MY PRINCESS FROM THE PAST Part 9

Author : Evi Riana

Main Cast: Kim Bum , So Eun

Cast: Hee Bong, Park Ji Yeon, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Yoo SeungHo, Park Shin Hye, Jang Geun Seok, Suzy

Genre: Romantic/Family/Friendship/Fantasy/Comedy

Type: Sequel

Part 9

Pagi harinya, so eun terbangun karena terik matahari yang masuk melalui celah gorden yang terbuka sedikit. Ia pun mengucek matanya dan saat membuka matanya ia melihat kim bum sedang menatapnya.

“bum-ah….” ucapnya.

“Kau masih mengantuk? Kalau iya kau bisa tidur lagi” ucap kim bum.

“tidak, aku sudah bangun masa tidur lagi” ucap so eun.

“hem…inikan bukan kamarku” so en tengok kanan dan kiri.

“memang…kemarin kau ketiduran jadi, aku membaringkanmu dikasurku saja”

“lekas mandi habis ini kita akan pergi kerumah sakit” ucap kim bum.

“rumah sakit? Siapa yang sakit? Apakah kau bum-ah?” tanya so eun.

“tidak, hyun joong hyeong kemarin malam masuk rumah sakit sekarang ia dirawat. Kakek dan yang lainnya sudah menjenguk kerumah sakit pagi-pagi. Sekarang tinggal kita berdua saja disini” jawab kim bum.

“ohh, begitu.. kalau begitu aku akan bersiap-siap” ucap so eun.

*******

“kakek sangat terkejut begitu rumah sakit menelfon dan bilang kalau kau masuk rumah sakit” ucap kakek.

“maaf kalau aku membuatmu terkejut” ucap hyun joong.

“inilah kalau kau terlalu serius latihan untuk pertunjukan orkestra kau jadi tidak ingat dengan kesehatan sendiri” ucap minho.

“kalau kau bicara begitu sepertinya, kau mirip dengan ibuku” ucap hyun joong.

“sembarangan saja kau…ngomong-ngomong apakah suster disini ada yang cantik?” tanya minho mengedipkan matanya.

“dasar kurang ajar…saudara sendiri sakit malah mengambil kesempatan mencari suster cantik” omel kakek.

“hehe…aku hanya bergurau. Tapi, ada tidak?” tanya minho. Hyun joong hanya tersenyum kecil untuk meladeni saudaranya yang satu ini.

“permisi, aku mau memeriksa keadaan pasien” ucap dokter bersama somin.

“loh kau somin…kau suster disini?” tanya kim joon. Somin mengangguk sambil memberi salam kepada kakek.

“kau kenal suster ini?” tanya minho.

“ya, diakan pernah bersekolah di shinhwa high school satu tingkat dengan hyun joong” jawab kim joon.

“wah, kebetulan sekali kau hyun joong dapat suster kenalan” ucap minho.

“yah, kebetulan yang aneh” ucap hyun joong dingin. Somin langsung memasang wajah kesal.

“keadaanmu sudah membaik. Besok pagi kau sudah bisa pulang” ucap dokter.

“terima kasih, dok” ucap hyun joong.

“tapi, ingat begitu keluar jangan langsung bekerja dulu, istirahatlah dirumah beberapa hari” kata dokter.

“kau dengar hyun joong, turuti ucapan dokter” ucap kakek.

“ya, aku tahu” ucap hyun joong.

“yasudah, aku permisi dulu kalau butuh bantuan bisa panggil suster somin” pamit dokter.

“kalau begitu kakek dan kedua saudaramu pamit. Nanti kim bum dan so eun begitu juga jiyeon akan datang. Kau istirahatlah” ucap kakek.

“baik, kek” balas hyun joong.

“cepat sembuh, bro” ucap kim joon dan minho.

“cepat buka mulutmu” somin menyendoki bubur kepada hyun joong.

“aku bisa makan sendiri” ucap hyun joong.

“yya, kau inikan sedang sakit jadi, wajar kalau aku menyuapimu jangan berfikiran yang bukan-bukan” omel somin.

“cepat buka mulutmu” ucap somin. Hyun joong hanya membuka mulutnya sedikit.

“kau pikir aku menyuapi anak bayi? Buka lebar mulutmu itu” pinta somin. Hyun joong menghela nafas dan menuruti ucapan somin.

“begitu dong daritadi” ucap somin menyuapi hyun joong.

“wah, enaknya kalau sakit bisa disuapi oleh suster” goda kim bum.

“kim bum, so eun masuklah” ucap hyun joong.

Somin segera memberesi makan hyun joong dan keluar.

“bagaimana keadaanmu?” tanya kim bum.

“baik, besok aku sudah bisa pulang” jawab hyun joong.

“hyun joong oppa, apakah itu sakit?” tanya so eun menunjuk jarum infus.

“infus maksudmu? Tidak sakit hanya perih sedikit” jawab hyun joong.

“oh, begitu” so eun langsung merinding saat membayangkannya.

___

“ada apa lagi memanggilku?” tanya hyesun masuk kedalam ruangan minho.

“bisakah kau sopan sedikit?” ucap minho.

“ada perlu apa, pak minho memanggil saya?” tanya hyesun sopan.

“nanti malam temani aku kepesta temanku” ucap minho membaca undangan pesta.

“mwo? Pesta? Bukankah yang kemarin cukup sekali?” tanya hyesun.

“suka-sukaku dong mau menyuruhmu menjadi pasanganku berapa kali. Gajimu akan kuberi bonus nanti” ucap minho.

“terserahmu sajalah…aku harap ini terakhir kalinya kau memintaku” ucap hyesun.

“kita lihat saja nanti. Sudah sana keluar dan lanjutkan bersih-bersihnya” ucap minho.

“tidak usah disuruh juga aku akan keluar dengan sendirinya” gerutu hyesun.

************

“bum-ah, ini dimana?” tanya so eun.

“ini studio tembikar milikku” jawab kim bum.

“tembikar? kau bisa membuat tembikar?” tanya so eun.

“tentu saja bisa. Itu termasuk keahlianku juga, ingat itu” jawab kim bum.

“wah, hebat..kupikir keahlianmu hanya bisa mendiami orang menangis saja” ucap so eun.

“tuan putri, kau duduk dan perhatikan jika, aku sudah membuat tembikar” ucap kim bum. so eun mengangguk dan memerhatikan kim bum membuat tembikar.

So eun takjub melihat kim bum membuat tembikar dengan terampil. Kim bum hanya senyum-senyum memerhatikan so eun yang serius menatapnya.

“kau sudah mengakui keahlianku?” tanya kim bum.

“Sudah, kau hebat bum-ah. Sudah lama sekali aku tidak melihat seorang pengrajin tembikar” jawab so eun.

“pengrajin tembikar jaman dulu yang kau lihat masih kalah hebat denganku. Bukan begitu?” tanya kim bum.

“bum-ah, sombong sekali kau ini. Tapi, aku akui kau memang hebat” ucap so eun bertepuk tangan.

“tuan putri, kemari duduk disebelahku” ajak kim bum. so eun mengangguk dan duduk disebelah kim bum.

“setelah melihat keahlianku yang tersembunyi ini apakah aku termasuk pria yang sudah berhasil memikat hatimu, tuan putri?” tanya kim bum.

“Memikat hatiku?” tanya so eun.

“ya, saat dipulau jeju kau mengatakan kalau pria dijaman dulu dapat memikat hati seorang wanita dengan keahliannya bukan karena ketampanannya” jawab kim bum.

“sekarangkan kau sudah lihat keahlianku, apakah aku sudah memikat hatimu?” tanya kim bum.

“bum-ah, khusus untukmu tidak perlu kau sampai menunjukan keahlianmu kepadaku seperti sekarang. Dengan kau menunjukan sikap kepedulian dan perhatianmu kepadaku, aku rasa itu sudah cukup membuat hatiku terpikat denganmu” jawab so eun malu-malu.

Wajah kim bum berseri-seri mendengar jawaban so eun.

“saat kau sudah keluar dari pohon itu kau memang sudah yakin kalau aku benar-benar pria yang kau tunggu selama ini?” tanya kim bum.

“ya, aku bilang kepada kakek tua itu kalau aku pasti yakin kalau orang yang bisa mengeluarkanku adalah orang yang sudah ditakdirkan untukku bukannya, seorang pria yang beruntung yang berhasil menemukan bunga langka itu” jawab so eun.

“tuan putri, mendengarmu bicara seperti itu rasanya perasaanku sangat senang dan bahagia” ucap kim bum.

“benarkah? Apakah jantungmu juga berdetak lagi?” tanya so eun.

“sepertinya begitu” jawab kim bum.

“tuan putri, sepertinya aku sudah tahu kenapa jantungku sering berdetak cepat” ucap kim bum.

“benarkah? Karena apa?” tanya so eun.

“karena aku sedang dekat dengan wanita yang kucintai makanya, jantungku berdetak sangat cepat” jawab kim bum.

“mwo? Wanita yang dicintai? Bum-ah, maksudmu itu aku?” ucap so eun sambil menunjuk dirinya sendiri.

“memangnya siapa lagi wanita yang ada didekatku selain kau tuan putri?” tanya kim bum.

“tidak ada sih…bum-ah, kau tidak bercanda kan?” tanya so eun.

“mana mungkin aku bercanda. Walaupun banyak orang yang mengatakan kalau aku ini adalah playboy atau apalah tapi, kalau sudah urusan seperti ini aku tidak pernah bercanda tidakkah kau bisa melihat keseriusanku?” tanya kim bum.

So eun tersenyum menatap kim bum. “bum-ah, aku senang sekali tidak pernah aku merasakan kebahagiaan seperti ini selain saat aku bisa keluar dari pohon” ucap so eun.

“aku juga senang…” sahut kim bum.

“kakek itu tidak salah kata-katanya benar kalau aku pasti bisa menemukan cinta sejatiku walaupun harus menunggu ratusan tahun didalam pohon” ucap so eun senang.

“haha…terima kasih kepada kakek tua itu karena sudah menawarkan hal itu kepadamu” ucap kim bum. so eun mengangguk dengan senang.

“jadi, sekarang kita sudah resmi..” kim bum menggenggam tangan so eun.

“Resmi apa?” tanya so eun.

“resmi menjadi sepasang kekasih” sambung kim bum.

“benarkah? Lalu, dijaman sekarang kalau sudah resmi menjadi sepasang kekasih mereka ngapain? Apakah makan ice cream?” tanya so eun polos.

“ya, merayakannya dengan makan ice cream tapi, sebelum itu ada lagi..” ucap kim bum.

“sebelumnya makan ice cream apa?” tanya so eun penasaran. Kim bum tersenyum geli menatap so eun, ia pun mendekatkan wajahnya kepada so eun dan perlahan-lahan bibirnya menyentuh bibir so eun, kim bum pun mencium so eun dengan lembut.

“tuan putri, kau sudah tahukan jawabannya” kim bum melepas ciumannya. So eun mengangguk malu. Kim bum tersenyum dan mencium so eun lagi.

*****

“seungho…” panggil jiyeon.

“apa lagi?” tanya seungho.

“sebelum kerumahku bisakan kita mampir kerumah sakit untuk menjenguk kakakku” ucap jiyeon.

“kakak? Heh…baiklah aku akan mengantarmu” ucap seungho.

___

“oppa, apa kau sudah membaik?” tanya jiyeon.

“ya, kau tidak perlu khawatir besok aku sudah diijinkan pulang oleh dokter” jawab hyun joong.

“syukurlah, oppa kau harus terus jaga kesehatanmu” ucap jiyeon.

“ya, aku tahu. kau kesini diantar siapa? Supir?” tanya hyun joong.

“tidak, aku kesini dengan temanku dia menunggu dipasrkiran sekarang. kami mau kerja kelompok sehabis ini” jawab jiyeon.

“permisi, sudah saatnya mengukur suhu pasien” ucap somin.

“oppa, aku pergi ya. Jaga kesehatanmu” pamit jiyeon.

“apa bisa nanti saja ukur suhunya?” tanya hyun joong.

“kau ini pasien tapi membantah terus. Sudah, jangan bawel cepat buka mulutmu” omel somin.

“yya, kenapa lama sekali? kau pikir aku supir pribadimu?” omel seungho.

“mianhae….akukan sudah bilang mau menjenguk kakakku” ucap jiyeon datar.”sudah cepat jalankan mobilnya” perintah jiyeon.

Sesampainya, dirumah…

“apakah tidak salah? Ini rumahmu?” tanya seungho menatap tak percaya ketika tiba didepan rumah jiyeon.

“ne, ini rumahku. Kenapa memangnya?” tanya jiyeon.

“kau ini anaknya siapa? Bisa tinggal dirumah sebesar ini? Kupikir kau anak orang kaya manja biasa” tanya seungho.

“kau tidak tahu ya? Shinhwa high school itu adalah milik kakekku” jawab jiyeon.

“kakekmu? Jadi, kau ini cucunya dari pemilik shinhwa corporation?” tanya seungho.

“ya. Sudalah, tak usah membahasnya. Kita masuk saja kakek pasti sudah menunggu didalam” ajak jiyeon.

“jiyeon, kau sudah pulang ternyata. Oh, inikah partner kerjamu untuk tugas sekolah?” tanya kakek sambil menatap seungho.

“apa kabar, kek? Salam kenal namaku yoo seungho”

“yah, kalian belajarnya diteras belakang saja” ucap kakek.

“seungho, ikuti aku” ucap jiyeon. seungho mengangguk dan mengikuti jiyeon.

****

Dikedai ice cream….

“tuan putri, ini ice cream untukmu” kim bum menyerahkan semangkuk ice cream kepada so eun.

“gamsahamnida, bum-ah” so eun segera melahap ice creamnya.

“kalau pergi berkencan dengan orang sepertimu pasti setiap pria tidak akan pusing mau mengajak kekasihnya kemana agar senang tapi, cukup membawamu kekedai ice cream pasti kau sudah girang” ujar kim bum sambil menatap so eun.

“ne, membawaku kesini dan makan ice cream seharian aku sudah bahagia” ucap so eun. “bum-ah, jangan menatapku terus lihat itu ice creammu sudah mau meleleh” tegur so eun.

“ya, baiklah ini aku makan” kim bum menurut dan melahap ice creamnya.

“bum-ah, apakah semua pasangan dijaman sekarang selalu merayakan hubungannya dengan memakan ice cream? Apakah tradisinya sudah begitu sejak lama?” tanya so eun polos.

“hah? Eng….sebenarnya tidak selalu makan ice cream, kadang mereka bisa merayakannya dengan pergi ketaman bermain dan melakukan berbagai banyak hal” jawab kim bum.

“kalau saat merayakan hubunganmu dengan shin hye? Kau kemana? Apa makan ice cream juga?” tanya so eun.

“tidak…aku tidak pergi kemana-mana. Kami sibuk kuliah” jawab kim bum.

“kuliah? Semacam sekolah?” tanya so eun.

“ya, belajar di perguruan tinggi” jawab kim bum.

“itu artinya aku orang pertama yang merayakan hubungan ini bersamamu?” tanya so eun.

“tepat sekali itu karena kau spesial…” jawab kim bum.

“aissh, bum-ah kau bisa saja” ucap so eun.

Saat mau keparkiran mobil, tak sengaja kim bum dan so eun berpapasan dengan shin hye dan yong hwa. Suasana menjadi dingin diantara mereka.

“lama tak berjumpa, bum” sapa yong hwa.

“ya sudah lama sekali” balas kim bum.

“apakah gadis disebelahmu adalah kekasihmu?” tanya yong hwa menunjuk so eun. kim bum segera menutupi so eun dibelakangnya.

“ya, dia kekasihku” jawab kim bum.

“sepertinya kalian habis berkencan ya?” tanya yong hwa. Kim bum mengangguk sementara shin hye memasang wajah sedih, so eun terus memerhatikan ekspresi diwajah shin hye yang sedih.

“maaf kalau urusanmu sudah selesai aku mau pergi” ucap kim bum.

“oh ya…silahkan, senang berjumpa denganmu” ucap yong hwa. Kim bum segera menggenggam tangan so eun dan pergi ketempat parkir.

“apa kau sedih karena bertemu dengannya?” tanya yong hwa. Shin hye hanya mengangguk membelakangi yong hwa. “Heh…sudahlah, hapus air matamu itu segera sebelum ada orang melihat dan berfikiran yang tidak-tidak”

“ya, aku tahu” shin hye menghapus air mata.

“bum-ah, kasihan shin hye” ucap so eun.

“kasihan? Kasihan kenapa?” tanya kim bum.

“sepertinya, tadi ia sedih sekali” jawab so eun.

“oh, biarkan saja” ujar kim bum.

“aissh, bum-ah tidak boleh bicara seperti” ucap so eun.

“aku tahu. Jangan membahas ini lagi, aku tidak suka” so eun segera menuruti perkataan kim bum dan tidak banyak bicara.

____

“jiyeon, kemari…” panggil kakek. jiyeon yang sedang mengerjakan tugas segera menghampiri kakek.

“ada apa, kek?” tanya jiyeon.

“bawakan kue ini untuk temanmu itu…masa hanya disuguhi jus saja”

“ya, aku tahu, ini saja kan?”

“ya..oh, ya satu lagi pria itu cukup tampan apakah kau tidak tertarik kepadanya?”

“hareboji….diakan hanya teman tidak lebih kok”

“yaya, kakek mengerti sudah sana kasihan temanmu kerja sendirian”

“makan ini….” jiyeon menyerahkan kue yang diberi kakek tadi. Seungho segera berhenti menulis dan berisitirahat.

“kau tinggal dengan kakek dan kakakmu yang dirumah sakit itu saja disini?” tanya seungho sambil makan kue.

“tidak…disini yang tinggal banyak. Aku mempunyai 4 kakak laki-laki dan ada 1 perempuan yang tinggal disini, dia adalah pacar kakakku” jawab jiyeon.

“sebanyak itukah? Hem…wajar saja kalau rumahmu besar yang tinggal banyak” gumam seungho.

“ne…memangnya kau tinggal dengan siapa disini? orangtuamu kah?” tanya jiyeon.

“tidak, aku tinggal sendiri” jawab seungho.

“mwo? Sendiri? Orangtuamu dan suadaramu?”

“aku anak tunggal. Ibuku sudah meninggal dan ayahku sedang dijepang”

“ohh, pasti sepi sekali tinggal sendirian”

“tidak juga, aku sudah biasa saat dijepang juga selalu sendiri”

“ohh, kalau ayahmu ada dijepang kenapa kau kekorea?”

“aku mempunyai urusan disini begitu urusanku selesai aku akan segera balik kejepang”

Jiyeon hanya geleng-geleng mendengar kehidupan seungho.

“kenapa memangnya? kau tidak berharap aku ada dikorea?”

“tidak, jangan berfikiran yang bukan-bukan. Walaupun, aku sering jengkel denganmu tapi, aku tidak pernah mempunyai fikiran seperti itu”

“ohh, kukira..”

“yya, urusanmu memangnya apa?”

“bukan urusanmu”

“aissh, pelit sekali”

“hareboji, kami pulang….” ucap so eun.

“so eun, kim bum kalian sudah pulang, darimana saja kalian? Apakah pergi berkencan?” tanya kakek.

“ne…kenapa kakek tahu?” tanya so eun bingung.

“tuan putri, tentu saja kakek tahu. Dulu, jugakan kakek pernah muda” ucap kim bum.

“aiya, aku lupa kalau kakek dulunya juga muda” ucap so eun menepuk dahinya. “mianhae, akukan tidak pernah tua walaupun sudah hidup lebih dari 500 tahun” bisik so eun.

“aigoo, bisik-bisik apa itu? lengket sekali” goda kakek.

“tidak apa-apa. Kek, aku lihat ada mobil diluar milik siapa? Apakah ada tamu?” tanya kim bum.

“ya, temannya jiyeon mereka sedang mengerjakan tugas diteras belakang” jawab kakek.

“bum-ah, ayo kita sapa temannya jiyeon” ajak so eun. Kim bum mengangguk dan pergi bersama so eun keteras.

“ckckck…cucuku yang satu ini memang hebat kalau mencari pasangan. Mengerti sekali yang namanya sopan santun” ucap kakek tersenyum senang.

“jiyeon-ah….” panggil so eun.

“eonni, kemari saja” balas jiyeon.

“siapa yang memanggil?” tanya seungho.

“pacar kakakku” jawab jiyeon.

“jiyeon, aku dan bum-ah mau menyapa….” so eun terlihat kaget saat melihat teman jiyeon.

“pangeran chunchu…” ucap so eun.

“eonni, siapa yang kau sebut barusan?” tanya jiyeon.

“pangeran chunchu… kau chunchu kan?” tanya so eun.

“Noona, kau salah orang aku bukan pangeran chunchu” ucap seungho.

“pangeran? Ahh…..” teriak seungho kaget. Kim bum dan jiyeon ikutan kaget karena seungho berteriak.

“akhirnya..akhirnya aku menemukanmu” seru seungho.

“Yya, apa ini teman sekolahmu?” tanya kim bum.

“ne, seungho kau kenal dengan so eun eonni?” tanya jiyeon.

“so eun? namanya so eun? astaga, akhirnya aku menemukanmu tuan putri so eun” ucap seungho senang.

“kau chunchu kan? Kau mencariku sama seperti chang hwi?” tanya so eun.

“eng…sulit menjelaskannya, ceritanya sangat panjang putri” ucap seungho.

“jiyeon, bisakah kau tinggalkan kami bertiga disini?” ucap kim bum.

“ba..baiklah” jiyeon hanya mengangguk kebingungan.

“Siapa namamu?” tanya kim bum.

“namaku yoo seungho” jawab seungho memperkenalkan diri.

“kau bukan pangeran chunchu?” tanya so eun.

“bukan….tapi, aku adalah salah satu keturunan dari pangeran chunchu. Pangeran chunchu adalah kakek buyutku” jawab seungho.

“mwo? Keturunan? Tapi, kenapa wajahmu mirip dengannya?” tanya so eun.

“ya, aku juga bingung. Putri so eun, kau sudah keluar dari pohon? Siapa yang mengeluarkanmu?” tanya seungho.

“aku yang mengeluarkannya” sahut kim bum.

“kau? Jadi, kau adalah orang yang selama ini ditunggu putri so eun” ucap seungho.

“ya..kau bilang tadi akhirnya menemukan.. maksudmu kau sudah mencari tuan putri sejak lama?” tanya kim bum.

“ya, sudah sebulan aku mencari putri so eun. sebenarnya, aku tinggal dijepang tapi, ayahku menyuruhku pulang kesini untuk mencari putri so eun setelah mendapat kabar dari seorang biksu didesa pinggiran kota seoul”

“mwo? Biksu? Maksudmu biksu itu tahu tentang tuan putri?”

“ya, biksu itu menduga kalau putri yang bersemayam dipohon itu sudah keluar sebab, pohon tempat putri so eun bersemayam selama ratusan tahu sudah tumbang karena tersambar petir sehari sesudah putri keluar dari pohon” ungkap seungho.

“mwo? Pohon itu tumbang? Tapi, bagaimana bisa tumbang? Dulu, saat aku masih bersemayam didalam sana untuk ditebang saja tidak bisa apalagi tersambar petir samasekali tidak mempan untuk merobohkan pohon” ucap so eun terkejut.

“itu karena pohon itu ada kau…pohon itu kokoh dan tahan lama karena pohon itu menjagamu” kata seungho.

“lalu, setelah kau menemukan tuan putri kau mau membawanya pergi juga seperti pria yang bernama chang hwi?” tanya kim bum.

“chang hwi? Apakah pria yang dijodohkan dengan putri yoon bok?” tanya seungho. So eun mengangguk.

“jadi, dia masih hidup sampai sekarang? astaga, yang aku tahu dia itu menghilang dan tak pernah memberi kabar lagi setelah perang usai” ucap seungho.

“kau belum jawab pertanyaanku. Apa kau mau membawa tuan putri juga?” tanya kim bum.

“tidak tapi….” seungho menatap kim bum.

“hyung, bisa kita bicara berdua? Ini penting sekali ada sesuatu yang mesti kuberitahu” bisik seungho.

“tuan putri, lebih baik kau pergi kedapur dan minta kepada pelayan membawakanmu ice cream nanti aku akan menyusul” ucap kim bum. so eun mengangguk dan pergi meninggalkan seungho dan kim bum.

“bicara sekarang….” perintah kim bum.

“hyeong, kau tahukan kalau yang bisa mengeluarkan tuan putri dari pohon hanyalah cinta sejatinya?” tanya seungho.

“ya, aku tahu. lalu, kenapa?” tanya kim bum.

“begini….ayahku bilang kalau laki-laki yang berhasil mengeluarkannya tidak benar-benar mencintai putri so eun. Putri so eun bisa saja menghilang atau hancur seperti debu”

“mwo? Hancur? Kenapa bisa begitu?”

“itukan kalau laki-laki yang mengeluarkannya tidak benar-benar mencintainya. Hyung, kau mencintai putri so eun dengan sungguh-sungguhkan? Tidak main-main dengannya?” tanya seungho.

“tentu saja, aku sungguh-sungguh mana mungkin aku main-main dengan tuan putri” jawab kim bum.

“heh…syukurlah.. aku lega mendengarnya. Setidaknya, aku tak perlu membawa putri so eun ikut denganku jika, seandainya laki-laki yang berhasil mengeluarkannya hanya main-main dengannya” ucap seungho.

“kau tenang saja…aku berjanji akan menjaganya dan tidak akan membiarkannya menghilang apalagi hancur seperti debu”

“ya, aku percaya dengan kata-katamu. tapi, apa benar pria yang pernah disukai putri so eun masih ada?”

“ya, dia rela menjadi abadi hanya untuk mencari so eun tapi, so eun sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa dengannya karena mengira dia sudah hidup bahagia dengan kakaknya. Tapi, pria itu terus saja memaksa tuan putri ikut dengannya dan berusaha membuatku jauh dari tuan putri”

“benarkah? Gawat sekali, untung saja dia tidak berhasil kalau putri so eun tidak bisa dekat-dekat dengan cinta sejatinya bisa-bisa nanti dia akan menjadi debu”

“maka dari itu aku terus menjaga tuan putri agar tidak pergi kemana-mana”

“hemm…kalau begini aku harus menemui pria itu dan menjelaskannya agar ia mengerti”

“ya, tolonglah…aku tak mau pria itu mengganggu tuan putri”

“aku mengerti hyung….akhirnya, urusanku selesai juga disini” ucap seungho lega.

“kim bum oppa, seungho….. kakek mengajak kalian makan malam” teriak jiyeon.

“makanlah bersama kami” ajak kim bum.

****

“minho, apakah ini kekasihmu?” tanya teman minho.

“apa kelihatannya begitu?” tanya minho mendekat kepada hyesun.

“hey, jangan dekat-dekat” bisik hyesun.

“ikuti saja kata-kataku” ucap minho. “hahaha…dibilang kekasih bisa iya dan tidak” jawab minho.

“haha..seperti biasa kau minho. Sudah sana makan hidangan pesta” ucap teman minho.

“yya, apa maksudmu bicara begitu?” omel hyesun.

“kenapa? Bukankah, seharusnya senang karena dikira pacarnya lee minho pewaris hotel shinhwa?”

“cuih, sampai kapanpun aku tidak akan senang jika, dibilang cocok bersanding denganmu”

“ahha…biasanya kata-kata yang diucapkan dari mulutmu berbeda dengan isi hatimu”

“apa? Kau tahu apa tentang isi hatiku? Jangan sembarangan menebak kalau memang tidak tahu”

“aku bosan berada disini. Bagaimana kalau kita pergi ketempat lain?” usul minho.

“kemana? Aku sudah datang kesini untuk menemanimu dan sekarang kau mengajak untuk pergi?” omel hyesun.

“pikiranku bisa berubah kapanpun” minho menarik hyesun pergi.

Minho mengajak hyesun pergi kebar…

“kenapa mengajakku kesini? Tempat ini juga sepi” tanya hyesun.

“aku sengaja memesannya agar hanya kita berdua disini” jawab minho.

Hyesun hanya menatap jengkel dan meneguk segelas bir..

“kenapa kau memilih menjadi pelayan hotel? Apakah tidak ada pekerjaan lain?” tanya minho.

“hey, kalau aku tidak butuh uang aku tidak akan mau menjadi pelayan. Aku ini bukan dari keluarga kaya raya seperti dirimu. Aku juga mempunyai kebutuhan sendiri yang harus kupenuhi untuk kelansungan hidup dan pendidikanku” jawab hyesun setengah mabuk.

“pendidikan? Jadi, kau masih kuliah ya?” tanya minho. Hyesun mengangguk sambil meneguk birnya.

“wah, hebat sekali pelayan hotel shinhwa ternyata ada yang bisa kuliah. Aku pikir kau hanyalah lulusan SMP saja” ejek minho.

“jangan salah….begini-gini juga aku ini calon dokter”

“dokter? Kau masuk jurusan dokter? Hebat sekali”

“tentu saja….aku ini memang hebat. Makanya, begitu aku lulus dari universitas aku akan berhenti menjadi pelayan dihotelmu. Kau puas kan?”

“iya” gumam minho

*****

“apakah kau sudah mengenal so eun eonni sebelumnya?” tanya jiyeon saat mengantar seungho kedepan.

“ya, sebenarnya urusanku kekorea untuk menemuinya” jawab seungho.

“mwo? Menemuinya? Memangnya kau siapanya so eun eonni?” tanya jiyeon penasaran.

“a..aku? eng…aku kerabat jauhnya” jawab seungho.

“kerabat jauh? Aneh sekali” gumam jiyeon.

“ahh, sudah malam lebih baik aku segera pulang. tugasnya kau yang pegangkan? Besok jangan lupa bawa” pamit seungho.

“ya, aku tahu sudah sana pulang” ucap jiyeon.

Dikamar so eun….

“bum-ah, kau bicara apa saja tadi?” tanya so eun.

“banyak hal tentangmu” jawab kim bum.

“tentangku? Seperti apa?” tanya so eun penasaran. Kim bum menghela nafasnya dan beranjak duduk disamping so eun.

“tuan putri, apakah kau benar-benar yakin kalau aku memang cinta sejatimu?” tanya kim bum.

“yakin sekali. kenapa? Kau meragukannya ya?” tanya so eun.

“aku tidak meragukannya. Seandainya, aku bukan cinta sejatimu maka, apa yang akan terjadi?” tanya kim bum.

“hem…mungkin aku akan kembali kedalam pohon dan menunggu benar-benar cinta sejatiku” jawab so eun.

“kau berbohong….” ucap kim bum.

“berbohong apanya?” tanya so eun.

“kenapa kau tidak cerita? Seandainya, aku tidak mencintaimu kaukan bisa meghilang bahkan hancur seperti debu. Yakan?” tanya kim bum.

“n..ne…apakah tadi kau membicarakan itu juga?” tanya so eun.

“ya…kenapa kau tak menceritakannya?” tanya kim bum.

“mianhae…tapikan, itu sudah tidak penting karena sekarang aku tahu kalau bum-ah mencintaiku dan aku tidak akan menghilang” jawab so eun.

“ya, walaupun aku memang mencintaimu tapikan, kalau pria itu membawamu pergi kau akan menghilang juga” ucap kim bum.

“bum-ah, asalkan kita saling percaya satu sama lain pasti chang hwi tidak akan bisa membawaku pergi dan aku tidak akan hancur seperti debu” ujar so eun.

“ya, kau benar asalkan ada kepercayaan pasti kau tidak akan pergi dariku” kim bum tersenyum menatap so eun dan mendekatkan lagi wajahnya kepada so eun, so eun segera memejamkan matanya.

Srak srak~~~

Kim bum terus mendekatkan wajahnya kepada so eun dan tinggal beberapa cm lagi, ia mendengar suara-suara didepan pintu kamar so eun.

“tuan putri, apakah ada sesuatu didepan kamarmu?” bisik kim bum tidak jadi mencium so eun.

“mwo? Benarkah?” tanya so eun.

“ya..ssttt…jangan bicara keras-keras. Sepertinya, aku tahu siapa didepan pintu kamarmu” kim bum berdiri dan berjalan kearah pintu.

“kakek, aku juga mau lihat” ucap jiyeon.

“anak kecil tidak boleh lihat” ucap kakek menarik jiyeon untuk tak menghalanginya mengintip. Pintu kamar so eun dibuka dan kim bum keluar.

“sudah kuduga pasti kakek yang membuat suara didepan kamar so eun. apa yang kakek dan jiyeon lakukan disini?” tanya kim bum.

“eng..itu kakek hanya…”

“kakek, jangan mencari alasan lagi bilang saja terus terang kalau kakek mengintip” ucap jiyeon. kakek langsung membekap mulut jiyeon dan membawanya turun. Kim bum hanya geleng-geleng meihat tingkah kakek dan adiknya.

“bum-ah, siapa yang didepan?” tanya so eun. kim bum segera menutup pintu kamar so eun.

“kakek dan jiyeon…entah mereka ngapain” jawab kim bum.

“mungkin mereka ada perlu denganku? Apakah aku perlu mendatangi kakek?” tanya so eun.

“tidak usah, buang-buang waktu saja. Lebih baik kita lanjuti yang tadi terhenti itu…” goda kim bum sambil membelai pipi so eun.

“lanjuti? Yang mana? Pembicaraan kita tadi?” tanya so eun bingung.

“aissh, tuan putri kau ini memang menggemaskan” ucap kim bum mencubit pipi so eun. “maksudku itu lanjuti yang ini” kim bum segera mendekap so eun dan menciumnya.

bersambung

 

Tags: , , , , , , , , , ,

13 responses to “MY PRINCESS FROM THE PAST Part 9”

  1. lee_jihyun says :

    Ah,, akhirny kluar jg crta ni…
    Smkin seru dan romantis saja,, q smkin suka jdiny…😀
    Dtunggu y klanjutanny…🙂

  2. founney says :

    Akhiiirnya.. Lanjut juga neii ff…
    Aaaaaa.. Bumsso so sweeet bgt neii…
    Ff’a keren.. Gga ada kata” buat ngoment😀
    Lanjut author.. Penasaran ma kelanjutannya..

  3. dyyyy says :

    bumah…u slalu mencari ksempatan nyium soeun,
    lanjutkan….ciumannya…..
    salah….part selanjutny thor…he..he

  4. agustin ayu says :

    wahh seruu mkin pnasaran nih, d’tnggu part slanjt’a . . . .

  5. ria says :

    udah tunggu lama bgt buat bc ff y,, seru seru thor cpet d lanjutin dong thor hehe*maksa.
    Kakek & ji yeon jd tkang ngintip haha ha:D

  6. Anjany Djamal says :

    yeah.. akhirnya keluar jg,,
    part 10nya cepetan dong..
    penasaran ih,,,

  7. L_kyuyoung says :

    akhirnyaaaaaaaaaaaaaa keluar juga kelanjutannya
    waaaaaaaah rame
    oart selanjutnya cepetan doooong hehe maksaaaaa

  8. ha love eunbums says :

    akhirnya baca juga lanjutannya..sorry sist baru coment di part ini tapi beneran ceritanya kerenz……….4 jempol deh buat yang bikin,penggabungan cerita kerajaan dan modern jarang sist,lanjutt yach
    *oh ya gak pake lama yach hehehehehe*

  9. edogawa kim suju says :

    setelah di tunggu2…datang jga lanjutannya..
    10 jempol buat authornya..kereeen..
    cepet2 y lanjutannya..

  10. Dede says :

    crita.y kren n gg ngbosenin aku suka bngt,,,,,thankz yy buat author.y

    .jngan lupa lnjtin yy!!!!!,,,,aq tnggu lnjutan.y>>>>

  11. Dewi says :

    Mana part 10 nya, kok gk ad si author?

  12. asmarani astrina says :

    Keren cerita nya …
    So sweet bangeett ,, lanjut dong ceritanya

  13. Dhiank says :

    Suka banget sm kepolosan so eun 😄..
    Lanjut dong thor !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: