Destined Soulmate Part 2

Author : Milky-chan

Main Cast : Kim So Eun & Kim Sang Bum

Cast : Goo Hye Sun & Lee Min Ho.

Genre : Romance

Type : Chaptered

Disclaimer : Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing – masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author tetapi milik orangtua, keluarga dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

Cover FF by myself (Milky-chan) :

 

Author’s POV [POINT OF VIEW]

 

So Eun terbangun di malam hari dengan keringat dingin bercucuran di seluruh tubuhnya, hatinya sesak dan kepalanya terasa berat sekali. So Eun mencengkram baju di sekitar dadanya, sesak sekali.. Pandangannya semakin buram dan dengan usaha terakhir, So Eun dapat mencapai botol tabung kecil yang berada di sebelah kasurnya. Botol itu berisi kapsul-kapsul obat yang berwarna hijau muda. So Eun meraih botol itu dengan sekuat tenaga kemudian dengan tangan penuh keringat dan gemetar, So Eun meminum kapsul itu.. Lama kelamaan rasa sakitnya mulai mereda dan perasaan gelisah menjadi hilang.. Terdapat tulisan yang tertera di kapsul obat tersebut, di situ tertera tulisan, “Pain Killer“..

 

Kim So Eun’s POV [POINT OF VIEW]

 

Terik matahari menerpa rambut coklat bergelombangnya So Eun keesokan paginya. So Eun mengerang pertanda tidak mau dibangunkan terlebih dahulu oleh sinar matahari sekarang ini. Dia masih merasa tubuhnya lemas dan capek, tapi tiba-tiba terasa sesuatu yang dingin mengompres dasinya lalu sebuah tangan yang hangat terasa menyentuh pipinya sepertinya mengecek suhu tubuhnya. Aroma yang khas ini.. So Eun langsung terhenyak dan 100% membuka matanya dengan lebar. Dan benar terdapat sosok orang yang sangat ia sayangi di depannya sekarang ini.. Kim Bum.

 

So Eun kembali terhenyak dan tak bisa berkata apa-apa begitu Kim Bum, pacarnya memberikan senyuman selamat pagi-nya. Ribuan pikiran langsung menyerap otakku. Bagaimana dia bisa masuk kos-anku? Apakah Hye Sun yang mengizinkannya? Apakah.. Apakah dia menemukan obatku? Kalau ketemu kan bisa gawat.. Aku langsung tampak gelisah sambil menggigiti kukuku sampai lupa dengan keberadaan Kim Bum yang tepat duduk di depanku yang sekarang berwajah kebingungan menatapku.

 

“Kau tidak apa-apa? Kenapa kau tidak bilang kalau kau tidak enak badan? Apakah aku terlalu memaksamu untuk kencan hari ini?” Kim Bum melemparkan beberapa pertanyaan yang bahkan tidak digubris olehku. Mataku dengan gelisah menengok ke kanan dan kiri dan akhirnya.. Perasaan aku langsung plong begitu melihat botol obatku di bawah meja belajarku. Pasti deh terguling kesana kemarin malam, pasti Kim Bum nggak akan nyadar deh kalau ada obat di bawah meja belajar.. Tiba-tiba aku merasakkan sepasang tangan memelukku. Aku langsung terkaget dan menegok ke arah depanku dan langsung tersadar olehku bahwa dari tadi Kim Bum berdiri di depanku bahkan yang mengopresku! Aigoo..

 

“Melihatmu gelisah seperti itu membuatku menjadi lebih gelisah.. Gwaenchana?” Tanya Kim Bum dengan wajah penuh kekahwatiran. Kenapa aku tidak pernah bisa lagi melihat wajahnya secara langsung? Setiap aku melihat wajahnya, air mata ingin menetes rasanya.. Tuhan apakah langkahku ini benar? Apakah jalan yang kupilih untuk tidak memberitahunya demi kebaikannya itu benar? Ingin rasanya aku menjerit. Menjerit atas ketidakadilan. Kenapa harus aku yang terpilih tuhan? Kenapa harus aku..?

 

Author’s POV [POINT OF VIEW]

 

So Eun tidak bisa membendung air matanya kembali.. Ia sudah capek. Capek berbohong, capek menjalani, dan capek menjadi So Eun yang palsu. Setetes air mata jatuh di pipinya.. Tanpa alasan lagi di depan Kim Bum. Kim Bum tentu saja langsung terkaget dan mengguncang-guncangkan bahu So Eun secara pelan.

 

“So Eun-ah.. Waeyo?” Tanya Kim Bum kembali. So Eun hanya menggelengkan kepala ingin menunjukkan bahwa dia tidak apa-apa. Kim Bum sekarang yang gantian terhenyak, So Eun tidak pernah bertingkah seperti ini.. Ada apa dengan dia sesungguhnya? So Eun berusaha menghindari tatapan Kim Bum.. Dia sudah tidak tahan lagi untuk menjalani kehidupan yang seperti ini.. “You’re lying.” Ucap Kim Bum dengan jelas dalam bahasa inggris. “Kamu selalu mengalihkan pandanganmu ketika berbohong.” Lanjut Kim Bum dengan mata ingin penjelasan dari So Eun. So Eun yang memang sedang berpura-pura mengalihkan pandangan langsung menatap wajah Kim Bum.

 

So Eun menarik nafas perlahan.. “Bu.. Eh maksudku Kim Bum-ah, kita.. putus.” Jawab So Eun tanpa rasa gemetar dalam setiap perkataanya yang singkat itu. Mata Kim Bum langsung bergerak kaget. Dia duduk seperti posisi awal tanpa bergerak sedikit pun seperti berusaha mencerna setiap perkataan So Eun. “Aku sudah tidak menyayangimu lagi.. Jadi untuk kebaikan kita berdua, kita putus saja.”

 

Kim So Eun’s POV [POINT OF VIEW]

 

Dia duduk terhenyak di depanku, tidak berkata apa-apa. Wajahnya menyiratkan kebingungan dan kepedihan di waktu yang sama. Tiba-tiba setetes air mata jatuh di pipi kirinya, dia tidak berkata apa-apa tapi air mata terus keluar dari kedua matanya. Ingin rasanya aku memeluknya dan menceritakan semua kebenaran yang terjadi saat ini.. Ingin rasanya kutumpahkan segala perasaanku sekarang ini di depannya.. Ingin rasanya aku membagi seluruh tangisku yang selalu kukeluarkan setiap malam.. Tapi aku tidak bisa.. Melihat dia mencucurkan air mata tanpa mengeluarkan sepatah kata pun hanya membuat diriku sesak.. Tapi aku sudah memutuskan aku harus tampak tegar di depannya.. Aku tidak bisa menarik perkataanku lagi, tekadku sudah bulat.

 

“Terimakasih atas semua perhatianmu selama 2 tahun ini. Maaf aku tidak bisa membalas apa yang kamu semua beri kepadaku.” Tampaknya kalimat terakhirku hanya membuatnya semakin terpukul.. Kumohon jangan menjadi begini, aku memilih melihatmu marah dan berteriak histeris daripada diam membisu dan hanya mendengarkan dengan berurai mata.. Kim Bum-ah, bianne..

 

Aku bangkit dari kasurku dan bermaksud berjalan keluar dari kamar sebelum Kim Bum memegang tanganku seakan tidak mengizinkanku untuk pergi.. “Bohong.. Kamu bohong” Ucap Kim Bum singkat tetapi dengan nada memelas. Ya tuhan.. aku tidak sanggup lagi melihat wajahnya menderita seperti ini. Aku berusaha menjawab dengan kata-kata yang sanggup membuat dia terdiam kembali tapi Kim Bum malah menutup telinganya sambil memejamkan matanya, “Bohong! Semuannya bohong!” Dengan tekad yang bulat, aku tidak menghiraukannya dan tetap pergi dari kamar sebelum akhirnya aku menepis pegangan tangannya.

 

Setelah memastikan Kim Bum tetap berada di belakang punggungku dan sudah keluar kamar berlari keluar dari rumah, aku langsung kehilangan keseimbangan dan hanya mendapatkan Hye Sun– yang baru saja datang ke rumah dan sepertinya terkaget melihat keadaanku, menangkapku dan menarik ke pelukannya. Aku menangis tanpa suara di dalam pelukan Hye Sun.

 

“Hye Sun-ah.. Mianhe, aku sudah mengingkari janjiku.” Ucapku pelan sekali memastikan Kim Bum untuk tidak mendengarnya. Hye Sun tidak membalas ucapanku tetapi malah mengelus rambutku dengan perlahan bermaksud untuk menenangkanku. “Gwaenchana So Eun-ah. Aku tahu ini semua berat..” Mendengar jawaban Hye Sun, membuatku teringat peristiwa sekitar sebulan yang lalu.

 

FLASHBACK 1 BULAN YANG LALU // AUTHOR’S POV [POINT OF VIEW]

 

So Eun dengan tangan gemetar memegang sebuah kertas yang berlabel “Seoul Hospital” itu. Setetes air mata keluar dari kedua matanya yang indah. Sementara itu, Hye Sun yang duduk di sebelah So Eun hanya bisa menepuk pundak So Eun sambil menghapus air mata dari pipi So Eun.

 

“So Eun-ah.. Kau harus tegar.” Ujar Hye Sun sambil merapihkan rambut So Eun yang berantakan. So Eun hanya terdiam tanpa menjawb. “Mereka bilang ini penyakit turunan..” Jawab So Eun akhirnya bersuara. “Tapi kenapa harus akuuuuuuu?!” So Eun berteriak histeris. Pada saat itu, sudah tidak terhitung berapa banyak air mata yang keluar. So Eun terus menangis dan menangis. Hanya Hye Sun, sahabatnya sedari kecil yang mengetahui kenyataan tersebut. Tidak ada yang bisa disalahkan. Ini semua adalah takdirnya.

 

Sejak saat itu, So Eun selalu memakai kacamata untuk menyembunyikan bengkak di wajahnya karea menangis. Untung saja saat masuk universitas, Kim Bum dengan So Eun jarang bertemu lantaran sibuk sehingga Kim Bum tidak terlalu menyadari mata bengkak So Eun. Sampai suatu hari, So Eun ingin menyendiri dan lepas dari dunianya yang sibuk. So Eun memutuskan untuk pergi ke pantai favoritnya tempat dia menenangkan hatinya yang gelisah. Tentu saja Hye Sun mengirinya karena dia tidak mau So Eun melakukan hal-hal bodoh yang tidak diinginkannya.

 

Sesampai di pantai, So Eun menyusuri tepi pantai dan membiarkan kakinya basah tersapu oleh air pantai. Angin semilir yang menyejukkan hati membuat rambut So Eun acak-acakan. Tapi So Eun tidak peduli, dia hanya butuh ketenangan saat ini. Dia terduduk di tepi pantai membiarkan laut yang pasang membasahi kaki dan celananya. Hye Sun pun menghampiri temannya itu lalu duduk menemaninya tanpa memberi sepatah kata pun. Dia bisa mengerti sebagaimana perasaan sakit sahabatnya itu. Memikirkan keadaan sahabatnya saja sudah membuat Hye Sun iba dan ingin menangis rasanya. Dia tidak dapat membayangkan jika hal itu terjadi pada dirinya dan Min Ho. Hye Sun pun meraih tangan lembut So Eun yang ada di sebelahnya dan memegang erat seakan berkata, “So Eun-ah, aku tahu ini berat. Aku tahu ini menyakitkan.”

 

Setetes air mata mengalir kembali di kedua mata So Eun yang sudah bengkak karena kebanyakan menangis. Hye Sun juga menangis melihat keadaan sahabatnya yang.. menyedihkan. “So Eun-ah..” Panggil Hye Sun sambil menatap lurus ke arah laut yang seakan-akan ikut menentramkan hati So Eun dengan warna dan suasanya yang terkesan “damai”. So Eun tidak membalas panggilan Hye Sun, “Berjanjilah padaku.. Jangan berpikir bahwa memutuskan Kim Bum akan membuat semuannya selesai. Aku tidak mau melihat kamu lebih sakit dari ini.” Lanjut Hye Sun sambil memegang erat tangan So Eun. Sekarang ini, hanya Hye Sun-lah yang bisa menopang So Eun. Hanya dia-lah yang bisa membuatnya berdiri sendiri dan tersenyum kembali.

 

Dan Hye Sun berjanji dia tidak akan pernah meninggalkan sahabatnya di ‘keadaanya’ yang seperti ini. So Eun memikirkan perkataan sahabatnya tersebut dengan matang dan tersenyum sembari mengangguk pelan. Ya, semuannya pasti ada jalan keluar dan mengakhiri hubungannya dengan Kim Bum tidak akan membuat ‘penyakitnya’ sembuh. Walau Hye Sun tidak memalingkan mukanya ke arah sahabat yang di sebelahnya tersebut, dia tahu kalau So Eun sudah menganggukkan kepala sebagai pertanda bahwa dia sudah berjanji.

 

FLASHBACK END // AUTHOR’S POV [POINT OF VIEW]

 

Satu hal yang tidak So Eun ketahui adalah menjalani semua ini akan terasa seberat dan sesakit ini.

 

Bum-ah.. Bianne.. I’m not the one for you, I’m not the one that will be on your side forever, I’m won’t be the first and the last for you..

 

TO BE CONTINUED..

Author mau minta maaf kalau endingnya ngegantung, nge-drama abis, ceritanya pendek dan bikin sedih T__T author aja sampe kagak tega nulis fanfic ini >v< Tapi plis support author buat bikin fanfic ini! Author janji walaupun part-part depannya gloomy, galau, sedih, frustasi, dll tapi chapter terakhirnya bakal happy ending kok dan author jamin nggak akan ada yang bisa nebak gimana ini ending😉 Jadi plis dukung author terus yaa, author suka sedih kalau liat comment yang bilang nggak mau baca yang sedih-sedihan D: Author cuman pengen bikin ff yang beda dari yang lain, jadi tolong support terus ya! ^o^

 

 

 

Tags: , , ,

16 responses to “Destined Soulmate Part 2”

  1. ambar says :

    Aaacchh menyedihkan. . . . Bnr tu dngan cra putus ma kim bum penyakit so eun g bkl smbh tpi mlh tmbh skt lg. . .hikss hikss npa ksh bumsso kyk gni so eun skt apa chingu?. , .tpi g pa2 q slu dukung author buat next partnya. .

  2. lee_jihyun says :

    Kelanjutanny dtunggu y chingu…😉

  3. auli says :

    Semangat trus author!!!!!! Di tunggu next part’a

  4. nadia_ccc says :

    kak sdh bgt
    Q gak kuat kl bc fanfic kyk gini
    Rsnya pengin nangis trus
    Gak kuat jg kl kimbum sm kim so eun bkl putus
    Tp ff ini bgs kok kak
    Q dpt feelnya
    Smgt y kak

  5. Putzz ran" mouri says :

    SeDih. .
    Kasian soeun n kimbum harus t’pisah. . .
    AuThor buatlah mereka b’satU lgI. . .

  6. Helda wati says :

    Sungguh menyedihkan part ini. penasaran bgt gmana kelanjutan.a gmana. ditnggu part selanjut.a

  7. djkyussoloverz says :

    ya author kok TBC??? please pnjgin kok jdi bingun ne gr gr kependekan…..pi bagus kok….mka krna bagus maka x sy pgn dipnjgin hhehehheheheh

  8. Ati gunarti says :

    Hiks..hiks..sso skt bkin sdih.mbum jngn tinggalin sso..

  9. AnnisaHourai says :

    kenapa pendek kali ffx?
    Klo aku sih thor skrng lagi suka baca ff sedih
    😀 tapi sedihx karena ditinggal mati, bkn krn orng ketiga, selingkuh ato sejenisx😛
    yup aq dukung koq klo author mo bikin ff sedih.
    ff ini koq rada nggak nyambung ama part pertama yak? seingetku part.1 cerita klo mereka lagi ngurusin kelulusan SMA, trus kim beom ngajak kencan. tapi koq part.2 ceritax mereka udah kuliah? ato diriku yg tulalit😛 yak hohoho

  10. jaebum-elf_chikuma says :

    jiah….. sad banget…. keren chingu… ditunggu lanjutannya….TT

  11. founney says :

    akhiiirnya muncul juga,,,, uwd laaaaaaaaamaaa aku menunggu🙂

    neii crita bner” sediih..😦
    kasiian so eun… knpa dia gga blang ma kim bum jja yah ?😦
    kuuuraangggg paaaaaaaannjannnnnggg jja neiii
    next part jangan lama” lagiii yah…

    smaangaaad outhorrr,,,

  12. Dezztidini says :

    Ya lanjt chingu!!jngan lama”donk y part”slnjtnya!! ;>

  13. Indah_ELF says :

    Ksh seo …
    hrusnya jgan putus …
    D’tnggu k’lanjutan’a

  14. anthy says :

    author kok pendek bnget sich !!!
    critanya sdih bnget ampe nangis pas baca bagian
    sso mnta ptus ma Bum…

    di tunggu next part.y…🙂

  15. wie6002 says :

    ayooo author lanjutttttt
    suka bangetttt sama ff yang sad gtu , apalagi ceritanya so eun sakit parah tapi berharap kim bum akan selalu setia sama so eun
    Kekuatan cinta kim bum di uji apakah akan menyerah karena di putuskan oleh so eun
    Ataw akan tetap semangat memperjuangkan cintanya seolmate’x
    Author fightingggggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: