When I See Him part 4

Author : Anidya Estern

Main Cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Go Ara, Park Shin Hye, Go Hye Sun, Lee Min Ho, Jung So Min, Yoo Seung Ho, Jung Yong Hwa

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Chaptered

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

When I See Him part 4

Anneyong haseo…

Sampai juga di part 4..

Hmmmm,

Gomawo atas saran2nya chingu…

Happy reading ^_^

 

KIM SO EUN POV

“Yah, dia pulang cepat lagi,” gumamku melihat Kim Bum terburu-buru pulang setelah kuliah berakhir.

Sejujurnya aku ingin sekali mengikutinya. Tapi sepertinya tak mungkin.

“Kau kenapa?” tanya So Min mengagetkanku.

“Ani. tak apa-apa,” jawabku sambil tersenyum.

Aisssh, semua ini karena KIM SANG BUM.

END KIM SO EUN POV

v

“Aku pulang,” kata So Eun begitu sampai di apartemennya.

“Kau kenapa tak bersemangat begitu?” tanya Shin Hye melihat So Eun yang lesu.

“Tak apa-apa. Aku hanya kecapekan saja,” jawab So Eun tanpa semangat.

“Bagaimana pangeranmu itu?” tanya Ara yang tiba-tiba muncul dari dapur.

“Pangeran siapa?” So Eun pura-pura tak mengerti pertanyaan Ara.

“Aissh kau ini. Pura-pura tak mengerti maksudku. Ya tentu saja Pangeranmu di kelas Cost Accounting. Bukankah hari ini kau ada mata kuliah itu?”

So Eun mendengus.

“Ne. Dia baik-baik saja. Masih hidup kok,” jawab So Eun sekenanya.

Shin Hye dan Ara tertawa.

“Tertawalah kalian. Aku mau tidur,” teriak So Eun sambil berlalu menuju kamarnya.

“Dasar So Eun,” gumam Ara.

“Aku jadi semakin penasaran seperti apa namja yang disukainya. Hahahaha,” kata Shin Hye lalu tertawa.

v

KIM BUM POV

Entah kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan yeoja aneh itu. Ya siapa lagi kalau bukan Kim So Eun. Yeoja aneh dengan segundang embel-embel. Dia pintar dan aktif. Dia juga supel dan ramah, dan juga lucu. Meskipun kadang-kadang dia jutek, tapi dia selalu care pada teman-temannya.

“Aissh, kau masih saja memikirkannya dari tadi, Bum,” aku memaki diriku sendiri.

“Kau benar, Min Ho. Dia adalah yeoja yang benar-benar hebat,” gumamku.

Aku jadi semakin ingin tahu banyak tentang So Eun. Tapi aku harus bertanya pada siapa. Tak mungkin aku bertanya pada So Min dan Hye Sun. Aku tak terlalu akrab dengan mereka.

Aissh, sudahlah. Nanti saja kupikirkan.

END KIM BUM POV

v

Selasa sore selanjutnya……

KIM SO EUN POV

“Yeee… kuliah cost accounting lagi,” aku berteriak kegirangan dalam hati. Berarti aku bisa bertemu dengannya.

Aku memasuki kelas dengan semangat. Tugasku sudah beres dan sedang disalin So Min dan Hye Sun di ruang Penalaran. Jadi aku ke kelas lebih dulu.

Seperti biasa sampai di kelas aku duduk di deretan sebelah kanan nomor dua dari depan dan aku duduk di pojok.

Tiba-tiba tanpa sengaja aku menoleh ke belakang dan ternyata Kim Bum datang. Dan seperti biasanya juga dia segera menempati deretan kursi di belakangku. Tapi aku sedikit kecewa karena dia tak duduk tepat di belakangku seperti biasanya, melainkan duduk di kursi yang biasa ditempati Yong Hwa.

“Huh, kenapa dia tak duduk di tempat seperti biasanya?” gerutuku dalam hati.

END KIM SO EUN POV

v

KIM BUM POV

Saat aku sampai di dalam kelas, aku melihat So Eun sedang menoleh ke arahku. Aissh, yeoja itu selalu saja sudah stand by di tempat biasanya. Dimana lagi kalau bukan di deretan sebelah kanan nomor dua dari depan dan di pojok. Tapi dia hanya sendirian. Tak ada So Min dan Hye Sun.

Akupun segera menuju tempat biasanya. Deretan nomor tiga dari depan alias di belakang So Eun. Tapi aku tak duduk di pojok tepat di belakang So Eun seperti biasanya, melainkan duduk di kursi sebelahnya yang biasa ditempati Yong Hwa.

Sebenarnya alasanku duduk di tempat Yong Hwa adalah agar aku bisa melihat dia sepanjang kuliah.

“Aissh, apa lagi yang kau pikirkan Bum,” lagi-lagi aku memaki diriku sendiri dalam hati.

Ku lihat So Eun hanya terdiam di kursinya.

“Kau punya tissue?” tanyaku tiba-tiba.

So Eun menoleh.

“Tissue? Untuk apa?” tanya So Eun.

“Untuk membersihkan kacamataku,” kataku.

“Mian. Aku tak punya,” jawabnya.

Kulihat sedikit kekecewaan di wajahnya.

Aku hanya tersenyum.

Lalu aku bangkit dan meminta tissue pada temanku yang lain.

Aku bersorak dalam hati. Akhirnya aku bisa berbicara juga dengan dia.

Sebenarnya aku tahu kalau yeoja macam So Eun mana mungkin membawa tissue. Yang ku tahu biasanya yeoja yang selalu membawa tissue kemana-mana adalah yeoja yang suka dandan. Yah, seperti Yoona, yeojachinguku yang tak pernah lupa membawa tissue kemana-mana.

END KIM BUM POV

v

Kuliah dimulai……

Sementara Pak Lee sibuk menerangkan materi dan para mahasiswa memperhatikan dengan seksama, So Eun malah tidur. Seperti biasanya, itu adalah ritual wajibnya.

So Min dan Hye Sun pun lebih senang kalau So Eun tidur daripada dia melek karena mereka tidak ingin jadi korban kejahilan So Eun.

“So Eun selalu saja tidur. Dasar anak itu,” komentar Hye Sun.

“Tapi dia selalu mendapat nilai bagus. Entah apa isi otaknya,” timpal So Min.

Tiba-tiba Min Ho menyahut.

“Tentu saja. dia kan memang jenius.”

Hye Sun menoleh ke belakang.

“Aissh kau ini selalu saja menyahut pembicaraan orang lain.”

Min Ho tertawa.

“Ya Hye Sun. Kenapa kau selalu jutek padaku? Memangnya apa salahku?” tanya Min Ho.

“Salahmu adalah kau selalu mencampuri urusan orang lain dan suka menyahut pembicaraan orang lain,” jawab Hye Sun ketus.

“Sudahlah Min Ho, bilang saja kalau kau menyukai Hye Sun,” sahut So Eun tiba-tiba. Ternyata dia bangun.

“Ya So Eun, apa maksudmu?” tanya Min Ho.

So Eun tersenyum.

“Bukankah kalian berdua saling menyukai? Sudahlah, jujur saja,” kata So Eun yang membuat muka Hye Sun memerah seperti tomat.

“Mwo???” teriak Hye Sun dan Min bersamaan dengan suara keras.

Sontak saja seisi kelas mendengarnya. Pak Lee yang sedang menjelaskan juga berhenti.

“Hye Sun, Min Ho. Ada apa?”tanya Pak Lee. “Apa kalian mau bertanya?”

“Tidak Pak,” jawab mereka bersamaan.

“Oooo…” dan bla bla bla…. Pak Lee  melanjutkan materi.

“Ya Kim So Eun, gara-gara kau kita hampir saja kena semprot Pak Lee. Untung saja Pak Lee dosen yang sabar,” omel Hye Sun. min Ho juga mengomel tak jelas.

“Salah sendiri kalian berselisih terus dan mengganggu tidurku,” kata So Eun seperti tanpa dosa.

Sementara So Min, Yong Hwa dan Kim Bum hanya tertawa.

“Iya kau ini So Eun. Untung saja aku tak punya riwayat penyakit jantung” timpal Min Ho.

“Memang apa hubungannya?” tanya So Min.

“Heehehe…. Nothing,” Min Ho terkekeh.

“Dasar aneh,” kata So Eun, Hye Sun, dan So Min kompak.

KIM BUM POV

Dasar yeoja aneh. Ya, Kim So Eun. Dia benar-benar yeoja teraneh yang pernah ku temui. Tapi itu yang membuatku semakin penasaran padanya.

Aku terus saja memperhatikan yeoja itu. Dengan posisi tempat dudukku begini, aku jadi lebih leluasa untuk memperhatikannya.

Sebenarnya kalau dilihat-lihat dia cantik. Tapi sepertinya dia tak suka dandan. Lalu, cara berpakaiannya. Dia selalu saja memakai rok panjang dan memakai kemeja berlengan panjang atau kalau tidak dia memakai blazer. Lalu, tatanan rambutnya. Rambutnya yang panjang selalu diikat atau kalau tidak dikucir ekor kuda. Aku jadi ingin melihat rambutnya terurai. Pasti dia akan lebih cantik. Aiisssh, apa yang kau pikirkan Bum. Lagi-lagi aku memaki diriku sendiri. Entahlah akhir-akhir ini aku sering memaki diriku sendiri.

“Kau memperhatikan So Eun ya?” tiba-tiba Yong Hwa menyenggol lenganku.

“Mwo?? Ani,” aku mencoba mengelak.

“Ne. I understand,” kata Yong Hwa sambil tertawa. “Sudahlah, jangan mengelak.”

“Kalau kau memperhatikan juga tak ada salahnya. Dia memang pantas diperhatikan,” Min Ho ikut menggodaku. “Dia tak punya namjachingu kok. Jadi kau tenang saja.”

Dia tak punya namjachingu? Benarkah?? Aku bersorak dalam hati. Entahlah aku merasa sangat senang mendengar dia tak punya namjachingu. Sampai-sampai aku tak sadar tersenyum sendiri.

“Kenapa kau tersenyum sendiri?” tanya Yong Hwa.

“Ani,” jawabku singkat, lalu memperhatikan Pak Lee yang terus saja menjelaskan materi.

Aku tak ingin Yong Hwa atau Min Ho bertanya dan menggodaku lebih lanjut. Mereka berdua sama-sama gila. Hmmmm….

Sesekali kulirik yeoja aneh itu. Ternyata dia tertidur lagi.

Kau membuatku semakin ingin tau tentang dirimu KIM SO EUN.

END KIM BUM POV

v

Akhirnya kuliah berakhir. Dengan berat hati So Eun melangkahkan kaki berjalan keluar kelas.

“Kita ke ruang Penalaran dulu ya,” kata So Min.

“Ne,” So Eun dan Hye Sun mengangguk.

So Min dan Hye Sun telah berjalan meninggalkan ruang kelas. Sementara So Eun masih berdiri mematung di depan ruang kelas sambil memandang Kim Bum yang berjalan menuruni tangga di sebelah selatan.

“So Eun…..” teriak So Min dan Hye Sun memanggil So Eun.

So Eun kaget.

“Ayo,” teriak So Min.

“Oh, ne,” jawab So Eun sambil berlari menuju So Min dan Hye Sun.

“Apa yang kau lakukan tadi? Berdiri mematung sambil memandangi tangga?” selidik Hye Sun.

“Eeee… ani…. Tiba-tiba tadi aku teringat sesuatu,” kata So Eun bohong.

“Oooo…” kata Hye Sun yang membuat So Eun lega.

Untung saja Hye Sun tak bertanya lebih lanjut. Biasanya kan dia selalu bertanya sampai akarnya.

Mereka berjalan menuju lift. Sampai di sana pintu lift terbuka. Mereka segera masuk lift.

v

KIM BUM POV

Dalam perjalanan pulang aku tersenyum sendiri mengingat So Eun yang memandangiku menuruni tangga. Ya, aku tahu dia terus memandangiku. Tadi aku sempat berhenti untuk melihat dia. Tapi saat aku menoleh ke belakang ternyata dia telah berjalan menuju lift karena dipanggil Hye Sun dan So Min.

Entah kenapa aku senang sekali. Berarti dia memperhatikanku. Yes, setidaknya aku masih ada harapan. Lagipula dia kan tak punya namjachingu.

Astaga. Aku sampai melupakan Yoona. Aku bahkan tak pernah menghubunginya sebulan ini.

Apa yang terjadi denganku? Kenapa yang ada di pikiranku hanya Kim So Eun?

Ya Tuhan, maafkan hamba-Mu ini.

Aku jadi merasa bersalah pada Yoona.

Tapi apa salahnya kalau aku menyukai Kim So Eun? Atau bahkan mencintainya?

Aku bingung dengan perasaanku sendiri.

END KIM BUM POV

v

Keesokan paginya……

Hari ini So Eun ada kuliah Finance Management jam setengah 4 sore. Tapi jam 10 dia harus ke kampus karena harus mengisi tutorial persiapan UTS.

“Ya So Eun, kenapa jam segini aku sudah rapi? Bukankah hari ini kau kuliah setengah 4 saja?” tanya Ara heran.

“Ne. Aku mau mengisi tutorial untuk adik-adik angkatanku,” jawab So Eun sambil mengikat rambutnya, lalu bergegas menyandang tas dan membawa beberapa buku tebal.

“Ooo….”

“Aku berangkat dulu,” pamit So Eun. “Kau hati-hati sendirian di apartemen.”

“Ne,” kata Ara. “Kau juga hati-hati di jalan,” pesan Ara.

v

Sampai di kampus…..

So Eun bergegas menuju lantai 3 karena dia sudah terlambat 10 menit.

“Huh, semua ini gara-gara macet,” keluh So Eun. Ya memang. Jalan raya depan kampusnya ramai sekali dan macet sampai dia tak bisa menyeberang.

Sampai di deapn lift So Eun segera memencet tombol naik. Tak berselang lama lift terbuka dan So Eun segera masuk. Dia memencet tombol 3. Di dalam lift So Eun mengomel sendirian tak jelas. Untung saja dia sendirian di dalam lift. Seandainya ada orang lain, pasti dia akan dianggap gila.

Sampai di lantai 3 lift terbuka. So Eun bergegas keluar dan terburu-buru menuju ruang 323. Saking terburu-burunya So Eun sampai menabrak seseorang.

Dan ternyata yang dia tabrak adalah…………….

v

KIM BUM POV

Aku sedang enjoy mendengarkan music dari I-phone ku lewat headset yang kupasang di telinga sambil berjalan menuju lift. Tapi belum sampai di depan lift, tiba-tiba ada yang menabrakku.

Dan tenyata orang itu adalah KIM SO EUN.

“Mian…. Mian… aku tak sengaja,” ucapnya tanpa memandangku sambil merunduk memunguti buku-bukunya.

Aku ikut merunduk dan membantu memunguti buku-bukunya.

Aku heran, kenapa yeoja aneh ini membawa buku sebanyak ini? Bukankah dia tak pernah punya buku?

“Ini bukumu,” ucapku sambil berdiri. Dia pun berdiri.

“Gomawo,” ucapnya.

“Mianhe… aku benar-benar tak sengaja,” ucapnya lagi sambil menunduk. Dia masih belum melihat wajahku.

Aku tersenyum sendiri melihat kelakuan yeoja aneh ini.

“Tak apa. Kau kan tak sengaja,” balasku. “Lain kali jangan membawa buku sebanyak itu sendiri.”

“Ne. Ehhhh….” So Eun mendongakkan kepalanya. Wajahnya menyiratkan kekagetan. Mungkin karena dia tak menyangka yang ditabraknya adalah aku.

“Kenapa wajahmu terlihat kaget?” tanyaku sambil tersenyum.

“Aaa.. ani. tak apa-apa,” terlihat dia bingung mau menjawab apa. “Gomawo.”

Setelah mengucapkan itu So Eun berlari meninggalkanku.

Aku memandanginya sambil tersenyum sendiri.

END KIM BUM POV

v

KIM SO EUN POV

Belum sampai di depan ruang 323, aku tak sengaja menabrak seseorang. Mungkin karena saking terburu-buru.

“Mian…. Mian… aku tak sengaja,” ucapku tanpa memandang orang yang ku tabrak sambil merunduk memunguti buku-bukuku.

Ternyata dia ikut merunduk dan membantuku memunguti buku.

“Ini bukumu,” ucapnya sambil berdiri. Aku pun berdiri.

“Gomawo,” ucapku.

“Mianhe… aku benar-benar tak sengaja,” ucapku lagi sambil menunduk. Aku masih belum melihat wajahnya.

“Tak apa. Kau kan tak sengaja,” balasnya. “Lain kali jangan membawa buku sebanyak itu sendiri.”

Aku kaget. Sepertinya suara itu familiar.

“Ne. Ehhhh….” aku mendongakkan kepalaku. Aku benar-benar kaget. Ternyata yang ku tabrak adalah KIM SANG BUM.

“Kenapa wajahmu terlihat kaget?” tanyanya sambil tersenyum.

“Aaa.. ani. tak apa-apa,” Aku bingung mau menjawab apa. “Gomawo.”

Setelah mengucapkan itu aku bergegas berlari meninggalkannya.

END KIM SO EUN POV

v

Kim Bum terus berjalan sambil tersenyum sendiri.

“Yes I’m ready to go though the tunnel of love
Yes I’m ready to be all you dreamin’ of
So I swear to you now and to the stars above
Let’s walk through the tunnel of love”

Lagu Tunnel of Love yang dinyanyikan Westlife terus saja berkumandang di telinga Kim Bum.

TO BE CONTINUED…..

Akhirnya selesai juga part 4….

Mian kalau ceritanya sedikit flat….

Gomawo telah membaca FF ku yang semakin GJ iniJ

Jangan lupa tinggalkan komentar untuk perbaikan di part selanjutnya ^_^

Tags: , , , , , ,

11 responses to “When I See Him part 4”

  1. leeyonghwa says :

    akhirnya ada juga kelanjutannya…

    next part’x jgn lma2 ya thor…

    author fighting…!!!

  2. 박 하 라 says :

    authoooor..lanjut cepet yaa..keren😀

  3. iia says :

    wah bagus” lanjutkan ^_^

  4. phia says :

    .wahh”
    akhrnya terbit juga lanjutannya
    bgus thor . ,
    kalo bisa lebih panjang yaa #reader rakus
    ditunggu lanjutannya . .jangan lama* ne

  5. Putzz ran" moury says :

    Yah. . .ternyata kimbum udah paCaran ma y0ona. .
    Kasian kan s0eun masa d jadiin yg kedua. .hehe. .
    Tpi kayak’a bentar lgi jga mereka putus. .tetep dukung bumsso.

  6. Helda wati says :

    Akhr.a ada part 4.a juga, kirain gk dilanjt.. . keren, byakin aj crita bumsso.a

  7. purna says :

    mna ya crita selnjutnya
    kok gk nemu

  8. Dezztidini says :

    Chingu jngan lama”y klanjtanNy…. ;>
    faigthing… ;>

  9. cekece says :

    ayoooo lanjut author🙂

  10. Kim Ra rA says :

    Yaaaah😦 udah punya yeojachingu ah reader cemberut:/

  11. tyas27 says :

    yah kimbum udh pnya yeojachingu ne u,u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: