fall in love at second sight part 1

Author : anasoeulmate

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: kim hyun joong, im yoona, park shin hye, jang geun suk, yoon eun hye, park jin he

Genre: friendship/family/ Romantic?maybe

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.
annyeong haseyo.
Ini adalah FF pertamaku
Mianhe kalo banyak kekurangan and gaje… mohon kritik dan saran dari para readers.
Enjoy reading ^_*
part 1
“author POV”
“Eunniiiee… eunniee… cepatlah keluar!!!, apa kau berniat membuatku telat kuliah pada hari pertamaku ini!!!”. Teriak gadis diseberang pintu apartemen sederhana itu. Namun tak butuh waktu lama, akhirnya pintu  itupun terbuka.
 “aisshh… kau ini! Kaukan bisa memencet bel atau mengetuk pintu, dan duduk manis sambil menyesap teh didalam sementara ku bersiap-siap. Kalau seperti ini terus bisa2 aku diusir oleh pemilik apartemen ini karena dituduh mengganggu kenyamanan para tetanggaku”.panjang lebar so eun mengomeli yoona, ya yoonalah yang berteriak didepan apartemen milik so eun. Tanpa mempedulikan omelan so eun yang akan menjadi2 yoona langsung menyeret so eun untuk ikut ke mobil mewahnya.
“Di dalam mobil”
Seenaknya saja gadis ini menyeretku kemobilnya. Piker so eun setelah berada dalam mobil temanya, yoona. “Yoona-ah, kenapa kau seenaknya saja menyeretku masuk kemobilmu. Aku kan biasa menggunakan sepedaku, bila berangkat sekolah”. Ucap so eun memulai pembicaraan setelah mobil melaju meninggalkan apartemen miliknya.
”Eunie, iya aku tahu. Itukan saat kau masih sekolah menengah. Sekarang kitakan sudah kuliah, jadi mahasiswa”. ucap yoona dengan mata berbinar.
”Dan mulai sekarang kita akan berangkat, pulang sama2,,, arasso?”. Sambung yoona dengan mimik muka yang diserius2in. bukannya membuat so eun takut justru membuatnya ingin tertawa karena mimik mukanya yang justru terlihat lucu dan konyol. Tapi tidak untuk saat ini, bukan saatnya bagi so eun untuk tertawa. so eun tidak suka dengan kelakuan yoona yang sering seenaknya saja memaksakan kehendaknya kepada siapapun, termasuk dirinya.
“Tidak bisa yoona-ah,,, apa kau lupa kalau sepulang kuliah aku juga harus bekerja”. Ucap so eun akhirnya.
“hemm,,, kalau begitu aku juga akan mengantarkanmu ke tempat kerjamu. Gampangkan?”. Sambar yoona tak habis akal.
“Mwo? Tak perlu… aku bisa naik sepedaku saja” jawab so eun yang mulai kesal.
“Mwo? Apa kau gila? Jarak apartemenmu ke kampus kan lumayan jauh? Tidak bisa, pokoknya tidak boleh. Kamu harus mau. Aku antar jemput”. Giliran yoona yang mulai kesal dengan sikap so eun yang keras kepala.
“kalau begitu, aku bisa naik sepeda motor saja”. Ucap so eun masih dengan kekesalannya.
“Tapi, kau kan tidak punya motor kim so eun…” geram yoona dengan sedikit meninggikan suaranya.
“hemmm,, kalau begitu aku bisa membeli motor dengan uang tabunganku saja, paling juga kurang sedikit lagi untuk bisa membelnya. Dan aku piker aku memang butuh angkutan yang baik, setidaknya motor jauh lebih baik daripada sepeda”.ucap so eun dengan sedikit bergumam pada diri sendiri.
 “lebih baik juga dengan mobil, kau tak perlu kepanasan dan kehujanan bila hujan tiba” sambar yoona yang mendengar gumaman so eun.
 “Tapi, baiklah kalau begitu, tapi sebelum uangmu terkumpul. Kau harus mau berangkat dan pulang bersama denganku. Okey?” sambung yoona dengan sekali mengerlingkan matanya.
“hemm, baiklah…” jawab so eun akhirnya.
Memang seperti inilah persahabatan mereka, persahabatan yang telah terjalin hampir diseumur hidup mereka. Sejak kecil mereka bersahabat, karena orang tua mereka yang juga bersahabat bahkan sudah seperti saudara. Dan pertengkaran2 kecil seperti ini sudah sering mereka alami, karena bagi mereka persahabatan tanpa pertengkaran seperti masakan tanpa garam. Hambar. Selain mereka juga masih ada park shin hye, teman satunya lagi. Tapi tidak sedekat mereka karena hanya baru terjalin 2th yang lalu, saat di kelas 2 SMA dulu. Sedangkan yoona selalu ngin masuk sekolah yang sama dengan so eun, bahkan sampai kuliahpun dia masih setia mengikuti so eun , meskipun sebenarnya dia tidak bisa masuk ke Universitas Shinhwa, karena gagal tes namun berhubung kakeknya adalah pemilik yayasan Universitas Shinhwa akhirnya diapun bisa mengikuti so eun lagi.
“Sampaaiii…” ucap yoona riang, setelah sampainya mereka didepan gerbang kampus.
“Cepatlah so eun, kenapa akhir2 ini kamu lelet sekali sech…” sambar yoona tak suka dengan sikap so eun yang tak bersemangat dengan suasana baru.
“ne… aku juga mau keluar dari mobilmu ini yoona. Kenapa kau bersemangat sekali sech? Kalau bukan karena appa memaksaku masuk Universitas ini, tak akan seperti ini jadinya. Aku bahkan bisa lebih semangat drpd dirimu itu”. Ucap so eun keluar dari mobil yoona.
“ne,ne,ne,,, tapi kalau kamu memilih Universitas lain, kamu gak mungkin bisa menempati apartemen kecilmu itukan? Lagian apa salahnya dengan kampus ini? Banyak cowok keren berhamburan disini, hyun joong oppa juga berkuliah disini, dia pasti senang kau berkuliah disini”. Ucap yoona panang lebar.
“Apartemenku itu tidak kecil, cuman mini!”. Ucap so eun yang mulai kesal kembali.
“ne,ne,ne… maksudku tidak kecil tapi cuman mini” kata yoona akhirnya untuk menakhiri perdebatan diantara mereka.
“tadi apa kau bilang, hyun joong oppa senang kenapa?” ucap so eun yang mulai ingat perkataan yoona tadi.
“aaa… hem,, bukan apa2. Maksudku tentunya hyun joong oppa akan senang kalau kita bisa satu kampus dengannya”. Jawab yoona dengan sedikit gugup. Karena dia tahu kakaknya hyun joong menyukai so eun sejak dulu. Tapi dia belum siap menyatakan perasaannya pada so eun. Karna takut ditolak. Aneh sekali kim joon oppa, mana mungkin ada cewek yang bisa menolak cintanya sedangkan dia adalah cowok yang mendekati sempurna. Tapi aku juga tak yakin si eunnie  akan menerima pernyataan cinta dari hyun joong oppa, sedangkan eunnie hanya menganggap kim joon oppa seperti oppanya sendiri.
“yoona, kenapa kau jadi melamun seperti itu? Kau tak apa kan? Apa kau sakit? Tanya so eun bertubi.
“eh.. tak apa. Ayo kita ke kelas saja. Sudah hampir telat”. Ucap yoona sadar dari lamunannya dan segera mengalihkan pembicaraan.
“tapi…” belum sempat so eun melanjutkan ucapannya. ia dikejutkan dengan segerombolan gadis2 yang berlarian melewati mereka kearah parkiran kampus. Dengan berkali2 memanggil nama kim bum oppa, kim bum oppa. “yaa,,, apa2an mereka itu. Berlari seperti lalat saja. Apa mereka tak melihat ada aku disini”. Ucap so eun cemberut.
 “kau taka pa kan eun-ah?”. Yoona menghampirinya dengan hawatir.
“hemm,, aku tak apa. tapi kenapa mereka berlari2 seperti lalat saja.”Tanya so eun akhirnya sambil mengelus2 sikutnya yang tersuduk salah satu gerombolan gadis2 itu.
“hemmm,,, mereka sedang mengerumuni kim bum oppa, cowok paling keren sekampus ini, teman hyun joong oppa juga”. Jawab yoona dengan pandangan terarah pada gerombolan gadis2 itu berada.
“apa kim bum itu seperti kotoran, kenapa begitu banyak lalat mengerumuninya…” ucap so eun kesal. Yoona yang mendengarnya pun hanya tertawa, tak meladeni ucapan so eun. Matanya masih tetap terarah pada gerombolan gadis2 itu.
“@ so eun’s class”
“hei… disini” ucap gadis manis sambil mengangkat sebelah tangannya earah yoona dan so eun. Ya, gadis itu adalah park shin hye. Teman SMA mereka.
“kenapa kau memilih tempat, dibelakang seperti ini?”. Kata so eun setelah berada di sebelah shin hye duduk.
“tak apalah eun-ah ini juga gak terlalu belakang, iyakan shin hye”. Timpal yoona langsung duduk desebelah shin hye dengan sambil menengok kearah shin hye.
“yupps…”. Balas shin hye sambil mengangguk semangat.
“sudahlah,,, aku tak mungkin menang dari kalian”.kata so eun akhirnya.
“POV”end
So eun “POV”
Aku menghampiri shin hye yang sudah duduk di belakang.
“kenapa kau memilih tempat, dibelakang seperti ini? Kataku setelah berada disampingnya. Aku memang tak terlalu suka duduk dibelakang seperti ini. Bukannya memperhatikan dosen, yang ada aku malah tertidur dikelas nantinya.
“Tak apalah eun-ah, ini uga gak terlalu dibelakang, iyakan shin hye?” timpal yoona dan langsung duduk disebelah shin hye.
“yups…” ucap shin hye cepat.
Apa2an ini mereka mau mengkroyokku. 2 banding 1. Aku pasti kalah, kalu begini. Pikir so eun.
“sudahlah,,, aku tak mungkin  menang dari kalian”. Kataku akhirnya, mengalah. Mereka hanya tertawa melihat kekalahanku. Tapi setelah kulihat2 juga memang tak terlalu di belakang karna aku bisa dengan jelas melihat Miss. Park jin he, selaku dosen kami, sedang menerangkan. Dia masih muda, dan cantik. Dan cara mengajarnyapun menyenangkan mudah untuk dimengerti.
“POV”end
Author “POV”
Setelah 2 jam penuh so eun memperhatikan pelajarannya dengan seksama. Akhirnya bel pertanda selesainya mata kuliah merekapun terdengar. Setelah Miss. Jin he meninggalkan kelas semua mahasiswa itupun ikut berhamburan keluar kelas.
“uen-ah,,, kita kekantin yuk, kau pasti belum sempat sarapan kan?”kata yoona mengawali pembicaraan.
“hemm, ne… kajja!” tanpa basa-basi so eun pun menarik tangan yoona dengan sebelah tangan kanannya dan tangan kiri untuk menarik tangan shin hye. karna so eun memang sudah tak tahan dengan cacing didalam perutnya yang dari tadi meraung2 minta jatah.
Setelah sampainya dikantin so eun dan yoona langsung mengambil tempat duduk sebelah kanan, sedangkan shin hye yang memesan makanan. Karena untuk bagian sebelah kiri sudah begitu banyak gerombolan gadis yang mengerumuni beberapa cowok disana.
“aku tak habis pikir, apa yang mereka lihat dari pujaan mereka itu. Tidak di parkiran, aula kampus. Bahkan di kantinpun mereka masih tetap berkerumun seperti itu, seperti lalat”. Ketus so eun saat melihat kerumunan gadis itu.
“eunnie… kau jangan seperti itu, jika kau tak ingin aku labrak. Karena sebenarnya aku juga mengagumi mereka. Apalagi hyun joong oppa juga salah satu dari mereka”. Ucap yoona yang juga mulai kesal.
“mwo?… hyun joong oppa juga salah satu dari kotoran yang ku maksud… ani… kalau begitu mereka memang sekelompok cowok keren deh…hehe”. Ucap so eun akhirnya setelah melihat ekspresi jahat? dari yoona setelah ia mengucapkan kata kotoran tadi.
“eun-ah,, yoona-ah apa yang kalian obrolkan, sepertinya menarik. Sampai wajah yoona merah seperti itu,hehe,,,”. Ucap shin hye setelah selesai memesan makanan kami. Dan langsung mengikuti arah pandangan so eun dan yoona.
“ouw… kalian juga fans dari oppa2 cool itu ya? Memang mereka itu hampir sempurna semua ya,,, bukan cuman tampang mereka saja yang good, selain kaya mereka juga pintar… ouhhh,,, pasti senang kalau salah satu dari kita ada yang bisa jadi kekasihnya”. Sambung shin hye setelah menunggu jawaban yang tak kunjung keluar dari mulut kedua sahabatnya. Dengan pandangan yang juga teralihkan ke sekolompok cowok2 keren itu.
“andweee… aku tidak termasuk dari fans kelompok kotoran itu…”. Seru so eun setelah sadar dengan cerita shin hye.
“eun-ah… apa yang kau lakukan. Kau sadar dengan suaramu itu. Bila mereka semua mengerti apa maksud dari perkataanmu itu. Aku tak yakin kau bisa pulang dengan utuh”. Ucap shin hye dengan suara selirih mungkin sambil membekap mulut so eun yang tadi seperti berteriak.
“iya kau ini… untung mereka semua tidak memperdulikan perkaaanmu. Kau lihat kan lirikan sinis dari mereka semua. Bagaimana kalau mereka semua mengerti maksud perkataanmu. Apa lagi kalau kim bum oppa mendengar”. Yoona ikut menimpali perkataan shin hye dengan suara yang juga seperti berbisik.
“tapi, shin hye, aku tak tahu kalau kita sebenarnya sehati. Siapa yang paling kau kagumi diantara mereka?”. Sambung yoona akhirnya setelah membenarkan duduknya setelah tadi sedikit menunduk kearah so eun dan shin hye yang sedang menunduk ke meja kantin.
“kalau aku, aku sangat kagum sama hyun joong dan kim bum oppa, meskipun kim bum oppa play boy tapi tak apalah kalau aku menjadi salah satu korbannya.hehe,,,” jawab shin hye dengan wajah memerah. Entah malu atau karna pesanan yang ia makan terlalu pedas.
“mwo? Benarkah? Hyun joong oppa? Dia kan oppa ku. Tapi kalau kim bum aku juga fans beratnya. Dan aku juga mau dijadikan salah satu koleksinya. Tapi sayangnya dia tidak menerimaku karna dia bilang dia tidak mau sampai menyakiti perasaan adik sahabatnya sendiri…huhu…”kali ini giliran muka yoona yang mulai memerah.
“benarkah? Hyun joong oppa itu oppamu? Senang sekali. Kenapa kau tak pernah bilang kepadaku sebelumnya? Dan apa tadi kau bilang kau pernah ditolak oleh kim bum oppa? Wah,,, kau ini. Kenapa tak pernah cerita2 sech…” serobot shin hye menggenggam tangan yoona dengan mata berbinar2.
“hehe,,, ya maaf. Habis aku malu untuk cerita kalau aku ditolak sama kim bum oppa”. Kali ini yoona yang mulai seperti gadis aneh, dengan ikut menggenggam erat tangan shin hye.
“tapi sekarang aku lebih menyukai geun suk oppa. Dia terlihat lebih ramah dan gak terlalu play boy seperti kim bum oppa”. Sambung yoona.
“aisshh… kalian ini. Tak sadarkah kalian ini seperti pasangan penyuka sesama jenis. Saling menggenggam tangan seperti itu? Dan kau shin hye, bukannya kau sudah punya yong hwa sunbae. Dan kau juga yoona kenapa kau juga tidak pernah cerita padaku, kalau kau pernah ditolak oleh siapapun itu namanya. Kalian ini…” bentak so eun yang tak tahan dengan kekonyolan sahabat2nya dan beranjak dari tempat duduknya.
Yoona dan shin hye yang sudah sadar dengan tingkah aneh mereka dengan cepat melepaskan genggaman masing2. Dan hanya tertawa setelahnya. “Eunnie,,, mau kemana kau?”. Tanya yoona yang melihat so eun beranjak dari tempat duduknya.
“ke kelas, kalian asik sekali ngerumpi sampai tak sadar sudah saatnya masuk kelas hah..  awww…”. Kesal so eun yang sudah berjalan cukup jauh dari yoona dan shin hye sembari menoleh kearah mereka. Dan tanpa disadarinya ia merasa menubruk seorang pelayan yang membawa nampan berisi piring2 kotor.
So  eun “POV”
Aku kesal sekali dengan tingkah mereka, seenaknya saja mencuekkan aku. Setelah cukup puas membentak yoona dan shin hye, aku pun memutuskan mau meninggalkan mereka. Sampai yoona memanggilku.
“Eunnie,,, mau kemana kau?”. Tanya yoona.
 Aku yang sedang berjalan menuju kelas pun menoleh kearah mereka. “ke kelas, kalian asik sekali ngerumpi sampai tak sadar sudah saatnya masuk kelas hah..  awww…”. Kusadari aku telah menabrak pelayan kantin karna bau dari piring2 kotor bekas makanan para pelanggan. Dan aku hanya pasrah bila nantinya piring2 itu akan mengenai tubuhku. Tapi kenapa saat ini bukannya bau makanan yang aku cium, dan tak seperti piring yang sedang berada didekapanku. Seperti perut yang sispex dan lengan yang kokoh.
“apa aku begitu wangi nona, sampai2 kau tak mau membuka matamu dan melepaskan tanganmu dari lenganku dan perutku ini?”kudengar ada suara didepan wajahku. Langsung ku buka mataku dan kulihat, oh my God, apa yang terjadi? Kenapa bisa ada malaikat disiang hari seperti ini? Bukankah aku belum meninggal? Aku hanya menabrak pelayan kantin bukan truk atau bulldozer. Ya…ya…ya… malaikat ini tersenyum, dan menggerakkan bibirnya yang menawan.
“nona?…”.panggil namja didepanku.
 hah, dia, ternyata dia bukan malaikat, setelah kusadar tak ada sayap di punggung namja ini. Dan sedang apa dia? Kenapa dia memelukku. Aku yang sudah tersadarpun langsung menjerit. “kyaaa… apa yang kau lakukan?”. Aku mencoba berdiri dan sialnya saking gugupnya aku justru terjatuh didepannya setelah dia melepaskan pelukannya dari ku karena kaget mungkin mendengar jeritanku.
Aku terlalu malu untuk berdiri dan mengucapkan terima kasih. Tapi, aissh.. ada apa denganku ini, kenapa aku harus seperti ini.
“Eunnie… kau tak apakan?”suara itu, suara yang tak asing bagiku. Hyun joong oppa. Aku mendongakkan wajahku, dan mendapati hyun joong oppa mengulurkan tangannya dengan raut wajah yang sepertinya khawatir.
“hyun joong oppa? Ne, aku baik2 saja”. Akupun mengulurkan tanganku menerima bantuan dari hyun joong oppa. Setidaknya dia telah membantuku mengatasi rasa gugupku karna namja tadi.
setelah merapikan bajuku, aku langsung membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada hyun joong oppa dan namja yang menolongku tadi. “hyun joong oppa, gumawo… dan, eh kau. Maksudku, hem,,” ada apa denganku ini kenapa mulutku ini susah sekali merangkai kata setelah melihat namja itu.
“kim bum” hyun joong oppa menimpali, karna tahu aku tak mengenal namja yang ada disebelahnya.
“hem, gumawo kim bum sunbae karna telah menolongku tadi”. Kataku akhirnya sehabis mengatur nafasku.
“….”tak ada sepatah katapun dari kim bum sunbae, setelah menatapku dia langsung berlalu meninggalkan kami. Ada apa dengan orang itu, pikirku.
“eunnie,,, kau tak apa2kan?” Tanya yoona setelah sampai ditempat ku berada.
“ne… aku baik2 saja, oya kalau begitu kami pamit kekelas dulu hyun joong oppa”. Kataku akhirnya sembari meanarik tangan shin hye dan yoona menuju kelas.
“POV”end
Author”POV”
Setelah semua mata kuliah untuk hari ini selesai, saatnya so eun dan kedua sahabatnya pulang.
“eun-ah, kita pulang sama2 yuk, aku akan mengantarkanmu ke NICE BACCERY. Sekalian aku mau menemui Yong hwa oppa”. Ucap shin hye setelah semua orang keluar kelas.
“tidak bisa, eunnie harus pulang denganku dia sudah janji akan berangkat, pulang sekolah bersamaku terus,iyakan eun?”. Ucap yoona menimpali perkataan shin hye.
“yah,,, kalian. Kenapa kita kitad pulang sama2 saja”.so eun menengahi.
“ide yang bagus, yoona-ah kau bisa menelpon supirmu supaya tidak usah menjemputmu kan?”Tanya shin hye pada yoona.
“ne,,, bisa saja. Tapi aku tak mungkin bersamamu sedangkan kau mau kencan dengan yong hwa sunbae”. Jawab yoona datar.
“iya juga sih,,, kalau begitu aku duluan ya…”. Shin hyepun keluar kelas ingin segera menemui sang kekasih.
22.30 KST
So eun hanya berguling2 diatas kasurnya dengan sesekali pindah posisi dari tidur, duduk, berdiri, duduk, tidur dan begitu seterusnya.
“agrhhh… ada apa denganku ini. Kenapa aku jadi memikirkan sunbae itu terus, setelah kejadian tadi”. So eun hanya bisa mengumpat2 dalam hati, karna selalu memikirkan kim bum semua pekerjaannya jadi kurang beres, bahkan saat di toko rotipun dia sampai2 harus dimarahi pelanggan karna tak bisa konsen melayaninya. Dan saat ingin membuat tugaspun ia tak bisa 100% focus. Justru bayangan kim bumlah yang senantiasa menari2 diotaknya.
“apa aku atuh cinta pada sunbae itu?,,,, aaahhh, tapi kenapa harus dia, dia terlalu perfec untukku”. So eun terus bergumam didepan cerminnya.
 “apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus menyerah begitu saja dengan perasaan ini? Tapi baru kali ini aku merasakan perasaan aneh seperti ini” so eun terus bergumam. Ditengoknya jam sudah menunjukan pukul 00.23.
“agrhhh… aku tidak bisa tidur… kenapa seperti ini”. so eun mulai bangun lagi dari tempatnya berbaring dengan menjambaki rambutnya karna frustasi.
“hhohhh… baiklah,,, aku putuskan akan mengejar kim bum sunbae sampai dapat. Kim so eun… aja aja fighting!!!!”. Setelah perdebatan batin berakhir so eun pun bisa tertidur pulas setelh jam menunjukan pukul 02.47 dini hari.
Esoknya seperti kemarin so eun dan yoona berangkat sekolah bersama, yoona memang lebih senang berangkat dan pulang sekolah dengan so eun daripada sama oppanya hyun joong. Karna menurutnya hyun joong oppa ngebosenin. Kerjaannya hanya baca buku kalau tidak dengerin music. Gak bisa diajak curhat. Tapi meskipun sikap hyun joong sedikit tertutup, yoona tahu kalau oppanya menyukai so eun dari dulu, karna terlihat dari tatapannya dan perhatiannya pada so eun.
“yoona-ah,,, sepertinya aku telah jatuh cinta..”kata so eun malu2.
“mwo? Dengan siapa?”heran yoona, karna baru kali ini so eun bilang padanya tentang perasaannya yaitu jatuh cinta. So eun? Jatuh cinta?.
“ne,,, sama,,, em,,, emm,,, senbae yang kemaren menolongku”. Jelas so eun masih dengan malu2.
“haa?… maksudmu kim bum oppa?”. Heran yoona 2xlipat dari sebelumnya. Dan langsung menampakan wajah sedih yang tak diketahui oleh so eun. Bukan karna kim bumnya tapi justru dengan perasaan oppanya yang juga menyukai so eun.
So eun hanya mengangguk, bingung mau bicara apalagi karna baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini. karna tak ada jawaban atau komentar dari yoona so eun pun lelah menunggu dan langsung menarik lengan yoona.
“yoona-ah, kau maukan membantuku untuk mendapatkan perhatian dari kim bum sunbae? Hyun joong oppa kan sahabat kim bum sunbae. Tolong kau tanyakan bagaimana tipe wanita yang disukai kim bum sunbae. Dan cari tahu apa saja tentang dia. Tolong ya, mau ya? Jebbal…”. Rajuk so eun dengan manja.
“hemm,,, akan ku usahakan. Tapi aku tak janji ya.. kau kan tahu sendiri hyun joong oppa itu seperti apa.”kata yoona sambil melepaskan pegangan tangan so eun dan berjalan menuju kelas.
“ada apa dengan yoona, apa dia masih menyukai kim bum sunbae? Bagaimana kalau dia memang masih menyukai kim bum sunbae? Apa aku tega mengambil kim bum sunbae darinya, tapi kim bum sunbae kan bukan milik yoona. Aaagrh…” gumam so eun dalam hati sambil menjambak rambutnya sendiri pertanda frustasi.
@ so eun’s class
“shin hye, semalam kau menangiskah?”Tanya so eun sesampainya dibangku kelasnya.
“iya,,, matamu sembab begitu, biasanya kau selalu bersemangat setelah acara kencanmu itu”kali ini giliran yoona yang bertanya.
“hiks,,,hiks… aku sudah memutuskan yong hwa oppa” jawab shin hye yang mulai menangis
“hah.. kenapa?” Tanya so eun.
“aku melihatnya sedang berciuman dengan seoyoong eonni”.
“tapi bukannya kemarin kau berkencan dengan yong hwa oppa? Tanya so eun lagi. Sedangkan yoona hanya diam sembari mengelus punggung shin hye, menguatkan.
“sebenarnya kemarin aku sengaja menemui yong hwa oppa tanpa memberikahukanya dulu.karna kemarin tepat 1th kami menjalin hubungan, untuk memberi surprise, tapi tak tahunya setelah aku tiba di depan rumahnya , dia se..dang ber…berciuman dengan seoyoong eonni. Hiks.. hiks..”akhirnya tangis shin hye pecah lagi setelah tadi menahannya.
“sudah,,, sudah shin hye, kau tak perlu terlalu memikirkannya lagi. Masih banyak namja yang jauh lebih keren dibanding yong hwa oppa. Aku yakin yong hwa oppa akan menyesal karna telah menghianati gadis semanis dirimu”. Kali ini yoona angkat bicara, sembari memeluk sahabatnya yang sedang menangis desebelahnya. Sedangkan so eun ikut2an meluk shin hye dan yoona.
“tanks eun-ah, yoona-ah…”jawab shin hye disela tangisan.
“tapi aku menangis bukan karna patah hati pada yong hwa, tapi aku merasa kesal karna merasa harga diriku terlukai. Kenapa dengan seoyoong eonni dia berselingkuh, tidak sekalian saja dengan Angelina jollie, dia pikir seoyoong eonni lebih baik dari aku apa?” Sambung shin hye dengan sedikit senyum tersungging dibibirnya.
“yaaaa… shin hye berarti kau menangis karna merasa harga dirimu saja bukan karna merasa kehilangan yong hwa oppa? Tanya so eun sambil melepaskan pelukannya.
“hehe,,, kalian kan tahu aku. Aku tak pernah benar2 mencintai pasanganku, hanya sebagai teman pengusir kesepian. Lagian setelah kejadian itu aku justru mulai dekat dengan siwon oppa.”
“kau…” sembur yoona sambil menjitak kepala shin hye. yang hanya dibalas dengan suara mengaduh dari mulut shin hye.
“tapi, siapa siwon?”
“mau tauuuu ajaah”.jawab shin hye sambil memeletkan lidahnya.
Yah seperti inilah, sudah sering mereka mendengar shih ye putus dari pacarnya dan mendapatkan pengganti setelahnya.
 “POV”end
So eun “POV”
Huh,,, dasar shin hye selalu saja seperti itu. Tapi syukurlah dia tidak terlalu sedih karna habis putus dari yong hwa sunbae. tapi kini giliran aku yang kenapa. Kenapa dari tadi aku merasa malas. Hanya kim bum sunbae yang selalu ada diotakku. Sedang apa dia sekarang. Aku ingin sekali melihatnya.
Setelah mata kuliah pertama usai aku akan mengunjunginya.
“yoona-ah kau temani aku menemui kim bum sunbae ya?”
“huh?”
“iya,,, kau tak lupa kan permintaanku tadi pagi?”
“Hemm,,, baiklah. Tapi kita hanya melihatnya dari jauh dulu ya. Baru setelah kau tahu seperti apa criteria kim bum sunbae, baru kau bisa mendekatinya.”
“ne… gumawo yoona-ah, tapi yoona aku ingin bertanya padamu, dan kuharap kau tak akan tersinggung dengan perkataanku ini.”ucapku ragu2 sambil masih berjalan berdampingan dengan yoona menuju taman universitas tempat dimana kim bum sunbae sekarang berada. Hanya aku dan yoona saja, shin hye tak ikut karna harus menemui dosen pembimbingnya.
“hmmm,,, tanyakan saja. Kenapa harus minta izin segala. Biasanya juga kau selalu bertanya tanpa bisa terkontrol.hehe”
“emm,,umm.. a.. apa kau masih menyukai kim bum sunbae?”
“apa maksudmu eun?, aku sudah tidak ada rasa lagi padanya. Lagian yang kurasakan padanya hanya sebatas suka yah seperti fans gitulah.”
“haaa?benarkah? syukurlah.” Akhirnya aku bisa bernafas lega sekarang. yoona tidak akan merasa sakit hati karna perasaanku pada kimbum sunbae.
“-“
@so eun”s apartement 20.08 KST
Huhhh,,, bisa2 aku dipecat kalau kerjaku seperti tadi terus. Sudah 4 pelanggan complain karna kerjaku yang tak beres. Dan siapa lagi kalau bukan karna aku yang terus memikirkan kim bum sunbae. Berbaik hatilah sedikit biarkan aku melepas bayanganmu sejenak dari otakku.
“Eonjengan i nunmuri meomchugil     Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil….” Dering lagu IU, someday berkumandang.
“yeoboseyo… yoona-ah, ada apa?”.
“…”
“benarkah? Baiklah kau tunggu saja setengah jam lagi aku akan sampai dirumahmu”. Klik, suara ponsel dimatikan.
“eun bin… kemana gadis kecilku itu, apa dia belum pulang dari rumah appa. Kalau begitu sekalian saja nanti kujemput sepulang dari rumah yoona.”.
@ yoona’s living room
“hmmm, jadi apa saja informasi yang kau dapat tentang kim bum sunbae?”Tanyaku setelah meneguk jus apel kesukaanku.
“pertama, kim bum oppa itu seorang play boy tingkat ulung. Tapi meskipun begitu dia juga punya cinta pertama yaitu yoon eun hye eonni model terkenal, kau tahu dia kan? Mereka saling mengenal sejak kim bum oppa masih sekolah dasar. Tapi karna eun hye eonnie memutuskan memilih berkarier di AS sekitar 2th yang lalu. Mungkin mereka putus, makanya kim bum oppa jadi play boy seperti itu. Dan hampir seluruh mantan2nya mempunya fisik seperti eun hye eonni”jelas yoona panjang lebar.
“umm,, aku tahu model itu. Dan dia memang sangat terkenal bukan hanya didalam negri.”
“terus apa tindakanmu dengan fakta pertama ini?”.
“mau tak mau aku harus bisa seperti dia, mengubah gayaku sedikit. Tak apalah. Terus apa fatkta yang kedua?”
“fakta kedua, dia suka gadis yang feminim,penurut dan tidak keras kepala. Sedangkan kau bukan tipe gadis feminim,penurut dan kau juga sangat keras kepala. Apa kau mau merubah sikapmu itu?”Tanya yoona. Dan hanya dibalas anggukan olehku.
“kim bum oppa ikut ekskul basket?”
“aku juga suka basket.”
“tapi kau tak bisa ikut jadi anggota dalam tim itu so eun.”
“apa maksudmu, bukankah dengan aku juga mengambil ekskul basket aku bisa jadi sering bertemu dengannya?”
“iya kau ikut ambil ekskul basket, tapi kau tak masuk anggota. Kau sudah kudaftarkan sebagai manager tim saja. Kau tahukan kim bum oppa suka gadis feminim, tentunya manager tim lebih bagus untukmu daripada dia harus melihatmu seperti laki2 bila sedang berada dilapangan?”
“iya..iya… kau benar sekali terus apalagi?”
Dan yoona terus membacakan fakta2 tentang kim bum sampai dengan fakta terakhir.
“dan fakta terakhir kim bum oppa juga bisa sangat dingin bahkan tak segan2 berteriak. Bila dia merasa terganggu dengan kehadiran seseorang yang tak disukainya. Aku harap kau bukan salah satu dari orang yang dianggap pengganggu baginya.”
“hmm, aku tahu. Semoga saja”.
“tapi so eun untuk faktay ang terakhir ini. bagaimana kalau suatu ketika dia bersikap dingin dan keterlaluan terhadapmu? Apa kau akan menyerah?”
“bicara apa kau ini. tentu saja tidak.” Jawabku tenang tapi tegas.
“Baiklah so eun ku doakan kau bisa mendapatkan hati kim bum sunbae. dan kau bisa bahagia bersamanya nantinya.” Ucap yoona tulus.
“gumawo yoona,,, kau memang the best deh… kalau begitu aku pulang dulu ya, aku juga harus menjemput eun bin. Mulai besok dia harus masuk taman kanak2. Dan semoga saja dia bisa benar2 melupakan peristiwa itu setelah bersekolah nanti.”
“iya,,, aku juga berharap seperti itu. Kalau begitu besok sebelum kita kekampus kita harus mengantarkannya ke sekolah dulu. Tapi siapa yang akan menjaganya setelah dia pulang dari sekolah?”
“ya,,, mau tak mau pengurus lee juga harus ikut andil menjaga eun bin sementara aku kuliah dan bekerja.”
“hmm.. baiklah… hati2 ya, dan salam untuk eun bin katakan kalau aku sangat sangat merindukannya”. Ucap yoona ,mengakhiri pembicaraan . sedangkan so eun keluar menuju gerbang rumah yoona dan langsung menjemput eun bin kerumahku.
“POV”end
Keesokan harinya
@ so eun’s apartement
Author “POV”
“emmm… apa lagi yang kurang. Tatanan rambut, sudah. Make up sudah. gaun, sudah melekat dibadan. Apalagi yang kurang?” so eun masih tetap berkutat didepan cerminnya setelah hampir 2jam penuh dia merias dirinya.
“oh,, iya high hells. Kenapa yoon eun hye eonni bisa setinggi itu sech.. kan aku jadi susah pake high hells segala. Tapi kenapa aku merasa masih ada yang kurang?”so eun terus berpikir sambil memakaikan hells dikakinya yang bagus meski tak selalu mengalami perawatan.
“ohhh… God… bagaimana aku menyelesaikan masalah yang satu ini?”masih sama, lama berpikir akhirnya.
“aku punya ide. Emm.dimana sih,,, emmm,, ini dia. Dapat.. emm.. emm. Selesaaai.” Ucap so eun akhirnya setelah menemukan kaus kaki dari eun bin dan memasukannya ke dalam pakaian dalamnya (maaf bila dinilai sedikit nc…hihihi).
“eommmaaa… kenapa eomma lama sekali. Aku bisa telat ke sekolah baruku kalau eomma gak keluar2 kamar juga. Eomma?” ucap gadis kecil menerobos kamar so eun setelah menghadapi berbagai rintangan,baju2 yang berserakan di seluruh penjuru kamar so eun.(alay)
“ne, eomma juga sudah selesai kog.”
“eomma kenapa dandananmu seperti itu?”
“memangnya kenapa? Anehkah? Aneh ya… iya sih. Kalau bukan karna orang yang eomma taksir, mana mungkin eomma mau memakai rok seperti ini.”
“hmm, meskipun sedikit aneh, tapi eomma tetap cantik kog.”
“trimakasih eun bin sayang… kajja… kali ini kita akan naik mobil yoona eonnie, tak apakan? Uang eomma masih belum cukup untuk membeli motor.”
“Ne eomma. Aku tak keberatan. Sama sekali tak keberatan.” Kata eun bin dengan senyum yang sangat manis.
Sesampainya di kampus, banyak namja yang memandangi so eun dengan tatapan yang dirasa so eun aneh, dan dia merasa risih juga dengan pandangan itu. Tapi apa boleh buat semua itu demi kim bum seorang.
“kim bum sunbae…”panggil so eun setelah cukup lama mencari sosok kim bum. Ternyata dia sedang duduk sendirian ditepi sungai buatan yang berada dibelakan kampus mereka(canggih kali ni kampus, bisa ada danau buatannya juga…kikikikiii)
Yang dipanggil akhirnya menoleh kesumber suara juga.
“kau memanggilku?”
“ne… dari tadi aku mencari sunbae ternyata disini”
“ada apa kau mencariku?”
“hmm,,, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih atas pertolongan sunbae tempo hari?”
“hmm..”
“emmm,,, kenalkan kim so eun imbnida. Tapi sunbae bisa memanggilku so eun atau eunnie.”
“hmm,,, so eun apa kau menyukaiku?”
“huh?”
“iya apa kau menyukaiku?, tapi maafkan aku, sebelum kau lebih jauh menyukaiku, kau harus tahu kalau aku mungkin tak bisa membalas perasaanmu.”
“hmmm,,, bagaimana sunbae bisa tahu aku menyukai sunbae? emm, tapi sunbae tenang saja aku sudah memperhitungkan hal terburuk yang mungkin bisa ku terima saat aku menyatakan kalau aku memang menyukai sunbae.”
“aku tahu karna itu…” jawab kim bum sambil mengarahkan pandangan kebawah kaki so eun. Disana terlihat gulungan kecil kaus kaki pink. Lalu mengarahkan matanya ke dada so eun.
“aihhhh….” Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut so eun karna tak tahu harus berkata apalagi, saking malunya.
“kau tak perlu membuat gulungan kaus kaki adikmu untuk membuat ukuran 36…”ucap kim bum diselingi seulas senyum Sedangkan lawan bicaranya hanya bisa membungkam mulutnya.
“dan baiklah so eun, terserah kau mau menyerah saat ini juga atau masih ingin terus lanjut. Aku hanya bisa memberi nasehat padamu sebaiknya kau pikirkan terlebi dahulu. Tak mudah untuk menjadi kekasihku.”akhirnya kim bum pun meninggalkan so eun setelah mengatakan hal yang cukup membuat nyali menciut.
Akhirnya so eun hanya bisa memungut kaus kaki eun bin yang tergeletak tak berdaya dikakinya. Dan langsung menuju toilet wanita, untuk mengambil kauskaki yang satunya lagi.
Tanpa disadari oleh kedua orang tersebebut. Hyun joong mendengar dan melihat accident tersebut dari balik pohon beringin yang tak jauh dari danau dengan mata sayu.
Bersambung….
Huftz,,, akhirnya selesai juga part 1nya..
Garing bangetkan… sebenernya bimbang pas mau kirimnya,
Tapi kuberanikan diri tuk kirim ne FF.
Jadi mohon comennya ya, buat penyemangat bikin next partnya… gumawo.
Facebook: Annaimiku SameitaCahcripton

Tags: , , , , , , ,

18 responses to “fall in love at second sight part 1”

  1. AnnisaHourai says :

    soeun ngeeeek kenapa jadi aneh bgt yak? tpi cukup kocak lol.
    36? bknx itu no tali yg melingkar di Bra yak? gendut banget dunk 36, aq rasa soeun 32 deh. klo bwt ukuran besarx biasax pake A,B,C,D *plak knp jdi ngomongin bra sih*

    kenapa nggak di kasih jarak thor, ceritanya bagus loh, cuma tulisanx kyak kereta api, nggak ada jarak per paragraf. rada bingung klo baca lewat hp.

    Tapi soeun… knp dipanggil eomma?

  2. sugarsoya says :

    hahaha….
    lucu banget ceritanya, apalagi pas gulungan pink jatoh di kaki so eun….
    lanjut chingu….

  3. lee_jihyun says :

    Yah… Kasian hyun joong nya…

    So eun nya jg…

    Buat so eun ayo trus brjuang,, buat hyun joong sabar ya sabar…😀

  4. ambar says :

    Aaa so eun jd gila krna cinta ni. . .mau apa2 susah kbyang2 ma so2x kim bum,,,
    Aduh so eun npa jd kyk gtu skpnya klu dandan biar lbh smpurna g pa2 tpi klu makek gulungan kaos kaki buat itu tu jd aneh bngt tpi lucu mana hyun joong tau*pdahal menurut’q da2 so eun jd udh gede deh*
    Good job buat author q ska ma ff’na, next part ttp dtgu. .

  5. erlin bakpao says :

    Jangan slalu so eun dong yang ngejar2 kim bum,sekali2 mah kim bum ajah yah ngejar so eun. .
    -itu baru dapat feel nya

  6. bumssokorea says :

    woww,….
    eonnie sungguh memalukan,….
    gmna prkembgn slnjutx yh???
    author,sbtulx harga diriku sbg wanita sdkt trskiti lo eonnie duluan yg ngejar2 bummie, tpi tk apalah….
    mga mkin seruuuu !!!!
    aja aja fighting !!!

  7. Helda wati says :

    Tanpa basa basi, buat autor ksh jrak ya biar enak ngebaca. cpat dilanjut

  8. Ati gunarti says :

    Geleng kpl dgn ush so eun wat dptin cntna mbum.pi…aq ttp dkung kok..so eun aza aza fithing!!!

  9. djkyussoloverz says :

    cerita x kocak bgt…..trus knapa sso eonni jadi kyk gitu jadi malu sendiri bacanya hhehheheeehhaaaahhaa aduh kasian hyun joong oppa##oopa sama aku yuk####
    sebenar x aku lebih suka sikap sso eonni yg cuek tadinya,,,,,pi knapa lgsung berubah hhhhuuuuuuh aneh bgt…… cepet dilanjut dach author……!!!!!!

  10. Anjany Djamal says :

    keren chingu..
    aku tunggu lanjutannya..
    itu seoyoung yg mna ya??
    aku bru tau ada artis yg nmanya itu…..

  11. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    so eun mengejar cnta kim bum …
    D’tunggu part 2’a

  12. SaRy aj0w says :

    wiiw so eun agresif..ahahahaha…
    si eun bi tu sape???call soeun>>eomma..?????…Bingung AQ…
    tp baguuuus kok si buM PD tingkad dewa..

  13. anasoelmate says :

    tanks buat sarannya… jadi semangat bwt bkin part2 slnjutnya nih…
    tunggu aja ya…

  14. Dezztidini says :

    Kyaaaa kok tbc sich!!lanjt chingu q g sbar liat kimbum jd ska ma soeun!!
    Q tnGgu lnjtan_ny y!!jngan lama”ya ya ya next part_ny!! :->

  15. anthy says :

    soeun kajja,,,
    moga kimbum juga bisa scpat.y suka ma Sso unnie…

    aku tnggu next part.a n jgan lama2 yach author, soal.a pnsaran banget ma kelanjutannya…🙂

  16. edogawa kim suju says :

    keren ceritanya…
    tapi…eun bin itu anaknya so eun ? kok panggil so eun eomma ?

  17. Elryeleekim_kim says :

    Lanjut ya

  18. tyas27 says :

    aish yg trakhir itu memalukan ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: