bersamaku. Dia punya acara sendiri”

“yasudah, kalau begitu silahkan masuk” so eun membukakan pintu untuk kim bum. Kim bum masuk dan duduk diruang tamu sementara so eun menyiapkan makan malam.

“apa perlu kubantu?” tanya kim bum datang kedapur.

“tak usah, aku bisa sendiri. Kau kan tamu tak perlu ikut membantu” jawab so eun. Tapi, kim bum keburu sudah membantu so eun memasak didapur.

“aku kan sudah bilang duduk saja diruang tamu” ucap so eun.

“tenang saja, aku tak enak jika harus membiarkanmu sendirian memasak. Begini-gini juga aku pintar memasak” ungkap kim bum. so eun mengangguk dan memerhatikan cara kerja kim bum saat memasak.

“kau seperti koki profesional” puji so eun takjub saat melihat kim bum mengoseng-oseng sayur diwajan.

“ini biasa saja” ucap kim bum. so eun tertawa senang dan menikmati acara memasaknya dengan kim bum.

“selamat makan…” ucap so eun dan kim bum berbarengan.

“mmm… masakanmu sungguh lezat. Kau memang handal, kim bum” ucap so eun. kim bum hanya tersenyum sambil melahap masakannya. Entah kenapa, saat memasak bersama so eun tadi, ia tak begitu teringat dengan shin hye itu yang membuat pikirannya tenang.

****

Sementara itu, yoona menikmati makan malamnya bersama teman lamanya direstaurant.

“kita sudah lama tak bertemu. Aku senang bertemu denganmu hari ini” ucap siwon.

“sunbae, aku juga senang. Sudah 2 tahun kita tidak bertemu, aku terkejut saat melihatmu dimajalah amerika. Sekarang, kau sudah menjadi model yang terkenal ya” ujar yoona.

“hahaha… itu hanya kebetulan aku bisa masuk majalah disana. Oiya, bagaimana dengan karirmu? Apa kau sudah berhasil membuka butik sendiri seperti yang kau cita-citakan?” tanya siwon.

“ne, sunbae. Aku sudah mempunyai butikku sendiri walaupun belum mempunya cabang tapi aku akan berusaha sebaik mungkin agar butikku maju” kata yoona senang.

“kau tak berubah. Selalu saja ceria, aku senang melihatmu selalu tersenyum” ucap siwon. Yoona yang mendengarnya jadi sedikit malu.

“hey, siwon” panggil kibum yang kebetulan ada direstaurant.

“hey, kibum. Ayo, gabung denganku” ajak siwon. Yoona yang mendengar suara kibum menengok dan melihat kibum menghampiri mejanya dan siwon, ekspresi wajahnya langsung berubah sinis.

“ayo, duduk disini. Kau sedang menunggu seseorang?” tanya siwon.

“ya, aku sedang menunggu temanku tapi, ternyata ia bilang kalau ia ada urusan” jawab kibum sambil melirik sinis ke yoona.

“kalau begitu makan malam dengan kami saja. Oiya, aku hampir lupa. Kenalkan ini mantan adik kelasku dulu namanya Im Yoona” siwon memperkenalkan yoona kepada kibum tanpa tahu kalau mereka sudah mengenal.

“yah, aku tahu siapa wanita ini” ucap kibum.

“kau sudah mengenalnya? Bagaimana bisa?” tanya siwon kaget.

“dia tinggal disebelah kamar apartemenku” jawab kibum datar.

“wah, sangat kebetulan. Ya, kan yoona” ucap siwon.

“ne, sunbae” ucap yoona lembut.

“ada apa dengan suaranya itu? tiba-tiba, bersuara lembut” gumam kibum pelan. Yoona langsung menatap jengkel kearah kibum begitu juga sebaliknya dengan kibum.

“yoboseyo… ya, pak saya akan segera kesana” ucap siwon bicara ditelfon. “yoona, kibum maaf ya, aku tak bisa lama-lama, aku baru mendapatkan urusan pekerjaan. Aku permisi ya” pamit siwon.

“hati-hati dijalan, sunbae” ucap yoona melambaikan tangan untuk siwon. Setelah, siwon keluar dari restaurant, yoona langsung buru-buru menghabiskan makan malamnya.

“kau ini seperti mempunyai 2 kepribadian. Didepan siwon kau bak seperti putri bangsawan setelah dia pergi kau menjadi…” ucap kibum melirik yoona.

“apa? Tidak ada urusannya denganmu. urus saja urusanmu sendiri. Dasar orang aneh” omel yoona.

“yya, aku tak mengajakmu bertengkar tapi, kenapa kau selalu yang memulainya duluan?” bentak kibum.

“ahhh, sudah. Aku capek berselisih denganmu. sekarang, kau bayar bon makanan ini. Aku mau pulang” ucap yoona bangkit berdiri dan keluar dari restaurant.

“yya, yoona. sialan…” ucap kibum kesal sambil mengeluarkan beberapa lembar uang kemudian meletakkannya dimeja dan segera pergi keluar.

“yya, yoona seenaknya saja kau main pergi dan menyuruhku membayar makan malammu. Kau pikir aku ini pelayanmu yang bisa kau suruh-suruh” omel kibum mengejar yoona.

“ahh, berisik, aku malas bicara denganmu” ucap yoona.

“aaiissshh…” geram kibum.

“bukankah itu aktor yang bernama kim kibum?” bisik seorang wanita.

“iya, tapi dengan siapa dia, apa wanita itu pacarnya?” bisik teman wanita itu. kibum dan yoona yang mendengar bisikan kedua wanita itu langsung saling berpandangan.

“yya, kalau bicara jangan sembarangan. Aku tak kenal dengan aktor ini” semprot yoona kepada dua wanita itu.

“aiishh, dasar bodoh. Ikut aku sekarang” ajak kibum menarik tangan yoona.

Kedua wanita itu hanya tercengang menyaksikan pemandangan antara kibum dan yoona.

“yya, lepaskan aku” pinta yoona.

“hey, kau ini tak punya sopan santun ya? Seenaknya saja main berteriak kepada mereka. Bagaimana kalau nanti muncul skandal antara kau dan aku?” tanya kibum kesal.

“skandal? Lagamu sudah seperti aktor papan atas saja. Aku saja tak tahu kau ini aktor sungguhan atau cuma aktor gadungan” omel yoona.

“gadungan kau bilang? Aissh, kau ini benar-benar wanita aneh dan gila yang pernah kutemui” omel kibum.

“kau yang gila. Mengaku-ngaku aktor terkenal. Melihatmu di tv saja aku tak pernah” kata yoona pelan sambil berjalan cepat-cepat meninggalkan kibum.

“aishhh, dasar wanita gila” teriak kibum.

****

“terima kasih atas makan malamnya, so eun. Perutku seperti akan meledak karena makan makanan sebanyak itu” ucap kim bum saat diantar so eun keluar.

“ya, sama-sama. Justru aku yang harusnya berterima kasih karena kau sudah mau menemaniku makan malam. Kalau kau tak menemaniku mungkin aku bisa tak nafsu makan” ungkap so eun tersenyum. Kim bum terus memerhatikan so eun saat tersenyum, so eun jadi salah tingkah karena merasa ditatap oleh kim bum.

“yya, yoona tunggu aku. Urusan kita belum selesai” omel kibum mengejar yoona sampai didepan apartemen.

“kibum, kenapa kau berteriak begitu? kau mengangganggu ketenangan penghuni lain saja” tanya kim bum.

“aku tak peduli. Urusanku dengan wanita gila ini belum selesai” omel kibum.

“kau yang gila sudah jangan ikuti aku terus. Anggap saja kita tak mengenal. Dasar aktor gadungan…” ledek yoona sambil masuk kedalam apartemennya.

“eng… kim bum.. lebih baik aku tenangi yoona sekarang” ucap so eun. kim bum mengangguk dan menyuruh kibum masuk.

“kenapa kau dan kibum bertengkar terus?” tanya so eun.

“jangan bertanya kepadaku. Tanyakan saja sama aktor gadungan itu” jawab yoona sambil merebahkan tubuhnya disofa.

“oiya, siapa teman lama yang barusan kau temui?” tanya so eun mengganti topik pembicaraan.

“ahh, aku hampir saja lupa. Kau tahu aku bertemu dengan siapa? Dengan Choi SiWon, seniorku dulu saat SMA. Kau masih ingatkan?” jawab yoona girang.

“ah, aku ingat. Dia senior yang kau bilang tampan dan terkenal itu kan?” tebak so eun.

“yaya, itu dia. Aku senang sekali bisa bertemunya dan tadi dia mengajakku makan malam tapi, makan malam jadi terasa tak menyenangkan begitu siwon memanggil aktor gadungan itu” cerita yoona.

“siwon mengenal kibum? mungkin karena mereka sama-sama berprofesi sebagai entertainer” ucap so eun.

“siwon sunbae dan kibum itu berbeda kalau siwon sunbae itu entertainer terkenal beda dengan aktor gadungan itu” omel yoona. so eun hanya tertawa geli mendengar omel yoona tentang kibum. “kenapa tadi ada kim bum didepan?” tanya yoona.

“oh itu, aku mengajaknya makan malam bersamaku. Habisnya aku tak ada teman makan” jawab so eun.

“ahhh, kalau aku dan siwon sunbae pergi lagi kau bisa ajak kim bum terus makan bersamamu” goda yoona.

“apa maksudmu? Itukan hanya kebetulan saja dia mau menemaniku makan. Tapi, aku merasakan sedikit aneh tentang kim bum” ucap so eun.

“aneh apa maksudmu?” tanya yoona.

“aku juga tak tahu. entah kenapa kalau dia menatapku seolah-olah tatapannya sangat berbeda” jawab so eun.

“mungkin dia jatuh cinta pada pandangan pertama sejak melihatmu kemarin malam” ucap yoona.

“mana mungkin bisa begitu. omonganmu ngelantur” teriak so eun. yoona hanya terkekeh-kekeh.

“dasar wanita sialan… ehhh, aku ingin menghancurkan wajahnya itu” omel kibum.

“kemana sikap playboymu saat didepan wanita? Biasanya kau selalu kalem dan lembut dan tak berteriak begini” tanya kim bum.

“IM YOONA itu berbeda dari gadis yang biasa aku temui. Dia itu monster, parasit, dan sebagainya, aku tak akan pernah bersikap lembut kepadanya. Untuk apa bersikap baik terhadap wanita yang mengataiku aktor gadungan. Harusnya dia yang nyadar kalau dia yang gadungan..” omel kibum mengeluarkan unek-uneknya.

“hahahahahhahaha…… aku mau tidur. hati-hati, kualat kibum. Nanti kau lagi yang suka dengan yoona duluan” ucap kim bum masuk kekamarnya.

“heh… mana mungkin. Aku suka dengan monster itu? dunia akan terbalik” ucap kibum.

***

“habis dari mana kau?” tanya gab soo saat melihat misook duduk didalam kamar setelah pergi dari makam shin hye.

“makam shin hye” jawab misook lemas.

“kenapa kau terus kesana? Kenapa kau tak mencoba untuk mengikhlaskannya pergi?” tanya gab soo.

“yeobo… aku yang mengandung dan melahirkannya sekarang kau minta aku untuk melupakannya? Jangan harap, aku tak akan pernah melupakan shin hye walaupun otakku harus disentrum” jawab misook.

“aku lelah bicara denganmu” ucap gab soo keluar dari kamarnya.

“eomma, minum obatmu sekarang” ucap jiyeon mengantarkan obat untuk misook.

“jiyeon.. eomma ingin bercerita kepadamu. Eomma tak mau bercerita kepada appamu karena dia pasti tak akan percaya dan menganggap aku gila” ucap misook.

“cerita saja” ucap jiyeon.

“tadi saat ibu ingin pergi kemakam eonni mu, aku melihat seorang wanita yang mirip dengan eonnimu, saat aku menatap matanya seolah-olah aku melihat shin hye dalam dirinya” cerita misook sambil mengingat-ingat saat bertemu so eun.

“eomma, minum obatmu dan tidurlah” jiyeon memberikan 1 tablet untuk ibunya. Misook mengambil obat dari tangan jiyeon dan meminumnya lalu berbaring dikasur.

“jiyeon… kau percaya dengan eomma kan?” tanya misook.

“ya, eomma. Sekarang kau tidurlah” jawab jiyeon.

“eonni, apakah kau tak bisa berhenti membayang-bayangi eomma? Sekarang karena kau pergi, eomma jadi berhalusinasi melihatmu” ucap jiyeon memandangi ibunya yang sudah tertidur pulas karena pengaruh obat.

“jiyeon…” panggil gab soo.

“appa, ada apa?” tanya jiyeon.

“aku tahu ini berat untukmu karena harus menanggung beban mengurus ibumu, maafkan karena appa tak bisa membantumu” ucap gab soo menepuk bahu jiyeon.

“tidak apa-apa. Aku senang bisa membantu mengurusi eomma” ucap jiyeon.

“yasudah, kau pergilah tidur sekarang” ucap gab soo. Jiyeon mengangguk dan pergi kekamarnya untuk tidur.

****

Saat sedang sarapan, tiba-tiba hp so eun berbunyi….

 “yoboseyo…” ucap so eun.

“so eun, ini paman” ucap yoon.

“paman, kenapa kau baru menelfon sekarang?” tanya so eun.

“maaf, pekerjaanku banyak. Paman hanya ingin bilang kalau bulan depan paman akan pulang kekorea. Sudah, dulu ya. Jaga diri kalian baik-baik” ucap yoon memutuskan telfon.

“paman bilang apa?” tanya yoona.

“paman bilang dia akan pulang bulan depan” jawab so eun.

“baguslah, begitu paman pulang kita langsung pindah tempat tinggal” ujar yoona.

“kita kan baru saja pindah masa pindah lagi bilang saja kau tak mau tinggal disini karena tetangga kita yang disebelah” goda so eun.

“memang, aku tak betah” ucap yoona. so eun hanya tersenyum simpul.

“apa kau akan pergi kekantor hari ini?” tanya yoona.

“ya, aku akan berdiskusi dengan editor tentang novelku” jawab so eun.

“yasudah, kalau begitu aku berangkat dulu ya” pamit yoona.

“hati-hati…” ujar so eun. setelah, so eun selesai mebereskan sarapan, ia bersiap-siap pergi kekantor.

“hay, so eun” sapa kim bum.

“hay…” balas so eun.

“kau mau pergi kemana?” tanya kim bum.

“kekantor editor” jawab so eun.

“apa kau perlu tumpangan? Aku bisa mengantarmu” ajak kim bum.

“apa tidak merepotkan? Sebaiknya, tak perlu aku bisa naik taxi” ucap so eun.

“tentu saja tidak. Ayo, kita pergi…” ucap kim bum menarik so eun kedalam lift. Kibum yang baru selesai sarapan pergi keluar dan mencari-cari kim bum.

“kemana dia pergi?” tanya kibum celingak-celinguk. Hpnya berbunyi dan mendapatkan pesan dari kim bum yang berisiskan kalau kibum disuruh menyetir sendiri.

“dasar sih kim bum itu” dumel kibum sambil mengambil kunci mobilnya.

Saat dalam perjalanan, so eun terus mengahadap keluar jendela sambil melihat pemandangan kota seoul. Kim bum yang sedang menyetir diam-diam melirik so eun sedikit sambil tersenyum.

“kenapa kau tersenyum sendirian?” tanya so eun.

“tidak apa-apa. Aku hanya sedang bahagia” jawab kim bum.

“so eun, tolong bilang yoona untuk maafkan sikap kibum. Sikapnya kibum itu memang kadang terlalu kekanak-kanakkan. Mohon untuk dimaklumi” ucap kim bum.

“aku akan sampaikan. Aku selalu tertawa jika melihat mereka sudah bertengkar, sangat menghibur. Yoona juga memang sedikit kenak-kanakan. Oiya, memangnya kibum itu sungguhan seorang aktor ya?” tanya so eun.

“iya, dia itu aktor yang cukup terkenal disini. 2 tahun lalu, namanya jadi sering diperbicangkan, memangnya kau tak pernah menonton film atau dramanya?” tanya kim bum.

“t..tidak, aku jarang menonton tv begitu juga yoona” jawab so eun. so eun tak mungkin bisa bilang kalau ia memang tak bisa menonton tv karena 2 tahun yang lalu ia belum bisa melihat.

“malang sekali nasib si kibum, ternyata film nya masih ada yang belum pernah menontonnya” gumam kim bum. so eun ikut tertawa kecil.

“terima kasih ya, kim bum. maaf merepotkan” ucap so eun keluar dari mobil kim bum begitu sampai didepan kantor.

“ya, sama-sama” ucap kim bum. so eun melambaikan tangan dan masuk kedalam kantor. Kim bum baru menjalankan mobilnya begitu so eun sudah masuk kedalam kantor.

Kim bum tiba dikantor sambil tersenyum bahagia…

“wah, pak kim sepertinya anda sedang bahagia ya?” tanya salah satu karyawan kim bum.

“kelihatan ya?” tanya kim bum.

“tentu saja. Daritadi bapak tak berhenti tersenyum” ucap salah satu pegawainya. Kim bum hanya tersenyum sambil mesem-mesem.

“aahh, bukankah ini pak kibum?” teriak salah satu karyawan wanita.

“iya, itu dia.. tapi, kenapa dia berjalan sambil menggandeng seorang wanita?” tanya salah satu teman karyawan itu.

“wanita? Mana aku ingin lihat” ucap kim bum. kim bum terkejut saat muncul berita tentang kibum yang sedang menggandeng seorang wanita tengah malam.

“loh, inikan yoona. kenapa mereka bergandengan begitu? bukannya mereka tak akur?” gumam kim bum sambil berfikir.

“ahh, sialan. Kenapa bisa masuk diinternet. Ahh, ini gara-gara wanita gila itu” ucap kibum saat membaca berita tentangnya dihandphone.

“hey, kibum. Kenapa kau dan yoona bisa masuk didalam berita internet?” tanya kim bum menghampiri kibum.

“aku tak tahu, ini pasti orang iseng yang mengambilnya” jawab kibum.

“memangnya kau ada hubungan apa dengan yoona?” tanya kim bum penasaran.

“hubungan apa maksudmu? Hubunganku dengannya hanya sebagai musuh” ucap kibum kesal.

“lalu difoto ini kenapa kau menggandengnya?” tanya kim bum bingung.

“aarrgghhh….. ceritanya panjang. Aku tak bisa menjelaskannya. Nanti saja aku ceritakan” ucap kibum pusing. Kim bum malah semakin tak mengerti.

****

“nona, jadi anda berpacaran dengan kim kibum?” tanya salah satu pegawai dibutiknya.

“mwo??? Kau ini minta dipotong gaji ya? Jangan bicara sembarangan” bentak yoona.

“tapi, ini buktinya” ucap pegawainya menyerahkan koran kepada yoona. yoona terkejut saat melihat isi koran tersebut.

“sial… pasti fans wanitanya yang kemarin yang mengambil foto ini. Kurang ajar…” ucap yoona geram sambil merobek koran itu. tiba-tiba, hpnya berdering.

“yoboseyo…” teriak yoona.

“y..yoona? kenapa kau galak sekali?” tanya siwon.

“s.sunbae, mianhae.. kukira orang iseng” jawab yoona salting.

“tidak apa-apa. Oiya, aku ingin bertemu denganmu saat makan siang nanti. Ada yang ingin aku kenalkan denganmu. pasti kau kaget” ucap siwon.

“a..aku akan datang. Tunggu saja, sunbae” ucap yoona menutup telfonnya.

“kau… bereskan koran sampah ini” ucap yoona sambil menendang koran yang ia robek.

Sementara itu, so eun menunggu diruang tunggu selagi menunggu editor datang so eun membaca majalah yang baru diantar oleh salah satu karyawan.

“hah? Inikan yoona dan kibum? Mereka berpacaran? Tak salah artikel majalah ini?” ucap so eun terkejut saat membaca halaman pertama majalah yang ia baca. So eun segera menelfon yoona.

“yoona, aku sudah baca majalah. Apa benar kau dan kibum…”

“TIDAK….. so eun kau jangan berfikiran yang macam-macam. Mana mungkin aku dengannya. Tidak akan pernah” omel yoona ditelfon. So eun menyingkirkan telfon dari telinganya karena yoona mengomel sambil berteriak.

“baiklah, aku percaya kepadamu. Kau harus jelaskan ini begitu sampai dirumah” ucap so eun memutuskan telfonnya.

“nona, so eun. pak editor sudah datang”

So eun segera masuk kedalam ruang editor.

****

Saat jam makan siang, yoona pergi kerestaurant tempatnya janjian dengan siwon. Yoona berdandan rapih dan berusaha bersikap tenang.

“sunbae, disini” ucap yoona. siwon segera menghampiri meja yoona dan duduk berhadaoan dengan yoona.

“apa yang sunbae ingin bicarakan denganku?” tanya yoona tak sabaran.

“tenang dulu… kenapa dia lama ya?” gumam siwon sambil melihat arlojinya. Yoona terus menatap siwon sambil tersenyum bahagia. “heh… setidaknya aku bisa melupakan berita yang ada diinternet, majalah dsb selama aku menatap wajah siwon sunbae” ucap yoona dalam hati.

“ahh, itu dia. Hey, disini” panggil siwon.

“mianhae, aku lama” ucap wanita cantik itu.

“yoona, kau masih ingat dia kan?” tanya siwon.

“eng… aku sedang mengingat. Ahh, kalau tak salah kau han byul eonni, ketua klub dance itukan? Kalau tak salah dulu, aku pernah membuatkan kostum dance untuk para anggota dance saat ingin berkompetisi” tanya yoona. Han byul mengangguk sambil tersenyum dan menatap wajah yoona lama.

“ehm… yoona, sebenarnya aku mengajakmu bicara disini karena aku ingin menyampaikan berita bahagia” ucap siwon.

“berita apa?” tanya yoona.

“sebenarnya, aku dan han byul sudah berpacaran selama kurang lebih 5 tahun dan, kemarin malam aku resmi melamarnya” ucap siwon menunjukan cincin pertunangannya dengan han byul. Yoona seperti ditusuk dengan benda tajam, hatinya sangat sakit begitu mengetahui cinta pertamanya ternyata sudah memiliki tunangan.

“enng… selamat ya” ucap yoona.

“kalau kau tak keberatan, aku ingin kau mendesign gaun pengantin untuk han byul saat hari pernikahan kami nanti. Aku yakin kau pasti bisa membuat gaun pengantin untuk han byul. Benarkan?” tanya siwon.

“ne, sunbae.. aku bisa kok. Tenang saja, biar aku yang mengurusnya” ucap yoona tegar.

“kau memang sangat baik” ucap siwon.

“aku ingat… kau ini pacarnya kibum yang aktor itukan?” tanya han byul yang baru teringat.

“pacarnya kibum? Benarkah itu yoona?” tanya siwon.

“tidak, itu hanya salah paham. Eng.. kalau begitu aku permisi dulu ya. Masih banyak pekerjaan untukku. Sekali lagi selamat atas pertunangan kalain, aku harap pernikahan kalian nanti bisa bahagia” ucap yoona berdiri.

“gomawo, yoona” ucap han byul tersenyum.

****

Selesai bertemu dengan editor, so eun segera pulang. So eun berdiri didepan jalan sambil menunggu taxi yang kosong. Tiba-tiba, ada yang mengklasoninya. Saat, menengok ia melihat kim bum yang membunyikan klason.

“butuh tumpangan?” tanya kim bum.

so eun tersenyum dan masuk kedalam mobil kim bum.

“kau sudah baca berita tentang kibum?” tanya kim bum.

“sudah. Aku tak menyangka mereka bisa membuat skandal begitu” jawab so eun.

“hahaha.. aku senang dengan skandal itu” ucap kim bum.

“senang kenapa?” tanya so eun.

“siapa tahu saja skandal itu dapat membuat mereka berdua berhenti bertengkar” jawab kim bum.

“ya, kau benar. Kalau begini aku akan bilang kepada yoona kalau aku pulang telat agar dia bisa menyelesaikan masalah mereka berdua” ucap so eun menelfon yoona. “hemm.. hpnya mati. Aneh sekali” gumam so eun..

“biarkan saja. Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan saja” ucap kim bum.

“jalan-jalan? Kemana?” tanya so eun.

“berkeliling seoul mungkin” jawab kim bum. so eun tersenyum dan melihat kearah luar jendela mobil lagi.

“seoul memang terlihat sangat indah saat malam hari” ucap so eun senang.

“kau senang sekali? Memangnya diluar negri saat malam hari pemandangannya tak indah?” tanya kim bum.

“tidak juga sih. Tapi aku lebih suka pemandangan kota seoul daripada pemandangan kota di new york saat malam hari” jawab so eun.

“kalau begitu aku akan lebih sering mengajakmu keluar malam hari menikmati pemandangan kota seoul” ujar kim bum.

“jangan terlalu sering. Memangnya pacarmu tidak akan marah kalau kau jalan denganku?” tanya so eun.

“pacar? Memangnya tampangku seperti sudah ada yang punya?” tanya kim bum.

“tidak sih. Kupikir kau pasti sudah mempunyai pacar saat ini” jawab so eun.

“hahaha….pemikiranmu sangat aneh. Aku tidak punya pacar” ucap kim bum.

“kau yakin tidak ada pacar?” tanya so eun.

“dulu ada, sekarang tidak” jawab kim bum sambil menatap langit. So eun mengangguk dan kembali menatap langit.

****

Malam harinya, kibum sengaja lewat pintu belakang apartemen karena takut ada wartawan yang muncul.

“dasar, kenapa jadi begini” ucap kibum kesal. Saat sedang berjalan menuju apartemennya, kibum mendengar suara isak tangis disamping ruang tangga darurat. Kibum yang penasaran mencoba memeriksanya.

Kibum melihat kedalam tangga darurat dan ia terkejut saat menyalakan lampu ada seorang wanita yang tak lain adalah yoona sedang menangis.

“heh… kau yang menangis. Kupikir kau hantu” ucap kibum kaget.

“matikan lampunya. Pergi sana!!” ucap yoona.

“kau mengusirku ya? Aku juga mau pergi” ucap kibum. Tapi, ia tak tega meninggalkan yoona yang semakin kencang menangisnya.

“yya, kenapa kau tak berhenti menangis juga sih?” oeml kibum. Yoona malah semakin kencang. “oke oke… aku akan diam. Kau bisa menangis juga ternyata” gumam kibum.

“berisik, aku sedang tak mood untuk bertengkar denganmu” ucap yoona sambil menangis.

“aku tahu ini adalah skandal pertamamu bersama dengan seorang aktor sepertiku. Tapi, inilah hidup nanti juga kau akan terbiasa mendapatkan skandal jika, bersama siwon nanti” ucap kibum pede. Yoona yang mendengar nama siwon disebut-sebut malah semakin kencang menangisnya.

“yya, yoona. aku tak enak hati melihat wanita menangis disini. Lebih baik kita sekarang keluar dan menenangkan dirimu” ajak kibum. Yoona mengangguk dan jalan keluar dari tanggat darurat dan pergi kedalam apartemennya, kibum ikut masuk.

“sekarang hentikan tangismu dulu” pinta kibum. Yoona malah semakin mengeluarkan air mata. “YA… kenapa malah makin kencang? Kau tak takut ada yang mendengar suara tangisanmu?” oeml kibum.

“aku tak peduli orang mau pikir apa… aku ingin cepat mati” ucap yoona.

“hah? Mati? Yya, hanya karena skandal denganku kau memilih jalan untuk mati? Kau ini tak punya harapan hidup ya?” omel kibum yang salah paham dan mengartikan bahwa yoona menangis karena terlibat skandal dengan dirinya padahal, tidak.

“babo… babo… aku benci denganmu” teriak yoona sambil menangis kencang

“sekarang kita harus menyelesaikan skandal yang ada didalam berita. Aku pusing mendengar tangisanmu hanya karena skandal denganku” ucap kibum.

“kau ini ngelindur ya? Aku tidak menangisi skandal kita” ucap yoona.

“haa? Tidak? Lalu, kenapa kau menangis sampai begini?” tanya kibum heran.

“siwon sunbae… dia..dia..akan menikah” jawab yoona menahan air matanya.

“mwo? Siwon? Kau menangis begini karena siwon. Astaganaga, kau benar-benar..” kibum menahan emosinya. “untuk apa kau menangisinya? Harusnya kau senang karena mendengar kalau dia akn menikah bukannya malah bersedih” omel kibum.

“hiks..hiks…dia itu cinta pertamaku. Aku tak bisa merelakannya dimiliki wanita lain” ucap yoona.

“ci..cinta ap? Pertama? Kau ini benar-benar warga baru korea ya? Masih jaman dengan cinta pertama” ejek kibum.

“aahh…. percuma bicara denganmu tak ada hasil” teriak yoona.  “kau tak mengerti apa-apa. Aku ini sedang patah hati. Kau sama sekali tak bisa membantuku mengobati rasa sakit hati sebaiknya, kau diam saja” omel yoona.

“dasar wanita, bisanya hanya menangisi seorang pria saja” gumam kibum. “yya, daripada kau sibuk menangisi dirinya.. lebih baik sekarang kita urus penyelesaian dari skandal kita” ucap kibum.

“kau saja yang menyelesaikannya. Kau bisa bilang kepada wartawan bahwa kau tak berpacaran denganku. Lagipula, wartawan itu kurang kerjaan sekali sih memberitakan dirimu, kau inikan tak terkenal” gumam yoona.

“kalau aku tak terkenal mereka tak mungkin memberitakan kita disetiap majalah, koran dan internet” omel kibum.

“i…itu karena mereka kehabisan bahan untuk dijadikan berita. Makanya, mereka memakai beritamu” ujar yoona. “ahh, iya pasti begitu” ucap yoona.

“kau ini… menjengkelkan sekali. Aku tak mau tahu, pokoknya kita harus menyelesaikan berita ini bersama” ucap kibum kesal.

“aku tak mau. Kau saja yang menyelesaikannya. Aku ingin fokus kepada siwon sunbae saja” rengek yoona.

“ahhh…. aku tak mau tahu, kita harus segera mengklarifikasikan hubungan ini” ucap kibum keluar dari apartemen yoona.

“kibum, kau habis bertemu dengan yoona?” tanya so eun. kibum mengangguk dan masuk kedalam apartemennya.

“hem… apa yang mereka bicarakan ya?” gumam so eun.

“entahlah, nanti aku akan tanyakan kepada kibum” ucap kim bum.

“ya, kau benar. Eng… kalau begitu aku masuk duluan, terima kasih ya, kim bum mau mengajakku jalan-jalan”

“tak apa. Aku juga senang karena bisa jalan-jalan denganmu”

“yasudah, kalau begitu aku masuk dulu. Selamat malam, kim bum”

“so eun…” panggil kim bum. so eun menoleh kebelakang dan  dengan cepat kim bum langsung mencium pipi so eun.

“selamat malam juga” ucap kim bum sambil tersenyum dan masuk kedalam apartemennya. So eun berdiri didepan pintu sambil memegangi pipinya, jantung berdetak kencang.

“yoona, kenapa kau menangis? Apakah kibum berbuat yang macam-macam terhadapmu?” tanya so eun.

“tidak…” jawab yoona.

“lalu, kau kenapa?”

Yoona menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.

“jadi, begitu yang tabah ya yoona, pasti ada jalan lain untukmu. Kau dan siwon sunbae memang tak jodoh, pasti nanti ada pria yang muncul datang kepadamu dan bilang dia  mencintaimu” hibur so eun.

“aku harap juga begitu” ucap yoona sambil mengelap air matanya.

****

Esok harinya, saat so eun dan yoona ingin berangkat kerja mereka berpapasan dengan kim bum dan kibum. So eun jadi salting saat bertemu dengan kim bum. kim bum hanya tersenyum-senyum.

“yya, yoona. kita harus jelaskan ini kepada wartawan” ucap kibum. Yoona mengangguk lemas dan berjalan duluan. Kibum hanya bingung dengan tingkah laku yoona yang berubah 1800 .

“maklumi saja, kibum, yoona sedang patah hati” ucap so eun. kibum segera mengejar yoona.

“apakah kau tidur nyenyak?” bisik kim bum jail. So eun yang mendengar bisikan kim bum langsung terkejut.

“ny..nyenyak….” jawab so eun menutupi telinganya yang merah. Kim bum tertawa kecil sambil melirik so eun yang gugup.

Diluar apartemen ternyata sudah banyak wartawan dan reporter yang menunggu kehadiran kibum dan yoona.

“banyak sekali wartawannya” ucap so eun.

“cepat kau beresi keadaan ini” pinta yoona kesal.

“tenang dulu, aku ingin memberi pengakuan kepada kalian semua” ucap kibum sambil melirik yoona yang tak bersemangat.

“aku ingin memberi pengakuan kepada kalian bahwa…” kim bum menarik nafasnya dan berdoa semoga keputusannya benar.

“bahwa aku dan im yoona memang sedang dekat tapi, kami belum pacaran. Jadi, mohon doanya saja ya” sambung kibum. Yoona yang mendengarnya bingung. Wartawan semakin heboh dan mengambil banyak gambar dan merekam kibum, yoona termasuk so eun dan kim bum yang ikut terekam oleh kamera.

Misook yang sedang meninton tv mengganti channel tvnya dan menonton berita tentang kibum. Misook tak sengaja melihat wajah so eun dan kim bum.

“gadis itu…” ucap misook tak percaya. “shin hye…” teriak misook.

 

Bersambung

Bumssonya dikit maaf ya. Next part bumsso nya banyak kok..

Gomawo.. jangan lupa comment

 

Tags: , , , , , , , , , , ,

11 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES part 5”

  1. ana says :

    kereeeennnn…
    lanut thor, jgn lama” yaaa,…

  2. Anjany Djamal says :

    keren….
    gag pp kok bumssonya dikit,,,
    yg penting lanjutannya cepetan ya…
    mudahmudahan yoon ama bum gag berantem lg….

  3. oneal says :

    ceritanya bgus bget………..
    pa lg yoon ma ki bum nya lcu skaleee…..
    klnjtnnya dtnggu………….

  4. djkyussoloverz says :

    duuuuuuuh ff yg lama aku tggu akhir x di post jg seneng cpt part lnjtn x author kereeeeeeen keeerrrrrrrrrreeeeeeeeeeeen kereeeeeeeeeeeeeeen pokok x!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Helda wati says :

    Hahaha kibum n yoona bertengkar trus, seprti bum jtuh hati pada eunnie, cpt dlnjut

  6. lee_jihyun says :

    yah… ko udahan??? hiks3x…

    next partnya dtunggu ya…🙂

  7. beomsso says :

    gak terima sso disamain dgn shin hye -,-
    lanjut deh!!

  8. kimlili says :

    aku PENASARAN ABIS… cepet di lanjutin yayyayyaya

  9. siska says :

    keren bgd thor.pokoknya cepetan update lanjutannya ya…
    suka jg liat yoonbum yg berantem mulu,tp kyknya ntar jd suka kan???
    bumsso kayaknya msh malu2 nih.hehe…

  10. Sintiabumsso says :

    Kereenn daebak :)) Bum cium pipi sso , uah so sweet😀
    lanjut baca🙂

  11. Marthatina vita vienna says :

    Gmana ya ntar reaksi kim bum kalau tahu bahwa mata yang didonorkan kpda so eun adalah mata sin ye,atau jangan2 kim bum mendekati so eun,karena masih teringat dngan shin ye,andew.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: