MY PRINCESS FROM THE PAST part 7

MY PRINCESS FROM THE PAST part 7

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Byun Hee Bong, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Yoo SeungHo, Park Shin Hye, Jang Geun Seok, Suzy

Genre: Romantic/Family/Friendship/Fantasy

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 7

So eun terdiam duduk dikasurnya sambil mengingat kata-kata shin hye dan kakek tua itu.

“mwo? Kau kira kau ini ratu bisa bicara begitu. Aku beritahu ya, kedudukanmu dan kedudukanku dihati kim bum sangatlah berbeda. Aku jelas-jelas ada diatas dan kau dibawah jadi jangan harap kau bisa memiliki kim bum”

“jika, kau sudah berhasil keluar dan laki-laki itu tidak mencintaimu sungguh-sungguh kau bisa saja menghilang”

“hahaha….so eun cinta tak langsung datang dan menancap dihati seseorang. Perlu proses untuk mengetahui apakah laki-laki itu adalah benar cinta sejatimu atau hanyalah pria beruntung yang bisa mengeluarkanmu”

So eun berdiri dan menuju laci meja kecilnya, ia membuka laci itu dan mengambil bunga yang dipetik kim bum untuk bisa mengeluarkannya dari dalam pohon.

“kakek, kalau memang benda ini bisa mengembalikanku kedalam pohon aku akan memilih untuk kembali kedalam pohon daripada menghilang. Aku rela menunggu ratusan tahun lagi untuk benar-benar menemukan orang yang mencintaiku” ucap so eun.

********

“jiyeon, kenapa tuan putri tak kelihatan sehabis pulang berbelanja denganmu?” tanya kim bum.

“oppa, eonni langsung mengurung diri dikamarnya begitu pulang” ucap jiyeon.

“kenapa dia bisa mengurung diri dikamarnya?” tanya kim bum.

“tadi dimall saat aku pergi ketoilet, shin hye eonni datang dan berbicara kepada so eun eonni” jawab jiyeon.

“mwo? Shin hye bicara kepada so eun? apa yang mereka bicarakan?” tanya kim bum.

“aku tak tahu…tapi, yang jelas shin hye eonni membentak so eun eonni sampai so eun eonni diam mematung dan tak bicara sepatah katapun. Oppa, aku takut so eun eonn sakit hati dengan perkataan shin hye eonni” ungkap jiyeon.

“shin hye…perempuan itu benar-benar kelewatan. Aku akan menemui tuan putri dan bicara dengannya” ucap kim bum pergi kekamar so eun.

Kim  bum masuk kedalam kamar so eun, ia melihat so eun sedang duduk dilantai sambil menghadap kejendela.

“tuan putri, apa yang kau pandangi?” tanya kim bum. so eun hanya diam.

“aku sudah dengar dari jiyeon, kalau wanita yang kemarin berbicara denganmu. apa saja yang dia bicarakan?” tanya kim bum.

“bum-ah, tak bisakah aku tinggal didalam pohon kembali?” tanya so eun.

“mwo? Kembali tinggal didalam pohon? Bukankah kau sudah senang bisa keluar dari pohon? Kenapa sekarang minta ingin tinggal lagi?” tanya kim bum.

“karena tinggal didalam sana lebih tentram karena hanya ada aku seorang” jawab so eun.

“memangnya apa yang wanita itu katakan kepadamu sampai kau jadi begini?” tanya kim bum.

“apakah dia mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaanmu?” tanya kim bum.

“bum-ah, apakah kau ingin aku pergi dan tidak dekat-dekat denganmu?”

“tentu saja tidak. Aku tak berharap kau akan pergi dan menjauhiku”

“kau yakin? Bagaimana kalau aku menghilang dan tak pernah kembali lagi?”

“tidak akan aku biarkan kau menghilang bahkan tak kembali. Tuan putri, jangan bicara hal yang tak masuk akal begitu sampai kapanpun kau  tidak akan pergi kemana-mana”

So eun tersenyum dan menteskan air mata…

“bum-ah, aku terharu..gamsahamnida..tidak pernah ada namja yang bicara seperti itu kepadaku” ucap so eun sambil menangis.

“apakah aku pria pertama yang bicara begini?” tanya kim bum.

“ne…tidak ada namja satupun yang bisa membuatku terharu oleh kata-katanya” isak so eun. kim bum tersenyum dan menghapus air mata so eun.

“sudah, tuan putri. Jangan menangis lagi, aku lebih suka melihat wajah ceriamu daripada wajah sedihmu” ucap kim bum.

“ne..gamsahamnida” ucap so eun.

“ahh, satu lagi jangan mengungkit tentang pohon itu lagi. Pohon itu bukan tempat tinggalmu lagi dan disini adalah tempatmu jadi, kalau kau mau pergi datangnya jangan kepohon tapi kerumah ini. Mengerti?”

“ne, aku mengerti”

“yasudah, aku akan membelikanmu ice cream lagi kalau begitu”

So eun langusng tersenyum senang begitu kim bum bilang tentang ice cream.

“senyummu langsung kembali begitu aku bilang tentang ice cream. Apakah kau tak merasa bosan makan ice cream setiap hari?” tanya kim bum.

“tidak mungkin aku bosan makan ice cream. Justru kalau aku tidak makan ice cream aku akan merasa bosan” jawab so eun.

“haha…ada-ada saja kau tuan putri” ucap kim bum.

Kim bum dan so eun segera pergi kemini market membeli ice cream.

“sekarang kau beli 2 ice creamnya” ucap kim bum.

“2? Benarkah?” tanya so eun.

“ya, aku akan memberi bonus hari ini” jawab kim bum.

“gamsahamnida bum-ah” ucap so eun. so eun dengan senang memilih ice cream lagi dilemari pendingin.

“ya, ayah..aku baru saja pulang dari desa itu” ucap seungho didepan mini market,

“apa yang kau dapatkan?” tanya ayah seungho.

“sedikit…yang jelas biksu itu bilang memang ada seorang laki-laki yang mendekati pohon terlarang itu sebelum pohon itu tumbang” jawab seungho.

“Lalu, kau sudah bertemu dengan pria itu?” tanya ayah seungho.

“belum” jawab seungho datar.

“belum? Kenapa kau bodoh sekali? kenapa kau tak cari tahu?”

“Kau kira gampang mencari orang asing diseoul. Biksu itu saja tidak tahu siapa laki-laki itu apalagi aku”

“ahh, kau ini memang…yasudah, pokoknya kau harus terus mencari tahu sampai ketemu. Kalau tidak ketemu jangan harap kau bisa pulang kejepang”

“aiisshh, langsung ditutup. Dasar, bisanya hanya menyuruh anaknya saja, kenapa tidak dia sendiri saja yang kekorea dan aku yang dijepang?” omel seungho.

“bum-ah aku memilih ice cream ini” ucap so eun mengambil 2 ice cream. Saat mau menghampiri kim bum tak sengaja so eun melihat seungho berdiri diluar mini market sedang mengomel-ngomel sendiri.

“pangeran chunchu” ucap so eun.

“tuan putri, kau sudah memlih ice creamnya?” tanya kim bum. So eun mengangguk dan menyerahkan ice creamnya kepada kim bum dan buru-buru berlari keluar menemui seungho.

“pangeran chunchu…” teriak so eun. So eun tengok kanan dan kirinya mencari seungho tapi tak kelihatan juga.

“dimana dia? Bukankah tadi dia berdiri disini?” gumam so eun sambil terus menengok kekanan dan kekiri.

“tuan putri, kenapa kau lari-lari begitu? ini ice cream mu” ucap kim bum menyerahkan ice cream so eun.

“bum-ah, a..aku melihat pangeran chunchu disini tadi” ucap so eun.

“mwo? Pangeran chunchu? Siapa lagi itu? apakah dia pangeran yang bersemayam dipohon juga?” tanya kim bum.

“bukan…dia..dia adikku” jawab so eun.

“mwo? Adik? tuan putri kalau laki-laki yang kau lihat adikmu pasti kau salah lihat. Tidak mungkin adikmu masih ada dijaman sekarang” ucap kim bum.

“ya, benar juga. Tapi, aku yakin aku melihat pangeran chunchu disini berdiri disini” ucap so eun.

“sudahlah, mungkin hanya halusinasimu saja. Cepat makan ice creammu nanti meleleh” ucap kim bum. So eun terdiam dan memakan ice creamnya.

**********************

1 minggu kemudian semua keluarga kim bum termasuk so eun pergi kepulau jeju.

“aahh, bagus sekali tempat ini” ucap so eun girang.

“pulau ini memang terkenal karena keindahannya” ucap kim bum.

“ahh, senangnya..aku suka berada disini” ucap so eun. Kim bum yang sedang menyetir senyum-senyum melihat so eun yang senang berada dipulau jeju.

“astaga, apakah ini benar hotel shinhwa yang baru?” tanya somin.

“ne…shinhwa corporation memang hebat” jawab minjung.

“yya, minjung kenapa kau bisa diundang kepembukaan hotel ini?” tanya somin.

“atasanku bekerja sama dengan perusahaan shinhwa yang lain makanya atasanku bisa diundang. Berhubung atasanku sedang dinas keluar negri jadinya, dia menyuruhku untuk menggantikannya” jawab minjung.

“wah…shinhwa corporation? Shinhwa? Ahh, aku baru ingat” teriak somin.

“kenapa?”  tanya minjung.

“hyun joong…dia…dia adalah cucu dari pemilik shinhwa corporation. Ahh, babo kau somin kenapa aku tidak ingat tentang shinhwa sama sekali padahal akukan alumni dari sekolah shinhwa kenapa aku bisa lupa. Kalau berada disini bisa-bisa aku pasti bertemu dengannya” ucap somin kelabakan.

“hyun joong? Apakah dia pria dingin yang kau ceritakan kepadaku?” tanya minjung. Somin mengangguk sedih.

“wah, kebetulan sekali ini namanya jodoh, sudah terlanjur kesini sangat disayangkan kalau pulang keseoul. Lebih baik kita segera masuk kedalam” ajak minjung.

“cih, kenapa aku juga disuruh bantu-bantu untuk pembukaan hotel yang baru disini? tidakkah cukup memperkerjakan aku dihotel yang ada diseoul?” keluh hyesun sambil mengelap kaca.

“yya, hyesun jangan lelet begitu kerjanya. Pakai tenaga dong” omel pak manager.

“baik…” ucap hyesun.

****

“minho oppa, hotel yang ada dipulau jeju jauh lebih besar dan keren dibandingkan yang ada diseoul” ucap jiyeon.

“tentu saja. Siapa dulu yang mendesainnya?” ucap minho bangga.

“siapa? Tentu saja arsitekturnya yang mendesain pembangunan hotel ini, kaukan hanya tinggal menanda tangani pesetujuannya saja” cibir kakek.

“yaya, aku tahu, tapikan aku yang merekomendasikan arsitek itu kepada kakek” ucap minho.

“ahh, aku tak peduli. So eun, kau suka ada disini?” tanya kakek.

“ne, hareboji. Tempat ini sangat indah” jawab so eun.

“so eun eonni malam ini kita akan menjadi teman satu kamar” ucap jiyeon membawa so eun pergi kekamar hotel.

“lebih baik sekarang kita pergi kekamar masing-masing dan siap untuk pembukaan pesta nanti malam” ucap hyun joong.

*******

“jiyeon-ah, kasurnya tidak kalah empuk seperti dikamarku” so eun loncat-loncatan diatas kasur.

“eonni, apakah kau masih sedih dengan perkataan shin hye eonni kepadamu waktu itu? aku penasaran apa yang dia katakan kepadamu?” tanya jiyeon.

“oh, itu…kau tenang saja. Bum-ah, bilang dia tidak mau jauh-jauh dariku jadi, aku tidak akan jauh dari bum-ah. Dan, wanita bernama shin hye tidak bisa mengaturku lagi” ucap so eun.

“benarkah kim bum oppa bilang seperti itu? wah, manis sekali kedengarannya. Shin hye eonni itu memang tak tahu diri seenaknya saja menyuruhmu menjauhi oppa, padahal jelas-jelas kalau oppa sudah tidak mau dekat-dekat dengannya” ucap jiyeon kesal.

“apakah shin hye pernah menjaling hubungan dengan bum-ah?” tanya so eun.

“sebelum oppa bertemu denganmu ia menjalin hubungan dengan shin hye eonni tapi, shin hye eonni pergi meninggalkan oppa tanpa kabar dan karena itu oppa berubah ia jadi suka pergi kenight club dan bersenang-senang dengan para gadis dinight club tersebut. Tapi, semenjak bertemu dengan so eun eonni, oppa sudah kembali seperti dulu” ungkap jiyeon.

“hehe…aku tidak melakukan apa-apa” ucap so eun tersipu malu.

“tidak…pasti ada sesuatu diantara eonni yang membuat oppa bisa berubah dan menjadi orang yang lebih baik. Kalian seperti sudah ditakdirkan bersama, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan diantara kalian” ucap jiyeon.

Tok tok tok….

“eonni, tunggu disini biar aku yang lihat siapa yang datang” ucap jiyeon beranjak membukakan pintu.

“dimana tuan putri?” tanya kim bum.

“eonni? Ada didalam? Mau kupanggilkan?” tanya jiyeon. Kim bum mengangguk. “eonni, cepat kemari” panggil jiyeon.

So eun segera bangun dari tempat tidurnya dan menghampiri jiyeon.

“bum-ah…” ucap so eun senang.

“tuan putri, kau mau ikut jalan-jalan denganku?” tanya kim bum. So eun mengangguk-anggukan kepalanya.

“oppa, jangan lama-lama aku mau mendandani eonni nanti” ucap jiyeon.

“aku tahu, adikku manis” ucap kim bum mengacak-acak rambut jiyeon.

“jiyeon, aku pergi dengan bum-ah dulu” pamit so eun.

“bum-ah, kita mau kemana?” tanya so eun.

“nanti kau akan lihat, aku jamin kau akan suka tempatnya” kim bum tersenyum sambil menggandeng so eun keluar dari hotel. Kim bum dan so eun berjalan sebentar kepadang bunga.

“bagaimana kau suka?” tanya kim bum. So eun mengangguk sambil memainkan bunganya. “kenapa reaksimu biasa saja?” tanya kim bum.

“tidak, aku senang kau mengajakku kesini. Hanya saja terlintas dipikiranku bahwa dunia semakin berubah selama aku bersemayam dipohon. Kalau datang bersama keluarga sendiri ketempat indah begini pasti rasanya akan lebih menyenangkan” ucap so eun dengan wajah sedih mengingat keluarganya.

“jangan bersedih begitu…kau anggap saja aku, kakek, jiyeon dan ketiga hyungku adalah keluargamu juga dengan begitu kau rasa rindumu dengan keluarga kerajaanmu dapat terobati” hibur kim bum.

“ne, keluargamu semuanya baik kepadaku sudah pasti aku menganggap kalian semua adalah keluargaku. Bum-ah, gomawo sudah membawaku ketengah-tengah keluargamu” ucap so eun.

“jangan berterima kasih seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, tuan putri. Setidaknya, sejak aku mengeluarkanmu dari tempat bersemayammu itu ada yang mengisi hari-hariku” ucap kim bum.

So eun tersenyum simpul mendengar ucapan kim bum.

“bum-ah, apakah kau masih mengingat tentang shin hye?” tanya so eun.

“tidak” jawab kim bum kaku.

“benarkah? Jadi, kau tidak akan kembali kepadanya?” tanya so eun.

“tidak, tuan putri. Aku tak suka dengan wanita yang menghilang tiba-tiba tanpa memberi kabar. Makanya, kau jangan ikut menghilang sepertinya. Kalau kau menghilang sama sepertinya aku akan marah bahkan rasa marahku akan berlipat ganda” ucap kim bum.

“ne, aku berjanji tidak akan menghilang asalkan bum-ah tidak menyuruhku untuk menjauhimu” so eun mengangkat tangannya tanda bersumpah.

“mana mungkin aku menyuruhmu menjauhiku. Dapat pikiran darimana kau ini memangnya? ada-ada saja” gumam kim bum mengelus rambut so eun. Pipi so eun sedikit memerah karena kim bum mengelus rambutnya.

“tuan putri, kenapa dengan pipimu? Jangan bilang kalau tidak pernah ada laki-laki lagi yang berani mengelus rambutmu seperti aku ini?” tanya kim bum. So eun mengangguk malu.

“apakah sebegitu ribetnya menjadi tuan putri? Kau jarang sekali berinteraksi dengan lawan jenis. Memangnya tidak ada pria yang kau sukai dikerajaanmu?” tanya kim bum.

Ekspresi so eun langsung berubah kaku, ia teringat lagi tentang chang hwi.

“dulu ada…tapi, sekarang aku sudah lupa tentangnya” jawab so eun.

“benarkah? Lalu, kenapa kau memilih tinggal didalam pohon kalau kau mempunyai orang yang kau suka?” tanya kim bum sedikit terkejut.

“mana mungkin aku bisa bersamanya toh dia sudah dijodohkan dengan kakakku, putri yoon bok” jawab so eun.

“ohh, mianhae. Aku tak tahu…jadi, ini alasanmu kabur dari istana dan berniat menemukan cinta sejatimu itu?” tanya kim bum.

“iya, saat aku menceritakan hal ini kepada kakek tua itu dia bertanya kepadaku apakah aku yakin kalau pria itu memang benar orang yang sudah ditakdirkan untukku dan aku ragu-ragu menjawabnya. Makanya, kakek memberikan aku tawaran agar aku bisa bertemu dengan orang yang memang sudah ditakdirkan untukku…”

“tawaran itu apakah bersemayam didalam pohon selama beratus-ratus tahun lamanya?” sambung kim bum. So eun mengangguk.

“heh…tuan putri..daripada kau memilih menghabiskan hidupmu tinggal didalam pohon lebih baik kau mencari pria lain tapi tidak pakai cara yang ditawarkan kakek itu” ucap kim bum.

“tidak…aku tak mau bernasib sama seperti putri kerajaan lain dan kakakku, menikah karena dijodohkan. Itu namanya pernikahan yang tidak dilandasi dengan cinta, aku tak mau menikah kalau tak ada perasaan itu”

“yah, tapikan kalau kau tak menuruti tawaran kakek itu pasti kau tidak akan hidup didalam pohon selama ratusan tahun. Bagaimana seandainya kalau sekarang kau masih bersemayam didalam pohon itu?”

“tapikan sekarang aku sudah tidak bersemayam didalam pohon lagi”

“katakukan seandainya. Ahh, kalau saja aku tak datang kedesa itu dan tidak terkena masalah dikira maling aku pasti tidak akan mampir kepohon itu, kau pasti masih bersemayam didalam pohon. Benarkan?”

“kenyataannya kau bisa mengeluarkanku, bum-ah. Kau tahukan sudah banyak orang yang tidak bisa menemukan bunga langka itu dan selama ini yang bisa menemukannya hanya kau seorang tidak ada lagi”

“iya juga, benar apa katamu. Kenapa hanya aku yang bisa melihat bunga langka itu sementara orang lain tidak? Tidakkah ini patut dipertanyakan?” fikir kim bum.

“aahhh, bum-ah….kau menyesal menemukan bunga itu ya? Memang dari dulu kau memang tak suka kehadiranku kan?” so eun mulai kesal.

“aniyo, bukan itu..aku tak pernah menyesal kok, aku justru senang. Mungkin, karena aku tampan makanya aku bisa menemukan bunga itu. Yah, karena aku tampan sampai bungapun ikut terpikat oleh ketampananku ini makanya bunga itu menampakkan rupanya dimataku ini” ucap kim bum pede.

“bum-ah…” so eun memegang pundak kim bum.

“ya, tuan putri…” kim bum tersenyum senang.

“aku tak pernah bertemu seorang namja dengan tingkat kepedeannya setinggi dirimu. Walaupun, bunga itu memang bunga langka aku rasa pengetahuan jaman sekarang dan jaman dulu masih sama kalau manusia tidak bisa memikat bunga” ucap so eun menepuk bahu kim bum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“mwo? tuan putri jadi, kau meremehkan ketampananku? Banyak wanita yang pertama kali bertemu denganku langsung mengatakan aku ini tampan” sewot kim bum.

“aku tidak meremehkan ketampananmu hanya saja jarang ada laki-laki yang mengumbar ketampanannya seperti dirimu, bum-ah” ucap so eun.

“itukan dijamanmu dulu kalau dijaman sekarang sudah beda lagi memangnya, apa yang dilakukan pria yang kau sukai itu sampai berhasil memikat hati seorang putri kerajaan sepertimu?” tanya kim bum.

“hemm…pria itu yang jelas gagah dan berani, rajin membantu orang tua dan tidak malas sudah begitu pria itu pasti memiliki keahlian seperti ahli pedang dan sebagainya. Pokoknya memiliki bakat seperti ksatria” ucap so eun sambil membayangkan sosok chang hwi.

Kim bum sedikit merasakan kecemburuan mendengar perkataan so eun mengenai sosok chang hwi.

“oh, hanya itu saja. Keahlianku juga banyak…” gumam kim bum pelan.

“benarkah? Kau bisa bermain alat pedang juga?” tanya so eun.

“tidak, keahlianku dengan pria itu jelas jauh berbeda” jawab kim bum.

“memangnya apa keahlianmu, bum-ah? Sombong sekali kau ini” ucap so eun.

“keahlianku? Hhemm…yang paling gampang saja. Keahlianku adalah mendiami seorang putri yang sedang menangis dengan bilang aku akan mengajak putri itu makan ice cream dan putri itu akan tersenyum senang saat mendengar hal itu” kim bum tersenyum menatap so eun.

“pria itu tidak bisakan membuatmu tersenyum kembali sehabis menangis? Hanya aku saja yang bisa membuatmu tersenyum lagi sehabis menangis. Bukan begitu, tuan putri?” tanya kim bum.

“i..iya. Memangnya itu juga disebut dengan keahlian?” tanya so eun bingung.

“iya, itu juga disebut keahlian. Mendiami orang menangis dan membuatnya kembali tersenyum sangatlah susah hanya aku saja yang bisa melakukan hal itu” jawab kim bum.

“aiya, kau benar. Berarti kau tidak kalah hebat darinya” ucap so eun.

“hahaha…tentu saja, kim bum memang hebat” kim bum tertawa bangga.

___

Sementara itu, somin yang sedang menikmati keindahan pulau jeju lupa diri karena sudah berjalan cukup jauh dari hotel.

“yya, jung somin kau dimana? Kenapa kau tidak kembali kedalam hotel juga?” tanya minjung ditelfon.

“minjung, aku..aku tersesat. Adduh, bagaimana ini? Aku lupa daritadi terus berjalan memotret pemandangan” ucap somin.

“aiisshh, babo..kau ini kebiasaan selalu seperti itu. eng…kau cari saja kendaraan yang lewat ditengah jalan, kau minta pengemudi kendaraan itu untuk mengantarmu kehotel shinhwa” ucap minjung.

“kendaraan? Tapi daritadi tidak ada kendaraan yang leat disekitar sini. Bagaimana dong?” ucap somin sedih.

“aiisshh, aku tak mau tahu kau ini merepotkan sekali” omel minjung.

“aahh, minjung ada mobil, ada mobil yang mengarah kemari. Aku akan tiba dihotel, aku pastikan itu” ucap somin menutup telfon.

Somin langsung berdiri ditengah jalan dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi untuk memberhentikan mobil itu.

“hey, berhenti…” teriak somin. Mobil itu berhenti didepan somin. Somin tersenyum senang dan menghampiri pengemudi itu untuk meminta bantuan, namun begitu melihat wajah pengemudinya wajahnya langsung berubah.

“apakah kau mengikutiku?” tanya hyun joong.

“Tidak…aku tak mengikutimu jangan kegeeran. Aku tersesat makanya aku minta bantuanmu untuk mengantarku. Mau ya? Tolong aku, aku tidak hapal dengan jalan dipulau jeju” mohon somin. Hyun joong menatap jengkel dan menghela nafasnya.

“naiklah” ucap hyung joong.

“ahh, gomawo hyun joong” teriak somin naik kedalam mobil. Hyun joong hanya bisa menatap sinis.

“ahh, hyun joong untung saja aku bertemu denganmu kalau aku tak bertemu denganmu pasti aku sudah tersesat disana” ucap somin.

“seharusnya, aku tak pergi ketempat itu agar aku tak bertemu denganmu” ucap hyun joong dingin. Somin langsung memasang wajah cemberut.

“kemana aku harus mengantarmu?” tanya hyun joong.

“tujanku dan tujuanmu sama” jawab somin.

“Sama? jangan katakan kepadaku kalau kau menginap di hotel shinhwa?” tanya hyun joong.

“bingo…kau masih sepintar dulu. Aku menemani temanku yang akan menghadiri pesta pembukaan hotel shinhwa yang baru” jawab somin.

“aarrgghh, sial sekali” gumam hyun joong.

“sepertinya tidak ada ekspresi bersahabat yang ditunjukan oleh dirinya” ucap somin dalam hati.

“aku tak peduli yang penting aku bisa kembali kehotel dengan selamat” ucap somin tersenyum sambil menatap pemandangan.

“ahh, akhir minggu seperti ini seharusnya aku tidak bekerja tapi istirahat dirumah” omel hyesun sambil mengelap debu.

“ckckck…kau ini pelayan hotel tapi, kesannya bukan pelayan yang rajin ya”  ucap minho.

“yya, kau…mengapa kau menyuruhku untuk ikut membantu membersihkan hotel baru disini? memangnya, pelayan nya kurang sampai membutuhkan tenaga kerja seorang pelayan dari seoul?” tanya hyesun.

“hey, bicaralah yang sopan dengan atasanmu. Kau lupa aku ini siapa?” tanya minho.

“maafkan, aku” ucap hyesun.

“aku tak bermaksud menyuruhmu datang kemari untuk bekerja” ujar minho.

“mwo? Lalu, untuk apa aku disini? berlibur dan menginap disini? kau ini ngelindur ya?” tanya hyesun kesal.

“aku menyuruhmu kesini agar malam ini kau menjadi pasanganku untuk pesta pembukaan nanti” jawab minho.

“mwo? Pa..pasangan? apakah telingaku kemasukan sesuatu?” ucap hyesun sambil mengorek kupingnya.

“yya, apa-apaan kau ini? Kau pikir aku bercanda? Yasudalah, lebih baik kau ikut aku sekarang untuk mendandanimu” ucap minho menarik tangan hyesun.

“yya, lepaskan aku…” teriak hyesun.

“sudah, kau ikut saja. Jangan banyak berteriak” ucap minho.

******************

“eonni, cepat kau mandi…aku akan mendandanimu” ucap jiyeon.

“apakah harus didandani?” tanya so eun.

“tentu saja, namanya juga pesta. Eonni tenang saja aku tidak akan tebal kok mendandanimu” jawab jiyeon. So eun mengangguk dan segera mandi, selesai mandi jiyeon segera mendandani so eun.

“eonni, jangan banyak bergerak nanti rambutmu berantakan” ucap jiyeon.

“uhh, daridulu aku paling malas kalau didandani” gumam so eun.

“haha…eonni tenang saja. Hari ini eonni akan terlihat cantik agar kim bum oppa tidak berhenti menatap eonni” ucap jiyeon.

“benarkah? Bisa begitu?” tanya so eun.

“tentu saja bisa. eonni harus turuti kata-kataku” jawab jiyeon.

“ne, aku akan menurut” ucap so eun.

Tok tok tok….

“itu pasti kim bum oppa, eonni pakai sepatumu aku akan menyuruh oppa masuk dan melihatmu” ucap jiyeon. So eun mengangguk dan memakai sepatunya.

“oppa, masuk saja. Baru saja aku selesai mendandani so eun eonni” ucap jiyeon.

“apakah kau mendandaninya dengan baik? Make upnya tidak tebalkan?” tanya kim bum.

“tentu saja tidak. Make upnya tipis kok” jawab jiyeon.

“bagus kalau begitu. Yasudah, aku mau menemui tuan putri dulu” ucap kim bum.

“silahkan masuk” ucap jiyeon.

“hehe…pasti oppa kaget melihat penampilan eonni” ucap jiyeon cekikikan.

“tuan putri, kau sudah siap” ucap kim bum.

“ne, bum-ah…” sahut so eun.

“hoh…benar kata jiyeon” gumam kim bum terpana.

“tuan putri, kau cantik” puji kim bum.

“benarkah? gomawo, bum-ah” ucap so eun.

“ya…yasudah, ayo” ajak kim bum sambil menggandeng so eun.

___

“yya, pak minho maksud anda apa menyuruh saya mengenakan gaun ini?” tanya hyesun.

“sudah, kau ikuti saja kata-kataku. Malam ini kau bukan hyesun sipelayan hotel tapi, hyesun pasangan lee minho” ucap minho.

“aku tidak mau. Bagaimana kalau ada yang melihat aku? Mereka akan berfikir yang bukan-bukan” omel hyesun.

“aku jamin tidak ada yang akan mengenalimu kalau kau ini adalah pelayan hotel shinhwa. Kau tak lihat kalau dirimu bak seperti keluarga berada daripada seorang pelayan” ucap minho.

“Apaan sih maksudnya?” gumam hyesun.

“hhmm…acaranya sebentar lagi dimulai. Kita langsung pergi saja” ucap minho sambil menarik hyesun.

*****************

Acara pembukaan diawali dengan pidato singkat oleh kakek selaku pemilik dari shinhwa corporation. kim joon beserta ketiga saudaranya memerhatikan kakeknya yang sedang berpidato dengan serius. Sementara itu, jiyeon dan so eun sibuk memakan hidangan pesta.

“eonni, sepertinya kue yang itu enak. Ambil saja” tunjuk jiyeon. So eun mengangguk dan mengambil kue yang ditunjuk jiyeon lalu, memakannya.

“tidak sopan makan saat kakekmu sendiri sedang berpidato didepan” ucap suzy.

“mwo? Suzy? kau kemari?”  tanya jiyeon terkejut sambil melahap hidangan diatas meja.

“ya, aku baru saja tiba. Aku kesini dengan geun seok oppa” jawab suzy.

“dimana oppamu? Kok tidak terlihat?” tanya jiyeon tengok kanan dan kiri.

“dia sedang ketoilet. Yya, siapa wanita yang disebelahmu itu? aku perhatikan dari tadi kau mengobrol dengannya terus?”  tanya suzy sambil menunjuk so eun.

“annyeonghaseyo, kim so eun ibnida” ucap so eun.

“oh, annyeonghaseyo bae suji ibnida” ucap suzy.

“suzy, aku lupa cerita so eun eonni tinggal dirumahku” ucap jiyeon.

“mwo? Tinggal dirumahmu? Memangnya dia siapamu?” tanya suzy.

“dia itu kekasih kim bum oppa. Bersikaplah yang baik dengannya kata kakek dia itu dari keluarga terpandang” bisik jiyeon.

“ohh, ya aku tahu kalau dia single aku mau mengenalkannya kepada geun seok oppa” gumam suzy.

“huh… kan dia sudah punya oppaku. Kau carikan saja oppamu wanita lain disini” ucap jiyeon.

“sebelum kita mulai acara makan-makannya terlebih dahulu saya akan berterima kasih kepada empat cucu laki-lakiku yang sudah mengurusi semua cabang perusahaan shinhwa diberbagai bidang. Kim joon cucu tertuaku yang mengurusi perusahaan dibidang real estate…” tunjuk kakek kearah kim joon.

“hah? Kim joon? Jadi, pria itu pewaris grup shinhwa juga?” ucap minjung kaget.

“yya, kenapa kau membuka mulutmu lebar begitu?” tanya somin.

“kau ingat tentang pria yang berhutang kepadaku? Ternyata laki-laki itu adalah cucu tertua kakek pemilik shinhwa itu” jawab minjung.

“maksudmu, kim joon sunbae? Apa? Jadi, laki-laki itu yang berhutang kepadamu?” tanya somin.

“i..iya, kau kenal dengannya?” tanya minjung.

“tentu saja. Dia itu seniorku dulu saat SMA” jawab somin.

“ahh, benar-benar suatu kebetulan yang aneh” gumam minjung.

***************

“tuan putri, kita makan ditaman saja” ajak kim bum.

“ne, jiyeon, suzy aku pergi ya” pamit so eun.

“wah, kim bum oppa sangat romantis masa memanggil kekasihnya dengan sebutan tuan putri.. manis sekali” ucap suzy.

“tentu saja, oppaku memang hebat. Kenapa geun seok oppa tidak balik-balik dari toilet?” tanya jiyeon.

“benar juga ya. Kemana dia? Apa dia tersesat?  Sudahlah, diakan sudah besar masa aku yang mencarinya. Biarkan saja mungkin dia sedang kepincut gadis cantik” jawab suzy memakan hidangan pesta.

“aissh, kau ini”

***********

“yya, kim bum…” panggil kibum.

“kau datang juga, kupikir kau tidak datang” ucap kim bum.

“haha…tentu saja aku datang. Oiya, yoona perkenalkan ini so eun, kekasihnya kim bum” ucap kibum.

“jadi, kau yang bernama so eun? kau cantik sekali pantas saja kim bum tidak main-main sama wanita lagi” ucap yoona.

“hush…jaga ucapanmu yoona. Enak saja, kapan aku main-main sama wanita” omel kim bum.

“hahaha…iya, aku tahu. Akukan cuman bercanda tapi, kau hebat kim bum bisa menemukan wanita yang jauh berbeda dari shin hye” yoona mengangkat kedua ibu jarinya untuk kim bum.

“bisa saja kau ini. Sudah sana masuk kedalam dan nikmati hidangan pestanya” ucap kim bum.

“baiklah, aku duluan bum” ucap kibum.

“bum-ah, apakah itu kekasihnya kibum?” tanya so eun.

“ya, yoona namanya” jawab kim bum.

“ohh, dia cantik ya” ucap so eun.

“kau juga cantik” ucap kim bum. So eun langsung tersipu malu.

“ayo, kita ketaman saja” ajak kim bum.

“hemm…dimana ruangan pestanya ya? Aku lupa menanyakan kepada suzy” gumam geun seok muter-muter.

“bum-ah, makan ditaman itu saja” tunjuk so eun sambil menarik kim bum.

“bukankah itu so eun? aku tidak salah lihatkan?” ucap geun seok mengucek matanya.

“tidak itu pasti so eun. kemana dia pergi dan dengan siapa?” ucap geun seok berjalan kearah taman.

_____

“kita duduk dibangku itu saja, tuan putri” tunjuk kim bum. So eun mengangguk dan segera duduk dibangku taman.

“ahh, makan disini sambil menikmati pemandangan langit sangat menyenangkan” ucap so eun.

“untung saja aku mengajakmu makan disini habis kalau makan didalam pasti terganggu oleh teman-teman kakek” ujar kim bum.

“ne, untung kita makan disini” ucap so eun sambil memakan buah melonnya. Kim bum terus memerhatikan so eun yang sedang makan.

“tuan putri, malam ini kau terlihat sangat berbeda” ucap kim bum.

“benarkah? Beda apanya?” tanya so eun bingung.

“susah untuk diungkapkan” jawab kim bum.

“humm…aneh kau, bum-ah” ucap so eun kembali memakan buahnya. Kim bum tersenyum geli dan ia mencium pipi so eun tiba-tiba.

So eun yang sedang makan terkejut karena kim bum mencium pipinya. Pipinya langsung merona merah.

“haha…tuan putri, kenapa wajahmu merah seperti buah semangka ini?”  tanya kim bum.

“aahh, bum-ah..inikan karenamu” ucap so eun malu. Kim bum hanya tertawa sambil menyuapi so eun makan buahnya.

“siapa laki-laki itu? kenapa dia bisa sedekat itu dengan so eun?” geun seok mengepalkan tangannya dan terlihat emosi melihat peristiwa saat kim bum mencium pipi so eun. Matanya merah menahan amarah.

bersambung

Apa geun seok akan membawa so eun nanti?

Apa reaksi so eun melihat geun seok?

Apa yang akan dilakukan kim bum nanti?

Tunggu part selanjutnya!!!

Oiya, jangan lupa kunjungin WP author: http://rianaevi.wordpress.com/

Tags: , , , , , , , ,

16 responses to “MY PRINCESS FROM THE PAST part 7”

  1. kim eun says :

    seru…….seru
    kpn kim bum menyatakan perasaannya ke eunnie?????
    TOP Autor….lanjuttttttttttttttt
    Banyakin adegan BUMSSO nya eaaaaaaaaaaaaa

  2. Anjany Djamal says :

    .bumppa…..
    kalo suka blg aja oppa….
    entar keburu di rebut orang lain loch…
    geun seok…
    kim bum….
    so eun…
    aku penasaran dgn kisah mereka selanjutn ya…
    AKU TUNGGU LANJUTANNYA….🙂

  3. founney says :

    Waah… Akhirnya muncul juga..
    Bnyk bumsso’a lagii…
    Bum-ah so sweet bngt … Hehehehe…
    Puas bc’a.. ‎ªķΰ suka..

    Lanjutkan outher..
    ‎ªķΰ setia menunggu ff’a… Hahahahaha…😀

  4. Dezztidini says :

    Kyaaaa snangny ff nie keluar jga part 7_ny..!
    Ayo chingu kpan bumsso brsatu!?
    Lnjt y jngan lama”next part_ny ne..!

  5. Yeonie says :

    Aaach thor next partny cpet”publish y!!
    G sbar nie liat bumsso brsatU..!HEHE

  6. Liyeon says :

    Waaaa bumppa dah mlai brani cium”pipi soo eOnNi y!!hehe
    tpi g pa”q ska!!hahaha
    next partny d tUnggu ne jngan lama”y..
    Hwaithing.. :->

  7. Yuniipark says :

    Aiiis,,,,bumppa dah mlai nakal cium pipi soo unNie sgla?!haha
    cpetan brsatU bumsSo doNk…!
    Palliwa next partny..! ;>

  8. Nurlayeon says :

    Aigooo bumppa curi”ksempatan y cium pipi eunNi.!hahaha
    q ska..
    Next partny JEBAL Palli palli yo..!

  9. Kyuminji says :

    Kyaaaa part 7ny trnyata udah keluar…🙂
    aiii bumppa main cium”pipi jacH..!
    Mkin seru crtany!?
    Lnjut chingu q g sbr kpan bumsso brsatu mNjd couple.!
    Part 8ny jngan lama”ne!! B-)

  10. Wiehaeji says :

    Aiiisshh
    kok tbC Sich gi seru”ny bCa mlah tbc!!
    D tunggu next partny y!?

  11. Wiehaeji says :

    Lanjuuuuuuuuutttttt…….
    Palliiiiiiii…..
    Hehehehe B-)
    faigthing… ;-D

  12. haeji says :

    Lanjuuuuuuuuutttttt…….
    Palliiiiiiii…..
    Hehehehe B-)
    faigthing… ;-D
    gumawo

  13. lee_jihyun says :

    Ah,, semakin seru aja critanya… Klanjutanny dtunggu bgt y chingu…😀

  14. Indah_ELF says :

    Seruuu …
    wah ntu roman’a Geun suk, mw ngerusak hbng Bumsso nii …

  15. Helda wati says :

    Seru2, geon sok jgn rebt eun dri bum, bumsso fighting.

  16. onkyu says :

    huwah… lucu sekali ne bumppa.. pd nya tigkat dewa…..
    pangeran chunchu na napa keluar sebentar doang…. hhheeee….
    penasaran geunsuk dah ngliat soeun… gmana lanjutannya? ditunggu chingu…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: