MY PRINCESS FROM THE PAST part 6

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Byun Hee Bong, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Go Hye Sun, Yoo SeungHo, Park Shin Hye, Moon Geun Young, Jang Geun Seok

Genre: Romantic/Family/Friendship/Comedy/Fantasy

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 6

Sepulang kerja, kim bum melihat rumah kosong dan saat bertanya kepada pelayan, mereka menjawab kalau so eun dan kakeknya sedang pergi keluar bersama-sama. Kim bum yang suasana hatinya sedang tidak bagus lebih memilih diam dikamarnya sambil mendengarkan musik untuk menenangkan pikirannya saat teringat pertemuannya dengan shin hye tadi dikantornya.

Kim bum menutup matanya agar pikirannya bisa lebih tenang dan membuang semua pikirannya tentang shin hye. Tapi, tetap saja ia tak bisa melupakan pertemuannya dengan shin hye.Kim bum membuka matanya dan melihat so eun sedang duduk berhadapan dengannya. Ia tersenyum simpul.

“kenapa setiap membuka mata selalu bayangan tuan putri yang ada dihadapanku?” batinnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mengira ia sedang berkhayal. So eun malah bingung dengan tingkah kim bum. Kim bum kembali memejamkan matanya dan membesarkan volume ipodnya.

“bum-ah, aneh sekali dan benda apa yang terpasang ditelinganya itu?” gumam so eun. So eun yang penasaran melepas headshet kim bum. Sontak, kim bum langsung membuka matanya.

“tuan putri!! Jadi, tadi aku tak menghayal ya” ucap kim bum.

“Mengkhayal? Kau pikir aku ini khayalanmu ya?” tanya so eun.

“bukan itu, kenapa kau masuk kedalam kamarku tanpa mengetuk?” tanya kim bum.

“aku sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi, tetap saja tidak ada sautan. Makanya, aku masuk dan melihatmu sedang tidur dengan benda aneh yang terpasang ditelingamu itu” jawab so eun sambil menunjuk headshet kim bum.

“oh, ini headshet untuk mendengarkan lagu” ucap kim bum.

“semua benda-benda dikamarmu aneh” gumam so eun.

“kata pelayan kau pergi bersama kakek. Kalian habis darimana?” tanya kim bum.

“hareboji, mengajakku kesekolah jiyeon untuk menjemputnya dan kami bertiga makan ice cream lagi” jawab so eun senang.

“sepertinya kau ketagihan makan ice cream ya” ucap kim bum.

“ne…setiap aku makan selalu makan dengan rasa yang berbeda” ungkap so eun. Kim bum tersenyum mendengar cerita so eun, kini suasana hatinya mulai membaik saat mengobrol dengan so eun.

“bum-ah, tadi disekolah aku melihat….” so eun terdiam dan berusaha mengingat wajah seungho.

“kau melihat siapa?” tanya kim bum.

“bukan apa-apa. Sepertinya, aku salah…tidak usah dipikirkan” jawab so eun

“ohh, kau mau mendengarkan ini?” kim bum menawari so eun untuk mendengarkan lagu.

So eun menganggukan kepalanya, kim bum memasangkan headshet kekuping so eun dan menyetel musik yang ada diipodnya.

“ooh, bum-ah, ada suara lagi didalam benda aneh ini” ucap so eun. Kim bum hanya tertawa dan menatap so eun yang serius mendengarkan lagu yang ada diipod kim bum.

Dddrrrttt….

Hp kim bum bergetar dan saat melihat layar hpnya terpampang nama shin hye. Kim bum langsung mereject telfon dari shin hye dan mematikan hpnya.

“bum-ah, kenapa kau tidak menjawab benda aneh itu?” tanya so eun.

“tidak, aku sedang malas mengangkatnya” jawab kim bum.

“bum-ah, lagu nya benar-benar enak.. coba dengarkan” ucap so eun melepas sebelah headshetnya dan memasangkannya ditelinga kim bum.

“yakan?” tanya so eun.

“ya, ini lagu favoritku” jawab kim bum. Mereka jadi mendengarkan lagu bersama dan tak menyadari kalau kakek sedang mengintip mereka.

“oohh, romantisnya. Lebih baik aku tak mengganggu mereka” ucap kakek menutup rapat pintu kamar kim bum pelan-pelan.

“hareboji, apa yang kau lakukan didepan kamar kim bum oppa?” tanya jiyeon mengagetkan kakek.

“astaganaga, jiyeon-ah. Kau hampir membuat kakek terkena serangan jantung. Sssttt….kita jangan bicara disini tidak enak mengganggu kim bum dan so eun” jawab kakek dengan suara pelan.

“mwo? Aku juga mau lihat” ucap jiyeon.

“ehh, jangan..sudah kakek bilang jangan ganggu mereka, kau ini bandel sekali” ucap kakek menarik jiyeon turun kebawah.

“uhh, pelit…aku juga mau lihat” ucap jiyeon.

Sementara itu, dikamarnya hyun joong malah melamuni pertemuannya dengan somin lagi. Ia kembali teringat masa-masa SMAnya dulu.

FLASH BACK

“wah, hyun joong kau mendapatkan surat cinta” ucap kim joon.

“surat cinta? Aneh sekali. Siapa yang mengirimkannya?” gumam hyun joong membuka surat cinta itu dan membacanya.Hyun joong datang ketaman belakang dan melihat siswi perempuan sedang duduk.

“apakah kau yang bernama jung somin?” tanya hyun joong.

“i..iya” jawab somin tersipu-sipu. Hyun joong menatapnya dingin dan mengembalikan surat cintanya kepada somin kembali.

“hah? Kenapa dikembalikan?” tanya somin bingung.

“kau lihat saja sendiri” jawab hyun joong dingin. Somin bingung dan membuka surat cinta yang ia tulis.

“tulisanmu sangat berantakkan dan lagi bahasa koreamu sungguh hancur. Jadi, aku memperbaiki beberapa penulisan yang salah” ucap hyun joong.

Somin hanya melongo melihat surat cinta yang ia tulis dilingkari dengan pulpen merah oleh hyun joong dan diberi nilai F.

lain kali kalau mau menulis surat kepada orang lain lebih teliti lagi” ucap hyun joong pergi meninggalkan somin yang melongo.

“aaahhh, pria dingin..” omel somin sambil menginjak-injak surat yang ia tulis.

FLASH BACK END

“setelah beberapa tahun tak bertemu ia tak berubah, sama saja cerobohnya” gumam hyun joong sambil tersenyum kecil

_______

“tuan putri, kau tahu kalau lagu ini…” kim bum menengok kearah so eun dan melihat so eun sudah tertidur. Kim bum melepas headshet yang terpasang ditelinga so eun dan mematikan ipodnya.

“tuan putri, kau ini cepat sekali tertidur tapi, cepat sekali terbangun. Benar-benar aneh…” ucap kim bum melihat so eun yang tertidur pulas. Kim bum menggendong so eun kembali kekamarnya dan membaringkannya dikasur.

“mimpi indah, tuan putri” kim bum mencium kening so eun dan menyelimutinya.

****

Dilain tempat

“mukamu kusut sekali” ucap wanita yang duduk disebelah shin hye.

“yya, kau tahu kim bum…dia mematikan handphonenya dan mereject telfonku. Benar-benar keterlaluan dia” ucap shin hye sambil minum.

“wajar kalau dia begitu, kau lupa kalau dia pasti kesal karena kau meninggalkannya dan pergi bersama yong hwa keluar negeri” ucap teman shin hye yang bernama geun young.

“aku tahu. Hey, geun young daripada kau menemaniku duduk disini sebaiknya kau cari laki-laki ditempat ini” ucap shin hye.

“aku tak tertarik mencari pria ditempat seperti ini” ucap geun young.

“haha..yaya, aku lupa kalau kau ini lebih suka belajar daripada mencari teman pria. Susah ya mempunyai teman berdarah kerajaan sepertimu, dipikiranmu hanya belajar dan belajar. Untuk urusan jodoh pasti keluargamu yang mencarikan” ucap shin hye.

“bukannya aku tak mau mencari  pria hanya saja aku belum mau. Dan, lagi jangan menyebut-nyebut tentang keluargaku yang keturunan kerajaan mendengarnya hanya bikin telingaku panas” ucap geun young.

“kau ini….seharusnya kau bangga karena masih berdarah kerajaan. Daripada, aku…aku ini hanya perempuan miskin yang bisa sukses karena bantuan pria bodoh yang tergila-gila kepadaku” ucap shin hye.

“shin hye kau ini benar-benar wanita licik. Kau pergi meninggalkan kim bum dan ikut yong hwa keluar negeri dan setelah kau menjadi wanita sukses kau malah merendahkan pria yang sudah membantumu sukses” ucap geun young.

“ya, aku memang wanita licik. Kenapa ya aku mau ikut bersama yong hwa keluar negeri? Hhhmmm….mungkin karena dia berjanji akan membantu mengeluarkan ayahku dari penjara makanya aku bisa ikut dengannya” ucap shin hye meminum birnya.

“kalau yong hwa tahu dia akan marah kepadamu. Sudahlah, sebaiknya kita pulang sekarang, mabukmu sudah parah” ucap geun young membantu shin hye berdiri.

****

“aah, badanku pegal sehabis belajar” ucap jiyeon meregangkan badannya.

“jam segini pasti semua sudah pada tidur. Aku belum mengantuk sama sekali” ucap jiyeon, ia termenung dimeja belajarnya sambil melamun. Tiba-tiba, ia memikirkan saat seungho mengantarnya pulang dan saat seungho menatapnya.

“aayyyaa, jiyeon….apa-apaan itu yang barusan kau pikirkan. Buang semuanya, buang….” ucap jiyeon sambil menepuk pipinya. “aahh, lebih baik aku segera tidur”

Sementara itu, seungho memberesi pakaiannya untuk kepergiannya besok kedesa pinggiran seoul tersebut untuk bertanya kepada biksu dikuil mengenai pohon terlarang saat sedang memberesi pakaiannya tiba-tiba hpnya berdering.

“ne, ayah. Aku besok akan menemui biksu itu dikuil” ucap seungho.

“ayah senang mendengarnya. Jika, kau sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan putri itu langsung kau hubungi ayah” ucap ayah seungho.

“ya, aku mengerti. Kapan kau kekorea?” tanya seungho.

“belum tahu, pekerjaanku masih banyak disana. Oiya, seungho jangan lupa berkunjung kemakam ibumu kasihan sudah bertahun-tahun kita tak mengunjungi makamnya”

“ya, aku tahu nanti aku akan berkunjung kemakam eomma”

“yasudah, lekas tidur dan jangan lupa beritahu ayah begitu kau dapat informasi”

Seungho menutup telfonnya dan melanjutkan memasukan bajunya kedalam ranselnya.

 

****

Minho berjalan menuju ruang makan dan sesampainya disana ia melihat belum ada orang hanya hyun joong sendiri sedang duduk sambil membaca koran.

“ahh, mumpung tidak ada kakek mungkin aku bisa minta hyun joong meminjamkanku uang” fikir minho.

“hyun joong” panggil minho.

“ada apa?” tanya hyun joong.

“mmm…kau tahukan kalau kartu kreditku di non-aktifkan oleh kakek?”

“ya, aku tahu lalu, apa urusannya denganku?”

“kau ini dingin sekali sih. Mmm, aku ingin meminjam uang darimu”

“uangnya untuk apa?”

“mm…untuk kebutuhanku. Kau tahukan kebutuhanku..”

“untuk bersenang-senang dibar?”

“ya, itu juga bisa tapi, tidak hanya itu masih banyak kebutuhan yang aku perlukan”

“aku akan meminjamkannya tapi, tidak kau gunakan untuk pergi kesana”

“benarkah? Yaya, aku janji aku tidak kesana”

Hyun joong tersenyum simpul dan membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya kepada minho.

“aissh, kau memang saudara terbaik yang aku miliki” ucap minho memeluk hyun joong.

“yya, minho jangan kau peluk aku begitu kalau ada yang lihat nanti dikira yang bukan-bukan” omel hyun joong.

“yaya, terima kasih ya hyun joong. Aku akan mengembalikannya nanti kepadamu”

“terima kasih untuk apa?” tanya kakek.

Minho terkejut dan langsung memasukan uangnya kedalam saku celana.

“ohh….terima kasih karena…” minho bingung mau bilang apa ia sulit mencari kata-kata.

“karena apa? Kenapa wajahmu pucat begitu?” tanya kakek

“karena aku mengenalkan minho kepada gadis cantik” sambung hyun joong.

“mengenalkan kepada minho? Apa kakek tidak salah dengar?” tanya kakek tak percaya

“tidak kek, minho sendiri yang minta aku untuk mengenalkannya kepada wanita itu” jawab hyun joong.

“ya, kek. Benar kata hyung joong. Kakek percaya saja apa kata hyun joong” ucap minho

“hhhmmm…yasudah kalau begitu cepat habiskan sarapan kalian” ucap kakek.

“baik kek” ucap minho.

Sekarang giliran kim joon datang kekamar kim bum untuk pinjam uang agar bisa membayar hutang kepada minjung.

“mwo? Pinjam uang? Biasanya kan hyeong banyak uang”  ucap kim bum.

“itukan saat ada kartu kredit kau lupa karena so eun aku jadi kena hukuman oleh kakek? Ayolah, bum kau inikan adikku yang paling baik pinjami aku uang. Karena tidak punya uang aku sampai berhutang kepada seorang wanita yang aku temui dijalan”

“aiisshh, kau ini memalukan sekali sampai berhutang kepada wanita. Baiklah, tapi jangan beri tahu kakek nanti aku akan kena hukuman juga karena meminjamimu uang”

Kim joon tersenyum senang dan memukul bahu kim bum pelan sebagai ucapan terima kasih dan keluar dari kamar kim bum.

“kakek, jangan lupa minggu depan kita semua harus menghadiri pembukaan hotel baru kita di pulau jeju” ucap minho mengingatkan.

“ya, kakek kan belum pikun masih ingat. Kau tenang saja kakek sudah menyiapkan tiket pesawat untuk kita semua termasuk so eun juga” ucap kakek.

“mwo? So eun juga ikut?” tanya minho.

“tentu saja so eun ikut. Nanti dia dirumah sama siapa kalau tidak ikut” ucap kim bum.

“betul kata kim bum, kakek sangat setuju. Kakek sudah menganggap so eun seperti cucu kakek sendiri” ucap kakek.

“yasudah, terserah mau ajak siapa lagi” gumam minho.

“kim joon, cepat habiskan sarapanmu bukankah hari ini kau ada meeting?” tanya kakek.

“ya, ini aku sudah selesai” ucap kim joon bangkit berdiri dan pergi.

“hyeong, kita bareng saja. Aku berangkat semua” pamit minho.

“bum-ah, kita semua mau kemana minggu depan?” tanya so eun.

“kau lihat saja nanti” jawab kim bum.

“kakek, apa tempatnya bagus?” tanya so eun.

“tentu saja bagus nanti disana kau bisa memanah. Bagaimana baguskan?” tanya kakek.

“benakah? Wah, sudah lama aku tak memanah” ucap so eun girang.

“so eun eonni bisa memanah?” tanya jiyeon.

“ne…aku diajari oleh beberapa pengawal” jawab so eun.

“wah, hebat sekali” ucap jiyeon.

“hahahaha..jarang-jarangkan ada wanita yang bisa memanah dijaman sekarang” ucap kakek senang.

“tuan puteri sepertinya kakek sangat menyukaimu” ucap kim bum.

“ne, aku juga menyukai kakek”  ucap so eun.

“senang mendengarnya, aku harus berangkat kekantor sekarang. kau dirumah dan jangan kemana-mana ya” ucap kim bum.

“ne.. sampai jumpa, bum.. hati-hati” ucap so eun melambaikan tangannya untuk kim bum.

Kim bum pun balas melambaikan tangannya dan segera berangkat kekantor sambil tersenyum senang.

****

Sebelum masuk kedalam ruang rapat terlebih dahulu kim joon mengeluarkan kartu nama yang diberikan oleh wanita yang ia hutangi kemarin.

“Lee MinJung? Karena aku pria yang tidak mau terlilit hutang dengan wanita, aku akan membayar hutangmu segera” ucap kim joon memencet nomor telfon minjung.

“yoboseyo, siapa ini?” tanya minjung.

“ohh, nona minjung ini aku pria kemarin yang berhutang 500 kepadamu” jawab kim joon.

“kau ternyata. Ada apa lagi menelfonku?”

“aku ingin mengembalikan uangmu. Bisa kita bertemu disuatu tempat?”

“oh, cepat sekali. baiklah, kau temui aku jam 12 di….”

“ya, aku mengerti. Aku akan menunggumu disana”

Kim joon menutup telfonnya dan segera pergi kekantor.

Sementara itu, seungho sampai di desa terpencil pinggiran kota seoul…

“ya ayah, aku baru saja tiba dan sedang jalan-jalan sebelum pergi menemui biksu itu dikuil” ucap seungho.

“kau ini malah memikirkan jalan-jalan bukannya segera mencari informasi” omel ayah seungho.

“ya, aku tahu. Aku akan segera menemui biksu itu sekarang” seungho menutup telfonnya dan segera memutar arah kekuil.

Setibanya didepan kuil, seungho celingak-celinguk mencari biksu tapi, ia tak melihat biksu disekitar kuil.

“kau cari siapa anak muda?” tanya biksu yang baru keluar dari kuil.

“annyeonghaseyo, saya yoo seungho saya kesini karena…”

“apa karena ayahmu? Kau mencari informasi tentang pohon terlarang yang tumbang itu?” tanya biksu.

“ya, benar”

“kalau begitu masuklah. Kita bicara didalam saja” ajak biksu itu. Seungho menurut dan masuk kedalam kuil itu.

“mengenai pohon itu kenapa pohon terlarang itu tidak masuk berita dimedia koran atau televisi? Bukankah pohon terlarang itu cukup terkenal?” tanya seungho.

“kami dan semua penduduk didesa kini mengelabui semua pengunjung yang ada didesa ini. Kami menutupi pohon yang tumbang itu dengan pohon lain supaya ciri khas desa kami tidak hilang” ucap biksu.

“aissh, ternyata biksu bisa juga berbuat licik” ucap seungho dalam hati.

“eng…lalu, apa benar kalau pohon itu adalah tempat bersemayamnya seorang putri kerajaan?”

“ya, benar tak perlu kuceritakan sepertinya kau sudah tahu kisahnya”

“ya, saya sudah mencarinya dan cukup tertarik. Kalau benar pohon itu tumbang karena putri itu sudah keluar dari dalam pohon, apakah anda tahu dimana putri itu berada sekarang?” tanya seungho.

“aku tidak tahu. Tapi, sehari sebelum pohon itu tumbang saat pagi harinya aku melihat seorang laki-laki didekat pohon terlarang itu”

“mwo? Seorang pria? Kau tahu siapa pria itu? apakah dia penduduk didesa ini?”

“sayangnya tidak, sepertinya pria itu hanyalah pengunjung yang sedang berekreasi didesa ini”

“kau tahu bagaimana ciri-ciri pria itu?”

“aku tidak melihatnya secara jelas karena aku hanya melihatnya sekilas saja”

“hhhmmmm….kalau begini susah mencari keberadaan putri itu” fikir seungho. “kalau kau melihat pria itu disekitar sini lagi bisakah kau langsung hubungi aku” ucap seungho memberikan nomor telfonnya.

“ya, aku akan menghubungimu” ucap biksu itu. Seungho bangkit berdiri dan permisi untuk melihat pohon yang tumbang waktu itu.

“hhmm…benar-benar aneh, pohon yang sudah tua namun kokoh akhirnya bisa tumbang juga” ucap seungho.

“dimana aku harus mencari keberadaan putri dan pria itu? bagaimana kalau kata-kata ayah benar bahwa putri itu bisa saja menghilang karena pria itu bukan cinta sejatinya?” gumam seungho.

****

Selesai rapat, kim joon segera pergi menuju tempat yang diberitahu minjung.

“yya, disini…” panggil minjung. Kim joon segera berjalan menuju meja minjung.

“ini uangmu, hutangku sudah lunas” ucap kim joon memberikan uang kepada minjung.

“ne…gomawo sudah membayar hutang dengan cepat. Kupikir akan lama sekali mengingat sepertinya kau sedang diambang kebangkrutan ya” ucap minjung.

“mwo? Kebangkrutan? Apa wanita ini menyumpahiku agar aku jatuh bangkrut?” ucap kim joon dalam hati.

“yasudah, karena urusan diantara kita sudah selesai sekarang aku pamit pulang. Aku harap dilain waktu kita tak bertemu dengan cara seperti kemarin. Selamat tinggal” pamit minjung. Kim joon hanya mengangguk dan pulang.

****

Ketika hyun joong sedang bermain biola ditaman depan galeri musiknya, diam-diam somin memerhatikan hyun joong yang sedang bermain biola.

“omo!!! Sampai sekarangpun ia masih saja tampan walaupun dengan ekspresi kaku begitu” ucap somin dalam hati.

Somin jadi mengingat masa-masa saat dia masih mengagumi hyun joong diSMA.

“aissh, ganteng sekali dia saat sedang membaca buku. Kapan aku bisa duduk disebelahnya?” harap somin.

“wah, jung somin sepertinya kau sedang mengintip saudaraku, hyun joong” goda kim joon.

“astaga, kim joon sunbae mengagetkanku saja. Tidak, aku hanya sedang melihat-lihat. Sudah, aku mau pergi” ucap somin.

Kim joon yang iseng langsung menahan somin agar tak pergi.

“hey, lihat ini..jung somin daritadi memerhatikan hyun joong terus menerus” teriak kim joon yang membuat semua murid jadi menatap somin dan berbisik-bisik tentangnya. hyun joong yang sedang membaca buku jadi, mengalihkan matanya kearah somin dengan tatapan dingin.

“apa kau masih suka mengintipku diam-diam?” tanya hyun joong menghentikan permainannya.

“mwo? Kau..kau bicara denganku?” tanya somin menunjuk dirinya.

“sampai sekarangpun rupanya kau masih tetap saja bodoh. Kau pikir disini selain kau dan aku siapa lagi?” ucap hyun joong.

“a..aku tidak memperhatikanmu” ucap somin.

“siapa yang kau lihat daritadi?” tanya hyun joong.

“eng…aku..hhhmmm….” somin menggaruk kepalanya bingung.

“sudahlah, kau tak perlu mencari alasan. Daridulu, kau tak berubah masih sama bodohnya”

“yya, kau juga daridulu tak berubah sama saja dinginnya. Aku beritahu kalau sikapmu masih begini terus dengan wanita sampai tuapun tidak akan ada wanita yang mau denganmu”

“bagaimana denganmu? apakah ada laki-laki yang mau melirik gadis bodoh sepertimu?”

“mwo? i..itu bukan urusanmu. Buang-buang suara aku bicara denganmu” somin pergi meninggalkan hyun joong.

“heh…dasar gadis aneh” gumam hyun joong.

****

Sepulang dari kantor kim bum segera pergi kekamarnya, ia pun memilih bermain piano sambil mengingat kenangannya bersama shin hye dulu…

FLASH BACK

“apa kau menyukai jung yong hwa?” tanya kim bum.

“yong hwa? Tidak, aku tak menyukainya. Kenapa kau berbicara begitu?” tanya shin hye.

“tidak, hanya saja sepertinya hubungan kalian sangat dekat” jawab kim bum.

“haha..kim bum jangan cemburu begitu. hatiku ini hanya untukmu seorang” ucap shin hye. Kim bum tersenyum dan memeluk shin hye dengan erat.

__

“kenapa hp nya tak aktif juga?” gumam kim bum.

“kenapa kau bicara sendiri?” tanya kibum.

“sudah 2 hari ini shin hye sangat susah dihubungi, aku datang kerumahnya tidak ada orang. Aneh sekali…” jawab kim bum.

“mungkin dia sedang pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan” ucap kibum.

“kalaupun ia pergi pasti ia memberitahuku sebelum dia berangkat” ucap kim bum.

“hhmmm…ya juga. Ahh, sebentar yoona menelfonku pasti dia tahu keberadaan shin hye” ucap kibum mengangkat telfon.

“ne..yoona ada apa?” tanya kibum.

“kibum, apakah kim bum bersamamu?” tanya yoona.

“ya, dia ada didepanku malah. Kenapa kau menanyai kim bum?” tanya kibum.

“jangan begitu, ini berhubungan dengan shin hye” jawab yoona.

“shin hye? Ada apa?” tanya kibum.

“kibum, berikan telfonnya” pinta kim bum. kibum mengangguk dan menyerahkan hpnya kepada kim bum.

“yoona, apa kau tahu dimana shin hye sekarang?” tanya kim bum.

“aku baru saja diberitahu oleh temanku kalau shin hye dan yong hwa pergi bersama keluar negeri” jawab yoona.

“mwo? Bersama yong hwa?” tanya kim bum.

“i..iya, kemarin siang temanku tak sengaja melihat mereka berdua dibandara” jawab yoona. kim bum langsung terdiam kaku. “kenapa kau meninggalkanku shin hye? Kenapa harus bersama yong hwa?” gumam kim bum mengepalkan tangannya.

FLASH BACK END

Kim bum berhenti memainkan pianonya, perasaannya langsung campur aduk jika mengingat kenangannya.

“bum-ah, kenapa berhenti?” tanya so eun. Kim bum sedikit terkejut mendengar suara so eun, ia menoleh kebelakang dan melihat so eun sedang duduk dibelakangnya.

“lanjutkan lagi permainannya” pinta so eun.

“kenapa kau mengagetiku, tuan putri? Ayo, kemari” panggil kim bum. So eun menghampiri kim bum dan duduk disebelahnya.

“ini apa? Kenapa bisa mengeluarkan suara yang merdu?” tanya so eun memencet tuts piano.

“ini alat musik namanya piano” jawab kim bum.

“piano? Alat musik jaman sekarang dan jaman dulu berbeda sekali” gumam so eun.

“apa kau sudah lama berada disini?” tanya kim bum.

“ne..aku tak sengaja lewat depan kamarmu dan mendengar ada bunyi-bunyian yang terdengar sangat bagus makanya aku masuk kekamarmu” jawab so eun.

“bum-ah, kenapa wajahmu sedih begitu? apa kau sedang sedih?” tanya so eun.

“tidak apa-apa, mungkin karena lelah” jawab kim bum.

“tuan putri, kau mau makan ice cream lagi tidak?” tanya kim bum.

“yaya, ayo makan ice cream”  ucap so eun bersemangat. Kim bum tersenyum saat so eun menariknya untuk pergi membeli ice cream. Karena sudah malam, kim bum mengajak so eun membeli ice cream dimini market.

“kau pilih ice cream yang kau sukai” ucap kim bum. So eun mengangguk dan memilih ice cream yang ada dilemari pendingin. Sementara, kim bum ketempat makanan ringan.

“kim bum….” panggil shin hye. Kim bum menoleh kebelakang dan melihat shin hye berdiri dibelakangnya.

“kau lagi…apa kau mengikutiku hingga kemari?” ucap kim bum dingin.

“ini hanya kebetulan atau memang karena kita jodoh” ucap shin hye.

“dalam mimpimu saja” ucap kim bum dingin.

“bum, kenapa kau jadi dingin begini? Oke, aku mengaku salah karena pergi meninggalkanmu tapi, aku punya alasan tertentu mengapa aku pergi meninggalkanmu” ucap shin hye.

“aku tak butuh penjelasan darimu. Sebaiknya, kau jauh-jauh dari kehidupanku” ucap kim bum.

“kim bum, kenapa kau begini? Apa kau tak mencintaiku lagi?” tanya shin hye.

“tidak ada rasa cinta untukmu yang ada hanyalah rasa benci” jawab kim bum.

“apa kau sudah mencintai orang lain?” tanya shin hye menatap tajam kearah kim bum.

“ya, aku sudah mencintai orang lain dan sudah benar-benar melupakan perempuan sepertimu” jawab kim bum.

“siapa dia? Apa yang dia miliki hingga bisa membuatmu melupakanku?” tanya shin hye. Kim bum hanya terdiam dan kehabisan kata-kata.

“bum-ah, aku sudah memilih ice creamnya” ucap so eun menghampiri kim bum. Shin hye langsung menatap kearah so eun.

“bum-ah, ayo aku sudah dapat ice creamnya. Ayo pergi” ajak so eun.

“apakah wanita ini?” tanya shin hye. So eun langsung menoleh menatap shin hye.

“ohh, annyeonghaseyo kim so eun ibnida” ucap so eun memperkenalkan dirinya.

“kim bum, jawab pertanyaanku. Apakah wanita ini?” tanya shin hye.

“ya, dia orangnya. Kau puas sekarang?” ucap kim bum. Shin hye langsung mematung dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“tuan putri, ayo kita pergi” ucap kim bum menatap sinis kearah shin hye dan pergi bersama so eun.

“apa yang wanita itu miliki sampai kau bisa melupakanku?” gumam shin hye kesal.

“bum-ah, kenapa wajahmu mengerikan begitu?” tanya so eun.

“tidak apa-apa” jawab kim bum.

“aku tahu..kau pasti ingin ice cream juga? Ini makan sedikit punyaku” ucap so eun menyuapi ice cream kepada kim bum. Kim bum langsung tersenyum dan memakan ice cream so eun. “benarkan, kau pasti tadi ingin ice cream. Kenapa kau tak ikut ambil juga? Seharusnya kau ambil kalau kau mau juga” celoteh so eun.

“ya, seharusnya aku mengambil ice cream juga dan tidak ketempat makanan ringan” ucap kim bum.

“bum-ah, siapa yeoja tadi? Apakah dia mengenalmu?” tanya so eun.

“tidak, dia hanya orang asing” jawab kim bum datar.

“hey, ice creammu meleleh daripada kau diami lebih baik aku yang makan” ucap kim bum merebut ice cream so eun.

“yya, itu milikku tidak sopan mengambil milik orang lain” omel so eun.

“haha…yaya, ini aku kembalikan. Kalau putri sudah memerintah susah untuk dibantah” ucap kim bum.

“huh…bagus, kau sadar akan hal itu” ucap so eun memakan ice creamnya.

*****

Keesokan harinya…

“hari minggu begini biasanya aku sedang jalan-jalan bukannya dirumah tidak keluar karena tak punya uang” keluh minho.

“aissh, minho hyeong sekali-kali dirumah jangan keluyuran terus” ucap kim bum.

“kim joon hyeong, apakah kau sudah membayar hutangmu?” tanya kim bum.

“hutang? Hutang yang mana?” tanya kim joon.

“hutangmu kepada wanita yang meminjamimu uang” jawab kim bum.

“oh, dia..sudah kau tenang saja aku benar-benar memakai uang pinjamanmu unntuk membayar hutang bukan yang lain-lain” ucap kim joon.

“sepertinya, tidak hanya minho tapi kim joon juga pinjam uang ya” ucap hyun joong.

“memangnya minho juga?” tanya kim joon.

“yah, dia memohon kepadaku untuk meminjaminya uang” jawab hyun joong.

“ohh, jadi kalian berdua meminjam uang kepada saudara kalian” ucap kakek datang tiba-tiba.

“aah, ketahuan…” gumam minho.

“kakek, sudahlah jangan memarahinya. Mereka benar-benar dalam keadaan terjepit makanya meminjam uang kepada kami” bela kim bum.

“benar apa kata kim bum, kek. Tanpa kartu kredit kami layaknya orang yang tidak bisa hidup”timpal minho.

“baiklah, untuk kali ini kakek memaafkan kalian berdua dan akan segera mengaktifkan kartu kalian karena kakek masih punya hati” ucap kakek.

“benarkah? Ahh, kakek terima kasih” ucap minho memeluk kakek.

“aissh, lepaskan aku. Kau pikir aku ini apa dipeluk-peluk olehmu” omel kakek. Minho tersenyum dan melepas pelukannya.

“hareboji, aku minta ijin mau mengajak so eun eonni belanja membeli gaun untuk nanti acara pembukaan hotel pulau jeju. Boleh ya?” tanya jiyeon.

“oh, tentu saja. Kau dan so eun belilah gaun yang bagus agar kalian terlihat cantik disana” jawab kakek.

“gamsahamnida hareboji. Kim bum oppa, aku bawa eonni keluar ya” ucap jiyeon.

Kim bum tersenyum menganggukan kepalanya.

****

Shinhwa mall

“eonni, bagaimana dengan tas ini? Aku ingin membelinya” tanya jiyeon.

“bagus, jiyeon-ah kau terlihat cantik memakai apapun” jawab so eun.

“aaiishhh, eonni bikin aku malu saja” ucap jiyeon.

“tapi itu memang benar..” ucap so eun.

“hehe…yasudah, eonni tunggu disini saja aku akan membayar tas ini” ucap jiyeon. So eun mengangguk dan duduk didalam toko sambil melihat sepatu.

“bukankah itu gadis yang bersama kim bum kemarin? Kalau tidak salah kim so eun, ya itu namanya” ucap shin hye mengamati so eun yang sedang ada didalam toko.

“aku harus menyuruhnya untuk menjauhi kim bum segera” ucap shin hye. Saat mau menghampiri so eun tiba-tiba, langkahnya terhenti karena melihat jiyeon bersama so eun.

“sialan, ternyata dia juga sudah merebut hati adiknya kim bum” ucap shin hye kesal.

“eonni, bagaimana kalau kita makan ice cream?” ajak jiyeon.

“yaya, kemarin juga bum-ah membelikanku ice cream tapi, dia memakan punyaku juga” gumam so eun.

“haha…itukan kemarin sekarang kita beli ice cream yang besar” ucap jiyeon.

“besar? Benarkah? Yaya, ayo” ajak so eun. shin hye terus membututi kemanapun jiyeon dan so eun pergi.

“eonni, kau tunggu disini, aku mau mencuci tanganku dulu” ucap jiyeon. So eun menganguk dan terus memakan ice creamnya. Shin hye yang melihat so eun sendirian langsung mengambil kesempatan untuk mengajak so eun bicara.

“kau yang bernama so eun? kita perlu bicara sekarang” ucap shin hye menarik lengan so eun.

“ahh, kau ini siapa? Tidak sopan menarik orang” omel so eun.

“jauhi, kim bum sekarang juga” ucap shin hye.

“mwo? Kau ini siapa menyuruhku untuk menjauhi bum-ah?” tanya so eun.

“aku ini kekasihnya kim bum. jadi, jangan harap aku bisa merebut kim bum dariku” jawab shin hye.

“tidak, kakek bilang kim bum tidak mempunyai kekasih” ucap so eun.

“aku tidak peduli orang mau bilang apa tapi yang jelas aku tak suka kau dekat-dekat dengan kim bum, dia itu hanya milikku. Sebaiknya, kau pergi dan menjauh darinya” omel shin hye.

“apa yang kim bum lihat darimu? Kau ini jelas bukan tipe wanita yang disukai kim bum” ucap shin hye.

“aku tidak akan jauh-jauh darinya” ucap so eun.

“kenapa kau keras kepala sekali sih? Kim bum itu hanya milikku seorang jangan mengaku-ngaku kalau kim bum itu punyamu”

“harus bum-ah sendiri yang bilang kepadaku, kau tidak berhak memerintahku. Memangnya kau ini mempunyai kedudukan apa bisa memerintahku?” tanya so eun tak terima.

“mwo? Kau kira kau ini ratu bisa bicara begitu. Aku beritahu ya, kedudukanmu dan kedudukanku dihati kim bum sangatlah berbeda. Aku jelas-jelas ada diatas dan kau dibawah jadi jangan harap kau bisa memiliki kim bum” ucap shin hye.

So eun terdiam mendengar kata-kata shin hye. Ia teringat kata-kata kakek tua kepadanya sebelum dia bersemayam didalam pohon: “jika, kau sudah berhasil keluar dan laki-laki itu tidak mencintaimu sungguh-sungguh kau bisa saja menghilang”.

“yya, shin hye eonni kenapa kau membentak so eun eonni seperti itu” omel jiyeon.

“jiyeon-ah, kau juga jangan dekat-dekat dengan wanita ini. Kau pasti sudah dirayu oleh mulut manisnya ini” ucap shin hye.

“apa maksud eonni sebenarnya? Dan, kenapa shin hye eonni membentak so eun eonni? Apa salah so eun eonni?” tanya jiyeon.

“jiyeon, dia sudah merebut oppamu dariku. Kau harusnya membelaku” ucap shin hye.

“so eun eonni tidak merebut oppa darimu. Tapi, memang oppa sendirilah yang memilih so eun eonni. Bukankah shin hye eonni sudah meninggalkan kim bum oppa? Kenapa sekarang kau mencarinya lagi?” tanya jiyeon.

Shin hye terdiam, wajahnya kelihatan kesal dan ia memilih pergi meninggalkan jiyeon dan so eun.

“eonni, kau tak apa-apa? Apakah dia memperlakukanmu buruk?” tanya jiyeon. so eun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kakek, apa aku akan segera menghilang?” ucap so eun dalam hati.

…..

bersambung

sampai sini dulu ya, readers.. jangan lupa untuk luapkan emosimu dalam comment. Okok.. ^_^

Tags: , , , , , , , ,

26 responses to “MY PRINCESS FROM THE PAST part 6”

  1. Putzz ran" mouri says :

    Wah. . Crita’a makin seru ajj. .
    Ih sebel bnget ma shIn hye. .
    Dia yg salah malah ngebEntak soeun. . . .
    Ayo eun kalah kan sHinhye. .
    Mudah”an jdi kenyataAn twuh kimbum suka ma soeun. . .*reAdEr ngarep*
    aq tUngGu part selanjUt’a cHingu. . .

  2. larasrahma says :

    kereeeeeen ini ff yg paling aku tunggu hahaha
    so eun ama kim bum serasi banget ya
    itu shin hye apaan sih pengganggu -__-
    ditunggu kelanjutannya yaa😀

  3. kim eun says :

    Putri So Eun sabar ea………!!!!!
    bagus….bagus..Tunggu Lanjutannya ea

  4. resi says :

    Sumpah keren bgt, udah nunggu lama ini cerita baru di post kkkkkkk
    Cepet di lanjut ya thor, daebak deh

  5. evi says :

    All readers.. sekarang author ud punya WP sendiri..
    kalau ada yang mau baca next partnya kunjungin aja di http://rianaevi.wordpress.com
    okok…
    gomawo..

  6. Dear dHiyah says :

    hahhhhhhh , akhir y d Lanjut jg …
    tp yg ni kependekan =( next part y panjangan dkit ea ???
    hehehehehe

    hdduhhh , s shin hye ni perusak amat sich !!!!
    geun young kturunan ktajaan ?? jangan” dia yg jadi kk y so eun eonni Lg . *bLetakkk!!! reader sotoy!!*

    Lanjuuuttt , GPL !!! *asah golok*
    kekeke

  7. lee_jihyun says :

    Yah,, shin hye nya ko gtu sih??
    Kasian so eun nya…😦

    Klanjutanny jgn lama2 y chingu… Q tunggu lo…hehehe😀

  8. AnnisaHourai says :

    ini ff yang selalu aku tunggu setiap bulanx😉
    mulai ada konflik ternyata.
    Moon geun young itu kakak soeun dimasa lalu kan? sudah pada muncul sekarang.
    Gemes liat pasangan hyunjoong ma somin, hyunjoong masih aja jaim🙂
    Trus aku seneng banget, kimbeom udah mulai ada rasa ma soeun, walo shinhye tiba2 muncul.
    Jangan buat soeun menghilang dunk thor😦
    ok lanjut….😀

  9. Helda wati says :

    Dtng dgn tiba2 mau merebut mbumppa tak akn dibiarkan. biarkan bumsso bersatu fighting. keren ditnggu lanjutan.a

  10. kim lili says :

    waduh… Makin gawat aja ne… Gimana cerita nya ya kalo so eun entar ketemu ma geuk shuk lagi ? So min kasian banget sih … Kim bum kayak nya masih ragu … Kim joon ma min jung ada apa ? Terus min ho gimana ?

    Tungu next part nya

  11. Princess magnae dhiana says :

    Kya….#teriak pkae toa di ats namsan tower
    akhir’x ad lgi smbungn ini ff, knpa lma skli thor bru publis ff’x…
    Stelh skian lma nunggu smpai lumutan akhir’x ad lgi…#lebay

    knpa sih si shin hye itu harus ad n ganggu hbngan bumsso…
    Untung ad ji yeon yg xelametin…

    Hahahaha…minho n joon lcu bngt, gk bsa hidup tnpa krtu kredit…kya istri mreka aj krtu kredit itu..

    Yah, pkok’x cuma stu, jgn lma2 lgi ya publis’x…
    Q udh gk sbar bca crta slnjut’x…

  12. erlin bakpao says :

    Ceritanya baguuss bangett..
    Maaf baru sempet ngoment..padahal aku penggemar setia cerita bumsso..
    .Siapa sieh autor yang nulis cerita yang judulnya “because I’m stupid”
    Sudahin donk tolongg
    Penasaran bangett..sumpahh
    .Tolong dong jangan terlalu lama ngepost-nya.

  13. djkyussoloverz says :

    aduh kapan so eun ktmu sama seung ho ne….?????

  14. Anjany Djamal says :

    keren…
    so eun mau ilang…??
    ANDWEEE…..
    ayo dong bumppa cintai so eun eon…
    entar oppa nyesel sendiri loch..
    thorr… kpn nich so eun ketemu ama seung ho???
    i like it…
    aku tunggu lanjutannya chingu…
    ini ff yg pling aku tunggu lanjutannya…..

  15. adelia says :

    shin hye!!!
    sebel sma peranny shin hye dsni!
    udd jlas2 ninggalin kimbum g jelas, eh skrg kmbali bkin rusuh!
    tenang so eun, km g bkalan ilang. kim bum kan seoulmatemu😄
    author, kasih moment2 jiseung dooong..
    kangen ngliat mrk.
    oh iy, jgn lama2 updateny ya, ,,
    klo bisa ntar malem udd update next part😀
    hwaiting author!

  16. founney says :

    akhiirnya muncul ugha neii ff… begitu sabarnya aku menunggu🙂
    knpa bersambung siih … padahal lagi seru”nya,,,

    eehmmm… jd penasaran ma kelanjutannya

    next part jngn lama” ya ….outher🙂

    smaangat

  17. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    Shin hye ngebelin bgt sii, d’tunggu k’lanjutan’a …

  18. Liyeon says :

    AnyeoNg q reader bru nich!!mian q langsung coMent dsini yaCh!hehe
    lanjt chingu q ska bnget crtany!!aaach greget dech nungGu bumsoo brSatU!!jangan ampe soeun menghlang!!
    Lnjt chingu q pnasaran nich!!q tUnggu next part_ny and jngan lama”ya post next part_ny ya ya ya!!
    Faigthing!! :->

  19. Dezztidini says :

    Anyeong q reader nich dsini!!deZty imnida 90line!!
    Q ska bnget ma crta nich ff!!bgus,seru..!
    O’y mian q coMent_ny lngsung dsini jach ya ya!!hohoho
    lnjt chingu q tUnggu bnget kLanjtan_ny!!jangan lama”juga publish next part_ny q tUnggu sangat”!!
    Gumawo.. :->

  20. Nurlayeon says :

    Ninggalin jejak dlu ya dah g sbar mO Bca lanjtanny!! ;>
    lanju y chingu palliwa lanjtan_ny!! :->

  21. Yuniipark says :

    Lanjutkaaaaan chinguuUuUu…!
    Q tUnggu sangat lanjutannya!!
    Please jangan lama”doNk! %-)

  22. phia says :

    Kemana nie lanjutannya. ,
    ayo chingu dilanjut lagi donk . , nie ff bgus bnget sayang kalo brenti ditngah jalan. .

  23. syawalia says :

    yah penasaran dech

  24. Diyah Ramadhani says :

    Keren…🙂
    ditunggu klanjutannya yach😀

  25. inda says :

    keren2 ditunggu lanjutannya y ^^

  26. anes tia says :

    wahhhhh bagus tpieee penasaran deh gimana ceritaselanjutnya
    ditunggu !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: