Because I’m a Girl

Author: Aiigrace

Main cast: Kim Bum, Kim So Eun

Cast: Seohyun, Yonghwa

OC: Kim Ahjussi

Genre: Romantic, Tragic (?)

Type/Length: Oneshoot

Disclaimer: Kim Bum dan Kim So Eun punya Tuhan. Kalau Author cuma punya cerita. Tapi yakin, BumSso itu soeulmates :p *Disclaimer apa pula ini #AbaikanAuthorSarap

 

Annyeong readers J Kali ini bawa oneshoot lagi, dan kali ini spesial untuk menyambut palentin. Bagi-bagi coklat dong, Readers #plak. OS ini aku buat berdasarkan MV dari salah satu group yeoja di Korea sono, tapi ada perkembangan cerita di sana-sini. Judul OS ini juga aku sesuain dengan judul lagu itu. Ada semut dimakan codot, yuk cekidot!!

 

Because I’m a Girl

 

 

“I just can’t understand the hearts of men

They tell you they want you and then they leave you”

 

Suasana kota Seoul hari ini masih seperti biasa. Tidak ada yang berubah. Jalanan tetap dihiasi ribuan pasang kaki manusia yang berlalu lalang. Namun tak seperti biasanya, raut wajah mereka tampak bahagia. Tidak ada kesedihan yang terpancar. Senyum lebar senantiasa menghiasi wajah mereka. Ada apa ya? Oh, ternyata hari ini tepat tanggal 14 Februari. Hari kasih sayang. Pantas saja mereka begitu bersukacita.

 

SO EUN POV

 

“Ya!! Sso-ah!! Apa kau mendengarku?” Aku tersentak begitu melihat sepasang tangan dikibas-kibaskan ke arah wajahku. Aku mendongak dengan kesal.

 

“Ya!! Seo-ah! Kenapa kau mengagetkanku!! Jantungku bisa copot!” Seruku kepada seorang yeoja bernama Seohyun. Dia adalah teman kerjaku. Kami sama-sama bekerja sebagai kapster di sebuah salon.

 

Seohyun terkekeh. “Miannhe Seo-ah! Habis kau melamun terus sih!” Kata Seohyun sembari merapikan isi tasnya.

 

“Kau mau pulang?” Tanyaku pada Seohyun. “Jam berapa ini? Beraninya kau! Awas ya, akan aku adukan pada bos!” Kataku mengancam. Seohyun malah tertawa. Dia kelihatan gak takut sama sekali.

 

“Silakan! Aku sudah ijin, kok!” Katanya senang, lalu wajahnya menampakkan muka bingung. “Eh tunggu, jadi kau tidak ijin pulang cepat?”

 

Aku mendengus. “Jadi kau mengira aku mengambil ijin? Untuk apa?”

 

Seohyun menatapku tidak percaya. “Ya Sso-ah! Ini kan malam Valentine, kenapa kau tidak pergi bersama namja chingumu?”

 

Aku mendesah. Pertanyaan ini lagi. Apa aku harus menjawabnya?

 

“Sso-ah, kau bisa terlambat bertemu dengan namja chingumu kalau masih mematung di situ. Ayo cepat temui dia!” Kataku berusaha mengalihkan pembicaraan.

 

“Ah benar juga! Aku kan masih harus dandan supaya keliatan cantik di depan Yonghwa Oppa! Oke Sso, aku pergi dulu ya! Annyeong!” Dengan riang Seohyun meninggalkan tempat kerja kami.

 

Aku benci hari ini. Di saat orang lain sedang merayakan hari spesial bersama namja/yeoja chingu mereka, aku malah sibuk dengan kerjaanku. Menyebalkan sekali. Ini semua gara-gara Hyun Joong, bekas namja chinguku. Aku melihatnya bermesraan dengan wanita lain minggu lalu. Dengan cepat aku memutuskan hubungan kami. Ini bukan kali yang pertama aku disakiti oleh seorang namja. Apa salahku? Sungguh, aku sama sekali tidak bisa membaca hati seorang namja. Dia bilang dia sayang padaku, namun akhirnya dia meninggalkanku.

 

“This is the first time, you’re special

I believed those words ad I was so happy”

 

“Annyeonghaseo!” Aku tersentak kaget untuk yang kedua kalinya. Seorang namja dengan senyum yang menawan sedang berdiri di depanku.

 

“Aku mau cuci rambut. Bisakah kau melakukannya untukku?” Tanya namja itu.

 

“Te… tentu.” Kataku gelagapan. “Si .. silakan duduk di sini Sonsaengnim.” Kataku mempersilakan namja itu duduk di kursi keramas itu. #MaafAuthorgaktahunamanya –,–

 

“Ne… Gomawo.” Katanya singkat.

 

Aku mengguyurkan air di rambut namja itu. Sambil melakukannya, aku dapat dengan leluasa mengamati lekuk-lekuk wajahnya. Mata namja itu – biarpun sedang terpejam – aku bisa merasakan kehangatan dari tatapannya. Hidungnya mancung dan bibirnya tipis. Sungguh namja yang sempurna. Ya Tuhan, mengapa ia kemari? Apa dia tidak merayakan Valentine seperti orang-orang lain? Mustahil namja ini tidak punya seorang yeojachingu.

 

“Awwww…” Namja itu berteriak. Aku sangat kaget saat menyadari bahwa busa dari shampoo itu mengenai matanya.

 

“Son… Sonsaengnim miannhe…” Kataku panik. Langsung saja kuguyur air ke matanya, kuambil handuk dan membersihkannya. “Sa…saya tidak sengaja. Mohon maafkan saya…” Kataku sambil menunduk. Kulirik dia masih mengucek matanya.

 

“Gwenchana…” Kata namja itu. Aku membuang napas lega.

 

“Aku benar-benar tidak sengaja.” Kataku dengan perasaan bersalah. “Kau tidak harus membayar untuk yang tadi. Sekali lagi maafkan aku Sonsaengnim…”

 

Namja itu terkekeh. “Jangan begitu. Kau akan rugi. Ini terimalah.” Katanya sambil menyerahkan sejumlah uang. “Oh ya… mataku masih perih. Aku takut akan terjadi apa-apa nantinya. Bisakah kau menyerahkan nomor yang bisa kuhubungi? Kau akan bertanggung jawab kan? Bagimana bila aku buta?” Tanyanya panjang lebar.

 

Aku semakin takut. Walaupun ide buta sepertinya konyol, tapi aku tetap ketakutan. “I… ini…” Aku menyerahkan kartu namaku.

 

“Kim So Eun… nama yang indah. Baiklah, aku akan menghubungimu jika terjadi apa-apa. Annyeong…” Katanya sambil berlalu dan meninggalkan salon.

 

Ya, kenapa hari ini aku sial sekali!! Batinku.

 

Akhirnya sampai juga di rumah. Capek sekali rasanya harus bekerja sampai malam hari ini. Apalagi harus sendirian, tidak ditemani Seohyun. Apalagi harus ada insiden itu. Sejenak aku merebahkan diri di kasur. Untung ada Koonie – kucing kesayanganku – yang menemaniku.

 

Dirrrtt… dirrtt… dirrtt…

 

Siapa sih menelepon malam-malam… Dengan malas aku mengambil handphoneku dan menjawab panggilan telepon itu.

 

“Yoboseyo?”

 

“Nona Kim So Eun… masih ingat aku?” Tanya suara di seberang sana.

 

“Kau… siapa?” Tanyaku. “Cepat katakan, aku sudah mengantuk!”

 

“Kau sudah lupa? Kau sudah lupa pada pelanggan yang sekaligus menjadi korbanmu?” Tanya suara itu. Lamat-lamat aku berpikir dan menyadari. Ya Tuhan, itu sonsaengnim yang tadi! Ada apa dengannya? Memikirkannya saja membuatku terbangun 100 persen.

 

“Sonsaengnim… apa yang terjadi padamu? Apa matamu baik-baik saja?” Tanyaku.

 

“Panggil saja aku Kim Bum oppa.” Katanya. Apa? Oppa?

 

“Ne? Maksud Anda?”

 

“Namaku Kim Bum. Dan kau harus memanggilku Oppa. Supaya kita lebih akrab.” Sahutnya.

 

“Kim… Kim Bum oppa?” Ulangku masih tidak percaya. Aku memang tidak bisa memandang wajahnya. Tapi nampaknya dia serius, dari caranya berbicara.

 

“Ya!! Begitu!!” Dia tertawa. Tawanya sungguh menyegarkan. “Jadi Eunnie, kau tadi sudah tidur?” Tanyanya lagi.

 

“Hampir… Lalu kau membuatku melek lagi.” Kataku jujur. Kudengar dia tertawa.

 

“Kau sungguh lucu Eunnie. Hahaha… Apa kau sedang menunjukkan aegyomu?”

 

“Ya!! Apa aku kelihatan sedang ber-aegyo? Aku sedang marah saat ini!” Ujarku. Entah mengapa setelah itu pembicaraan kami berdua menjadi lepas. Dia bukan seperti pelangganku. Kami malah seperti teman akrab. Padahal kami baru saja kenal. Dan perkenalan itu adalah perkenalan yang memalukan! Aneh sekali.

 

©©©

 

Tidak terasa beberapa waktu telah berlalu. Dan tidak terasa juga, aku semakin dekat dengan Kim Bum Oppa. Dia membuatku merasa nyaman. Aku bahagia bersamanya. Namun, aku semakin takut. Aku takut tidak bisa menahan perasaan ini lebih lama. Ya, aku mencintainya. Aku mencintai Kim Bum Oppa. Tapi, aku tidak tahu apakah dia mencintaiku. Itulah yang sebenarnya kutakutkan.

 

“Eunnie… kau melamun lagi!!” Seru seorang namja. Siapa lagi kalau bukan Kim Bum Oppa.

 

“Mian Oppa…” Jawabku lemas.

 

“Kau tidak enak badan Eunnie? Kau kelihatan tidak bersemangat..” Katanya sambil memegang keningku.

 

“Gwenchana Oppa. Aku hanya sedang berpikir tadi.” Sahutku sambil tersenyum kecil.

 

“Apa yang sedang kau pikirkan? Diriku kah?” Got you!! Pertanyaan Kim Bum Oppa bagai sebuah tembakan yang mengarah langsung ke jantungku.

 

“Aniyooo… Oppa…” Jawabku mengelak sambil memukul-mukul lengannya dengan penuh cinta (?) Saat tanganku menggerayang (?) di lengannya, tiba-tiba dia menangkap tanganku dengan kedua tangan lembutnya. Mata kami bertatapan satu sama lain. Jantungku sesak. Nafasku menjadi tidak teratur. Pelan-pelan dia tersenyum dan berkata, “Eunnie… saranghae… Maukah kau menjadi yeoja chinguku?” Tanyanya lembut. Sangat lembut.

 

Tanpa sadar aku menangis. Jeongmal Oppa? Kau menyatakan cinta dan memintaku menjadi yeoja chingumu? Aku mengangguk. Dia tersenyum lebar dan langsung memelukku.

 

“Gomawo Eunnie… Aku akan membahagiakanmu. Aku tak akan menyakitmu. Aku tak akan membuatmu menangis. Pegang janjiku itu. Saranghae…”  Perlahan dia memegang daguku. Didongakkannya kepalaku, dan dengan punggung tangannya dia menghapus air mataku. Aku tersenyum bahagia saat wajah kami mendekat. Dia mencium bibirku lembut.

 

©©©

 

Sudah 4 bulan aku menjalin hubungan dengan Kim Bum. Ya, selama ini ia sudah menepati janjinya untuk tidak membuatku menangis. Untuk terus membahagiakanku. Gomawo, Kim Bum Oppa. Aku menjalani waktu yang indah dengannya. Aku kerap menemaninya di arena balap, dan sering mengikutinya saat sedang bertugas memotret. Ya, Kim Bum Oppa adalah seorang fotografer, dan sangat hobi bermain balap motor.

 

“Oppa… bolehkah aku masuk ke studiomu?”

 

“Jangan Eunnie. Di situ gelap.” Kata Kim Bum Oppa.

 

“Ya Oppa! Aku ingin melihat foto-foto yang selama ini kau potret. Jangan-jangan banyak foto yeoja, makanya kau tidak memperbolehkanku?” Tanyaku sambil merengut, kesal karena Kim Bum tidak mengijinkan.

 

“Oke. Terserah kau. Tapi jangan salahkan aku kalau kau kenapa-kenapa!” Kata Kim Bum akhirnya, sambil menuntunku ke studio fotonya, tempat di mana dia menggantung foto-foto hasil jepretannya yang belum sempurna.

 

“Tentu saja! Memangnya aku akan kenapa?” Kataku ngotot. “Kajja!”

 

Setelah mengamati sebentar, aku pun bosan. Ternyata memang tidak terlalu menarik. Ya, tahu begitu aku menurut saja perintah Kim Bum Oppa.

 

“Oppa… di mana kau menyembunyikan foto-foto yeoja yang cantik?” Tanyaku menggodanya. Waktu awal perkenalan, dia sering sekali menggodaku sampai wajahku merah padam. Sekarang giliranku untuk menggodanya. Hihihi.

 

“Aku cuma punya fotomu Eunnie..” Katanya. Huh, Oppa masih juga pintar bicara.

 

“Oppa… ayo tunjukkan padaku. Aku penasaran!!” Kataku merajuk sambil menarik-narik tangannya.

 

NORMAL POV

 

Saat So Eun sedang menarik-narik tangan Kim Bum, tak sengaja kakinya menginjak sebuah benda di lantai. Hal itu menyebabkan dia kehilangan keseimbangan dan terpeleset. Tubuhnya terbanting ke belakang. DUKK….

 

“Aaahhh…” So Eun menjerit lalu terduduk. Tangannya meraba-raba wajahnya.

 

“Eunnie!!!!” Kim Bum menjerit. Air matanya menetes saat menyadari kondisi yeoja chingunya. Tangan Kim Bum menyentuh pundak So Eun. “Eunnie… bertahanlah Oppa mohon!” Kim Bum terus menangis.

 

“Oppa… panas Oppa!!” So Eun terus menjerit. “Oppa….”

 

“Aku tahu Eunnie… Miannhe. Be.. bersabarlah sebentar…” Tangan Kim Bum tergetar saat menyentuh muka So Eun yang terkena cairan yang digunakan untuk mengeringkan foto itu. Air matanya tumpah kembali. Kim Bum tahu cairan itu berbahaya, makanya dia tidak memperbolehkan So Eun masuk ke studio. Kim Bum terus menyesali keputusannya mengijinkan So Eun masuk.

 

“Miannhe… miannhe…” Kim Bum terus menyalahkan dirinya.

 

©©©

 

“Dia buta, Kim Bum. Maaf…” Dokter Kim berkata sambil menghembuskan napas. Melihat keponakannya begitu terpukul, dia sebenarnya tidak tega. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.

 

“Ahjussi… tolong lakukan apa saja. Aku mohon!!”

 

Dokter Kim menghembuskan napasnya dengan berat.

 

©©©

 

SO EUN POV

 

“Hey babe

The pain…

It’s not enough to describe how I feel

We were so happy together

But I know now

I’ve been blind

You told me that you’d never let me down

Whenever I needed, you’d always be here

I can forgive, but I can’t forget

Even though you hurt me

I still love you

I still love you”

 

“Sso… ayo kita pulang!” Seohyun menuntunku menuruni ranjang rumah sakit.

 

“Seo-ah, apa kau… Kau tahu Kim Bum di mana? Apa dia menjengukku waktu aku tidak sadar?” Tanyaku bertubi-tubi. “Seo?” Tanyaku saat kurasa dia tidak menjawab. Biarpun aku buta, aku bisa merasakan Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu.

 

“Kajja. Kau harus beristirahat dulu Sso-ah! Jangan memikirkan yang macam-macam…” Seohyun coba menghiburku. Aku memutuskan untuk tidak bertanya apa-apa lagi.

 

Di kamar, aku menangis sejadi-jadinya. Sejak kecelakaan itu Kim Bum Oppa tidak pernah menghubungiku. Dia tidak menemaniku. Kenapa? Kenapa dia meninggalkanku di saat aku sedang mempunyai masalah begitu berat? Aku mengingat janjinya padaku “Aku akan membahagiakanmu. Aku tak akan menyakitmu. Aku tak akan membuatmu menangis.” Mana janjimu Oppa? Kenapa kau mengingkarinya?

 

©©©

 

NORMAL POV

 

“Eunnie… bagaimana bila waktu itu aku benar-benar buta? Apa kau masih akan mencintaiku?”

 

“Oppa! Kau konyol sekali! Tidak mungkin seseorang bisa buta karena matanya terkena shampoo!”

 

“Eunnie… apa kau masih mencintaiku bila aku akhirnya buta?”

 

“Te… tentu!! Apa Oppa juga masih mencintaiku bila aku buta?”

 

“Tentu saja, pabo!”

 

“Oppa jangan bilang aku pabo!!”

 

©©©

 

“You should have told me you didn’t like me anymore

But I couldn’t see that and you just rushed me

Although I will curse you, I still miss you

Since I am a girl, to whom love is everything”

 

SO EUN POV

 

“Sso, makanlah sedikit. Besok kau akan operasi. Kau harus makan supaya kuat.” Seohyun hendak menyuapkan nasi padaku saat aku menangkis tangannya. PRANG!! Terdengar suara piring pecah. Makanan yang sudah disiapkan Seohyun pasti sudah tercecer di mana-mana.

 

“Sso sampai kapan kau begini!! Kau harus melanjutkan hidupmu! Jangan sia-siakan hidupmu untuk namja sialan itu! Dia sama sekali tidak memikirkanmu! Dia tidak mencintaimu! Jangan mengharapkan dirinya lagi!” Seohyun berseru kencang. Aku tersentak. Tidak biasanya dia begini. Dari suaranya, dia kelihatan begitu murka.

 

“Apa kau tidak tahu bagaimana sedihnya kami karena menghawatirkanmu? Hiksss… Apa hanya namja itu yang bisa membuatmu bahagia? Bagaimana dengan kami? Apa kau pernah memikirkan kami yang setia padamu? Yang terus menunggumu untuk bangkit!” Tanyanya dengan tangisan yang tidak bisa dibendung.

 

Aku terhenyak. Aku menggapai-gapai tanganku untuk meraih tubuhnya. Saat kutemukan, langsung kupeluk tubuh Seohyun dan menangis di punggungnya. “Miaaannn… miannnhe Seo… Aku tahu aku salah. Hikss… Kau mau memaafkan aku kan? Aku janji aku akan hidup dengan baik dan melupakan namja itu!” Ucapku diiringi tangisan. Malam itu, kami menangis bersama-sama. Meluapkan emosi yang kami punya. Aku beruntung mempunyai teman sepertimu, Seo.

 

©©©

 

There someone I’m in love with

I can’t be with her now

I’m still in love with her”

 

Hari ini adalah hari Valentine. Hari yang menyebalkan. Ya, tidak terasa sudah setahun. Banyak hal yang kulewati setahun ini. Hal-hal itu membuatku kuat dan terus bertahan.

 

“Sso… seperti biasa. Aku pulang dulu yah!” Kata Seohyun bergegas pulang.

 

“Ya Seo! Kau ini sudah terlalu banyak ijin. Kau akan dipecat tidak lama lagi!” Kataku bergurau.

 

“Aku tidak takut. Mehrong!!” Seohyun menjulurkan lidahnya. Seperti tahun lalu, Seohyun melewatkan Valentinenya dengan Yonghwa. Yonghwa berkata padaku bahwa malam ini dia akan melamar Seohyun. Aku turut senang untuk mereka. Aku bahagia Seohyun mendapatkan seorang namja yang begitu baik. Tidak seperti…

 

Drrtt… drrtt… Handphoneku berbunyi. Satu pesan diterima. Dari bos?

 

So Eun, hari ini salon hanya buka setengah hari. Tutup saja sekarang.

Kau, bersenang-senanglah di Valentine ini.

Jangan kerja terus! Tenang, gajimu tidak akan kupotong!

 

Aku tersenyum. Bos pun begitu baik. Sebenarnya, aku tidak ada janji dengan siapa-siapa hari ini. Apa lagi aku tidak punya keluarga di Seoul. Aku harus kemana? Semua teman dekatku sedang bersama pacar mereka. Satu ide terlintas di otakku. Ini gila, tapi nyatanya, aku sudah sampai ke tempat ini. Arena balap.

 

Di tempat ini, aku sering melihat penampilan Kim Bum Oppa balapan. Saat dia memakai jaketnya, memakai helm-nya, menunggangi lalu memacu motor balapnya. Aku tersenyum pahit saat mengingatnya. Tentu saja sampai sekarang aku masih mencintainya. Cintaku tidak berkurang bahkan setelah perlakuannya padaku.

 

Gukk gukk gukk…

 

Apa itu? Suara anjing? Sejak kapan ada anjing di tengah arena balap? Karena penasaran, kutelusuri arah suara itu.

 

Anjing jenis golden retriever itu sedang bersama dengan tuannya. Anjing memang selalu setia. Anjing berbulu coklat keemasan itu mengibas-ngibaskan ekornya saat melihatku. Aku mengelusnya.

 

“Dia anjing yang setia.” Aku tersentak. Suara itu! Suara itu tidak asing. Tidak… tidak mungkin! Aku membatu. Apakah… apakah itu dia?

 

“Nona? Atau… Tuan? Aku tahu kau sedang mengelus anjingku.” Katanya. “Walau aku buta, aku bisa merasakannya.” Dia tersenyum. Aku menatapnya tak percaya. Senyumnya masih semanis dulu. Ketulusannya masih terpancar sampai saat ini. Air mataku menggenang dengan cepat. Suara tangisku tidak dapat disembunyikan lagi.

 

“Kau… menangis?” Tanyanya. Pelan-pelan kusentuh wajahnya dengan kedua tanganku. Aku menyusuri wajahnya dengan jari-jariku.

 

“Kim… Kim Bum Oppa?” Tanyaku hati-hati. Walau aku yakin memang dia. Tapi kenapa dia jadi seperti ini?

 

“Eunnie….” Tangannya mengenggam tanganku yang masih menyentuh wajahnya. Setitik air mata meluncur menuruni pipinya.

 

“Oppa…. Oppa…. Oppa….” Kataku bagai gema.

 

“Ke… kenapa kau kesini?” Tanya Kim Bum Oppa hati-hati.

 

Aku memeluknya cepat dan erat. “Oppa… Bogoshipo… Oppa…” Dia mengelus rambutku dengan lembut. Seolah ingin mengucapkan “Aku juga rindu padamu.” Tidak berapa lama aku melepaskan pelukannya.

 

“Apa itu kau? Donor mataku…. Apa itu kau?”

 

“Eunnie… Miannhe… Aku tidak tahu lagi harus bagaimana menjagamu. Karena itu aku…”

 

“Oppa… Kenapa Oppa pabo sekali!? Kenapa Oppa mempertaruhkan masa depan Oppa untukku?”

 

“Kau… kau masih ingat janjiku padamu? Bahwa aku akan selalu menjagamu? Aku menepati janjiku itu Eunnie. Tapi, aku tidak menepati janjiku yang satunya. Aku malah membuatmu menangis.”

 

Aku masih menangis. Kali ini menangis bahagia. “Kali ini Oppa yang pabo! Oppa… apa kau ingat apa yang pernah kita bicarakan? Bahwa aku akan mencintai Oppa, bahkan bila Oppa buta? Aku membuktikannya sekarang.”

 

“Apa maksudmu?” Tanya Kim Bum Oppa tidak mengerti.

 

Aku tersenyum dan memegang pipinya. Mengarahkan bibirku ke bibirnya.

 

“Saranghae Oppa…” Kataku setelah melepaskan ciumanku. “Jangan pergi lagi… Aku mohon!”

 

Kim Bum Oppa tersenyum. Aku tahu kami tidak akan terpisahkan lagi. Tidak untuk alasan apapun.

 

©©©

 

NORMAL POV

 

“Apa kau yakin akan melakukannya? Kau sudah tahu konsekuensinya kan?”

 

“Tentu saja, Ahjussi. Aku siap.”

 

“Mengapa kau melakukannya, Sang Bum? Mengapa kau rela mendonorkan matamu?”

 

“Aku sudah berjanji padanya. Dan karena aku begitu mencintainya, aku harus menepati janjiku itu.”

 

©©©

 

Yap selesaii juga. #kibas2tangangegarapegel. Tadinya mau ngikutin tuh MV, dibikin sad-ending atau kalau engga ngegantung. Tapi gak bisa. Author gak tega sama Bumppa #plak. Kalau chingu udah lihat MV-nya dari dulu-dulu sebelum baca OS ini, pasti kurang greget yah. Untuk yang belum, author saranin nonton MV-nya deh. Keren banget! Author aja sampe berkaca-kaca #curhat. Oke, rate dan comments ditunggu yah, Readers J Gomawo…

 

Seperti biasa, sedikit promosi… kekekeke~~

Facebook author: http://facebook.com/amigrace17

Twitter: http://twitter.com/aiigrace

 

Tags: , , ,

19 responses to “Because I’m a Girl”

  1. Dear dHiyah says :

    q dach nnton sich MV y ,, g tw knpa tp prsaan q g ksentuh nnton tuch mv -_-”
    bysa y q ska bgt yg mellow” tp x ni g .
    so , q dpet sad or tragic y dsini .
    hehehehe

  2. Rara KpopKdrama :D says :

    Waaaaaaaa~
    aku sampe menitikkan air mata baca ni ff
    GOOD JOB !!
    keren pokok nya…

  3. heesonia says :

    Udah nonton MV nya author, sedih banget, buat FF nya keren juga . . . Untung akhirnya gak kayak di MV, itu mah buat mewek😀

  4. anisachair says :

    Terharu banget bacanya;(

  5. 박 하 라 says :

    huaaa😦 sedih..
    keren thor hheheeh😀

  6. ayu lestari says :

    aaa bca’a smpe mw nangis abz so sweet bgt !!
    Kereeen

  7. Ati selalu sayang bumsso says :

    Sedih mbum hrs bta.tp happy coz sso ttp cnta ma mbum.n bumsso pun bersatu
    i’m verry happy
    i love bumsso forever
    author fighting!! Bkin lgi os bumsso

  8. larasrahma says :

    seruuuuuuu
    tapi sedih beom oppa harus buta😥
    seneng karena happy ending

    author kok itu sonsaengnim? bukan nya sonsaengnim itu guru ya?:/
    ah pokoknya keren deh OS nya
    bikin Oneshoot BeomSso lagi ya author yg happy end tapi ya!😀

  9. Helda wati says :

    Keren. . tpi bawaan.a sedih,, good job author. . .

  10. Putzz ran" moury says :

    Aaa . . Sho sweet aq benar” terharu sama pengorbAnan’a kimbum, ,i like it . .

  11. Sary aj0w says :

    Mengharu ij0 bacanya..tp wkt bum gak n0ng0l wkt s0eun buta sie aQ dah bisa nebak critanya..
    Gahahaha gak papa tp 0ke k0k..

  12. Dezztidini says :

    Bgus sich chingu crtanya…tpi kcepetan alurny..hehe
    tp overall ffny bgus kok… ;>
    truzZ berkreasi y…
    Q tUnggu ff”bumsso mu yg lain… Faigthing :->

  13. VayTeuKey says :

    emang gak bikin ampe nangis FF nya, tapi jujur terharu banget sama ceritanya. T_T

  14. fafajung says :

    wah tragis ya,kasian kim bum.buat ff bumsso lagi ya

  15. dhia says :

    lho…lho… kok gitu???
    so eun donorin matanya balik ke kim bum?
    yaaahh… mendingan satu per orang kan?
    ckckckckck……
    hwaiting ya, good story ^^

  16. anizza says :

    Keren gk kalah ma mv ny .fighting….author…

  17. tyas27 says :

    huhu^^- trharuu

  18. Kimzy1013 (Hazmi Member) says :

    Ahh, dan ini pengorbanan yg so sweet banget T_T

  19. mia says :

    setia bgt faithfull pure love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: