THERE’S LOVE IN MY EYES part 6

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 6

Misook segera berlari mencari gab soo yang ada diruang tamu..

“yeobo….” teriak misook.

“ada apa misook? Kenapa kau berteriak?” tanya gab soo.

“aku melihatnya” jawab misook.

“melihat? Melihat siapa?” tanya gab soo bingung.

“shin hye… shin hye… dia…dia tadi ada di tv” jawab misook senang. Gab soo yang berfikir misook sedang berhalusinansi langsung mengajak misook untuk masuk kedalam kamarnya.

“kau istirahatlah, aku akan mengambilkan obat untukmu” ucap gab soo lelah.

“tidak, jangan pergi dulu. Lihat ini ada shin hye” ucap misook mengganti channel tv yang ia lihat barusan. Gab soo menghela nafas dan melihat saluran tv yang ditunjuk misook. Tapi, berita tentang kibum dan yoona sudah habis disiarkan malahan yang muncul adalah penyanyi jepang yang berasal dari korea. Gab soo yang sudah kehabisan kesabaran langsung mematikan tv.

“kenapa kau matikan? Nanti pasti muncul lagi shin hye nya” omel misook.

“shin hye? Shin hye? Dipikiranmu hanya ada shin hye… shin hye sudah meninggal tidak bisakah kau menerima kenyataan ini?” bentak gab soo.

“tidak, dia belum meninggal” ucap misook. Gab soo mengelus dadanya dan keluar dari kamar misook.

****

“yya, kibum.. apa maksudmu minta doa kepada wartawan? Agar hubunganmu dengan yoona makin langgeng?” tanya kim bum.

“sepertinya aku salah bicara” jawab ki bum.

“salah bicara bagaimana? Jelas-jelas kau sendiri bilang dengan lancar. Perkataanmu itu jelas-jelas mengisyaratkan bahwa kau memang ada hubungan dengan yoona” ucap kim bum.

Kibum menghela nafas dan menceritakan tentang patah hati yoona. Kim bum yang mendengarnya langsung cekikikan.

“kim bum, kenapa kau malah cekikikan begitu?” omel kibum.

“tidak apa-apa. sepertinya kau menelan perkataanmu sendiri” ucap kim bum.

“apa maksudmu?” tanya kibum bingung.

“pikir saja sendiri” kim bum bangkit berdiri dan pergi keruangannya.

******

“kim kibum sialan, aku akan mematahkan lehernya begitu aku bertemu dengannya” teriak yoona begitu sampai dibutiknya. Semua karyawannya langsung melotot tak percaya dengan ucapan yoona.

“yoona jangan berteriak begitu. Kau tak lihat karyawanmu menatapmu begitu” kata so eun menenangkan yoona.

“aku tak peduli aku benar-benar tak habis fikir dengannya. Kemarin dia yang ribut ingin cepat-cepat skandal ini cepat selesai sekarang dia malah memperburuk keadaan suasana. Mau nya dia apa sih?” omel yoona.

“tenanglah, yoona mungkin kibum mempunyai rencana lain” ucap so eun menenangkan yoona yang sedang emosi. Yoona langsung duduk disofa sambil meneguk segelas air putih sampai habis.

“so eun, apa kau lama dikantor nanti?” tanya yoona.

“tidak, aku kesana hanya akan memberikan halaman cerita yang sudah kuselesaikan” jawab so eun.

“baiklah, jam istirahat temani aku kekantornya orang gila itu aku akan melabraknya nanti” ucap yoona tak sabaran.

“haa? Kesana? Jangan berbuat hal gila yoona kalau ada wartawan yang melihat bagaimana? Nanti muncul gosip baru” tanya so eun.

“aku tak peduli kalau ada wartawan aku akan langsung bilang kepada mereka kalau aku dan kibum tak punya hubungan apa-apa, dekat saja tidak” jawab yoona. So eun hanya mengangguk dan pamit kepada yoona untuk pergi kekantornya.

****

Sementara itu, jiyeon tidak bersemangat saat belajar. Pikirannya terus teringat kepada ibunya.

“eomma melihat seorang wanita yang mirip dengan eonnimu, saat aku menatap matanya seolah-olah aku melihat shin hye dalam dirinya” kata-kata misook terus terngiang-ngiang dipikirannya. Bel istirahat berbunyi, sementara anak-anak yang lain pergi kekantin, jiyeon memutuskan tetap dikelas.

“jiyeon…” panggil seungho. Jiyeon yang sadar kalau yang memanggilnya adalah seungho langsung berubah ekspresi wajah menjadi dingin.

“mau apa lagi? mengajakku nonton pertandingan? Maaf saja aku tak tertarik”

“aku tak mau mengajakmu nonton pertandingan basket. Aku ingin mengajakmu hari sabtu ini jalan-jalan”

“aku tak bisa” tolak jiyeon langsung.

“aku belum bertanya apakah kau mau ikut atau tidak. Tapi, kau langsung menolaknya” ucap seungho.

“aku tak bisa”

“ayolah, jiyeon sekali saja, kalau kuperhatikan sepertinya kau ini harus melakukan refreshing agar wajahmu tak suram” rayu seungho.

“jadi, wajahku itu suram? Terima kasih atas pujiannya” ucap jiyeon.

“ehh… bukan itu maksudku, aku tak bermaksud memujimu dengan mengatakan kalau wajahmu suram. Aku ingin wajahmu itu segar dan fresh” ucap seungho mengoreksi kata-katanya. “mau ya?” ajak seungho.

Jiyeon terdiam sambil berfikir. Sudah lama, ia tak pergi jalan-jalan. Seharian ia habiskan waktunya disekolah dan dirumah. Ia selalu menolak saat diajak jalan keluar oleh teman-temannya. Tapi, untuk sekarang ini sepertinya dia memang butuh refreshing.

“baiklah, aku setuju. Kau jemput aku jam 11. Kalau kau telat semenit ahh, sedetik pun. Aku langsung membatalkannya”

“kau benar setuju? Tenang saja, aku tak akan telat. Hari sabtu jam 11, tunggu aku” ucap seungho girang sambil berlari disepanjang koridor sekolah.

“dasar aneh” gumam jiyeon.

****

“pak satpam, beritahu aku dimana ruangan kibum sekarang?” tanya yoona tak sabaran.

“yoona, tenanglah dulu” ucap so eun.

“kenapa bapak diam, cepat beritahu aku!!” pinta yoona.

“maaf, nona. Apakah anda sudah membuat janji dengan pak kibum sebelumnya?” tanya pak satpam.

“Apa susahnya sih tinggal menunjukan ruangannya?” omel yoona. Semua orang yang berjalan disekitar so eun dan yoona melihat dan menyaksikan yoona mengomeli satpam itu.

“saya sudah bilang kepada anda, nona. Anda harus membuat janji dulu baru  bisa bertemu dengan pak kibum” ucap pak satpam yang mulai kesal.

“ini urusan mendadak, aku tak sempat membuat janji dengan atasanmu itu. Sudahlah, cepat beritahu aku dimana ruangan” bentak yoona.

“hey, wanita aneh kau pikir ini tempat sepi? ini tempat umun. Seenaknya saja kau membuat keributan ditempat kerjaku” omel kibum.

“ahh, akhirnya muncul juga si aktor gadungan ini” ucap yoona.

“siapa yang kau bilang gadungan barusan?” tanya kibum menyulutkan emosinya.

“yoona sudah…” ucap so eun menenangkan yoona.

“kibum, jangan membuat keributan disini. Kau cari tempat yang privat dan bicara baik-baik dengan yoona sekarang” pinta kim bum.

“ikut aku sekarang” ucap kibum menarik yoona.

“semoga mereka bisa menyelesaikan persoalan ini berdua” harap so eun.

“mereka bukan anak kecil lagi pasti bisa menyelesaikannya” ucap kim bum.

“dibawa kemana yoona?” tanya so eun.

“entahlah daripada kau menunggu yoona disini, lebih baik kau temani aku makan siang” ajak kim bum. so eun yang memang juga merasa lapar mengangguk dan ikut kerestaurant bersama kim bum.

“restaurantnya sangat bagus” ucap so eun yang suka dengan suasana restaurant.

“ini tempat makan favoritku dulu, saat masih kuliah aku sering kesini dengan…” kim bum teringat shin hye.

“siapa? Pacarmukah?” tanya so eun.

“ya.. tapi, itu sudah kenangan” jawab kim bum.

“ohh, maaf. Aku tak ingin membuatmu mengingat tentang pacarmu” ucap so eun.

“tidak apa-apa. Lagipula, dia sudah tiada” ujar kim bum.

“dia sudah…”

“ya, karena kecelakaan”

“Semoga dia hidup tenang disana” ucap so eun. kim bum tersenyum dan melahap makan siangnya, mereka pun mengobrol selama makan.

“kim bum, aku permisi ketoilet dulu ya. Kau tunggu dimobil saja duluan” so eun berjalan kearah toilet.

Sehabis, dari toilet tak sengaja so eun tersandung dan menabrak seorang pria. Pria itu yang kesal langsung menengok kearah so eun.

“kau ini buta ya, kau tak lihat ada…” laki-laki itu adalah geunseok. Geunseok terkejut saat melihat so eun dan menatapnya. “shin hye…” ucap geunseok.

“maaf tuan, aku tak sengaja” ucap so eun meminta maaf. Geunseok menarik wajah so eun dan menatap matanya.

“ini kau shin hye? Benar ini kau?” tanya geunseok. So eun terkejut karena geunseok tiba-tiba menariknya.

“tuan, anda salah orang” ucap so eun.

“tidak, ini kau shin hye. Aku tahu ini kau” tegas geunseok. So eun yang ketakutan langsung menginjak kaki geunseok sampai geunseok berteriak kesakitan. So eun langsung masuk kedalam mobil kim bum dengan nafas tersengal-sengal.

“jalankan mobilnya. Cepat…” pinta so eun.

“kenapa dengan kau so eun?” tanya kim bum.

“cepat jalankan mobilnya. Aku akan ceritakan” kim bum langsung menjalankan mobilnya.

“shin hye, tunggu” teriak geunseok keluar restaurant. Ia celingak-celinguk mencari so eun.

“aku yakin mata itu adalah mata shin hye” gumam geunseok.

“oppaa… kenapa kau meninggalkanku didalam?” tanya seorang wanita.

“mianhae, geunyoung. Aku tadi bertemu dengan seseorang” jawab geunseok.

“seseorang? Apakah wanita? Andwe, oppa.. jangan melirik wanita lain. Kau ini tunanganku” ucap geunyoung.

“aaiissh, berhenti merengek. Lebih baik kita segera pergi dari sini” ucap geunseok. Geunyoung langsung mengangguk dan merangkul geunseok.

“kkyaa… bukankah itu jang geunseok?” teriak seorang wanita.

“iyiya, dia sudah kembali dari jepang? Senangnya.. tapi, siapa wanita itu?” tanya salah satu teman wanita itu.

“dia pasti moon geunyoung. Tunangannya geunseok” jawab wanita itu.

“yah, sayang sekali. Kukira dia single” ujar wanita itu.

“oppaa, kau dengar apa kata wanita itu? dia berharap kalau kau itu single” ucap geunyoung.

“aku tak peduli” ujar geunseok. Geunyong langsung diam dan mendumel sendirian.

****

“lepaskan aku” teriak yoona saat kibum membawanya keatap gedung.

“sekarang kau dengar aku baik-baik. Jangan pernah membuat keributan seperti tadi. Jika kau sampai mengulanginya tamat riwayatmu” ancam kibum.

“aku tak takut dengan ancamanmu aku kesini ingin kau bilang kepada wartawan kalau apa yang kau katakan tadi pagi hanyalah kebohongan” pinta yoona.

“tidak” ucap kibum.

“ada apa denganmu? kemarin kau ngebet ingin aku menyelesaikan skandal ini sekarang aku sudah berniat ingin menyelesaikannya kau malah membuat pernyataan palsu. Mau mu apa sih?” omel yoona.

“wanita memang susah jika dikasih pengertian” gumam kibum.

“cepat kau bilang kepada wartawan” ujar yoona.

“kubilang tidak” ucap kibum.

“kenapa memangnya? Untuk apa kau membuat pernyataan begitu? apa sih untungnya bagimu?” tanya yoona.

“hey, kau ini sedang patah hatikan?” tanya kibum. Yoona mengangguk.

“apa kau mau menunjukan ekspresi sakit hatimu didepannya? Tidak kan?” tanya kibum. Yoona menggelengkan kepalanya.

“aku ini sudah berbaik hati menolongmu agar kau tak kelihatan lemah didepan siwon nanti. Bagaimana kalau dia tahu kalau kau sakit hati karena dia akan menikah? Apakah aku pernah memikirkan reaksinya?” tanya kibum.

Yoona berfikir dan berkhayal seandainya, siwon tahu kalau ternyata ia menyimpan rasa suka kepadanya tapi tak terbalaskan. Ia bisa ditertwakan oleh siwon dan han byul nanti.

“kau mengerti?” tanya kibum. Yoona mengangguk.

“baguslah kalau begitu. Urusan kita selesai kalau begitu”

“tapi, sampai kapan berita kedekatanku denganmu berakhir? Aku tak mau orang berfikir yang macam-macam”

“itu hal gampang. Nanti beberapa bulan setelah siwon dan tunangannya menikah kita langung membuat berita kalau kita sudah tak dekat. Gampang kan?”

“iya”

****

“laki-laki itu pasti psycho” ucap kim bum.

“memang, seenaknya saja ia menyebut namaku dengan nama orang lain. Hih… aku jadi merinding jika mengingatnya lagi” kata so eun sambil bergidik.

“memangnya dia memanggil namamu apa?” tanya kim bum.

“apa ya? Shin.. shin apa ya? Aku lupa” jawab so eun sambil mengingat-ingat.

“lupakan saja, tak perlu kau pusingkan” ucap kim bum.

“kita tak kembali kekantormu?” tanya so eun.

“tidak, pekerjaanku sudah selesai disana. Yoona bisa balik dengan kibum kan” jawab kim bum.

“iya, aku akan menghubunginya nanti” ucap so eun.

“kalau begitu aku akan mengajakmu melihat bintang saja” ucap kim bum.

“bintang? Itukan bisa nanti malam” ujat so eun.

“kau harus melihatnya dari dekat” ucap kim bum.

Kim bum membawa so eun kebukit yang tinggi. Mereka sampai sekitar jam 7, jam yang tepat untuk melihat langit yang malam.

“bagaimana?” tanya kim bum.

“benar katamu, aku bisa melihat bintang dari jarak dekat bagus sekali” ucap so eun sambil tersenyum senang. So eun teringat saat dia masih tak bisa melihat, yoona sering membicarakan tentang benda langit yang ada dibumi jika malam hari. So eun sangat penasaran dengan yang namanya bintang dari dulu. Tapi, sekarang ia sangat senang karena bisa melihat bintang dari jarak dekat.

“kau selalu bisa membawaku ketempat yang indah”

“hanya kebetulan”

“kebetulan bagaimana? Kau ini benar-benar pintar mencari tempat bagus”

“kau terlalu tinggi memujiku. Lain kali aku akan mengajakmu kesuatu tempat lagi yang bagus”

“kalau begitu kita langsung pulang saja kasihan yoona sendirian” ajak so eun. kim bum mengangguk dan masuk kedalam mobil.

****

“yya, yoona mau sampai kapan kau terus makan? Kau sudah menghabiskan 3 piring daging bakar” tanya kim bum kaget.

“aku harus makan banyak agar aku bisa melupakan sakit hatiku” ucap yoona. Kibum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“yoona, kibum” sapa siwon.

“uhuk…” yoona tersedak saat melihat siwon menyapanya bersama han byul.

“hay…” sapa kibum.

“jadi, kalian benar-benar berpacaran ya?” tanya han byul. Yoona terdiam dan sibuk mencari kata-kata.

“tidak, kami hanya dekat… kenalkan namaku kim kibum” ucap kibum.

“Park hanbyul… aku sudah sering melihatmu di tv” ucap han byul.

“oh ya? Kau melihatku di tv? terima kasih ya, aku senang kau pernah melihatku di tv. Tidak seperti seseorang” sindir kibum melirik yoona. Yoona yang sadar sedang disindir langsung melototi kibum.

“yoona, kau tak lupa akan permintaanku untuk merancang gaun pengantin han byul kan?” tanya siwon.

“ne, sunbae aku tak lupa. Aku akan segera membuatnya” ucap yoona.

“eng.. sunbae kami pamit dulu ya, sudah malam” pamit yoona sambil menarik kibum keluar dari restaurant.

“ya, hati-hati” ucap siwon.

****

“so eun, ayo bangun” ucap kim bum begitu sampai diluar apartemen. So eun tak terbangun juga, tidurnya sangat nyenyak.

“sepertinya, dia lelah” gumam kim bum sambil memandang wajah so eun yang tertidur. “bahkan saat tertidur, dia tetap mirip shin hye” ujar kim bum. Kim bum semakin memandangi wajah so eun dengan jarak yang sangat dekat. Tanpa, ia sadari ia mendekatkan bibirnya kebibir so eun dan menciumnya. Kim bum melepaskan ciumannya dan tersenyum kecil.

“apa yang baru kulakukan? sepertinya aku benar-benar sudah gila” ujar kim bum. Dari kejauhan, kim bum melihat yoona dan kibum berjalan bersama. Kim bum segera memanggil yoona dan kibum.

“so eun tertidur?” tanya yoona.

“iya, tidurnya sangat pulas. Aku bingung mau membangunkannya bagaimana” ucap kim bum.

“so eun memang susah kalau sudah tidur untuk dibangunkan” ucap yoona. “kau gendong saja dia, biar aku yang membukakan pintu apartemennya” ucap yoona. kim bum mengangguk dan menggendong so eun keapartemennya.

“kau taruh saja dia dikasurnya” ucap yoona.

“baiklah” ucap kim bum masuk kedalam kamar so eun dan menurunkan so eun dikasurnya dan menyelimutinya.

“terima kasih kim bum” ucap yoona.

“ya, sama-sama” ujar kim bum kembali keapartemennya.

“bagaimana urusanmu dan yoona?” tanya kim bum.

“sudah beres” jawab kibum.

“hati-hati, nanti kau malah beneran dekat sampai pacaran lagi dengannya” ucap kim bum.

“mana mungkin… tipeku itu tinggi berbeda dengannya” ujar kibum.

“kita lihat saja nanti” goda kim bum masuk kedalam kamarnya.

“sembarangan saja, dia bicara” gerutu kibum.

*****

Esok harinya….

“sudah bangun ternyata kau so eun, kupikir kau masih bermimpi indah” gumam yoona sambil menyiapkan sarapan.

“hah? Mimpi indah? Seingatku, aku tak bermimpi kemarin malam” ucap so eun bingung.

“maksudku, bermimpi indah karena kemarin kim bum yang menggendongmu sampai kekamar” sahut yoona.

“hah? Menggendongku? Kau yakin?” teriak so eun.

“ya, aku sendiri yang menyuruhnya membawamu. Habisnya, kau dibanguninya susah sekali”

“oiya, aku ketiduran” ucap so eun sambil melahap sarapannya.

“bagaimana dengan kibum?” tanya so eun.

“malas sekali pagi-pagi membicarakannya” ucap yoona.

“ahh, yoona. Kasih tahu dong, aku penasaran sekali” pinta so eun.

*****

“apa kau tidur nyenyak kemarin?” tanya kim bum.

“iya, nyenyak. Kenapa?” tanya so eun.

“tidak apa-apa. Sepertinya, kau kemarin kelelahan sampai tertidur dimobilku” ucap kim bum sambil mengingat saat dia mencium so eun.

“mungkin begitu. Entah, kenapa aku sangat mengantuk” fikir so eun.

“kim bum, aku pergi naik mobil sendiri ya” ucap kibum memainkan kunci mobilnya.

“ya, sekali-kalilah kau bawa mobil sendiri. Masa menumpang terus kepadaku” gumam kim bum.

“irit ongkos, bum” ucap kibum.

“so eun, aku berangkat duluan” pamit yoona setelah selesai bersiap-siap. Yoona yang melihat kibum langsung membuang muka dan berjalan cepat-cepat.

“yya, yoona. Kenapa kau berjalan cepat begitu?” kejar kibum.

“aneh sekali” so eun tertawa melihat tingkah yoona dan kibum.

“kau tak pergi bekerja hari ini?” tanya kim bum.

“tidak. Aku dirumah bekerjanya. Inilah kalau menjadi penulis, tempat kerjanya bisa berpindah-pindah” jawab so eun.

“oh, kupikir hari ini kau bekerja. Padahal, aku mau mengantarmu sampai kekantor” ucap kim bum sedih.

“haa?? Dia mau mengantarku?” ucap so eun dalam hati.

“kalau begitu kau pergi kerjalah sana. Hati-hati..” ucap so eun melambaikan tangannya. Kim bum berjalan kearah lift sambil melambaikan tangannya juga.

Saat mau menyalakan mesin mobilnya tiba-tiba, kim bum teringat sesuatu ia langsung menyalakan mobilnya dan pergi.

****

“shin hye, sudah lama aku tak berkunjung kesini. Kau pasti kesepian” ucap geun seok berdiri didepan makam shin hye. “shin hye, apakah kau lihat kesuksesanku sekarang? aku sudah menjadi musisi terkenal” ucap geunseok.

Flash back 2 tahun yang lalu…..

“geun seok, ayah akan mengirimmu kejepang lusa” ucap ayah geun seok menyerahkan tiket dan pasport geun seok.

“ayah, aku tak mau pergi. Aku tak mau menerusi perusahaan. Aku lebih suka berkarir dibidang seni” tolak geun seok.

“ayah akan mengirimmu kesana bukan untuk belajar bisnis tapi, belajar musik. Ayah sudah menuruti keinginanmu. Untuk urusan perusahaan, ayah akan menyerahkannya kepada adikmu, seungho” ucap ayah geun seok.

“seungho? Ayah yakin itu? dia kan masih kecil mana mungkin ayah bisa menentukan masa depannya” ucap geun seok.

“kau tenang saja. Aku yakin kalau seungho pasti mau. Ayah akan segera mengirimnya pulang kekorea. Sudah terlalu lama, aku menyekolahkannya di amerika. Ayah hanya takut dia akan ikut dengan pergaulan bebas” kata ayah geun seok.

“baiklah, kalau itu maumu. Aku percaya kepada ayah sepenuhnya, terima kasih karena sudah mengabulkan keinginanku” ucap geun seok senang.

Geun seokpun pergi kejepang dan merintis karirnya disana. Hatinya sangat berat untuk meninggalkan korea terlebih lagi, ibu shin hye belum bisa memaafkannya dengan tulus. Tapi, demi kesuksesan karirnya ia lebih memilih meninggalkan korea. Geun seok memulai karirnya dari nol sampai sesukses sekarang.

Selama dijepang, geun seok membuang semua  fasilitas lengkapnya dan lebih memilih hidup berhemat. Ia mengekost sebuah rumah yang cukup reot. Walaupun reot tapi, geun seok nyaman tinggal disana terlebih lagi pemilik kost-kost’an itu ternyata orang korea. Pemilik kost-kost’an itu mempunyai seorang putri angkat bernama moon geunyoung. Setiap hari, pemilik kost mengomeli putrinya itu.

“keluar sana, aku tak sudi mempunyai putri seperti dirimu” teriak pemilik kost.

“aku juga mau keluar, kau pikir aku betah tinggal bersamamu” teriak geunyoung keras.

“apakah begini sikap seorang anak kepada orangtuanya?” tanya geun seok.

“bukan urusanmu,dia hanya orang asing bagiku” jawab geunyoung.

“walaupun dia hanyalah ayah angkat setidaknya kan dia yang memberimu makan” geun seok menasehati geun young.

“aku tak mau mendengar nasihatmu sekarang ini” ucap geunyoung ketus.

Sampai satu hari datanglah penagih hutang untuk menagih hutang ayah angkat geunyoung.

“saya tak mempunyai uang kumohon jangan hancurkan rumah ini” mohon pemilik kost.

“diam kau, sudah tak punya uang masih saja memohon” bentak penagih hutang itu.

“jangan…” teriak pemilik kost itu memegang kaki penagih hutang. Penaguh hutang yang sudah hilang kesabaran mendorong pemilik kost sampai kepalanya terbentur tembok.

“appa….” teriak geunyoung begitu pulang bekerja.

“siapa kalian ini? Kenapa kalian mencelakai ayah perempuan ini?” tanya geun seok.

“jangan ikut campur kau, anak muda. Laki-laki tua ini masih mempunyai hutang kepada bos kami. Kami hanya disuruh melaksanakan tugas untuk menghancuri rumahnya jika, ia tak mampu membayar” bentak penagih hutang itu.

“aku akan membayar secepatnya, tapi kumohon jangan hancuri rumah ini” pinta geun young.

“kami sudah tak bisa menunggu lagi” ucap penagih hutang itu.

“berapa jumlah hutangnya?” tanya geun seok.

“5 juta yen…” jawab penagih hutang itu.

“besok aku akan melunasinya datang kesini jam 12 dan aku membayar kalian” ujar geun seok.

“baiklah, kalau begitu. Awas saja sampai kau berbohong akan aku patahkan lehermu” ancam penagih hutang itu.

Geun seok segera membawa pemilik kost kerumah sakit. Tapi, terlambat pemilik kost itu sudah meninggal karena benturan yang dialami nya cukup keras. Geun young frustasi dan sters karena ayahnya meninggal dan ia tak bisa melunasi hutang ayahnya, kini ia sebatang kara. Geun seok merasa iba kepada hidup geun young. Ia segera menelfon ayahnya yang ada dikorea dan menyuruhnya mengiriminya sejumlah uang. Esok harinya, geun seok membayar semua hutang geun young dan menyuruh penagih hutang itu untuk tidak mengganggu kehidupan geun young lagi.

Geun seok membuat geun young yang tadinya pemurung menjadi orang yang ceria bahakan sekarang Geun seok dan geun young menjadi sangat dekat. Geun young membantu geun seok membuat komposisi lagu dan membantunya meniti karir dijepang.

Setelah suskses meniti karir, geun seok merasa bahwa geun young adalah wanita yang cocok untuk menjadi pendamping hidupnya walaupun ia masih teringat tentang shin hye. Sebelum, pulang kekorea geun seok bertunangan dengan geun young.

Flash back end

“shin hye, aku pulang dulu. Aku akan lebih sering mengunjungimu nanti” pamit geunseok menaruh sebuket bunga diatas makam shin hye.

“kau sudah kembali?” tanya kim bum saat geun seok menoleh kebelakang. Geun seok langsung menatap tajam kearah kim bum.

“ya… “ jawab geunseok datar.

“kau masih punya harga diri untuk mengunjungi shin hye sekarang?” tanya kim bum. Geun seok hanya terdiam sambil menahan amarahnya. Ia mendiami kim bum dan melangkahkan kakinya lebih cepat dan pergi dari sana.

“shin hye maaf, kau pasti marah melihatku dan geun seok tadi” ucap kim bum.

selama 30menit kim bum terduduk dimakam shin hye. Sebelum, pulang kim bum mengucapkan sesuatu.

“shin hye mianhae sepertinya, aku mulai bisa membuka hatiku untuk seorang wanita. Aku harap kau suka dengan wanita pilihanku” ucap kim bum. Kim bum pun berbalik dan pergi meninggalkan makam shin hye.

********

“apa semuanya sudah kucatat ya? Hemmm…. bahan makanan yang sudah habis kan sepertinya hanya ini” gumam so eun sambil membaca catatan belanjaannya.

“kau mau pergi kemana?” tanya kim bum berdiri didepan so eun.

“kesupermarket” jawab so eun.

“sebaiknya kau segera datang kesana sebelum sayuran yang masih bagus dibeli semua” ucap kim bum sambil melihat jam tangannya.

“hah? Benarkah? Kalau begitu aku harus cepat-cepat kesupermarket” ucap so eun.

“kalau begitu aku akan mengantarmu” usul kim bum. so eun mengangguk dan segera menarik kim bum agar cepat-cepat.

“tunggu-tunggu, apa lagi yang belum?” ucap so eun sambil mengecek keranjang belanjaannya.

“masih ada lagi? bukankah ini sudah banyak?” tanya kim bum heran melihat isi troli.

“banyak ya? Tapi, aku dan yoona memang selalu membeli bahan makanan yang banyak. Hehe…aku dan yoona suka makan banyak kadang-kadang” jawab so eun. kim bum mengangguk mengerti.

“kalau begitu kita langsung menuju cashier saja”

kim bum segera mendorong troli menuju cashier. Saat sedang mengantri, so eun teringat kalau ada sayuran yang belum ia beli, ia segera menitipkan belanjaannya kepada kim bum dan berlari kearah tempat sayur.

“ne, appa aku akan membeli semua bahan-bahannya. Ya, aku diantar supir. Eomma? dia dirumah tidak kemana-mana. Arasso…” ucap jiyeon ditelfon. Jiyeon segera mengambil bahan-bahan belanjaan yang dipesan ayahnya.

Saat, ingin mengambil sawi putih tak sengaja so eun dan jiyeon memilih sawi yang sama.

“ahh, kau ambil saja” ucap so eun.

“eonni saja yang ambil” ucap jiyeon.

So eun menatap jiyeon dan menyerahkan sawi putih yang ia pilih kepada jiyeon.

“untukmu saja, aku bisa mengambil yang lain” ujar so eun.

“mirip dengan shin hye eonni” gumam jiyeon pelan.

“Kau bilang siapa tadi?” tanya so eun.

“tidak… eng, terima kasih. Aku permisi kalau begitu” jawab jiyeon dan segera pergi kearah kasir.

“aneh sekali… ahh, aku harus cepat-cepat. Kasihan kim bum mengantri” ucap so eun mengambil sawi putih.

“kenapa so eun lama sekali?” gumam kim bum.

“kim bum, mian. Ini sawinya” ucap so eun ngos-ngosan sambil menaruh sawi ditroli.

“tidak apa-apa. Apakah sawinya masih bagus?” tanya kim bum. so eun mengangkat jempol tangannya sambil menarik nafasnya.

“antrian berikutnya…” teriak petugas kasirnya. So eun dan kim bum segera membayar belanjaannya.

“kenapa dia sangat mirip dengan eonni? Apa ini yang eomma bilang?” gumam jiyeon sambil berfikir.

“jiyeon…” panggil kim bum. Jiyeon langsung melihat kearah orang yang memanggilnya yang ternyata adalah kim bum.

“annyeonghaseyo,  kim bum sunbae” sapa jiyeon.

“annyeonghaseyo, kau sudah besar sekarang. 2 tahun lamanya, aku tak melihatmu lagi” ujar kim bum.

“i…iya, mungkin karena sekarang sunbae sudah bekerja jadi jarang punya waktu luang” gumam jiyeon.

“iya, mungkin. Mmm…. bagaimana dengan kabar bibi?” tanya kim bum.

“masih seperti dulu. Eomma masih sering memanggil nama eonni jika sedang tidur bahkan sekarang ia sering mengatakan kalau ia melihat eonni dijalan atau di tv” ungkap jiyeon.

“mungkin bibi masih butuh waktu untuk melupakan kejadian yang menimpa shin hye. Mungkin dia akan kembali normal jika, ia sudah siap menerima kenyataan” ucap kim bum. jiyeon mengangguk setuju.

“kim bum, ayo kita pulang” ajak so eun sekembalinya dari toilet. “kau lagi ternyata” ucap so eun menunjuk jiyeon.

“kau kenal dengan dia?” tanya kim bum.

“tadi, aku bertemu dengannya ditempat sayuran” jawab so eun.

“sunbae, siapa gadis ini? Apakah pacarmu?” tanya jiyeon.

“bukan, aku temannya” jawab so eun salting. Kim bum hanya menyunggikan senyumannya mendengar ucapan so eun.

“sunbae, eonni aku permisi dulu” pamit jiyeon pergi.

“siapa dia?” tanya so eun.

“jiyeon… dia adik dari pacarku yang sudah meninggal” jawab kim bum.

“ohh… dia cantik. Pasti pacarmu itu cantik. benarkan?” tanya so eun. kim bum hanya tersenyum dan membantu so eun membawa belanjaan.

*****

“apa yang kau lakukan diluar sini?” tanya yoona begitu menutup butiknya.

“kau masih bertanya? Tentu saja, menjemputmu” jawab kibum.

“aku tak minta dijemput” ucap yoona.

“kau ini tak tahu terima kasih ya masih untung aku mau menjemputmu dan tadi juga aku yang mengantarmu” omel kibum.

“itukan kemauanmu, aku tak pernah memintanya” sahut yoona.

“ahh, sudah. Aku tak mau bertengkar denganmu dijalan. Ayo, pulang” ucap kibum menarik masuk yoona kedalam mobilnya.

“kau sudah makan?” tanya kibum.

“nanti dirumah” jawab yoona ketus. Kibum langsung memasang muka jengkel dan fokus menyetir.

“aku baru saja mau memasak makan malam”  ucap so eun berpapasan dengan yoona didepan.

“baguslah, kalau begitu aku akan membantumu memasak saja” ucap yoona mendorong so eun masuk.

“kim bum, terima kasih ya” ucap so eun masuk kedalam apartemennya.

“dasar cewek aneh” gerutu kibum.

“ada apa lagi denganmu?” tanya kim bum.

“gadis tidak tahu terima kasih. Masih untung aku menjemputnya, bilang terima kasih saja engga” omel kibum. Kim bum hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“laki-laki aneh” omel yoona sambil mengiris bawang.

“kenapa lagi dengan kibum?” tanya so eun.

“dia mengomel gak jelas. Dia bilang aku tak tahu diri lah,  tidak tahu terima kasihlah. Padahal, aku tak pernah menyuruhnya untuk menjempuku” ungkap yoona kesal.

“itu tandanya dia perhatian denganmu” ucap so eun.

“perhatian? Itu namanya perhatian? Aku tak butuh perhatian dari laki-laki seperti itu” omel yoona sambil mengiris bawang cepat-cepat.

*****

Keesokan harinya….

“jiyeon, mau kemana kau sudah rapih begini?” tanya gab soo.

“aku mau pergi jalan-jalan dengan teman” jawab jiyeon menunggu seungho.

“apakah dengan seorang namja?” tanya gab soo.

“iya” jawab jiyeon.

“nona jiyeon, ini temannya sudah datang” ucap pelayan membawa seungho masuk.

“annyeonghaseyo, paman. Perkenalkan namaku Yoo SeungHo” ucap seungho membungkukan badannya sebagai tanda perkenalan.

“jadi, kau yang akan pergi dengan jiyeon?” tanya gab soo.

“iya, paman” ucap seungho.

“yasudah, kalau begitu ajaklah jiyeon. dia butuh refreshing” ucap gab soo.

“baik, paman. Kalau begitu kami pergi dulu” pamit seungho.

“appa, bilang eomma aku pergi” ucap jiyeon. gab soo mengangguk dan mengantar jiyeon sampai pintu depan.

“kemana kau akan mengajakku?” tanya jiyeon.

“dimulai dari mana ya? Sudah kau lihat saja nanti” jawab seungho.

Seungho mengajak jiyeon untuk jajan dipinggir jalan…..

“topokki?” ucap jiyeon.

“iya, makan ini” ujar seungho memberi jiyeon setusuk topokki. Jiyeon memakan topokki pemberian seungho dengan lahap.

“enak” ucap jiyeon.

“aku senang kau bilang itu enak. Ayo makan lagi” ucap seungho. Jiyeon pun kembali memakan topokkinya lagi sampai habis.

“kenyangnya. Sekarang kemana lagi?” tanya jiyeon.

“kita duduk dibangku taman saja dulu” jawab seungho.

“ahhh, segarnya” ucap jiyeon sambil meregangkan tubuhnya.

“nah, begini dong dari tadi. Sekarang kau kelihatan lebih segar” ujar seungho.

“memangnya wajahku benar-benar kelihatan suram?” tanya jiyeon.

“tidak terlalu sih” jawab seungho.

“ohhh” gumam jiyeon datar.

“kau tunggu disini sebentar. Aku akan membelikanmu ice cream” ucap seungho. Jiyeon mengangguk dan menunggu seunho membelikannya ice cream.

“pak, ice cream vanilla dan chocolatenya ya” ucap seungho kepada pedagang ice cream.

“yoo seungho…” ucap geun young.

“uhh… noona. Kupikir siapa” ujar seungho kaget.

“hahaha… sedang apa kau disini?” tanya geun young.

“sedang membeli ice cream. Noona tak lihat aku memesan ice cream” jawab seungho.

“aku tahu kau sedang membeli ice cream. Maksudku, kau kesini dengan siapa? Kok membeli ice creamnya sampai 2?” tanya geun young.

“yang satu untuk temanku” jawab seungho.

“pacarmu ya?” goda geun young.

“teman, noona. Kau ini jangan meledekku begitu. Noona sendiri ngapain disini? tidak bersama hyung?”  tanya seungho.

“tidak, oppa sedang ada dikantor rekaman. Aku kesini hanya ingin jalan-jalan saja” jawab geun young.

“oh.. yasudah, kalau begitu aku duluan. Kasihan temanku menungguku” pamit seungho.

“iya, semoga kencannya sukses ya seungho” teriak geun young memberi semangat.

“ini ice creamnya” ucap seungho.

“kenapa lama sekali?” tanya jiyeon.

“maaf, tadi aku bertemu dengan noona” jawab seungho.

“Kau punya kakak perempuan?” tanya jiyeon.

“dia tunangan hyungku” jawab seungho.

“oh, kau punya kakak laki-laki” gumam jiyeon sambil memakan ice creamnya.

“kalau aku ajak kau bertemu dengannya pasti kau terkejut” ucap seungho.

“benarkah? Aku semakin penasaran” ucap jiyeon santai tanpa tahu bahwa yang dimaksud seungho itu adalah geun seok.

Bersambung

Jangan lupa meninggalkan jejak anda, readers.. hohoho

Tags: , , , , , , , , , , ,

18 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES part 6”

  1. djkyussoloverz says :

    kereeeeeeen ccpt dilanjut…..tpi aku gak suka kok kayak x so eun eonni jadi bayang2 shin hye…..berarti so eun ndk dicintai seutuhnya sm bumppa…..

  2. dina aulia says :

    Wah… Kibum makin perhatian aja ama yoona. Keren- keren ! Lanjutannya di tunggu ya!

  3. lee_jihyun says :

    Wah,, smakin seru aja nih…

    Itu yoona sm kibum berantem trus y,, pdhl kibumny udh mulai perhatian…hehehe
    Trus kim bum ny,, udh mulai nakal nih… Mncari ksmpatan dlm ksmpitan,,hehehe😀

    Kelanjutanny jgn lama2 y chingu,,hehehe
    Dtunggu bgt lo…😀

  4. Anjany Djamal says :

    keren chinguggguuuu
    lanjutannya cepetan ya…. chinguuu…….

  5. Nurani says :

    Keren. . . . . .
    D banxakin adegan bumsso.a lagi ea. . . .
    Semangka ^^

  6. Helda wati says :

    Wah bumsso semakin dekat, yoonakibum ribut mulu. hati2 ntar jatuh cinta lagi. cpat dilnjut ya?

  7. rizkyapratiwi says :

    waaaaaaahhh … penasaran sama part selanjutnya
    lanjut thor ….

  8. kim lili says :

    hwaa… Gw penasaran tingkat dewa ma ne cerita….
    Sumpah thor lanjut kan…

  9. siska says :

    Akhirnya keluar jg part 6 nya.aq dah nunggu bgd lho lanjutannya…
    Makin seru dah ceritanya.lucu pas baca yg bagian yoonbum.dkt2 berantem…
    Kimbum dah mulai sadar tuh ma perasaannya ke soeun.tp kayaknya soeun belum peka ya…
    Part selanjutnya tolong jgn lama2 ya thor.jebal…

  10. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    Kim bum udh pnya rasa nii sma so eun …

  11. AnnisaHourai says :

    kenapa aku jadi berpikir klo main castx itu kibum n yoona yak? coz mereka berdua heboh bgt sih😉
    Ceritax bagus, cm aku kasihan ma soeun berasa jdi bayang2 shinhye. idem ma komen diatas😛
    So eun nggak pernah minta shinhye donorin matax kan? soeun jga boleh bahagia kan?
    soeun ma shinhye jelas berbeda, dan yg pasti soeun jg nggak mau dibanding2kan.

    Author : koq jd loe yg sewot sih, ini kan ff gue, terserah gue dunk mo bikin cerita kyak gimana.
    Aku : eh iya juga ya..he..he..he mian thor, kebawa emosi *garuk2 kepala sambil nyengir gaje*

  12. Princess magnae dhiana says :

    Akhirnya muncul lgi smbungn ini ff stelah nunggu skian lma dan smpai lumutan#lebay

    jangan lama2 lgi ya thor crta slnjut’x..

    Author figthing..

  13. Ati gunarti says :

    Stu per stu dah pd liat so eun.tnggl ayhna yg lom..BUMSSO mkin dket aj nich.n YOONBUM mkin gila(?)..

  14. Dezztidini says :

    Lanjut chinguuuuuu,,,q tUnggu y part slanjtnya!!jngan lama”y lnjtanya!!
    Ok q tUngGu..!
    :->

  15. Kyuminji says :

    Q mkin ska jaCh ma crtany!!tpi q g ska law soeun unN d sngkuT”tin ma shinhy!!ksan_ny jdi soeun eoNnie tu cman byang”shinhye,,jdi g pnya pran yg brarti d crta nie!!
    Tpi q ttep ska kok,,hahaha
    bwt bumppa jngan bnding”in trus soeun unN ma shinhye doNk!! Huuhf
    lanjt chingu q tUngGu y next partnya jngan lama”y posting next part_ny!!
    Hwahthing!! B-)

  16. Yuniipark says :

    Lanjuut chingu..!
    Cptan publish donk part slnjt_ny..! ;>
    next part shinhye buang jauh”dech…hehehe ;>

  17. imhyena says :

    cepetan ya d publish next part nya.. ud gk sabar nie.. author fighting!!!

  18. Sintiabumsso says :

    Kereeeenn :DD lanjut baca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: