THERE’S LOVE IN MY EYES part 7

Author : HyeRi

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Kim Gab Soo, Lee Mi Sook, Park Shin Hye, Park JiYeon, Yoo SeungHo, Jang Geun Seok, Moon Geun Young, Im Yoona, Kim KiBum

Genre: Romantic/Family/Friendship

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

Part 7

“yoona, tumben hari sabtu ini kau tak pergi keluar” ucap so eun.

“tidak, aku sedang membuat gaun untuk han byul noona” ujar yoona sambil menjahit.

“kau benar-benar ikhlas untuk membuat gaun pengantin mereka?” tanya so eun.

“ikhlas atau tidak ikhlas ini adalah pekerjaanku, aku harus menerimanya” jawab yoona.

“kau yakin?”

“yakin, sudah sana. Sebaiknya, kau pergi kencan dengan kim bum saja” goda yoona.

“hah? Kencan? Kami inikan hanya teman, kau ini asal bicara saja” omel so eun.

“hehe… habis kalian selalu pergi berduaan terus layaknya sepasang kekasih” kata yoona.

“sembarangan saja, kau dan kibum juga berduaan terus” ejek so eun.

“yya, jangan bawa nama laki-laki itu, kupingku panas jika, mendengarnya” omel yoona. so eun hanya tertawa sambil menonton tv.

Hari sabtu kim bum dan kibum biasanya santai-santai dirumah. Sementara kim bum sibuk mengurusi beberapa dokumen pekerjaan, kibum membaca koran.

“yya, kim bum. Geun seok sudah kembali kekorea ternyata” teriak kibum heboh.

“aku tahu. Kemarin, aku bertemu dengannya dimakam shin hye” ucap kim bum.

“kau sudah bertemu dengannya? Lalu, bagaimana reaksinya saat bertemu denganmu?” tanya kibum penasaran.

“dia menghindariku dan langsung pulang” jelas kim bum.

“dasar pria pengecut” gumam kibum.

“bukankah, sekarang dia sudah mempunyai tunangan ya?” tanya kim bum sambil berfikir.

“ya, moon geun young. Itu nama tunangannya. Kalau dia sudah mempunyai tunangan itu artinya, dia sudah melupakan shin hye” jawab kibum.

“mungkin saja” ucap kim bum.

“kau juga jangan mau kalah dengan geun seok. Kau juga cari pacar sana, jangan berkutat dengan dokumen pekerjaan terus” usul kibum.

“memangnya ini pertandingan ada yang kalah atau menang. Itu urusannya sudah punya pacar atau tidak. Kenapa kau jadi menyuruhku untuk mencari pacar?” omel kim bum.

“aiisshh… kau ini diberitahu. Lebih baik kau cari pacar daripada kau dijodohkan oleh ibumu” ucap kibum.

“sekarang kau ajak so eun saja keluar jalan-jalan” usul kibum.

“memang aku mau mengajaknya. Pekerjaanku juga sudah selesai” ucap kim bum beranjak pergi.

“aku ikut, bum”

Ting tong…

Kim bum memencet bel apartemen so eun. So eunpun membukakan pintu.

“ada apa kalian kemari?” tanya so eun.

“aku ingin mengajakmu keluar sebentar. Apa kau sedang sibuk?” ajak kim bum.

“tidak. Hari ini aku tidak sibuk, justru aku sedang tidak ada kegiatan. Kerjaanku hanya menonton tv saja, yoona malah sibuk mendesign baju untuk pernikahan siwon sunbae” ungkap so eun.

“yasudah, kalau begitu kita pergi sekarang” ucap kim bum.

“kalau begitu aku akan bilang yoona dulu” ucap so eun.

“ahh, tidak usah. Aku saja yang nanti bilang kepadanya, kebetulan aku juga mau bicara dengan yoona” ucap kibum mencegah so eun masuk.

“yasudah, jangan lupa sampaikan kepadanya untuk makan siang. Dia belum makan soalnya” pesan so eun.

“oke..”

Setelah, so eun dan kim bum pergi kibum masuk kedalam apartemen untuk menemui yoona.

“so eun, siapa yang datang?” tanya yoona dari ruang tengah. Kibum hanya diam sambil melihat yoona menjahit dari belakang yoona.

“yya, so eun kenapa kau diam? Siapa yang datang?” tanya yoona masih fokus dengan jahitannya. “ahh, pasti dia sedang memakai headshet” gumam yoona. Kibum hanya senyum-senyum dibelakang yoona.

“kenapa dia tak menyadari ada orang dibelakangnya?” ucap kibum dalam hati.

“sunbae, aku juga ingin memakai gaun pengantin” teriak yoona sambil bersedih.

“nasibmu memang tidak baik” ucap kibum. Yoona terkejut karena mendengar suara kibum, ia menengok kearah kanan dan kirinya tapi tak ada orang, ia pun menoleh kebelakang dan terkejut karena kibum ada dibelakangnya.

“kenapa kau masuk kedalam apartemen orang sembarangan?” tanya yoona.

“aku sudah lama berdiri dibelakangmu, kau nya saja yang tak peka” jawab kibum.

“Kemana so eun?” tanya yoona.

“dia pergi dengan kim bum. So eun menyuruhku untuk memberitahumu” jelas kibum.

“yasudah, urusanmu sudah selesaikan? Kau bisa pergi sekarang” ucap yoona.

“kau mengusirku?” tanya kibum.

“tidak…” jawab yoona datar.

“kenapa kau menyuruhku pergi?” tanya kibum.

“urusanmu disini kan hanya ingin memberitahu kepadau kalau so eun keluar. Sekarang, aku sudah tahu berarti urusanmu disini sudah selesai” jawab yoona.

“aissh, kau ini… aku kesini juga ingin melihatmu” ujar kibum.

“m..melihatku?” tanya yoona.

“i..iya. Maksudku, melihat gaun buatanmu” jawab kibum salting.

“oh… masih tahap awal. 2 minggu lagi sebelum hari pernikahan mereka juga sudah selesai” ucap yoona merenung.

“sebaiknya kau segera selesaikan gaun pengantin itu. Aku akan kembali kalau begitu” ucap kibum.

“yah, baiklah..” ucap yoona.

*****

“tempat apa ini?” tanya so eun.

“ini studio kakekku biasanya menaruh hasil tembikar bikinannya” jawab kim bum.

“kakekmu seorang pengrajin tembikar?” tanya so eun melihat tembikar yang sudah jadi.

“ya”

“kau juga bisa membuat tembikar?”

“bisa.. tapi, tak begitu bagus seperti kakekku”

“hebat sekali” ucap so eun takjub dengan hasil kerajinan tangan yang dibuat oleh kakeknya kim bum.

“lain kali kau ajari aku juga membuatnya. Aku selalu penasaran dengan cara orang membuat kerajinan seperti ini” ucap so eun.

“kapan-kapan aku akan mengajarimu” ucap kim bum. So eun tersenyum senang dan melihat-lihat lagi.

“sejak kapan kau mulai membuat tembikar?” tanya so eun.

“sejak umur 16 tahun” jawab kim bum sambil mengingat-ingat.

“wah, sudah lama sekali. Itu berarti kau sudah jago membuatnya” puji so eun.

“ehm.. tidak juga, kadang tembikar bikinanku tidak sebagus bikinan kakekku” ucap kim bum.

“tapi kuperhatikan daritadi disini semuanya bagus” ucap so eun.

Kim bum tersenyum sambil melihat tembikar bikinannya.

“kenapa kau tak menjadi pengrajin tembikar saja?” tanya so eun.

“membuat tembikar hanyalah sebagai hobi. Jika, aku tak ada kerjaan biasanya aku kemari untuk membuat tembikar” jawab kim bum.

“siapa saja yang pernah kau ajak kemari?” tanya so eun.

“kibum dan kau” jawab kim bum datar. Sebenarnya, geun seok juga pernah datang tapi, kim bum sengaja tak menyebut namanya.

“pacarmu tak pernah?” tanya so eun hati-hati.

“tidak ada waktu. Kami sama-sama sibuk saat kuliah jadi, aku tak sempat mengajaknya kemari. Hanya baru kau saja wanita yang pernah kesini” jawab kim bum sambil tersenyum.

“ohh… begitu ya” so eun menjadi malu dan salting.

“kita sudah terlalu lama berada disini. Apa sebaiknya kita pulang saja?” tanya so eun tak berani menatap kim bum.

“kau mau pulang sekarang? nanti saja, masih lama” jawab kim bum sambil melihat arlojinya.

“i…iya, tapi kasihan yoona” ucap so eun.

“Tenang saja, yoona akan baik-baik saja jika, ada kibum bersamanya” ujar kim bum.

“ohh, begitu ya” gumam so eun.

“kenapa kau buru-buru sekali ingin pulang? kau tak senang ada disini?” tanya kim bum.

“aku senang ada disini” jawab so eun.

Suasana menjadi hening, kim bum tidak bicara dan hanya memerhatikan gerak-gerik so eun yang daritadi melihat-lihat tembikarnya. Sementara itu, so eun malah menjadi gugup dan deg-deg’an saat merasa bahwa mata kim bum daritadi terus memerhatikannya.

“itu karya pertamaku” ucap kim bum begitu melihat so eun menyetuh hasil tembikarnya.

“ehm.. yang pertama saja bagus. Memang dari dasarnya kau sudah berbakat” ucap so eun.

“kau memujiku terlalu tinggi, aku tak sehebat itu” ucap kim bum.

“kau terlalu rendah hati” gumam so eun.

Jantung so eun makin berdetak tak karuan begitu kim bum semakin mendekat kepadanya. So eun tak berani berbalik menghadap kim bum saking gugupnya, ia terus saja memandangi tembikar-tembikar yang lain.

“kau tak bosan memandangi itu terus?”  tanya kim bum sambil memainkan rambut so eun.

“t..tidak” jawab so eun.

Kim bum pun memutar tubuh so eun agar berbalik dan menghadapnya.

“lebih enak begini.. tidak baik bicara dengan seseorang sambil membelakanginya” ucap kim bum.

“i..iya, maaf” ucap so eun.

“kenapa meminta maaf.. dasar bodoh” ucap kim bum mengelus rambut so eun.

Wajah so eun langsung merona begitu kim bum mengelus rambutnya. Kim bum tersenyum geli melihat wajah so eun yang memerah.

“apakah tid….” belum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba kim bum menarik dagu so eun dan menciumnya tepat dibibirnya.

“sepertinya aku terlalu buru-buru” gumam kim bum setelah melepas ciumannya.

So eun masih shock setelah habis dicium kim bum tiba-tiba. Ia benar-benar merasa akan meledak saking tak bisa menahan jantungnya yang terus berdetak kencang jika, berdekatan dengan kim bum terus menerus.

“sudah siap pulang?” tanya kim bum. So eun mengangguk dengan gugup, ia buru-buru keluar dan masuk kedalam mobil. Kim bum tersenyum tipis dan segera menyusul so eun.

**************

“heh…. aku harus mencari gadis itu lagi” gumam geun seok mengingat so eun.

“aku yakin kalau mata itu adalah mata shin hye” ucap geun seok percaya diri.

“oppa, kau bicara dengan siapa?” tanya geun young.

“tidak, aku hanya bicara sendirian saja” jawab geun seok.

“bagaimana dengan rekamanmu?” tanya geun young.

“lancar-lancar saja, kemana kau pergi? Aku mencari-carimu” ucap geun seok.

“aku jalan-jalan ditaman. Disana, aku bertemu dengan seungho, ternyata dia sedang berkencan” ungkap geun young.

“benarkah? Hebat juga dia” puji geun seok.

“oppa, kita tak berkencan juga?” tanya geun young.

“tidak, aku sibuk” jawab geun seok ketus. Geun young langsung cemberut.

****

Malam Harinya

“hah?? Kau serius? Dia menciummu?” teriak yoona.

“sstttt…. jangan keras-keras. Orangnya kan tinggal disebelah kita” omel so eun sampai membekap mulut yoona.

“oiya, aku lupa. Kau tak mengkhayal so eun?” tanya yoona.

“tentu saja tidak” jawab so eun.

“wah, ada kemajuan pesat” ujar yoona.

“apa maksudmu kemajuan pesat?” tanya so eun.

“menurutku, si kim bum itu menyukaimu” jawab yoona.

“kau bercanda. Mana mungkin” gumam so eun.

“mungkin saja, kalau ia tak suka kepadamu kenapa dia bisa sampai menciummu?”

“eng….aku tak tahu”

“berarti benar dugaanku kalau dia memang menyukaimu”

“ahh, sudahlah aku mau tidur saja” so eun lari kekamarnya dan tidur.

“dasar kau so eun” cibir yoona terkekeh-kekeh.

*****

Esok harinya

“yya, apa kau tak tidur semalaman ini?” tanya kibum saat hari senin.

“tidur. Walaupun, hanya 3 jam” jawab yoona sambil menguap.

“3 jam? Kau ini kurang tidur, lihat itu lingkaran dibawah matamu” ucap kibum.

“aku tahu tapi, mau bagaimana lagi aku harus segera menyelesaikan gaun itu” ujar yoona.

“heh… seharusnya, kau tak usah menerima tawarannya. Lihat sekarang, kau jadi bergadang karena membuatnya kan” omel kibum.

“ahhh, aku tahu resikonya. Kenapa kau peduli begitu sih, ini kan pekerjaanku” omel yoona. kibum hanya terdiam sambil menunjukkan ekspresi kesal.

“yasudah, ayo pergi” ucap kibum menarik yoona masuk kedalam mobilnya.

“hay, so eun” sapa kim bum.

“h..hay..” sapa so eun gugup.

“kau mau pergi kekantor?” tanya kim bum

“ya” jawab so eun.

“kalau begitu aku akan mengantarmu” ucap kim bum.

“ehh, tak usah. Aku tak mau merepotkanmu, kau selalu saja mengantarku aku merasa tak enak” ucap so eun.

“tidak apa-apa. Inikan memang keinginanku sendiri yang mau mengantarmu” ucap kim bum.

“ta…tapi”

“sudah, ayo masuk” ucap kim bum menarik so eun masuk duduk didalam mobilnya.

Saat dalam perjalanan so eun hanya diam sementara kim bum fokus untuk menyetir.

“kau diam sekali hari ini” ucap kim bum menghilangkan kesunyian.

“o..oya? bukankah aku memang selalu seperti ini” tanya so eun.

“tidak juga” jawab kim bum. So eun hanya tersenyum simpul.

“eng… terima kasih sudah mengantarku” ucap so eun tiba didepan kantor. Kim bum tersenyum dan menjalankan mobilnya.

“fiuh… untung saja ia tak mengungkit-ungkit kejadian hari sabtu itu” ucap so eun lega.

************

“yeobo…” panggil misook.

“ada apa?” tanya gab soo.

“kau tak lupakan, minggu depan adalah peringatan kematian anak kita” ucap misook

“tidak, aku tak lupa. Aku sudah mengatur untuk upacara peringatan kematiannya”

“2 tahun lamanya, dia meninggalkan kita kalau dia masih hidup pasti sekarang sudah menjadi penulis lagu terkenal” gumam misook.

“sudahlah, misook. Jangan membuat dirimu sedih lagi hanya karena teringat shin hye. Arwahnya tak tenang jika kau masih mengingatnya” ujar gab soo.

“aku tak bisa”

“kau harus bisa” ucap gab soo.

“seharusnya, pria itu yang mati bukan anak kita” gumam misook.

“maksudmu geun seok? Sudahlah, misook dia juga merasa bersalah karena menyebabkan shin hye meninggal. Bukankah dia sudah meminta maaf?” ucap gab soo.

“sampai seumur hidupku, aku tak akan pernah mau memaafkan pria yang membuatku kehilangan shin hye” ucap misook menahan amarahnya. Gab soo hanya terdiam meninggalkan misook dan segera berangkat kekantor.

*****

“oppa, kau tak lupa kan kalau hari ini kau ada manggung dicafe?” tanya geun young.

“tidak, aku tak lupa” jawab geun seok.

“kalau begitu lebih baik sekarang kau bersiap-siap. Aku akan menyiapkan bajumu” ujar  geun young. Geun seok mengangguk, ia teringat akan so eun.

“aku harus segera menemukannya” gumam geun seok.

Saat, jam makan siang kim bum mengajak so eun untuk pergi kesebuah cafe. Awalnya, so eun menolak tapi kim bum memaksanya sampai so eun akhirnya menurut ikut. Saat geun seok sedang menyanyi, dari atas panggung ia melihat kedatangan kim bum dengan seorang wanita yang ia tak bisa lihat wajahnya. Ekspresinya, langsung berubah begitu melihat kearah kim bum.

“sepertinya, aku membawamu ketempat yang salah” gumam kim bum.

“salah? Kenapa? Cafenya bagus kok” tanya so eun sambil menatap lurus kedepan.

“ya, aku tahu hanya saja ada sebuah masalah kecil” jawab kim bum. So eun tak mengerti maksud kim bum dan segera memesan makanan.

“suara pria yang sedang menyanyi itu bagus ya” puji so eun.

“kau menyukainya?” tanya kim bum.

“aku suka suaranya tapi, aku tak bisa melihat dengan jelas wajah penyanyi itu” jawab so eun sambil menyipitkan matanya.

Selesai makan, kim bum menyuruh so eun masuk kedalam mobil duluan. So eun mengangguk dan segera pergi sementara, kim bum pergi ketoilet.

Saat sedang ingin pergi ketoilet, kim bum berpapasan dengan geun seok.

“jadi, kau sudah menemukan pengganti shin hye? Aku kira kau tak bisa melupakannya” ucap geun seok.

“itu bukan urusanmu. Kau juga sudah menemukan pengganti shin hye bukan? Tunanganmu itu?” tantang kim bum.

“itu bukan urusanmu. Aku kira kau akan susah mendapatkan seorang pengganti shin hye. Siapa sangka ternyata kau dengan mudahnya mendapatkan seorang wanita. Pantas saja waktu itu shin hye dengan gampang berpaling kepadaku”

Kim bum yang mendengarnya emosi dan segera mendorong geun seok sampai ketembok.

“jangan pernah mengungkit-ungkit itu lagi. Kau lupa karena perbuatanmu shin hye meninggal?” tanya kim bum geram.

“itu hanya kecelakaan” ucap geun seok mendorong kim bum. Mereka jadi dorong-dorongan sampai akhirnya saling memukul.

“kenapa kim bum lama sekali?” ucap so eun yang sudah duduk didalam mobil.

“sebaiknya, aku masuk lagi kedalam” ujar so eun keluar. Saat so eun berjalan kearah toilet, ia terkejut melihat kim bum sedang berkelahi dengan seorang pria.

“yya, kim bum. Apa yang kau lakukan?” tanya so eun menengahi kim bum dan geun seok.

“so eun, minggirlah. Urusanku dengan pria ini belum selesai” ucap kim bum.

“pria? Pria apa?” so eun menoleh kebelakang dan terkejut melihat geun seok. Geun seokpun ikut terkejut juga.

“ahhh, kau kan yang waktu itu” teriak so eun. Geun seok terdiam sambil menatap mata so eun.

“aku tahu ini kau” ucap geun seok menatap so eun. So eun yang terkejut langsung bersembunyi dibelakang kim bum.

“Ini laki-laki yang psycho itu” bisik so eun.

“jangan bicara sembarangan, geun seok. Dia bukan shin hye hanya saja dia….” kim bum tak bisa menyelesaikan kalimatnya.

“aku tahu dia bukan shin hye, aku yakin kau juga menyadari ada sesuatu diantara gadis ini dengan shin hye. Bukan begitu?” tanya geun seok.

“apa yang mereka bicarakan?” gumam so eun tak mengerti. Kim  bum yang menyadari kalau so eun pasti mendengarnya langsung mengajak so eun keluar.

“urusanku denganmu belum selesai” ucap kim bum kepada geun seok sambil menarik so eun keluar.

“apa yang terjadi sebenarnya?” tanya so eun.

“apa kau yakin dia laki-laki yang kau tabrak ditoilet waktu itu?” tanya kim bum.

“ya…yakin. Aku masih ingat wajahnya itu” jawab so eun.

“so eun, bilang kepadaku kalau kau bertemu dengannya lagi” ucap kim bum.

“memangnya kenapa? Kau mengenalnya? Dan, kenapa kau sampai berkelahi dengannya?” tanya so eun melihat pipi kim bum yang lebam.

“cerita nya panjang. Aku tak bisa menceritakannya sekarang” ujar kim bum

“yasudah, aku tak akan mengungkitnya lagi. Sebaiknya, kita segera mengobati lukamu ini” ucap so eun. Kim bum mengangguk dan segera menjalankan mobilnya.

“aku benar-benar yakin itu mata shin hye. Kenapa perempuan itu harus bersama kim bum” omel geun seok.

“oppa, ada apa dengan wajahmu?” tanya geun young.

“aku terjatuh” bohong geun seok.

“kau yakin? Ini seperti dipukul, apa kau habis berkelahi?” tanya geun young.

“aku bilang ini terjatuh!!” bentak geun seok. Geun young mengangguk mengerti dan segera mengambil kotak P3K untuk mengobati pipi geun seok.

****

Didalam apartemen so eun…..

“aauuwww….” teriak kim bum ketika so eun menaruh es batu dipipi kim bum.

“berhenti berteriak. Pipimu harus dikompres agar tidak bengkak. Inikan salahmu sendiri harus berkelahi dengan pria itu” ucap so eun.

“aku tidak akan memukulnya jika, dia tidak memulainya duluan” ucap kim bum.

“dalam hal ini tidak ada yang salah atau siapa yang benar. Semuanya salah” ucap so eun sambil mengkompres es batu dipipi kim bum. Kim bum terus mengaduh kesakitan.

“so eun…” panggil kim bum.

“ada apa?” tanya so eun.

“ingat kata-kataku. Jika, pria itu menemuimu lagi kau harus bilang kepadaku atau sebisa mungkin kau harus menghindarinya. Kau ingat itu” ucap kim bum.

“apa kau tak mau memberitahuku kenapa kau memintaku untuk menghindarinya?” tanya so eun penasaran.

“laki-laki itu… dia yang membuatku kekasihku meninggal 2 tahun yang lalu” jawab kim bum.

“sekarang aku mengerti mengapa kau terlihat tak akur dengannya. Pasti sulit memaafkan seseorang yang sudah membuat orang yang disayangi meninggal” ucap so eun.

“terima kasih karena sudah mengerti” ucap kim bum.

“ya, sama-sama. Pipimu sudah tidak begitu lebam lagi nanti kau kompres sendiri diapartemenmu” ucap so eun mengantar kim bum sampai kedepan pintu.

“jangan lupa dikompres” ucap so eun.

Kim bum mendekatkan wajahnya kepada so eun sambil tersenyum.

“lagi…dia akan menciumku” ucap so eun dalam hati.

So eun memejamkan matanya rapat-rapat saat wajah kim bum semakin dekat kepadanya. Begitu mau mencium bibir so eun tiba-tiba kim bum tersenyum dan malah mencium pipi so eun.

“sepertinya untuk saat ini jangan dulu” ucap kim bum pelan.

“aku akan mengompresnya, sampai jumpa” kim bum segera masuk kedalam apartemennya.

“perasaan apa ini?” ucap so eun sambil merasakan detak jantungnya yang semakin berdetak.

*****************

1 minggu kemudian…

Semua kerabat dan teman-teman shin hye datang kemakam shin hye. Acaranya berlanjut dirumah shin hye dengan diadakannya doa bersama untuk mengenang shin hye. Misook tak berhenti menangis, jiyeon hanya bisa menenangkan ibunya yang sedang menangis.

Setelah, acara selesai kim bum dan kibum menyempatkan diri untuk mengobrol bersama gab soo. Sementara itu, misook berjalan kearah foto shin hye yang ia letakkan dibangku taman. Misook terkejut saat melihat geun seok duduk ditaman sedang memegang foto shin hye.

“dasar pembunuh, untuk apa kau datang kesini? Pergi sana, jangan pernah datang kesini” teriak misook.

“misook ada apa ini?” tanya gab soo yang menyusul misook diikuti kibum, kim bum dan jiyeon.

“usir pria ini. Aku tak mau melihat wajahnya” omel misook.

“bibi tolonglah, aku ingin mendoakan shin hye juga” ucap geun seok memohon.

“KELUAR…..” teriak misook kesal sampai akhirnya, ia jatuh pingsan.

“eomma….” teriak jiyeon. Jiyeon dan kibum segera membawa misook kekamarnya.

“geun seok, lebih baik kau keluar sekarang” ucap kim bum.

“tidak..” ucap geun seok.

“paman, kumohon bolehkan aku masuk dan mendoakan shin hye?” tanya gab soo.

“baiklah, tapi sebentar saja” ucap gab soo. Kim bum menatap tak percaya kepada ucapan gab soo. Geun seok masuk dan berdoa didepan foto shin hye sambil berurai air mata.

“kau sudah selesai? Sekarang kau bisa pulang” ucap gab soo.

“baik, paman. Aku akan keluar, terima kasih sudah mengijinkanku masuk” ucap geun seok. Kim bum mengikuti geun seok keluar.

“apa lagi yang kau mau?” tanya geun seok.

“kau masih berani datang kemari?”

“aku disini untuk mengenang shin hye bukan untuk bertengkar denganmu” ucap geun seok.

“ah, aku hampir lupa. Tentang perempuan yang bersamamu dicafe itu. Apa benar perempuan itu yang menerima donor mata dari shin hye?” tanya geun seok.

“tidak, aku tak tahu dan aku tak memikirkannya” jawab kim bum.

“kau tak tahu? aku rasa kau pasti tahu makanya, kau mendekati perempuan itu karena dia bisa mengingatkanmu akan shin hye” gumam geun seok.

“jangan bicara sembarangan. Kau tak mengerti tentangku jadi, jangan bicara mengada-ada” omel kim bum.

“bicaraku tak mengada-ada. Jika, perempuan itu tahu kalau kau hanya mendekatinya karena dia terlihat seperti shin hye. Mungkin, dia akan marah dan benci denganmu” ucap geun seok.

“aku tak akan membiarkannya tahu” geram kim bum.

“kita lihat saja nanti” ucap geun seok tersenyum licik sambil pergi. Kim bum langsung mengepalkan tangannya sekuat-kuatnya.

“apa yang dia katakan?” tanya kibum.

“tidak ada…. ayo, kita pulang” jawab kim bum.

************

“yoona, apa kau belum menyelesaikan gaun ini?” tanya so eun.

“belum, sebentar  lagi. Besok mereka akan fitting baju dibutikku” jawab yoona.

“kau benar-benar kuat ya, yoona kalau aku jadi dirimu mungkin aku sudah menangis sekencang-kencannya” ujar so eun.

“yah, aku harus kuat. Aku tak mau terlihat lemah didepan mereka” gumam yoona.

“kalau begitu aku akan pergi tidur duluan” ucap so eun menguap.

“ya, selamat malam” ucap yoona.

Esok harinya…

“yoona bangun, sudah jam 8” ucap so eun membangunkan yoona. Tapi, yoona tak kunjung bangun juga.

“aiisshhh, yoona…” teriak so eun. Yoona malah berbalik dari tidurnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.

“aisshh, yasudalah aku buang sampah dulu. Kau akan telat bekerja karena tak mau kubangunkan” ucap so eun.

“so eun, kemana yoona?” tanya kibum.

“dia belum bangun… susah membangunkannya, daritadi kuteriaki tak mau bangun juga” jawab so eun kesal.

“apa dia bergadang lagi?” tanya kibum.

“sepertinya, begitu. Ahh, aku tahu agar ia mau bangun. Kau banguni dia saja sana” usul so eun.

“lebih baik aku banguni dia sekarang” ucap kibum.

“kau tidak pergi kekantor hari ini?” tanya kim bum.

“tidak. Hari ini aku dirumah” jawab so eun.

“santai sekali ya…. kalau begitu nanti siang kau datang saja kekantorku” ucap kim bum.

“untuk apa?” tanya so eun.

“aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Nanti juga kau tahu” jawab kim bum. So eun mengangguk mengerti sambil menebak-nebak tempat yang akan ia kunjungi dengan kim bum.

Sementara itu, kibum masuk kedalam kamar yoona.

“wanita aneh… masih sempat-sempatnya ia tidur pulas, memangnya ia tak pergi bekerja apa?” gumam kibum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“yoona, hey bangun…” panggil kibum.

“so eun…. aku masih ngantuk” gumam yoona dalam selimut.

“so eun? aisshh, benar-benar… yya, yoona bangun. Aku ini kibum” ucap kibum.

“adduh, sunbae… jangan, 5 menit lagi” keluh yoona.

“sunbae? Kau pikir aku siwon apa. Yya, aku ini kibum” ucap kibum menggoyang-goyangkan kaki yoona. Yoona malah menendang kaki kibum.

“auwww…. sialan. Yya, bangun atau kusiram kau” teriak kibum membuka selimut yoona. yoona yang menyadari ada yang membuka selimutnya langsung membuka matanya.

“bangun juga kau” ucap kibum.

“eng…. kau…” ucap yoona sambil mengucek-ucek matanya. “kyaa…… kibum.. apa yang kau lakukan disini. keluar sana” teriak yoona menutupi tubuhnya yang memakai baju tidur sambil melempar bantal kemuka kibum.

“yya, kenapa kau melempariku dengan bantal? Kau tak sadar ini sudah jam berapa? Kau tak pergi kerja memangnya?” tanya kibum kesal.

“hah? Astaga, aku telat” teriak yoona melihat jam dinding. “kenapa kau masih disini? keluar, aku mau siap-siap” usir yoona. kibum mendumel dan keluar dari kamar yoona.

“dasar gadis aneh… pakai melempar bantal segala” omel kibum.

“kau sudah berhasil membuatnya bangun?” tanya so eun.

“sudah, dia sedang bersiap-siap” jawab kibum.

“hey, kibum aku berangkat duluan. So eun jangan lupa ya” ucap kim bum.

“iya, tenang saja” ucap so eun.

“so eun… aku berangkat duluan ya” ucap yoona buru-buru memakai sepatunya.

“ya, hati-hati” teriak so eun dari dapur.

“ayo, pergi” ucap kibum.

“kenapa kau masih disini?” tanya yoona.

“kau terus saja bertanya. Tentu saja mengantarmu pergi…” jawab kibum. Yoona mendengus kesal dan berjalan keluar.

Sesampainya, didepan butik yoona. Kibum dan yoona heran karena banyak wartawan didepan butiknya.

“kenapa banyak wartawan?” tanya kibum.

“astaga, aku lupa. Hari ini siwon sunbae dan han byul noona akan fitting baju pernikahan mereka. Pasti wartawan tahu hal itu” jawab yoona menepuk dahinya. Kibum dan yoona segera turun dari mobil. Wartawan yang melihat kedatangan kibum dan yoona segera menyerbu mereka mereka berdua.

“kibum, jadi teman dekatmu ini yang merancang gaun pernikahan han byul dan siwon?” tanya salah satu reporter.

“yaya, maaf kami harus masuk sekarang” ucap kibum menggandeng yoona masuk.

“papparazi gila” ucap yoona.

“siapa yang gila?” tanya siwon.

“ehh, sunbae… maaf aku telat datang” jawab yoona.

“tidak apa-apa. Kau juga datang kibum?” tanya siwon.

“i…iya” ujar kibum.

“eng… noona kau coba gaunmu sekarang saja” ucap yoona menyuruh han byul masuk kedalam ruang ganti.

“sunbae… kau juga ganti bajumu sana” ucap yoona tersenyum. Kibum memerhatikan mimik muka yoona yang tersenyum tapi, terlihat sedih.

Setelah 25 menit berganti baju….

“siwon sunbae jangan kaget ya melihatnya” ucap yoona membuka tirai ruang ganti han byul. Siwon sedikit takjub dengan penampilan han byul dengan memakai gaun pengantin. Yoona hanya bisa tersenyum pahit.

“kau memang hebat yoona” puji siwon.

“terima kasih” ucap yoona senang.

“aku suka dengan gaun bikinanmu. Siwon benar, kau memang berbakat” ucap han byul.

“ah, biasa saja. Yasudah, kalau begitu aku hanya akan tinggal mengepaskannya saja dan kau bisa langsung memakainya nanti begitu hari pernikahan tiba” ucap yoona. Han byul mengangguk dan segera mengganti bajunya lagi.

Setelah, selesai berganti baju. Siwon dan han byul segera pamit pulang karena masih banyak pekerjaan yang menanti mereka.

“kau tidak apa-apa?” tanya kibum.

“i..iya. eng… kau pergi bekerja sana. Aku tidak apa-apa kok” jawab yoona berusaha tidak menangis.

Kibum langsung menarik yoona kedalam pelukannya.

“kalau mau menangis, menangis saja” ucap kibum. Yoona yang mendengarnya langsung menangis didalam pelukan kibum. Pegawai-pegawai dibutik yoona hanya bisa mengintip yoona dan kibum dari balik pintu ruangan yoona sambil senyum-senyum.

**************

Siang harinya, geun seok mencoba mencari tahu tempat tinggal so eun dikantor kim bum. Dia berfikir siapa tahu ada yang mengenal so eun dikantor kim bum.

“dimana ruangan kim bum?” gumam so eun sambil melirik sekeliling kantor kim bum.

“kita bertemu lagi…” ucap geun seok.

“hah? Ahh, kau lagi” teriak so eun. so eun segera menghindari geun seok karena teringat akan pesan kim bum.

“hey, jangan pergi dulu. Aku ingin bicara denganmu” ucap geun seok menahan so eun.

“tidak…. lepaskan aku atau aku akan berteriak” ancam so eun.

“teriak saja sana, aku tak takut, ayo, ikut aku. Aku mau bicara denganmu” ujar geun seok menarik so eun. So eun terus bertahan agar geun seok tak membawanya pergi.

“lepaskan dia, geun seok” ucap kim bum kesal. Geun seok langsung melepaskan tangan so eun. “jangan pernah mendekatinya atau menyentuhnya.. sekarang, kuminta kau keluar dari kantorku” bentak kim bum.

“baiklah, kau bisa mengusirku sekarang ini. Kau akan tahu pembalasanku nanti, kim bum” gertak geun seok.

“so eun, kau baik-baik saja? Apakah laki-laki itu menyakitimu?” tanya kim bum.

“aku baik-baik saja. Untung kau cepat datang kalau tidak aku sudah dibawa pergi olehnya. Pria itu benar-benar aneh, aku merinding saat melihatnya” jawab so eun.

“syukurlah, kalau begitu. aku lega mendengarnya” ucap kim bum.

“sekarang kau mau bawa aku kemana?” tanya so eun.

“kesuatu tempat yang cukup jauh. Aku tak janji jika, kita bisa pulang tepat waktu dirumah” jawab kim bum.

“tempat apa itu? apakah sangat jauh?” tanya so eun penasaran.

Kim bum tersenyum dan mendorong so eun masuk kedalam mobilnya.

“kau akan lihat sendiri” ucap kim bum menyalakan mesin mobilnya.

Ternyata kim bum membawa so eun ketempat yang cukup jauh, dari kantornya ketempat yang mereka tuju memakan waktu hampir 2,5 jam. So eun sampai ketiduran karena tidak sampai ditempat tujuan juga.

“selalu saja ketiduran” ucap kim bum melihat so eun yang tertidur pulas.

“seperti ini saja kau masih bisa mengingatkanku tentangnya tapi, kau berbeda dengannya” gumam kim bum.

Kim bum pun turun dari mobil dan meninggalkan so eun yang tertidur pulas didalam mobil. 15 menit kemudian, so eun terbangun dan terkejut mendapati dirinya ada ditempat yang indah. So eun segera turun dari mobil dan menghampiri kim bum yang sedang duduk diatas pasir putih sambil memandangi langit.

“jadi, tempat yang kau maksud itu adalah pantai? Kau suka datang kemari?” so eun duduk disamping kim bum.

“ya… lumayan menghilangkan stres kalau aku sedang banyak pikiran biasanya aku kesini” jawab kim bum.

“sendiri?” tanya so eun.

“sendiri” jawab kim bum.

“kenapa kau bawa aku kemari?” tanya so eun.

“terkadang aku juga butuh teman untuk menemaniku disini” jawab kim bum.

“kalau begitu aku akan menamanimu seharian disini” ucap so eun.

Kim bum bangkit berdiri dan menggulung celananya sampai kelutut, ia pun berjalan dan masuk kedalam air.

“so eun, kenapa kau duduk saja? kau mau temani akukan? Kemarilah” panggil kim bum.

So eun pun bangkit berdiri dan mengikuti hal yang sama seperti yang dilakukan kim bum.

“ahh, dinginnya” ucap so eun begitu kakinya menyentuh air pantai.

“tingkahmu seperti anak kecil yang baru pertama kali datang kepantai saja” ucap kim bum.

“memang” ucap so eun.

“memang? Memangnya kau tak pernah datang kepantai?” tanya kim bum.

“pe..pernah tapi waktu aku masih kecil. tapi, hanya main dan duduk diatas pasir saja, ibuku melarangku untuk masuk kedalam air karena takut diseret ombak” jawab so eun mengingat kenangannya bersama ibunya.

“ibumu perhatian sekali sampai melarangmu karena takut kau tenggelam” ucap kim bum.

“iya, tapi aku senang itu artinya dia benar-benar menyayangiku” ucap so eun.

“kita disini untuk senang-senang bukannya bersedih. Jangan pasang wajah sedih disini sekarang kau bukan anak kecil lagi jadi, kau bebas untuk menyelam, bermain atau berenang disini ” hibur kim bum.

“iya” ucap so eun sedih.

Kim bum memerhatikan raut wajah so eun yang murung begitu membicarakan tentang ibunya, ia pun iseng menjahili so eun dengan mengatakan bahwa ada ular didekat kaki so eun.

“YA… so eun didekat kakimu ada ular air” teriak kim bum.

So eun langsung berteriak dan lari kepelukan kim bum begitu kim bum berteriak. Kim bum malah tertawa saat so eun memeluknya karena ketakutan, so eun yang bingung langsung melepas pelukannya dan menoleh ketempatnya tadi berdiri.

“kau mengerjaiku ya” omel so eun.

“hahahaha…mianhae, siapa suruh kau malah bersedih dan murung” ucap kim bum tertawa senang.

“aissh, kau ini benar-benar. Aku pikir aku akan digigit oleh ular air sungguhan” ucap so eun.

Kim bum malah semakin tertawa senang sampai memegangi perutnya yang kesakitan jika, ingat ekspresi so eun yang ketakutan. So eun yang kesal langsung memasang wajah cemberut kearah kim bum. So eun pun berbalik dan memutuskan duduk diatas pasir saja, kim bum pun langsung mengejar so eun.

“so eun, kau marah ya? Maafkan aku, habisnya kau lucu sekali sih” ucap kim bum.

“dasar jail. Bercandaanmu sama sekali tak lucu” ucap so eun masih kesal.

Kim bum malah tersenyum jail dan memeluk so eun dari belakang tiba-tiba agar so eun tak lagi marah dengannya. So eun yang awalnya kesal malah jadi gugup begitu kim bum memeluknya.

“apakah sekarang kau masih marah denganku?” bisik kim bum ditelinga so eun.

So eun menarik nafasnya dan berbalik menghadap kim bum. Ia tak bisa memasang wajah marah begitu melihat wajah kim bum yang sedang tersenyum kepadanya seperti sekarang ini.

“a..aku tak marah denganmu” ucap so eun tertunduk.

Kim bum mengangkat wajah so eun dan menatapnya dengan lekat. Kim bum menundukkan kepalanya, so eun langsung memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Kim bum tersenyum geli dan mencium so eun tepat dibibirnya. So eun pun membalas ciuman kim bum dan menikmatinya. Mereka berciuman cukup lama sampai akhirnya, kim bum sendiri yang menyudahinya.

“sepertinya aku memilih waktu yang pas” ucap kim bum senang.

So eun menyipitkan matanya dan malah memercikkan air kewajah kim bum.

“yya, kim so eun.. kau mencari masalah denganku rupanya” ucap kim bum.

So eun tertawa dan berlari didalam air untuk menghindar dari kim bum tiba-tiba, kim bum menarik tangan so eun sampai mereka berdua jatuh kedalam air.

“kim bum… baju kita jadi basah semua” keluh so eun.

“hahaha.. yang namanya kepantai wajar kalau basah. Mana mungkin kepantai tidak basah, kau benar-benar lucu so eun” ucap kim bum.

“huh… harusnya aku bawa baju ganti” gerutu so eun.

“Sudah terlanjur basah, tidak ada lagi yang bisa kita perbuat. Lebih baik sekarang kita main-main lagi” ucap kim bum bangkit berdiri dan membantu so eun berdiri.

Mereka pun kembali bermain-main air dipantai sambil tertawa senang.

****

Sementara itu, yoona terlihat lesu jika memikirkan saat siwon dan han byul mengenakan busana pengantin.

“huft… mereka benar-benar pasangan yang serasi” gumam yoona.

Tiba-tiba, hpnya berdering…

“yoboseyo…” ucap yoona lesu.

“yya, kenapa suaramu lesu begitu?” tanya kibum.

“kau ternyata. Tidak apa-apa” jawab yoona.

“ohh… oiya, aku hanya mau bilang kalau hari ini aku ingin mengajakmu makan. Kau tunggu aku direstaurant daging tidak jauh dari butikmu itu hanya beberapa blok saja. Aku akan sedikit datang telat karena masih ada meeting” ungkap kibum.

“oke.. aku mengerti. Aku akan menunggu” ucap yoona mematikan telfon.

“aisshh, langsung dimatikan begitu saja” gumam kibum.

___

Yoona menunggu kibum hampir 30menit, tapi kibum tak kunjung datang juga. Yoona yang kesal karena lama menunggu kibum akhirnya, memesan 1 botol bir.

“bibi…. aku minta 1 botol birnya ya” teriak yoona kesal.

bibi pemilik restaurant langsung mengantarkan pesanan yoona.

“kibum payah… lama sekali” omel yoona sambil meneguk birnya. Hampir 1 jam kibum tak kunjung datang juga, yoona sudah habis meneguk 2 botol bir alhasil, ia jadi mabuk.

“yoona, maaf aku telat” ucap kibum.

“ahhh, lama” teriak yoona sambil mabuk.

“hah? Kau mabuk ya?” tanya kibum.

“tidak, aku tak mabuk. Aku ini marah karena kau lama” jawab yoona sambil meneguk birnya lagi.

“hey, kau ini mabuk. Jangan minum lagi” ucap kibum.

“aku tak mabuk” omel yoona. “bibi, tambah 1 botol lagi” teriak yoona. bibi itu langsung datang dan menaruh botol bir dimeja. Saat, yoona akan mengambilnya kibum dengan cepat langsung mengambilnya.

“ahhh, aku mau itu” pinta yoona.

“tidak, kau sudah mabuk. Sebaiknya, kita pulang sekarang” ucap kibum membawa yoona pergi.

“heh… kenapa kau jadi mabuk begini sih?” omel kibum.

“yang pria tampan yang wanita cantik… pasangan serasi… chukae~ “ teriak yoona dengan langkah terhuyung-huyung.

“heh… dia benar-benar frustasi” gumam kibum. Kibum dan yoona berjalan dipinggiran pertokoan. Tiba-tiba, langkah yoona terhenti didepan toko busana pengantin.

“sunbae….” teriak yoona sambil menempelkan wajahnya dikaca toko.

“aissh, bikin malu saja. Ayo, yoona kita pergi” ajak kibum.

“mmm…. tak mau. Aku mau melihat mereka lagi pakai gaun pengantin” teriak yoona.

“aih, kau minum sudah banyak sekali sepertinya” gumam kibum. Kibum membantu yoona berjalan.

“eng…. kibum kenapa mereka harus menikah?” tanya yoona sedih.

“karena mereka saling mencintai” jawab kibum.

“hiks…cinta? aku cinta sunbae tapi, dia malah menikahi hanbyul eonni” ujar yoona.

“cintamu itu hanya sesaat saja. Nanti juga perasaan sukamu akan hilang seiring berjalannya waktu” ucap kibum.

“apa yang harus kulakukan? Hem…” tanya yoona.

“kau harus menunggu seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus datang kepadamu” jawab kibum menasehati yoona.

“hahahaha….kibum, aku percaya kau ini bukan aktor gadungan. Kata-katamu sangat bagus” ucap yoona tertawa senang.

“tadi sedih sekarang senang, orang mabuk memang aneh” gumam kibum.

“orang itu kapan datangnya?” tanya yoona setengah sadar.

“aku tak tahu” jawab kibum.

“aahh, jawabanmu tak bermutu” omel yoona. “ahh, aku tahu siapa orangnya” ucap yoona senang.

“siapa?” tanya kibum meladeni ucapan yoona yang sudah tak jelas. Tiba-tiba, yoona mendekati kibum dan mendekatkan wajahnya agar berhadapan dengan kibum. “yya, yoona. mabukmu benar-benar parah” ucap kibum.

“aku tahu siapa orangnya…. aku tahu” ucap yoona tersenyum.

“yayaya, kau tahu. memangnya siapa?” tanya kibum cape hati.

“hem… masa kau pura-pura tak tahu. orang itu kan kau, kibum” jawab yoona senang.

“a..aku? kau sudah tak waras. Ayo, pulang” ucap kibum. Yoona menarik kibum untuk tak pergi.

“eng…aku belum mau pulang, malam masih panjang, aku tak mau pulang” rengek yoona.

“yya, kau ini mabuk” omel kibum.

“kibum…” panggil yoona.

“apa lagi sih?” tanya kibum. Tiba-tiba, yoona menarik kerah baju kibum dan menempelkan bibirnya kepada kibum. Kibum terkejut karena yoona menciumnya.

“ahahaha… wajahmu lucu” ucap yoona tertawa senang melepaskan ciumannya. Kibum hanya bisa bengong tak percaya apa yang telah yoona lakukan kepadanya. Belum pernah ada wanita yang langsung menciumnya tiba-tiba.

“aku benar… orang itu kau. Aahh, aku benar” ucap yoona.

“yoona…” ucap kibum.

“hem… mataku berkunang-kunang” ucap yoona. seketika itu juga, yoona ambruk kibum segera menahan yoona dan menggendongnya sampai pulang.

“ahh, menyusahkan” omel kibum.

****

Selesai bermain air mereka menyalakan api unggun dan duduk didekatnya agar tak kedinginan.

“hem… kenapa hp yoona tak aktif?” gumam so eun.

Kim bum datang dan memakaikan jasnya kepada so eun agar ia tak kedinginan.

“mungkin dia sudah tidur” ucap kim bum.

“sepertinya begitu” ujar so eun.

“hhaattcchhiii…” so eun semakin mendekati api unggun setelah bersin.

“maaf ya.. seharusnya aku menyuruhmu membawa baju ganti jadinya, kita tak perlu basah-basah begini” ucap kim bum.

“tidak apa-apa. Seperti yang tadi kau bilang kalau kepantai itu wajar kalau basah” ucap so eun.

Kim bum tersenyum dan mendekap so eun agar tak kedinginan.

“kau tak kedinginan?” tanya so eun.

“tidak, kau hangat kok kalau dipeluk” jawab kim bum.

“besok pagi aku mau menunjukkan sesuatu kepadamu” ucap kim bum.

“apa itu?” tanya so eun.

“matahari terbit” jawab kim bum.

“matahari terbit? Benarkah?” tanya so eun.

“iya, aku sering melihatnya jika, datang kemari” jawab kim bum.

“umm.. aku ingin melihatnya” gumam so eun sambil menguap

“sekarang kau tidur saja” bisik kim bum.

So eun memejamkan matanya dan tak lama tertidur didalam dekapan kim bum.

****

Esok paginya, kim bum membangunkan so eun pas saat matahari terbit. So eun membuka matanya dan terlihat senang karena bisa melihat matahari terbit dikedua matanya.

“bagaimana? Benarkan kataku?” tanya kim bum.

“ya, kau benar. Bagus sekali, ini pemandangan paling indah yang pernah aku lihat” jawab so eun senang.

“baguslah, kalau kau suka” gumam kim bum.

“apakah kau yang membawaku kedalam mobil?” tanya so eun.

“iya, kemarin kau tidur dalam dekapanku makanya aku membawaku kemobil” jawab kim bum.

So eun mengangguk dan turun dari mobil menghirup udara dipagi hari.

“cuaca benar-benar sangat cerah hari ini” ucap so eun meregangkan kedua tangannya.

“secerah wajahmu juga” ucap kim bum. muka so eun langsung memerah.

“kenapa wajahmu merah? Apa hanya aku pria yang pernah memujimu begitu?” tanya kim bum.

“i…iya” jawab so eun.

“heh…andaikan saja ia tak pergi secepat itu mungkin dia akan kuajak kemari” ucap kim bum teringat shin hye.

“aku jadi merasa tak enak hati dengan pacarmu itu. apa dia tidak akan kesal melihat kau pergi bersamaku?” tanya so eun.

“tidak, dia itu orang yang baik. Bahkan, sebelum ia meninggal ia sempat berbuat sesuatu yang mulia” jawab kim bum.

“jika, aku jadi kau, aku akan sangat bisa memiliki kekasih sepertinya” ucap so eun.

“dia akan senang karena kau membicarakannya begitu” ujar kim bum.

“eng… sampai kapan kita disini?” tanya so eun.

“sebentar lagi kita akan pulang. aku masih ingin ada disini” jawab kim bum.

“sekarang kita ngapain?” tanya so eun. kim bum tersenyum licik dan mengangkat so eun dan membawanya kedalam air pantai. Mereka pun bermain-main lagi dipantai sambil tertawa senang.

****

“aku malas membuka mataku… tidurku benar-benar pulas sekali. Aku merasa sangat nyaman dikasur ini” ucap yoona dalam hati. Akhirnya, ia memaksakan membuka matanya dan melihat sekelilingnya.

“hem…kepalaku pusing” gumam yoona. yoona melihat kekanan dan kekirinya.

“hah? Ini bukan kamarku dan ini juga bukan kamar so eun. Aku ada dimana?” tanya yoona kaget. Yoona segera keluar dari kamar. Ia terkejut melihat ada kibum sedang tertidur disofa.

“ki bum, kibum bangun” ucap yoona. kibum membuka matanya dan menguap.

“aahhh, kenapa kau membangunkanku? Kau tak tahu betapa lelahnya aku kemarin?” omel kibum.

“aah, kibum.. ini dimana? Kenapa aku bisa disini?” tanya yoona.

“ini apartemenku… kemarin malam kau tidur dikamarku” jawab kibum.

“Apa? Apartemenmu? Kamarmu? Kau….apa kau berbuat yang macam-macam?” tanya yoona takut.

“yya, kau pikir aku pria kurang ajar. Aku ini pria terhormat. Mana mungkin aku berbuat macam-macam kepadamu” omel kibum.

“kau yakin?” tanya yoona.

“aku berani bersumpah demi apapun” jawab kibum.

“syukurlah… kenapa kau tak membawaku kedalam apartemenku saja?” tanya yoona.

“aku tak tahu dimana kau menaruh kunci apartemenmu… kau tahu aku sangat lelah menggendongmu dari jalan sampai kesini? Kau tidak memikirkan kalau tulang punggungku bisa saja keropos karena menggendongmu?” omel kibum.

“siapa yang menyuruhmu menggendongku? Memangnya kenapa aku bisa digendong olehmu?” tanya yoona.

“kau tak ingat kalau kau mabuk. Kau berteriak dijalanan, menangis dan tertawa tak jelas. Dan, lagi kau..” kibum teringat saat yoona menciumnya.

“aku apa?” tanya yoona.

“apa kau tak ingat semua yang terjadi kepadamu kemarin?” tanya kibum.

“mmm… aku ingat aku mabuk… lalu, aku bertanya hal-hal yang macam-macam kepadamu. Lalu, aku….” yoona sedikit teringat saat ia menarik kerah baju kibum. “lalu, aku…aku…mmm…aku…” yoona mencoba mengingat-ingat. Kibum terus memerhatikan yoona yang sedang berfikir keras.

“aku menarik kerah bajumu itu… lalu, aku…” yoona mencoba mengingat-ingat.

“kau menarik kerah bajuku dan kau menciumku. Susah sekali sih hanya bilang begitu saja” sambung kibum.

“apa? Men…men apa? Mencium? Kau bercanda?” tanya yoona setengah berteriak.

“bercanda? Tentu saja tidak. Mana bisa aku bercanda hal beginian” jawab kibum.

“tidak….kau pasti bercanda. Menciummu? Tidak, aku tak percaya” ucap yoona.

“apa aku perlu mencotohkannya lagi kepadamu?” tanya kibum mendekatkan wajahnya kepada yoona.

Yoona teringat dia menarik kerah baju kibum dan ia lupa diri dan menganggap kibum adalah siwon makanya, ia menciumnya.

“tidak… aku ingat…tak perlu mencotohkannya lagi” teriak yoona menutupi mukanya.

“baguslah, kalau kau ingat. Kau ini seperti monster, menarik orang dan menciumku tiba-tiba. Aku tak pernah bertemu dengan wanita seberani dirimu” gumam kibum.

“aahhh….. diam-diam…jangan mengungkit-ungkitnya lagi” teriak yoona menutup telinganya. “ahh, yoona kenapa kau harus mabuk. i..itu kan ciuman pertamamu” ucap yoona dalam hati.

“cih, dasar gadis aneh” gumam kibum.

“a..aku mau kembali keapartemenku saja” ucap yoona lari keluar.

“kembalilah sana” ujar kibum.

“ahh, dimana kunci apartemenku?” tanya yoona sambil mengeluarkan isi tasnya. “kenapa tak ada?” gumam yoona. “ahh, pasti hilang saat aku mabuk” ucap yoona sambil menepuk dahinya. Yoona pun mengetuk pintu apartemen kibum.

“Ahh, kau lagi. ada apa?” tanya kibum membukakan pintu.

“kunci apartemenku hilang. Saat aku membuka hp, aku mendapat pesan bahwa so eun pergi bersama kim bum.” ungkap yoona.

“lalu untuk apa kau datang kemari?” tanya kibum cuek.

“kau tak merasa kasihan kepadaku? A…aku lapar” omel yoona sambil memegang perutnya.

“heh…. yasudah, masuk sini” ucap kibum. Kibum dan yoona pun sarapan bersama. Saat sedang makan, kibum terus memerhatikan yoona.

“kenapa kau melihatku begitu?” tanya yoona sadar diperhatikan kibum.

“aku hanya penasaran…apa motifmu sebenarnya menciumku kemarin? Apakah karena kau memang mabuk dan hilang kesadaran atau kau mencuri kesempatan untuk menciumku?” jawab kibum.

Yoona menendang kaki kibum dari kolong meja.

“auuwww….” teriak kibum mengaduh kesakitan. “yya…kenapa kau menendang kakiku?” tanya kibum.

“agar kau jera dan tak bertanya hal macam itu lagi” omel yoona.

“aku kan hanya penasaran. Ahh, aku tahu jawabannya. Kau pasti mencari kesempatan dalam kesempitan bukan?” tanya kibum.

“jangan bicara sembarangan…kau pikir aku wanita tak waras yang mau mencium pria sepertimu. Jangan berpikir yang berlebihan, yang kemarin anggap saja tak pernah terjadi” ucap yoona.

“tak pernah terjadi? Tapi, itu sudah terjadi” ucap kibum.

“ahh…kau membuatku stres pagi ini kibum” teriak yoona. kibum hanya tertawa sambil menyantap sarapannya.

****

“ahh, aku pasti akan merindukan tempat ini” ujar so eun.

“kalau kau mau, aku bisa mengantarmu lagi” ucap kim bum.

“tidak perlu. Kau sudah terlalu sering mengantarku kebanyak tempat lain kali aku harus mengajakmu ketempat yang bagus juga” ucap so eun.

“tempat seperti ini sebenarnya tak indah jika, hanya aku sendiri yang pergi sendiri. Yang membuatnya indah adalah kau, so eun” ucap kim bum.

So eun menundukkan kepalanya saking gugupnya mendengar perkataan kim bum. tiba-tiba, kim bum mengangkat wajah so eun dan menatapnya.

“kau bisa saja.. bukan karena aku tapi, memang tempatnya yang….” kim bum mengecup bibir so eun saat so eun sedang bicara.

“untukku semuanya indah jika bersamamu” ucap kim bum mencium so eun dengan lembut, so eun menggenggam tangan kim bum saat kim bum menciumnya. Setelah mencium bibir so eun, kim bum beralih mencium kening so eun.

“kau sudah siap pulang?” tanya kim bum.

“s..sudah” jawab so eun.

Kim bum tersenyum segera masuk kedalam mobil. Sementara itu so eun terdiam dan sibuk berkutat dengan pikirannya.

“a..aku jatuh cinta dengannya.. apa yang harus kulakukan dengan perasaan ini?” ucap so eun sambil merasakan debarang jantungnya.

 

-bersambung-


Tags: , , , , , , , , , , ,

28 responses to “THERE’S LOVE IN MY EYES part 7”

  1. oneal says :

    akhirrrnya part 7x kluar…..
    duh kim bum oppa maen cium aj……
    kpan nyatain cintanya hehehehe
    crita YOONBUMx jga menarik…
    author klnjtannya jangan lma2 ya…..heheheheh

  2. founney says :

    Waaah…
    Daebak..
    Suah ada benih” cinta neii kyk’a..
    Heheheh…
    Lanjut author..🙂

  3. anisachair says :

    Part 1-7 ceritanya sangat menarik. Apalagi part 7 sangat romantis. Ditunggu part 8nya😀

  4. lee_jihyun says :

    Wah2 kim buim nya nakal… Main nyium aja…hehe

    Seru bgt chingu,, adegan yoona n kibum jg sangat2 seru…

    Pokokny keren bgt deh critany,,bener2 nice story…🙂

    Kelanjutanny dtunggu ya…😀

  5. ran huan says :

    akhrnya yg part 7 di post jg aku penasaran bgt am nh ff, tp ga suka kl udh ungkit2 shin ye -_-

  6. Sary aj0w says :

    Wkakaka..mantep euy si be0m…
    Gak sbr reaksi s0eun wkt tau s0al mata shn hye..
    next nex nex..

  7. heesonia says :

    Keren, lanjutannya cepat yaaaa

  8. Hyukie_buin says :

    Akhir.a part 7 keluar.. !
    Bumsso so sweet.. ^^

    Cerita bagus bnget makin penasaran ma reaksi so eun klo so eun tau yg sbenr.a..

  9. Yuniipark says :

    Bumppa maen cium ja…
    Ayo cptan nytain cintanya..!
    Lanjtan jngan lama y chingu…😉

  10. Dezztidini says :

    Publish jga part 7ny…
    Q tUnggu”bru dtangny skarang…
    Bumppa dah mlai brani y main cium”soo oNnie,,
    bumppa sbaikny jelasn dlu dech mslah shinhye,,sblum kdulua ma geuseok and mlah jdi salah pham antara bumsso…
    Chinguuu next partny palliyo..jngan lama”donk,ne ne ne,,
    azZa azZa faigthing… ;>

  11. Ati selalu sayang Bumsso says :

    Huaaaaaaaaaa
    sk bngt ma part ni.coz bnyk adgan romantis bumsso.pa agi yg di studio tmbkar n pntai.

  12. Helda wati says :

    Ya bersambung. tpi keren kok tambh penasaran malah. seandai.a so eun tau klo bum menganggap.a shin hye. cpat dilanjt author

  13. Hyora Kim says :

    Yaa.. Kimbum cium2 trus..
    Yoona lucu dch.. Kkkk~
    Thor, lanjutannya jgn lama2 ych..
    FIGHTING!

  14. kim sah hyun says :

    aaaah bomsso mulae kissu kissu !!

    awas aja klo bumpa anggp onnie shinhye huh beda jauuuh !!

    itu ngpaen kibum tidur b’dua’an !!

    cieeee

    ayo thor lanjuuuut

  15. Risty says :

    ceritanya romantis abizzzzz….heehehehe
    Ayo thor lanjutin cerita na..
    Penasaran banget ne….

  16. dyyyy says :

    kimbum…nyosor terus….
    part selanjutny jgn lama-lama ya thor….

  17. siska snowers milanisti says :

    Seneng bgd d akhrx diupdate.dah nunggu bgd lho part ni..
    Ceritax mkn seru.knp kim bum blm nembak2 so eun jg y pdhl dah nyosor mulu tuh.haha..
    Yoonbum msh abu2,gak jelas dah suka apa blm..
    Tlg part selanjtx jgn lama2 y thor.aq tunggu lho..

  18. Afia says :

    Akhirnya keluar juga..
    Makin keren aja ff nya
    Lanjut!!! Jangan lama lama ya?!

  19. kim sohyun says :

    kereeeennnnnnn

  20. adila zahra says :

    eem…keren abis
    ayo dong part selanjutnya….
    jgn klamaan, udh bnyak yg nungguin tuch

  21. SiwoNest_NIC says :

    KEREN !! .
    Kim bum main cium aja !! .
    Cpet nyatain cinta ny thu , jngn smpai keburu orng Laiin !! . *hehehe*
    Lnjutin thor , jngn Lma2 yy .

  22. edogawa kim suju says :

    comentnya disatuin ajha y…dari 1-7 ceritanya mendebarkan..
    tapi..masa’ kim bum mencintai so eun karna shin hye? gak boleh!

  23. kim bum and kim so eun says :

    jangan lama-lama yah author !🙂
    ditunggu kelanjutannya🙂

  24. Juliana (@Juliana83579934) says :

    readers baru
    biasanya saya akan koment mengenai ceritanya kalau uda ending supaya sy bisa memberikan saran atau koment yang baik untuk penulis
    sy minta maaf karna gak pernah kasih koment di part sebelumnya

    sy minta tolong kelanjutan ceritanya cari dimana ya ?
    karna ceritanya bagus
    masih penasaran dengan keadaan soeun setelah tau alasan kimbum menyukai dia
    Gamshamnida

    sorry kalau komentnya gak bagus

  25. Sintiabumsso says :

    Kereeeenn bangeeettt Bumsso So Sweetttttttt hehe😀 YoonBum juga hoho So sweettttttt banget kekeke~
    oh iya part 8 ada dmn author ? Terimakasih🙂

  26. oryzafira says :

    ko’ sampe skrg blm ad lanjutan.a seeh thor??
    udh pd nunggu loooh

  27. saputry says :

    Annyeong ..
    Aku reader baru ..
    Mianhe seblumnya aku langsung koment dipart ini cozx aku pensaran..
    Author aku suka ff.x pensaran ..
    Kapan soeun akan thu tntng mata yg dimilikinya itu adlh milik shinhye .dan apa yg akn trjdi slnjutnya lw soeun udah thu !!?? Penasarn full dhe..
    Yoona ama kibum mrka kocakk abis tpi aku suka ..pensran ama kisah slnjtnya ..
    Author ..ditunggu part slnjutnya ..
    Fighting ^^

  28. Humairah Khairani says :

    kim bum terus menerus mencium so eun, tpi dy tak memberi ikatan yg pasti, ff y seru n asyik,, next part y ad kn eoni?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: